• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2.3 Perhitungan Tingkat Kecacatan ( Quantitative Cut Set )

Perhitungan tingkat kecacatan ini dilakukan berdasarkan fault tree diagram pada saat sebelum dilakukan evaluasi dengan cut set. Sehingga perhitungannya dimulai dari bawah yaitu probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan. Apabila dilihat pada tabel 4.7 bisa diketahui probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan berat pulp tidak sesuai takaran, yaitu: probabilitas operator kurang berpengalaman (P1) sebesar 0,000303, probabilitas operator terburu-buru

(P2) sebesar 0,000323, probabilitas operator kurang disiplin (P3) sebesar 0,000308,

probabilitas meningkatnya jumlah produksi (P4) sebesar 0,000306 dan probabilitas

setting mesin kurang sesuai (P5) sebesar 0,000337. Dari probabilitas akar-akar

peyebab terjadinya kecacatan dapat dihitung tingkat kejadian berat pulp tidak sesuai takaran dimulai dari akar penyebab yang paling bawah kemudian ke atas, yaitu:

Diketahui probabilitas akar-akar peyebab terjadinya kecacatan: P1 = 0,000303

P2 = 0,000323

P3 = 0,000308

P4 = 0,000306

P5 = 0,000337

Menghitung probabilitas penyebab komposisi bahan baku tidak sesuai (PA0), adalah:

= 0,000303 + 0,000323 + 0,000308 = 0,000934

Menghitung probabilitas penyebab mesin trouble (PA1), adalah:

PA1 = P4 x P5

= 0,000306 x 0,000337 = 0,000000103

Menghitung probabilitas penyebab mesin destroyer terlalu lambat berputar (PA),

adalah: PA = (PA0 + PA1) -(PA0 x PA1) = (0,000934 + 0,000000103) – (0,000934 x 0,000000103) = 0,0009341 – 0,00000009 = 0,00093 PT = PA = 0,00093  0,09%

Dari perhitungan diatas didapatkan probabilitas berat pulp tidak sesuai takaran sebesar 0,00093 atau 0,09%.

Gambar 4.11 Probabilitas Kecacatan Berat Pulp Tidak Sesuai Takaran

4.2.4 Penentuan Kecacatan Fault Tree Analysis (FTA) Lem Yang Keluar Jalur Berdasarkan pada akar-akar penyebab pembentuk terjadinya kecacatan lem yang keluar jalur yang ada pada tabel 4.4 maka bisa dibuat diagram pohon kesalahan, yaitu:

Gambar 4.12 Diagram Pohon Kesalahan Lem Yang Keluar Jalur A A1 A0 4 2 1 3

Berat Pulp Tidak Sesuai Takaran

5 0,000303 0,000323 0,000308 0,000306 0,000337 0,000934 0,000000103 0,00093 A A1 A0 4

Lem Yang Keluar Jalur

Keterangan :

A : Mesin hot glue mengalami kerusakan.

A0 : Mesin trouble

A1 : Penataan asal-asalan

1 : Komposisi bahan baku tidak sesuai 2 : Operator kurang disiplin

3 : Operator terburu-buru

4 : Operator kurang berpengalaman

Penyebab utama terjadinya lem yang keluar jalur disebabkan oleh mesin hot glue belum panas temperaturnya (A). Hal ini disebabkan karena mesin trouble (A0)

dan penataan asal-asalan (A1). Akar penyebab dari mesin trouble (A0) adalah

komposisi bahan baku tidak sesuai (1). Sedangkan akar penyebab dari penataan asal- asalan (A1) adalah operator kurang disiplin (2), operator terburu-buru (3) dan operator

kurang berpengalaman (4).

4.2.5 Penentuan Struktur Kecacatan (CutSetMethod) Lem Yang Keluar Jalur Bentuk struktur kecacatan dari pohon kesalahan (fault tree diagram) pada masing-masing jenis cacat yang terjadi dalam proses produksi, dapat digunakan untuk menemukan susunan kesalahan yang paling minimal menyebabkan timbulnya kecacatan dalam proses produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda berupa huruf pada setiap gerbang yang ada dalam fault tree diagram

untuk kejadian lem yang keluar jalur sebelum melakukan perhitungan probabilitas kejadian kedalam matrik cut set. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam menganalisa pada matrik cut set.

