LANDASAN TEORI
C. Perilaku Belajar dalam Pembelajaran
1. Pengertian Perilaku Belajar dalam Pembelajaran
Perilaku belajar adalah suatu perbuatan, aktivitas atau respon baik itu reaksi, tanggapan, jawaban atau balasan yang dilakukan oleh suatu organisme.Secara khusus pengertian perilaku adalah bagian dari suatu kesatuan pola reaksi.Pengertian perilaku menurut para ahli adalah Walgito perilaku adalah suatu aktivitas yang mengalami perubahan dalam diri individu.Perubahan itu dapat dalam segi kognitif, afektif, dan dalam segi psikomotorik.Sedangkan menurut Bimo Walgito perilaku adalahaktivias individu dalam artian segala bentuk aktivitas yang dikerjakan oleh individu. (Muhabidin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pedekatan Baru, 2004).
Syaiful Bahri menjelaskan bahwa belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah berkhirnya aktifitas belajar, walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan kategori belajar. Sedangkan pengertian secara psikologis, belajar adalah suatu proses perubahan yaitu perubahan tingah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. (Syaiful bahri, dan Aswan Zain, 2002: 66)
Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa bahwa belajar pada dasarnya adalah poses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalamn yang terjadi dalam diri seseorang baik sifat maupun sejenisnya. Tapi tidak semua perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar, yang dalam artian bahwa kata change atau “perubahan” yang berarti seseorang telah mengalami proses belajar, maka akan mengalami perubahan tingkah laku, dilihat dari beberapa aspek pengetahuan bahwa dari yang tidak mengerti menjadi mengerti dari yang tidak pandai menjadi pandai.
Sedangkan Perilaku Belajar dalam pembelajaran adalah semua aktifitas siswa dalam rangka memperoleh pemahaman, tingkah laku
baru individu dalam mencapai tujuan tertentu dalam proses pembelajaran. Perubahan yang terjadi dapat berupa hal baru atau peningkatan pemahaman yang sudah ada (Muhammad Ali, Guru dalam Proses Belajar Mengajar: 15).
Dalam perilaku belajar, siswa memiliki kecendrungan perilaku yang berbeda-beda tiap individunya. Perilaku bisa perilaku di dalam kelas, perilaku dirumah atau kos, membaca buku, mencatat, dan mengunjungi pustaka, perilaku belajar bisa juga dikaitkan dengan aktivitas belajar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar dalam pembelajaran adalah suaru aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.
2. Bentuk- bentuk Perilaku Belajar Siswadalam pembelajaran PAI Perilaku belajar merupakan kebiasaan belajar yang dilakukan secara berulang- ulang oleh individu sehingga menjadi otomatis atau berlangsung secara spotan. Bentuk- bentuk peilaku belajar tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kebiasan Mengikuti Proses Pembelajaran
Belajar merupakan suatu proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuannya bukan proses pasif yang hanya mendengar ceramah. Dengan mengikuti proses pembelajaran, siswa pastilahmemiliki kebiasaan yang berbeda. Hal ini dilakukan agar siswa mendapatkan ilmu serta nilai yang baik.
b. Kegiatan membaca buku
Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan. Dengan membaca buku maka ilmu akan terbuka sehingga siswa akan siap menerima tambahan ilmu sesuai dengan yang dibaca. Mahardika mengatakan “tiga manfaat membaca buku yaitu untuk meluaskan
pengetahuan, sebagai bahan pembanding, dan untuk mendorong lebih lanjut kegiatan belajar”
c. Perilaku mengunjungi perpustakaan
Perpustakaan merupakan tempat untuk menemukan buku- buku sebagai sumber belajar. Dengan memanfaakan perpustakaan dengan baik maka siswa akan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. (Jurnal Arisandi, bentuk- bentuk perilaku belajar, diakses pada jum’at 06 juli 2018)
d. Kebiasaan menghadapi ujian
Ujian merupakan hal yang dialami siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Dengan melakukan ujian, maka dapat dilihat efektifitas proses pembelajaran yang telah dilakukan. Surachmad dalam Fayati mengatakan kebiasaannya adalah sebagai berikut:
1) Membaca catatan secara teratur 2) Belajar teratur, baik, dan disiplin
3) Jangan gugup dan bingung dalam mengadapi ujian. (Djamarah, psikologi belajar: 97)
3. Faktor- faktor yang mempengauhi perilaku belajar siswa dalam Pembelajaran PAI
Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu:
a. Faktor internal 1) Fisiologis
Yang menandai tingkat kebugaran organ tubuh dan sendi- sendinya dapat menpengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.Kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas ranah cipta kognitif sehingga materi yang dipelajari tidak berbekas.
