PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL
4.10. PERHITUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN AHP (ANALYTIC HIERARKI PROCESS) HIERARKI PROCESS)
Dimana pada tahap ini dilakukan perhitungan pada tiap KPI (Key Performance Indicator) untuk mengetahui prioritas pada setiap indikator.
4.10.1 Membuat Kuisioner AHP
Pembobotan dilakukan oleh pihak manajemen yang berkepentingan dengan mengisi kuisioner pembobotan indikator Kinerja. Kuisionernya disebarkan pada orang-orang yang paling dianggap berkompeten yang berjumlah 5 (lima) di setiap bagian Bentuk pengisian kuisioner pembobotan indikator performansi dapat dilihat pada lampiran A.
4.10.2 Pembobotan KPI dengan AHP
Pembobotan pada supply chain ini dilakukan pada 3 level yaitu pada level 1 terdapat 5 proses utama, pada level 2 terdapat 2 atau 3 indikator untuk tiap proses utama sesuai kondisi perusahaan sedangkan untuk level 3 terdapat 18 indikator. Metode pembobotan yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process yang mana dilakukan melalui perbandingan berpasangan untuk setiap proses, aspek dan masing-masing indikator Kinerja.
Selanjutnya dilakukan proses perhitungan hasil pengisian kuisioner dengan manual dan menggunakan software Expert Choice 9.0. untuk perhitungan dengna expert choice (dapat dilihat pada lampiran E).
4.10.2.1 Pembobotan Level Satu
Pembobotan tingkat kepentingan level satu dilakukan dengan cara membandingkan secara berpasangan diantara proses-proses plan, source, make,
deliver dan return. Hasil perbandingan berpasangan dari pembobotan level satu
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.21 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Satu
Plan Source Make Deliver Return
Plan 1 1 2 1 3
Source 1 1 1 2
Make 1 1 2
Deliver 1 2
Return 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari SOURCE ke MAKE. = 1/1 = 1 Sel dari MAKE ke PLAN = 1/2 = 0.5 Sel dari MAKE ke SOURCE = 1/1 = 1 Sel dari DELIVER ke PLAN = 1/1 = 1 Sel dari DELIVER ke SOURCE = 1/1 = 1 Sel dari DELIVER ke MAKE = 1/1 = 1 Sel dari RETURN ke PLAN = 1/3 = 0,3 Sel dari RETURN ke SOURCE = 1/2 = 0,5 Sel dari RETURN ke MAKE = 1/2 = 0,5 Sel dari RETURN ke DELIVER = 1/2 = 0,5
Tabel 4.22 Matrik Perbandingan
Tujuan PLAN SOURCE MAKE DELIVER RETURN
PLAN 1 1 2 1 3 SOURCE 1 1 1 1 2 MAKE 0,5 1 1 1 2 DELIVER 1 5 1 1 2 RETURN 0,3 0,5 0.5 0.5 1 Jumlah 3,8 4,5 5,5 4,5 10
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari PLAN ke PLAN = 1 / 3,8 = 0,26
Sel dari PLAN ke SOURCE = 1 / 3,8 = 0,26 Sel dari PLAN ke MAKE = 0,5 / 3,8 = 0,13 Sel dari PLAN ke DELIVER = 1 / 3,8 = 0,26 Sel dari PLAN ke RETURN = 0,3 / 3,8 = 0,087
Tabel 4.23 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI Tujuan PLAN SOURC
E MAK E DELIVE R RETURN Jumla h Rata-rata PLAN 0.26 0.22 0,36 0,22 0,3 1,37 0,27 SOURCE 0,26 0.22 0,18 0,22 0,2 1,09 0,22 MAKE 0,13 0.22 0,18 0,22 0,2 0,96 0,19 DELIVE R 0,26 0.22 0,18 0,22 0,2 1,09 0,22 RETURN 0,08 0.11 0,09 0,11 0,1 0,50 0,10 Jumlah 1 1 1 1 1 5 1 Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 27% pada Plan, 22% untuk Source, 19% untuk
