• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh: Nofsa Ir Isnani NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Oleh: Nofsa Ir Isnani NIM"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI GURU TENTAG SIKAP DAN PERILAKU BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 3 KOTA SOLOK

SKRIPSI

Diajukan Kepada Jurusan Pendidikan Agama Islam Sebagai Syarat Memeperoleh Gelar Sarjan (S-1) Dalam Bidang Keilmuan Pendidikan Agama

Islam

Oleh:

Nofsa Ir Isnani NIM 14101088

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR

2019

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

NOFSA IR ISNANI NIM14101088 dengan judul skripsi “Analisis Sikap dan Perilaku Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI dari Sudut Pandang Guru di SMA N 3 Kota Solok. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018

Hal pokok yang mendasar pada penelitian ini adalah mengungkapkan bagaimana persepsi guru tentang sikap dan juga perilaku siswa dalam pembelajaran PAI, yang mana dilihat dari sikap belajar siswa masih kurang baik, seperti tidak mau memperhatikan guru dalam menjelaskan pembelajaran, dan bahkan ketika melaksanakan peruses belajar, siswa dengan sengaja mengobrol dengan teman sebangkunya, kemudian dilihat lagi dari perilaku siswa dalam pembelajaran PAI, yang mana ketika proses pembelajaran berlangsung yang tidak fokus ketika memperhatikan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran seperti ada siswa yang tidur pada proses pembelajaran berlangsung. Kemudian dilihat lagi dari perilaku belajar siswa, Siswa juga kurang memiliki sifat jujur dan disiplin dalam kelas, terlihat masih ada siswa yang menyontek saat diadakan ulangan, dan juga terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung, terlihat kebiasaan siswa yang kurang mandiri dalam belajar, seperti siswa tidak mencatat saat guru menjelaskan materi dan ketika ditanya oleh guru siswa tidak bisa menjawabnya, ada juga siswa yang menyontek saat diadakan ujian. Batasan masalah pada penelitian ini adalah analisis terhadap sikap belajar siswa dalam dalam pembelajaran PAI, dan analisis terhadap perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI, yang mana tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI dan mendeskripsikan hasil analisis perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti tentang bagaimana analisis sikap dan perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif unuk mendapatkan data-data yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman.Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Trianggulasi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sikap belajar siswa dalam pembelajara PAI, masih banyak diantara siswa yang memiliki sikap tidak baik dalam pembelajaran PAI seperti halnya ketika memusatkan perhatian terhadap

(6)

materi pelajaran, masih ada siswa yang tidak fokus dalam memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi. Kemudian dilihat lagi ketika guru memberikan tugas untuk mencatat dan meringkas materi banyak diantara siswa yang memiliki sikap menolak dari instruksi yang diberikan guru tersebut, dengan alasan media atau sumber belajar tidak mencukupi seperi buku panduan belajar siswa. Perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI, terlihat banyak diantara siswa yang mengganggu temannya yang sedang fokus dala melaksanakan proses belajar mengajar, masih banyak yang melakukan aktivitas yang lain seperti mengerjakan tugas yang lain selain pembelajaran PAI.

(7)

i DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

PERSETUJUAN PEMBIMBING KATA PENGANTAR

ABSTRAK

DAFTAR ISI ... i

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Fokus Masalah ... 7

C. Rumusan Masalah ... 7

D. Tujuan Masalah ... 7

E. Manfaat penelitian ... 8

F. Definisi operasional ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Persepsi Guru Tentang Sikap Dan Perilaku Belajar Siswa ... 11

1. Pengertian Persepsi ... 11

2. Faktor-Faktor Terjadinya Persepsi ... 12

3. Guru PAI... 13

B. Sikap Siswa dalam Pembelajaran ... 14

1. Pengertian Sikap siswa ... 14

2. Ciri-Ciri Sikap Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 17

3. Komponen Sikap Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 18

4. Fungsi Sikap dalam Pembelajaran PAI ... 19

5. Proses Terbentuknya Sikap Siswa dalam Pembelajaran PAI . 20 C. Perilaku Siswa dalam Pembelajaran ... 22

a. Pengertian Perilaku Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 22

b. Bentuk- Bentuk Perilaku Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 23

c. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 24

d. Manifestasi Perilaku Belajar Siswa ... 26

(8)

ii

e. Ciri-ciri Perilaku Belajar Siswa ... 28

D. Belajar dan Pembelajaran ... 29

a. Pengertian Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 29

b. Ciri-Ciri Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI ... 30

c. Cara Meningkatkan kualitas Belajar Siswa ... 30

E. Penelitian Relevan ... 32

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 34

B. Metode Penelitian... 34

C. Latar dan Waktu Penelitian ... 35

D. Sumber Data ... 35

E. Teknik Pengumpulan Data ... 35

F. Teknik Analisis Data ... 37

G. Teknik penjaminan Keabsahan Data ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Profil Sekolah ………....41

B. Temuan Khusus………. 43

1. Persepsi guru tentang sikap Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI……….. 43

2. Persepsi guru tentang Perilaku Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI………. 58

C. Pembahasan 1. Persepsi guru tentang sikap Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI………. 74

2. Persepsi guru tentang Perilaku Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI………. 77

(9)

iii BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan………81 B. Saran ……… 81 DAFTAR PUSTAKA

(10)

iv LAMPIRAN

A. Lembar pengamatan observasi B. Kisi-kisi wawancara

C. Pedoman wawancara guru D. Dokumentasi

E. Surat rekomendasi dari LPPM F. Surat dari Dinas Pendidikan

G. Surat keterangan selesai penelitian dari SMA N 3 Kota Solok

(11)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai suatu tujuan. Interaksi atau hubungan timbal balik tersebut merupakan syarat utama berlangsungnya sebuah pembelajaran. Proses interaksi yang terjadi tidak hanya sekedar hubungan timbal balik antara guru dan siswa, tetapi interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya sekedar penyampaian materi pembelajaran melainkan penanaman nilai sikap dan keaktifan peserta didik yang sedang belajar.

Dalam proses pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan lingkungan. Seorang guru perlu membangun interaksi secara penuh dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya.Menurut Corey dalam Wina Sanjaya pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang terjadi didalam pembelajaran dimana lingkungan secara sengaja dikelola memngkinkan ia ikut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu (Syaiful Sagala, 2006: 61)

Dalam pengembangan pengalaman pembelajaran pada hakikatnya didesain untuk membelajarkan siswa, dengan demikian daam mendesaian pembelajaran siswa harus ditempatkan sebagai faktor utama, proses mendesian pembelajaran sebaiknya menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Oleh sebab itu setiap siswa harus memiliki pengalaman dan sikap belajar secara optimal. (Wina Sanjaya, 2009: 178)

Sikap adalah salah satu istilah bidangpsikologi yang berhubungan denganpersepsi dan tingkah laku.Istilah sikapdalam bahasa Inggris disebut attitude.Attitude adalah suatu cara bereaksi terhadapsuatu perangsang. Suatu kecenderunganuntuk bereaksi terhadap suatu perangsangatau situasi yang dihadapi.Sikap, juga didefinisikan oleh Psikologi Sosial sebagai evaluasi positif atau negatif dari reaksi terhadap objek, orang, situasi atau aspek lain,

1

(12)

dan memungkinkan kita untuk mempredeksi dan mengubah perilaku masyarakat.

