BAB II BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN
2.7 Perhitungan Team Teaching
Mata Kuliah yang diampu oleh lebih dari seorang dosen, disebut Team Teaching.
Jumlah beban sks setiap dosen kemungkinan berbeda bergantung peranan dosen tersebut di dalam setiap perkuliahan yang diampu secara bersama-sama.
12
Perhitungan dalam rubrik tidak membedakan persentase beban dosen pertama atau kedua dst. Penentuan perbedaannya terletak pada jabatan fungsional dosen dan total sks mata kuliah.
Contoh Perhitungan:
Contoh perhitungan beban sks perkuliahan dalam Team Teaching:
❖ Dengan acuan RPS mata kuliah 3 sks ditetapkan 16 sesi (minggu) perkuliahan tatap muka. Dosen A sesuai keahliannya mengisi 4 sesi dan dosen B mengisi 12 sesi (kedua dosen tersebut Lektor dan LK, dalam 10 sks pertama), maka hitungan beban sksnya adalah (catatan BKD)
❖ Dosen A= 4/16 x 3 sks = 0.75 sks
❖ Dosen B = 12/16 x 3 sks = 2.25 sks
❖ Akan tetapi di dalam catatan LKD ditemukan Dosen A hanya masuk kelas 2 x dan Dosen B masuk kelas 14 kali, maka laporan kinerjanya (catatan LKD) adalah:
❖ Dosen A: 2/16 x 3 sks = 0.375 sks (kinerja 50%)
❖ Dosen B: 14/16 x 3 sks = 2.625 sks (kinerja 116%)
13
BAB III
PROSEDUR PELAKSANAAN EVALUASI BEBAN KERJA DOSEN
3.1 Prosedur Evaluasi
Prosedur evaluasi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi disajikan pada gambar berikut.
DOSEN
Membuat Laporan kinerja dosen
Menyertakan data pendukung
1
WAKIL REKTOR I UIM
Mengesahkan hasil evaluasi
Mengkompilasi hasil evaluasi tingkat prodi/departemen
Rektor Universitas Imelda Medan
Mengkompilasi hasil evaluasi tingkat UIM
Membuat rekap untuk laporan 4
Mengkompilasi hasil evaluasi Perguruan Tinggi Swasta
Membuat rekap untuk laporan PTS
14
Penjelasan:
1. Dosen membuat laporan kinerja secara periodik. Laporan kinerja ini memuat semua aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi yang telah dilakukan dosen tersebut dan meliputi dharma pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang lainnya. Format laporan kinerja dosen ini diperlihatkan pada Lampiran I.
2. Laporan kinerja dosen dilengkapi dengan semua bukti pendukungnya diserahkan kepada asesor. Karena laporan kinerja dosen merupakan aktivitas yang berkelanjutan maka dosen juga perlu melampirkan hasil evaluasi pada periode sebelumnya. Asesor berjumlah dua orang dan ditugaskan oleh pemimpin perguruan tinggi untuk menilai ketercapaian prestasi SKS , dan memverifikasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi yang telah dilakukan. Laporan kinerja dosen yang diserahkan kepada asesor dibuat dalam bentuk hardcopy rangkap dua dan softcopy. Satu buah hardcopy nantinya dikembalikan kepada dosen yang bersangkutan sesudah ditandatangan asesor. Kriteria asesor disajikan pada sub bab 3.3.
3. Apabila ketercapaian kinerja dosen tersebut telah memenuhi syarat seperti yang dimaksud pada sub bab 3.3 dan bukti pendukung sesuai dengan laporan yang dibuat maka laporan kinerja dianggap lolos. Bukti pendukung laporan yang telah lolos dikembalikan kepada dosen yang bersangkutan untuk disimpan kembali dan dapat ditunjukkan apabila diperlukan. Kedua asesor menandatangani laporan kinerja dosen dan meneruskan kepada Ketua Jurusan atau yang sederajat untuk mendapatkan pengesahan.
4. Apabila asesor menyatakan (a) ketercapaian kinerja dosen tidak atau belum memenuhi syarat seperti yang dimaksud pada sub bab 3.3 dan atau (b) bukti pendukung tidak sesuai dengan aktivitas yang dilaporkan maka laporan kinerja
15
dianggap gagal dan dikembalikan kepada dosen yang bersangkutan, untuk diperbaiki. Dalam hal terjadi selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor yang lain maka pemimpin perguruan tinggi dapat menunjuk asesor ketiga.
