DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS
Halaman/
P a g e
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Laporan Perubahan Defisiensi Modal Konsolidasian
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian
1 - 3
4 - 5
6 7 - 8
9 - 132
Independent Auditors’ Report Consolidated Statement of Financial
Position Consolidated Statement of Profit or Loss
and Other Comprehensive Income Consolidated Statement of Changes
in Capital Deficiency Consolidated Statement of Cash Flows
Notes to Consolidated Financial Statements
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan./ The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements
Catatan/
Notes 2016 2015
ASET ASSETS
Aset Lancar Current Assets
Kas dan setara kas 2c,2r,4,35,36 72.820.598.234 72.434.116.112 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 2r,5,35,36 Trade receivables
Pihak ketiga - bersih 74.816.726.376 82.311.674.184 Third parties - net Pihak berelasi - bersih 2d,34 42.421.525.959 77.203.357.990 Related parties - net
Persediaan 2e,7 6.178.322.886 5.581.382.598 Inventories
Biaya dibayar di muka 2f,8 5.887.571.272 3.857.182.370 Prepaid expenses Aset keuangan lancar lainnya 2r,6,35,36,39a 16.485.714.835 16.591.276.447 Other current financial assets
Aset lancar lainnya 3.691.177.611 9.465.085.510 Other current assets
Jumlah Aset Lancar 222.301.637.173 267.444.075.211 Total Current Assets
Aset Tidak Lancar Non-Current Assets
Investments in associated Investasi pada entitas asosiasi 2g,10 3.678.362.129 3.312.754.335 companies Aset tetap - bersih 2h,2i,2j,11,39d 970.338.122.372 1.143.962.926.907 Fixed assets - net Properti investasi - bersih 2k,12 1.986.001.643 1.986.001.643 Investment properties - net Aset pajak tangguhan - bersih 2q,17e 4.082.256.764 1.987.262.621 Deferred tax assets - net
Aset keuangan tidak lancar 2r,9,35 Other non-current financial
lainnya 36,39c,39d 11.718.079.238 140.123.672.588 assets
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan Catatan/
Notes 2016 2015
LIABILITAS DAN LIABILITIES AND
DEFISIENSI MODAL CAPITAL DEFICIENCY
Liabilitas Jangka Pendek Short-term Liabilities
Utang usaha 2r,14,35,36 Trade payables
Pihak ketiga 193.747.745.649 383.520.151.653 Third parties
Pihak berelasi 2d,34 123.204.790.821 130.919.904.518 Related parties
Beban masih harus dibayar 2r,16,35,36 996.932.485.921 904.763.677.583 Accrued expenses
Utang pajak 2q,17a 2.246.237.920 12.628.100.334 Taxes payable
Pendapatan ditangguhkan 2n 3.387.056.900 5.914.373.296 Deferred income
Bagian liabilitas jangka panjang Current maturities of
jatuh tempo dalam satu tahun 2r,18,21,35,36 of long-term debts
Pinjaman bank dan lembaga Bank and other financial
keuangan lainnya institution loans
Pihak ketiga 1.762.155.481.986 1.816.269.647.823 Third parties
Pihak berelasi 2d,34 1.607.589.133 2.513.273.620 Related parties
Lain-lain 589.655.806.216 596.233.545.234 Others
Utang obligasi dan wesel Bonds payable and guaranteed
bayar yang dijamin 2r,19,35,36 2.314.931.897.322 2.329.515.217.103 secured notes payable Wesel bayar jangka
menengah 2r,20,21,35,36 150.233.959.090 145.465.522.458 Medium-term notes payable
Liabilitas keuangan 2d,2r, Other current financial
jangka pendek lainnya 15,34,35,36 221.170.544.532 244.162.423.760 liabilities Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.359.273.595.490 6.571.905.837.382 Total Short-term Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Long-term Liabilities
Utang pihak berelasi 2d,2r,34,35,36 823.054.917 751.404.917 Due to related parties
Liabilitas derivatif jangka Long-term derivative
panjang - bersih 2r,35,36,41 36.185.747.597 36.409.021.690 liabilities - net Bagian liabilitas jangka panjang
-setelah dikurangi bagian
jatuh tempo dalam Long-term debts - net of
satu tahun 2r,18,21,35,36 current maturities
Pinjaman bank dan lembaga Bank and others financial
keuangan lainnya institution loans
Pihak ketiga 87.436.789.610 89.999.597.917 Third parties
Pihak berelasi 2d,34 2.154.939.783 3.762.528.923 Related parties
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan./ The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements
Catatan/
Notes 2016 2015
DEFISIENSI MODAL CAPITAL DEFICIENCY
Diatribusikan kepada Attributable to Equity
Pemilik Entitas Induk Holders of the Parent
Modal saham - nilai nominal Capital stock - par value of
Rp 250 per saham seri A dan Rp 250 per A series share and
Rp 100 per saham seri B Rp 100 per B series share
Authorized capital
-Modal dasar - 2.998.604.000 2,998,604,000 A series shares
saham seri A and 22,489,530,000 B series
22.489.530.000 saham seri B shares
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 2.998.604.000 Issued and fully paid
-saham seri A dan 2,998,604,000 A series shares
5.671.875.000 saham and 5,671,875,000
seri B 1a,1b,23 1.316.838.500.000 1.316.838.500.000 B series shares Tambahan modal disetor 1b,2l,2m,24 345.987.288.597 345.365.751.397 Additional paid-in capital
Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit)
