Topologi Star Star
MENGOPERASIKAN PC DENGAN SISTEM DOS, MENGENAL SISTEM OPERASI LINUX DAN OPERASI WINDOWS
2. Kegiatan Belajar 1 1.Tujuan Belajar
2.3. Sistem Perintah DOS pada Komputer PC
2.3.2. Perintah Eksternal
Perintah eksternal adalah perintah-perintah yang akan dikerjakan komputer bila perintah tersebut terdapat dalam file program DOS yang sedang digunakan. Namun pada sistem operasi Windows (Microsoft® Windows DOS) perintak eksternal ini sudah mirip seperti perintah internal. Bila anda buka disket DOS maka file-file yang terdapat dalam disket tersebut merupakan file-file yang termasuk perintah eksternal. Contoh-contoh perintah eksternal anatara lain adalah:
a. FORMAT : memformat (baru atau mengulang) terhadap disk yang akan digunakan, membuat kondisi disk siap untuk digunakan dan diisi sehingga isi disk kosong seperti saat awal.
b. DISKCOPY : menyalin atau meng-copy semua isi sebuah disket (Floppy disk) ke suatu tempat lainnya yang ditentukan.
c. CHKDSK : memeriksa (check) sebuah disket dan menampilkan report-nya. h. ATTRIB : perintah untuk menampilkan dan merubah attribut file.
d. DELTREE : menghapus directory. e. SCANDISK : memeriksa keadaan disk.
i. FDISK : perintah untuk membuat pembagian (partisi) sebuah hard-disk, dan lain sebagainya.
2.4. Contoh Penggunaan Perintah DOS (Microsoft® Windows DOS) 2.4.1. Menggunakan Perintah Internal
Perintah internal ini masih dapat dijalankan pada sistem operasi Microsoft® Windows dengan masuk terlebih dahulu ke menu Microsoft® Windows DOS dengan men”klik” Star > RUN (atau mengklik Windows™ + R) selanjutnya mengetikan perintah cmd (atau CMD) atau “command” (untuk versi Windows98).
2.4.1.1. Menampilkan isi Directory
Perintah DIR merupakan perintah untuk melihat isi suatu disk atau directory yang digunakan. Untuk melihat isi data dari directory Windows, maka kita harus mengetikkan perintah dir atau DIR sebagai berikut :
C:\Windows > dir [drive:] [path] [file name]
Lalu tekan ENTER. Akan terlihat isi dari directory windows sebagai berikut.
dari tampilan dapat kita peroleh informasi :
•nama-nama file lengkap dengan ekstensi-nya
•nama-nama directory dan sub directory yang dikenali dengan tanda <dir> di depan nama sub directory tersebut.
•Tanggal dan waktu penyimpanan file dan directory
•Jumlah kapasitas masing-masing data dalam ukuran byte
File-file dan sub directory yang terbuka tersebut tersimpan dalam suatu directory windows, Dikatakan sebagai Sub Directory karena directory tersebut tersimpan dalam
suatu directory utama. Urutan file dan data yang terdiri dari file dan directory pada diks penyimpan data dapat digambarkan sebagai berikut :
Parameter kelengkapan perintah DIR di ketikkan setelah tanda (karakter) Slash (garis-miring). Pemakai huruf kapital atau huruf kecil tidak dibedakan. Parameter DIR adalah sebagai berikut :
Dir /W : menampilkan nama file atau directory secara paparan horizontal Dir /P : menampilkan nama file atau directory sepotong-sepotong per layar Dir /on : menampilkan nama data atau file sesuai filter urutan abjad.
Dir *.Doc : menampilkan nama data atau file yang ber extension Doc saja. ( bintang merupakan tanda mewakili apapun)
Dir ????.* : menampilkan nama data yang mempunyai nama terdiri dari empat karakter, dan ekstensi apa saja
Dir Z*.* : menampilkan nama file yang huruf awalnya Z. Dir ZIK*.* : menampilkan nama file yang kata awalnya ZIK.
/O… : untuk menampilkan file dalam bentuk terurut:
• N berdasarkan nama file (alphabet).
• E berdasarkan tipe ekstensi file (alphabet).
• S berdasarkan ukuran file dari kecil ke yang besar
• D berdasarkan tanggal dan waktu
• G menampilkan kelompok Directori terlebih dahulu
/S : untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory. /B : untuk menampilkan file dan directory perbaris.
