2. Perhitungan debit aliran di ruas-ruas saluran drainase
2.1. Perhitungan debit aliran dengan Metoda Rasional
Perhitungan debit rencana menggunakan rumus rasional adalah sebagai berikut :
Q = 0,278 C.I.A
Adapun :
Q = Debit Rencana [m
3/detik]
C = Koeffisien Pengaliran/Limpasan
I = Intensitas Hujan [ mm/jam ]
A = Luas Daerah Pengaliran [ km
2]
TABEL : 4.1 HARGA KOEFISIEN PENGALIRAN (C) PADA BERBAGAI KONDISI
TANAH DAN TYPE DAERAH ALIRAN
TYPE DAERAH PENGALIRAN KONDISI C
1. Rerumputan Tanah Pasir Datar, 2% 0,05 – 0,10
Tanah Pasir Rata-rata, 2 – 7% 0,10 – 0,15
Tanah Pasir Curam, 7% 0,15 – 0,20
Tanah Gemuk Datar, 2% 0,13 – 0,17
Tanah Gemuk Rata-rata, 2 – 7% 0,18 – 0,22
Tanah Gemuk Curam, 7% 0,25 – 0,35
2. Business Daerah Kota Lama 0,75 – 0,95
Daerah Pinggiran 0,50 – 0,70
3. Perumahan Daerah “Single Family” 0,30 – 0,50
“Multi Unit” Terpisah-pisah 0,40 – 0,60
“Multi Unit” Tertutup 0,60 – 0,75
“Sub Urban” 0,25 – 0,40
Daerah Rumah Apartemen 0,20 – 0,70
4. Industri Daerah Ringan 0,60 – 0,80
Daerah Berat 0,60 – 0,90
5. Pertamanan, Kuburan 0,10 – 0,25
6. Tempat Bermain 0,20 – 0,35
7. Halaman Kereta Api 0,20 – 0,40
8. Daerah Yang Tidak Dikerjakan 0,10 – 0,30
9. Jalan Beraspal 0,70 – 0,95
Beton 0,80 – 0,95
Batu 0,70 – 0,95
10. Untuk Berjalan dan Naik Kuda 0,75 – 0,85
11. Atap 0,75 – 0,95
Sumber : Iman Subarkah Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air.
Intensitas hujan rencana atau probabilitas intensitas hujan maksimum yang
terjadi pada periode ulang tertentu dihitung dengan menggunakan rumus
Mononobe :
3 / 2 2424
24
=
ct
R
I
Adapun :
I = Intensitas hujan (mm/jam)
R
24= Curah hujan maksimum yang terjadi selama 24 jam dalam [mm]
t
c= Waktu konsentrasi (Time of Concentration)
Waktu konsentrasi dihitung dengan rumus :
t
c= t
0+ t
ddesign note.
t
0= (108.n.L
½)/ S
0,2t
d= L / V, V = 72 ( H/L)
0,6Adapun :
t
c= Waktu konsentrasi (menit).
L = Panjang sungai/saluran [ m ]
S = Kemiringan saluran
PERHITUNGAN DEBIT RENCANA
Dibawah ini akan diperlihatkan detail perhitungan debit rencana untuk areal sekitar :
jln. joko tingkir – jln. diponegoro- gg. Sadewa - jln. Untung Suropati - gg. Mawar -
Taman Makam Pahlawan – seperti tergambar dalam peta situasi yang disajikan
dalam gambar 1.
gambar 1. peta situasi sekitar jln. joko tingkir – jln. diponegoro- gg. Sadewa - jln.
Untung Suropati - gg. Mawar - Taman Makam Pahlawan
perhitungan debit rencana ruas saluran s 1.211
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 6.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.12 m , Elv.akhir = 45.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 2.05 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 269.66 m , Elv.awal = 45.00 m , Elv.akhir = 44.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.46 m/detik
td = Lsal. / V = 9.78 menit ---> tc = to + td = 0.20 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.1618 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 115 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.036 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 1.21
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo =275.66 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.12 m , Elv.akhir = 44.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.62 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.22 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 11.35 menit
design note.
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 204.10 m , Elv.awal = 44.50 m , Elv.akhir = 44.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.54 m/detik
td = Lsal. / V = 6.26 menit ---> tc = to + td = 0.29 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.8943 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 88 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.153 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 1.22
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 3.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.12 m , Elv.akhir = 45.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =4.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 1.42 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 219.24 m , Elv.awal = 45.00 m , Elv.akhir = 44.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.79 m/detik
td = Lsal. / V = 4.63 menit ---> tc = to + td = 0.10 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.1257 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 180 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.394 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)perhitungan debit rencana ruas saluran g 1.2
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 578.51 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.12 m , Elv.akhir = 44.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.19 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 14.96 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 6.00 m , Elv.awal = 44.00 m , Elv.akhir = 43.88 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.91 m/detik
td = Lsal. / V = 0.05 menit ---> tc = to + td = 0.25 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 2.0200 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 98 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.385 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 1.1
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 166.65 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 44.40 m , Elv.akhir = 43.88 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.52 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.31 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 8.99 menit
design note.