Purwanto mengatakan bahwa sikapadalah suatu cara berpikir terhadap suatu perangsang atau suatu kecenderunganuntuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atausituasi yang dihadapi.Disekolah siswa melakukan hubungan sosial dengan sebayanya dan gurunya.Apabila teman sebayanya melakukan atau menampilkan perilaku yang baik (berakhlak baik) maka anak berakhlak baik. Namun begitupun sebaliknya, jika teman sebayanya menampilkan sikap dan perilaku yang tidak baik, atau melanggar norma-norma agama, maka anak cenderung akan terpengaruh untuk melakukan atau mencontoh perilaku tersebut.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Qs Al-Mujadalah/ 58: 11































































“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang- lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam kegiatan belajar, sikap siswa dalam proses belajar terutama sekali ketika memulai pembelajaran merupakan bagian pentiag dalam pembelajaran dan sangat penting untuk diperhatikan, karena aktifitas belajar selanjutnya banyak yang ditentukan oleh sikap siswa akan memulai pembelajaran. Jika ketika akan memulai pembelajaran siswa memiliki sikap menerima atau kesediaan emosional untuk belajar, maka ia akan cendrung berusaha terlibat dalam kegiatan belajar dengan baik. Namun bilamana yang lebih dominan adalah sikap yang menolak sebelum belajar atau ketika akan memulai kegiatan belajar maa siswa akan terlihat acuh dalam menerima pembelajaran.

(13)

Muhabidin Syah mendefinisikan bahwa kebiasaan belajar merupakan sikap siswa telah berlangsung lama sehingga memberikan karakteristik tertentu terhadapat aktivitas belajarnya. Banyak sikap siswa yang tidak baik sehingga berpengaruh kepada penurunan hasil belajar mereka. Sikap yang tidak baik tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Situasi belajar yang tidak teratur 2. Daya tahan belajar rendah

3. Belajar nanti jelang ujian atau ulangan

4. Siswa tidak mempunyai catatan yang lengkap

5. Siswasering menjiplak pekerjaan teman atau tidak percaya diri dalam mengerjakan tugas

Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap (attitude) .Attitude adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi.

Sedangkan perilaku belajar dalam pembelajaran adalah semua kegiatan atau aktifitas dalam memperoleh pemahaman, tingkah laku, dalam mencapai tujuan tertenu dalam proses pembelajaran. Perubahan perillaku dalam pembelajaran dapat diciptakan dengan merubah peristiwa dalam lingkungn yang menyebabkan perilaku tersebut. Perilaku belajar berkaitan dengan aktivitas belajar peserta didik dalam proses belajar mulai dari kegiatan fisik maupun psikis.

Idealnya dengan usia yang memasuki remaja ini,siswa memiliki kematangan dalam berfikir dan bertindak, juga dapat mengambil keputusansesuai dengan keadaan. Dalam belajar siswa diharapkan tidak hanya mampu menghafalkan teori, tapi juga mempelajari dan memahami konsep pembelajarandan dapat diaplikasikan alam kehdupan sehari – hari atau kehidupan yang nyata.

Pola perilaku belajar siswa menuju pada aktivitas belajar yang negatif Aktivitas belajar negatif yang sering terjadi pada siswa adalah sering tidak fokus ketika melakukan proses belajar dan mengajar dikelas.

(14)

Mengobrol dengan teman sebangku, mengantuk dalam kelas, siswa diam saja karena tidak memahami suatu pembelajaran dan tidak mau memberanikan diri untuk bertanya, bermain HP, seperti SMS, internetan dan lain sebagainya.Selain itu yang palin dominan adalah siswa menyontek saat ujian dan sering menyontoh tugas temannya.Karena tanpa belajar pun siswa beranggapanmereka bisa mencapai potensi akademik yang memuaskan.

Beberapa karakteristik perilaku negaif siswa dalam pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

a. Menunjukkan prestsi yang berlawanan dengan harapan atau potensi yang dimilkinya

b. Merasa tidak senang dengan sekolah atau gurunya dan cendrung bergabung dengan teman yang juga memiliki sikap negatif terhadap sekolah

c. Kurang termotivasi untuk belajar, tidak mengerjakan tugas, sering mengantuk dalam kelas ktiaka belajar dan tidak tuntas dalam mengerjakan tugas

d. Kurang mampu melakukan penyesuaian intelektual

e. Merasa kurang semangat, kurang tegas dan sering mributdalam kelas f. Memiliki disiplin yang rendah

g. Tidak memiliki minat atau hobi terhadap kegiatan untuk mengisi waktu luang

h. Takut ujian dan berprestasi yang rendah. (Djamarah,2002: 167)

Dampak dari kebiasaan pembelajaran negatif adalah menjadikan siswa malas dalm belajar, karena tanpa belajar mereka dapat meraih nilai yang memuaskan.Siswa akan cendrung menghindari persaingan dan cobaan karena tidak cukup memiliki bekal belajar. Hal ini dapat merugikan dirisendiri dan orang lain, dan selanjutnya juga dapat membentuk pribadi yang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang inginkan.

Memperhatikan tujuan yang dikandung oleh mata pelajaran pendidikan Agama Islam maka seharusnya disekolah merupakan kegiatan

(15)

yang disenangi, menantang dan bermakna bagi pesera didik kegiatan belajar mengajar mengandung interaksi dari berbagai komponen seperti guru, siswa, materi ajar dan saran yang lain yang digunakan pada saat belajar mengajar berlangsung. Lubis mengatakan “kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan antara siswa dengan bahan ajarnya.

Jadi dari uraian diatas sangatlah penting diperhatikan sikap peserta didik dalam belajar. Karena sikap belajar yang kurang baik akan berpengaruh kepada hsail belajar yang baik dan tidak mencapai target yang ingin dicapai oleh peserta didik. Begitupun halnya dengan perilaku belajar peserta didik, karena perilaku peserta didik mencakup semua kegiatan atau aktifitas dalam memperoleh pemahaman, tingkah laku, dalam mencapai tujuan tertenu dalam proses pembelajaran, jika terjadi perilaku yang kurang baik pada saat proses pembelajaran akan berpengaruh pada hasil belajar yangkurang memuaskan dan tidak mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya oleh peserta didik.

Azwar menafsirkan bahwa sikap sebagai suatu kecenderungan potensi untuk bereaksi apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yangmenghendaki adanya respons. Purwanto mengatakan bahwa sikapadalah suatu cara berpikir terhadap suatu perangsang atau suatu kecenderunganuntuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atausituasi yang dihadapi.Mar’at, mengatakan bahwa sikap memiliki 3 (tiga) komponen, yaitu:komponen kognisi yang berkaitan dengan kepercayaan, ide, dan konsep. komponen afeksi yang menyangkut kehidupan emosional seseorang, dan komponen konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku.Oleh karena itu, ketiga komponen tersebut saling berhubungan dan salingmengikat dalam arti bahwa pemahaman individu terhadap suatu obyek tertentudipengaruhi oleh perasaan dan kecenderungan tindakannya.Jika terjadiperubahan pada salah satu komponen tersebut, komponen lainnya ikut berubah.

(16)

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA N 3 Kota Solok, pada Senin, 26 Maret 2018 ditemukan fenomena, sikap siswa dalam pembelajaran PAI masih kurang baik, yang mana ketika proses pembelajaran masih ada siswa yang berprilaku negatif, ada siswa yang tidak mau memperhatikan guru menerangkan pembelajaran, ketika disuruh mencatat siswa banyak yang enggan untuk melakukannya dan ada juga siswa yang berbicara dengan temannya ketika guru menerang pelajaran, dan juga siswa yang mengganggu temannya yang sedang fokus memperhatikan gurunya yang sedang menerangkan pelajaran (observasi SMA N 3 Kota Solok, 26 Maret 2018).