Berikut ini merupakan pembentukan struktur kecacatan dengan menggunakan pohon kesalahan (fault tree diagram) dan cut set untuk kejadian lem yang keluar jalur.

Gambar 4.13 Struktur Kecacatan Lem Yang Keluar Jalur Keterangan :

A : Mesin hot glue mengalami kerusakan. A0 : Mesin trouble

A1 : Penataan asal-asalan

1 : Komposisi bahan baku tidak sesuai 2 : Operator kurang disiplin

3 : Operator terburu-buru

4 : Operator kurang berpengalaman A

A1

A0

3

2 4

Lem Yang Keluar Jalur

1

a. AND

b. OR

d. OR c. AND

Simbol-simbol (huruf) pada masing-masing gerbang akan dijelaskan pada tabel 4.10 berikut ini.

Tabel 4.10 Keterangan Simbol-Simbol (Huruf) Dalam Struktur Kecacatan Lem Yang Keluar Jalur

Simbol Keterangan

A

Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan lem yang keluar jalur dengan penyebabnya.

B

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan kejadian mesinhot gluekurang panas temperaturnyadenganpenyebabnya.

C

. Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan kejadian mesin trouble dengan penyebabnya.

D

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan kejadian penataan asal-asalan dengan penyebabnya

Setelah gerbang dalam fault tree diagram diberi tanda dengan menggunakan huruf (a, b, c, dan d) maka huruf tersebut dimasukkan ke dalam matrik cut set sesuai dengan prosedur cut set method yang sudah ditetapkan, dengan ketentuan:

1. Gerbang OR : Pemetaan dalam matrik berarah vertikal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara tidak serempak.

2. Gerbang AND : Pemetaan dalam matrik berarah horizontal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara bersama-sama.

Sehingga bentuk matrik cut set dari fault tree diagram untuk kejadian lem yang keluar jalur adalah sebagai berikut:

Gambar 4.14 Matrik Cut Set Dan Minimal Cut Set Untuk Lem Yang Keluar Jalur Dari gambar 4.14 dapat diketahui bahwa kejadian lem yang keluar jalur diturunkan (break down) melalui gerbang AND yang disimbolkan dengan huruf (a) menjadi kejadian penyebab kecacatan yaitu mesin hot glue kurang panas temperaturnya (b), kejadian ini dikarenakan mesin trouble (c) dan penataan asal- asalan (d) digambarkan dengan gerbang OR, sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara vertikal karena kedua penyebab terjadi tidak secara bersamaan melainkan salah satu penyebab terjadi terlebih dahulu.

Penyebab kecacatan pada kejadian mesin trouble (c) dikarenakan komposisi bahan baku tidak sesuai (1) digambarkan dengan gerbang AND, sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara horizontal karena kejadian yang terjadi satu penyebab.  b                                                                          a                                                                          c               d                                                            1              d                                                           1               2               3               4                            

Sedangkan penataan asal-asalan (d) digambarkan dengan gerbang OR sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara vertikal karena ketiga penyebab yaitu operator kurang disiplin (2), operator terburu-buru (3) dan operator kurang berpengalaman (4) terjadi secara tidak bersama, sehingga dalam cut set digambarkan secara vertikal.

Hasil minimal cut set digambarkan kembali dalam fault tree diagram yang telah disederhanakan yang disebut dengan equivalent fault tree, yang dapat dilihat pada gambar 4.15, agar dapat diketahui secara jelas hasil evaluasi dari fault tree diagram sebelumnya. Dalam equivalent fault tree, akar penyebab 1 membentuk gerbang AND sedangkan akar penyebab 2, 3 dan 4 membentuk gerbang OR.

