BAB 1: Pendahuluan. Merupakan bab pendahuluan yang berisikan tentang permasalahan yang meliputi latar belakang masalah, pembatasan
E. Perjalanan Dakwah Dra. Hj Qurrota A’yun in
Perjalanan dakwah Qurrota A’yunin berawal dari semangat yang sangat kuat serta keinginan untuk mencapai ridha Allah SWT. Dengan dukungan dan pendidikan yang diberikan keluarga kepada Qurrota A’yunin akhirnya
12
Wawancara dengan bapak Karya, pada 11 Oktober 2013, tempat Kampung Pulo Rt 017/ Rw 07 Pengilingan Cakung Jakarta Timur
13
Wawancara dengan ketua RT Bapak Madini, pada 11 Oktober 2013, tempat Kampung Pulo Penggilingan Cakung Jakarta Timur
sekarang Qurota A’yunin menjadi salah seorang da’iyah yang dipandang kemampuannya dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat luas.
Qurrota A’yunin memulai dakwahnya dari musholla ke musholla, dari majlis ke majlis, dari masjid ke masjid. Sampai sekarang kegiatan dakwah Qurrota
A’yunin masih terus berjalan, dakwah yang disampaikan oleh Qurrota
A’yunin mendapat sambutan atau respon yang positif dari kalangan
masyarakat. Qurrota A’yunin tidak pernah tidak datang atau menolak jika diundang, kecuali jika ada halangan seperti, urusan keluarga atau sakit.14
Dakwahnya terus berkembang dan semakin mendapat sambutan dari masyarakat ketika Qurrota A’yunin hijrah ke Jakarta pada tahun 1986. Meskipun baru berusia (20) dua puluh tahun ia sudah ceramah keberbagai daerah di Indonesia.15 Bahkan untuk memperluas jangkauan dakwahnya,
Qurrota A’yunin memberanikan diri mengirimkan rekaman ceramah kebeberapa stasiun televisi. Namun ternyata tidak semudah yang ia
bayangkan. Dakwah Qurrota A’yunin memang diterima oleh masyarakat, tapi untuk bergabung di stasiun televisi tampaknya banyak aspek yang perlu diperhatikan.16
Berbagai upaya yang dilakukan Qurrota A’yunin dalam mensyiarkan dakwah baik di masyarakat maupun ke berbagai media akan tetapi tidak
mendapatkan sambutan yang baik, bukan Qurrota A’yunin namanya kalau gampang menyerah. Meski ditolak ia tidak putus asa bahkan aktivitasnya
14
Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
15Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat STUDIO 3 mnc TV
Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
16Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
semakin padat, karena bagi Qurrota A’yunin dakwah adalah kewajiban sebagai seorang hamba. Melalui media televisi atau bukan, dirinya harus tetap berdakwah. Demi syiar Islam, Qurrota A’yunin tetap bersabar bahkan semakin semangat dalam berdakwah. Tidak lupa ia juga begitu bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah dicapai oleh-Nya. Qurrota A’yunin berpedoman dengan surat Al-Qura’an yang artinya“ Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadaMu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Qs. Ibrahim (14): 7.
Artinya: dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Pada tahun 2007, sahabat Qurrota A’yunin yang tidak lain anak komedian H. Jaja Miharja, yaitu Fita mengirimkan rekaman ceramah Qurrota
A’yunin terbaru ke TPI (kini MNC TV).17 Ternyata semua Creew bahkan juga Manajemen, menyukai cara dan metode ceramah Qurrota A’yunin, yang dinilai berbeda dengan muballighah lainnya. Sejak itulah Qurota A’yunin dipercaya mengisi salah satu program religi di TPI dengan dipandu oleh Ustadzah Lulu Susanti, S.Pd.I tapi sekarang diganti oleh Ustadz Ali Zainal Abidin (Ali Limau) dengan alasan penyegaran.18
Dalam menyampaikan misi dakwahnya, Qurrota A’yunin sering kali diundang diberbagai kota seperti: Lampung, Tasikmalaya, Kalimantan Timur,
17Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat studio 3 MNC TV
Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur. 18
Wawancara dengan Producer taman hati Rudi Hendradi Sarwono, pada tanggal 04 juni 2013, tempat studio 3 MNC TV Jalan pintu II TMII Jakarta Timur.
