• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - repository.metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - repository.metrouniv.ac.id"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Mengenai data yang diperoleh penulis yaitu tentang penggunaan media pembelajaran PAI untuk meningkatkan semangat kerja siswa. Jawaban: “Guru menggunakan media pembelajaran bercerita sebagai salah satu langkah penanaman nilai-nilai moral.

LANDASAN TEORI

Pengertian Media Pembelajaran

Alat peraga atau alat bantu untuk membantu guru (pelatih) memperjelas materi (pesan) yang ingin disampaikan. Http://Media-Grafika.com/Pengertian-media-learning.). Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa media terbagi menjadi dua kategori yaitu sebagai sumber dan juga sebagai media pembelajaran.

Macam-macam Media Pembelajaran

Perbedaan sikap siswa menjadi salah satu permasalahan dalam pembentukan moral siswa di SDN 03 Sri Kencono karena. Ketiga, lingkungan juga menjadi permasalahan dalam pembentukan moral siswa di SDN 03 Sri Kencono.

Urgensi Media Pembelajaran

Langkah-langkah Penggunaan Media Pembelajaran

Secara deskriptif alur penggunaan media pembelajaran dimulai dari sumber pesan yaitu guru yang memberikan bahan ajar kepada siswa dengan menggunakan media, media berisi pesan. Pesan dalam media berisikan materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran pada saat pembelajaran, kemudian pesan dalam media tersebut disampaikan kepada penerima pesan dalam hal ini adalah siswa.

Akhlak

  • Pengertian Akhlak
  • Macam-macam Akhlak
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akhlak

Berdasarkan wawancara dengan wali kelas IV SDN 03 Sri Kencono, dalam mengajarkan nilai moral, guru PAI diketahui telah menggunakan media bercerita sebagai salah satu langkah untuk mencetak siswa yang berakhlak baik. Wali kelas kelompok IV mengatakan bahwa perilaku siswa SDN 03 Sri Kencono pada dasarnya baik.

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data

Sumber data yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah sumber data utama berupa perkataan dan tindakan atau pengamatan, serta sumber data tambahan berupa dokumen. Sebagaimana dikatakan oleh yang lain bahwa “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan atau observasi, selebihnya merupakan data tambahan yaitu sumber data tertulis. Sumber data utama adalah sumber data yang diambil peneliti melalui kata-kata dan tindakan atau observasi”,47 Peristiwa atau kejadian yang berkaitan dengan masalah atau fokus penelitian akan diamati langsung di tempat yang akan diteliti. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara tatap muka di SD N 03 Sri Kencono dengan guru mata pelajaran Agama Islam. Edukasi mengenai penerapan media pembelajaran bercerita dan bercerita dalam proses pembelajaran.

Sumber data tambahan adalah “segala bentuk dokumen, baik tertulis maupun fotografi”. 48 Kemudian pendapat lain menjelaskan bahwa “dokumen tidak dapat diabaikan dalam suatu penelitian, terutama dokumen tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi.”. SD N 03 Sri Kencono yang meliputi : letak geografis, sejarah berdirinya, visi, misi dan struktur organisasi. Berdasarkan penjelasan di atas maka penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder sehingga data-data yang diperlukan untuk penelitian dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan peneliti.

Teknik Pengumpulan Data

Pedoman wawancara biasanya berbentuk serangkaian pertanyaan tertulis, dengan alternatif pilihan jawaban yang ditentukan seperti ya atau tidak. Wawancara tidak terstruktur merupakan jenis wawancara yang tidak memerlukan pedoman wawancara secara rinci atau sistematis. Wawancara jenis ini dapat digunakan apabila informasi yang diperlukan sulit diperoleh dari responden yang akan diwawancarai.

Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif 52 Dalam penelitian ini jenis wawancara yang akan peneliti gunakan adalah wawancara semi terstruktur, peneliti menyiapkan petunjuk wawancara dan juga mengajukan pertanyaan terbuka untuk responden. . Teknik wawancara atau wawancara dalam penelitian ini dilakukan peneliti untuk mencari informasi data-data yang berkaitan dengan penerapan media pembelajaran yang dilakukan di SD N 03 Sri Kencono. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala atau fenomena-fenomena yang diselidiki.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Perluasan observasi untuk menguji kredibilitas data penelitian difokuskan pada pengujian data yang diperoleh. Data yang didapat setelah dicek kembali di lapangan apakah benar atau tidak, ada perubahan atau masih sama. Pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dari berbagai sumber.

