• Tidak ada hasil yang ditemukan

TENTANG PERISTIWA HUKUM YANG TERJADI MENURUT HUKUM

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 55-61)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

B. KAJIAN HUKUM ( LEGAL ANALYSES) ATAS PUTUSAN HAKIM MAJELIS PERSIDANGAN / PENGADILAN NEGERI

3. TENTANG PERISTIWA HUKUM YANG TERJADI MENURUT HUKUM

3. TENTANG PERISTIWA HUKUM YANG TERJADI MENURUT HUKUM

Bahwa berdasarkan Keterangan Saksi-saksi dalam berkas perkara (saksi Verbalisan ) dan Keterangan Terdakwa serta Keterangan Para Saksi yang meringankan di persidangan, telah terbukti bahwa Terdakwa telah membeli Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam ) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini dari pedagang farmasi keliling ( freelance ) yang datang ke tempat kediaman Terdakwa.

Bahwa Terdakwa telah membeli Obat-obat daftar G sebanyak 66 (enam puluh enam) jenis yang menjadi barang bukti dalam

Hal 56 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

perkara ini dari pedagang farmasi keliling ( freelance ) untuk persediaan obat-obatan di tempat praktek pelayanan kesehatan Isteri Terdakwa yang bernama ASRIATI SIMBOLON di Rumah kediaman Terdakwa yang berada di belakang Toko Obat Trya milik Terdakwa.

Bahwa Terdakwa telah menerangkan secara tegas kepada Para Petugas BPOM Medan yang melakukan penggeledahan dan penyitaan atas Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini bahwa Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam ) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini adalah obat persedian untuk praktek isteri terdakwa, tetapi Para Petugas BPOM Medan (Saksi HAYANI, S.H. dan saksi FITRIANI, S.H. serta Saksi URUPAN SIRAIT, S.H.) tidak menggubrisnya atau tidak mengindahkannya dan para saksi tersebut tetap mengambil paksa obat-obat tersebut.

bahwa berdasarkan fakta tersebut, maka Saksi HAYANI, S.H. dan saksi FITRIANI, S.H. serta Saksi URUPAN SIRAIT, S.H. sebenarnya telah melakukan perampasan atas Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam ) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini karena obat-obat tersebut adalah milik isteri terdakwa.

Bahwa sesuai dengan fakta hukum tersebut, maka Peristiwa Hukum yang terjadi adalah Terdakwa merupakan konsumen atau pemakai atau pengguna atas Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini, dan oleh karena itu terdakwa tidak dapat dituntut secara hukum pidana melanggar ketentuan pasal 198 JO. pasal 108 ayat (1) U.U. R.I. No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan akibat kepemilikan atas Obat-obat daftar G sebanyak 66 ( enam puluh enam) jenis yang menjadi barang bukti dalam perkara ini, karena ketentuan pasal 198 jo. pasal 108 ayat (1) U.U. R.I. No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan tidak berlaku kepada para konsumen atau pemakai atau pengguna obat-obat daftar G.

Bahwa berdasarkan alasan-alasan dan pertimbangan hukum tersebut, maka Terdakwa HERDY HASIHOLAN PANDIANGAN

Hal 57 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana melanggar ketentuan pasal 198 jo. pasal 108 ayat (1) U.U. R.I. No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan sebagaimana didakwakan Penuntut Umum dalam Surat dakwaannya.

Bahwa sesuai dengan alasan-alasan hukum di atas, maka Putusan Hakim Majelis Persidangan / Pengadilan Negeri Simalungun dalam perkara ini, telah terbukti telah salah menarapkan hukum dan atau tidak menarapkan hukum sebagaimana mestinya serta tidak melaksanakan peradilan sebagaimana mestinya, sehingga Putusan Hakim Majelis Persidangan / Pengadilan Negeri Simalungun Nomor : 32 / Pid-Sus / 2016 / PN-Sim. Tanggal 14 Juli 2016 tersebut patut dibatalkan.

Berdasarkan alasan-alasan hukum dan kesimpulan tersebut di atas, maka kami Penasihat Hukum dan atau Terdakwa memohon dengan berdasarkan pada ketentuan pasal 198 jo. pasal 108 ayat (1) U.U. R.I. No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, dan rasa keadilan agar sudilah kiranya Majelis Hakim Persidangan / Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara ini di tingkat banding berkenaan untuk memeriksa dan mengadili perkara ini secara seksama serta memutus perkara ini dengan seadil-adilnya dengan amar putusan sebagai berikut :

M E N G A D I L I

1. Menerima Permohonan Banding dari Terdakwa / Pembanding ; 2. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor :

32 / Pid-Sus / 2016 / PN-Sim. Tanggal 14 Juli 2016 yang dimohonkan banding ;

DAN MENGADILI SENDIRI

1. Menyatakan Terdakwa HERDY HASIHOLAN PANDIANGAN tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar ketentuan pasal 198 jo. pasal 108 ayat

Hal 58 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

(1) U.U. R.I. No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam Surat dakwaan ;

2. Membebaskan Terdakwa HERDY HASIHOLAN PANDIANGAN oleh karena itu dari dakwaan maupun dari Tuntutan Penuntut Umum ;

3. Memulihkan Hak Terdakwa dalam Kedudukan dan Kemampuan serta Harkat dan martabatnya;

4. Menyatakan Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan Penuntut Umum terhadap Terdakwa tidak sah dan batal demi hukum ; 5. Menyatakan barang bukti berupa : 66 ( enam puluh enam ) jenis

Obat-obat daftar G yang disita sebagai barang bukti dalam perkara ini sebagaimana disebutkan dalam surat dakwaan penuntut umum dikembalikan kepada Terdakwa ;

6. Membebankan biaya perkara kepada Negara.

Demikian Memori Banding ini dibuat serta diajukna, dan selanjutnya Kami Penasihat Hukum dan atau Terdakwa memohon agar sudilah kiranya Bapak Ketua / Hakim Majelis Persidangan Pengadilan Tinggi Medan menerima dan mengabulkan permohonan banding dan alasan-alasan Banding ini seluruhnya.