Telah ditentukan penggunaannya 25 500.000.000 500.000.000 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya (6.383.456.047.401) (6.182.584.624.447) Unappropriated Komponen ekuitas lainnya 2b,2p,26 (518.425.928.978) (546.394.646.790) Other components of equity
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to Holders
kepada pemilik Entitas Induk (5.238.556.187.782) (5.066.275.019.840 ) of the Parent Kepentingan nonpengendali (61.393.001.699) (62.807.970.377) Non-controlling interest JUMLAH DEFISIENSI MODAL (5.299.949.189.481) (5.129.082.990.217) TOTAL CAPITAL DEFICIENCY
JUMLAH LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITIES AND
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan Catatan/
Notes 2016 2015
PENDAPATAN JASA 2d,2n,27,34 439.078.197.181 663.386.012.339 SERVICE REVENUES
BEBAN JASA 2d,2n,11,28,34 (396.224.656.483) (632.937.178.066) COST OF SERVICES
LABA BRUTO 42.853.540.698 30.448.834.273 GROSS PROFIT
Beban usaha 2d,2n,11,29 (116.946.748.859) (188.219.014.896) Operating expenses Pendapatan operasi lain 2n,30 176.577.196.442 53.805.374.189 Other operating income Beban operasi lain 2n,11,31 (48.810.432.602) (413.993.340.797) Other operating expenses Beban pajak penghasilan final (4.632.360.499) (6.815.824.648) Final income tax expense INCOME(LOSS) FROM
LABA (RUGI) USAHA 49.041.195.180 (524.773.971.879) OPERATIONS
Pendapatan keuangan 32 23.764.657.650 17.876.284.129 Finance income
2d,19,
Beban keuangan 20,21,33,34,41 (284.183.170.347) (276.272.269.515) Finance costs
Bagian atas laba (rugi) bersih Equity in net earnings (losses)
entitas asosiasi - bersih 2g,10 310.091.254 (28.225.137) of associated companies - net
RUGI SEBELUM TAKSIRAN LOSS BEFORE PROVISION
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (211.067.226.263) (783.198.182.402) FOR INCOME TAX EXPENSE
TAKSIRAN BEBAN PAJAK PROVISION FOR INCOME
PENGHASILAN - BERSIH 2q,17c (1.200.605.893) (2.960.721.234) TAX EXPENSE - NET
RUGI TAHUN BERJALAN (212.267.832.156) (786.158.903.636) LOSS FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN INCOME
Pos-pos yang tidak akan Items not to be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi: to profit or loss:
Keuntungan aktuaria 2.474.175.480 4.670.971.980 Actuarial gains
Pos-pos yang akan Item to be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi: to profit or loss:
Selisih kurs karena penjabaran Differences in foreign
laporan keuangan 2b,2p,26 25.477.195.212 (183.824.466.448) currency translation
Jumlah Laba (Rugi) Total Other Comprehensive
Komprehensif Lain 27.951.370.692 (179.153.494.468) Income (Loss)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan./ The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements
Catatan/
Notes 2016 2015
Rugi tahun berjalan yang Loss for the year
dapat diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik Entitas Induk (200.871.422.954) (750.082.979.254) Holders of the Parent Kepentingan nonpengendali (11.396.409.202) (36.075.924.382) Non-controlling interest
Jumlah (212.267.832.156) (786.158.903.636) Total
Jumlah rugi komprehensif
tahun berjalan yang Total comprehensive loss
dapat diatribusikan kepada: for the year attributable to: Pemilik Entitas Induk (172.902.705.142) (929.257.463.007) Holders of the Parent Kepentingan non-pengendali (11.413.756.322) (36.054.935.097) Non-controlling interest
Jumlah (184.316.461.464) (965.312.398.104) Total
RUGI PER SAHAM BASIC LOSS PER SHARE
DASAR YANG DAPAT ATTRIBUTABLE TO
DIATRIBUSIKAN KEPADA EQUITY HOLDERS
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/Attributable to Holders of the Parent
Komponen Ekuitas Lain/ Other Component of equity Saldo Laba (Defisit)/ Selisih Kurs Keuntungan Retained Earnings (Deficit) karena Penjabaran (Kerugian)
Tambahan Laporan Keuangan/ Aktuaria/ Kepentingan Jumlah
Modal Disetor/ Telah Ditentukan Belum Ditentukan Differences in Actuarial Nonpengendali/ Defisiensi Modal/ Catatan/ Modal Saham/ Additional Penggunaannya/ Penggunaannya/ Foreign Currency Gains Jumlah/ Non-controlling Total
Notes Capital Stock Paid-in Capital Appropriated Unappropriated Translation (Losses) Total interests Capital Deficiency
Saldo, 1 Januari 2015 1.316.838.500.000 345.009.093.126 500.000.000 (5.432.501.645.193) (368.972.549.569 ) 1.752.386.532 (4.137.374.215.104 ) (26.753.035.280 ) (4.164.127.250.384 ) Balance, January 1, 2015
Rugi tahun berjalan - - - (750.082.979.254) - - (750.082.979.254 ) (36.075.924.382 ) (786.158.903.636 ) Loss for the year
Tambahan modal disetor 24 - 356.658.271 - - - - 356.658.271 - 356.658.271 Additional paid-in capital
Selisih kurs karena penjabaran Differences in foreign currency
laporan keuangan 2b,2p,26 - - - - (183.824.466.448 ) - (183.824.466.448 ) - (183.824.466.448 ) translation
Keuntungan aktuarial 2o,26 - - - 4.649.982.695 4.649.982.695 20.989.285 4.670.971.980 Actuarial gain
Saldo, 31 Desember 2015 1.316.838.500.000 345.365.751.397 500.000.000 (6.182.584.624.447) (552.797.016.017 ) 6.402.369.227 (5.066.275.019.840 ) (62.807.970.377 ) (5.129.082.990.217 ) Balance, December 31, 2015
Peningkatan modal pada entitas Additional paid-in capital
anak - - - 12.828.725.000 12.828.725.000 in subsidiaries