Melakukan analisis kasus negatif artinya peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang ditemukan. Jika tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti Anda masih mendapatkan data yang ada. Tujuan dari member check adalah untuk memeriksa sejauh mana data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh penyedia data.

Teknik Analisis Data

Syarat Guru dan Pegawai SDN 03 Sri Kencono Lampung Tengah Salah satu syarat mutlak dalam proses belajar mengajar di suatu lembaga pendidikan adalah guru dan pegawai. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa IV. kelas SDN 03 Sri Kencono diketahui jenis cerita yang dipilih guru PAI adalah cerita religi karena banyak cerita religi didalamnya. Berdasarkan pengamatan penulis bahwa para guru menggunakan metode yang berbeda-beda dalam mengajarkan akhlak kepada siswa di SDN 03 Sri Kencono Lampung Tengah, namun tidak semuanya berhasil dilaksanakan.

Penerapan media pembelajaran PAI dalam meningkatkan ketangkasan siswa kelas IV SDN 3 Sri Kencono Lampung Tengah Siswa kelas IV SDN 3 Sri Kencono Lampung Tengah. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa di SDN 03 Sri Kencono guru PAI menggunakan jenis cerita religi, bentuk cerita lisan dalam menyampaikan cerita, dan guru memberikan nilai moral kepada siswa melalui bercerita. Kesimpulan yang penulis peroleh adalah penerapan media pembelajaran PAI melalui media cerita atau bercerita tentang keteladanan nabi dan rasul yang didukung media lain dapat meningkatkan moral siswa kelas IV SDN 3 Sri Kencono Lampung Tengah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Berdirinya SDN 3 Sri Kencono

Warga Desa Sri Kencono Penduduk lokal berasal dari berbagai daerah, seperti Lampung Timur, Lampung Barat, Lampung Utara, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, didirikanlah SDN 03 Sri Kencono, dengan tujuan untuk mendidik anak-anak menjadi manusia yang cerdas dan berguna bagi bangsa dan negara.

Visi dan Misi SDN 3 Sri Kencono

Menurutnya, akhlak siswa SDN Sri Kencono khususnya kelompok IV sudah cukup baik dalam berperilaku terhadap diri sendiri, terhadap teman dan guru. Guru PAI yang menyatakan bahwa faktor penyebab perilaku moral siswa dipengaruhi oleh faktor keluarga dan lingkungan. Upaya yang dilakukan salah satunya melalui media pembelajaran narasi yang bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

Guru wali kelas IV mengatakan, faktor yang mempengaruhi akhlak siswa adalah faktor keluarga dan lingkungan. Padahal dalam proses belajar mengajar dalam setiap penyampaian materi selalu terdapat nilai-nilai moral, dan selalu menekankan pada pengembangan moral peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran melalui storytelling dalam meningkatkan akhlak siswa di SDN 03 Sri Kencono yaitu guru dipandu oleh langkah-langkah dalam storytelling.

Dijelaskan oleh guru PAI, melalui storytelling, media pembelajaran PAI sangat efektif dalam meningkatkan semangat kerja siswa. Hasil penelitian penerapan media pembelajaran PAI untuk meningkatkan semangat belajar siswa di SDN 3 Sri Kencono Lampung Tengah adalah media pembelajaran PAI yang diterapkan guru adalah media cerita atau bercerita dengan model nabi dan rasul yang didukung dengan media lain. siswa tidak bosan saat proses pembelajaran.

Keadan Guru dan Karyawan SDN 3 Sri Kencono

Sarana dan Prasarana SDN 3 Sri Kencono

Sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pendidikan di SDN 03 Sri Kencono terdiri dari ruang kelas dan ruang kegiatan lainnya.