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Manado, Sulawesi, Gorontalo, Bali, Bandung, Jakarta, Bogor, Tanggerang, Banten, Bekasi, Karawang, Medan, Padang, Palembang. Selain itu juga rombongan yang pernah hadir langsung di taman hati yaitu, berasal dari daerah, Padang, Makasar, Kalimantan, Palang karaya, Jawa seperti Surabaya, Pekalongan, Banten kebanyakan sekitar Jakarta, Lampung, Palembang, Medan, Padang, kalau dari Sumatera hampir pernah semua datang ke MNC TV. 19
Selain berdakwah di negeri sendiri, Qurrota A’yunin juga pernah mengisi atau berdakwah di luar negeri seperti, Brunei Darussalam, waktu itu
Qurrota A’yunin diundang langsung oleh istri Datok Hasanah Bolqiah mengisi ceramah agama disana.20 Eksistensi dan kemampuan Qurrota A’yunin dalam dunia dakwah sudah tidak diragukan lagi. Walapun notabene mad’unya ibu
-ibu, tetapi Qurrota A’yunin mempunyai kharismatik tersendiri dalam berdakwah.21
Perjalanan dakwah Qurrota A’yunin begitu banyak hal-hal yang tidak mudah untuk dilalui, akan tetapi karena Qurrota A’yunin sebagai seorang
da’iyah yang mempunyai semangat tinggi dalam menjalankan tugas, Qurota
A’yunin menggunakan metode dakwahnya dengan cara Bil lisan
berkomunikasi langsung dengan mad’unya, dalam berdakwah lebih banyak
menyukai kalangan ibu-ibu dengan kharismatiknya.22 Akan tetapi apa yang telah diuraikan menurut Qurrota A’yunin tentang da’i dan da’iyah yang
19
wawancara dengan Producer taman hati Rudi Hendradi Sarwono, pada tanggal 04 Juni 2013, tempat studio 3 MNC TV, Jalan Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
20Wawancara dengan Qurrota A’yunin, Pada 30 April 2013, tempat studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II TMII, Jakarta Timur.
21
Wawancara dengan ketua RT Bapak Madini, pada 11 Oktober 2013, tempat Kampung Pulo Penggilingan Cakung Jakarta Timur
22
Wawancara dengan Ibu Afillah Jama’ah Taman Hati Asal Lampung, Pada 23 April 2013, tempat Masjid MNC TV.
profesional yaitu bisa menyampaikan pesan dakwahnya, dan pesan dakwah itu bisa diterima dan diamalkan oleh jama’ahnya.23
Selain itu Qurrota A’yunin menyarankan kepada generasi muda yang menekuni bidang dakwah pertama setelah nanti jadi orang, pakailah ilmu padi, jangan merasa diri lebih, kalau bisa merasa diri paling bodoh diantara yang lain, jadi kalau seandanya ada celaan kita tidak sakit hati, dan yang kedua pesan untuk para da’i dan da’iyah muda, dalam segi penyampaian mahroj itu harus diperhatikan terutama dalam bahasa Arab, karena , bahasa Arab itu beda huruf beda arti/makna.24
Qurrota Ayunin mampu merangkul khalayak luas seperti, ibu-ibu untuk semakin mendekatkan diri kepada jalan yang diperintahkan Allah SWT.25 Akan tetapi dalam menjalankan aktivitas berdakwah tidak boleh adanya
paksaan atau memaksa kepada mad’unya, ataupun kepada sasaran dakwah, karena hal itu bisa dilakukan dengan cara pelan-pelan dan melalui proses misalnya, mengajak seseorang untuk melakukan shadaqah, jika yang diajak tidak mau maka seorang da’i atau da’iyah harus sabar untuk mengajaknya
sehingga akhirnya orang tersebut mau untuk menginfakan hartanya ke jalan Allah SWT.26
Dalam perjalanan dakwah Qurrota A’yunin mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu, disetiap ceramahnya Qurrota A’yunin selalu menggunakan
23
Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat Studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
24
Hasil Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat Studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
25
Wawancara dengan Ibu Murni Jama’ah Majlis Taklim Ar-Rahman, pada 11 Oktober 2013, tempat majlis taklim Ar-Rahman.
26
Hasil Wawancara dengan Qurrota A’yunin, pada 30 April 2013, tempat Studio 3 MNC TV Jalan. Pintu II-TMII, Jakarta Timur.
kitab kuning, kalau saya mau mengisi ceramah terutama di MNC TV saya mempersiapkan kitab-kitab klasik, kitab-kitab kuning, ya boleh dibilang kitab Arab gundul itu karena saya pengen mengembalikan ketradisionalan waktu saya dipesantren ya biar dikenang, dan diingat-ingat lagi, makanya saya tetap pakai kitab kuning, bukanya melarang untuk pakai alat-alat teknologi/komunikasi yang lebih cangih tapi itu lah cara saya.27
Dakwah Qurrota A’yunin adalah dakwah yang sangat membimbing dan mendidik bagi setiap masyarakat luas. Karena dakwahnya mengandung nilai-nilai ke-Islaman yang sangat tinggi.28 Menurut Qurrota A’yunin kenapa sampai sekarang masih istiqomah dalam berdakwah, karena dakwah itu kewajiban dalam Islam untuk menyampaikanya, bukan hanya seorang da’i dan dai’yah atau ulama saja melainkan setiap manusia yang sudah mampu dan
mengetahui banyak tentang sesuatu yang akan disampaikan, intinya adalah kebenaran dari Allah yang harus disampaikan wajib kepada semua orang.29