Gambar 4.15 Equivalent Fault Tree Lem Yang Keluar Jalur

Setelah melakukan evaluasi terhadap hasil minimal cut set maka dapat dianalisa bahwa pembentuk terjadinya lem yang keluar jalur adalah terdiri dari 1 (satu) penyebab primer dan 4 (empat) penyebab dasar (akar penyebab). Dimana akar penyebab 1 secara langsung membentuk terjadinya lem yang keluar jalur, sedangkan akar penyebab 2,3dan4dimanaketiganya terjadi secara bersamaan.

A0

3

2 4

Lem Yang Keluar Jalur

4.2.6 Perhitungan Tingkat Kecacatan (Quantitative Cut Set) Lem Yang Keluar Jalur

Perhitungan tingkat kecacatan ini dilakukan berdasarkan fault tree diagram pada saat sebelum dilakukan evaluasi dengan cut set. Sehingga perhitungannya dimulai dari bawah yaitu probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan. Apabila dilihat pada tabel 4.7 bisa diketahui probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan lem yang keluar jalur, yaitu: probabilitas komposisi bahan baku tidak sesuai (P1) sebesar 0,000305, probabilitas operator kurang disiplin (P2)

sebesar 0,000308, probabilitas operator terburu-buru (P3) sebesar 0,000323, dan

probabilitas operator kurang berpengalaman (P4) sebesar 0,000303 Dari probabilitas

akar-akar peyebab terjadinya kecacatan dapat dihitung tingkat kejadian lem yang keluar jalur dimulai dari akar penyebab yang paling bawah kemudian ke atas, yaitu: Diketahui probabilitas akar-akar peyebab terjadinya kecacatan:

P1 = 0,000305

P2 = 0,000308

P3 = 0,000323

P4 = 0,000303

Menghitung probabilitas penyebab mesin trouble (PA0), adalah:

PA0 = P1

= 0,000305

PA1 = P2 + P3 + P4

= 0,000308 + 0,000323 + 0,000303 = 0,000934

Menghitung probabilitas penyebab mesin hot glue mengalami kerusakan (PA), adalah:

PA = (PA0 + PA1) -(PA0 x PA1)

= (0,000305 + 0,000934) – (0,000305 x 0,000934) = 0,001239 – 0,000000284

= 0,00124

PT = PA = 0,00124  0,12 %

Dari perhitungan diatas didapatkan probabilitas kejadian lem yang keluar jalur sebesar 0,00124 atau 0,12 %

Gambar 4.16 Probabilitas Lem Yang Keluar Jalur

0,000305 A A1 A0 3 2 4

Lem Yang Keluar Jalur

1

0,000305

0,000308 0,000323 0,000303

0,000934 0,00124

4.2.7Penentuan Kecacatan Fault Tree Analysis (FTA) Pelipatan Kurang Normal Berdasarkan pada akar-akar penyebab pembentuk terjadinya kecacatan pelipatan kurang normal yang ada pada table 4.5 maka bisa dibuat diagram pohon kesalahan, yaitu:

Gambar 4.17 Diagram Pohon Kesalahan Pelipatan Kurang Normal Keterangan :

A : Mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya A0 : Operator terburu-buru

A1 : Setting mesin kurang sesuai

1 : Pergantian operator 2 : Operator kurang sehat 3 : Operator kurang disiplin 4 : Meningkatnya jumlah produksi 5 : Operator kurang berpengalaman

A A1 A0 4 2 1 3

Pelipatan Kurang Normal

Penyebab utama terjadinya pelipatan kurang normal disebabkan oleh mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya (A). Hal ini disebabkan karena operator terburu-buru (A0) dan setting mesin kurang sesuai (A1).

Akar penyebab dari operator terburu-buru (A0) adalah pergantian operator (1),

operator kurang sehat (2) dan operator kurang disiplin (3). Sedangkan akar penyebab dari setting mesin kurang sesuai (A1) adalah meningkatnya jumlah produksi (4) dan

operator kurang berpengalaman (5).