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 127.75 m , Elv.awal = 44.00 m , Elv.akhir = 43.88 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.31 m/detik
td = Lsal. / V = 6.97 menit ---> tc = to + td = 0.27 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.3137 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 94 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.057 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 1.
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 621.47 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.12 m , Elv.akhir = 43.88 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.24 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.20 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 15.23 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 42.96 m , Elv.awal = 43.88 m , Elv.akhir = 35.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 8.88 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 7.77 m/detik
td = Lsal. / V = 0.09 menit ---> tc = to + td = 0.26 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 4.7212 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 97 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2221
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 3.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 47.56 m , Elv.akhir = 47.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.06 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 1.63 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 62.71 m , Elv.awal = 47.50 m , Elv.akhir = 46.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.67 m/detik
td = Lsal. / V = 0.63 menit ---> tc = to + td = 0.04 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0188 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 347 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.013 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2222
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 48.86 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 47.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.02 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 4.71 menit
design note.
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 62.71 m , Elv.awal = 47.50 m , Elv.akhir = 46.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.67 m/detik
td = Lsal. / V = 0.63 menit ---> tc = to + td = 0.09 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.1459 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 195 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.055 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2223
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 50.60 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 47.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.98 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 4.18 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 25.12 m , Elv.awal = 47.00 m , Elv.akhir = 46.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.91 m/detik
td = Lsal. / V = 0.22 menit ---> tc = to + td = 0.07 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0551 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.024 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.222
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 111.57 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 46.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.50 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.34 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 5.87 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 380.62 m , Elv.awal = 46.50 m , Elv.akhir = 44.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 2.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.86 m/detik
td = Lsal. / V = 7.39 menit ---> tc = to + td = 0.22 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.4094 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 106 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.292 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.22111
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 109.48 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 48.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.91 % (kemiringan medan aliran)
design note.
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 6.30 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 154.65 m , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 46.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 2.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.47 m/detik
td = Lsal. / V = 1.75 menit ---> tc = to + td = 0.13 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.4633 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 149 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.134 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.22112
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 128.89 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 47.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.50 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.16 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 6.34 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 329.19 m , Elv.awal = 47.50 m , Elv.akhir = 46.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.79 m/detik
td = Lsal. / V = 6.96 menit ---> tc = to + td = 0.22 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.5221 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 106 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.315 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2211
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 458.08 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 46.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 3.00 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.65 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 10.85 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 6.00 m , Elv.awal = 46.00 m , Elv.akhir = 45.64 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.36 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 3.70 m/detik
td = Lsal. / V = 0.03 menit ---> tc = to + td = 0.18 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.9854 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 122 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.469 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2212
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 57.86 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 47.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.86 % (kemiringan medan aliran)
design note.
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 5.15 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 327.41 m , Elv.awal = 47.50 m , Elv.akhir = 45.64 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.86 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.90 m/detik
td = Lsal. / V = 6.07 menit ---> tc = to + td = 0.19 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.0078 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 119 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.233 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.221
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 464.08 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 45.64 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 3.36 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.72 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 10.68 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 178.77 m , Elv.awal = 45.64 m , Elv.akhir = 44.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.14 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.96 m/detik
td = Lsal. / V = 3.09 menit ---> tc = to + td = 0.23 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 5.4924 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm , 3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 104 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
1.110 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran g 2.22
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 642.85 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 44.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 4.50 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.70 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 11.99 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 12.00 m , Elv.awal = 44.50 m , Elv.akhir = 44.38 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.26 m/detik
td = Lsal. / V = 0.16 menit ---> tc = to + td = 0.20 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 6.9018 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 113 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
1.516 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.21
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 12.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 48.00 m , Elv.akhir = 47.88 m
design note.
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 2.96 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 333.43 m , Elv.awal = 47.88 m , Elv.akhir = 44.38 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 3.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.30 m/detik
td = Lsal. / V = 4.27 menit ---> tc = to + td = 0.12 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.4001 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 159 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.124 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.2
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 654.85 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 44.38 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 4.62 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.71 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 12.04 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 30.00 m , Elv.awal = 44.38 m , Elv.akhir = 43.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.38 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 3.16 m/detik
td = Lsal. / V = 0.16 menit ---> tc = to + td = 0.20 jam
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I
5= 113 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
1.601 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.1
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 30.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 43.65 m , Elv.akhir = 43.50 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.15 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.50 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 4.62 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 266.73 m , Elv.awal = 43.50 m , Elv.akhir = 43.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.50 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.46 m/detik
td = Lsal. / V = 9.61 menit ---> tc = to + td = 0.24 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.1643 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 102 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.230 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 2.
design note.
