1. Kubus Beton I ( sampel I )
Berat = 8,0997 kg
Luas bidang tekan (A) = S x S = 15 x 15 = 225 cm2
Beban max (P) = 39.000 kg
Faktor umur beton 3 hari = 0,40 Faktor umur beton 28 hari = 1,00 Kuat tekan beton σ’b3 = P
A=
39.000
225 = 173,333 kg/cm2 Kuat tekan beton σ’b28 = σ ’bfu3
= σ ’bfu3 = 173,3330,4 =¿ 433,333 kg/cm2
2. Kubus Beton II ( sampel II )
Berat = 8,34921kg
Luas bidang tekan (A) = S x S = 15 x 15 = 225 cm2
Beban max (P) = 36.000 kg
Faktor umur beton 3 hari = 0,40 Faktor umur beton 28 hari = 1,00 Kuat tekan beton σ’b3 = P
A=
36.000
225 = 160 kg/cm2 Kuat tekan beton σ’b28 = σ ’bfu3
= σ ’b3
fu = 160
0,4=¿ 400 kg/cm2 JENIS BENDA UJI
FAKTOR BENTUK PENAMPAN
G
UMUR BETON (HARI)
3 7 14 21 28 KUBUS (15X15X15 CM) 1,00 0,40 0,65 0,88 0,95 1,00 KUBUS (20X20X20 CM) 0,95 SILINDER (30X15 CM) 0,83
3. Kubus Beton III ( sampel III )
Berat = 7,9610 kg
Luas bidang tekan (A) = S x S = 15 x 15 = 225 cm2
Beban max (P) = 34.500 kg
Faktor umur beton 3 hari = 0,40 Faktor umur beton 28 hari = 1,00 Kuat tekan beton σ’b3 = P
A=
34.500
225 = 153,333 kg/cm2 Kuat tekan beton σ’b28 = σ ’bfu3
= σ ’b3
fu = 153,333
0,4 =¿ 353,333 kg/cm2
4. Silinder beton I ( sampel IV )
Berat = 12,1679 kg
Luas bidang tekan (A) = ¼ πD2 = 176,715 cm2
Beban max (P) = 31.000 kg
Faktor umur beton 3 hari = 0,40 Faktor umur beton 28 hari = 1,00 Faktor Penampang = 0,83 (Silinder ke Kubus)
Kuat tekan beton σ’b3 = PA= 31.000
176,715 = 175,424 kg/cm2 Kuat tekan beton σ’b28 = σ ’b3
fu
= σ ’bfu3 = 175,4240,4 =¿ 438,560 kg/cm2
Pengaruh faktor penampang = 438,560
0,83 =¿ 528,386 kg/cm2 5. Silinder beton II ( sampel V )
Berat = 12,4017 kg
Luas bidang tekan (A) = ¼ πD2 = 176,715 cm2
Beban max (P) = 37.500kg
Faktor umur beton 3 hari = 0,40 Faktor umur beton 28 hari = 1,00 Faktor Penampang = 0,83 (Silinder ke Kubus)
Kuat tekan beton σ’b3 = P A=
37.500
176,715 = 212 kg/cm2 Kuat tekan beton σ’b28 = σ ’bfu3
= σ ’b3
fu = 181,083
0,4 =¿ 530 kg/cm2 Pengaruh faktor penampang = 452,7080,83 =¿ 518,072 kg/cm2
Perhitungan Kuat Tekan Rata-Rata Dan Standar Deviasi
No σ’b 3 (kg/cm2) (kg/cmσ’b 282) σ’b 28 - σ’b28 rata-rata (kg/cm2) (σ’b 28 - σ’b28 rata-rata)2 (kg/cm2) (1) (2) (3) (4) I 173,333 433,333 -3,712 13,779 II 160 400 -37,045 1372,332 III 153,333 383,333 -53,712 2884,979 IV 175,424 438,560 1,515 2,295 V 212 530 92,955 8640,632 ∑ 874,09 2185,226 - 12914,017
Kuat tekan rata-rata
σ’b3 rata-rata = ∑ σ ’bn 3 = 8745,09 = 174,818 kg/cm2 σ’b28 rata-rata = ∑ σ'b28 n = 21855,226 = 437,045 kg/cm2
Syarat PBI 1971 Hal. 43 untuk pemeriksaan kuat tekan
1. Tidak boleh satupun nilai rata-rata dari 5 hasil pemeriksaan benda uji tersebut berturut-turut kurang dari fc’+ 0,82 Sr.
