• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Perhitungan Rasio Efisiensi

Rasio efisiensi adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi atas biaya-niaya operasional yang telah dikeluarkan oleh lembaga zakat dalam meghimpun atau menyalurkan dana. Berikut perhitungan rasio efisiensi:

Tabel 4. 5 Hasil Perhitungan Rasio Efisiensi

KOMPENEN LAPORAN KEUANGAN NILAI RASIO INTERPRETASI

Rasio Efisiensi 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019

19. Rasio Biaya Penghimpunan Total Beban

Penghimpunan Rp 81.490.500 Rp 42.982.500 Rp 44.915.115

7,58 3,06 2,24 Efisien Efisien Efisien Total Beban

Operasional Rp 1.075.309.714 Rp 1.406.149.011 Rp 2.005.198.835

Total Beban Penghimpunan

Rp 81.490.500 Rp 42.982.500 Rp 44.915.115

3,31 1 0,47 Cukup

efisien Efisien Efisien Total

Penghimpunan Rp 2.459.805.563 Rp 4.299.966.316 Rp 9.581.908.864

20. Rasio Biaya Operasional Total Beban

operasional

Rp 1.075.309.714 Rp 1.406.149.011 Rp 2.005.198.835

110,69 86,01 95,31 Tidak efisien

Cukup efisien

Tidak efisien Total Hak Amil Rp 971.444.810 Rp 1.634.884.182 Rp 2.103.893.481

Total Beban

Operasional

Rp 1.075.309.714 Rp 1.406.149.011 Rp 2.005.198.835

43,72 32,7 20,93 Tidak efisien

Tidak efisien

Tidak efisien Total

Penghimpunan Rp 2.459.805.563 Rp 4.299.966.316 Rp 9.581.908.864

21. Rasio Biaya SDM

Total Beban SDM

Rp 61.760.618,00 Rp 134.758.850,00 Rp 1.269.359.460,10

2,51 3,13 13,25 Efisien Efisien Tidak efisien

Total

Penghimpunan Rp 2.459.805.563,00 Rp 4.299.966.315,91 Rp 9.581.908.864,11

Sumber: Dibuat Oleh Penulis(2021)

a. Rasio Biaya Peghimpunan

Rasio ini digunakan untuk mengtahui seberapa besar dana yang dibutuhkan dalam melakukan penghimpunan zakat. Rasio ini terbagi menjadi dua rasio yaitu rasio biaya penghimpunan terhadap biaya operasional dan rasio biaya penghimpunan terhadap total penghimpunan.

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘šπ‘π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‚π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘–π‘œπ‘›π‘Žπ‘™

1) Adapun interpretasi rasio biaya penghimpunan terhadap biaya operasional adalah sebagai berikut:

a) R < 10% : efisien

b) 10% < R < 20% : cukup efisien c) R > 20% : tidak efisien

Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan angka kurang dari 7,58%, 3,06% dan 2, 24% . Hal ini berarti BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan sudah efisien dalam mengelola biaya dalam menghimpun dana.

2) Rasio Penghimpunan biaya penghimpunan terhadap total penghimpunan

π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘šπ‘π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘šπ‘π‘’π‘›π‘Žπ‘›

a) R < 2% : efisien

b) 2% < R < 5% : cukup efisien c) R > 5% : tidak efisien

Hasil perhitungan tahun 2017 menunjukan angka 3,31 yang artinya cukup efisien kemudian membaik pada tahun 2018 dan 2019 dengan nilai 1% dan 0,47%. Hal ini berarti BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan sudah efisien dalam mengelola biaya yang

dikeluarkan untuk menghimpun dana terjadap hasil penghimpun dana yang direalisasikan.

b. Rasio Biaya Operasional

Rasio ini menunjukan efisiensi dalam mengatur proporsi pengeluaran dalam menjalankan kegiatan operasional suatu OPZ.

Ada dua jenis rasio biaya operasional yang dilakukan OPZ.

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‚π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘–π‘œπ‘›π‘Žπ‘™ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘Žπ‘˜ π΄π‘šπ‘–π‘™

1) Berikut interpretasi rasio biaya operasional terhadap hak amil : a) R < 80% : efisien

b) 80% < R < 90% : cukup efisien c) R > 90% : tidak efisien

Hasil perhitungan pada tahun 2017,2018 dan 2019 rasio ini menunjukan angka 110,69%, 86,01% dan 95,31% yang berarti paa tahun 2018 dinilai cukup efisien sedangkan pada tahun 2019 dan 2019 BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dinilai tidak efisien dalam mengeola pengeluaran dalam kegiatan operasional terhadap hak amil.

