HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Perhitungan Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan rasio yang mengukur aktivitas operasional Dana Zakat, Infak dan Sedekah yang terhimpun oeh lembaga zakat. Analisis Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur kinerja aktivitas dalam hal pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah dalam 1 tahun. Dalam lembaga amil zakat, rasio aktivitas yang dimaksud adalah efektivitas penyaluran dana zakat, infak dan sedekah. Berikut perhitungan 18 komponen rasio aktivitas:
Tabel 4. 4 Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas
KOMPENEN LAPORAN KEUANGAN NILAI RASIO INTERPRETASI
Rasio Aktivitas 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019
1. Gross ACR Penyaluran Dana
Zakat Rp 1.789.874.534 Rp 2.234.691.634 Rp 7.087.524.813
73,31 81,05 89,52 Cukup
Efektif Efektif Efektif Penyaluran Dana
Infak Sedekah Rp 522.574.898 Rp 1.932.773.128 Rp 2.403.168.766
Penghimpunan
Dana Zakat Rp 1.640.885.874 Rp 2.022.945.007 Rp 7.328.504.182 Penghimpunan
Dana Infak Sedekah
Rp 818.919.689 Rp 2.277.021.309 Rp 2.253.404.682 Saldo Dana Akhir
Zakat t-1 Rp 414.422.620 Rp 265.433.960 Rp 99.687.333 Saldo Dana Akhir
Infak t-1 Rp 280.042.598 Rp 576.387.389 Rp 920.635.571 2. Gross ACR Non Amil
Penyaluran Dana
Zakat Rp 1.789.874.534 Rp 2.234.691.634 Rp 7.087.524.813
70,61 80,07 88,81 Efektif Cukup Efektif Efektif Penyaluran Dana
Infak Sedekah Rp 522.574.898 Rp 1.932.773.128 Rp 2.403.168.766 Penghimpunan
Dana Zakat Rp 1.640.885.874 Rp 2.022.945.007 Rp 7.328.504.182 Penghimpunan
Dana Infak Sedekah
Rp 818.919.689 Rp 2.277.021.309 Rp 2.253.404.682 Saldo Dana Akhir
Zakat t-1 Rp 414.422.620 Rp 265.433.960 Rp 99.687.333 Saldo Dana Akhir
Infak t-1 Rp 280.042.598 Rp 576.387.389 Rp 920.635.571 Bagian Amil dari
Dana Zakat Rp 108.260.734 Rp 252.868.126 Rp 435.840.968 Bagian Amil dari
Dana Infak Sedekah
Rp 167.307.598 Rp 456.835.962 Rp 452.723.913
3. NET ACR
5. Zakat ACR 7. Infak Sedekah ACR
Penyaluran Dana 8.Infak Sedekah ACR Non Amil
Penyaluran Dana Infak Sedekah
Rp 522.574.898 Rp 1.932.773.128 Rp 2.403.168.766
54,52 81,09 108,32 Kurang
efektif Efektif Sangat efektif
9.Zakat Turn Over Ratio 10.Average of Days Zakat Outstanding
Zakat Turn Over
11.Infaq Shadaqah Turn Over Ratio Penyaluran Dana 12. Average of Days Infak Sedekah Outstanding
Infaq Shadaqah
13.ZIS Turn Over Ratio 14.Average of Days ZIS Outstanding
ZIS Turn Over 0,1918 1,1423 0,0856 1.876,
16.Waktu yang Dibutuhkan untuk menyelesaikan Piutang Penyaluran Piutang
17. Rasio Uang Muka Kegiatan
Uang Muka Rp 49.450.000 NA NA
2,14 NA NA Baik NA NA
Total Penyaluran Rp 2.312.449.432 Rp 4.167.464.762 Rp 9.490.693.579 18. Rasio Aset Keloaan Zakat
Total Aset Kelolaan Zakat Tahun Berjalan
NA Rp 46.000.000 Rp 50.000.000
NA 2,06 0,71 NA Baik Baik
Total Penyaluran
Dana Zakat Rp 1.789.874.534 Rp 2.234.691.634 Rp 7.087.524.813 Sumber: Dibuat Oleh Penulis(2021)
a. Allocation Collection to Ratio
Efektivitas penyaluran dana pada suatu OPZ dapat diukur dengan Allocation to Collection Ratio (ACR) yang terdiri dari Gross Allocation Ratio, Gross Allocation Ratio Non Amil, Net Allocation to Collection Ratio, Net Allocation to Collection Ratio Non Amil, Zakah Allocation Ratio, Zakah Allocation Ratio Non Amil, Infaq And Shodaqoh Allocation Ratio dan Infaq And Shodaqoh Allocation Ratio Non Amil. Adapun interpretasi nilai rasio ACR sebagai berikut:
R > 45% Tidak Efektif
45%β€ R <60% Kurang Efektif 60% β€ R < 75% Cukup Efektif 75% β€ R < 90% Efektif
R > 90% Sangat Efektif
Berdasarkan hasil perhitungan Allocation Collection to Ratio (ACR) dalam kurun waktu 2017 hingga 2019 dengan membandingkan total penyaluran dan total penghimpunan maka dapat diketahui apakah seluruh dana yang diperoleh telah disalurkan kepada para mustahik pada periode yang sama.. Nilai Gross Allocation Ratio sebesar 73,31%, 81,05%, dan 89,52% dapat diartikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2017 Cukup Efektif lalu meningkat menjadi Efektif di tahun 2018 dan 2019 dalam menyalurkan dana ZIS baik yang terhimpun pada periode yang sama maupun saldo dari periode sebelumnya dikarenakan masih terdapat kewajiban untuk menyalurkan dana yang diperoleh dari periode sebelumnya.