5. Ketua Program Studi mengesahkan hasil laporan kinerja dosen dan mengkompilasi semua laporan kinerja dosen yang menjadi tanggungjawabnya.
Ketua Program Studi bertanggung jawab dan berwenang untuk memverifikasi kebenaran laporan yang telah dikoreksi oleh asesor. Hasil kompilasi di tingkat program Studi ini kemudian diserahkan kepada Wakil Rektor I UIM untuk dibuat rekap ditingkat prodi. Contoh hasil kompilasi tingkat Jurusan disajikan pada Lampiran II.
6. Rektor UIM mengkompilasi semua laporan dari tingkat program studi dan membuat rekap laporan di tingkat prodi. Rektor UIM bertanggung jawab dan berwenang untuk memverifikasi kebenaran laporan yang telah disahkan oleh prodi. Untuk perguruan tinggi negeri maka laporan ini diserahkan atau dikirim langsung kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi setiap tahun, sedangkan untuk Perguruan Tinggi Swasta laporan ini diserahkan atau di kirim langsung kepada Kopertis Wilayah I. Laporan yang dikirim dalam bentuk hardcopy dan softcopy.
3.2 Rancangan Tugas Dosen
Pada setiap awal semester dosen diharapkan mempunyai rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan pada semester berjalan, rancangan ini berguna baik bagi dosen, asesor maupun atasan untuk merencanakan alokasi waktu dan beban kerja dosen. Di samping itu dosen diharapkan juga mempunyai rancangan pengembangan profesi. Rancangan pengembangan profesi ini dapat menjadi acuan untuk mengarahkan kegiatan dosen untuk mencapai cita-cita profesinya. Rektor UIM memberikan kesempatan kepada para dosennya untuk menggapai cita-cita profesi tersebut.
3.3. Asesor
16
Asesor bertugas untuk menilai dan memverifikasi laporan kinerja dosen.
Syarat menjadi asesor dan tatacara penilaian adalah sebagai berikut.
1. Dosen yang masih aktif
2. Mempunyai NlRA (Nomor identifikusi registrasi asesor) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
3. Telah mengikuti sosialisasi penilaian kinerja dosen 4. Ditugaskan oleh pemimpin perguruan tinggi 5. Dihindari terjadinya konflik kepentingan
6. Satu atau semuanya dapat berasal dari perguruan tinggi sendiri ataupun dari perguruan tinggi lain
7. Mempunyai rumpun atau sub rumpun ilmu yang sesuai dengan dosen yang dinilai
8. Mempunyai kualifikasi jabatan fungsional dan atau tingkat pendidikan yang sama atau lebih tinggi dari dosen yang dinilai
9. Pemimpin perguruan tinggi mengatur agar asesor tidak menilai kinerja sendiri atau bertukar ganti asesor‐dosen (A sebagai asesor menilai B sebagai dosen kemudian B sebagai asesor menilai A sebagai dosen)
10. Bagi perguruan tinggi yang belum mampu mempunyai asesor dan kesulitan di dalam mendapatkan asesor dari perguruan tinggi lain karena terkendala jarak dan waktu maka dapat mengajukan asesor sendiri dengan kriteria jabatan fungsional lektor dan sudah mempunyai sertifikat pendidik kepada Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti. Kemudian Direktur Ketenagaan akan menerbitkan NlRA Khusus bagi dosen tersebut. NlRA khusus ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi yang bersangkutan dan dalam periode 2010 ‐ 2012. Pada tahun 2013 dan seterusnya perguruan tinggi tersebut sudah harus mempunyai asesor tanpa kriteria khusus.
