IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Perhitungan Harga Pokok Produk Tahu CV Laksa Mandiri
4.2.2 Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu dengan Metode Full Costing
CV Laksa Mandiri memproduksi dua jenis tahu yaitu tahu putih dan tahu kuning. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data produksi pada bulan April 2011. Selama bulan April CV Laksa Mandiri memproduksi 5.500 kilogram kacang kedelai yang menghasilkan 220.000 potong tahu putih. Setengah dari produksi tahu putih yaitu sebanyak 110.000 potong akan diolah lebih lanjut menjadi tahu kuning.
1. Tahu Putih
Untuk memproduksi tahu putih dibutuhkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
A. Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat tahu putih adalah kacang kedelai dan garam. CV Laksa Mandiri memproduksi dua jenis tahu yaitu tahu putih dan tahu kuning. Jumlah tahu kuning yang diproduksi setengah dari produksi tahu putih. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data produksi pada bulan April 2011. Jadi untuk menghitung biaya produksi tahu digunakan dengan data produksi tahu selama satu bulan.
Pada produksi tahu CV Laksa Mandiri biaya kacang kedelai yang digunakan dalam proses produksi selama April 2011 adalah Rp 34.100.000. Garam digunakan pada produksi tahu agar tahu yang dihasilkan memiliki rasa namun jumlah garam yang digunakan hanya sedikit yaitu sebanyak 275 kilogram selama bulan April 2011. Sedangkan untuk bibit tahu digunakan air tahu jadi untuk bibit tahu perusahaan tidak mengeluarkan biaya. Untuk perhitungan biaya bahan baku yang diperlukan per potong tahu dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Pengeluaran biaya bahan baku tahu selama satu bulan Biaya Bahan Baku Kebutuhan Selama
Satu Bulan (Kg)
Harga per
Kilogram (Rp) Total Biaya (Rp)
-Kacang Kedelai (Rp) -Garam 5.500 275 6.200 2.000 Rp 34.100.000 Rp 550.000 Jumlah Rp 34.650.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa jumlah kacang kedelai yang dibutuhkan dalam satu bulan sebanyak 5.500 kilogram dengan harga per kilogramnya Rp 6.200 jadi biaya yang dikeluarkan untuk membeli kacang kedelai selama satu bulan Rp 34.100.000. Garam yang diperlukan selama satu bulan yaitu sebanyak 275 kilogram. Harga satu kilogram garam Rp 2.000 jadi biaya yang dikeluarkan untuk membeli garam selama bulan April adalah Rp 550.000. Dalam produksi tahu putih digunakan bibit tahu yang berfungsi sebagai bahan agar tahu dap menggumpal secara sempurna. CV Laksa Mandiri menggunakan air tahu sisa hasil produksi pada produksi tahu sebelumnya sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bibit tahu. Jadi total biaya yang dikeluarkan selama satu bulan untuk tahu putih adalah Rp Rp 34.650.000 dengan jumlah produksi sebanyak 220.000 potong.
B. Penggunaan Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja terbagi menjadi dua yaitu tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja tidak langsung yaitu tenaga kerja yang tidak langsung terlibat dalam proses produksi sedangkan tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam proses produksi. Pada CV Laksa Mandiri tenaga kerja yang digunakan hanya tenaga kerja langsung yaitu meliputi pekerja bagian penggumpalan, pencetakan, penimbangan, dan bagian kayu. Sistem pembayaran gaji dilakukan berdasarkan jumlah kacang kedelai yang digunakan pada proses produksi. Satu kilogram kacang kedelai dibayar sebesar Rp 1.000. Selama bulan April CV Laksa Mandiri memproduksi kacang kedelai sebanyak 5.500 kilogram. Besarnya pengeluaran biaya untuk tenaga kerja
langsung selama satu bulan yaitu Rp 5.500.000 Penggunaan biaya tenaga kerja langsung selama bulan April dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Biaya tenaga kerja langsung selama bulan April Jumlah Produksi
(Kg)
Biaya per Kilogram
(Rp) Total Biaya (Rp)
5.500 1.000 Rp 5.500.000
Jumlah Rp 5.500.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan selama bulan April sebanyak Rp 5.500.000 dan tidak ada perbedaan biaya antara tahu putih dan tahu kuning karena tidak ada perbedaan upah antara tenaga kerja langsung untuk tahu putih dan tahu kuning.
