• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Dalam dokumen APOL LKT Desember 2016 laporan keuangan (Halaman 126-130)

Below 1 year 1-2 years 2-3 years 3-5 years Over 5 years December 31,

39. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

c. Pada tanggal 14 September 2007, Gazelle, Entitas Anak, mengadakan Perjanjian Sewa Kapal (Bareboat Charter) dan Perjanjian Deposit Penyewa (Charterer Deposit Agreement) dengan Mount Lawu LLC (Mount Lawu), dimana Gazelle setuju untuk memberikan jaminan sebesar US$ 4.300.000 kepada Mount Lawu sehubungan dengan penyewaan kapal MV Globe Unity dari Mount Lawu untuk periode sewa selama 7 tahun.

c. On September 14, 2007, Gazelle, a Subsidiary, entered into a Bareboat Charter Agreement and a Charterer Deposit Agreement (CDA) with Mount Lawu LLC (Mount Lawu), whereby Gazelle agreed to provide a deposit amounting to US$ 4,300,000 to Mount Lawu in connection with the chartering of MV Globe Unity vessel from Mount Lawu for 7 years.

Pada tanggal 13 Agustus 2009, perjanjian tersebut diubah dan, antara lain, kedua belah pihak setuju bahwa tarif sewa diubah dan aset-aset berikut ini ditempatkan sebagai jaminan tambahan:

On August 13, 2009, the agreement was amended and both parties agreed that, among others, the charter hire rate be changed and the following assets be placed as additional collaterals:

• Kapal-kapal (MV Saraswati, MV Gayatri, MV Alas dan MV Hanjani) yang dimiliki oleh Perusahaan;

Vessels (MV Saraswati, MV Gayatri, MV Alas and MV Hanjani) which are owned by the Company;

• Kapal tongkang dan kapal tunda (BG APOL 3008, BG APOL 3009, TB Amurang, TB Mamuju dan TB Katingan) yang dimiliki oleh BJP;

Barges and tug boats (BG APOL 3008, BG APOL 3009, TB Amurang, TB Mamuju and TB Katingan) which are owned by BJP;

• Kapal tunda (TB Lotus 669) dan floating crane(FC Lotus 668) yang dimiliki oleh LKM.

Tug boat (TB Lotus 669) and floating crane (FC Lotus 668) which are owned by LKM. Pada tanggal 24 November 2011, MV Gayatri,

MV Alas dan MV Hanjani yang dimiliki oleh Perusahaan sudah tidak lagi ditempatkan sebagai jaminan tambahan.

On November 24, 2011, MV Gayatri, MV Alas and MV Hanjani which are owned by the Company were released as additional collaterals.

Pada bulan Juni 2012, Mount Lawu, Gazelle, Perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya menandatangani Settlement Deed. Berdasarkan Settlement Deed tersebut, beberapa syarat dan kondisi yang ada di perjanjian-perjanjian sebelumnya diubah, antara lain:

In June 2012, Mount Lawu, Gazelle, the Company and other related parties signed a Settlement Deed. Based on the Settlement Deed, some terms and conditions in the prior agreement have been changed, among others:

1. Gazelle dapat membeli kapal pada akhir masa sewa sebesar US$ 1;

1. Gazelle can purchase the vessel at the end of the lease term at US$ 1;

2. Jaminan sebesar US$ 4.300.000 tersebut di atas tidak akan dikembalikan kepada Gazelle.

2. Deposit mentioned above amounted to US$ 4,300,000 would not be refunded to Gazelle.

Sehubungan dengan perubahan di atas, Gazelle telah menghapusbukukan jaminan tersebut di atas pada tahun 2012.

In relation to the above changes, Gazelle wrote off the deposit in 2012.

Perusahaan dan Gazelle memperoleh persetujuan restrukturisasi utang melalui Mount Lawu kepada konsorsium bank (DVB Group Merchant Bank (Asia), Ltd. dan United Overseas Bank Limited) pada bulan Agustus 2013 (lihat Catatan 18).

The Company and Gazelle obtained approval of loan restructuring by Mount Lawu to bank consortium (DVB Group Merchant Bank (Asia), Ltd. and United Overseas Bank Limited) in August 2013 (see Note 18).

Setelah restrukturisasi tersebut, Perusahaan melakukan akuisisi seluruh saham Mount Lawu dengan harga US$ 1 dan kewajiban Gazelle kepada Mount Lawu dihapuskan.

After the restructuring, the Company made acquisition all of Mount Lawu shares with price US$ 1 and Gazelle’s liabilities to Mount Lawu was writen-off.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

d. Dalam rangka perolehan kapal-kapal, Grup telah mengadakan perjanjian-perjanjian penting dengan pihak ketiga.

d. In connection with its acquisition of vessels, the Group entered into significant agreements with third parties.