Keterangan :
Sr = Standar deviasi rencana = 5,6 Mpa = 56 kg/cm2
No σ’b 28
(kg/cm2)
Rata-rata 4 benda uji (kg/cm2) I 433,333 II 400 III 383,333 IV 438,560 413,807 Rata-rata 437,045 fc’ + 0,82 x Sr = 300 kg/cm2 + (0,82 x 56 kg/cm2) = 345,920 kg/cm2 413,807 kg/cm2 > 345,920 kg/cm2 ... Memenuhi 437,045 kg/cm2 > 345,920 kg/cm2 ... Memenuhi
2. Selisih nilai tertinggi dan terendah antara 5 hasil pemeriksaan benda uji berturut-turut tidak boleh lebih besar dari 4,3 S.
5 benda uji I = 413,807 kg/cm2 – 383,333 kg/cm2 = 30,474 kg/cm2 5 benda uji II = 437,045 kg/cm2 – 383,333 kg/cm2 = 53,712 kg/cm2 4,3 S = 4,3 x 56 kg/cm2 = 240,8 kg/cm2 30,474 kg/cm2 < 240,8 kg/cm2 ... Memenuhi 53,712 kg/cm2 < 240,8 kg/cm2 ... Memenuhi
3. Kuat tekan beton karakteristik fc’ = σ’b28 rata-rata – 1,64K x S
= 437,045 kg/cm2 – (1,64 x1,37x56kg/cm2 ) = 311,224 kg/cm2
karena fc’ = 311,224 kg/cm2 < fc’ yang direncanakan = 300 kg/cm2, maka campuran beton yang dibuat tidak memenuhi syarat karena tegangan beton karakteristik yang ingin dicapai pada umur 28 hari tidak terpenuhi.
BAB XI PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Agregat kasar dan agregat halus yang dipakai sebagai benda uji berasal dari Kota Palangka Raya.
2. Berat volume/berat jenis rata-rata agregat halus di peroleh = 1,4815 kg/liter lebih besar dari standar yang disyaratkan yaitu 1,2 kg/liter sehingga memenuhi syarat.
3. Berat volume/berat jenis rata-rata agregat kasar di peroleh = 1,4589 kg/liter lebih besar dari standar yang disyaratkan yaitu 1,2 kg/liter sehingga memenuhi syarat.
4. Untuk analisis saringan agregat halus diperoleh modulus kehalusan = 2,04 % dan terdapat pada daerah gradasi 3 untuk gradasi agregat halus.
5. Dari hasil percobaan pemeriksaan kadar air agregat kasar dan agregat halus didapat :
- Kadar air agregat kasar (batu split) = 1,2145 %
- Kadar air agregat halus (pasir) = 7,5360 % 6. Dari hasil percobaan pemeriksaan berat jenis dan penyerapan
air agregat kasar didapat berat jenis rata-rata = 2,6800 sehingga memenuhi syarat dari standar yang di tetapkan untuk jenis agregat normal yaitu 2,5 – 2,7.
7. Dari hasil percobaan pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air agregat halus didapat berat jenis rata-rata = 2,6 sehingga memenuhi syarat dari standar yang di tetapkan untuk jenis agregat normal yaitu 2,5 – 2,7.
8. Dari hasil percobaan diperoleh kadar lumpur agregat halus = 6,733% artinya kadar lumpur agregat halus melebihi standar yang di syaratkan yaitu 5% sehingga tidak memenuhi syarat, sementara
9. Kadar lumpur agregat kasar = 0,27708%, artinya kadar lumpur agregat kasar memenuhi syarat yaitu tidak boleh melebihi 1%. 10. Dari hasil percobaan pemeriksaan keausan agregat kasar
(uji abrasi) dengan mesin Los Angeles diperoleh = 26,180 % , sehingga masuk kedalam kategori beton kelas III (syarat : > 27 %)