C. Penggunaan biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang mempengaruhi proses produksi secara tidak langsung. Biaya inilah yang sering kali tidak dihitung secara rinci oleh perusahaan dalam menghitung harga pokok produksinya. Biaya overhead yang digunakan pada CV Laksa Mandiri adalah sebagai berikut :
1. Biaya Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi nilainya relatif kecil dibandingkan dengan harga pokok produksi tersebut. Pada CV Laksa mandiri, bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi tahu adalah :
a. Kain
Dalam proses produksi tahu, kain digunakan pada saat pencetakan tahu. Tahu yang sudah menggumpal akan di cetak pada tempat pencetakan, kain tersebut diletakkan pada alat pencetak tahu kemudian tahu yang sudah menggumpal akan dimasukkan ke dalam alat pencetak. Kain ini digunakan pada tempat pencetakan agar tahu yang dihasilkan menjadi padat. CV Laksa Mandiri memiliki 6 kain yang berukuran 50 cm2 x 50 cm2, satu kain menghabiskan biaya Rp 2.500 jadi biaya yang dikeluarkan selama satu bulan untuk kain adalah Rp 15.000.
Tabel 7. Biaya kain selama satu bulan Pemakaian kain
(Potong)
Biaya per Potong
(Rp) Total Biaya (Rp)
6 2.500 Rp 15.000
Jumlah Rp 15.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 b. Kayu Bakar
Kayu bakar digunakan untuk proses pembuburan kedelai. Biaya yang dikeluarkan CV Laksa Mandiri untuk membeli kayu bakar selama bulan April sebanyak Rp 6.000.000. Kebutuhan kayu bakar antara tahu kuning dan tahu putih adalah 1:2, berarti tahu kuning menghabiskan biaya Rp 2.000.000 dan tahu putih Rp 4.000.000.
Tabel 8. Biaya kayu bakar selama satu bulan Pemakaian kayu
(Kg)
Biaya per Kilogram (Rp)
Total Biaya (Rp)
4.000 1.000 Rp 4.000.000
Jumlah Rp 4.000.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 c.Solar
Solar digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada usaha Bapak Mumu. Solar yang digunakan per harinya rata-rata sebanyak 5 liter per 250 kilogram kacang kedelai, selama satu bulan CV Laksa Mandiri memproduksi 5.500 kilogram kacang kedelai jadi penggunaan solar selama satu bulan sebanyak 110 liter dengan harga Rp 4.500 per liter jadi biaya yang dikeluarkan selama bulan April sebesar Rp 495.000. Untuk lebih jelasnya penggunaan bahan penolong pada produksi tahu CV Laksa Mandiri dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Penggunaan solar selama satu bulan Pemakaian Solar (Liter) Biaya per Liter
(Rp)
Total Biaya (Rp)
110 4.500 Rp 495.000
Jumlah Rp 495.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Jadi total keseluruhan biaya bahan penolong selama April 2011 dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Biaya penggunaan bahan penolong per April 2011 Bahan Penolong Total Biaya (Rp)
Kain Rp 15.000
Kayu Bakar Rp 4.000.000
Solar Rp 495.000
Jumlah Rp 4.510.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 2. Biaya Listrik
Listrik digunakan oleh CV Laksa Mandiri untuk memberi penerangan pada saat proses produksi. Biaya listrik yang dikeluarkan CV Laksa Mandiri pada bulan April adalah Rp 127.000.
Tabel 11. Biaya listrik selama satu bulan
Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Listrik (Rp) Rp 127.000 Jumlah Rp 127.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 3. Biaya Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Peralatan
Biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dilakukan untuk menjaga mesin dan peralatan agar tahan lebih lama. Pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan oleh CV Laksa Mandiri adalah dengan mengganti peralatan yang sudah tidak layak pakai dan memperbaiki mesin dan peralatan yang rusak. Biaya yang dikeluarkan CV Laksa Mandiri untuk pemeliharaan Mesin dan peralatan selama bulan April ialah Rp 130.000 yang terdiri dari pemeliharaan mesin giling Rp 30.000 dan mesin diesel 100.000. Untuk lebih
jelasnya, perhitungan biaya pemeliharaan mesin dan peralatan dijelaskan pada Tabel 12.