/L : untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil. /C : untuk menampilkan rasio pengkompresan.
Directory Sub Directory File File File File Sub Directory File File File dan seterusnya Prompt A:\ C:\ File File Directory File
/A : untuk menampilkan file dengan attribut file khusus tertentu, sebagai berikut :
• D untuk menampilkan hanya Directories saja
• H untuk menampilkan file-file tersembunyi saja (hidde files)
• S untuk menampilkan file-file sistim saja (files system)
• R untuk menampilkan file-file yang terbaca saja (files Read-only)
• A untuk menampilkan file-file siap sebagai arsip saja (files ready for archiving)
2.4.1.2. Keluar dan Masuk Sebuah Directory
Untuk keluar dari suatu directory aktif kita gunakan perintah CD atau CHDIR. Untuk masuk ke suatu directory diketik perintah CD disertai nama directory. Contoh : Kita ingin keluar dari directory windows
C:\Windows> CD.. Maka akan tampil
C:\ tulisan windows hilang, dan berada di ROOT directory.
Bila tulisan windows hilang, berarti anda telah keluar dari directory windows, dan sedang berada pada ROOT directory di prompt C:
Jika ingin masuk ke suatu directory maka kita harus memberikan perintah CD disertai dengan mengetikkan nama directory yang ingin anda masuki. Contoh :
Untuk masuk kembali ke directory windows, maka kita ketik C:\CD Windows
Maka akan tampil kembali
C:\Windows> tulisan windows muncul kembali.
Tulisan di atas menandakan bahwa anda sekarang sedang berada pada directory Windows.
2.4.1.3. Membuat Directory Baru
Perintah yang digunakan untuk membuat directory baru adah MD atau MKDIR yang merupakan kependekan dari Make Directory.
Contoh : Prompt C:\ Windows>MD Sertifik
anda sedang membuat directory dengan nama Sertifik
Untuk melihat apakah sudah ada subdirectory cinta pada directory windows maka kita lihat dengan memberi perintah
2.4.1.4. Menghapus Directory
Menghapus suatu sub directory, kita harus berada dalam directory utama selanjutnya kita beri perintah RD dan mengetikkan nama directory yang akan dihapus.
Contoh : Coba kita hapus directory Sertifik yang sudah kita buat sebelumnya. C:\Windows>rd sertifik
Sub directory sertfikj sudah hilang dari directory windows.
2.4.2. Copy
Perintah ini digunakan untuk menyalin atau menggandakan file. Anda dapat menyalin satu buah data atau lebih dari suatu disket kepada sebuah Hardisk komputer, atau sebaliknya. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
2.4.2.1. Menyalin seluruh data dari disket ke hardisk komputer Copy [file_asal] [file_tujuan]
Contoh :
A:\Copy *.* A: C:
Perintah diatas merupakan perintah untuk menyalin seluruh data yang terdapat pada disket (drive A) ke Hardisk (Drive C).
Contoh Proses pengkopian sukses sebanyak 40 file dari A: di copy ke C:
2.4.2.2. Menyalin isi suatu directory ke directory lain.
- directory AMIR merupakan directory yang terdapat pada dirve A (disket). - directory SUSI merupakan directory yang terdapat pada drive C (hardisk)
- pada directory AMIR terdapat data atau file yang diperlukan oleh susi, maka susi menyalin data tersebut dengan memberi perintah
A:\>copy a:\Amir c:\susi
Perintah diatas menunjukan perintah untuk menyalin seluruh file yang terdapat pada directory Amir dan ditempatkan pada directory susi
2.4.3. TYPE
Digunakan untuk menampilkan file teks (tulisan). Perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file saja dan hanya untuk file teks.
Contoh: Bila kita memiliki file dengan nama surat di Disket, kita ingin melihat isinya melalui DOS, maka kita ketik
A:\>type surat.txt
2.4.4. DATE
Berfungsi untuk mengubah tanggal dari system dos.Bentuk/format pengisiannya adalah mm-dd-yy atau bulan,tanggal,tahun.
2.4.5. CLS
Clear screen digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layer computer.
Setelah menggunakan perintah cls atau CLS maka tampilannya tampak menjadi sbb :
2.4.6. TIME
2.4.7. PROMPT