4.2.8Penentuan Struktur Kecacatan (Cut Set Method) Pelipatan Kurang Normal

Bentuk struktur kecacatan dari pohon kesalahan (fault tree diagram) pada masing-masing jenis cacat yang terjadi dalam proses produksi, dapat digunakan untuk menemukan susunan kesalahan yang paling minimal menyebabkan timbulnya kecacatan dalam proses produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda berupa huruf pada setiap gerbang yang ada dalam fault tree diagram untuk kejadian pelipatan kurang normal sebelum melakukan perhitungan probabilitas kejadian kedalam matrik cut set. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam menganalisa pada matrik cut set.

Berikut ini merupakan pembentukan struktur kecacatan dengan menggunakan pohon kesalahan (fault tree diagram) dan cut set untuk kejadian pelipatan kurang normal.

Gambar 4.18 Struktur Kecacatan Pelipatan Kurang Normal Keterangan :

A : Mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya A0 : Operator terburu-buru

A1 : Setting mesin kurang sesuai

1 : Pergantian operator 2 : Operator kurang sehat 3 : Operator kurang disiplin 4 : Meningkatnya jumlah produksi 5 : Operator kurang berpengalaman

Simbol-simbol (huruf) pada masing-masing gerbang akan dijelaskan pada tabel 4.11 berikut ini.

a AND b OR d AND A A1 A0 4 2 1 3

Pelipatan Kurang Normal

5

Tabel 4.11 Keterangan Simbol-Simbol (Huruf) Dalam Struktur Kecacatan Pelipatan Kurang Normal

Simbol Keterangan

A

Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan pelipatan kurang normal.

B

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya dengan

penyebabnya.

C

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan kejadian operator terburu-buru dan penyebabnya.

D

Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan kejadian setting mesin kurang sesuai dan penyebabnya.

Setelah gerbang dalam fault tree diagram diberi tanda dengan menggunakan huruf (a, b, c, dan d) maka huruf tersebut dimasukkan ke dalam matrik cut set sesuai dengan prosedur cut set method yang sudah ditetapkan, dengan ketentuan:

1. Gerbang OR : Pemetaan dalam matrik berarah vertikal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara tidak serempak.

2. Gerbang AND : Pemetaan dalam matrik berarah horizontal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara bersama-sama.

Sehingga bentuk matrik cut set dari fault tree diagram untuk kejadian pelipatan kurang normal adalah sebagai berikut:

Gambar 4.19 Matrik Cut Set Dan Minimal Cut Set Untuk Pelipatan Kurang Normal Dari gambar 4.19 dapat diketahui bahwa kejadian pelipatan kurang normal diturunkan (break down) melalui gerbang AND yang disimbolkan dengan huruf (a) menjadi kejadian penyebab kecacatan yaitu mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya (A), kejadian ini dikarenakan operator terburu-buru (A0) dan setting mesin tidak sesuai (A1)

Operator terburu-buru (A0) dikarenakan pergantian operator (1), operator

kurang sehat (2) dan operator kurang disiplin (3) digambarkan dengan gerbang OR, sehinggadalammatrik cut setdigambarkansecara vertikal karena ketiga penyebab terjadi tidak secara bersama tetapi salah satu penyebab terjadi terlebih dahulu.

Sedangkan pada penyebab kecacatan pada kejadian setting mesin tidak sesuai (A1) digambarkan dengan gerbang AND sehingga dalam matrik cut set digambarkan

secara horisontal karena hanya ada kedua penyebab yaitu meningkatnya jumlah produksi (4) dan operator kurang berpengalaman (5).

b                                                                          a                                                                           c               d                                                           1          2          3          d                    1          2          3          4  5                 

Hasil minimal cut set digambarkan kembali dalam fault tree diagram yang telah disederhanakan yang disebut dengan equivalent fault tree, yang dapat dilihat pada gambar 4.20, agar dapat diketahui secara jelas hasil evaluasi dari fault tree diagram sebelumnya. Dalam equivalent fault tree, akar penyebab 1, 2 dan 3 membentuk gerbang OR sedangkan akar penyebab 4 dan 5 membentuk gerbang AND.