Tabel 12. Biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan selama satu bulan
Keterangan Total Biaya
Mesin Diesel Rp 100.000
Mesin Giling Rp 30.000
Jumlah Rp 130.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 4. Biaya Penyusutan Mesin, Peralatan, dan Bangunan
Penggunaan mesin dan peralatan menyebabkan penyusutan nilai dari mesin dan peralatan yang digunakan tersebut. Penyusutan yang terjadi menyebabkan menurunnya atau berkurangnya nilai mesin dan peralatan. Untuk menghitung nilai penyusutan mesin dan peralatan yang digunakan oleh CV Laksa Mandiri selama bulan April digunakan dengan metode umur ekonomis atau disebut dengan metode garis lurus. Perhitungan dengan metode garis lurus dilakukan dengan :
Tabel 13. Beban penyusutan peralatan, mesin, dan bangunan per tahun Keterangan Harga per
Unit (A) (Rp) Jumlah Unit (B) (Unit) Harga Beli (AXB) (Rp) Nilai Sisa (Rp) Umur ekonomis (Tahun) Beban Penyusustan (Rp/Thn) Mesin Diesel 8.000.000 1 8.000.000 4.000.000 15 266.667 Mesin Giling 4.000.000 1 4.000.000 1.000.000 10 300.000 Tungku Semen 1.500.000 1 1.500.000 0 5 300.000 Tanggok Bambu 100.000 1 100.000 0 6 16.667 Bak Plastik 400.000 3 1.200.000 0 5 240.000 Pompa Air 300.000 2 600.000 0 3 200.000 Cetakan 80.000 6 480.000 0 3 160.000 Jerigen 5.000 3 15.000 0 5 3.000 Serok 15.000 2 30.000 0 3 10.000 Bak Air (1 m2) 500.000 1 500.000 0 5 100.000 Bak Biang (1 m2) 150.000 3 450.000 0 5 90.000 Bangunan 200.000.000 1 200.000.000 0 25 8.000.000 Jumlah Rp 9.686.334
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 201
Tabel 14. Beban penyusutan peralatan, mesin, dan bangunan per bulan Keterangan Penyusutan per
Tahun (A)
Penyusutan per Bulan (B)
B = A/12
Penyusutan peralatan, mesin, dan bangunan
Rp 9.686.334 Rp 807.194,5
Jumlah Rp 807.194,5
Berdasarkan Tabel 13 dan Tabel 14 diketahui bahwa beban penyusutan mesin, peralatan dan bangunan selama satu tahun adalah Rp 9.686.334. Jadi penyusutan peralatan per bulan adalah Rp 807.194. Selama bulan April CV Laksa Mandiri mengeluarkan biaya penyusutan sebesar Rp 807.194.
Jadi total biaya overhead pabrik yang digunakan selama bulan April adalah jumlah dari biaya bahan penolong, biaya listrik, biaya perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan, dan biaya penyusutan mesin, peralatan, dan bangunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Biaya overhead pabrik per April 2011
Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Bahan Penolong Rp 4.510.000
Biaya Listrik Rp 127.000
Biaya Perawatan dan pemeliharaan mesin dan
peralatan Rp 130.000
Biaya penyusutan mesin dan peralatan Rp 807.194,5
Jumlah Rp 5.574.194,5
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Setelah diketahui biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik maka dapat dilakukan perhitungan harga pokok produksi per potong tahu. Proses perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode fullcosting per potong/unit tahu, April 2011
Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Bahan Baku Langsung Rp 34.650.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 5.500.000
Biaya Overhead Pabrik Rp 5.574.194,5
Jumlah Total (per April 2011) Rp 45.724.194,5
Jumlah Produksi 220.000
Biaya per potong tahu putih Rp 207,84
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Dari Tabel 16 dapat dilihat bahwa harga pokok produksi per potong tahu putih adalah Rp 207,84 yang diperoleh dari jumlah total (per April 2011) dibagi dengan jumlah produksi.
2. Tahu Kuning
Untuk memproduksi tahu kuning, tahu putih diolah lebih lanjut yaitu dengan merebus tahu putih ke dalam air kunyit selama kurang lebih setengah jam. Selama April 2011 CV Laksa Mandiri memproduksi tahu kuning sebanyak 110.000 potong atau setengan dari tahu putih diproses lebih lanjut menjadi tahu kuning. Pada proses produksi tahu kuning ini membutuhkan tambahan biaya yaitu biaya kunyit sebagai bahan pewarna, biaya lumpang yang digunakan sebagai alat untuk menumbuk kunyit, tungku semen yang digunakan sebagai tempat untuk merebus tahu, dan juga kayu bakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk merebus tahu.
A. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku yang digunakan untuk tahu kuning adalah biaya untuk memproduksi tahu putih yaitu sebesar Rp 22.862.097,25 atau setengah dari total biaya produksi tahu putih dan biaya untuk pembelian kunyit. Pada bulan April kunyit yang digunakan sebanyak 68,75 kilogram dengan harga per kilogramnya
adalah Rp 2.000. Untuk lebih jelasnya, penggunaan biaya bahan baku yang digunakan untuk memproduksi tahu kuning dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Pengeluaran biaya bahan baku tahu kuning selama satu bulan
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 B. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead yang digunakan untuk memproduksi tahu kuning ialah biaya overhead yang telah digunakan pada produksi tahu putih dan biaya
overhead yang digunakan pada proses produksi lanjutan dari tahu putih menjadi tahu kuning yaitu kayu bakar dan biaya penyusutan peralatan.
a. Biaya Bahan Penolong
Adapun bahan penolong yang digunakan pada proses produksi tahu kuning ialah kayu bakar. Kayu bakar digunakan untuk merebus tahu putih. Kayu bakar yang digunakan selama bulan April sebanyak 2.000 kilogram dengan harga per kilogramnya adalah Rp 1.000. Untuk lebih jelasnya, penggunaan kayu bakar dalam memproduksi tahu kuning dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Biaya penggunaan kayu bakar per bulan Pemakaian kayu
(Kg)
Biaya per Kilogram (Rp)
Total Biaya (Rp)
2.000 1.000 Rp 2.000.000
Jumlah Rp 2.000.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011 b. Biaya Penyusutan Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam proses produksi tahu kuning adalah lumpang yang digunakan sebagai tempat menumbuk kunyit dan tungku semen yang digunakan sebagai tempat merebus tahu putih atau sebagai
Keterangan Kebutuhan Selama Satu Bulan (Kg) Harga per Kilogram (Rp) Biaya Bahan Baku a. Tahu putih Rp 22.862.097,25 b. Kunyit 68,75 Rp 2.000 Rp 137.500 Jumlah Rp 22.999.597,25
tempat pewarnaan tahu. Untuk lebih jelas memahami mengenai penyusutan peralatan yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Beban penyusutan peralatan per tahun
Keterangan Harga per Unit (A) (Rp) Jumlah Unit (B) (Unit) Harga Beli (AXB) (Rp) Nilai Sisa (Rp) Umur ekonomis (Tahun) Beban Penyusustan (Rp/Thn) Tungku Semen 1.500.000 1 1.500.000 0 5 Rp 300.000 Lumpang 300.000 1 300.000 0 3 Rp 100.000 Jumlah Rp 400.000
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Tabel 20. Pengeluaran biaya bahan baku tahu kuning selama satu bulan
Keterangan Penyusutan per Tahun (A)
Penyusutan per Bulan (B) B = A/12
Penyusutan peralatan Rp 400.000 Rp 33.333,33
Jumlah Rp 33.333,33
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Jadi total biaya overhead pabrik yang digunakan selama bulan April adalah jumlah dari biaya bahan penolong dan biaya penyusutan peralatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Biaya overhead pabrik selama satu bulan Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Bahan Penolong Rp 2.000.000
Biaya penyusutan peralatan
Rp 33.333,33
Jumlah Rp 2.033.333,33
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Setelah biaya bahan baku langsung dan biaya overhead pabrik diketahui maka perhitungan harga pokok produksi dapat dilakukan. Untuk lebih jelasnya perhitungan harga pokok produksi per potong tahu dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode fullcosting per potong/unit tahu
Keterangan Total Biaya (Rp)
Biaya Bahan Baku Langsung Rp 22.999.597,25
Biaya Overhead Pabrik Rp 2.033.333,33
Jumlah Total (per April 2011) Rp 25.032.930,58
Jumlah Produksi 110.000
Biaya per potong tahu kuning Rp 227,57
Sumber : Diolah dari data primer CV Laksa Mandiri, 2011
Dari Tabel 22 diketahui bahwa biaya per potong tahu kuning adalah Rp 227,57 yang diperoleh dari jumlah total (per April 2011) dibagi dengan jumlah produksi.
4.3. Perbandingan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan