VI. POLA DAN PERILAKU PENGGUNAAN AIR BERSIH
6.2 Perilaku Penduduk Terhadap Kondisi Air Tanah
6.2 Perilaku Penduduk Terhadap Kondisi Air Tanah
Berdasarkan penjelasan sebelumnya mengenai pola penggunaan air bersih oleh rumah tangga diketahui bahwa terdapat sebagian rumah tangga responden yang sumber air tanahnya mengalami pencemaran. Meskipun tidak terdapat data akurat mengenai pengujian terhadap parameter-parameter fisika, biologi, dan kimia mengenai kualitas air tanah, namun pencemaran air tanah dapat diketahui oleh penduduk melalui pengamatan secara langsung atas perubahan fisik yang mereka rasakan terhadap sumber air tanah yang mereka gunakan.
Bentuk perubahan fisik yang dirasakan diantaranya adalah bahwa sumber air tanah yang mereka gunakan saat ini cenderung telah mengering, keruh, terdapat endapan, dan adanya bau besi yang menyengat. Kondisi ini menyebabkan sebagian responden tidak dapat menggunakan air tanah lagi dengan bebas akibat khawatir terhadap risiko terhadap kesehatan mereka apabila dikonsumsi secara langsung. Adapun untuk menghindari risiko tersebut rumah tangga melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti membeli alat penjernih air (water treatment
devices) atau pun sumber air alternatif lain seperti air galon untuk keperluan
minum dan memasak.
Berikut ini akan dibahas mengenai perilaku pencegahan rumah tangga responden atas kondisi air tanah. Kondisi air tanah yang dimaksud adalah berupa informasi yang diberikan oleh responden atas kualitas air tanah yang digunakan oleh rumah tangga responden tersebut. Kualitas air tanah ini didasari pada persepsi responden atas pencemaran yang terjadi pada sumber air tanah yang mereka gunakan. Tindakan pencegahan yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah jenis-jenis dari tindakan pencegahan yang dilakukan oleh rumah tangga responden kelompok 1 dan 3. Adapun rumah tangga pada kelompok 2 tidak
69 dibahas lebih lanjut karena diasumsikan tindakan pencegahannya bukan merupakan akibat dari kondisi air tanah yang tercemar.
6.2.1 Perilaku Pencegahan pada Klasifikasi Rumah Tangga Responden Kelompok 1
Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 60 responden pada klasifikasi rumah tangga responden kelompok 1 mengenai kondisi air tanah beserta jenis tindakan pencegahan yang dilakukan diperoleh bahwa sebesar 38 responden mengaku bahwa sumber air tanah nya mengalami pencemaran, sedangkan sisanya, 22 responden, mengaku tidak mengalami pencemaran pada sumber air tanahnya. Kondisi air tanah yang dirasakan oleh rumah tangga responden yang mengalami pencemaran adalah air tanahnya cenderung mengering, keruh, terdapat endapan, serta berbau besi yang menyengat. Adapun untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan akibat kondisi air tanah yang tercemar tersebut, maka rumah tangga responden akan melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan membeli alat penjernih air dan mengganti sumber air minum mereka dengan air galon jenis air minum isi ulang (AMIU) atau air minum dalam kemasan (AMDK).
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat enam jenis kombinasi atas tindakan pencegahan yang dilakukan oleh rumah tangga responden sebagai respon atas kondisi air tanah yang tercemar. Bagi 38 rumah tangga responden yang mengalami pencemaran pada air tanahnya, jenis kombinasi yang paling banyak dipih oleh responden adalah mengombinasikan penggunaan filter serta air galon jenis AMIU dan AMDK yaitu sebanyak 11 responden. Adapun bagi 22 responden yang tidak mengalami pencemaran, jenis kombinasi yang paling banyak dipilih responden adalah mengombinasikan penggunaan air galon jenis AMIU dan
70 AMDK yaitu sebanyak 7 responden. Data mengenai jenis tindakan pencegahan pada klasifikasi rumah tangga responden kelompok 1 terhadap kondisi air tanah dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Jenis Tindakan Pencegahan oleh Klasifikasi Rumah Tangga Responden Kelompok 1
Kondisi Air Tanah Jumlah Responden
Jenis Tindakan Pencegahan (Responden)
AMIU AMDK AMIU+
AMDK AMIU+ Filter AMDK +Filter AMIU+ AMDK +Filter Mengalami Pencemaran 38 10 1 10 6 - 11 Tidak Mengalami Pencemaran 22 3 2 7 6 1 3
Sumber: Data Primer Diolah, 2012
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa rumah tangga responden yang tidak mengalami pencemaran pada air tanahnya juga melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti yang dilakukan oleh rumah tangga yang mengalami pencemaran. Selain dipengaruhi oleh alasan bahwa penggunaan air galon lebih praktis untuk digunakan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kekhawatiran mereka terhadap kondisi air tanah yang disebabkan oleh informasi yang diperoleh dari pemerintah daerah Kelurahan Harapan Jaya mengenai kondisi air tanah di Kota Bekasi yang cenderung menurun kualitas dan kuantitasnya saat ini, sehingga mereka merasa perlu untuk melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak negatif yang akan terjadi di masa yang akan datang.