Rugi tahun berjalan - - - (200.871.422.954) - - (200.871.422.954 ) (11.396.409.202 ) (212.267.832.156 ) Loss for the year
Tambahan modal disetor 24 - 621.537.200 - - - - 621.537.200 - 621.537.200 Additional paid-in capital
Selisih kurs karena penjabaran Differences in foreign currency
laporan keuangan 2b,2p,26 - - - - 25.477.195.212 - 25.477.195.212 - 25.477.195.212 translation
Keuntungan (kerugian) aktuarial 2o,26 - - - 2.491.522.600 2.491.522.600 (17.347.120 ) 2.474.175.480 Actuarial gain (losses)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan./ The accompanying Notes to Consolidated Financial Statements
Catatan/
Notes 2016 2015
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 493.253.301.317 670.343.484.739 Cash received from customers Pengeluaran kas kepada
pemasok dan untuk beban Cash paid to suppliers and
operasi lainnya (386.078.097.632) (569.020.384.826) for other operating expenses
Pengeluaran kas kepada Cash paid to employees
karyawan dan anak buah kapal (79.853.120.965) (98.135.802.262) and vessel crew Penerimaan dari penghasilan
bunga 2.498.429.578 3.145.552.731 Receipts from interest income
Pembayaran untuk: Payments for:
Beban bunga 33 (2.491.626.520) (28.742.739.245) Interest expense
Pajak penghasilan (4.170.522.898) (1.704.396.739) Income taxes
Kas Bersih Yang Diperoleh Dari Net Cash Provided by
(Digunakan Untuk) Aktivitas (Used For) Operating
Operasi 23.158.362.880 (24.114.285.602) Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan aset tetap dan Proceeds from sale of fixed
klaim asuransi 11 26.585.050.000 72.935.126.914 assets and insurance claim Perolehan aset tetap 11 (23.381.747.147) (32.274.213.466) Acquisitions of fixed assets
Kas Bersih Yang Diperoleh Net Cash Provided By
Dari Aktivitas Investasi 3.203.302.853 40.660.913.448 Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan dari: Proceeds from:
Pinjaman bank dan lembaga
keuangan lainnya jangka Long-term bank and other
panjang - 487.120.957.575 financial institution loans
Pinjaman lembaga keuangan Related party financial
pihak berelasi 18 - 5.000.000.000 institution loans
Tambahan modal disetor 24 186.450.000 - Additional paid-in capital
Pembayaran untuk:
Pinjaman bank dan lembaga 18 Payments for:
keuangan lainnya jangka Long-term bank and other
panjang (21.436.142.069) (557.962.780.643) financial institution loans
Pinjaman lembaga keuangan Related party financial
pihak berelasi 18 (2.513.273.627) (2.101.767.362) institution loans
Kas Bersih Yang Digunakan Net Cash Used For
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan Catatan/
Notes 2016 2015
PENGARUH BERSIH ATAS NET EFFECT OF CHANGES IN
PERUBAHAN KURS PADA EXCHANGE RATES ON CASH
KAS DAN SETARA KAS (2.212.217.915) 61.666.990.165 AND CASH EQUIVALENTS
KENAIKAN BERSIH NET INCREASED IN CASH
KAS DAN SETARA KAS 386.482.122 10.270.027.581 AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH
KAS DAN SETARA KAS EQUIVALENTS AT
AWAL TAHUN 72.434.116.112 62.164.088.531 BEGINNING OF THE YEAR
CASH AND CASH
KAS DAN SETARA KAS EQUIVALENTS
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Perusahaan a. The Company’s Establishment
PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Alfian Jahja, S.H., sebagai notaris pengganti Eliza Pondaag, No. 6, tanggal 4 Oktober 1975, yang telah diubah dengan Akta Notaris Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., No. 15, tanggal 8 Maret 1977 dan Akta Notaris Eliza Pondaag, No. 23, tanggal 10 November 1977. Akta pendirian dan perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/3/15 tanggal 3 Januari 1978 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 22, Tambahan No. 138 tanggal 14 Maret 1980. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 68, tanggal 25 April 2012 mengenai, antara lain, penerbitan saham seri B. Perubahan terakhir tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH.01.10-20547. Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012.
PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. (“the Company”) was established based on Notarial Deed No. 6, dated October 4, 1975 of Alfian Jahja, S.H., as a substitute notary of Eliza Pondaag, which was amended by Notarial Deed No. 15, dated March 8, 1977 of Darwani Sidi Bakaroedin, S.H., and Notarial Deed No. 23, dated November 10, 1977 of Eliza Pondaag. The deed of establishment and its amendments were approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. Y.A.5/3/15 dated January 3, 1978 and were published in Supplement No. 138 of State Gazette No. 22, dated March 14, 1980. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 68, dated April 25, 2012 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., concerning, among others, the issuance of B series shares. The most recent amendment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-AH.01.10-20547. Year 2012 dated June 7, 2012.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang pengangkutan domestik dan internasional, terutama mengusahakan dan menjalankan pengangkutan barang dengan kapal laut, serta melaksanakan pembelian dan penjualan kapal-kapal.