Make, 22% untuk Delivery dan 10% untuk Return.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.24 Perhitungan Perkalian Matrik KPI Tujuan PLAN (0,27) SOURCE (0,22) MAKE (0,19) DELIVER (0,22) RETURN (0,10) PLAN 1(0,27) 1(0,22) 2(0,19) 1(0,22) 3(0,10) SOURCE 1(0,27) 1(0,22) 1(0,19) 1(0,22) 2(0,10) MAKE 0,5(0,27) 1(0,22) 1(0,19) 1(0,22) 2(0,10) DELIVER 1(0,27) 1(0,22) 1(0,19) 1(0,22) 2(0,10) RETURN 0,3(0,27) 0,5(0,22) 0,5(0,19) 0,5(0,22) 1(0,10)
Tabel 4.25 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi Tujuan PLAN SOURCE MAKE DELIVER RETURN Jumlah PLAN 0,27 0,22 0,38 0,22 0,30 1,39 SOURCE 0,27 0,22 0,19 0,22 0,20 1,10 MAKE 0,14 0,22 0,19 0,22 0,20 0,96 DELIVER 0,27 0,22 0,19 0,22 0,20 1,10 RETURN 0,09 0,11 0,10 0,11 0,10 0,50
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1,39 : 0,27 = 5,08 1,10 : 0,22 = 5,06 0,96 : 0,19 = 5,03 0,10 : 0,22 = 5,06 0,50 : 0,10 = 5,04 λ maks = Σ (5,08 + 5,06 + 5,03 + 5,06 + 5,04) / 5 = 25,28/ 5 = 5,06 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (5,06 – 5 ) / ( 5 – 1 ) = 0,06/4 = 0,013
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0,013 / 1,12 = 0,012
Bila CR < 0,1 yaitu 0,012 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
Plan = 0,27 = 27 %
Source = 0,22 = 22%
Make = 0,19 = 19%
Deliver = 0,21 = 21%
Return = 0,10 = 10%
4.10.2.2 Pembobotan Level Dua
Pembobotan tingkat kepentingan untuk level dua dilakukan dengan cara membandingkan secara berpasangan diantara reliability, responsiveness dan
flexibility.
a. Source
Hasil perbandingan berpasangan dari pembobotan level 2 untuk ruang lingkup Source adalah sebagai berikut :
Tabel 4.26 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Dua Ruang Lingkup Plan
Reliability Responsiveness
Reliability 1 1
Responsiveness 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari RELIABILITY ke RESPONSIVENESS. = 1/1 = 1 Tabel 4.27 Matrik Perbandingan
Reliability Responsiveness
Reliability 1 1
Responsiveness 1 1
Jumlah 2 2
Sel dari RELIABILITY ke RELIABILITY = 1 / 2 = 0,5 Sel dari RESPONSIVENESS KE RELIABILITY = 1 / 2 = 0,5 Sel dari RELIABILITY ke RESPONSIVENESS = 1 / 2 = 0,5 Sel dari RESPONSIVENESS ke RESPONSIVENESS = 1 / 2 = 0,5
Tabel 4.28 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
Reliability Responsiveness Jumlah Rata- Rata
Reliability 0,5 0,5 1 0,5
Responsiveness 0.5 0,5 1 0,5
Jumlah 1 1 2 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 50% pada Reliability, 50% untuk Responsiveness.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.29 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
Reliability (0,5) Responsiveness (0,5) Reliability 1(0,5) 1(0,5) Responsiveness 1(0.5) 1(0,5)
Tabel 4.30 Pengujian KPI Degan Menggunakan Uji Kosistensi
Reliability Responsiveness Jumlah
Reliability 0,5 0,5 1
Responsiveness 0.5 0,5 1
Jumlah 1 1 2
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1 : 0,5 = 2 1 : 0,5 = 2 λ maks = Σ (2 + 2 ) / 2 = 4/ 2 = 2 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (2 – 2 ) / ( 2 – 1 ) = 0/1 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel 2.3 diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI = 0 / 0 = 0
Bila CR < 0,1 yaitu 0 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten.