17
17
Kegiatan SKS
Maks
Masa
Berlaku Bukti Dokumen Keterangan
1 2 3 4 5 6
1 BIDANG PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
1.1 Memberi kuliah pada tingkat S0 (Diploma) dan S1 terhadap setiap kelompok (kelas): yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 40 orang mahasiswa selama 1 semester pada kegiatan kuliah reguler dengan ketentuan :
Jika SKS mata kuliah lebih dari 1 SKS maka hasil perhitungan seperti tabel di atas dikalikan dengan jumlah SKS mata kuliah yang dilaksanakan. Adapun rumus perhitungan SKS beban kerja :
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑡𝑎𝑝 𝑚𝑢𝑘𝑎 𝑑𝑜𝑠𝑒𝑛 𝑌𝐵𝑆 x sks 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙u𝑟𝑢ℎ 𝑡𝑎𝑡𝑎𝑝 𝑚𝑢𝑘𝑎 𝑀𝐾 𝑑𝑙𝑚 1 𝑠𝑚𝑡
1 1 semester Bukti penugasan:
Surat Tugas atau SK Mengajar, atau jadwal
Bukti Kinerja:
1. Berita acara Perkuliahan,
2. Absensi/Presensi mahasiswa (manual),
RUBRIK BEBAN KERJA DOSEN YANG DISEMPURNAKAN
18 Contoh:
Jumlah mahasiswa 50 orang jumlah SKS MK = 2 SKS diampu oleh 1 orang dosen dengan jumlah tatap muka dosen = 12 maka BKD-nya = 12 /14 × 1,5 × 2 = 2,57 𝑠𝑘𝑠
Catatan untuk kelas parallel:
Yang dimaksud kelas parallel adalah mata kuliah yang sama diajarkan di sebuah PS atau beberapa PS; baik pagi, siang, sore, malam.
Beban sks MK pada kelas parallel ke -1 = 100% dari sks sesungguhnya pada MK tersebut;
Beban sks pada kelas parallel ke – 2 = 50% dari sks MK tersebut dan beban sks pada kelas parallel ke – 3 dst = 25% dari sks MK tersebut (namun perhitungan beban terkait jumlah mahasiswa di tiap kelas mengikuti ketentuan di atas)
Sumber dari sosialisasi BKD oleh Tim Dikti pada awal tahun 2018 di kopertis Wilayah I, asumsi yang melatar belakangi MK yang diampu sama, persiapan cukup satu kali untuk mengajar beberapa kali.
40 orang mahasiswa selama 1 semester, 1 jam tatap muka per minggu ditambah 1 jam kegiatan mandiri dan 1 jam kegiatan terstruktur sama dengan 1 sks.
1 – 40 mahasiswa = 100% x jumlah sks 41 – 80 mahasiswa = 150% x nilai sks 81 – 120 mahasiswa dst = 200% x nilai sks.
Contoh:
MK Pancasila (3 sks), terdiri dari 3 kelompok; Kelas A, B, dan C;
masing-masing kelas memiliki 30 mahasiswa; dosen X mengajar di Kelas A, B, C, tersebut; perhitungan adalah sebagai berikut:
Di Kelas A beban dosen tersebut: 100% x 3 sks = 3 sks;
Di Kelas B bebannya: 50% x 3 sks x 100% = 1,5 sks;
Di Kelas C bebannya: 25% x 3 sks x 100% = 0,75 sks.
19 Batas Kepatutan yang diakui:
1. 200% x nilai sks (artinya kelas dengan jumlah mahasiswa > 120 beban dihitung tetap 200%)
2. Jumlah team teaching dosen/kelas maksimal 3 orang, sebab disini bukan untuk kelas praktikum.
1.2 Asistensi kuliah (tutorial) terhadap setiap kelompok (kelas) yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa selama 1 semester dimana 2 jam tatap muka per minggu = 1 SKS dengan atas dikalikan dengan jumlah SKS tutorial yang dilaksanakan.
1 1 semester Bukti Penugasan:
Surat Tugas/SK Rektor:
Membimbing praktikum
Bukti Kinerja:
Presensi mahasiswa (manual)
Daftar Nilai Tugas
1.3 Praktikum terhadap setiap kelompok (kelas) yang terdiri dari sebanyak banyaknya 25 orang mahasiswa selama 1 semester dengan 2 jam tatap muka per minggu dengan ketentuan:
Jumlah
1. Presensi mahasiswa
2. Cover depan laporan praktikum 3. Lembar Pengesahan Laporan 4. Atau lembar asistensi kegiatan
bagi praktikum yang sedang berlangsung (belum selesai 100%).
20 atas dikalikan dengan jumlah SKS tutorial yang dilaksanakan.
1 – 25 mahasiswa = 100% x sks dibagi proporsional jumlah dosen (berlaku untuk tim)
26 – 50 mahasiswa = 150% x sks dibagi proporsional jumlah dosen (berlaku untuk tim), dst.