In accordance with article 3 of the Company’s articles of association, the Company engages in both domestic and international transportation activities, particularly in transporting cargo by vessels, and sale and purchase of vessels.
Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Gedung 50 Abdul Muis, Jakarta Pusat, dan mempunyai kantor cabang di Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Surabaya, Tanjung Priok - Jakarta, Panjang - Lampung, Kotabaru, Paiton - Jawa Timur, Semarang, Tuban, Jepara, dan Merak. Kapal-kapal Perusahaan dan Entitas Anak berlayar di perairan dalam negeri dan luar negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1977.
The Company’s head office is located in 50 Abdul Muis Building, Central Jakarta, with branches in Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Surabaya, Tanjung Priok - Jakarta, Panjang - Lampung, Kotabaru, Paiton - East Java, Semarang, Tuban, Jepara, and Merak. The Company’s and Subsidiaries’ vessels operate in both domestic and international seas. The Company started its commercial operations in 1977.
PT Mandira Sanni Pratama adalah entitas induk terakhir Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”).
PT Mandira Sanni Pratama is the ultimate parent company of the Company and Subsidiaries (collectively referred to hereafter as “the Group”). b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company’s Public Offerings
Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 1 April 2005 yang diaktakan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 1, para pemegang saham menyetujui, antara lain, penawaran umum perdana saham Perusahaan dan penurunan nilai nominal per saham Perusahaan dari Rp 1.000 menjadi Rp 500, dimana perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-09154 HT.01.04.TH.2005 tanggal 5 April 2005.
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan) b. The Company’s Public Offerings (continued)
Pada tahun 2005, Perusahaan menawarkan 500.000.000 saham kepada masyarakat pada harga penawaran sebesar Rp 625 per saham. Penawaran tersebut sesuai dengan Surat No. 5-1532/PM/2005 tanggal 10 Juni 2005, yang diterbitkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Selisih lebih antara harga penawaran saham dengan nilai nominal per saham, setelah memperhitungkan biaya penerbitan saham, dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”, yang disajikan pada bagian Defisiensi Modal pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
In 2005, the Company offered 500,000,000 shares to the public at an offering price of Rp 625 per share. Such offering was in accordance with Letter No. 5-1532/ PM/2005 dated June 10, 2005 issued by the Head of the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM). The excess of the share offer price over the par value per share, net of stock issuance costs, was recognized as “Additional Paid-in Capital”, which is presented under the Capital Deficiency section of the consolidated statement of financial position.
Berdasarkan RUPSLB yang diadakan pada tanggal 28 Juli 2006, yang diaktakan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 45, para pemegang saham menyetujui, antara lain, penurunan nilai nominal per saham Perusahaan dari Rp 500 menjadi Rp 250. Perubahan ini telah dilaporkan ke dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum (SISMINBAKUM) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-HT.01.04-2881 tanggal 31 Oktober 2006.
Based on the minutes of the EGMS held on July 28, 2006, which were covered by Notarial Deed No. 45 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the shareholders approved, among others, the decrease in the par value per share of the Company’s capital stock from Rp 500 to Rp 250. This decrease has been reported to and recorded in the database of the Legal Entity Administration System (SISMINBAKUM) of the Department of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its Decision Letter No. W7-HT.01.04-2881 dated October 31, 2006. Berdasarkan RUPSLB yang diadakan pada tanggal
27 Agustus 2010, yang diaktakan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 45, para pemegang saham menyetujui, antara lain:
Based on the minutes of the EGMS held on August 27, 2010, which were notarized by Notarial Deed No. 45 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the shareholders approved, among others:
1. Peningkatan modal dasar menjadi Rp 2.998.604.000.000 yang terbagi atas 2.998.604.000 saham Seri A dengan nilai nominal per saham Rp 250 dan 22.489.530.000 saham Seri B dengan nilai nominal per saham Rp 100.
1. The increase in the Company’s authorized capital stock to Rp 2,998,604,000,000 which is divided into 2,998,604,000 A Series shares with par value per share of Rp 250 and 22,489,530,000 B Series shares with par value per share of Rp 100.
2. Seluruh 2.998.604.000 saham Perusahaan yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal per saham Rp 250 akan dikonversi menjadi saham Seri A dengan nilai nominal per saham yang sama Rp 250, sedangkan 22.489.530.000 saham Seri B dalam portepel masih dalam portfolio. Saham Seri A dan Seri B mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal.
2. All of the Company’s 2,998,604,000 issued and fully paid shares with par value per share of Rp 250 will be converted to A shares with the same par value per share of Rp 250, and 22,489,530,000 B Series shares will remain in portfolio. A Series shares and B Series shares have equal rights in all aspects.
Perubahan di atas telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-43746.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 6 September 2010.
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan) b. The Company’s Public Offerings (continued)
Berdasarkan RUPSLB yang diadakan pada tanggal 28 Juni 2011 yang diaktakan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 78, para pemegang saham menyetujui, antara lain, penerbitan Obligasi Konversi, Waran Seri I, dan penerbitan Saham Baru Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (TMETD) kepada pemegang saham utama dan penyesuaian modal ditempatkan dan disetor penuh dalam rangka penerbitan Obligasi Konversi, Waran Seri I, dan Saham Baru TMETD sehubungan dengan rencana restrukturisasi utang Perusahaan.