Kemudian wawancara dengan salah seorang guru PAI, beliau mengajar dilkelas X. yang mana beliau mengatakan pada saat proses pembelajaran berlangsung masih banyak siswa yang bersikap tidak baik seperti tidak mau memperhatikan guru yang sedang menjelaskan suatu materi pembelajaran, dan bahkan disaat pembelajaran siswa dengan sengaja mengobrol dengan teman sebangkunya Kemudian dilihat lagi dari perilaku siswa dalam pembelajaran PAI, yang mana ketika proses pembelajaran berlangsung masih ada beberapa orang siswa yang tidak fokus ketika gurunya menjelaskan materi, seperti ada siswa yang tidur pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa juga kurang memiliki sifat jujur dan disiplin dalam kelas, terlihat masih ada siswa yang menyontek saat diadakan ulangan, dan juga terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung, terlihat kebiasaan siswa yang kurang mandiri dalam belajar, seperti siswa tidak mencatat saat guru menjelaskan materidan ketika ditanya oleh guru siwsa tidak bisa menjawabnya, ada juga siswa yang menyontek saat diadakan ujian. (Juni Efi Candra,WawancaraPribadi, di SMA N 3 Kota Solok, 27 Maret 2018 ).

Dari sikap dan perilaku belajar yang tercermin pada siswa seperti yang telah diuraikan diatasmaka dalam kenyataannya ditemukan adanya semacam kejanggalan, yaitu mengenai perilaku belajar siswa seharusnya

(17)

seseorang yang sudah belajar mengalami perubahan, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, dan juga memperlihatkan perilaku yang baik ketika dalam proses belajar maupun diluar pembelajaran, Karena pada dasarnya tujuan belajar itu adalah untuk mengubah perilaku siswa kearah yang lebih baik tapi kenyataannya masih ada saja perilaku siswa yang kurang baik ketikamelakukan proses pembelajaran berlangsung

Berdasarkanpermasalahan yang penulis ungkapkan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “ Persepsi Guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMA N 3 Kota Solok”

B. Fokus penelitian

Dilihatdari latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini difokuskan kepada persepsi guru tentang sikap dan perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI di SMA 3 Kota Solok.

C. Rumusan Masalah

Mengingat berbagai keterbatasan kemampuandalam penelitian hanya difokuskan kepada

1. Bagaimana persepsi guru tehadap sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI di SMA N 3 Kota Solok

2. Bagaimana persepsi guru terhadap perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI SMA N 3 Kota Solok

D. Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan persepsi guru terhadap sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI

2. Mendeskripsikan persepsi guru terhadap perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI

(18)

E. ManfaatPenelitian

Suatu penelitian akan bernilai jika dapat memberikan manfaat bagi sebagian pihak. Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Manfaat secara teoritis

Secara teoritis diharapkan dari hasil penelitian ini berguna sebagai dasar pemikiran pendidikan.

2. Manfaat secara psikis

a. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program sarjana jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAIN Batusangkar

b. Untuk menambah pemahaman dalam bibingan dan penelitian

c. Sebagai acuan bagi guru untuk melakukna inofasi dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam

d. Dapat membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuannya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

F. Definisi Istilah

Sebelum menguraikan pembahasan ini lebih lanjut ada baiknya dijelaskan tentang istilah judul diatas sebagai berikut:

1. Sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI

Sikap adalah salah satu istilah bidang psikologi yang berhubungan dengan persepsi dan tingkah laku.Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut attitude.Attitude adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi. Sikap yang dimaksud disini adalah bagaimana sikap siswa dalam mengajukan pertanyaan dan juga menyampaikan argumennya dalam proses pembelajaran berlangsung. Alex sobur menyatakan bahwa sikap adalah kecendrungan bersikap, bertindak, berfikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap bukanlah perilaku,

(19)

tetapi sikap merupakan kecendrungan untuk berprilakudenan cara tertentu terhadap objek sikap.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan salah satu aspek mental dari seseorang dapat berupa keyakinan dan kecendrungan untuk berprilaku terhadap objek sikap tersebut. Kecendungan tersebut akan memberikan pengaruh kepada individu untuk memberikan respon apa yang tepat diberikan terhadap objek sikap itu, apakah itu perasaan senang atau biasa-biasa saja.

Makadari itu sikap itu sendiri akan dapat terlihat dari respon yang diberikan oleh seseorang terhadap objek sikap baik positif maupun negatif .keyakinan dan kecendrungan tersebut menjadi dasar bagi seseorang untuk berrtingkah laku. Jadi dapat dipahami bahwa sikap merupakan suatu pengalaman terhadap suatu objek atau masalah dari seseorang yang melibatkan suatu penilaian baik positif maupun negatif yang dapat dikomunikasikan melalui bahasa dan dapat terlihat dalam perilaku seseorang.

2. Perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI

Perilaku belajar adalah suatu perbuatan atau aktivitas atau respon baik itu reaksi, tanggapan, jawaban atau balasan yang dilakukan oleh suatu organisme.Secara khusus pengertian perilaku adalah bagian dari suatu kesatuan pola reaksi.Pengertian perilaku menurut para Ahli adalah Walgito perilaku adalah suatu aktivitas yang mengalami perubahan dalam diri individu.Perubahan itu dapat dalam segi kognitif, afektif, dan dalam segi psikomotorik.Sedangkan menurut Bimo Walgito perilaku adalahaktivias individu dalam artian segala bentuk aktivitas yang dikerjakan oleh individu.Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar dalam pembelajaran adalah suaru aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

(20)

3. Peserta didik

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenjang pendidikan tertentu (UU Sisdiknas, Pasal 1, ayat 4 No 20 Tahun 2003). Dalam pendidikan Islam yang menjadi paeserta didik bukan hanya anak-anak saja, melainkan orang dewasa yang masih berkembang baik secara fisik maupun psikis (Bkhari Umar, Ilmu pendidikan Islam, hal 103).

Dalam proses pendidikan, pserta didik merupakan komponen manusiawi yang menempati posisi sentral, peserta didik menjadi pokok persoalan dan menjadi tumpuan perhatia dalam semua proses transformasi yang disebut dengan pendidikan (Fatah Yasin, Dimensi Pendidkan Islam, hal 101).

(21)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Persepsi Guru Tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa 1. Pengertian Persepsi

Persepsi (perception) merupakan tahap paling awal dari serangkaian pemrosesan informasi. Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki(yang disimpan di dalam ingatan) untuk mendeteksi ataumemperoleh dan menginterpretasikan stimulus(rangsangan) yang diterima oleh panca indera, seperti mata, telinga dan hidung.Persepsi atau dalam bahasa Inggris perception berasal dari bahasa Latin perceptio; dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil.Persepsi dalam arti sempit adalah penglihatan ataubagaimana cara seseorang melihat sesuatu. Sedangkan dalam arti luas persepsi adalah pandangan seseorang mengenai bagaimana ia mengartikan dan menilai sesuatu.

Bimo Walgito menjelaskan bahwa persepsimerupakan suatu Proses yang didahului oleh penginderaan,yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melaluialat penerima yaitu alat indera. Namun proses tersebuttidak berhenti sampai disitu saja, pada umumnya stimulustersebut diteruskan oleh saraf ke otak pusat susunan saraf,dan selanjutnya merupakan proses persepsi. Proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan, dan proses penginderaan merupakan proses yang mendahului terjadinya persepsi.

Menurut Desideranto dalam Jalaludin Rakhmatmengatakan bahwa persepsi dapat diartikan sebagaipengalaman tentang objek, peristiwa atau hubunganhubunganyang diperoleh dengan menyimpulkan informasidan pesan.Atau persepsi ialah memberikan makna padastimulus indrawi (sensory Stimuli). Persepsi ditentukanoleh faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalamanmasa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apa yang di sebut faktor personal.7 Jadi Secara

11

(22)

singkat dapat dikatakanpersepsi merupakan proses menginterpretasi ataumenafsirkan informasi yang diperoleh melalui pancaindera.