6.2.2 Perilaku Pencegahan pada Klasifikasi Rumah Tangga Responden Kelompok 3
Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 36 responden pada klasifikasi rumah tangga responden kelompok 3 mengenai kondisi air tanah beserta jenis tindakan pencegahan yang dilakukan diperoleh bahwa sebesar 28 responden
71 mengaku bahwa sumber air tanah nya mengalami pencemaran, sedangkan sisanya, 8 responden, mengaku tidak mengalami pencemaran pada sumber air tanahnya. Kondisi air tanah yang dirasakan oleh kelompok responden ini adalah hampir sama dengan yang dirasakan oleh responden pengguna air tanah yaitu air tanahnya cenderung mengering, keruh, terdapat endapan, dan adanya bau besi. Adapun untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan akibat kondisi air tanah yang tercemar tersebut, maka rumah tangga responden akan melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan membeli alat penjernih air dan mengganti sumber air minum mereka dengan air galon jenis air minum isi ulang (AMIU) atau air minum dalam kemasan (AMDK).
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat enam jenis kombinasi atas tindakan pencegahan yang dilakukan oleh rumah tangga responden sebagai respon atas kondisi air tanah yang tercemar. Bagi 28 rumah tangga responden yang mengalami pencemaran pada air tanahnya, jenis tindakan pencegahan yang paling banyak dilakukan adalah mengganti sumber air minum mereka dengan air galon jenis AMIU yaitu sebanyak 6 responden. Bagi 8 responden yang tidak mengalami pencemaran, jenis tindakan pencegahan yang paling banyak dilakukan adalah juga mengganti sumber air minum mereka dengan air galon jenis AMIU yaitu sebanyak 3 responden. Data mengenai jenis tindakan pencegahan pada klasifikasi rumah tangga responden kelompok 3 terhadap kondisi air tanah dapat dilihat pada Tabel 13.
Berdasarkan data tersebut, alasan yang hampir sama juga dikemukakan oleh responden baik pada kelompok 1 maupun kelompok 2 yakni bahwa perilaku pencegahan yang dilakukan oleh rumah tangga responden yang tidak mengalami
72 pencemaran pada sumber air tanahnya, selain disebabkan karena alasan kepraktisan, namun juga kekhawatiran mereka terhadap kondisi air tanah yang kondisinya kini cenderung menurun membuat mereka rela mengeluarkan sejumlah uang untuk melakukan tindakan pencegahan dengan membeli alat penyaring air ataupun sumber air minum pengganti dari air galon dengan tujuan menghindari dampak negatif yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Tabel 13. Jenis Tindakan Pencegahan oleh Klasifikasi Rumah Tangga Responden Kelompok 3
Kondisi Air Tanah Jumlah Responden
Jenis Tindakan Pencegahan (Responden)
AMIU AMDK AMIU+
AMDK AMIU+ Filter AMDK +Filter AMIU+ AMDK +Filter Mengalami Pencemaran 28 6 4 5 5 3 5 Tidak Mengalami Pencemaran 8 3 1 1 1 2 -
Sumber: Data Primer Diolah, 2012
Selain itu, keberadaan air PDAM ternyata telah membuat pengeluaran mereka untuk memperoleh alternatif sumber air minum pengganti menjadi tidak terlalu besar apabila dibandingkan dengan jumlah pengeluaran atas pembelian air galon yang digunakan oleh rumah tangga responden pengguna air tanah saja. Menurut mereka, meskipun alirannya sering terhenti dan berbau kaporit, namun air PDAM masih memiliki kualitas yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan air tanah, dimana air PDAM masih bisa digunakan untuk keperluan konsumsi langsung seperti minum dan memasak.
VII. ESTIMASI NILAI KERUGIAN EKONOMI PENDUDUK AKIBAT