Based on the minutes of the EGMS held on June 28, 2011 which were covered by Notarial Deed No. 78 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the shareholders approved, among others, the issuance of Convertible Bonds, Warrants series I, and New Shares Without Pre-emptive Rights to Purchase New Shares (WPRPNS) and adjustment of the issued and fully paid shares in relation to the issuance of the Convertible Bonds, Warrants series I and New Shares WPRPNS under the Company’s debt restructuring plan.
Pada tanggal 27 Januari 2012, Perusahaan telah menerbitkan 5.671.875.000 saham seri B dan 868.651.500 Waran Seri I.
On January 27, 2012, the Company issued 5,671,875,000 B Series shares and 868,651,500 Warrants series I.
Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
The Company has registered all of its shares in the Indonesia Stock Exchange.
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak c. The Company and its Subsidiaries’ Structure
Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak berikut ini, dimana Perusahaan mempunyai pengendalian:
The consolidated financial statements include the accounts of the Company and the following Subsidiaries, over which the Company has control:
Persentase Pemilikan Efektif/ Jumlah Aset Sebelum Eliminasi/ Percentage of Effective Ownership Total Assets Before Elimination
Entitas Anak/Subsidiaries 2016 2015 2016 2015
Pemilikan Langsung/Direct Ownership Arpeni Pratama Ocean Line
Investment B.V. (APOL BV) 100,00% 100,00% 1.801.025.913.016 1.821.461.538.704
PT Apol Bahari Gemilang (ABG) 99,00% 99,00% 469.770.211.458 523.408.875.715
PT Bontang Maju Sejahtera (BMS) 99,00% 99,00% 393.548.355.912 419.394.860.053
PT Buana Jaya Pratama (BJP) 99,00% 99,00% 329.644.508.346 377.427.276.612
PT Apol Lestari (AL)2) 99,00% 99,00% 103.980.748.974 107.057.769.720
PT Apol Cemerlang (AC) 99,00% 99,00% 95.970.633.437 116.527.808.601
Mount Lawu LLC 100,00% 100,00% 52.822.468.106 96.565.000.000
PT Buana Samudra Pratama (BSP) 99,96% 99,96% 36.550.453.108 38.546.491.295
PT Apol Jaya (AJ)2) 99,00% 99,00% 23.278.872.622 26.940.498.382
PT Surya Bahari Sejahtera (SBS)2) 99,00% 99,00% 23.193.133.364 23.976.627.506
Grand Bulk Shipping Limited (GBSL)
dan Entitas Anak/and Subsidiaries 100,00% 100,00% 18.383.208.679 170.392.334.411
PT Apol Stevedoring Gemilang 72,00% 72,00% 13.223.429.173 13.007.343.625
PT Apol Stevedoring 72,00% 72,00% 11.750.493.730 8.078.390.480
PT Parama Surya Stevedoring 99,00% 99,00% 8.434.048.089 7.167.480.333
PT Apol Bahtera (AB)2) 99,00% 99,00% 2.925.747.363 86.798.889.131
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan) c. The Company and its Subsidiaries’ Structure (continued)
Persentase Pemilikan Efektif/ Jumlah Aset Sebelum Eliminasi/ Percentage of Effective Ownership Total Assets Before Elimination
Entitas Anak/Subsidiaries 2016 2015 2016 2015
Pemilikan Langsung (lanjutan)/ Direct Ownership (continued)
PT Lotus Jaya Marine (LJM)1) 99,00% 99,00% 2.346.513.539 2.343.835.177
PT Apol Sejahtera (AS)2) 99,00% 99,00% 65.938.949 69.230.167
PT Lotus Kaiousei Marine (LKM)2) 99,00% 99,00% 47.270.558 646.330.582
PT Lotus Coalindo Marine (LCM)2) 65,00% 65,00% 41.258.595 78.402.496.041
Arpeni Marine Co. Pte. Ltd. (ARM) 100,00% 100,00% 40.308.000 41.895.415
Mega Pacific Ocean Line Corporation (MPOLC) dan Entitas Anak/
and Subsidiaries 100,00% 100,00% 26.044.342 125.246.948.467
Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd. (ARS) 100,00% 100,00% 20.973.596 82.910.584.845
Pemilikan Tidak Langsung (melalui MPOLC)/Indirect Ownership (through MPOLC)
Rosaceae Maritime Overseas S.A.
(Rosaceae)2) 100,00% 100,00% 2.116.019.382 2.172.557.858
Gazelle Navigation Inc. (Gazelle)2) 100,00% 100,00% 26.044.342 125.246.948.467
Pemilikan Tidak Langsung (melalui GBSL)/Indirect Ownership (through GBSL)
Prosperous Ships Holding Limited
(Prosperous)2) 100,00% 100,00% 5.172.860 117.257.500
Paramount Star Shipping S.A.