(Abdur Rauf, 2015)

2. Faktor-faktor Terbentuknya Persepsi

Bimo Walgito menjelaskan faktor-faktor yang berperan dalam persepsi yaitu, objek yang persepsi, alat indra, syaraf, dan pusat susunan syaraf.

Yang diuraikan sebagai berikut:

a. Objek yang dipersepsikan

objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang bersangkutan yang langsung mengenai penerima yang bekerja sebagai reseptor.Namun sebagai terbesar stimulus yang datang dari luar individu.

Persepsi akan timbul pada diri individu disebabkan melalui objek yang diamatinya. Seseorang yang akan mendapat rangsangan tehadap lingkungan yang diamatinya untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Objek yang diamati seseorang akan menjadi sasaran daripersepsi yang dapat berupa orang, benda atau peristiwa, dan objek yang sudah dikenalitersebut akan menjadi sebuah stimulus sehingga menghasilkan persepsi.

b. Alat indera syaraf, dan pusat susunan syaraf

Alat indera atau reseptor merupakan alat menerima stimulus.Disamping itu pula harus ada syaraf sensorissebagai alatuntuk meneruskan stimulus yang diterima receptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran.Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syara motoris.

Manusia memiliki kemampuan kognitif untuk memproses informasi yang diperoleh dari ligkungan melalui indera yang dimilikinya, membuat persepsi terhadap apa-apa yang dilhat dirasa dan dirabanya, serta berfikir untuk memutuskan aksi apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Hal-

(23)

hal yang dapat ditimbulkan oleh indera, syaraf dan susunan syaraf yang akan menimbulkan persepsi di dalam diri individu.

c. Perhatian

Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi, perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas, inndividu yang ditujukan kepadas esuatu atau sekumpulan objek.Perhatian merupakan syaraf psikologi.

3. Guru PAI

Definisi guru diatur dalam Undang-undang Nomor 14Tahun 2005 tentang guru dan dosen.Guru adalah pendidik profesional dengan tugasutama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik padapendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikandasar, dan pendidikan menengah.

Menurut Zakiah Daradjat pendidikan agama islam adalah suatu membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.

Mata pelajaran pendidikan agama islam itu secara keseluruhannya dalam lingkup Al- Qur’an dan Al- Hadis, keimanan, akhlak, fiqh/ibadah, dan sejarah, sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup pendidikan agama islam mencakup perwujudan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya (hablun minallah wa hablun minannas).

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guru PAI adalah guru yang mengajar mata pelajaran Al- Qur’an dan Al- Hadis, keimanan, akhlak, fiqh/ibadah, dan sejarah kebudayaan islam (SKI) yang tugasnya membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa

(24)

dapat memahami ajaran islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.Adapun guru PAI yang dimaksud dalam penelitian ini adalah guru yang mengajarkan mata pelajaran PAI pada tingkat SMA.

B. Sikap Belajar Siswa 1. Pengertian Sikap

Untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku belajar siswa dalam suatu pembelajaran, maka telebih dahulu akan dikemukakan pengertian sikap itu sendiri. Menurut Bruno dalam syah sikap (attitude) adalah kecendrna yang relatif menetap untuk bereaksi dengan baik atau malah menjadi buruk terhadap orang atau barang tertentu.(Tohirin, 98). Sementara itu, dalam Dictionry of psikology yang menyamakan sikap dengan pendirian, lebih lanjut beliau mendefinisikan sikap sebagai predisposisi atau kecendrungan yang relatif stabil dan berlangsung secara terus- menerus untuk bertingkah laku atau bereaksi dengan cara tertentu terhadap orang lain, objek, lembaga dan persoalan tertentu. (Muhammad Ali, 141).

Menurut Ma’rat sikap merupakan seperangkat reaksi untuk bertindak senang atau tidak senang terhadap suatu objek tertentu yang mencakup komponen kognisi, afiksi dan konasi.Tiga komponen tersebut merupakan bagian yang menentukan siakp seseorang terhadap suatu objek tertentu. Komponen kognisi berkaitan dengan apa yang difikirkan atau yang dipersepsikan tentang objek. Komponen afeksi dikaitkan denganapa yang dirasakan terhadap objek (baik senang atau pun tidak senang), sedang komponen konasi berhubungan dengan kesediaan atau kesiapan untuk bertidak tehadap objek sikap tersebut terbentuk dari hasil belajar pengalaman seseorang dan bukan sebagai pengaruh bawaan seseorang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan interaksi dari komponen-komponen tersebut secara kompleks.

(25)

Berdasarkan beberapa pengertian sikap tersebut maka dapat dipahami bahwa pada prinsipnya sikap itu adalah kecendrungan individu (siswa) untuk bertindak, untuk bereaksi, terhadap suatu objek dengan cara tertentu baik secara positif maupun negatif.

Jika dikaitkan dengan sikap keagamaan dapat diartikan sebagai kecendrungan seseorang untuk betindak baik suka maupun tidak suka, memandang positif atau negatif terhadap persoalan-persoalan agamanya.Sikap keagamaan adalah suatu kesiapan merespon sifat yang positif atau negatif terhadap aturan-aturan dan pandangan hidup yang berdasarkan wahyu Tuhan yang maha Esa yang dilksanakan dengan penuh ketaatan dan kepercayaan.

Jalaluddin mengemukakan bahwa sikap keagamaan merupakan suatu keadaan yang mendorong untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama. Sikap keagamaan terbentuk karena adanya konistensi antara kepercayaan terhadap agama sebagai unsur afektif dan perilaku terhadap agama sebagai unsur konatif.Sikap keagamaan ini merupakan integrasi secara kompleks antara pengetahuan agama, perasaan agama serta tindak keagamaan dalam diri seeorang. (Jalaluddin, 2003: 225).

Sikap belajar siswa turut memengaruhi intensitas pencapaian hasil belajar siswa.Muhabidin Syah (2009:150) menjelaskan bahwa sikap adalah kecenderungan seseorang atau siswa untuk bertindak, belajar sifatnya relatif, dan berhubungan dengan sebuah objek. Lebih lanjut, Syah menjelaskan sikap belajar siswa terhadap suatu mata pelajaran akan memengaruhi proses belajarnya

Menurut zakiyah Darajat sikap keagamaan dapat diartikan sebagai kesadaran beragama (religious courciousness), yang berarti bagian atau segi agama yang hadir (terasa ) dalam pikiran dan dapat diuji oleh insrtopeksi dan dapat merupakan aspek mental dalam sikap aktifitas agama. Maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan sikap keagamaan ini adalah agama yang dapat dirasakan oleh hati dan

(26)

pikiran sehingga terwujud dalam tindakan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.(Zakariyah Drajat, 1995: 41).

Berdasarkan pengertian diatas dapat dipahami bahwa yangdimaksud dengan sikap kegamaan adalah kecendrungan atau kondisi yang dalam diri seseorang yang mendorongnya untu bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama sehingga mendorong pelakunya untuk mampu bertindak atau bertigkah laku sesuai dengan tuntunan dari ajaran-ajaran agama islam. Sikap keagamaan seseorang akan terlihat dari sikap senang atau tidak senangnya seseorang akan terwujud dalam kehidupannya sehari-hari dalam menjalankan ajaran agamanya. Sikap senangnya seseorang terhadap ajaran agamanya maka akan mendorongnya untuk mematuhi dan melaksanakan anjuran-anjuran dan perintah Allah yang ada dalam ajaran Islam.

Alex sobur menyatakan bahwa sikap adalah kecendrungan bersikap, bertindak, berfikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap bukanlah perilaku, tetapi sikap merupakan kecendrungan untuk berprilakudengan cara tertentu terhadap objek sikap. (Alex Sobur, psikologi umum,bandung pustaka setia, 2003:

361).

Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa sikap bukanlah perilaku, akan tetapi, sikap merupakan kecendrungan seseorang untuk berperilaku terhadap suatu objek. Melalui sikap yang dimunculkan oleh seseorang, dapat diketahui bagaimana pandangan seseorang terhadap suatu objek.

Selain uraian diatas, sikap juga didefinisikan sebagai suatu organisasi keyakinan dan pendapatseseorang mengenai suatu objek yang bersifat konstan yang disertai perasaan tertentu dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respon atau berperilaku dalam cara tertentu seseuai dengan apa yang dipiilihnya. (Bimo walgito, BK studi dan karir, Yogyakarta, 2010: 211)

(27)

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan salahsatu aspek mental dari seseorang dapat berupa keyakinan dan kecendrungan untuk berperilaku terhadap objek sikap tersebut. Kecendungan tersebut akan memberikan pengaruh kepada individu untuk memberikan respon apa yang tepat diberikan terhadap objek sikap itu, apakah itu perasaan senang atau biasa-biasa saja.

Makadari itu sikap itu sendiri akan dapat terlihat dari respon yang diberikan oleh seseorang terhadap objek sikap baik positif maupun negatif. keyakinan dan kecendrungan tersebut menjadi dasar bagi seseorang untuk bertingkah laku. Jadi dapat dipahami bahwa sikap merupakan suatu pengalaman terhadap suatu objek atau masalah dari seseorang yang melibatkan suatu penilaian baik positif maupun negatif yang dapat dikomunikasikan melalui bahasa dan dapat terlihat dalam perilaku seseorang.

2. Ciri –ciri sikap dalam pembelajaran PAI

Suatu sikap akan terbentuk apabila memiliki ciri- ciri. Adapun ciri- ciri sikap antara lain dalam sikap selalu ada hubungan subjek dan objek. Objek sikap itu bisa berupa benda, orang, sekelompok orang, nilai-nilai sosial lembaga masyarakat, dan lain sebaginya. Sikap bukanlah bakat atau bawaan semenjak lahir melainkan dipelajari dan dibentuk melalui pengalaman-pengalaman. (Sarlito w. Sarwono, psikologi umum: 203)

Senada dengan itu Heri Purwanto (dalam A wawan dan dewi M) juga memberikan ciri-ciri sikap sebagai berikut:

a. Sikap bukan dibawa semenjak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan objek.

b. Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap itu dapat dipelajari c. Sikap itu tidak berdiri sendiri, dengan kata lain sikap itu terbentuk,

dipelajari atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatuobjek tertentu.

(28)

d. Objek sikap itu merupakan suatu hal yang tetentu tetapidapat juga merupakan kumpulam dari hal-hal tersebut.

e. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi perasaan.

Uraian di atas menggambarkan bahwa munculnya sikap pada individu karena adanya objek sikap itu sendiri.Objek tersebut bisa berupa benda, orang, pengalaman dan pandangan hidup.Lahirnya suatu sikap karena dipelajari setiap aspek kehidupan, bukan datang secara tiba-tiba. Sikap juga muncul karena berbagai pengalaman yang telah dilalui dan dipelajari oleh individu.

3. Komponen- komponen sikapdalam pembelajaran PAI

Sikap yang di tampilkan oleh seseorang memiliki komponen yang saling terkait. Diantara komponen sikap adalah:

a. Komponen kognitif (keyakinan), merupakan representatifapa yang dipercayai oleh sipemilik sikap.

b. Komponen afektif (emosi/ perasaan), merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional.

c. Komponen konatif (perilaku atau tindakan), merupakan aspek kecendrungan berperilaku sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. (Alek sobur, 360)

Sedangkan menurut Abu Ahmadi, sikap tersebut memiliki 3 aspek, yaitu:

1) Aspek kognitif, adalah yangberhubungan dengan gejala mengenal pikiran. Ini berarti berwujud pengolahan, dan keyakinan serta harapan-harapan individu tentang objek atau kelompok objek tertentu.

2) Aspek afektif, adalah yang berwujud proses yang menyangkut perasaan tertentu seperti ketakutan, simpati, dan lainnya yang ditunjukan kepada objek terseebut.

3) Aspek konatif yaitu yang berwujud proses tendesi atau kecendrungan untuk berbuat sesuatu, misal cedrung untuk memberi

(29)

pertolongan menjauhkan diri, dan lainnya. (Abu humadi, psikologi umum: 162)

Dari pendapat diatas dapat dipahami bahwa sikap yang ada pada setiap individu ini terdiri dari 3 aspek atau komponen diantaranya yaitu, komponen kognitif, afektif dan konatif (perilaku). Ketiga komponen ini saling memiliki keterkaitan. Persepsi, penilaian, dan pandangan terhadap suatu objek yang akan melahirkan berbagai perasaan pada objek tersebut. Kemudian persepsi, penilaian maupun perasaan tersebut akan membentuk berbagai sikap atau kecendrungan pada seseorang, baik berupa sikap positif maupun sikap yang negatif.

4. Fungsi sikap dalam pembelajaran PAI

Sikap yang dimunculkan oleh seseorang dilatar belakangi oleh beberapa faktor kenapa ia bersikap demikian. Sikap yang ditampilkan itu berkaitan dengan beberapa fungsi sikap dalam kehidupan, diantaranya sebagaimana yang dipaparkan Bimo Walgito yaitu,

a. Sikap sebagai instrument atau alat untuk mencapai suatu tujuan b. Sikap sebagai pertahanan ego

c. Sikap sebagai ekspresi nilai

d. Sikap sebagai fungsi pengetahuan. (Bimo walgito, bimbingan konseling: 212)

Selain fungsi fungsi sikap di atas, Abu Ahmadi juga mengatakan beberapa fungsi sikap, di antaranya:

a. Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri b. Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku

c. Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman d. Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian. (Abu Ahmadi,

psikologi umum: 179)

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami sikap yang dimunculkan oleh seseorang memiliki beberapa fungsi. Pertama sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri, maksudnya melalui sikap seseorang dapat menentukan bagaimana cara menyesuaikan diri

(30)

dalam suatu kondisi dengan melihat atau memperhatikan terlebih dahulu lingkungan di sekitarnya yang bisa dijadikan objek sikapnya.

Kemudian yang berikutnya fungsi sikap sebagai pernyataan kepribadian, ini berarti melalui sikap yang akan diketahui bagaimana pernyataan kepribadian atau respon yang dimunculkan oleh seseorang terhadap sesuatu yang menjadi sikapnya.

5. Proses terbentuknya sikap dalam pembelajaran PAI

Sikap bukanlah suatu hal yang dibawa semenjak lahir atau terjadi dengan sendirinya, akan tetapi sikap dibentuk melalui proses belajar. Menurut Abu Ahmadi “proses terbentuknya suatu sikap banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kebudayaan , misalnya keluarga, norma, golongan agama dan adat istiadat. Dalam hal ini keluargalah yang mempunyai peranan besar dalam membentuk sikap putra-putrinya. Keluarga sebagai lingkungan utama dan pertama bagi anak dalm berinteraksi, maka disanalah ia akan mendapatkan pengajaran tentang berbagai hal dalam kehidupan ini, termasuk dalam pembentukan sikap tersebut.

Bimo Walgito memaparkan bahwa “sikap seseorang terbentuk melalui persepsi yaitu proses pengorganisasian dan penginterprestasian stimulus yangditerima oleh ndividu yang berlangsung secara integrated dalam diri individu sehingga stimulus tersebut mempunyai arti (Bimo Walgito, bimbingan konseling: 213).