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
Reliability = 0,5 = 50 %
Responsiveness = 0,5 = 50%
b. Deliver
Hasil perbandingan berpasangan dari pembobotan level 2 untuk ruang lingkup Deliver adalah sebagai berikut :
Tabel 4.31 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Dua Ruang Lingkup Aspek
Deliver
Reliability Responsiveness Flexibility
Reliability 1 1/4 2
Responsiveness 1 3
Flexibility 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari FLEXIBILITY ke RESPONSIVENESS. = 1/3 = 0,3 Tabel 4.32 Matrik Perbandingan
Reliability Responsiveness Flexibility
Reliability 1 1/4 2
Responsiveness 4 1 3
Flexibility 0,5 0,3 1
Jumlah 5,5 1,58 6
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari RELIABILITY ke RELIABILITY = 1 / 5,5 = 0,18 Sel dari RESPONSIVENESS KE RELIABILITY = 1 / 5,5 = 0,72 Sel dari RELIABILITY ke RESPONSIVENESS = 1 / 5,5 = 0,09
Tabel 4.33 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
Reliability Responsiveness Flexibility Jumlah Rata- Rata
Reliability 0,18 0,16 0,33 0,67 0,22
Responsiveness 0,72 0,63 0,5 1,86 0,62
Flexibility 0,09 0,21 0,17 0,47 0,16
Jumlah 1 1 1 3 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 22% pada Reliability, 62% untuk Responsiveness, 16% untuk Flexibility.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.34 Perhitungan Perkalian Matrik KPI Reliability (0,22) Responsiveness (0,62) Flexibility (0,16) Reliability 1(0,22) 0,25(0,62) 2(0,16) Responsiveness 4(0.22) 1(0,62) 3(0,16) Flexibility 0,5(0,22) 0,33(0,62) 1(0,16)
Tabel 4.35 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
Reliability Responsiveness Flexibility Jumlah
Reliability 0,22 0,15 0,31 0,69
Responsiveness 0.90 0,62 0,47 2
Flexibility 0,11 0,21 0,16 0,47
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
0,69 : 0,22 = 3,08 2 : 0,62 = 3,20 0,47 0,16 = 3,04 λ maks = Σ (3,08 + 3,20 + 3,04 ) / 3 = 9,33/ 3 = 3,11 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (3,11 – 3 ) / ( 3 – 1 ) = 0,11/2 = 0,05
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0,05 / 0,58 = 0
Bila CR < 0,1 yaitu 0,09 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
Reliability = 0,22 = 22 %
c. Return
Hasil perbandingan berpasangan dari pembobotan level 2 untuk ruang lingkup Return adalah sebagai berikut :
Tabel 4.36 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Dua Ruang Lingkup Return
Reliability Responsiveness
Reliability 1 4
Responsiveness 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari RELIABILITY ke RESPONSIVENESS. = 1/4 = 0.25 Tabel 4.37 Matrik Perbandingan
Reliability Responsiveness
Reliability 1 4
Responsiveness 0.25 1
Jumlah 1.25 5
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari RELIABILITY ke RELIABILITY = 1 / 1,25 = 0,8 Sel dari RESPONSIVENESS KE RELIABILITY = 0,25 / 1,25 = 0,2 Sel dari RELIABILITY ke RESPONSIVENESS = 4 / 5 = 0,8 Sel dari RESPONSIVENESS ke RESPONSIVENESS = 1 / 5 = 0,2
Tabel 4.38 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
Reliability Responsiveness Jumlah Rata- Rata
Reliability 0,8 0,8 1,6 0,8
Responsiveness 0.2 0,2 0,4 0,2
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 80% pada Reliability, 20% untuk Responsiveness.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.39 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
Reliability (0,8) Responsiveness (0,2) Reliability 1(0,8) 4(0,2) Responsiveness 1(0.2) 1(0,2)
Tabel 4.40 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
Reliability Responsiveness Jumlah
Reliability 0,8 0,8 1,6
Responsiveness 0,2 0,2 0,4
Jumlah 1 1 2
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1,6 : 0,8 = 2 0,4 : 0,2 = 2 λ maks = Σ (2 + 2 ) / 2 = 4/ 2 = 2 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (2 – 2 ) / ( 2 – 1 ) = 0/1 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI = 0 / 0 = 0
Bila CR < 0,1 yaitu 0 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten.
