• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku Kepemimpinan a. Pengertian Kepemimpinan

Dalam dokumen MULYADI NIM : (Halaman 41-44)

LANDASAN TEORI

A. Deskripsi Konseptual

1. Perilaku Kepemimpinan a. Pengertian Kepemimpinan

Secara etimologi, kepemimpinan berasal dari kata dasar pemimpin.

Dalam bahasa Inggris, leadrship yang berarti kepemimpinan, dari kata dasar leader berarti memimpin dan akar katanya to lead yang terkandung beberapa arti yang saling erat berhubungan: bergerak lebih awal, berjalan di awal, mengambil langkah awal, berbuat paling dulu, memelopori, mengarahkan pikiran-pendapat-orang lain, membimbing, menuntun, dan menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.10

Handoko mengemukakan pendapat kepemimpinan adalah bagian penting dari manajemen yang merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja untuk mencapai tujuan dan sasaran.11 Selanjutnya menurut Husaini Usman kepemimpinan menyangkut tentang cara atau proses mengarahkan orang agar mau berbuat seperti yang pemimpin inginkan.12

Yukl mendefiniskan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan secara efektif serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.13 Menurut Stepen P Robbins mengatakan bahwa: “Leadership as the abillity to influnce a group toward the achievement of goals”, bahwa kepemimpinan

10 Baharuddin dan Umiarso, Kepemimpinan Pendidikan Islam; Antara Teori dan Praktik (Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2012). 47.

11 T. Hani Handoko, Manajemen (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2009), 294-295.

12 Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, Dan Riset Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 307.

13 Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, Dan Riset Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 309.

didefiniskan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan.14

Sedangkan Wirawan mendefinsikan kepemimpinan sebagai proses pemimpin menciptakan visi, mempengaruhi sikap, perilaku, pendapat, nilai-nilai, norma dan sebagainya dari pengikut untuk merealisasikan visi.15 Dari pendapat Wirawan dapat kita ambil bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses bukan sesuatu yang terjadi seketika.

Ditinjau dari beberapa pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa kepemimpinan adalah orang yang memiliki kewenangan untuk memberi tugas, mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui pola hubungan atau interaksi yang baik guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.

b. Tinjauan Perilaku Kepemimpinan

Kebanyakan studi kepemimpinan selama ini menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut di hubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan kerjaan kinerja bawahan. Peneliti-peneliti lainya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelediki bagaimana perilaku kepemimpinan mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja bawahan.16 Variabel ini sangat penting karena perilaku kepemimpinan mencerminkan apa yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi pengikutnya untuk merealisasikan visi organisasi.17

Teori perilaku kepemimpinan (behavioral theory of leadership) didasari pada keyakinan bahwa pemimpin yang hebat merupakan hasil

14 Stephen P Robbins And Timothy A Judge, Organizational Behavior (Pearson Education, Inc., publishing as Prentice Hall., 2012), 368. E-Book (diakses 8 Agustus 2018).

15 Wirawan, Kapita Selekta Teori Kepemimpinan, Pengantar Untuk Praktik dan Penelitian Buku Jilid 1 (Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & Uhamka Press, 2002 ), 18.

16 Nur Efendi. Islamic Educational Leadership: Memahami Integrasi Konsep Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Islam (Yogyakarta: Kalimedia, 2015), 114.

17 Wirawan, Kapita Selekta Teori Kepemimpinan, Pengantar untuk Praktik dan Penelitian Buku 2 (Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia dan Uhamkan Press, 2002), 79.

bentukan atau dapat dibentuk bukan dilahirkan (leader are made, not born). Berakar pada teori behaviorisme, teori kepeimpinan ini berfokus pada tindakan pemimpin, bukan pada kualitas atau internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar menjadi pemimpin, misalnya melalui pelatihan atau observasi.18

Kepemimpinan sebagai perilaku seorang pemimpin pada setiap aktivitasnya di dalam serangkaian usaha-usaha membimbing dan mengarahkan anggota-anggota kelompok dan nyata-nyata berubah, maka hal ini merupakan kepemimpinan yang sukses. Kemudian jika ada orang lain yang merasa terdorong untuk mengarahkan perilakunya, hal tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan yang efektif. Pendekatan perilaku ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola dan tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat pemimpin. Alasnya sifat sukar untuk diidentifikasi. Beberapa ahli berkeyanikan bahwa perilaku dapat dipelajari, berarti dalam hal ini orang yang dilatih dalam perilaku kepemimpinan yang tepat akan dapat memimpin dengan efektif. Namun demikian, kefektivan perilaku kepeimpinan ini dapat dipengaruhi oleh bebrapa variabel. Jadi perilaku tidak mutlak menentukan keberhasilan suatu kepemimpinan.19 Pendapat tersebut di atas menunjukkan bahwa upaya kepemimpinan dapat mempengaruhi setiap pemimpin di dalam melaksanakan tugas-tugasnya, karena gaya kepemimpinan tersebut dapat menggambarkan perilaku kepemimpinan pada setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya.

Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu aktivitas perilaku pemimpin untuk mempengaruhi dan memotivasi melalui proses komunikasi (informasi) agar bawahan dapat diarahkan ke tujuan organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Seiring dengan tema dan fokus penelitian ini, maka pembahasan

18 Sudarwan Danim. Kepemimpinan Pendidikan: Kepemimpinan Jenius (IQ+EQ), Etika,, Perilaku Motivasional, dan Mitos. (Bandung : Alfabeta, 2010), 8.

19 Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), 91.

kepemimpinan dibatasi pada pendekatan perilaku pemimpin yang dalam hal ini memfokuskan pada perilaku kepemimpinan kepala madrasah, sehingga dalam meningkatkan kinerja guru sangat dibutuhkan kepemimpinan yang mengarahkan pada peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan pendidikan di madrasah secara efektif dan efisien.

Menurut Handoko (2009:298), bahwa20 :

“Pendekatan perilaku kepemimpinan tidak lagi mencoba untuk mencari jawab sifat-sifat pemimpin, tetapi mencoba untuk menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin efektif – bagaimana mereka mendelegasikan tugas, bagaimana mereka berkomunikasi dengan dan memotivasi bawahan mereka, bagaimana mereka menjalankan tugas-tugas, dan sebagainya”.

Seperti halnya Jago dalam Husaini Usman menegaskan bahwa kerangka kepemimpinan terdiri atas 2 dimensi, yaitu 1) fokus dan 2) pendekatan.21 Fokus memandang kepemimpinan sebagai seperangkat sifat-sifat dan sebagai perangkat perilaku yang esensinya kepemimpinan yang efektif atau tidak efektif tergantung sifat-sifat yang dimiliki pemimpin sejak lahir. Jadi pemiimpin menurut pendekatan ini dilahirkan.

Prespektif perilaku berfokus pada perilaku pimpinan yang dapat diamati.

Gaya bersikap dan bertindak tampak dari cara melakukan sesuatu seperti cara memerintah, cara mengambil keputusan, cara memotivasi, cara berkomunikasi, cara berkordinasi dan sebagainya.

Dengan menggunakan pendekatan perilaku, oleh para ahli dikembangkan teori kepemimpinan perilaku kedalam berbagai klasifikasi sebagai berikut:22

Dalam dokumen MULYADI NIM : (Halaman 41-44)