2) Psikologis a) Intelgensi
Pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko- fisik untuk mereaksi rangsangan atau respon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek barang dan sebagainya, baik secaa positif maupun negatif.
b) Sikap
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecendrungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara relatif tetap terhadap objek barang dan sebagainya, baik secaa positif maupun negatif.
c) Bakat
Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseoranguntuk mencapai kebehasilan masa depan atau masa yang akan datang.
d) Minat
Minat berarti kecendrungan dan kegairahan yang tingi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
e) Motivasi
Adalah keadaan internal organisme baik manusia maupun hewan yang mendorong berbuat sesuatu.Dalam pengertian ini motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara searah.
b. Faktor ekternal
1) Linkungan sosal sekolah
Seperti guru dan teman sekelas, yang dapat mempengaruhi semangat belajar seseorang siswa sehingga menjadi daya dorong positif bagi kegiatan belajar siswa.
2) Lingkungan sosial non sekolah
Yang termasuk disini adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal dan letaknya, alat-alat belajar, keadaa
cuacadan waktu belajar yang digunakan siswa.Faktor ini dipandang juga data mempengauhi tingkat keberhasilan belajar siswa. (AhmadMuzakir dkk, psikologi umum: 59).
4. Manifestasi perilaku belajar
Manifestasi atau perwujudan perilaku belajar biasanya lebih sering tanpak dalam perubahan- peubahan sebagai berikut:
a. Kebiasaan
Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar, kebiasaan-kebiasaannya akan tanpak berubah. Dalam proses belajar, pembiaaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan inilah, muncul suatu pola bertingkah laku yang relatif menetap dan otomatis.
b. Keterampilan
Ialah kegiatan yang berkaitan dengan urat syaraf dan otot- otot yang lazimnya tanpak dalam kegiatan jasmanaiah seperti menulis, mengetik, olah raga dan lain sebagainya.
c. Pengamatan
Pengamatan artinya proses menerima menafsirkan dan memberikan arti rangsangan yang masuk melalui indra-indra seperti mata dan telinga.
d. Berfikir asosiatif
Berfikir asosiatif adalah berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuai dengan yang lainya. Berfikir asosiatif itu merupakan proses pembentukan hubungan antara rangsangan dengan respon.
e. Berfikir rasional
Berfikir rasional atau kritis adalah perwujudan perilaku belajar terutama yang berkaitan dengan pemecahan masalah.Dalam berfikir rasional, siswa dituntut menggunakan logika (akal sehat) untuk menentukan sebab akibat, menganalisis, menarik kesimpulan,dan juga menciptakan hukum- hukum (kaidah teoritis), dan ramalan- ramalan. (Ahmad Mudzakir dkk: 60).
f. Sikap
Dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecendrungan mental.Menurut Bruno sikap adalah kendrungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan yang baik atau buruk terhadap orang atau barang.Dengan demikian pada prinsipnya sikap itu dapat dianggap suatu kecendrungan siswa untuk bertindak dengan cara tertentu.
g. Inhibisi
Inhibisi adalah upaya pengurangan atau pencegahan timbulnya suatu respon tertentu karena adanya proses respon yang sedang berlangsung. Dalam belajar, yang disebut inhibisi ialah kesanggupan untuk mengurangi tindakan yang tidak perlu dan memilih tindakan yang baik ketika berinteraksi dengan lingkungan.
h. Apresiasi
Pada dasarnya apresiasi adalah suatu pertimbangan (judgement) mengenal arti penting atau nilai sesuatu.Dalam penerapannya, apresiasi sering diartikan sebagai penghargaan atau penilaian terhadap benda baik abstrak atau konkret yang memiliki nilai luhur.
i. Tingkah laku efektif
Tingkah laku efektif adalah tingkah laku yang menyangkut keanekaragaman perasaan seperti, takut, marah, sedih, dan lainnya tingah laku ini tidak terlepas dari pengalaman belajar. Oleh karenanya, ia juga dapat dianggap sebagai pewujudan perilaku belajar (Ahmad mudzakir: 61).
5. Ciri khas perilaku Belajar
Perilaku belajar yang terjadi pada peserta didik dapat dikenal baik dalam proses maupun dari hasilnya. Proses belajar dapat terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan dalam dirinya yang tidak dapat dipenuhi dengan cara yang refleks atau kebiasaan. Mereka ditantang untuk mengubah perilaku yang ada agar mampu atau dapat mencapai tujuan.Hasil perilaku belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku dalam keseluruhan pribadi belajar.Perlu diingat bahwa perilaku belajar bisa bersumber dari berbagai aspek perilaku lain baikbersifat internal maupun eksternal. (Oemar Malik, psikologi belajar mengajar: 75).
Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. Karakteristik perilaku belajar ini dalam beberapa pustaka rujukan antara lain Psikologi oleh Surya (1982) disebut juga sebagai prinsip-prinsip belajar. Diantara ciri-ciri khas yang menjadi karakteristik perilaku belajaryang terpenting adalah:
a. Perubahan Internasional
Perubahan yang trjadi dalam proses belajar adalahberkat pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadar, atau dengan kata lain bukan kebetulan.
b. Perubahan Positif dan Aktif
Menurut Thurstone dalamaris besarnya ”sikap merupakan tingkat afeksi yang positif atau negative yang dihubungkan dengan objek psikologis. Objek psikologis sendiri mempunyai simbol, slogan, kalimat, serta ide yang ditujukan agar orang dapat membedakan pengaruh positif dan pengaruh negatif.