11. Nilai deviasi standar yang di gunakan adalah 5,6 Mpa dengan tingkat pengendalian mutu pekerjaan cukup.
12. Dari hasil percobaan di peroleh :
No. URAIAN TABEL/GRAFIK/
PERHITUNGAN NILAI
1 Kuat tekan yang
disyaratkan Ditetapkan fc’ 30
2 Deviasi standar - 5,6 Mpa
3 Nilai tambah - 9,184 MPa
4 Kekuatan rata-rata yang ditargetkan Rumus dari Tabel 2.4 SNI 03 – 2847 – 2002 39,184 MPa
5 Jenis semen Ditetapkan I (Biasa)
6 Jenis agregat KasarHalus DitetapkanDitetapkan Batu KerikilPasir 7 Faktor air semen bebas Tabel 2.3
SNI 03 – 2847 – 2002
Halaman 5
8 Faktor air semen
maksimum Ditetapkan 0,60
9 Slump Ditetapkan 25,4 – 101,6
mm
10 Ukuran agregat
maksimum Ditetapkan 20 mm
11 Kadar air bebas
Tabel 2.6 SNI 03 – 2847 –
2002 Halaman 8
190 liter/m3
12 Jumlah Semen Kadar air bebas
f.a.s
395,833 kg/m3
13 Jumlah semen
maksimum
-14 Jumlah semen minimum Tabel 2.5 SNI 03
– 2834 – 2000 325 kg/m 3
15 Faktor air semen yang
disesuaikan - 0,48
16 Susunan besar butir
agregat halus Grafik Daerah 3
17 Persen agregat halus Grafik 4 SNI 03 –
2834 – 2000 28,5 %
18 Berat jenis relative
agregat (SSD) - 2,60
19 Berat jenis beton Grafik 16 SNI 03
– 2834 – 2000 2400kg/m 3
20 Kadar agregat campuran 19 - (12 + 11) 1814,164 kg/m3
21 Kadar agregat halus 17 x 20 550,179
kg/m3
22 Kadar agregat kasar 20 - 21 1310,289
kg/m3 Proporsi Campuran Semen (kg) Air (liter) Agregat Halus (kg) Agregat Kasar (kg) Tiap m3 395,837 143,699 550,179 1310,289
Tiap Campuran 9,85624 17 3,57810 51 13,6994571 32,626196 1
13. Dari hasil percobaan pemeriksaan slump beton diperoleh 6 cm, sehingga memenuhi syarat dari standar yang ditetapkan yaitu 3 – 6 cm.
14. Dari hasil perhitungan berat isi beton dan banyaknya beton per zak semen didapat harga :
- Berat isi beton = 1935,86 kg
- Banyaknya beton = 0,128 m3/zak
- Banyaknya semen per m3 = 7,79 zak/m3 - Banyaknya untuk pengecoran = 0,194 zak
Sehingga termasuk dalam jenis beton normal karena memenuhi syarat dari standar yang di tetapkan yaitu 1850 – 2450 kg. 15. Dari data ditetapkan f’c = 300 kg/cm2, dihitung S= 56
kg/cm2. Dari percobaan tidak satupun benda uji yang kurang dari 0,85 fc' = 0,85 x 30 = 25,5 Mpa.
Nilai rata-rata dari dua kubus yang dibuat satu kali pengambilan adukan beton :
o 43,333 + 40 = 41,667 Mpa 2 o 40 + 38,333 = 39,167 Mpa > 25,5 Mpa→ 2 o 3 8,333 + 43,856 = 41,095 Mpa 2 o 43,856 + 5 3 = 48,428 Mpa 2 No σ’b 28 (kg/cm2)
Rata-rata 4 benda uji (kg/cm2)
I 433,333
memenuh i syarat
II 400
III 383,333
IV 438,560 413,807
Rata-rata 437,045
16.Nilai rata-rata dari 5 benda uji tidak ada yang kurang dari (fc'+0,82 Sd) = (30+(0,82 x 5,6) = 34,592 Mpa, yaitu :
43
, 333 + 40 + 38 , 333 + 43,856 + 53 = 43,704 > 34,592 Mpa Memenuhi syarat
5
17. Dari hasil perhitungan kuat tekan beton karakteristik diperoleh = 311,224 kg/cm2 > fc’ rencana = 300 kg/cm2 sehingga memenuhi syarat.
B. Saran
1. Dalam pelaksanaan praktikum ini penulis menyadari agak kurang teliti. Untuk itu, masih banyak hal yang mesti diperbaiki dan ditingkatkan guna berhasilnya pelaksanaan praktikum dimasa mendatang.
2. Perencanaan untuk menentukan kekuatan beton diperlukan ketelitian dan kesungguhan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sikap saling membutuhkan antara pembimbing dengan pelaksana praktikum unutk mendapatkan kuat tekan beton seperti yang direncanakan.
3. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan praktikum, penulis menghimbau untuk semua mahasiswa yang akan melaksanakan praktikum dimasa mendatang, diharapkan dapat memahami materi sebelum melakukan praktikum. Ketelitian dan kehati-hatian dalam melaksanakan praktikum harus ditingkatkan, serta dituntut pula kekompakan antara anggota praktikan agar hasil kerja maksimal.
4. Catat data-data yang diperlukan untuk dimasukkan pada laporan yang akan dibuat setelah melakukan praktek
5. Komposisi yang baik menurut SNI harus dipenuhi dan sesuai perbandingan campuran (1 : 2 : 3) air,semen,material meliputi agregat halus dan agregat kasar.
6. Peralatan praktikum lebih dilengkapi untuk menunjang kelancaran praktikum.
7. Pada saat perawatan beton, disarankan benda uji diletakkan tidak bertumpuk.
8. Untuk pengujian selanjutnya disarankan benda uji minimal 8 buah agar K = 1,37 atau 30 buah sehingga nilai K = 1.
9. Dalam campuran beton, sebaiknya agregat (pasir, kerikil) harus dalam keadaan SSD agar agregat tidak menyerap air campuran, sehingga faktor air semen (f.a.s) tidak berpengaruh.