Dalam pembentukan sikap tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilalui seperti yang diuraikan Sarlito Wirawan Sarwono sebagai berikut:

a. Adaptasi

Kejadian dan peristiwa yang akan terjadi secara berulang – ulang dan terus-menerus, lama kelamaan akan diserap kedalam diri seeorang dan akan mempengarui suatu sikap. Misalnya anak yang baru lahir telah menetap dilingkungan yang religius, maka ia akan

(31)

mempunyai sikap negatif terhadap semua yang diharamkan oleh ajaran dan agamanya.

b. Diferensasi

Seiring dengan berkembangnya penalaran, inelengensi dan pengalaman serta bertambahnya usia, maka pada awalnya ia hanya menganggap hal trsebut sama dan sejenis,sekaang dipandang berbeda dan tersendiri dan tidak sama lagi dengan yang sebelumnya.

c. Integrasi

Pembentukan sikap terjadi secara bertahap yang dimulai dngan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu sehingga pada akhirnya akan terbenuk sikap mengenai hal tersebut (Sarlito, pengantar psikologi pendidikan: 203-204)

Dari uraian di atas dapat di pahami bahwa sikap dapat terbentuk dengan empat cara yaitu melaui adopsi, maksudnya sikap seseorang akan terbentuk melaluikejadian atau peristiwa yang telah dilaluinya. Cara yang kedua yaitu diferensiasi artinya sikap individu bisa terbentuk setelah kemampuan penalarannya berkembang, dimana disaat itu individu mulai bisa memandang suatu hal secara berbeda.Cara yang ketiga yaitu integrasi artinya, sikap seseorang itu terbentuk secara bertahap tekait dengan pengalamannya terhadap suatu hal. Cara pembentukan sikap yang terakhir adalah trauma, dimana pengalaman yang sifatnya traumatis atau sulit dilupakan dapat menjadi salah satu cara terbentuknya suatu sikap pada diri seseorang.

(32)

C. Perilaku Belajar dalam Pembelajaran

1. Pengertian Perilaku Belajar dalam Pembelajaran

Perilaku belajar adalah suatu perbuatan, aktivitas atau respon baik itu reaksi, tanggapan, jawaban atau balasan yang dilakukan oleh suatu organisme.Secara khusus pengertian perilaku adalah bagian dari suatu kesatuan pola reaksi.Pengertian perilaku menurut para ahli adalah Walgito perilaku adalah suatu aktivitas yang mengalami perubahan dalam diri individu.Perubahan itu dapat dalam segi kognitif, afektif, dan dalam segi psikomotorik.Sedangkan menurut Bimo Walgito perilaku adalahaktivias individu dalam artian segala bentuk aktivitas yang dikerjakan oleh individu. (Muhabidin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pedekatan Baru, 2004).

Syaiful Bahri menjelaskan bahwa belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah berkhirnya aktifitas belajar, walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan kategori belajar. Sedangkan pengertian secara psikologis, belajar adalah suatu proses perubahan yaitu perubahan tingah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. (Syaiful bahri, dan Aswan Zain, 2002: 66)

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa bahwa belajar pada dasarnya adalah poses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalamn yang terjadi dalam diri seseorang baik sifat maupun sejenisnya. Tapi tidak semua perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar, yang dalam artian bahwa kata change atau “perubahan” yang berarti seseorang telah mengalami proses belajar, maka akan mengalami perubahan tingkah laku, dilihat dari beberapa aspek pengetahuan bahwa dari yang tidak mengerti menjadi mengerti dari yang tidak pandai menjadi pandai.

Sedangkan Perilaku Belajar dalam pembelajaran adalah semua aktifitas siswa dalam rangka memperoleh pemahaman, tingkah laku

(33)

baru individu dalam mencapai tujuan tertentu dalam proses pembelajaran. Perubahan yang terjadi dapat berupa hal baru atau peningkatan pemahaman yang sudah ada (Muhammad Ali, Guru dalam Proses Belajar Mengajar: 15).

Dalam perilaku belajar, siswa memiliki kecendrungan perilaku yang berbeda-beda tiap individunya. Perilaku bisa perilaku di dalam kelas, perilaku dirumah atau kos, membaca buku, mencatat, dan mengunjungi pustaka, perilaku belajar bisa juga dikaitkan dengan aktivitas belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar dalam pembelajaran adalah suaru aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

2. Bentuk- bentuk Perilaku Belajar Siswadalam pembelajaran PAI Perilaku belajar merupakan kebiasaan belajar yang dilakukan secara berulang- ulang oleh individu sehingga menjadi otomatis atau berlangsung secara spotan. Bentuk- bentuk peilaku belajar tersebut adalah sebagai berikut:

a. Kebiasan Mengikuti Proses Pembelajaran

Belajar merupakan suatu proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuannya bukan proses pasif yang hanya mendengar ceramah. Dengan mengikuti proses pembelajaran, siswa pastilahmemiliki kebiasaan yang berbeda. Hal ini dilakukan agar siswa mendapatkan ilmu serta nilai yang baik.

b. Kegiatan membaca buku

Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan. Dengan membaca buku maka ilmu akan terbuka sehingga siswa akan siap menerima tambahan ilmu sesuai dengan yang dibaca. Mahardika mengatakan “tiga manfaat membaca buku yaitu untuk meluaskan

(34)

pengetahuan, sebagai bahan pembanding, dan untuk mendorong lebih lanjut kegiatan belajar”

c. Perilaku mengunjungi perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat untuk menemukan buku- buku sebagai sumber belajar. Dengan memanfaakan perpustakaan dengan baik maka siswa akan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. (Jurnal Arisandi, bentuk- bentuk perilaku belajar, diakses pada jum’at 06 juli 2018)

d. Kebiasaan menghadapi ujian

Ujian merupakan hal yang dialami siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Dengan melakukan ujian, maka dapat dilihat efektifitas proses pembelajaran yang telah dilakukan. Surachmad dalam Fayati mengatakan kebiasaannya adalah sebagai berikut:

1) Membaca catatan secara teratur 2) Belajar teratur, baik, dan disiplin

3) Jangan gugup dan bingung dalam mengadapi ujian. (Djamarah, psikologi belajar: 97)

3. Faktor- faktor yang mempengauhi perilaku belajar siswa dalam Pembelajaran PAI

Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu:

a. Faktor internal 1) Fisiologis

Yang menandai tingkat kebugaran organ tubuh dan sendi- sendinya dapat menpengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.Kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas ranah cipta kognitif sehingga materi yang dipelajari tidak berbekas.

(35)

2) Psikologis a) Intelgensi

Pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko- fisik untuk mereaksi rangsangan atau respon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek barang dan sebagainya, baik secaa positif maupun negatif.

b) Sikap

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecendrungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara relatif tetap terhadap objek barang dan sebagainya, baik secaa positif maupun negatif.

c) Bakat

Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseoranguntuk mencapai kebehasilan masa depan atau masa yang akan datang.

d) Minat

Minat berarti kecendrungan dan kegairahan yang tingi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

e) Motivasi

Adalah keadaan internal organisme baik manusia maupun hewan yang mendorong berbuat sesuatu.Dalam pengertian ini motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara searah.

b. Faktor ekternal

1) Linkungan sosal sekolah

Seperti guru dan teman sekelas, yang dapat mempengaruhi semangat belajar seseorang siswa sehingga menjadi daya dorong positif bagi kegiatan belajar siswa.