(Paramount)3) 100,00% 100,00% - 17.503.027.025
Mulai Kegiatan Tanggal Pendirian/ Komersial/
Domisili/ Kegiatan Pokok/ Date of Commercial
Entitas Anak/Subsidiaries Domicile Principal Activities Establishment Operations Started
Pemilikan Langsung/Direct Ownership
Arpeni Pratama Ocean Line Belanda/ Keuangan/Finance 13 April 2006/ 2006
Investment B.V. (APOL BV) Netherlands April 13, 2006
Grand Bulk Shipping Limited (GBSL) Hong Kong Pengangkutan muatan 5 Maret 2005/ 2005
dan Entitas Anak/ kapal laut/Transporting March 5, 2005
and Subsidiaries cargo by vessel
PT Buana Jaya Pratama (BJP) Jakarta Pengangkutan muatan 23 Desember 2004/ 2005 kapal laut/Transporting December 23, 2004
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan) c. The Company and its Subsidiaries’ Structure (continued)
Mulai Kegiatan Tanggal Pendirian/ Komersial/
Domisili/ Kegiatan Pokok/ Date of Commercial
Entitas Anak/Subsidiaries Domicile Principal Activities Establishment Operations Started
Pemilikan Langsung (lanjutan)/ Direct Ownership (continued)
PT Apol Bahari Gemilang (ABG) Jakarta Pengangkutan muatan 27 Pebruari 2008/ 2012 kapal laut/Transporting February 27, 2008
cargo by vessel
Mega Pacific Ocean Line Corporation Labuan, Perusahaan investasi/ 24 Desember 1997/ 2000 (MPOLC) dan Entitas Anak/ Malaysia Investment company December 24, 1997
and Subsidiaries
PT Bontang Maju Sejahtera (BMS) Jakarta Pengangkutan muatan 31 Mei 2006/ 2006 kapal laut/Transporting May 31, 2006
cargo by vessel
PT Apol Jaya (AJ)2) Jakarta Pengangkutan muatan 17 November 2003/ 2003
kapal laut/Transporting November 17, 2003 cargo by vessel
PT Lotus Coalindo Marine (LCM) Jakarta Pengangkutan muatan 8 September 2004/ 2005 kapal laut/Transporting September 8, 2004
cargo by vessel
PT Apol Lestari (AL)2) Jakarta Pengangkutan muatan 7 November 2003/ 2003
kapal laut/Transporting November 7, 2003 cargo by vessel
PT Apol Bahtera (AB)2) Jakarta Pengangkutan muatan 9 Mei 2005/ 2005
kapal laut/Transporting May 9, 2005 cargo by vessel
Arpeni Marine Co. Pte. Ltd. (ARM) Singapura/ Perbaikan dan 28 Januari 2006/ 2006 Singapore pembangunan kapal/Ship January 28, 2006
repair and shipbuilding
PT Apol Cemerlang (AC) Jakarta Pengangkutan muatan 30 Juni 2005/ 2006
kapal laut/Transporting June 30, 2005 cargo by vessel
Mount Lawu LLC Marshall Pengangkutan muatan 6 September 2007/ 2008
Islands kapal laut/Transporting September 6, 2007 cargo by vessel
Arpeni Shipping Co. Pte. Ltd. (ARS) Singapura/ Pengangkutan muatan 23 Juni 2005/ 2005 Singapore kapal laut/Transporting June 23, 2005
cargo by vessel
PT Buana Samudra Pratama (BSP) Jakarta Pengangkutan muatan 14 April 2004/ 2005 kapal laut/Transporting April 14, 2004
cargo by vessel
PT Apol Stevedoring Gemilang Bandar Jasa bongkar muat/ 4 Agustus 2000/ 2001
Lampung Stevedoring August 4, 2000
PT Surya Bahari Sejahtera (SBS)2) Jakarta Pengangkutan muatan 18 Maret 2008/ 2008 kapal laut/Transporting March 18, 2008
cargo by vessel
PT Apol Stevedoring Surabaya Jasa bongkar muat/ 17 November 1999/ 2000
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan) c. The Company and its Subsidiaries’ Structure (continued)
Mulai Kegiatan Tanggal Pendirian/ Komersial/
Domisili/ Kegiatan Pokok/ Date of Commercial
Entitas Anak/Subsidiaries Domicile Principal Activities Establishment Operations Started
Pemilikan Langsung (lanjutan)/ Direct Ownership (continued)
PT Lotus Kaiousei Marine (LKM)2) Jakarta Pengangkutan muatan 4 Mei 2005/ 2005 kapal laut/Transporting May 4, 2005
cargo by vessel
PT Apol Parama Jaya (APJ)1) Jepara Jasa pengelolaan dermaga 20 April 2011/ -dan terminal khusus April 20, 2011
batubara/Dock maintenance and coal terminal
PT Lotus Jaya Marine (LJM)1) Jakarta Pengangkutan muatan 9 Juni 2005/ 2005 kapal laut/Transporting June 9, 2005
cargo by vessel
PT Apol Sejahtera (AS)2) Jakarta Pengangkutan muatan 9 Mei 2005/ 2005
kapal laut/Transporting May 9, 2005 cargo by vessel
PT Parama Surya Stevedoring Jepara Jasa bongkar muat/ 10 April 2014/ 2014
Stevedoring April 10, 2014 Pemilikan Tidak Langsung (melalui
MPOLC)/Indirect Ownership (through MPOLC)
Gazelle Navigation Inc. (Gazelle)2) Panama Pengangkutan muatan 22 November 1984/ 1993 kapal laut/Transporting November 22, 1984
cargo by vessel
Rosaceae Maritime Overseas S.A. Panama Pengangkutan muatan 12 September 2007/ 2008
(Rosaceae)2) kapal laut/Transporting September 12, 2007
cargo by vessel Pemilikan Tidak Langsung (melalui
GBSL)/Indirect Ownership (through GBSL)
Paramount Star Shipping S.A. Panama Pengangkutan muatan 15 Juni 2011/ 2011
(Paramount)3) kapal laut/Transporting June 15, 2011
cargo by vessel
Prosperous Ships Holding Limited Hong Kong Pengangkutan muatan 13 Juli 2007/ 2008
(Prosperous)2) kapal laut/Transporting July 13, 2007
cargo by vessel “1” pada tanggal 31 Desember 2016, belum
memulai operasi komersial atau tidak aktif “2” sementara berhenti beroperasi
“3” sudah ditutup
“1” as of December 31, 2016, has not yet started commercial operations or inactive
“2” temporarily discontinued operations “3” has been closed
Berdasarkan rapat umum masing-masing pemegang saham Paramount Star Shipping S.A. yang diadakan tanggal 16 Juni 2016, para pemegang saham memutuskan untuk membubarkan Paramount Star Shipping S.A.