Gambar 4.20 Equivalent Fault Tree Pelipatan Kurang Normal

Setelah melakukan evaluasi terhadap hasil minimal cut set maka dapat dianalisa bahwa pembentuk terjadinya pelipatan kurang normal adalah terdiri dari 1 (satu) penyebab primer dan 5 (lima) penyebab dasar (akar penyebab). Dimana akar penyebab 1, 2 dan 3 secara tidak bersama membentuk terjadinya pelipatan kurang normal, sedangkan akar penyebab 4 dan 5 secara bersama.

A1

4 2

1 3

Pelipatan Kurang Normal

4.2.9Perhitungan Tingkat Kecacatan (Quantitative Cut Set) Pelipatan Kurang Normal

Perhitungan tingkat kecacatan ini dilakukan berdasarkan fault tree diagram pada saat sebelum dilakukan evaluasi dengan cut set. Sehingga perhitungannya dimulai dari bawah yaitu probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan. Apabila dilihat pada tabel 4.7 bisa diketahui probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan lem yang keluar jalur, yaitu: probabilitas pergantian operator (P1) sebesar 0,000314, probabilitas operator kurang sehat (P2) sebesar 0,000301,

probabilitas operator kurang disiplin (P3) sebesar 0,000308, probabilitas

meningkatnya jumlah produksi (P4) sebesar 0,000306 dan probabilitas operator

kurang berpengalaman (P5) sebesar 0,000303. Dari probabilitas akar-akar peyebab

terjadinya kecacatan dapat dihitung tingkat kejadian berat pulp tidak sesuai takaran dimulai dari akar penyebab yang paling bawah kemudian ke atas, yaitu:

Diketahui probabilitas akar-akar peyebab terjadinya kecacatan: P1 = 0,000314

P2 = 0,000301

P3 = 0,000308

P4 = 0,000306

P5 = 0,000303

Menghitung probabilitas penyebab operator terburu-buru (PA0), adalah

= 0,000314 + 0,000301 + 0,000308 = 0,00924

Menghitung probabilitas penyebab setting mesin kurang sesuai (PA1), adalah:

PA1 = P4 x P5

= 0,000306 x 0,000303 = 0,000000092

Menghitung probabilitas penyebab mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya (PA):

PA = (PA0 + PA1) -(PA0 x PA1)

= (0,00924 + 0,000000092) – (0,00924 x 0,000000092) = 0,000924 – 0,00000000008

= 0,00092

PT = PA = 0,00092  0,09 %

Dari perhitungan diatas didapatkan probabilitas pelipatan kurang normal sebesar 0,00092 atau 0,09 %.

Gambar 4.21 Probabilitas Pelipatan Kurang Normal

4.2.10 Penentuan Kecacatan Fault Tree Analysis (FTA) Pres Kurang Tebal Berdasarkan pada akar-akar penyebab pembentuk terjadinya kecacatan pres kurang tebal yang ada pada tabel 4.6 maka bisa dibuat diagram pohon kesalahan, yaitu:

Gambar 4.22 Diagram Pohon Kesalahan Bentuk Pres Kurang Tebal A A1 A0 4 2 1 3

Pelipatan Kurang Normal

5 0,000314 0,000301 0,000308 0,000306 0,000303 0,000924 0,000000092 0,00092 A A1 A0 1 2 3 5

Pres Kurang Tebal

Keterangan :

A : Mesin wapping mengalami kerusakan. Ao : Mesin trouble

A1 : Penataan asal-asalan

1 : Setting mesin kurang sesuai 2 : Operator kurang sehat

3 : Operator kurang berpengalaman 4 : Pergantian operator

5 : Meningkatnya jumlah produksi

Penyebab utama terjadinya pres kurang tebal disebabkan oleh mesin wapping mengalami kerusakan (A). Hal ini disebabkan karena mesin trouble (A0) dan penataan

asal-asalan (A1). Akar penyebab mesin trouble (A0) adalah setting mesin kurang

sesuai (1). Sedangkan akar penyebab dari penataan asal-asalan (A1) adalah operator

kurang sehat (2), operator kurang berpengalaman(3), pergantian operator (4) dan meningkatnya jumlah produksi (5).