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST) dan/and CSSC Guangzhou Huangpu Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC)

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST)

dan/and CSSC Guangzhou Huangpu

Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC) Sehubungan dengan transaksi pembelian kapal

dari CST dan CSSC, GBSL menandatangani Memorandum of Agreement, Bareboat Charter Agreement, Charterer Funding Agreement dan Funding Agreement (secara kolektif disebut sebagai “Perjanjian”) dengan Mount Kaba Shipping LLC (Kaba). Berdasarkan Perjanjian tersebut, Kaba setuju, antara lain, untuk:

In relation to the vessel purchase from CST and CSSC, GBSL signed a Memorandum of Agreement, Bareboat Charter Agreement, Charterer Funding Agreements and Funding Agreements (collectively the “Agreements”) with Mount Kaba Shipping LLC (Kaba). Based on the Agreements, Kaba agreed, among others, to: 1. Membeli 2 kapal dari 6 kapal dari GBSL, yang

diharapkan akan dikirimkan dari CST dan CSSC pada tanggal dan dengan harga pembelian sebagaimana tercantum dalam Perjanjian.

1. Buy 2 vessels, out of 6 vessels, from GBSL which are expected to be delivered by CST and CSSC on the dates and at the purchase prices as stated in the Agreements.

2. Mendanai GBSL untuk kontrak-kontrak atas pembangunan kapal sebesar US$ 94.000.000 dimana pembayaran untuk pendanaan kapal tersebut sebesar harga jual 2 kapal GBSL ke Kaba (butir “1” di atas).

2. Provide funding to GBSL for the shipbuilding contracts amounting to US$ 94,000,000 whereby the repayment for the funding shall be the selling price of GBSL’s two vessels to Kaba (item “1” above).

3. Menyewakan kembali kedua kapal yang dibeli ke GBSL untuk 120 bulan sampai dengan tahun 2020 berdasarkan syarat dan ketentuan sebagaimana yang tercantum dalamBareboat Charter Agreement.

3. Charter back the two vessels to GBSL for 120 months untilthe year of 2020 in accordance with the terms and conditions as stipulated in the Bareboat Charter Agreement.

Pada tahun 2008, GBSL menerima pembayaran dari Kaba sebesar US$ 18.800.000 sebagai penggantian atas uang muka pembangunan kapal yang telah dibayarkan GBSL ke pembangun kapal. Pada tahun 2012, kontrak pembangunan kapal telah selesai.

In 2008, GBSL received the payment from Kaba of US$ 18,800,000 as reimbursement of the advance for shipbuilding which had been paid by GBSL to the shipbuilder. In 2012, the shipbuilding contracts were completed.

Sehubungan dengan pembelian kapal oleh Kaba, GBSL setuju untuk menyewa dua kapal tersebut dari Kaba. Jaminan yang dibayarkan GBSL kepada Kaba sehubungan dengan penyewaan kapal tersebut adalah sebesar US$ 9.750.000 (setara HK$ 76.050.000). Berdasarkan perjanjianCharterer Funding Agreement (CFA) antara GBSL dengan Kaba, apabila Perusahaan atau GBSL dalam kondisi default, maka Kaba tidak mempunyai kewajiban untuk mengembalikan jaminan tersebut di atas. CFA tersebut juga mencantumkan klausula cross-default.

In relation to the vessels acquisition by Kaba, GBSL agreed to charter the above two vessels from Kaba. Deposits paid by GBSL to Kaba in connection with the chartering of the vessels amounted to US$ 9,750,000 (equivalent to HK$ 76,050,000). Based on the Charterer Funding Agreement (CFA) between GBSL and Kaba, if the Company or GBSL is in default condition, Kaba does not have any obligation to refund the deposits as mentioned above. The CFA also includes a cross-default clause.

Sehubungan dengan transaksi tersebut di atas, GBSL dan Kaba menandatangani perjanjian dengan Orchidaceae dan Onagraceae, pihak-pihak berelasi, dimana Orchidaceae dan Onagraceae bertindak sebagai penerima hak opsi (option receiver) masing-masing untuk membeli satu kapal tersebut di atas sesuai dengan syarat dan ketentuan opsi yang tercantum dalam perjanjian tersebut.

