NOA Tahun
E. Perhitungan Titik Koordinat pada Sumbu X Dan Y
Dalam pembuatan diagram matriks SWOT juga harus dapat ditemukan dahulu titik koordinat x dan y, maka dapat digunakan dengan perhitungan formulasi sebagai berikut:
1. Melakukan pengurangan antara jumlah Total Bobot × Rating faktor S dengan total Bobot × Rating faktor W (Selisish Total Kekuatan – Total Kelemahan = S – W = x). Berikut ini tata cara perhitungannya:
Diketahui : Total kekuatan (S) = 1,87 Total Kelemahan (W) = 0,54
Ditanya : berapakah titik koordinat sumbu x...? Jawab : Titik koordinat x = 1,87 – 0,54
= 1,33
Jadi, titik koordinat sumbu x berada pada titik 1,33.
2. Pengurangan antara jumlah Total Bobot × Rating faktor O dengan total Bobot × Rating faktor T (Selisish Total Peluang – Total Ancaman = O – T = y)
Diketahui : Total Peluang (O) = 1,16 Total Kelemahan (T) = 1,06
Ditanya : berapakah titik koordinat sumbu y...? Titik koordinat y = 1,16 – 1,06
= 0,10
Jadi, titik koordinat sumbu y berada pada titik 0,10.
3. Ketemulah posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x, y) pada kuadran SWOT.
4. Kemudian, dibuatlah juga bentuk matriks dari jumlah (bobot×rating) masing-masing S, W, O dan T agar mengetahui dimana posisi dari perusahaan ini.
Gambar 3.2
Diagram Matriks SWOT Kinerja Account officer Mikro
Keterangan dari Warna Garis:
= titik posisi kekuatan = titik posisi kelemahan = titik posisi ancaman = titik posisi peluang
= titik posisi koordinat sumbu x dan y
S W T (x,y) = (1,33), (0,10) O Kuadran I Kuadran II Kuadran IV Kuadran III S= 1,87 W= 0,54 T= 1,06 O= 1,16
Dari Gambar Diagram 3.2 diatas, dapat diketahui bahwa hasil kinerja Account officer mikro masih berada dalam posisi aman atau dalam kondisi yang positif yaitu posisi sumbu x dan y terletak pada Kuadran I. Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang, Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi baik sehingga sangat dimungkinkan untuk bisa terus berusaha melakukan perubahan yang lebih baik lagi, memperluas jumlah pertumbuhan dan berkemungkinan dapat meraih target dalam memasarkan produk Bjb Mikro Utama secara maksimal. Kuadran I adalah posisi yang sangat bagus, dimana terdapat indikasi peluang yang begitu besar bagi Account officer dalam hal melakukan salah satu tugasnya yaitu sebagai tenaga pemasar (marketing) produk Bjb Mikro Utama yang ditawarkan kepada seluruh calon debitur UMKM di wilayah Surakarta yang membutuhkan modal untuk usahanya. Hal ini merupakan situasi yang menguntungkan. Bagi Bank bjb Cabang Surakarta dikarenakan memiliki peluang yang cukup lumayan baik untuk melakukan faktor-faktor yang dimiliki oleh kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Adapun strategi yang tepat untuk digunakan dalam kondisi ini adalah disisi kinerja Account officer mikro harus dimaksimalkan lagi dalam hal memasarkan produk Bjb Mikro Utama agar pertumbuhan jumlah debitur dapat meningkat di setiap tahunnya dengan cara memanfaatkan peluang yang ada bagi Account officer mikro dalam memasarkan
produknya dan berusaha untuk bisa bersaing dengan bank-bank yang berdiri di wilayah Surakarta terutama Bank Jateng. Bank Jateng merupakan banknya milik daerah jawa tengah sehingga sebagian besar masyarakat Surakarta dikuasai oleh Bank Jateng.
5. Setelah diketahui posisi, selanjutnya yang terakhir adalah memberikan saran dan solusi.
1) Saran dan solusi bagi Account officer dalam memasarkan produk Bjb Mikro Utama, diantaranya sebagai berikut:
a) Sebaiknya ada pemikiran-pemikiran mengenai inovasi baru dalam hal memasarkan produk Bjb Mikro Utama agar para pelaku UMKM wilayah Surakarta tertarik untuk mengambil kredit di Bank bjb. Inovasi baru bisa dilakukan dengan cara yaitu dipasangnya spanduk-spanduk mengenai produk Bjb Mikro Utama minimal di sekitar kantor Bank bjb Cabang Surakarta dan sekitar Jalan Slamet Riyadi kemudian menyampaikan sekilas mengenai kredit Bjb Mikro Utama dengan iklan di Radio Solo.
b) Sebaiknya ada peningkatan kualitas kerja dengan memberikan dukungan yang lebih, misalnya: pemberian motivasi setiap hari sebelum terjun kepangsa pasar UMKM dan dapat ditingkatkan lagi dalam hal pemberian pelatihan dan pendidikan mengenai pemasaran, dilakukan secara periodik maupun secara triwulan.
c) Seharusnya Bank bjb Surakarta memberikan awards atau penghargaan bagi Account officer yang berprestasi. Penghargaan tersebut dapat diberikan berupa pemberian bonus yang setara dengan hasil kerja keras dan prestasi yang telah dicapai Account officer dalam memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal itu dilakukan agar dapat memberikan semangat yang tinggi untuk Account officer dalam memasarkan produk Bjb Mikro Utama.
d) Account officer harus tetap mempertahankan kualitasnya dengan memberikan layanan yang lebih baik agar dapat mempertahankan debitur lama.
e) Dalam hal SDM mengenai jumlah Account officer saat ini kurang maka dari itu diharapakan ada penambahan lagi jumlah Account officer atau marketing sehingga dapat menghasilkan pencapaian 100% sesuai target yang telah ditetapkan.
b. Analisis SWOT Menggunakan Pendekatan Kualitatif
Analisis SWOT menggunakan metode pendekatan kualitatif merupakansebuah alat pencocokan yang penting yang membantu para manajer mengembangkan empat jenis strategi yaitu diantaranya sebagai berikut:
Strategi SO (kekuatan-peluang) strategi WO (kelemahan-peluang) strategi ST (kekuatan-ancaman)
strategi WT (kelemahan-ancaman)
Dalam membuat metode kualitatif ini cukup berbeda dengan analisis yang telah dilakukan sebelumnya yaitu dengan metode kuantitatif. Untuk membedakan diantara kedua metode tersebut yaitu adanya atau tidak penilaian angka dengan scoring dan rating. Cara untuk membuat matriks SWOT yaitu dengan cara mencocokkan faktor-faktor eksternal dan internal utama merupakan bagian tersulit dalam mengembangkan Matriks SWOT dan membutuhkan penilaian yang baik, dan tidak ada satupun panduan yang paling benar (David, 2009:327). Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Kearns menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemuan antara faktor-faktor internal dan eksternal. Berikut ini akan disajikan faktor-faktor yang dikelompokkan dari beberapa strategi diantaranya yaitu strategi kekuatan, strategi kelemahan, strategi peluang dan strtaegi ancaman kemudian dihubungkan antara SO, WO, ST, dan WT, setelah itu dimasukkan kedalam bentuk diagram gambar matriks SWOT yang berkaitan dengan kinerja account officer dalam memasarkan produk Bjb Mikro Utama.
Gambar 3.3
Matriks SWOT pada kinerja Account officer dalam memasarkan produk Bjb Mikro Utama di Bank bjb Kantor Cabang Surakarta
FAKTOR INTERNAL (IFAS) FAKTOR EKSTERNAL (EFAS) STRENGTHS (S)