• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT Dalam kaitan untuk mendukung kebutuhan pendanaan untuk

Dalam dokumen LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS (Halaman 88-108)

pengembangan usaha, Perusahaan juga melakukan berbagai kerjasama dengan perbankan, antara lain dalam bentuk perjanjian pembiayaan bersama (joint financing), penerusan pinjaman (chanelling) dan perjanjian jual beli piutang yang dibukukan secara off balance sheet.

In order to support funding needs for business expansion, the Company has also initiated cooperation with banking institutions, in the form of joint financing, chanelling and receivables sales and purchase agreements which are accounted for as “off balance sheet” transactions.

31 Maret/ 31 Desember/

March 2014 December 2013

Channeling and Receivables Sales and

Penerusan Pinjaman dan Jual Beli Piutang (a) Purchase (a)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (1) 413.260 492.370 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (1)

PT Bank Mutiara Tbk (2) 169 1.288 PT Bank Mutiara Tbk (2)

PT Bank ICB Bumiputera Tbk (3) - 689 PT Bank ICB Bumiputera Tbk (3)

Pembiayaan Bersama (b) Joint Financing (b)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (1) 934.499 945.816 PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (1) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2) 913.308 670.401 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (3) 115.206 104.446 PT Bank Internasional Indonesia Tbk (3)

PT Bank DKI (4) 475 2.332 PT Bank DKI (4)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (5) 72 538 PT Bank CIMB Niaga Tbk (5)

Total Significant Agreements

Jumlah Perjanjian Penting dan Komitmen 2.376.989 2.217.880 and Commitments

Dikurangi: Less:

Biaya transaksi yang belum diamortisasi ( 5.591 ) ( 4.053 ) Unamortized transaction costs

Perjanjian Penting dan Komitmen - Bersih 2.371.398 2.213.827 Significant Agreements and Commitment – Net a. Penerusan Pinjaman dan Jual Beli Piutang a. Channeling and Receivables Sales and Purchase

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (1) Pada tanggal 17 Februari 2010, Perusahaan

menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 150.000 dan bersifat “non-revolving” dengan dasar “without recourse”.

(1) On 17 February 2010, the Company entered into a Motor Vehicles Financing Cooperation Agreement with PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) with a maximum financing limit of Rp 150,000 and on a “non-revolving” and “without recourse”

basis.

Berdasarkan perjanjian tersebut, BRI setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit kendaraan bermotor dengan porsi pembiayaan sampai dengan 100% dari keseluruhan pembiayaan. Perusahaan bertanggungjawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Perusahaan dapat menetapkan suku bunga tertentu kepada konsumen melebihi suku bunga yang dibayarkan Perusahaan kepada BRI. Jangka waktu perjanjian selama 24 (dua puluh empat) bulan.

Under the agreement, BRI agreed to provide motor vehicle financing facility with a financing portion of up to 100% of the total financing. The Company is responsible for, among others, collection, administration and custody of documents. The Company may apply interest rate to the costumer exceeding the interest rate paid by the Company to BRI. The term of the agreement was 24 (twenty-four) months.

Pada tanggal 13 Oktober 2010, Perusahaan dan BRI menandatangani Addendum Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor tersebut, dimana dilakukan perubahan dan penambahan beberapa ketentuan-ketentuan, salah satunya mengubah jangka waktu fasilitas pembiayaan kendaraan menjadi maksimal 4 (empat) tahun untuk mobil bekas jenis penumpang dan kendaraan niaga.

On 13 October 2010, the Company and BRI signed an Amendment to the Motor Vehicles Financing Cooperation Agreement to include several changes and addition of several provisions, which one of these is to change the term of the vehicles financing facility to a maximum of 4 (four) years for the used passenger cars and commercial vehicles.

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN (Lanjutan) 25. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT (Continued) a. Penerusan Pinjaman dan Jual Beli Piutang (Lanjutan) a. Channeling and Receivables Sales and Purchase

(Continued)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Continued) Pada tanggal 27 Mei 2011, Perusahaan dan BRI

menandatangani Addendum Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor tersebut di atas, dimana batas maksimum pembiayaan ditingkatkan menjadi sebesar Rp 300.000 dan mengubah jangka waktu kerja sama menjadi maksimal 24 (dua puluh empat) bulan sejak tanggal 27 Mei 2011.

