• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Perhitungan Harga Pokok Produksi PD. Sulih Maulida Jaya 37

4.5.2 Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode

1. Biaya Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kusen adalah sebagai berikut : Tabel 4.4

Biaya Bahan Baku

No Bahan Baku Harga Satuan Kebutuhan Total Harga

1 Kayu Jati Rp.7.500.000 5 Rp.37.500.000

Jumlah Rp.37.500.000

Dari tabel 4.4 memperlihatkan bahan baku yang digunakan oleh perusahaan adalah kayu jati. Yang akan di potong menjadi beberapa kayu yang berukuran 200 cm dan 80 cm untuk kusen pintu. Sedangkan untuk kusen jendela dibutuhkan ukuran 150 cm dan 50 cm. Biaya yang dibutuhkan perusahaan sebesar Rp.37.500.000.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang terlibat langsung dalam semua pekerjaan atau produksi yang dilakukan di PD.Sulih Maulida Jaya. Pada perusahaan PD. Sulih Maulida Jaya mempunyai 4 karyawan tenaga kerja langsung. Dalam sistem penggajiannya dilakukan setiap bulan.

Tabel 4.5

Biaya Tenaga Kerja Langsung Jenis pekerjaan Jumlah karyawan Gaji per bulan Proporsi Upah 51,2% Total Biaya Desain 1 Rp.3.700.000 Rp. 1.894.400 Rp. 3.700.000 Produksi 3 Rp.3.500.000 Rp. 5.376.000 Rp. 10.500.000 Jumlah Rp. 7.270.400 Rp. 14.200.000

39

Dari tabel 4.5 memperlihatkan bahwa pemilik usaha mengeluarkan biaya Rp. 7.270.400 untuk upah tenaga kerja dalam memproduksi kusen. Tenaga kerja bagian desain mendapatkan Rp. 1.894.400 sedangkan tenaga kerja bagian produksi mendapatkan Rp. 5.376.000 untuk 3 orang tenaga kerja.

3. Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik mencakup semua biaya produksi yang dikelurkan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya tersebut sering tidak dihitung secara detail yang terdiri dari :

1) Biaya bahan penolong 2) Biaya listrik dan telepon 3) Biaya pemeliharaan mesin

4) Biaya penyusutan peralatan dan mesin

Berikut klasifikasi biaya overhead pabrik pada PD.Sulih Maulida Jaya :

1) Biaya Bahan Penolong

Bahan peolong merupakan bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu produk , namun pemakaian bahan tersebut relatif kecil. Berikut rincian biaya bahan penolong yang disajikan pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Biaya Bahan Penolong

No Nama Bahan Harga Satuan Jumlah Total Harga

1 Lem kayu Rp.25.000 16 kg Rp. 400.000

2 Sekrup Rp.75.000 3 dus Rp. 225,000

3 Paku Rp.30.000 16 dus Rp. 480.000

5 Kunci Rp.17.000 30 buah Rp. 510.000 6 Engsel Rp.15.000 30 buah Rp. 450.000 7 Handle Rp.22.000 30 buah Rp. 660.000 8 Kaca Rp.80.000 50 buah Rp. 4.000.000 9 Woodfiller Rp.39.000 16 liter Rp. 624.000 10 Sanding Rp.46.000 25 liter Rp. 1.150.000 11 Melamic Rp.48.500 25 liter Rp. 1.212.500 12 Thinner A Rp.12.000 32 liter Rp. 384.000 13 Thinner ND Rp.18.000 32 liter Rp. 576.000 14 Pewarna Rp.60.000 16 liter Rp. 960.000

15 Amplas No.80 Rp.15.000 2 meter Rp. 30.000 16 Amplas No.120 Rp.15.000 2 meter Rp. 30.000 17 Amplas No.150 Rp.15.000 2 meter Rp. 30.000

Jumlah Rp. 11.796.500

Pada tabel 4.6 memperlihatkan biaya bahan penolong yang dibutuhkan oleh perusahaan ada Lem kayu, Sekrup, Paku, Spirtus, Kunci, Engsel, Handle, Kaca,

Woodfiller, Sanding, Melamic, Thinner A, Thinner ND, Pewarna, Amplas No.80,

Amplas No.120, Amplas No.150. Total biaya yang dibutuhkan oleh pemilik perusahaan untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut sebesar Rp. 11.796.500.