Nilai Gross Allocation Ratio Non Amil sebesar 70,61%, 80,07% dan 88,81% menunjukan BAZNAS Provinsi Kalimantan
Selatan pada tahun 2017 Cukup Efektif, Lalu meningkat menjadi Efektif pada tahun 2018 dan 2019 dalam menyalurkan dana ZIS baik yang terhimpun pada periode yang sama maupun saldo dari periode sebelumnya kepada 7 golongan ahsnaf (selain amil).
Nilai Net Allocation to Collection Ratio sebesar 94,01%, 96,92% dan 99,05% menunjukan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan Sangat Efektif dalam menyalurkan dana ZIS dalam satu periode saja tanpa memperhitungkan sisa saldo dana ZIS dari periode sebelumnya. Net Allocation to Collection Ratio non Amil sebesar 80,87%, 76,77% dan 89,63%% menunjukan BAZNAS Provinsi Kalimantan sudah Efektif dalam menyalurkan dana ZIS dalam satu periode saja tanpa memperhitungkan sisa saldo dana ZIS dari periode sebelumnya.
Zakat Allocation Ratio dan Zakat Allocation Ratio non Amil menunjukan hasil masing-masing sebesar 109,08%, 110,47% dan 96,71% serta 109,72%, 111,96% dan 96,50% yang berarti BAZNAS Provinsi Kalimantan Sangat Efektif dalam menyalurkan dana zakat baik kepada seluruh mustahik maupun kepada mustahik non-amil.
Selanjutnya Infaq and Shadaqah Allocation Ratio dengan nilai rasio sebesar 63,81%, 84,88% dan 106,65% yang artinya menunjukan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan pada tahun 2017 Cukup Efektif, lalu meningkat menjadi Efektif di tahun 2018 dan Sangat Efektif di tahun 2019. Kemudian, Infaq and Shadaqah Allocation Ratio non Amil menunjukan BAZNAS Provinsi Kalimantan pada tahun 2017, 2018 dan 2019 Kurang Efektif, Efektif dan Sangat Efektif dalam menyalurkan dana infak/sedekah yang telah dihimpun baik kepada mustahik maupun mustahik non-amil dengan hasil rasionya masing-masing sebesar 54,52%, 81,09%
dan 108,32%. Dari 8 rasio ACR diatas dapat disimpulkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan secara umum sudah efektif
menjalankan tugas dan fungsinya dalam hal penyaluran dana ZIS dengan nilai rata-rata 89,77%..
b. Zakat Turn Over Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur keaktifan suatu OPZ dalam menghimpun dan menyalurkan dana. Adapun rumus perhitungan rasio ini sebagai berikut:
π·πππ πππππ‘ π·ππ πππ’ππππ ππβπ’π π₯
(πππππ π΄π€ππ π·πππ πππππ‘ ππβπ’π π₯ + πππππ π΄πβππ π·πππ πππππ‘ ππβπ’π π₯)/2
Adapun interpretasi nilai dari rasio ini adalah sebagai berikut:
1) Jika nilai rasio perputaran zakat < 1, maka tidak baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan
2) Jika nilai rasio perputaran zakat = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud.