Batas Kepatutan: 150% x nilai sks, artinya jumlah mahasiswa di setiap kelas praktkum diharapkan tidak melebihi 50 mahasiswa.
1.4. Bimbingan kuliah kerja yang terprogram terhadap setiap kelompok yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa, kegiatan yang setara dengan 50 jam kerja per semester (Bimbingan PKL, Kerja Praktek, Magang, DPL KKN)
1 SKS PKL = 50 jam kerja / semester, untuk 1– 25 mahasiswa; = 6 hari berturutan bisa untuk persiapan, pelaksanaan & pelaporan, (1 hari kerja = 8 jam)
1 s/d 25 orang mahasiswa, kegiatan yang setara dengan 50 jam kerja per semester sama dengan 1 sks.
Misal untuk baksos: perjalanan 2 hari (pp), pertemuan perencanaan 1 hari, pelaporan 1 hari, klinik baksos 2 hari , 2 jam penyuluhan (malam), jumlah 50 jam.
1 1 semester Bukti Penugasan: Surat Tugas/ SK Rektor,
Bukti Kinerja:
1. Cover depan laporan kerja praktek
2. Lembar Pengesahan Laporan 3. Bukti kegiatan pembimbingan
yang disahkan oleh atasan (Rektor atau Ketua LPPM) 4. Atau lembar asistensi kegiatan
kerja praktek yang sedang 5. berlangsung (belum selesai
100%).
1.5. Seminar yang terjadwal terhadap setiap kelompok
Seminar mahasiswa terstruktur dan terjadwal disertai
21 bimbingan oleh dosen, bukan sebagai bagian dari kuliah/praktikum.
Yang dimaksud seminar disini adalah: seminar proposal, seminar ujian skripsi, MK seminar, seminar hasil penelitian hibah mahasiswa, seminar Tugas Akhir untuk mahasiswa.
Bila seminar dibimbing lebih dari 1 dosen maka nilai total bimbingan dibagi proporsional dengan jumlah dosen dalam kelompok. Bila seminar adalah bagian dari perkuliahan/praktikum maka seminar tidak dihitung sebagai kegiatan tersendiri, tetapi bagian dari praktikum atau perkuliahan tersebut.
Seminar mahasiswa terstruktur dan terjadwal disertai bimbingan oleh dosen, dalam rangka penyelesaian tugas akhir yang proporsional dengan jumlah bimbingan dan pertemuan.
Yang dimaksud seminar disini adalah: Seminar proposal, seminar ujian skripsi, MK seminar, seminar hasil penelitian hibah mahasiswa, seminar Tugas Akhir untuk Mahasiswa
Setiap kelompok yang terdiri dari 1 – 25 orang = 1 sks.
Setiap kelompok yang terdiri dari 26 – 51 orang = 2 sks, dst.
Jika dosen pembimbing lebih dari 1, perhitungan beban adalah:
Bukti Kinerja:
1. Presensi mahasiswa 2. Daftar hadir dosen 3. Lembar penilaian dosen
kali tatap muka per semester.
Jika berupa mata kuliah Seminar maka efektifitas tatap muka termasuk UTS &
UAS adalah 14-16 kali/semester
22 Bila seminar dibimbing lebih dari 1 dosen maka nilai total bimbingan dibagi proporsional dengan jumlah dosen dalam kelompok.
sks
Jumlah dosen pembimbing
(dengan memperhitungkan jumlah mahasiswa) Batas Kepatutan: 2 sks/semester
Bila seminar adalah bagian dari perkuliahan/praktikum maka seminar tidak dihitung sebagai kegiatan tersendiri. Mata Kuliah Seminar dinilai dan aturannya sesuai butir I.1
1.6 Bimbingan tugas akhir/skripsi untuk jenjang S0 (Diploma) dan S1 terhadap 5 mahasiswa selama 1 semester dengan ketentuan:
Status
Atau dihitung dengan rumus:
Sks BKD= Mahasiswa yang dibimbing x 1 sks 5
Bimbingan dan tugas akhir/skripsi/karya tulis Ilmiah S0 (Diploma) dan S1.
Dosen Pembimbing utama dan pembimbing penyertaan dinilai sama.