In relation to the above transactions, GBSL and Kaba signed an agreement with each of Orchidaceae and Onagraceae, related parties, whereby Orchidaceae and Onagraceae agreed to act as option receivers to buy a vessel each, in accordance with the terms and conditions as stated in the agreement.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST) dan/and CSSC Guangzhou Huangpu Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC) (lanjutan)

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST)

dan/and CSSC Guangzhou Huangpu

Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC) (continued) Pada bulan Mei 2011, CST dan GSSC (Penjual)

dan GBSL (Pembeli) dan DVB Group Merchant Bank (Asia), Ltd.(Assignee)mengakhiri perjanjian Kontrak Shipbuilding dimana pihak-pihak setuju untuk mengakhiri kontrak pembuatan dua kapal yang disebabkan karena krisis keuangan dan rendahnya pasar perkapalan. Selain itu, pihak- pihak juga menyetujui, antara lain, perubahan cicilan pembayaran dan potongan harga pada empat kapal sehubungan dengan kontrak pembangunan kapal.

In May 2011, CST and GSSC (Seller) and GBSL (Buyer) and DVB Group Merchant Bank (Asia), Ltd. (Assignee) entered into Termination Agreement in respect of Shipbuilding Contracts whereby the parties agreed to terminate two shipbuilding contracts due to the current financial crisis and poor shipping market. In addition, the parties also agreed on, among others, changes in installment payments and discounts on four vessels in relation to shipbuilding contracts.

Pada tahun 2011, dua kapal telah diserahkan kepada GBSL dan pada tahun 2012, dua kapal lagi, yang disewa dari Mount Kaba, telah diserahkan kepada GBSL.

In 2011, two vessels were delivered to GBSL and in 2012, other two vessels, which were chartered from Kaba, were delivered to GBSL.

Pada tanggal 13 Februari 2012, GBSL, Perusahaan, Orchidaceae, Onagraceae dan Kaba mengadakan perjanjian restrukturisasi sehubungan dengan dua kapal yang disewa dari Kaba. Berdasarkan perjanjian restrukturisasi tersebut, para pihak sepakat untuk melakukan perubahan atas Bareboat Charters Agreement, Memorandum of Agreement, Option Agreements, Charterer Funding Agreements dan Guarantees Agreement yang telah diadakan sebelumnya dan Kaba mengesampingkan events of default yang telah terjadi, dan Perusahaan akan membayar biaya restrukturisasi kepada Kaba.

On February 13, 2012, GBSL, the Company, Orchidaceae, Onagraceae and Kaba entered into restructuring agreement in relation to two vessels which were chartered from Kaba. Based on the restructuring agreement, the parties agreed to amend the previous Bareboat Charter Agreement, Memorandum of Agreement, Option Agreements, Charterer Funding Agreements and Guarantees Agreement and Kaba agreed to waive events of default which have occurred, and the Company agreed to pay the restructuring cost to Kaba.

Berdasarkan perjanjian restrukturisasi tersebut di atas, total jaminan sewa kapal kepada Kaba menjadi US$ 11.550.000. Jaminan tersebut dicatat sebagai bagian dari “Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Nilai wajar yang dibukukan atas jaminan tersebut pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar US$ 502.881 dan US$ 9.871.139. Selisih antara total yang dibayarkan dengan nilai wajar dibukukan sebagai akun “Aset Tidak Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.

Based on the above restructuring agreement, the required total charter deposits to Kaba became US$ 11,550,000. The deposits are presented as part of “Other Non-current Financial Assets” in the consolidated statements of financial position. The recorded fair value of the deposits as of December 31, 2016 and 2015 amounted to US$ 502,881 and US$ 9,871,139, respectively. The difference between the amount of the deposits paid and the fair value is presented as part of “Other Non-current Assets” account in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2016 and 2015.

Sehubungan dengan perubahan tersebut di atas, Grup harus mengubah pencatatan transaksi sewa dari sewa operasi menjadi sewa pembiayaan dan jaminan sewa kapal tersebut harus dimasukkan ke dalam perhitungan sewa pembiayaan. Namun demikian, sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2016, Grup belum menyelesaikan perhitungan sewa pembiayaan, dan karenanya, Grup belum mengakui aset dan liabilitas sewa pembiayaan pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2016, dan jaminan sewa kapal masih dicatat sebagai bagian dari “Aset

In relation to the above changes, the Group has to change the recognition of its lease transaction from operating lease into finance lease and the charter vessel deposit should be included in the finance lease calculation. However, as of the date of the completion of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2016, the Group has not finalized its finance lease calculations and, therefore, it has not recognized the lease assets and liabilities in the consolidated financial statements as of December 31, 2016, and the charter vessel deposit is still recorded as part of “Other Non-

39. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST) dan/and CSSC Guangzhou Huangpu Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC) (lanjutan)

China Shipbuilding Trading Co., Ltd. (CST)

dan/and CSSC Guangzhou Huangpu

Shipbuilding Co., Ltd. (CSSC) (continued) Pada tanggal 19 Februari 2016, GBSL, Entitas Anak,

mengakhiri perjanjian Bareboat Charter atas MV Meenakshi dengan Kaba. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak sepakat jaminan sewa kapal MV Meenakshi yang sudah dibayarkan kepada Kaba akan di set-off dengan utang GBSL kepada Kaba terkait sewa kapal MV Meenakshi.