3) Jika nilai rasio perputaran zakat > 1, maka sangat baik karena menunjukkan bahwa OPZ sangat aktif dalam melakaukan penghimpunan dan penyaluran.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai Zakat turn Over Ratio sebesar 5,27; 12,24 dan 32,19 kali ini menunjukan bahwa selama rentang waktu2017-2019 BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan sangat baik dan aktif dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran.
c. Average of Days Zakah Outstanding
Rasio ini menggambarkan berapa lama zakat yang terhimpun tidak tersalurkan kepada Mustahik.
360 ππππβ ππ’ππ ππ£ππ
Adapun interprestasi penilaian kinerja amil menurut lamanya zakat tertahan untuk penyaluran zakat apabila:
1) β€ 12 bulan : Baik 2) > 12 bulan : Tidak Baik
Hasil perhitungan pada Average of Days Zakah Outstanding sejalan dengan rasio sebelumnya yang tergolong baik dengan hasil 68,34; 29,41 dan 11,18 yang berarti lama dana zakat mengendap pada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan kurang dari 360 hari atau 12 bulan.
d. Infaq Shadaqoh Turn Over Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa aktif OPZ dalam menghimpun dan menyalurkan infak sedekah.
π·πππ πΌππππ ππππππβ π·ππ πππ’ππππ ππβπ’π π₯
(πππππ π΄π€ππ π·πππ πΌππππ ππππππβ ππβπ’π π₯ + πππππ π΄πβππ π·πππ πΌππππ ππππππβ ππβπ’π π₯)/2
Berikut interprestasi dalam rasio ini:
1) Jika nilai rasio perputaran infak sedekah < 1, maka tidak baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan.
2) Jika nilai rasio perputaran infak sedekah = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode dapat disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud.
3) Jika nilai rasio perputaran infak sedekah > 1, maka sangat baik dan menunjukkan bahwa OPZ semakin aktif dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai rasio dari tahun 2017 hingga 2019 bernilai 1,22; 2,58 dan 2,84 yang berarti baik . Hal ini menunjukan bahwa selama rentang waktu BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan baik dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran infak sedekah.
e. Average of Days Infaq Shodaqoh Outstanding
Rasio ini menggambarkan berapa lama dana infak sedekah yang tertahan oleh BAZNAS Provinsi Kalsel.
360
πΌππππ ππππππβ ππ’ππ ππ£ππ
Berikut interprestasi penilaian kinerja amil menurut lamanya infak sedekah tertahan untuk penyaluran infak sedekah apabila:
1) β€ 12 bulan : Baik 2) > 12 bulan : Tidak Baik
Hasil perhitungan menunjukan angka 294,99; 139,42 dan 126,70 pada tahun 2017, 2018 dan 2019 yang berarti baik karena dibawah 360 hari atau kurang dari 12 bulan. Hal ini menunjukan bahwa kinerja penyaluran infak sedekah pada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan selama kurun waktu 2017 hingga 2019 dinilai baik.
f. ZIS Turn Over Ratio
Rasio ini digunakan unutk mengukur sebarapa aktif OPZ dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah.
π·πππ ππΌπ π·ππ πππ’ππππ ππβπ’π π₯
(πππππ π΄π€ππ π·πππ ππΌπ ππβπ’π π₯+πππππ π΄πβππ π·πππ ππΌπ ππβπ’π π₯)/2
Berikut interpretasi nilai dari rasio ini:
1) Jika nilai rasio perputaran ZIS < 1, maka baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan.
2) Jika nilai rasio perputaran ZIS = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode dapat disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud.
3) Jika nilai rasio perputaran ZIS > 1, maka sangat baik karena menunjukkan bahwa OPZ semakin aktif dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran
Berdasarkan hasil perhitungan pada tahun 2017 dan 2019 rasio ini bernilai 0,19 dan 0,09 yang berarti tidak baik dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah.
Meskipun demikian, sempat mengalami peningkatan menjadi baik pada tahun 2018 dengan nilai 1,14.
g. Average Of Days ZIS Outstanding
Rasio ini menggambarkan berapa lama zakat, infak dan sedekah yang terhimpun tidak tersalurkan kepada Mustahik.