4.2.11Penentuan Struktur Kecacatan (Cut Set Method) Pres Kurang Tebal Bentuk struktur kecacatan dari pohon kesalahan (fault tree diagram) pada masing-masing jenis cacat yang terjadi dalam proses produksi, dapat digunakan untuk menemukan susunan kesalahan yang paling minimal menyebabkan timbulnya kecacatan dalam proses produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda berupa huruf pada setiap gerbang yang ada dalam fault tree diagram

untuk kejadian pres kurang tebal sebelum melakukan perhitungan probabilitas kejadian kedalam matrik cut set. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam menganalisa pada matrik cut set.

Berikut ini merupakan pembentukan struktur kecacatan dengan menggunakan pohon kesalahan (fault tree diagram) dan cut set untuk kejadian pres kurang tebal.

Gambar 4.23 Struktur Kecacatan Pres Kurang Tebal Keterangan :

A : Mesin wapping mengalami kerusakan. A0 : Mesin trouble

A1 : Penataan asal-asalan

1 : Setting mesin kurang sesuai 2 : Operator kurang sehat

b OR a AND d OR c AND A A1 A0 1 2 3 5

Pres Kurang Tebal

3 : Operator kurang berpengalaman 4 : Pergantian operator

5 : Meningkatnya jumlah produksi

Simbol-simbol (huruf) pada masing-masing gerbang akan dijelaskan pada tabel 4.12 berikut ini.

Tabel4.12KeteranganSimbol-Simbol(Huruf) Dalam Struktur Kecacatan Pres Kurang Tebal. Simbol Keterangan

A

Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan bentuk pres kurang tebal.

B

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan kejadian mesin wapping mengalami kerusakan dengan penyebabnya.

C

Huruf pengganti gerbang AND yang menghubungkan kejadian mesin trouble dengan penyebabnya.

D

Huruf pengganti gerbang OR yang menghubungkan kejadian penataan asal-asalan dengan penyebabnya.

Setelah gerbang dalam fault tree diagram diberi tanda dengan menggunakan huruf ( a, b, c, dan d ) maka huruf tersebut dimasukkan ke dalam matrik cut set sesuai dengan prosedur cut set method yang sudah ditetapkan, dengan ketentuan:

1. Gerbang OR : Pemetaan dalam matrik berarah vertikal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara tidak serempak.

1. Gerbang AND : Pemetaan dalam matrik berarah horizontal dan menggambarkan kejadian yang terjadi secara bersama-sama.

Sehingga bentuk matrik cut set dari fault tree diagram untuk kejadian bentuk kejadian pres kurang tebal adalah sebagai berikut:

Gambar 4.24 Matrik Cut Set Dan MinimalCut Set Pres Kurang Tebal

Dari gambar 4.24 dapat diketahui bahwa kejadian pres kurang tebal diturunkan (break down) melalui gerbang AND yang disimbolkan dengan huruf (a) menjadi kejadian penyebab kecacatan yaitu mesin wapping mengalami kerusakan (b), kejadian ini dikarenakan mesin trouble (A0) dan penataan asal-asalan (A1)

digambarkan dengan gerbang OR, sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara vertikal karena kedua penyebab terjadi tidak secara bersamaan melainkan salah satu penyebab terjadi terlebih dahulu.

Mesin trouble (A0) dikarenakan setting mesin kurang tepat (1) digambarkan

dengan gerbang AND, sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara horisontal karena terjadi satu penyebab.

 b                                                                          a                                                                          c               d                                                            1              d                                                            1               2               3               4               5             

Sedangkan pada penyebab kecacatan pada kejadian penataan asal-asalan (A1)

digambarkan dengan gerbang OR sehingga dalam matrik cut set digambarkan secara vertikal karena keempat penyebab yaitu operator kurang sehat (2), operator kurang berpengalaman (3), pergantian operator (4) dan meningkatnya jumlah produksi (5) terjadi tidak secara bersamaan.