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
Reliability = 0,8 = 80 %
Responsiveness = 0,2 = 20%
4.10.2.3 Pembobotan Level Tiga
Pembobotan tingkat kepentingan untuk level tiga dilakukan dengan cara membandingkan secara berpasangan aspek-aspek yang terdapat dalam reliability,
responsiveness dan flexibility.
a. Plan (Reliability)
Tabel 4.41 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Dua Ruang Lingkup Return
PAPQ IR PER
PAPQ 1 1 1
IR 1 1 2
PER 1 0,5 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari IR ke PAPQ. = 1/1 = 1 Sel dari PER ke PAPQ. = 1/1 = 1 Sel dari PER ke IR. . = 1/2 = 0,5
Tabel 4.42 Matrik Perbandingan
PAPQ IR PER
PAPQ 1 1 1
IR 1 1 2
PER 1 0,5 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari PAPQ ke PAPQ = 1 / 3 = 0,33
Sel dari IR ke PAPQ = 1 / 5 = 0,33
Sel dari PER ke PAPQ = 1 / 5 = 0,33
Tabel 4.43 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
PAPQ IR PER Jumlah Rata- Rata
PAPQ 0,33 0,4 0,25 0,98 0,33
IR 0,33 0,4 0,5 1,23 0,41
PER 0,33 0,4 0,25 0,78 0,26
Jumlah 1 1 7 5 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 33% pada PAPQ, 41% untuk IR, dan 26% untuk
PER
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.44 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
PAPQ (0,33) IR (0,41) PER (0,26) PAPQ 1(0,33) 1(0,41) 1(0,26) IR 1(0,33) 1(0,41) 3(0,26) PER 1(0,33) 0,33(0,41) 1(0,26)
Tabel 4.45 Pengujian KPI Degan Menggunakan Uji Kosistensi
PAPQ IR PER Jumlah
PAPQ 0,33 0,41 0,26 1
IR 0,33 0,41 0,52 1,3
PER 0,33 0,21 0,26 0,79
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1 : 0,32 = 3,05 1,3 : 0,41 = 3,07 0,79 : 0,26 = 3,04 λ maks = Σ (3,05 + 3,07 + 3,04 ) / 3 = 9,16/ 3 = 3,05 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (3,05 – 3) / ( 3 – 1 ) = 0,05/2 = 0,027
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0,027 / 0,58 = 0,046
Bila CR < 0,1 yaitu 0,046 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
PAPQ = 0,33 = 33 %
IR = 0,41 = 41%
b. Source (Reliability)
Tabel 4.46 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Tiga Ruang Lingkup Source
(Reliability)
SRP SR
SRP 1 1
SR 1 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari SR ke SRP. = 1/1 = 1
Tabel 4.47 Matrik Perbandingan
SRP SR
SRP 1 1
SR 1 1
Jumlah 2 2
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari SRP ke SRP = 1 / 2 = 0,5
Sel dari SRP ke SR = 1 / 2 = 0,5
Tabel 4.48 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
SRP SR Jumlah Rata- Rata
SRP 0,5 0,5 1 0,5
SR 0,5 0,5 1 0,5
Jumlah 1 1 2 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 50% pada SRP, 50% untuk SR.
perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.49 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
SRP (0,5) SR (0,5)
SRP 1(0,5) 1(0,5)
SR 1(0,5) 1(0,5)
Tabel 4.50 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
SRP SR Jumlah
SRP 0,5 0,5 1
SR 0,5 0,5 1
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1 : 0,5 = 2 1 : 0,5 = 2 λ maks = Σ (2 + 2 ) / 2 = 4 / 2 = 2 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (2 – 2 ) / ( 2 – 1 ) = 0/1 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 yaitu 0,00 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
SRP = 0,50 = 50%
c. Source (Responsiveness)
Tabel 4.51 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Tiga Ruang Lingkup Source
(Reliability)
SOLT POCT
SOLT 1 1
POCT 1 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari SR ke SRP. = 1/1 = 1
Tabel 4.52 Matrik Perbandingan
SOLT POCT
SOLT 1 1
POCT 1 1
Jumlah 2 2
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari SRP ke SRP = 1 / 2 = 0,5
Sel dari SRP ke SR = 1 / 2 = 0,5
Tabel 4.53 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
SOLT POCT Jumlah Rata- Rata
SOLT 0,5 0,5 1 0,5
POCT 0,5 0,5 1 0,5
Jumlah 1 1 2 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 50% pada SIRR, 50% untuk POCT.
perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.54 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
SOLT (0,5) POCT (0,5) SOLT 1(0,5) 1(0,5) POCT 1(0,5) 1(0,5)
Tabel 4.55 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
SOLT POCT Jumlah
SOLT 0,5 0,5 1
POCT 0,5 0,5 1
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1 : 0,5 = 2 1 : 0,5 = 2 λ maks = Σ (2 + 2 ) / 2 = 4 / 2 = 2 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (2 – 2 ) / ( 2 – 1 ) = 0/1 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 yaitu 0,00 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
SOLT = 0,50 = 50% POCT = 0,50 = 50%
d. Make (Reliability)
Tabel 4.56 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Tiga Ruang Lingkup Source
(Reliability) PTMP PTMD PTML PTMS MER PTMP 1 1 1 1 0,5 PTMD 1 1 1 0,5 PTML 1 1 0,5 PTMS 1 0,5 MER 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari PTMD ke PTMP. = 1/1 = 1 Sel dari PTML ke PTMP. = 1/1 = 1 Sel dari PTMS ke PTMP. = 1/1 = 1 Sel dari MER ke PTMP. = 1/0,5 = 2 Tabel 4.57 Matrik Perbandingan
PTMP PTMD PTML PTMS MER PTMP 1 1 1 1 0,5 PTMD 1 1 1 1 0,5 PTML 1 1 1 1 0,5 PTMS 1 1 1 1 0,5 MER 2 2 2 2 1 Jumlah 6 6 6 6 3
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari PTMP ke PTMP = 1 / 6 = 0,17
Sel dari PTMD ke PTMP = 1 / 6 = 0,17
Sel dari MER ke PTMP = 2 / 6 = 0,33 Tabel 4.58 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
PTMP PTMD PTML PTMS MER Jumlah Rata- Rata
PTMP 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 0,17 PTMD 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 0,17 PTML 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 0,17 PTMS 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 0,17 MER 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 1,67 0,33 Jumlah 1 1 1 1 1 5 1 Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 17% pada PTMP, 17% untuk PTMD, 17% untuk
PTML, 17% untuk PTMS, 33% untuk MER.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.59 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
PTMP (0,16) PTMD (0,16) PTML (0,16) PTMS (0,16) MER (0,33) PTMP 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 0,5(0,33) PTMD 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 0,5(0,33) PTML 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 0,5(0,33) PTMS 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 1(0,16) 0,5(0,33) MER 2(0,16) 2(0,16) 2(0,16) 2(0,16) 1(0,33) Tabel 4.60 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
PTMP PTMD PTML PTMS MER Jumlah PTMP 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 PTMD 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 PTML 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 PTMS 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17 0,83 MER 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 1,67
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
0,83 : 0,17 = 5 0,83 : 0,17 = 5 0,83 : 0,17 = 5 0,83 : 0,17 = 5 1,67 : 0,33 = 5 λ maks = Σ (5 + 5 + 5 + 5 + 5 ) / 5 = 25 / 5 = 5 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (5 – 5 ) / ( 5 – 1 ) = 0/4 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0 / 1,12 = 0,00
Bila CR < 0,1 yaitu 0,00 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
PTMP = 0,17 = 17%
PTMD = 0,17 = 17%
PTML = 0,17 = 17 % PTMS = 0,17 = 17 % MER = 0,33 = 33%
e. Deliver (Reliability)
Tabel 4.61 Hasil Perbandingan Berpasangan Level Tiga Ruang Lingkup Source
(Reliability)
NORT CRP
NORT 1 1
CRP 1 1
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks perbandingan KPI sebagai berikut:
Sel dari NORT ke CRP. = 1/1 = 1 Tabel 4.62 Matrik Perbandingan
NORT CRP
NORT 1 1
CRP 1 1
Jumlah 2 2
Setelah pengisian matriks perbandingan, langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut: Sel dari NORT ke NORT = 1 / 2 = 0,5
Sel dari NORT ke CRP = 1 / 2 = 0,5
Tabel 4.63 Matriks Hasil Normalisasi dan Bobot Tiap KPI
NORT CRP Jumlah Rata- Rata
NORT 0,5 0,5 1 0,5
CRP 0,5 0,5 1 0,5
Jumlah 1 1 2 1
Analisa :
dari hasil perhitungan matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI didapat bobot masing kriteria adalah 50% pada NORT, 50% untuk CRP.