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, serta Karyawan
d. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
The composition of Company’s Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2016 and 2015 is as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Oentoro Surya President Commissioner
Komisaris Independen Laksamana Madya TNI (Purn) Y. Didik Heru Purnomo Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Direktur Utama Surjono Abdullah Suharsono President Director
Direktur Mia Sitaresmi Surya Director
Direktur Suharyo Irianto Director
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
The composition of the Company’s Audit Committee as of December 31, 2016 and 2015 is as follows:
2016
Ketua Laksamana Madya TNI (Purn) Y. Didik Heru Purnomo Chairman
Anggota Nugroho Member
Anggota Lou Tje Ching Member
2015
Ketua Laksamana Madya TNI (Purn) Y. Didik Heru Purnomo Chairman
Anggota Hendrik Loprado Member
Anggota Lou Tje Ching Member
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Ferdy Suwandi.
The Corporate Secretary as of December 31, 2016 and 2015 is Ferdy Suwandi.
Kepala Unit Audit Internal pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing adalah Ginna Agustina Mete dan Ivan Lingga.
The Head of Internal Audit as of December 31, 2016 and 2015 are Ginna Agustina Mete and Ivan Lingga, respectively.
Manajemen kunci mencakup komisaris, direksi dan manajemen senior Perusahaan.
Key management represents the Company’s commissioners, directors and senior management. Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Grup
masing-masing memiliki sejumlah 331 dan 382 karyawan tetap (tidak diaudit).
As of December 31, 2016 and 2015, the Group had 331 and 382 permanent employees, respectively (unaudited).
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian e. Completion of the Consolidated Financial Statements
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2017.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
a. Basis of Preparation of Consolidated Financial Statements
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan/OJK (dahulu BAPEPAM-LK).
The consolidated financial statements of the Company and its Subsidiaries have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations and Financial Statements Presentation and Disclosure Guidelines issued by the Financial Services Authority (“OJK”) (formerly BAPEPAM-LK).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang baru atau telah direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2016 seperti yang telah diungkapkan pada Catatan ini.
The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those followed in the preparation of the Consolidated financial statements as of December 31, 2015 and for the year then ended, except for the adoption of several new or amended SAK effective January 1, 2016 as disclosed in this Note.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian dan menggunakan konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for the consolidated statement of cash flows and using historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies for those accounts.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statement of cash flows have been prepared using the direct method, by classifying cash receipts and payments into operating, investing and financing activities.
Mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan mengatur transaksinya dalam mata uang fungsional tersebut.
The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is Indonesian Rupiah, which is the functional currency of Group. Each entity in the Group determines its own functional currency and measures its transactions in this respective functional currency.
Penyusunan laporan keuangan konsolidsian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip konsolidasi b. Principles of consolidation
Efektif 1 Januari 2016, Grup menerapkan Amandemen PSAK No. 4 (2015), “Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri”. Amandemen ini, diantara lain, memperkenankan entitas-entitas untuk penggunaan metode ekuitas untuk mencatat investasi pada entitas anak, ventura bersama dan entitas asosiasi dalam laporan keuangan mereka tersendiri. Penerapan Amandemen PSAK No. 4 (2015) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Effective January 1, 2016, the Group adopted Amendments to PSAK No. 4 (2015), “Separate Financial Statements: Equity Method in Separate Financial Statements”. The amendments, among others, allow entities to use the equity method to account for investments in subsidiaries, joint ventures and associates in their separate financial statements. The adoption of Amendments to PSAK No. 4 (2015) has no significant impact on the consolidated financial statements.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak seperti yang disebutkan pada Catatan 1c.
The consolidated financial statements include the accounts of the Company and Subsidiaries mentioned in Note 1c.
Pengendalian diperoleh ketika Grup terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atasinvestee.
Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, of the variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.
Secara khusus, Grup mengendalikan investeejika, dan hanya jika, Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
Specifically, the Group controls an investee if, and only if, the Group has all of the following:
a) kekuasaan atas investee (misalnya adanya hak yang memberikan Grup kemampuan saat ini untuk mengarahkan aktivitas investee yang relevan);
b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan Grup denganinvestee; dan
c) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil Grup.
a) power over the investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the investee);
b) exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; and
c) the ability to use its power over the investee to affect the Group’s returns.
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atasinvestee, termasuk:
When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:
a) pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara lainnya padainvestee;
b) hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan
c) hak suara yang dimiliki Grup dan hak suara potensial.
a) the contractual arrangement(s) with the other vote holders of the investee;
b) rights arising from other contractual arrangements; and
c) the Group’s voting rights and potential voting rights.