On 27 May 2011, the Company and BRI signed an Amendment to the Motor Vehicles Financing Cooperation Agreement, whereby the maximum financing limit was increased to Rp 300,000 and to change the term of the agreements to a maximum of 24 (twenty-four) months from 27 May 2011.

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah keseluruhan pokok yang dibiayai oleh BRI sehubungan dengan perjanjian kerja sama tersebut masing-masing sebesar Rp 23.963 dan Rp 33.350, sedangkan pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan bagian BRI adalah masing-masing sebesar Rp 793 dan Rp 2.746 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 dan 2013.

As of 31 March 2014 and 31 December 2013, the total principal amount financed by BRI in respect with the cooperation agreement amounted to Rp 23,963 and Rp 33,350, respectively, while the total consumer financing income of BRI’s portion amounted to Rp 793 and Rp 2,746 for the three-month period ended 31 March 2014 and 2013, respectively.

Pada tanggal 21 Mei 2013, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 600.000 dan bersifat “non-revolving” dengan dasar “without recourse”.

On 21 May 2013, the Company entered into a Motor Vehicles Financing Cooperation Agreement with PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) with a maximum financing limit of Rp 600,000 and on a “non-revolving” and “without recourse”

basis.

Berdasarkan perjanjian tersebut, BRI setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit kendaraan bermotor dengan porsi pembiayaan sampai dengan 100% dari keseluruhan pembiayaan. Perusahaan bertanggungjawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Perusahaan dapat menetapkan suku bunga tertentu kepada konsumen melebihi suku bunga yang dibayarkan Perusahaan kepada BRI. Jangka waktu perjanjian selama 24 (dua puluh empat) bulan.

Under the agreement, BRI agreed to provide motor vehicle financing facility with a financing portion of up to 100% of the total financing. The Company is responsible for, among others, collection, administration and custody of documents. The Company may apply interest rate to the costumer exceeding the interest rate paid by the Company to BRI. The term of the agreement was 24 (twenty-four) months.

Jumlah piutang pembiayaan konsumen Perusahaan yang dialihkan kepada BRI sebesar nihil dan Rp 599.330 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013.

The total Company’s consumer financing receivables transferred to BRI amounted to nil and Rp 599,330 for the three-month period ended 31 March 2014 and for the year ended 31 December 2013, respectively.

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah keseluruhan pokok yang dibiayai oleh BRI sehubungan dengan perjanjian kerja sama tersebut masing-masing sebesar Rp 389.297 dan Rp 459.020, sedangkan pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan bagian BRI adalah masing-masing sebesar Rp 10.062 dan Rp 22.224 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 dan 2013.

As of 31 March 2014 and 31 December 2013, the total principal amount financed by BRI in respect with the cooperation agreement amounted to Rp 389,297 and Rp 459,020, while the total consumer financing income of BRI’s portion amounted to Rp 10,062 and Rp 22,224 for the three-month period ended 31 March 2014 and 2013, respectively.

25. PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN (Lanjutan) 25. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT (Continued) a. Penerusan Pinjaman dan Jual Beli Piutang (Lanjutan) a. Channeling and Receivables Sales and Purchase

(Continued)

PT Bank Mutiara Tbk PT Bank Mutiara Tbk

(2) Pada tanggal 15 Maret 2010, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor dengan PT Bank Mutiara Tbk (Bank Mutiara) dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 100.000 dan bersifat “non-revolving” dengan dasar “without-recourse”.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mutiara setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit kendaraan bermotor dengan porsi pembiayaan sampai dengan 100% dari keseluruhan pembiayaan. Perusahaan bertanggungjawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen kredit yang dibiayai oleh Mutiara kepada nasabah.

Jangka waktu perjanjian tersebut selama 36 (tiga puluh enam) bulan.

(2) On 15 March 2010, the Company entered into a Motor Vehicles Financing Cooperation Agreement with PT Bank Mutiara Tbk (Bank Mutiara) with a maximum financing limit of Rp 100,000 and on

“non-revolving” and “without–recourse” basis.