Keadaan Siswa SDN 3 Sri Kencono

Deskripsi Hasil Penelitian dan Pembahasan

  • Penerapan Media Cerita Islami dalam Pembelajaran PAI
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akhlak Siswa
  • Penerapan Media Pembelajaran PAI dalam Meningkatkan

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa guru PAI telah menggunakan kriteria pemilihan cerita yang baik dan pemilihan jenis cerita religi dalam penggunaan media narasi. Namun melalui media cerita islami diharapkan siswa dapat memperoleh manfaat lebih dari cerita yang didengarkannya. Berdasarkan wawancara dengan guru PAI, hal yang pertama kali dilakukan dalam menggunakan media cerita islami adalah memilih cerita yang baik agar mendapat respon positif dari siswa dan mencapai tujuan pembelajaran yaitu siswa yang mempunyai akhlak yang baik.

Berdasarkan pendapat guru PAI yaitu Bpk. Agus Budimana, S.Ag yang menyatakan bahwa dalam menggunakan media cerita islami perlu adanya kriteria pemilihan cerita yang baik dan cocok untuk siswa yaitu pilihan cerita yang harus menarik disesuaikan dengan usia anak. , dan pemilihan topik harus disesuaikan dengan substansi yang disajikan. Kriteria pemilihan cerita yang baik dijadikan acuan bagi guru PAI untuk menggunakan media cerita Islami dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam yaitu nilai-nilai moral. Berdasarkan penjelasan seorang guru PAI yang menggunakan cerita religi sebagai salah satu dari beberapa jenis cerita yang disukai banyak anak.

Pembahasan

Media pembelajaran melalui bercerita sangat berguna untuk memberikan sugesti atau ajakan kepada kebaikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran storytelling dalam meningkatkan semangat kerja di SDN 03 Sri Kencono adalah melalui langkah-langkah storytelling yang telah dijelaskan di atas yaitu penentuan judul atau tema, isi cerita, dan kesimpulan. Selain itu diharapkan dengan memberikan keteladanan yang baik kepada siswa dengan sikap dan perilaku guru yang baik diharapkan siswa akan meneladaninya, dan tanpa keteladanan dari guru maka upaya untuk meningkatkan moral siswa akan meningkat. siswa akan mustahil mencapainya.

Media pembelajaran PAI dengan bercerita sangat mempengaruhi perilaku siswa, nilai-nilai pendidikan agama Islam yang diberikan kepada siswa melalui bercerita sudah cukup membuat siswa menjadi percaya diri. Penggunaan media pembelajaran PAI untuk meningkatkan semangat belajar siswa dengan cara bercerita dinilai efektif karena cara ini berjalan sangat natural tanpa anak merasa merendahkan dan mudah dipahami. Bagi guru, maka dalam upaya meningkatkan semangat siswa agar dapat mengemudi dengan baik, maka materi dan kegiatan harus fokus.

PENUTUP

Saran

Hendaknya para tenaga pengajar senantiasa memberikan contoh keteladanan akhlak yang baik dan bekerja sama untuk meningkatkan akhlak para peserta didik agar para peserta didik mau meneladani dan meneladani apa yang dilakukan guru dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan semangat kerja melalui strategi pembelajaran aktif. Tipe teladan bagi siswa VII. kelas SMP Surya Dharma 2 Bandar Lampung, skripsi IAIN Radin Intan. PENGARUH KEGIATAN BERCERITA DENGAN BUKU CERITA ISLAM TERHADAP PERILAKU MORAL ANAK.”, Jurnal Ilmiah VISI P2TK PAUD NI, Vol.

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PAUD MELALUI METODE BERCERITA (STUDI KASUS DI UNIT PAUD SERUPA (SPS) AL MUSLIMUN KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT”, Jurnal PEMBERDAYAAN Vol. MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAK MELALUI METODE CERITA MENGGUNAKAN GAMBAR ORANG DI PAUD HABIBUL UMMI II KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN”.

Referensi

Dokumen terkait

55 Hasil wawancara peneliti kepada guru SD IT Al- Qiswah juga mengatakan bahwa: “Dimasa pandemi covid-19 sekarang ini kami menerapkan pola pembelajaran daring dek, kami selalu