2) Biaya Listrik dan Telepon

Biaya yang dikeluarkan PD.Sulih Maulida Jaya untuk Listrik dan Telepon bulan Oktober 2016 sebesar Rp. 300.000 namun biaya tersebut tidak hanya digunakan untuk memproduksi kusen (6x12) saja, maka biaya listrik dan telepon harus diproporsikan sebesar 47,6%. Rincian biayanya disajikan pada tabel 4.7

Tabel 4.7

Biaya Listrik dan Telepon

Keterangan Biaya Pembebanan Biaya 51,2%

Biaya Listrik Rp. 200.000 Rp. 102.400

Biaya Telepon Rp. 100.000 Rp. 51.200

41

Dari tabel 4.7 memperlihatkan biaya listrik dan telepon yang di keluarkan oleh pemilik perusahaan untuk pembuatan kusen sebesar Rp. 153.600 yang terdiri dari biaya listrik sebesar Rp. 102.400 dan biaya telepon sebesar Rp. 51.200.

3) Biaya Pemeliharaan Mesin

Pemeliharaan mesin merupakan biaya untuk memperbaiki mesin yang dimiliki PD. Sulih Maulida Jaya untuk menjaga ketahanan agar tidak mudak rusak. Biaya yang dikeluarkan PD. Sulih Maulida Jaya untuk pemeliharaan mesin dapat dilihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8

Biaya Pemeliharaan Mesin Keterangan Jumlah

Mesin

Biaya Per Mesin Biaya Kusen (51,2%)

Mesin belah 1 Rp. 80.000 Rp. 40.960 Mesin serut 1 Rp. 55.000 Rp. 28.160 Profil 1 Rp. 40.000 Rp. 20.480 Mesin amplas 1 Rp. 50.000 Rp. 25.600 Mesin lengkungan 1 Rp. 35.000 Rp. 17.920 Bor 2 Rp. 80.000 Rp. 40.960 Gergaji 2 Rp.140.000 Rp. 71.680

Jumlah Biaya Perawatan Mesin Rp. 245.760

Dari tabel 4.8 menunjukkan bahwa biaya untuk pemeliharaan mesin yang dikeluarkan oleh pemilik perusahaan sebesar Rp. 245.760. Mesin-mesin milik perusahaan yang digunakan sebagai alat produksi harus dirawat antara lain seperti mesin belah, mesin serut, profil, mesin serut, mesin lengkung, bor dan gergaji.

4) Biaya Penyusutan Peralatan dan Mesin

Peralatan dan mesin yang digunakan dalam proses produksi dan semua kegiatan operasional perusahaan akan mengakibatkan adanya penyusutan nilai peralatan dan mesin tersebut. Dalam menghitung penyusutan tersebut dapat digunakan dengan metode garis lurus atau metode umur ekonomis.

Rumus perhitungan penyusutan adalah sebagai berikut :

(Harga Perolehan – Nilai Sisa) Beban Penyusutan =

Umur Ekonomis

Rincian beban penyusutan peralatan dan mesin disajikan pada tabel 4.9.