Setelah pengisian matriks hasil normalisasi dan bobot tiap KPI, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan perkalian matrik KPI. Dalam
perhitungan uji konsistensi ini dilakukan perkalian antara matriks perbandingan KPI dengan jumlah bobot tiap KPI sebagai berikut :
Tabel 4.64 Perhitungan Perkalian Matrik KPI
NORT (0,5) CRP (0,5) NORT 1(0,5) 1(0,5) CRP 1(0,5) 1(0,5)
Tabel 4.65 Pengujian KPI Dengan Menggunakan Uji Kosistensi
NORT CRP Jumlah
NORT 0,5 0,5 1
CRP 0,5 0,5 1
Dilakukan uji konsistensi dengan membagi total kolom dengan diagonal matrik berikut ini.
1 : 0,5 = 2 1 : 0,5 = 2 λ maks = Σ (2 + 2 ) / 2 = 4 / 2 = 2 CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (2 – 2 ) / ( 2 – 1 ) = 0/1 = 0
Berdasarkan Nilai Indeks Random pada tabel lampiran diperoleh nilai RI adalah 1,12 sehingga
CR = CI / RI
= 0 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 yaitu 0,00 < 0,1 maka dikatakan matriks konsisten. Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah :
CRP = 0,50 = 50%
f. Deliver (Responsiveness)
Pada matriks perbandingan KPI Deliver, intensitas kepentingan setiap KPI-nya telah ditetapkan oleh PT. Surabaya Perdana Rotopack, menggunakan skala perbandingan berpasangan mulai dari angka 1 sampai dengan 9. Karena pada
Responsiveness KPI yang ada hanya Delivery Lead Time (DLT), maka tidak dapat
disusun dalam bentuk tabel.
Langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut :
Sel dari DLT ke DLT = 1 / 1 = 1
Sehingga perhitungan konsistensinya sebagai berikut : λ maks = Σ (1) / n = 1 / 1 = 1
CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (1 – 1) / (1 – 1) = 0,00
Berdasarkan nilai Indeks Random pada tabel lampiran pada diperoleh nilai RI adalah 0,00 sehingga
CR = CI / RI = 0,00 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 dikatakan matriks konsisten
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah : DLT = 1 = 100%
g. Deliver (Flexibility)
Pada matriks perbandingan KPI Deliver, intensitas kepentingan setiap KPI-nya telah ditetapkan oleh PT. Surabaya Perdana Rotopack, menggunakan skala
perbandingan berpasangan mulai dari angka 1 sampai dengan 9. Karena pada
Flexibility KPI yang ada hanya Minimum Delivery Quantity (MDQ), maka tidak
dapat disusun dalam bentuk tabel.
Langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut :
Sel dari MDQ ke MDQ = 1 / 1 = 1 Sehingga perhitungan konsistensinya sebagai berikut : λ maks = Σ (1) / n = 1 / 1 = 1
CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (1 – 1) / (1 – 1) = 0,00
Berdasarkan nilai Indeks Random pada tabel lampiran pada diperoleh nilai RI adalah 0,00 sehingga
CR = CI / RI = 0,00 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 dikatakan matriks konsisten
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah : CRP = 1 = 100%
h. Return (Reliability)
Pada matriks perbandingan KPI Return, intensitas kepentingan setiap KPI-nya telah ditetapkan oleh PT. Surabaya Perdana Rotopack, menggunakan skala perbandingan berpasangan mulai dari angka 1 sampai dengan 9. Karena pada
Reliability KPI yang ada hanya Number Customer Complaint (NCC), maka tidak
Langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut :
Sel dari NCC ke NCC = 1 / 1 = 1
Sehingga perhitungan konsistensinya sebagai berikut : λ maks = Σ (1) / n = 1 / 1 = 1
CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (1 – 1) / (1 – 1) = 0,00
Berdasarkan nilai Indeks Random pada tabel lampiran pada diperoleh nilai RI adalah 0,00 sehingga
CR = CI / RI = 0,00 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 dikatakan matriks konsisten
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah : NCC = 1 = 100%
i. Return (Responsiveness)
Pada matriks perbandingan KPI Return, intensitas kepentingan setiap KPI-nya telah ditetapkan oleh PT. Surabaya Perdana Rotopack, menggunakan skala perbandingan berpasangan mulai dari angka 1 sampai dengan 9. Karena pada
Responsiveness KPI yang ada hanya Time to Solve Complaint (TSC), maka tidak
dapat disusun dalam bentuk tabel.