Under the Agreement, Bank Mutiara agreed to provide motor vehicle financing facility with a financing portion up to 100% of the total financing. The Company is responsible for, among others, collection, administration and custody of the credit documents financed by Mutiara to the customers. The term of the agreement was 36 (thirty-six) months.

Pada tahun 2012, Perusahaan tidak mengggunakan fasilitas pembiayaan bersama tersebut.

In 2012, the Company had not yet utilized the financing facility.

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah keseluruhan pokok yang dibiayai oleh Bank Mutiara sehubungan dengan perjanjian kerja sama tersebut masing-masing sebesar Rp 169 dan Rp 1.288 dan pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan bagian Bank Mutiara adalah sebesar Rp 24 dan Rp 383 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 2013.

As of 31 March 2014 and 31 December 2013, the total principal amount financed by Bank Mutiara in respect with the cooperation agreement amounted to Rp 169 and Rp 1,288, respectively, while the total consumer financing income of Bank Mutiara’s portion amounted to Rp 24 and Rp 383 for the three-month period ended 31 March 2014 and 2013, respectively.

PT Bank ICB Bumiputera Tbk PT Bank ICB Bumiputera Tbk

(3) Pada tanggal 10 Oktober 2003, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Piutang dengan PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Bank Bumiputera), di mana Perusahaan mengalihkan portofolio piutang pembiayaan konsumen milik Perusahaan kepada Bank Bumiputera dengan ketentuan jumlah baki debet piutang yang diambil alih oleh Bank Bumiputera seluruhnya maksimum sebesar Rp 510.000 dan bersifat “without-recourse” dengan dasar “non-revolving”.

(3) On 10 October 2003, the Company entered into a Receivables Sales and Purchase Agreement with PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Bank Bumiputera), whereby the Company transferred its consumer financing receivables to Bank Bumiputera with a maximum financing limit of receivables transferred to Bank Bumiputera of Rp 510,000 and on a “without recourse” and “non-revolving”

basis.

Pada tanggal 29 September 2006, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Piutang dengan Bank Bumiputera, di mana Perusahaan mengalihkan portofolio piutang pembiayaan konsumen milik Perusahaan kepada Bank Bumiputera dengan ketentuan jumlah baki debet piutang yang diambil alih oleh Bumiputera seluruhnya maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat “revolving”.

On 29 September 2006, the Company entered into a Receivables Sales and Purchase Agreement with Bank Bumiputera, whereby the Company transferred its consumer financing receivables to Bank Bumiputera with a maximum financing limit of receivables transferred to Bank Bumiputera of Rp 50,000 and on a “revolving” basis.

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN (Lanjutan) 25. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT (Continued) a. Penerusan Pinjaman dan Jual Beli Piutang (Lanjutan) a. Channeling and Receivables Sales and Purchase

(Continued)

PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Lanjutan) PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Continued) Pada tanggal 11 Maret 2008, Perusahaan dan Bank

Bumiputera menandatangani Perubahan Perjanjian Jual Beli Piutang dengan pokok perubahan sebagai berikut:

On 11 March 2008, the Company and Bank Bumiputera signed an Amendment to the Receivables Sales and Purchase Agreement which includes the following principal changes:

- Untuk Perjanjian Jual Beli Piutang yang bersifat

“non-revolving” tanggal 10 Oktober 2003, jumlah baki debet piutang Perusahaan yang diambil alih oleh Bank Bumiputera yang sebelumnya sebesar Rp 510.000 dialokasikan sebesar Rp 75.000 ke Perjanjian Jual Beli Piutang “revolving” sehingga jumlah baki debet tersebut diturunkan menjadi sebesar Rp 435.000.

- On the Sales and Purchase Receivables Agreement dated 10 October 2003 on a “non-revolving” basis. The previous maximum financing limit of receivables transferred to Bank Bumiputera of Rp 510,000 was allocated by Rp 75,000 to the Receivables Sales and Purchase Agreement on a “revolving” basis.

Thus, the maximum financing limit was decreased to Rp 435,000.