Hasil minimal cut set digambarkan kembali dalam fault tree diagram yang telah disederhanakan yang disebut dengan equivalent fault tree, yang dapat dilihat pada gambar 4.25, agar dapat diketahui secara jelas hasil evaluasi dari fault tree diagram sebelumnya. Dalam equivalent fault tree, akar penyebab 1 membentuk gerbang AND sedangkan akar penyebab 2, 3, 4 dan 5 membentuk gerbang OR.

Gambar 4.25 Equivalent Fault Tree Pres Kurang Tebal

Setelah melakukan evaluasi terhadap hasil minimal cut set maka dapat dianalisa bahwa pembentuk terjadinya pres kurang tebal adalah terdiri dari 1 (satu) penyebab primer dan 5 (lima) penyebab dasar (akar penyebab). Dimana akar penyebab

A0

1 2 3 5

Pres Kurang Tebal

1 langsung membentuk terjadinya pres kurang tebal, sedangkan akar penyebab 2, 3,4dan5dimanakeempatnyamembentukkejadiansecara bersamaan.

4.2.12 Perhitungan Tingkat Kecacatan (Quantitative Cut Set) Pres Kurang Tebal Perhitungan tingkat kecacatan ini dilakukan berdasarkan fault tree diagram pada saat sebelum dilakukan evaluasi dengan cut set. Sehingga perhitungannya dimulai dari bawah yaitu probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan. Apabila dilihat pada tabel 4.7 bisa diketahui probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya kecacatan lem yang keluar jalur, yaitu: probabilitas setting mesin kurang sesuai (P1) sebesar 0,000337, probabilitas operator kurang sehat (P2) sebesar

0,000301, probabilitas operator kurang berpengalaman (P3) sebesar 0,000303,

probabilitas pergantian operator (P4) sebesar 0,000314 dan probabilitas

meningkatnya jumlah produksi (P5) sebesar 0,000306. Dari probabilitas akar-akar

peyebab terjadinya kecacatan dapat dihitung tingkat kejadian berat pulp tidak sesuai takaran dimulai dari akar penyebab yang paling bawah kemudian ke atas, yaitu:

Diketahui probabilitas akar-akar peyebab terjadinya kecacatan:

P1 = 0,000337

P2 = 0,000301

P3 = 0,000303

P4 = 0,000314

Menghitung probabilitas penyebab mesin trouble (PA0), adalah:

PAo = P1 = 0,000337

Menghitung probabilitas penyebab penataan asal-asalan (PA1), adalah:

PA1 = P2 + P3 + P4 + P5

= 0,000301 + 0,000303 + 0,000314 + 0,000306 = 0,001225

Menghitung probabilitas penyebab mesin wapping mengalami kerusakan (PA), adalah:

PA = (PA0 + PA1) -(PA0 x PA1)

= (0,000337 + 0,001225) – (0,000337 x 0,001225) = 0,001562 – 0,00000412

= 0,00152

PT = PA = 0,00152  0,15 %

Dari perhitungan diatas didapatkan probabilitas kejadian pres kurang tebal sebesar 0,00152 atau 0,15 %

Gambar 4.26 Probabilitas Pres Kurang Tebal

Tabel 4.13 Rangkuman hasil perhitungan probabilitas untuk tiap jenis cacat

No Jenis cacat Nilai probabilitas Persentase

1 Berat pulp tidak sesuai takaran 0,00152 0,15

2 Lem yang keluar jalur 0,00124 0,12

3 Pelipatan kurang normal 0,00093 0,09

4 Pres kurang tebal 0,00092 0,09

4.3 Analisa Hasil

Dari pengolahan data yang telah dilakukan maka didapatkan hasil probabilitas dengan struktur kecacatan yang minimal. Setelah masing-masing dari bentuk kejadian kecacatan dan penyebabnya-penyebabnya teridentifikasi dan dianalisa maka didapatkan pembahasan sebagai berikut:

1. Berat Pulp Tidak Sesuai Takaran.

Penyebab utama terjadinya kecacatan pada berat pulp tidak sesuai takaran

0,000337 0,00152 0,001225 0,000337 A A1 Ao 1 3 2 5

Pres Kurang Tebal

4

disebabkan oleh kemampuan mesin destroyer terlalu lambat berputar. Hal ini disebabkan karena komposisi bahan baku tidak sesuai dan mesin trouble. Hal yang menyebabkan komposisi bahan baku tidak sesuai disebabkan operator kurang berpengalaman, operator terburu-buru dan operator kurang disiplin. Sedangkan hal yang menyebabkan mesin trouble disebabkan oleh meningkatnya jumlah produksi dan setting mesin kurang sesuai.