2) Lingkungan sosial non sekolah

Yang termasuk disini adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal dan letaknya, alat-alat belajar, keadaa

(36)

cuacadan waktu belajar yang digunakan siswa.Faktor ini dipandang juga data mempengauhi tingkat keberhasilan belajar siswa. (AhmadMuzakir dkk, psikologi umum: 59).

4. Manifestasi perilaku belajar

Manifestasi atau perwujudan perilaku belajar biasanya lebih sering tanpak dalam perubahan- peubahan sebagai berikut:

a. Kebiasaan

Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar, kebiasaan-kebiasaannya akan tanpak berubah. Dalam proses belajar, pembiaaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan inilah, muncul suatu pola bertingkah laku yang relatif menetap dan otomatis.

b. Keterampilan

Ialah kegiatan yang berkaitan dengan urat syaraf dan otot- otot yang lazimnya tanpak dalam kegiatan jasmanaiah seperti menulis, mengetik, olah raga dan lain sebagainya.

c. Pengamatan

Pengamatan artinya proses menerima menafsirkan dan memberikan arti rangsangan yang masuk melalui indra-indra seperti mata dan telinga.

d. Berfikir asosiatif

Berfikir asosiatif adalah berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuai dengan yang lainya. Berfikir asosiatif itu merupakan proses pembentukan hubungan antara rangsangan dengan respon.

e. Berfikir rasional

Berfikir rasional atau kritis adalah perwujudan perilaku belajar terutama yang berkaitan dengan pemecahan masalah.Dalam berfikir rasional, siswa dituntut menggunakan logika (akal sehat) untuk menentukan sebab akibat, menganalisis, menarik kesimpulan,dan juga menciptakan hukum- hukum (kaidah teoritis), dan ramalan- ramalan. (Ahmad Mudzakir dkk: 60).

(37)

f. Sikap

Dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecendrungan mental.Menurut Bruno sikap adalah kendrungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan yang baik atau buruk terhadap orang atau barang.Dengan demikian pada prinsipnya sikap itu dapat dianggap suatu kecendrungan siswa untuk bertindak dengan cara tertentu.

g. Inhibisi

Inhibisi adalah upaya pengurangan atau pencegahan timbulnya suatu respon tertentu karena adanya proses respon yang sedang berlangsung. Dalam belajar, yang disebut inhibisi ialah kesanggupan untuk mengurangi tindakan yang tidak perlu dan memilih tindakan yang baik ketika berinteraksi dengan lingkungan.

h. Apresiasi

Pada dasarnya apresiasi adalah suatu pertimbangan (judgement) mengenal arti penting atau nilai sesuatu.Dalam penerapannya, apresiasi sering diartikan sebagai penghargaan atau penilaian terhadap benda baik abstrak atau konkret yang memiliki nilai luhur.

i. Tingkah laku efektif

Tingkah laku efektif adalah tingkah laku yang menyangkut keanekaragaman perasaan seperti, takut, marah, sedih, dan lainnya tingah laku ini tidak terlepas dari pengalaman belajar. Oleh karenanya, ia juga dapat dianggap sebagai pewujudan perilaku belajar (Ahmad mudzakir: 61).

(38)

5. Ciri khas perilaku Belajar

Perilaku belajar yang terjadi pada peserta didik dapat dikenal baik dalam proses maupun dari hasilnya. Proses belajar dapat terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan dalam dirinya yang tidak dapat dipenuhi dengan cara yang refleks atau kebiasaan. Mereka ditantang untuk mengubah perilaku yang ada agar mampu atau dapat mencapai tujuan.Hasil perilaku belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku dalam keseluruhan pribadi belajar.Perlu diingat bahwa perilaku belajar bisa bersumber dari berbagai aspek perilaku lain baikbersifat internal maupun eksternal. (Oemar Malik, psikologi belajar mengajar: 75).

Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. Karakteristik perilaku belajar ini dalam beberapa pustaka rujukan antara lain Psikologi oleh Surya (1982) disebut juga sebagai prinsip-prinsip belajar. Diantara ciri-ciri khas yang menjadi karakteristik perilaku belajaryang terpenting adalah:

a. Perubahan Internasional

Perubahan yang trjadi dalam proses belajar adalahberkat pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadar, atau dengan kata lain bukan kebetulan.

b. Perubahan Positif dan Aktif

Menurut Thurstone dalamaris besarnya ”sikap merupakan tingkat afeksi yang positif atau negative yang dihubungkan dengan objek psikologis. Objek psikologis sendiri mempunyai simbol, slogan, kalimat, serta ide yang ditujukan agar orang dapat membedakan pengaruh positif dan pengaruh negatif.

(39)

D. Belajar dan pembelajaran 1. Pengertian belajar

Pembelajaran berupaya untuk mengubah siswa yang belum terdidik, menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu, menjadi sisa yang memiliki pengetahuan.

Demikian pula siswa yang memiliki sikap, kebiasaan, atau tingkah laku yang belum mencerminkan eksistensinya sebagai pribadi yang baikatau positif, menjadi siswa yang memiliki sikap, kebiasaan dan tingkah laku yang baik. Sebenarnya belajar dapat saja terjadi tanpa adanya pembelajaran, namun hasil belajar akan tanpak jelas dari suatu aktifitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan terjadinya proses belajar dalam diri siswa.

“Belajar adalah proses usaha dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara sempurna atau keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar itu adalah proses reaksi individu terhadap lingkungan sekitar, sehingga belajar bukanhanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mendapatkan hasil belajar yang baik adalah perubahan tingkah laku.

Seseorang dapat dikatakan telah mengalami proses pembelajaran apabila dalam dirinya telah tejadi perubahan, dari tidak tahu, menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan lain sebagainya. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar dapat dilihat secara langsung, oleh sebab ituagar dapat di kontrol dan berkembang secara optimal melalui proses belajar dalam kelas, maka program pembelajaran harus dirancang dengan baik terlebih dahulu oleh guru dengan memperhatikan berbagaiprinsip yang telah terbukti keunggulannya secara empirik. ( Aunurrahman, 2012: 34-35)”

Belajar merupakan proses usaha dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara sempurna atau keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Seseorang dapat dikatakan telah mengalami proses pembelajaran apabila dalam dirinya telah tejadi perubahan, dari tidak tahu, menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan lain sebagainya.

(40)

2. Ciri-Ciri Belajar

Diantara ciri-ciri minat belaja menurut Slameto yaitu siswa yang berminat dalam belaja adalah sebagai berikut:

a. Mempunyai kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan, dan mengenang suatu yang telah dipelajari

b. Adanya rasa suka dan senang terhadap sesuatu yang diminati

c. Memperoleh susatu kebanggan dan kepauasanterhadap sesuatu yang diminati

d. Adanya ketertarikan terhadap sesuatu aktivitas yang diminati lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya dari pada yang lainnya, imanivestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

3. Cara meningkatkan kualitas belajar siswa

Ramayulis mengemukakan cara-cara meningkatkan minat belajar siswa sebagai berikut:

a. Melalui pekerjaan rumah

Pendidik dapat menilai peserta didik melalui pekerjaan rumah, Peserta didik yang mempunyaiminat dalam pembelajaran tersebut akan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya dengan baik. Jadi dapat dikatakan peserta didik yang mengerjakan pekerjaan rumah tersebut dapat dikatakan memiliki minat dalam pembelajaran tersebut.

b. Diskusi

Diskusi yang diciptakan dalam ruangan belajar dengan teman sebaya, dapat member petunjuk mengenai minat belajar siswa dan seberapa kuat minat tersebut. Jadi dalam berdiskusi peserta didik tersebut akan antusias dan berpartisipasi. Dalam diskusi tersebut dapat mengembangkan minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang sedang dilaksanakandengan cara memberikan pendapat atau komentarnya.