Grup menilai kembali apakah masih mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan bahwa terdapat perubahan dalam satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas Entitas Anak dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain (“OCI”) diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dari Grup dan kepentingan nonpengendali (“KNP”), meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.
Profit or loss and each component of other comprehensive income (“OCI”) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having a deficit balance.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota Grup menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
The consolidated financial statements are prepared using uniform accounting policies for like transactions and other events in similar circumstances. If a member of the Group uses different accounting policies for like transactions and events in similar circumstances, appropriate adjustments are made to its financial statements in preparing the consolidated financial statements. Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan
antar entitas Grup yang belum direalisasi dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi.
Inter-company transactions, balances and unrealized gains on transactions between Group companies are eliminated. Unrealized losses are also eliminated.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Changes in a parent’s ownership interest in a subsidiary that do not result in a loss of control are accounted for as equity transactions.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Grup:
In case of loss of control over a subsidiary, the Group:
• menghentikan pengakuan aset (termasuk setiapgoodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
• menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
• menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
• mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
• mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
• mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi konsolidasian; dan
• mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
• derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the Subsidiary;
• derecognizes the carrying amount of any NCI;
• derecognizes the cumulative translation differences, recorded in equity, if any;
• recognizes the fair value of the consideration received;
• recognizes the fair value of any investment retained;
• recognizes any surplus or deficit in the consolidated profit or loss; and
• reclassifies the parent’s share of components previously recognized in OCI to profit or loss or retained earnings, as appropriate, as would be required if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities.
KNP mencerminkan bagian atas laba rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba rugi dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)
Selisih kurs karena penjabaran akun-akun laporan posisi keuangan dan laba rugi disajikan secara terpisah sebagai bagian dari “Penghasilan Komprehensif Lain - Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan” sebagai bagian dari Defisiensi Modal pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
The resulting difference arising from the translation of the statement of financial position and profit or loss accounts is presented as part of “Other Comprehensive Income - Differences in Foreign Currency Translation” under the Capital Deficiency section of the consolidated statement of financial position and as a part of other comprehensive income in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
c. Setara kas c. Cash equivalents
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, yang tidak dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
Time deposits with maturities of three months or less at the time of placement, which are not restricted, are classified as “Cash Equivalents”.
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan untuk bank garansi tidak diklasifikasikan sebagai ”Setara Kas” dan disajikan sebagai bagian dari ”Aset Keuangan Lancar Lainnya” atau ”Aset Keuangan Tidak Lancar lainnya”.
Time deposits which are pledged as collateral for bank guarantees are not classified as “Cash Equivalents” and are presented as part of either “Other Current Financial Assets” or “Other Non-Current Financial Assets”.
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak (entitas pelapor):
The related parties are persons or entities that is related to the Company and its Subsidiaries (the reporting entity):
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
a) A person or a close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person:
(i) has control or joint control over the reporting entity;
(ii) has significant influence over the reporting entity; or
(iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
b) An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:
(i) The entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau
ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) d. Transactions with Related Parties (lanjutan)
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iii) Both entities are joint ventures of the same third party.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(iv) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
(v) The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vi) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in point (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(vii) A person identified in point (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity). Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan
yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
The transactions are made based on terms agreed by the parties. Such terms may not be the same as those of the transactions between unrelated parties.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements.
e. Persediaan e. Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO). Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined by the first-in, first-out (FIFO) method. Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less estimated cost of completion and estimated cost necessary to make the sale.
f. Biaya dibayar di muka f. Prepaid expenses
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Bagian jangka panjang dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari “Aset Tidak Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
g. Investasi pada entitas asosiasi g. Investments in associated companies
Investasi Grup pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Grup atas laba atau rugi bersih, dan penerimaan dividen dari, entitas asosiasi sejak tanggal perolehan.
The Group’s investments in its associated companies are accounted for using the equity method. An associated company is an entity in which the Group has significant influence. Under the equity method, the cost of investment is increased or decreased by the Group’s share in net earnings or losses of, and dividends received from, the associated company since the date of acquisition.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika dapat dipakai, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi.
The consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income reflects the share of the results of operations of the associated company. Where there has been a change recognized directly in the equity of the associated company, the Group recognizes its share of any such change and discloses this, when applicable, in the consolidated statement of changes in equity. Unrealized gains or losses resulting from transactions between the Group and the associated company are eliminated to the extent of the Group’s interest in the associated company. Grup menentukan apakah diperlukan untuk
mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Grup dalam entitas asosiasi. Grup menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laba rugi.
The Group determines whether it is necessary to recognize an additional impairment loss on the Group’s investments in its associated companies. The Group determines at each reporting date whether there is any objective evidence that the investments in the associated companies are impaired. If this is the case, the Group calculates the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the investments in associated companies and their carrying value, and recognizes the amount in profit or loss.
h. Aset tetap h. Fixed assets
Efektif 1 Januari 2016, Grup menerapkan Amandemen PSAK No. 16 (2015) “Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi”. Amandemen ini mengklarifikasi prinsip yang terdapat dalam PSAK No. 16 bahwa pendapatan mencerminkan suatu pola manfaat ekonomik yang dihasilkan dari pengoperasian usaha (yang mana aset tersebut adalah bagiannya) daripada manfaat ekonomik dari pemakaian melalui penggunaan aset. Sebagai kesimpulan bahwa penggunaan metode penyusutan aset tetap yang berdasarkan pada pendapatan tidak dapat digunakan. Penerapan Amandemen PSAK No. 16 (2015) tidak memiliki dampak pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.