360 ππΌπ ππ’ππ ππ£ππ
Adapun interprestasi penilaian kinerja amil menurut lamanya zakat, infsk dan sedekah tertahan untuk penyaluran ZIS apabila:
1) β€ 12 bulan : Baik 2) > 12 bulan : Tidak Baik
Sejalan dengan hasil sebelumnya rasio ini menunjukan angka 1.876,62; 2.529,68 dan 4.206,92 yang berarti pada tahun 2017 hingga 2019 BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dinilai tidak baik dengan lama dana ZIS yang mengendap lebih dari 360 hari atau 12 bulan.
h. Rasio Piutang Penyaluran
Rasio ini digunakan untuk melihat proporsi piutang penyaluran terhadap total penyaluran. Rasio ini mengindikasi bahwa OPZ telah menyalurkan dana melaui amil/pihak lain tetapi belum bisa diakui dan dicatat sebagai penyaluran karena belum ada laporan dari amil/pihak tersebut.
πππ’π‘πππ ππππ¦πππ’πππ πππ‘ππ ππππ¦πππ’πππ
Berikut interpretasi nilai dalam rasio ini:
1) Jika nilai rasio piutang penyaluran β€ 10%, maka dapat dikatakan baik. OPZ sudah optimal dalam mengontrol piutang penyaluran.
2) Jika nilai rasio piutang penyaluran > 10%, maka dapat dikatakan tidak baik. OPZ tidak optimal dalam mengontrol piutang penyaluran.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2017 hingga 2019 tidak terdapat transaksi piutang penyaluran.
i. Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Realisasi Piutang Penyaluran Menurut PSAK 109 piutang penyaluran adalah zakat yang disalurkan melalui amil/pihak lain tetapi belum diterima oleh Mustahik non amil sehingga tidak dapat diakui sebagai penyaluran.
Maka, realisasi piutang penyaluran tersebut harus segera disalurkan dan dilaporkan agar dapat diakui sebagai penyaluran.
πππ’π‘πππ ππππ¦πππ’πππ πππ‘ππ ππππ¦πππ’πππ π₯360
Berikut interpretasi dalam rasio ini:
1) R < 3 bulan : Baik
2) 3 < R < 6 bulan : Cukup Baik 3) R > 6 bulan : Tidak Baik
BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2017 hingga 2019 tidak terdapat transaksi piutang penyaluran sehingga tidak ada waktu yang dibutuhkan untuk realisasi piutang penyaluran.
j. Rasio Uang Muka Kegiatan
Uang muka kegiatan adalah persekot atau uang muka yang diberikan untuk penanggung jawab kegiatn dan akan dipertanggung jawabkan saat pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan. Uang muka kegiatan akan diakui sebagai enyaluran jika telah dipertanggungjawabkan saat akhir periode.
Rasio ini menunjukan bahwa OPZ telah menyalurkan dana melalui kegiatan yang dilakukan tetapi belum daoat diakui dan dicatat sebagai penyaluran disebabkan belum ada laporan kegitan tersebut. Jika uang muka kegiatan nilainya terus meningkat maka dapat mengindikasikan bahwa kurang optimalnya OPZ dalam menyalurkan dana yang telah terhimpun.
ππππ ππ’ππ πππ‘ππ ππππ¦πππ’πππ
Adapun interpretasi nilai dalam rasio ini adalah sebagai berikut:
1) R β€ 10%, maka dapat dikatakan baik. OPZ sudah optimal dalam mengontrol uang muka kegiatan.
2) R > 10%, maka dapat dikatakan tidak baik. OPZ tidak optimal dalam mengontrol uang muka kegiatan.
Hasil perhitungan pada tahun 2017 menunjukan angka 2,14%
yang berarti kurang dari 10%. Hal ini menunjukan BAZNAS Provinsi Kalsel sudah baik dan optimal dalam mengontrol uang muka kegiatan nya. Sedangkan untuk tahun 2018 dan 2019 tidak terdapat transaksi uang muka kegiatan.
k. Rasio Aset Kelolaan Zakat
Rasio ini digunakan untuk meihat seberapa besar penyaluran zakat yang disalurkan untuk aset keloalaan.
πππ‘ππ π΄π ππ‘ πΎπππππππ ππππ πππππ‘ ππβπ’π π΅πππππππ πππ‘ππ ππππ¦πππ’πππ π·πππ πππππ‘
Berikut interpretasi dalam rasio ini:
1) R β€ 10%, maka dapat dikatakan baik. OPZ sudah optimal dalam mengalokasikan aset kelolaan
2) R > 10%, maka dapat dikatakan tidak baik. OPZ tidak optimal dalam mengontrol aset kelolaan.
Berdasarkan hasil perhitungan pada tahun 2018 dan 2019 nilai rasio menunjukan angka 2,06% dan 0,71% kurang dari 10%. Hal ini artinya menunjukan bahwa BAZNAS Provinsi Kalsel sangat baik