D. Belajar dan pembelajaran 1. Pengertian belajar
Pembelajaran berupaya untuk mengubah siswa yang belum terdidik, menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu, menjadi sisa yang memiliki pengetahuan.
Demikian pula siswa yang memiliki sikap, kebiasaan, atau tingkah laku yang belum mencerminkan eksistensinya sebagai pribadi yang baikatau positif, menjadi siswa yang memiliki sikap, kebiasaan dan tingkah laku yang baik. Sebenarnya belajar dapat saja terjadi tanpa adanya pembelajaran, namun hasil belajar akan tanpak jelas dari suatu aktifitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan terjadinya proses belajar dalam diri siswa.
“Belajar adalah proses usaha dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara sempurna atau keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar itu adalah proses reaksi individu terhadap lingkungan sekitar, sehingga belajar bukanhanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mendapatkan hasil belajar yang baik adalah perubahan tingkah laku.
Seseorang dapat dikatakan telah mengalami proses pembelajaran apabila dalam dirinya telah tejadi perubahan, dari tidak tahu, menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan lain sebagainya. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar dapat dilihat secara langsung, oleh sebab ituagar dapat di kontrol dan berkembang secara optimal melalui proses belajar dalam kelas, maka program pembelajaran harus dirancang dengan baik terlebih dahulu oleh guru dengan memperhatikan berbagaiprinsip yang telah terbukti keunggulannya secara empirik. ( Aunurrahman, 2012: 34-35)”
Belajar merupakan proses usaha dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara sempurna atau keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Seseorang dapat dikatakan telah mengalami proses pembelajaran apabila dalam dirinya telah tejadi perubahan, dari tidak tahu, menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan lain sebagainya.
2. Ciri-Ciri Belajar
Diantara ciri-ciri minat belaja menurut Slameto yaitu siswa yang berminat dalam belaja adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan, dan mengenang suatu yang telah dipelajari
b. Adanya rasa suka dan senang terhadap sesuatu yang diminati
c. Memperoleh susatu kebanggan dan kepauasanterhadap sesuatu yang diminati
d. Adanya ketertarikan terhadap sesuatu aktivitas yang diminati lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya dari pada yang lainnya, imanivestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.
3. Cara meningkatkan kualitas belajar siswa
Ramayulis mengemukakan cara-cara meningkatkan minat belajar siswa sebagai berikut:
a. Melalui pekerjaan rumah
Pendidik dapat menilai peserta didik melalui pekerjaan rumah, Peserta didik yang mempunyaiminat dalam pembelajaran tersebut akan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya dengan baik. Jadi dapat dikatakan peserta didik yang mengerjakan pekerjaan rumah tersebut dapat dikatakan memiliki minat dalam pembelajaran tersebut.
b. Diskusi
Diskusi yang diciptakan dalam ruangan belajar dengan teman sebaya, dapat member petunjuk mengenai minat belajar siswa dan seberapa kuat minat tersebut. Jadi dalam berdiskusi peserta didik tersebut akan antusias dan berpartisipasi. Dalam diskusi tersebut dapat mengembangkan minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang sedang dilaksanakandengan cara memberikan pendapat atau komentarnya.
c. Membeikan pertanyaan
Apabila proses belajar mengajar berlagsung dengan aktif, artinyapserta didik aktif dalam bertanya, memberikan tanggapan, sesuai dengan materi yang dijelaskan oleh pendidik. Hal tersebt menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat terhadap pembelajaran tersebut. Dalam mengikuti proses belajar mengajar siswa yang berminat akan dengan antusias bertanya, dengan mengemukakan pendapat atau memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan oleh temannya (Ramayulis, 2002: 366)
Sedangkan cara untuk membangkitkan atau menarik perhatian siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
1) Pembelajaran diusahakan selalu menarik perhatian peserta didik untuk mengetahui hakikat dari pengrtian dari pengajaran.
Untuk itu seorang guruharus mengetahui akan pusat minat dari peserta didik.
2) Menghubungkan pembelajaran tersebut dengan kejadian-kejadian dan peristiwa disekitar siswa tersebut, sehingga pembelajaran menjadi actual (nyata).
3) Media atau alat yang digunakan dapat menarik perhaian siswa, karena denga aanya media dapat memperjelas pengertian dan dpat menyenangkan bagi peserta didik.
4) Pembelajaran selau disesuaikan dengan taraf kemampuan dan perkembangan peserta didik.
5) Guru seharusnya menyiapkan bahan pembelajaran secara baik, menggunakan berbagai macam metode yang bervariasi dan cocok denga pembelajaran yang sedang dilaksanakan.