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 684.85 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 49.00 m , Elv.akhir = 43.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 6.00 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.88 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 11.70 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 30.00 m , Elv.awal = 43.00 m , Elv.akhir = 35.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 8.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 9.06 m/detik
td = Lsal. / V = 0.06 menit ---> tc = to + td = 0.20 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 8.4722 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 115 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
1.902 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.1
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 3.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 44.06 m , Elv.akhir = 44.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.06 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 1.63 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 95.59 m , Elv.awal = 44.00 m , Elv.akhir = 38.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 6.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 3.80 m/detik
td = Lsal. / V = 0.42 menit ---> tc = to + td = 0.03 jamdari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0287 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 370 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.021 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.211111
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 6.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 46.12 m , Elv.akhir = 46.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.00 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 2.05 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 46.43 m , Elv.awal = 46.00 m , Elv.akhir = 45.55 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.45 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.24 m/detik
td = Lsal. / V = 0.62 menit ---> tc = to + td = 0.04 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0279 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 310 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.017 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
design note.
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 52.43 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 46.12 m , Elv.akhir = 45.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.14 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 4.16 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 6.00 m , Elv.awal = 45.55 m , Elv.akhir = 45.50 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.05 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.13 m/detik
td = Lsal. / V = 0.09 menit ---> tc = to + td = 0.07 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0285 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 227 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q5 = 0,278 C.I5.A =
0.013 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.2111
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 58.43 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.50 m , Elv.akhir = 45.38 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.21 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 6.89 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 49.31 m , Elv.awal = 45.50 m , Elv.akhir = 45.00 m
td = Lsal. / V = 0.65 menit ---> tc = to + td = 0.13 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.0580 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I
5= 155 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.018 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.211
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 107.74 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 46.12 m , Elv.akhir = 45.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 1.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =1.04 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 6.11 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 198.67 m , Elv.awal = 45.00 m , Elv.akhir = 44.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 1.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 0.84 m/detik
td = Lsal. / V = 3.96 menit ---> tc = to + td = 0.17 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.6646 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 128 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.165 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
design note.
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.21
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 306.41 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 46.12 m , Elv.akhir = 44.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 2.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =0.69 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 9.39 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 95.59 m , Elv.awal = 44.00 m , Elv.akhir = 38.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 6.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 3.80 m/detik
td = Lsal. / V = 0.42 menit ---> tc = to + td = 0.16 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.3346 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 130 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.338 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.22
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 3.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 45.55 m , Elv.akhir = 45.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 0.55 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =18.33 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t0 = (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 1.04 menit
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 242.06 m , Elv.awal = 45.00 m , Elv.akhir = 38.00 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 7.00 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 2.39 m/detik
td = Lsal. / V = 1.69 menit ---> tc = to + td = 0.05 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 0.4912 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 305 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
Q
5= 0,278 C.I
5.A =
0.292 m3/detik (Debit rencana saluran dg periode ulang 5 tahun)
perhitungan debit rencana ruas saluran g 3.2
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 402.00 m (panjang pengaliran) , Elv.awal = 46.12 m , Elv.akhir = 38.00 m
Ho = Elv.awal - Elv.akhir = 8.12 m (beda tinggi) So = Ho / Lo =2.02 % (kemiringan medan aliran)
n = 0.012 koefisien Manning's ( diasumsikan melalui medan/saluran beton atau dipoles dg semen)
t
0= (108.n.Lo
½)/ So
0,2= 8.29 menit
di saluran
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lsal, = 6.00 m , Elv.awal = 38.00 m , Elv.akhir = 37.95 m
H = Elv.awal - Elv.akhir = 0.05 m , V = 72 ( H/Lsal.) 0,6
= 1.13 m/detik
td = Lsal. / V = 0.09 menit ---> tc = to + td = 0.14 jam
dari digitasi peta rupa bumi diperoleh A = 1.8258 Ha
C = 0.70 (koefisien pengaliran untuk daerah perumahan/gedung yang akan berkembang diasumsikan sebagai perumahan multy unit tertutup koef.0,60-0,75)
dari analisis frekwensi kejadian hujan telah diperoleh bahwa R5 = 112 mm ,
3 / 2 24
24
24
=
ct
R
I
,---> I5 = 145 mm/jam (Intensitas hujan dg periode ulang 5 tahun)
design note.
perhitungan debit rencana ruas saluran s 3.3
di kawasan
Dari interpretasi dan digitasi peta rupabumi skala 1:25000 diperoleh Lo = 3.00 m (panjang