2) Berikut rumus dan interpretasi rasio total biaya operasional terhadap penghimpunan:

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‚π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘–π‘œπ‘›π‘Žπ‘™ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘šπ‘π‘’π‘›π‘Žπ‘›

a) R < 12,5% : efisien

b) 12,5% < R < 17,5% : cukup efisien c) R > 17,5% : tidak efisien

Hasil perhitungan rasio ini sejalan dengan rasio sebelumnya yang menunjukan hasil tidak efisien dengan nilai 43,72%, 32,7% dan 20,93%. nilai rasio ini menunjukan bahwa pada tahun 2017 hingga 2019 BAZNAS Provinsi Kalimantan

Selatan tidak efisien dalam mengelola biaya operasional terhadap total penghimpunan ZIS. Hal ini berarti BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan belum efisien dalam mengatur proporsi pengeluaran operasional.

c. Rasio Biaya SDM

Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja SDM terhadap penghimpunan total.

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž 𝑆𝐷𝑀 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘šπ‘π‘’π‘›π‘Žπ‘›

Berikut interpretasi dari rasio ini adalah:

1) R < 10% : efisien 2) R > 10% : tidak efisien

Berdasarkan hasil perhitungan pada tahun 2017 dan 2018 menunjukan angka 2,51% dan 3,13% yang artinya kinerja SDM terhadap penghimpunan total dinilai efisien. Sedangkan pada tahun 2019 menunjukan angka sebesar 13,25% yang berarti tidak efisien dalam mengeluarkan biaya operasional untuk biaya SDM.

68

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan tentang analisis aktivitas dan efisiensi terhadap laporan keuangan pada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan bahwa rasio aktivitas BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan rasio keuangan OPZ yang terdiri dari 18 rasio aktivitas yaitu Allocation to Collection Ratio, Turn Over Ratio dan Average of Days, Rasio Piutang Penyaluran,Rasio Uang Muka Kegiatan dan Rasio Aset Kelolaan ssudah baik dan aktif dalam menyalurkan dana ZIS yang terhimpun yang terlihat dari hasil perhitungan pada bab sebeumnya. Kecuali pada ZIS Turn Over Ratio dan Average of Days ZIS Outstanding dinilai Tidak Baik dengan nilai rasio 0,19;

1,14 dan 0,08 kali dengan lama dana ZIS mengendap lebih dari 12 bulan.

Rasio efisiensi yang terdiri dari 3 komponen rasio yaitu Rasio Biaya Penghimpunan ,Rasio Biaya Operasional dan Rasio Biaya SDM. Dalam mengelola biaya penghimpunan dan penyaluran BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan sudah dinilai cukup efisien, Namun hasil berbeda ditunjukan oleh Rasio Biaya Operasional terhadap hak amil maupun terhadap penghimpunan yang dinilai tidak efisien. Hal ini berarti BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan agar dapat meningkatakan efisiensi atas biaya-biaya operasional yang telah dikeluarkan oleh lembaga zakat dalam menghimpun atau menyalurkan dana.

Hasil perhitungan beberapa data yang hasilnya NA tidak bisa diperhitungkan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan tidak adanya transaksi terkait yang didapat oleh peneliti dari website resmi yang disajikan dan keterbatasan informasi yang diperoleh.

B. Saran

Dari beberapa pemaparan tentang anaisis rasio aktivitas dan efisiensi terhadap laporan keuangan BAZNAS Kalimantan Selatan dan selesainya penulis membuat karya ilmiah ini, peneliti ingin memberikan beberapa saran.

1. Bagi Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan

Aktivitas dan efisiensi penghimpunan dan penyaluran dana Zakat, Infaq dan Sedekah berkembang meningkat setiap tahunnya. Namun, kedepannya lebih baik laporan keuangan yang disajikan pada website resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dapat menampilkan analisa rasio keuangannya terutama rasio aktivitas dan efisiensi agar bisa lebih informatif bagi penggunanya.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian yang dilakukan oleh penulis masih banyak kekurangan salah satunya adalah kesulitan dalam memperoleh referensi yang sesuai dengan metode penelitan ini. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan analisis pada kelima rasio keuangan dengan menggunakan rasio keuangan OPZ yang dibuat oleh Puskasbaznas.

70

Ainun, Basyirah. Lusiana Handayani dan M Yassir Fahmi. (2020). Analisis Aktivitas Amil Pada Organisasi Pengelola Zakat. Jurnal Informasi Teknik dan Niaga., Vol 20 (2), 53-110

Azizah, Siti Nur. (2018). Efektivitas Kinerja Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pada Program Pentasharufan Dana Zakat Di Baznas Kota Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Islam. Vol 6 (1), 91-112.

Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS). 2017. Laporan Keuangan Audit Tahun 2017. Banjarmasin: baznaskalsel.

Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS). 2018. Laporan Keuangan Audit Tahun 2017. Banjarmasin: baznaskalsel.

Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS). 2019. Laporan Keuangan Audit Tahun 2017. Banjarmasin baznaskalsel.

Badan Amil Zakat Nasional. (2019). Statisktik Zakat Nasional 2019. Jakarta:

Baznas.

Burhanudin, Muhammad dan Rachma Indarini. (2020). Efisiensi Dan Efektivitas lembaga Amil Zakat Nasional Studi Pada Inisiatif Zakat Indonesia. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah. Vol 3 (2), 453-463.

Lestari, Novi Indria. (2018). Analisis Efisiensi Oganisasi Pengelola Zakat Nasional Dengan Metode Data Envelopment Analysis. Skripsi pada Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Surakarta.

Pusat Kajian Strategis-Badan Amil Zakat Nasional. (2019). Indikator Pemetaan Potensi Zakat 2019. Jakarta: Puskasbaznas.

Pusat Kajian Strategis-Badan Amil Zakat Nasional. (2019). Rasio Keuangan Organisasi Pengelola Zakat: Teori dan Konsep. Jakarta: Puskasbaznas.

Romantin, Maya. Efri Syamsul Bahari dan Ahmad Tirmidzi Lubis. (2017).

Analisis Kinerja Keuangan Lembaga Zakat (Studi Kasus : Badan Amil Zakat Nasional). Islamic Banking and Finance Journal. Vol 1 (2), 96-116.

Statistik, Badan Pusat. (2020). Statistik Indonesia 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistika.

Sugiyono. 2017. Metiode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2019. Metiode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suhendra, Eric. (2020). Penerapan Rasio Keuangan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Pada LAZ Yasa Malang . Skripsi pada Universitas Muhammadiyah Malang , Malang.

Yudhira, Ahmad. (2020). Analisis Efektivitas Penyaluran Dana Zakat, Infak dan Sedekah pada Yayasan Rumah Zakat. Jurnal Ilmiah Akuntansi Keuangan dan Bisnis, Vol 1(1), 1-15.

72

LAMPIRAN- LAMPIRAN

73

Muhtadin JL. Jend. Sudirman No. 1 Banjarmasin 70114 Telp : 62 511 336 1333

Email : [email protected] Website : kalsel.baznas.go.id

Kordinat : @-3.3191178,114.5920447,18z

Peta Daerah Badan Amil Zakat Provinsi Kalimantan Selatan

74

75

76

78 A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Rabiatul Haifa Amirah

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Tempat dan Tanggal Lahir Banjarmasin, 14 Oktober 1998 4 Alamat Jl. Pekapuran B laut RT . 16 ,

Banjarmasin, Kalimantan Selatan

5 NIM D030417017

6 Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah 7 Alamat E-mail [email protected]

8 Nomor Hp 0856-5447-7920

9 Nama Ayah Khairil Anwar

10 Nama Ibu Nilawati Sapaat

B. Riwayat Pendidikan

Nama sekolah Kota Th. lulus

SD MI Cempaka Putih Banjarmasin 2012

SLTP SMP Negeri 3 Banjarmasin Banjarmasin 2014 SLTA SMA Negeri 5 Banjarmasin Banjarmasin 2017 C. Organisasi yang Pernah Diikuti

No Nama Organisasi Jabatan Tahun

1 Himpunan Mahasiswa Akuntansi

Anggota Divisi 1 2017-2018 2 Himpunan Mahasiswa

Akuntansi

Wakil Ketua Divisi 1 2018-2019

A. Kegiatan Kemahasiswaan yang Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Tempat dan

Waktu

Status dalam kegiatan 1 Orientasi Kehidupan Kampus

bagi Mahasiswa Baru

Poliban, 2017 Peserta 2 Kegiatan Gerakan Sadar Pajak

” Pajak Berutur”

Poliban, 2017 Peserta 3 Bina Desa Himpunan

Mahasiswa Akuntansi

Batakan, 2017 Peserta 4 Outbond Training D4 ALKS Pelaihari, 2017 Peserta

79 Potensi dan Tantangan

Pengembangan Usaha Melalui Layanan Finansial

9 Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Poliban, 2019 Panitia

11 Kuliah Umum Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Poliban, 2019 Peserta 12 Seminar Nasional β€œ

Membangkitkan Ekoomi Umat di era Revolusi Industri 4.0”

Poliban, 2019 Peserta

B. Prestasi/ Penghargaan yang Pernah Diraih No Nama Prestasi/penghargaan Pihak

Penyelenggara

Tahun

1 - - -

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

Tertanda,

Rabiatul Haifa Amirah

Dokumen terkait