Maksimal 5 orang mahasiswa selama 1 semester sama dengan 1
1 1 tahun Bukti Penugasan:
Surat Tugas/SK Pembimbing Bukti Kinerja:
1. Berita Acara Bimbingan/Kartu Bimbingan (skripsi yang belum selesai). Untuk skripsi yang sudah selesai dilengkapi:
2. Cover Depan Skripsi, dan 3. Lembar Pengesahan 4. Berita Acara Bimbingan 5. Daftar nilai akhir.
-
23 sks; jika jumlah mahasiswa lebih dari 5 maka bebannya tetap dianggap 1 sks.
1.7 Menguji Proposal S1
Proposal skripsi: 12 orang = 1 sks Cara perhitungan beban:
Nilai Menguji Skripsi= Mahasiswa yang diuji x 1 sks 12/6/4 (tergantung jenjang S1)
Maksimal 4 mahasiswa ujian Skripsi, 3 mahasiswa ujian tesis, dan 2 mahasiswa ujian disertasi dalam 1 semester. Penghitungan dilakukan secara akumulatif untuk setiap jenis ujian.
1 1 tahun Bukti penugasan: Surat Tugas/SK
1.8 Mengembangkan program perkuliahan (silabus, RPP, GBPP, SAP, dll) dalam kelompok atau mandiri yang hasilnya dipakai untuk kegiatan perkuliahan.
Catatan: setiap MK harus memiliki silabus, SAP/RPS, yang pada dasarnya harus senantiasa diperbaiki atau dikembangkan setiap MK tersbut ditawarkan.
Maksimal 2 sks/semester 1 SAP = 0,5 sks/Mata Kuliah
Apabila disusun dalam tim, maka perhitungan dibagi proporsional dengan jumlah dosen yang terlibat.
2 1 tahun Surat tugas dan bukti naskah yang relevan mengajar dari Rektor.
Bukti hasil (Silabus,
SAP/RPS/GBPP) yang baru dan silabus SAP/RPS/GBPP yang sebelumnya)
-
1.9 Mengembangkan bahan pengajaran/bahan kuliah yang mempunyai nilai kebaharuan
Mengembangkan bahan pengajaran adalah hasil pengembangan inovatif materi substansi pengajaran dalam bentuk buku ajar,
1 1 tahun Surat tugas dan bukti yang relevan -
24 diktat, modul, petunjuk praktikum, model, alat bantu, audio visual, naskah tutorial, job sheet terkait dengan mata kuliah yang diampu.
a. Buku ajar (cetak atau elektronik)
Tidak dibatasi jumlah buku. Beban sks maksimum dibagi sama rata untuk semua penulis
5 Setiap Buku
Bukti Penugasan: SK Rektor atau Surat Tugas
Bukti Kinerja: Buku (N0.ISBN) atau URL
-
b. Diktat, Modul, Petunjuk praktikum, Model, Alat bantu, Audio visual, Naskah tutorial, Job sheet praktikum terkait dengan mata kuliah yang diampu.
Tidak dibatasi jumlah diktat/modul. Beban sks maksimum dibagi sama rata untuk semua penulis.
Pembuatan naskah soal/evaluasi cetak atau daring mendapat beban 0.5 SKS pernaskah persemester. Beban sks dibagi sama rata untuk semua penyusun
1,25 Setiap Naskah
Bukti Penugasan: SK Rektor atau Surat Tugas
Bukti Kinerja: Dokumen (Diktat/Modul) yang disahkab minimal Ka.prodi atau Institusi yang berkaitan.
2.0 Tugas belajar untuk akta mengajar sama dengan 6 SKS 6 1 tahun Surat Tugas atau sertifikat -
2.1 Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan:
Termasuk dalam kegiatan ini adalah membimbing mahasiswa menghasilkan produk saintifik (2 kegiatan/semester).
Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik adalah kegiatan kegiatan yang bersifat kurikuler dan kokurikuler termasuk sebagai penasehat akademik/dosen wali, sedangkan di bidang kemahasiswaan adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler seperti pembinaan minat, penalaran dan kesejahteraan mahasiswa.
2 Setiap semester
Bukti Penugasan: SK atau surat tugas
Bukti Kinerja:
Laporan kegiatan atau presensi bimbingan atau surat keterangan pimpinan
-
25 2.2 Menyampaikan orasi ilmiah
Menyampaikan pidato ilmiah pada forum-forum kegiatan tradisi akademik seperti dies natalis, wisuda lulusan dan sejenisnya.