Tabel 4.9

Biaya Penyusutan Peralatan dan Mesin Keterangan Unit Harga

Perolehan (Rp) Nilai Sisa (Rp) Umur Ekonomis Penyusutan Per tahun (Rp) Per Bulan (Rp) Per Bulan Kusen (51,2%) (Rp) Mesin Belah 1 1.500.000 187.500 8 164.062,5 13.671,87 7.000 Mesin Serut 1 800.000 100.000 8 87.500 7.291,66 3.733,32 Profil 1 450.000 56.250 8 49.218,75 4.101,56 2.100 Mesin Amplas 1 500.000 62.500 8 54.687,5 4.557,29 2.333,33 Mesin Lengkungan 1 230.000 28.750 8 25.156,25 2.096,35 1.073,33 Bor 2 700.000 87.500 8 76.562,5 6.380,2 3.266,66 Gergaji 2 3.000.000 375.000 8 328.125 27.343,75 14.000 Jumlah 785.312,5 65.442,68 33.506,64

Sumber : SK Mentri Keuangan

Dari tabel 4.9 memperlihatkan bahwa biaya penyusutan untuk peralatan dan mesin di perusahaan PD. Sulih Maulida Jaya Rp. 785.312,5 per tahun, Rp. 65.442,68

43

per bulan. Sedangkan penyusutan peralatan dan mesin untuk kusen sebesar Rp. 33.506,64.

5) Perhitungan biaya overhead pabrik

Dari rincian data-data diatas maka biaya overhead pabrik pada bulan oktober 2016 adalah jumlah dari biaya bahan baku penolong, biaya listrik dan telepon, biaya pemeliharaan peralatan dan mesin, dan biaya penyusutan peralatan dan mesin. Untuk rinciannya disajikan pada tabel 4.10.

Tabel 4.10 Biaya Overhead Pabrik

Keterangan Jumlah Total Biaya

Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya bahan baku

penolong

Rp. 11.796.500 Rp. 11.796.500 Biaya listrik dan telepon Rp. 153.600 Rp. 153.600 Biaya pemeliharaan mesin Rp. 245.760 Rp. 245.760 Biaya penyusutan

peralatan dan mesin

Rp. 33.506,64 Rp. 33.506,64 Jumlah Rp. 279.266,64 Rp, 11.950.100 Rp. 12.229.366,64

Tabel 4.10 merupakan tabel biaya overhead pabrik. Yang termasuk kedalam biaya overhead pabrik yaitu biaya bahan baku penolong sebesar Rp. 11.796.500, biaya listrik dan telepon sebesar Rp. 153.600, biaya pemeliharaan mesin sebesar Rp. 245.760, biaya penyusutan peralatan dan mesin sebesar Rp. 33.506,64. Total biaya overhead pabrik yang pada perusahaan sebesar Rp. 12.229.366,64.

6) Biaya Administrasi dan Umum

Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka mengatur, mengendalikan perusahaan dan untuk memberi upah pada karyawan administrasi yang ada di perusahaan.

Tabel 4.11

Biaya Administrasi dan Umum Keterangan Harga

(1)

Total Produksi (2)

Biaya Per Buah (3)=(1/2) Total Biaya (4)=(3x60 buah) Tenaga Administrasi Rp. 1.100.000 121 buah Rp. 9.090,9 Rp. 545.454 Total Biaya Administrasi dan Umum Rp. 545.454

Dari tabel 4.11 diketahui bahwa terdapat karyawan tenaga administrasi pada PD. Sulih Maulida Jaya dengan upah sebesar Rp. 1.100.000 per bulan. Sedangkan upah untuk pembuatan kusen pada bulan Oktober 2016 sebesar Rp. 545.454.

Tabel 4.12

Perhitungan Harga Pokok Produksi Kusen dengan Metode Job Order Costing

Keterangan Total Biaya

Biaya Produksi :

Biaya Bahan Baku Rp. 37.500.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 14.200.000

Biaya Overhead Pabrik Rp. 12.229.366,64

Total Biaya Produksi Rp. 63.929.766,64 Biaya Non Produksi :

Biaya Administrasi dan Umum Rp. 545.454

Total Biaya Non Produksi Rp. 545.454 TOTAL HARGA POKOK PESANAN PER BULAN Rp.64.475.220,64

JUMLAH PESANAN 60 buah

Dokumen terkait