On February 19, 2016, GBSL, a Subsidiary, terminated the Bareboat Charter relating to MV Meenakshi with Kaba. Under the agreement, the parties agreed MV Meenakshi rental deposit paid to Kaba will be set-off with GBSL payable to Kaba related to MV Meenakshi lease.

Pada tanggal 19 Februari 2016, GBSL, Entitas Anak, mengadakan addendum perjanjian Bareboat Charter atas MV Padmini dengan Kaba. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak sepakat untuk melakukan perubahan atas Bareboat Charter Agreementtanggal 28 Maret 2008 yang telah diubah melalui perjanjian restrukturisasi tanggal 13 Februari 2012 sehubungan dengan kapal yang disewa dari Kaba. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak sepakat terdapat penurunan tarif sewa kapal MV Padmini menjadi US$ 2.000 per hari.

On February 19, 2016, GBSL, a Subsidiary, entered into Bareboat Charter Addendum relating to MV Padmini with Kaba. Based on the agreement, the parties agreed to amend a Bareboat Charter Agreement dated March 28, 2008 as amended by a restructuring agreement dated February 13, 2012 in relation to vessel which was chartered from Kaba. Under the agreement, the parties agreed there is a decrease in charter hire rates of MV Padmini to US$ 2,000 per day.

STX Engine, Co., Ltd. (STX) STX Engine, Co., Ltd. (STX)

Pada tanggal 5 Juni 2007, Perusahaan mengadakan empat buah kontrak pembelian mesin kapal dengan STX Engine, Co., Ltd. (STX), dimana STX setuju untuk merancang, membangun dan menyelesaikan empat buah 15.000 DWT mesin utama kapal kargo. Mesin kapal tersebut diharapkan akan diserahkan pada tahun 2009. Sampai dengan saat ini, mesin utama kapal tersebut belum dikirimkan.

On June 5, 2007, the Company entered into four main engine purchase contracts with STX Engine Co., Ltd. (STX), whereby STX agreed to design, build and complete four 15,000 DWT general cargo main engines. The engines were expected to be delivered in 2009. Until now, the main engine has not yet been delivered.

Uang muka yang telah dibayarkan kepada STX adalah sebesar US$ 3.156.000, disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap”. Pada tahun 2012, uang muka pembelian mesin kepada STX nilainya telah dihapuskan seluruhnya.

The advance paid to STX amounted to US$ 3,156,000, presented as part of "Fixed Assets". In 2012, the advances for purchase of engines to the STX was fully written down.

e. Perusahaan menunjuk PT Rothschild Indonesia (RI) sebagai penasihat keuangannya sehubungan dengan reviu strategis atas kondisi keuangan dan pelaksanaan pembiayaan, aktivitas lindung nilai/derivatif, dan/atau transaksi restrukturisasi yang disebut sebagai “Project Sunshine”. Perusahaan membayarretainer feeper bulan dan success fee sebagaimana tercantum dalam perjanjian. Perjanjian ini akan berakhir sampai denganProject Sunshine tersebut selesai, kecuali perjanjian ini diakhiri secara tertulis oleh salah satu pihak. Berdasarkan perjanjian dengan RI, sebagian dari imbalan jasa RI dapat dibayarkan dalam bentuk kas ataupun melalui saham Perusahaan sampai dengan sejumlah tertentu sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan dan RI masih dalam proses negosiasi mengenai skema penyelesaian kepada RI.

e. The Company has engaged PT Rothschild Indonesia (RI) as a financial advisor in relation to strategic review of financial situation and execution of selected financing, hedging/derivative, and/or restructuring transaction under a project known as “Project Sunshine”. The Company pays the monthly retainer fee and success fee as stated in the agreement. The engagement will be terminated upon the conclusion of Project Sunshine, unless previously terminated in writing by either party. Based on the discussion with RI, a portion of RI’s professional fees will be settled either in cash or the Company’s shares up to a certain amount as stated in the agreement. As of the date of completion of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2016, the Company and RI are still in the negotiation process regarding the settlement scheme to RI.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Manajemen Grup menyatakan bahwa tidak ada perjanjian, kontrak jaminan keuangan yang diberikan dan ikatan penting lainnya selain yang telah diungkapkan di atas.

The Group’s management represents that there are no other significant agreements, financial guarantee contracts and commitments in addition to those disclosed above.

40. LIABILITAS KONTINJENSI DAN LITIGASI 40. CONTINGENT LIABILITIES AND LITIGATION

Dalam dokumen APOL LKT Desember 2016 laporan keuangan (Halaman 126-130)