Kegiatan orasi ilmiah minimum ditingkat fakultas. Tidak dibatasi jumlah orasi
1 Setiap Orasi
Bukti Penugasan: SK atau surat tugas
Bukti Kinerja:
Buku orasi atau makalah atau sertifikat
-
2.3 Menduduki jabatan pimpinan perguruan tinggi
Dosen Yang Berstatus Dosen dengan Tugas Tambahan (DT)/ Profesor dengan Tugas Tambahan (PT) wajib melampirkan fotocopy SK pengangkatan sebagai DT/PT. Jabatan Lain di luar jabatan di atas tidak dapat dihitung ke dalam penilaian BKD.
Rektor Universitas Imelda Medan 6 Selama
menjabat
Bukti Penugasan: SK Rektor Universitas Imelda Medan
Bukti Kerja : Laporan Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Ketua Senat Universitas Imelda
Medan
5
Sekretaris Senat Universitas 4
Kepala UPT, Ketua/Sekretaris/Anggota SPI 3
Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, 3
Kepala Laboratorium 3
2.4. Melaksanakan kegiatan sebagai auditor Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) program studi
Setiap kegiatan pertahun akademik
Bukti penugasan: SK Penugasan Bukti Kinerja: Laporan Kegiatan
1. Sebagai Ketua 1,5 Setiap
Kegiatan
2. Sebagai Auditor 1
2.5 Menulis Modul/Diktat/Bahan Ajar oleh seorang dosen yang sesuai dengan bidang ilmu dan tidak ditertibkan tetapi digunakan oleh mahasiswa.
(bukan power point kuliah, bukan hanya hand out yang merupakan
2 Setiap Kegiatan
Surat Tugas atau Surat Keputusan Mengajar (mata kuliah yang dimodulkan) dari pimpinan.
Modul/Diklat/Bahan Ajar yang sudah jadi
Bukti lain yang menunjukkan bahwa modul/diklat/bahan
26 hasil kumpulan presentasi perkuliahan dosen)
Tahapan:
Pendahuluan = 25 % x sks
50% dari materi ajar (SAP) = 50% x sks 75% dari materi ajar (SAP) = 75% x sks Lengkap = 100%
SKS = 2 sks/semester
Jika ditulis dalam tim, perhitungan 60% untuk penulis utama, 40%
untuk anggota (spt ketentuan pada contributor buku untuk tiap chapter)
Syarat modul/diklat/bahan ajar harus memenuhi ketentuan seperti pada perhitungan untuk kenaikan angka kredit.
Untuk jenjang S2/S3 bahan ajar dapat meliputi materi perkuliahan (termasuk hand out), referensi lain terkait materi ajar, kasus yang dijadikan bahan diskusi. Semuanya disajikan menjadi satu paket bahan ajar.
ajar sudah dipergunakan oleh mahasiswa.
2.6. PEKERTI/AA 2 Setiap
Kegiatan
Surat Tugas mengikuti program pekerti dari pimpinan
Sertifikat
Tugas yang diselesaikan selama pelatihan seperti RPS yang sudah siap, dll.
2.7.