(41)

c. Membeikan pertanyaan

Apabila proses belajar mengajar berlagsung dengan aktif, artinyapserta didik aktif dalam bertanya, memberikan tanggapan, sesuai dengan materi yang dijelaskan oleh pendidik. Hal tersebt menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat terhadap pembelajaran tersebut. Dalam mengikuti proses belajar mengajar siswa yang berminat akan dengan antusias bertanya, dengan mengemukakan pendapat atau memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan oleh temannya (Ramayulis, 2002: 366)

Sedangkan cara untuk membangkitkan atau menarik perhatian siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

1) Pembelajaran diusahakan selalu menarik perhatian peserta didik untuk mengetahui hakikat dari pengrtian dari pengajaran.

Untuk itu seorang guruharus mengetahui akan pusat minat dari peserta didik.

2) Menghubungkan pembelajaran tersebut dengan kejadian- kejadian dan peristiwa disekitar siswa tersebut, sehingga pembelajaran menjadi actual (nyata).

3) Media atau alat yang digunakan dapat menarik perhaian siswa, karena denga aanya media dapat memperjelas pengertian dan dpat menyenangkan bagi peserta didik.

4) Pembelajaran selau disesuaikan dengan taraf kemampuan dan perkembangan peserta didik.

5) Guru seharusnya menyiapkan bahan pembelajaran secara baik, menggunakan berbagai macam metode yang bervariasi dan cocok denga pembelajaran yang sedang dilaksanakan.

(42)

E. Penelitian yang Relevan

1. Skripsi yang ditulis oleh Rafnidaroza mahasiswa IAIN Batusangkar, yang mana judul skripsinya adalah Analisis Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Ranah Afekif (Sikap) Berdasarkan Permendikbud No.23 tahun 2016 pada MTsN Al- Harbi pabalutan Batusangkar, yang mana hasil penelitian, telah dilaksanakannya evaluasi terhadap pembelajaran ranah efektif (sikap) Berdasarkan Permendikbud No.23 tahun 2016, akan tetapi masih kurang dalam penerapannya dalam pembelajaran PAI.

Berdasarkan hasil penelitian di atas ada terdapat persamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu sama-sama membahas tentang sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI.Namun perbedaannya adalah peneliti lebih fokus kepada bagaimana analisis sikap dan juga perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI.Kemudian dilihat dari segi tempat dan waktu penelitiannya, adapun tempat penelitian yang peneliti lakukan adalah di SMA N 3 Kota Solok.

2. Skripsi yang ditulis oleh Roza Agustina Rini mahasiswa IAIN Batusangkar, yang mana judul skripsinya adalah Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAIdi SMA N02 Batusangkar kabupaten tanah datar, yang mana hasil penelitian masih banyak juga diantara siswa yang memiiki perilaku yang kurang baik dalam pembelajaran PAI.

Berdasarkan penelitian di atas terdapat persamaan dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu sama-sama membahas tentang ranah afektif (perilaku) belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Namun perbedaannya dengan penelitian ini adalah peneliti juga membahas tentang bagaimana sikap belajar siswa dalam pembelajaran PAI dan penelitian ini lebih focus kepada bagaimana analisis sikap dan juga perilaku belajar siswa dalam pembelajaran

(43)

PAI, kemudian dilihat lagi dari segi tempat dan waktu pelaksanaan penelitiannya. Adapun tempat penelitian yang peneliti lakukan adalah di SMA N 3 Kota Solok

(44)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (fieid research)penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mengungkapkan serta menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan, sebagaimana yang terjadi dilokasi penelitian yang dimaksud untuk memehami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu fenomena penelitian yang bertujuan unuk mengambarkan keadaaan-keadaan yan terjadi dilapangan, baik kata-kata atau lisan orang yang menjadi subjek penelitian.(Lexy Moleong, 2006: 6)

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu perbuatan yang dilakukan dilapangan dengan melihat gejala-gejala yang terjadi dilapangan atau ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan gambaran lengkap tentang suatu keadaan, yang dimaksud lapangan disini adalah SMA N 3 Kota Solok yang mana yang akan diteliti adalah Persepsi guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI.

Maka penelitian kualitatif sangat cocok digunakan dalam penelitian.

B. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan data yang berupa angka-angka. Selain itu semua data yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap data yang telah teliti, dengan metode deskriptif kualitatiftersebut dapat mengetahui langsung bagaimana Persepsi guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI

34

(45)

C. Latar dan Waktu penelitian

Tempat penelitian dilakukan SMA N 3 Kota Solok, penelitian dilakukan atau diawali dengan melakukan observasi sekaligus wawancara langsung dengan salah satu guru yang mengajar di SMA N 3 Kota Solok, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu Bapak Juni Efi Candra, MA dan ibuk Hafnida MA, wawancara dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2018.

D. Sumber data

Untuk melihatdan mengetahui bagaimanaanalisis sikap dan perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI di SMA N 3 Kota Solok, maka sumber penelitian adalah:

1. Sumber data primer dari penelitian ini adalah data utama yaitu guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 2 orang di SMA N 3 Kota Solok.

2. Sumber sekunder penelitian ini adalah data dan juga wawancara yang dlakukan dengan wakil kurikulum dalam penelitian Persepsi guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI E. Teknik pengumpulan data

1. Teknik wawancara yaitu salah satu bentuk komunikasi verbal, semacam percakapan bertujuan memperoleh informasi. (Hadeli, 2006: 75).

Mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru PAI yang mengajar di SMA tersebut. Wawancara dilakukan secara komunikasi langsung dengan guru PAI di SMA N3 Kota Solok, untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku belajar siswa dalam pembelajaran PAI.

2. Observasi yaitu memperhatikan secara langsung tentang objek yang akan diteliti, dari penelitian ini yang menjadi subjek observasi adalah guru PAI di SMA N 3 Kota Solok, dalam rangka mendapat informasi tentang bagaimana Persepsi guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI.

(46)

Lembar pengamatan observasi tentang Persepsi guru tentang Sikap dan Perilaku Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI

a. Deskriptor tentang sikap siswa dalam belajar dan melaksanakan ujian

No. Deskriptor Sikap siswa

Menerima Menolak 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

b. Deskriptor tentang perilaku siswa dalam belajar melaksanakan ujian

No Deskriptor Alternatif Jawaban

SL SR JR TP 1

2

3

4 5 6

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada informan adalah, sembilan dari sepuluh informan mengatakan menjadi ragu-ragu setelah melihat tayangan Reportase

Upaya yang dilakukan adalah mengganti jadwal kegiatan ekstrakurikuler, memberikan pelatihan kepada siswa secara intensif, dan guru ekstrakurikuler tari memberi materi terlebih

membuat siswa merasa kurang tertarik pada mata pelajaran kemudian guru langsung meninggalkan kelas sehingga guru tidak mendapingi siswa dalam kelas praktek. Siswa

Berdasarkan hasil wawancara bersama guru kelas V beliau mengatakan bahwa yang menjadi faktor penyebab kesulitan belajar matematika siswa itu karena siswa tidak

Hal ini dapat diketahui dari hasil wawancara kepada guru mata pelajaran Bahasa Arab yaitu Siti Anis Sulalah, S.Pd.I, beliau mengatakan: pasti menciptakan iklim/suasana

1. Rata-rata siswa tidak memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran di kelas. Rata-rata siswa mengatakan apabila mendapat nilai yang rendah, siswa tidak

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru mata pelajaran sejarah yaitu ibu Darnawati, beliau mengatakan bahwa bahan ajar digital tentang sejarah

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap ketiga informan menerangkan bahwa yang menjadi kendala atau hambatan dalam pelaksanaan administrasi di Kantor Distrik Welesi