Langkah selanjutnya adalah membuat matriks hasil normalisasi dan bobot masing-masing KPI sebagai berikut :
Sel dari TSC ke TSC = 1 / 1 = 1
λ maks = Σ (1) / n = 1 / 1 = 1
CI = (λ maks – n) / (n – 1) = (1 – 1) / (1 – 1) = 0,00
Berdasarkan nilai Indeks Random pada tabel lampiran pada diperoleh nilai RI adalah 0,00 sehingga
CR = CI / RI = 0,00 / 0,00 = 0,00
Bila CR < 0,1 dikatakan matriks konsisten
Dari perhitungan diperoleh bobot dari masing-masing kriteria adalah : TSC = 1 = 100%
Hasil yang diperoleh dari proses perhitungan untuk pembobotannya disajikan dalam bentuk tabel 4.66.
Tabel 4.66 Nilai bobot indikator performansi pada Setiap Level
Level 1 Bobot Level 2 Bobot Level 3 Bobot
Plan 0,27 Reliability 1
Percentage of Adjusted
Production Quantity 0,33 Internal relationship 0,41 Planning employee reliability 0,26
Source 0,22 Reliability 0,5 Supplier Relationship 0,5 Supplier reability 0,5 Responsiveness 0,5
Supplier Lead Time 0,5 Purchase Order Cycle Time 0,5
Make 0,19 Reliability 1
Percentage of trouble machine
printing 0,17 Percentage of trouble machine
dry 0,17
Percentage of trouble machine
lamination 0,17 Percentage of trouble machine
slitting 0,17 Manufacturing Employee
Reability 0,33 Deliver 0,22 Reliability 0,22
Number of Order Ready to be
Responsiveness 0,62 Delivery Lead Time 1 Flexibility 0,16 Minimun Delivery Quantity 1 Return 0,10 Reliability 0,8
Number of customer complain
1 Responsiveness 0,2 Time to solve complain 1
4.11. PENYAMAAN SKALA UKURAN DENGAN PROSES
NORMALISASI
Proses normalisasi dilakukan agar masing-masing indikator performansi memiliki skala ukuran yang sama, sebab jika indikator performansi memiliki skala ukuran yang berbeda ,maka nilai performansi yang dimiliki tidak mencerminkan performansi perusahaan yang sebenarnya. Proses normalisasi membutuhkan nilai minimum (terburuk) dan nilai maksimum (terbaik) dari setiap indikator. Setelah melakukan perhitungan nilai aktual, penetapan target dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk melihat kemajuan yang dapat dicapai. Penentuan nilai pencapaian nilai terburuk dan terbaik diperoleh dengan melakukan wawancara ataupun brainstorming dengan pihak manajemen dan data historis perusahaan.
Nilai terbaik akan diwakili dengan angka seratus (100) di dalam proses normalisasi. Sedangkan nilai terburuk akan diwakili dengan angka nol (0) di dalam proses normalisasi. Proses normalisasi dilakukan dengan cara interpolasi diantara nilai-niai tersebut, sehingga didapatkan satuan ukuran yang sama untuk setiap indikator yang diukur. Rumus perhitungan skor adalah:
Rumus :
( )
Smin Smax Si Smax − − x 100% Keterangan : Smax = MaxSi = Hasil nilai aktual performansi supply chain