27
Kegiatan SKS
Maks
Masa
Berlaku Bukti Dokumen
1 2 3 4 5
2 BIDANG PENELITIAN
1.1 Menghasilkan karya ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya.
Hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan
Tidak dibatasi jumlah karya. Pembagian SKS sama antara penulis pertama dan penulis berikutnya
1. Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam bentuk buku:
a. Buku referensi 10 Setiap
buku
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Buku (No.ISBN) atau URL
b. Monograf 5 Setiap
Monograf
2. Hasil penelitian atau hasil pemikiran dalam buku yang dipublikasikan dan berisi berbagai tulisan dari berbagai penulis (book chapter)
a. Internasional 3,75 Setiap
Bab Buku
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Buku (No.ISBN) atau URL
b. Nasional 2,5 Setiap
Bab Buku 3. Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah
Pembagian SKS sama antara penulis pertama dan penulis berikutnya. Perhitungan SKS adalah: 25% untuk submitted, 75% untuk accepted dan 100% untuk published
a. Jurnal Internasional Bereputasi 10 Setiap Jurnal Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor
Bukti Kinerja: Bukti Submitted Artikel, Surat
b. Jurnal Internasional / Sinta 1 7,5 Setiap Jurnal
28
Keterangan editor (Accepted) atau URL c. Jurnal Nasional terakreditasi
- Sinta 2 6,25 Setiap Jurnal Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor
Bukti Kinerja: Bukti Submitted Artikel, Surat Keterangan editor (Accepted) atau URL
- Sinta 3 5,5 Setiap Jurnal
- Sinta 4 4,5 Setiap Jurnal
- Sinta 5 3,5 Setiap Jurnal
- Sinta 6 3 Setiap Jurnal
d. Jurnal Nasional Tidak terakriditasi 2,5 Setiap Jurnal
2. Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang didesiminasikan
a. Dipresentasikan secara oral dan dimuat dalam prosiding yang dipublikasikan (berISSN/ISBN)
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor dan undangan
Bukti Kinerja: Sertifikat pemakalah dan artikel/prosiding atau URL
1. Internasional Terindeks pada Scimagojr dan Scopus 7,5 Setiap artikel
2. Internasional Terindeks Scopus, IEEE explore, SPIE 6,25 Setiap artikel
3. Internasional 3,75 Setiap artikel
4. Nasional 2,5 Setiap artikel
b. Disajikan dalam bentuk poster dan dimuat dalam prosiding yang dipublikasikan
1. Internasional 2.5 Setiap poster Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor dan
undangan
Bukti Kinerja: Sertifikat atau poster
2. Nasional 1.25 Setiap poster
c. Disajikan dalam seminar/webinar/simposium/lokakarya, tetapi tidak dimuat dalam prosiding yang dipublikasikan
1. Internasional 1,25 Setiap karya Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor dan
undangan atau poster kegiatan
2. Nasional 0,75 Setiap karya
29
Bukti Kinerja: Sertifikat dan artikel d. Hasil penelitian/pemikiran yang tidak disajikan dalam seminar/webinar/ simposium/ lokakarya tetapi dimuat dalam prosiding
1. Internasional 2.5 Setiap karya Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor dan
undangan atau poster kegiatan
Bukti Kinerja: Artikel/prosiding atau URL
2. Nasional 1.25 Setiap karya
e. Hasil penelitian/pemikiran yang disajikan dalam koran/majalah populer/ umum
(Mencantumkan informasi sebagai Dosen perguruan tinggi yang bersangkutan)
0,25 Setiap karya Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Poster, Artikel/URL
3 Hasil Penelitian atau pemikiran atau kerjasama industri yang tidak dipublikasikan (tersimpan dalam perpustakaan) yang dilakukan secara melembaga
Pembagian SKS sama antara penulis pertama dan penulis berikutnya. Perhitungan SKS adalah: 25% untuk proposal, 50%
untuk laporan kemajuan, dan 100% untuk laporan akhir.
0,5 Setiap karya Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor atau surat kontrak
Bukti Kinerja: Proposal penelitian atau laporan penelitian
4 Menerjemahkan/menyadur buku ilmiah yang diterbitkan (ber ISBN)
3,75 Setiap buku Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Buku (No.ISBN)
5 Mengedit/menyunting karya ilmiah dalam bentuk buku yang diterbitkan (ber ISBN
2,5 Setiap buku Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Buku (No.ISBN)
6. Membuat rancangan dan karya teknologi/seni yang dipatenkan secara nasional atau internasional
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Sertifikat Paten
1. Internasional (paling sedikit diakui oleh 4 negara) 15 Setiap
rancangan
2. Nasional 10 Setiap
rancangan
7 Membuat rancangan dan karya teknologi/seni yang didaftarkan di Kemenkumham (HAKI)
Tingkat Nasional
5 Setiap HAKI
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor Bukti Kinerja: Sertifikat HAKI
8 Membuat rancangan dan karya teknologi yang tidak dipatenkan
30 Rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan; karya sastra
Tingkat Internasional 5 Setiap
Rancangan
Bukti penugasan: Surat Tugas/SK Rektor
Bukti Kinerja: Rancangan/karya teknologi atau surat keterangan
Tingkat Nasional 3,75 Setiap
Rancangan
Tingkat Lokal 2,5 Setiap
Rancangan
31 C. UNSUR PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
a. Yang dimaksud dengan Pengabdian kepada Masyarakat adalah pengabdian ilmu kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahlian/ilmu dari dosen yang bersangkutan;
b. Pengabdian pada masyarakat harus dilakukan untuk masyarakat di luar kampus.
Kegiatan SKS
Maks
Maks