Hasil perhitungan kecacatan yang dilakukan menghasilakan nilai probabilititas sebesar 0,00093 atau 0,09 % selama 3 bulan proses produksi.

2. Lem Yang Keluar Jalur.

Penyebab utama terjadinya lem yang keluar jalur disebabkan oleh mesin hot glue belum panas temperaturnya. Hal ini disebabkan karena mesin trouble dan penataan asal-asalan. Hal yang menyebabkan mesin trouble bisa disebabkan karena komposisi bahan baku tidak sesuai. Sedangkan penataan asal-asalan disebabkan oleh operator kurang disiplin, operator terburu-buru dan operator kurang berpengalaman.

Hasil perhitungan kecacatan yang dilakukan menghasilakan nilai probabilititas sebesar 0,00124 atau 0,12 % selama 3 bulan proses produksi.

3. Pelipatan Kurang Normal

Penyebab utama terjadinya pelipatan kurang normal disebabkan oleh mesin pres cremping mengalami kerusakan pada salah satu atau kedua sisinya. Hal ini disebabkan karena operator terburu-buru dan setting mesin tidak sisinya. Hal yang menyebabkan operator terburu-buru bisa disebabkan oleh pergantian operator,

operator kurang sehat dan operator kurang disiplin. Sedangkan hal yang menyebabkan setting mesin kurang sesuai adalah meningkatnya jumlah produksi dan operator kurang berpengalaman.

Hasil perhitungan kecacatan yang dilakukan menghasilakan nilai probabilititas sebesar 0,00092 atau0,09%selama3 bulan proses produksi.

4. Pres Kurang Tebal

Penyebab utama terjadinya pres kurang tebal disebabkan oleh mesin wapping mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan karena mesin trouble dan penataan asal- asalan. Hal yang menyebabkan mesin trouble adalah setting mesin kurang sesuai. Sedangkan hal yang menyebabkan penataan asal-asalan adalah operator kurang sehat, operator kurang berpengalaman, pergantian operator, dan meningkatnya jumlah produksi.

Hasil perhitungan kecacatan yang dilakukan menghasilakan nilai probabilititas sebesar 0,00152 atau 0,15 % selama 3 bulan proses produksi.

Dalam skala probabilitas, kejadian keempat jenis cacat tersebut termasuk dalam kriteria 1 in 100 yang berarti kejadian yang sangat mungkin terjadi , dan urutan kejadian dari keempat jenis cacat yang paling sering terjadi adalah:

1. Pres Kurang Tebal

Dalam waktu selama 3 bulan proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0,00152 atau 0,15 %.

Dalam waktu selama 3 bulan proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0,00124 atau 0,12 %.

3. Berat Pulp Tidak Sesuai Takaran

Dalam waktu selama 3 bulan proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0,00093 atau 0,09 %.

4. Pelipatan Kurang Normal

Dalam waktu selama 3 bulan proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0,00092 atau 0,09 %.

Dari keempat jenis cacat yang perlu mendapat perhatian untuk dilakukan perbaikan pada sistem produksinya berdasarkan nilai probabilitas tertinggi adalah peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian pres kurang tebal, karena peluang terjadinya cacat paling besar dibandingkan dengan jenis cacat yang lainnya. Kemudian berturut-turut adalah lem yang keluar jalur, berat pulp tidak sesuai takaran, dan pelipatan kurang normal.

Sehingga jika proses produksi tetap dilakukan dengan kondisi yang sama

Dokumen terkait