Menimbang, bahwa terhadap putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum juga menyatakan minta Banding dihadapan Panitera Pengadilan Negeri Simalungun pada tanggal 18 Juli 2016 sebagaimana ternyata dari akta permintaan Banding Nomor: 32 / Akta Pid.Sus / 2016 / PN.Sim dan permintaan banding tersebut telah diberitahukan dengan cara seksama kepada terdakwa melalui Penasehat Hukumnya pada tanggal 20 Juli 2016 ;

Membaca surat Panitera Pengadilan Negeri Simalungun Nomor:W2U.16 / 3242 / HN.01.10 / VIII / 2016 tertanggal 2 Agustus 2016 telah memberi kesempatan kepada Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum untuk mempelajari berkas perkara terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2016 sebelum dikirim ke Pengadilan Tinggi ;

Menimbang, bahwa permitaan akan pemeriksaan dalam tingkat banding oleh terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum telah diajukan

Hal 59 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

dalam tenggang waktu dan cara serta syarat-syarat yang ditentukan Undang-Undang maka permintaan banding tersebut dapat diterima ;

Menimbang, bahwa Terdakwa dalam memori bandingnya pada pokoknya mengemukakan bahwa Terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya, karena Terdakwa hanyalah sebagai pemakai obat saja ;

Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi setelah memperhatikan dengan seksama memori banding dari Terdakwa ternyata hanya merupakan ulangan dari pembelaannya dan tidak merupakan hal-hal yang baru, hal itu semua telah dipertimbangkan dengan seksama oleh hakim tingkat pertama dalam putusannya dan pertimbangan hakim tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutus perkara ini dalam tingkat banding ;

Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mempelajari dengan seksama berkas perkara yang dimohonkan banding oleh Terdakwa yang terdiri dari Berita Acara Pemeriksaan dari Penyidik, Berita Acara Pemeriksaan Persidangan Pengadilan Negeri Simalungun berikut surat yang timbul dipersidangan berhubungan dengan perkara ini dan turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 32 / Pid.Sus / 2016 / PN.Sim., tanggal 14 Juli 2016 serta memori banding, Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama yang mendasari putusannya mengenai telah terbuktinya secara sah dan meyakinkan kesalahan terdakwa dan hukuman pidana yang dijatuhkan telah tepat dan benar, oleh karenanya Pengadilan Tinggi dapat menyetujuinya dan mengambil alih pertimbangan hakim tingkat pertama tersebut sebagai pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi sendiri dalam memeriksa dan memutus perkara ini dalam tingkat banding, dengan tambahan pertimbangan bahwa penguasaan, pengadaan maupun penyimpanan obat dipandang perlu lebih ditingkatkan agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan akan distribusi obat oleh yang tidak berkompeten ;

Menimbang, bahwa dengan mengambil alih pertimbangan Hakim Tingkat Pertama, maka Pengadilan Tinggi memutus, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 32 /

Hal 60 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

Pid.Sus / 2016 / PN.Sim., tanggal 14 Juli 2016 yang dimohonkan banding;

Menimbang, bahwa karena tidak ada alasan utuk menahan Terdakwa, maka ditetapkan Terdakwa tetap tidak ditahan;

Menimbang, bahwa karena Terdakwa dijatuhi pidana, maka kepadanya dibebani membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan ;

Mengingat Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan kehakiman, Undang-undang Nomor 2 tahun 1986 UU jo No.49 tahun 2009 tentang Peradilan Umum dalam pasal 198 Jo Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan ketentuan-ketentuan hukum lain yang berhubungan dengan perkara ini;

M E N G A D I L I

• Menerima permintan banding dari Penasehat Hukum Terdakwa

dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Siantar ;

• Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 32

/ Pid.Sus / 2016 / PN.Sim. tanggal 14 Juli 2016 yang dimintakan banding ;

• Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam dua

tingkat pengadilan, sedangkan ditingkat banding sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan, pada hari Kamis, tanggal 15 September 2016, oleh kami DHARMA E DAMANIK, SH.MH. sebagai Ketua Majelis, BINSAR SIREGAR, SH.MH. dan PERDANA GINTING,SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota berdasarkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan, tanggal 23 Agustus 2016, Nomor 431 / PID.SUS / 2016 / PT.MDN., untuk memeriksa dan mengadili perkara ini dalam tingkat banding dan putusan tersebut pada hari Senin, 3 Oktober 2016 diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut dengan didampingi

Hal 61 dari 61 halaman. Putusan No : 431/Pid.Sus/2016/PT.Mdn

hakim anggota, dibantu MARTHIN A.P. SINAGA ,SH Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi tersebut, tanpa dihadiri Jaksa Penuntut Umum maupun Terdakwa ;

Hakim Anggota ; Hakim Ketua ; Ttd Ttd

BINSAR SIREGAR, SH.MH. DHARMA E DAMANIK, SH.MH.

Ttd

PERDANA GINTING, SH.

Panitera Pengganti ; Ttd

MARTHIN A.P. SINAGA, SH

u n t u k S a l i n a n

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 55-61)

Dokumen terkait