- Untuk Perjanjian Jual Beli Piutang yang bersifat

“revolving” tanggal 29 September 2006, jumlah baki debet piutang Perusahaan yang diambil alih oleh Bank Bumiputera yang sebelumnya sebesar Rp 50.000 ditingkatkan menjadi sebesar Rp 125.000.

- On the Receivables Sales and Purchase Agreement dated 29 September 2006 on a

“revolving” basis, the previous maximum financing limit of receivables transferred to Bank Bumiputera was increased from Rp 50,000 to Rp 125,000.

Perjanjian Jual Beli Piutang “non-revolving” dan

“revolving” tersebut telah diubah beberapa kali, terakhir pada tanggal 21 Mei 2010, di mana jangka waktu perjanjian telah diperpanjang dan telah berakhir pada tanggal 21 Mei 2011.

The Receivables Sales and Purchase Agreements on both “non-revolving” and “revolving” basis had been amended several times, most recently on 21 May 2010, whereby the term of the agreements was extended and had expired on 21 May 2011.

Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah keseluruhan piutang yang dialihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan perjanjian kerja sama tersebut sebesar Rp 689.

As of 31 December 2013, the total receivables transferred by the Company in respect with the Sale and Purchase Agreement amounted to Rp 689.

Pada tanggal 31 Maret 2014, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman tersebut.

As of 31 March 2014, the Company had fully repaid the entire outstanding loan.

Pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan bagian Bank Bumiputera sebesar Rp 6 dan Rp 357 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 2013.

The total consumer financing income of Bank Bumiputera’s portion amounted to Rp 6 and Rp 357 for the three-month period ended 31 March 2014 and 2013, respectively.

b. Pembiayaan Bersama b. Joint Financing

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (1) Pada tanggal 25 Agustus 2011, Perusahaan

menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama yang diikuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dan Penunjukan Pengelola Fasilitas pada tanggal 8 Agustus 2012 dengan BTPN.

Berdasarkan perjanjian tersebut, batasan maksimum pembiayaan adalah sebesar Rp 1.000.000, yang dapat digunakan untuk joint financing dan refinancing bersama-sama tidak melebihi Rp 1.000.000 dengan batasan maksimum refinancing tidak melebihi Rp 300.000. Jangka waktu fasilitas berlaku sampai dengan tanggal 25 Agustus 2014.

(1) On 25 August 2011, the Company entered into a Cooperation Agreement in respect with the provision of Joint Financing Facility and appointment of stewards Agreement on 8 August 2012 with BTPN. Under the agreement, maximum financing limit of Rp 1,000,000, for the purpose of joint financing and refinancing with a maximum limit of Rp 1,000,000 with maximum refinancing limit of Rp 300,000. The facility was valid until 25 August 2014.

25. PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN (Lanjutan) 25. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT (Continued) b. Pembiayaan Bersama (Lanjutan) b. Joint Financing (Continued)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (Lanjutan) PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (Continued)

Pada tanggal 21 Juni 2013, BTPN melalui suratnya No. S.157/RBFI/VI/2013, batas maksimum pembiayaan dinaikkan menjadi sebesar Rp 1.300.000 yang dapat digunakan untuk joint financing dan refinancing bersama-sama dengan ketentuan batasan pembiayaan refinancing tidak melebihi Rp 600.000. Jangka waktu fasilitas tersebut tetap berlaku sampai dengan tanggal 25 Agustus 2014.

On 21 June 2013, BTPN through its letter No. S.157/RBFI/VI/2013, maximum financing limit was increased to Rp 1.300.000 for the purpose of joint financing and refinancing with maximum refinancing limit of Rp 600,000. The facility was valid until 25 August 2014.

Jumlah piutang pembiayaan konsumen Perusahaan yang dialihkan kepada BTPN sebesar Rp 173.031 dan Rp 743.331 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013.

The total Company’s consumer financing receivables financed by BTPN amounted to Rp 173,031 and Rp 743,331 for the three-monht period ended 31 March 2014 and for the year ended 31 December 2013, respectively.

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah keseluruhan pokok yang dibiayai oleh BTPN sehubungan dengan perjanjian kerja sama tersebut masing-masing sebesar Rp 934.499 dan Rp 945.816 serta pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan bagian BTPN masing-masing sebesar Rp 36.543 dan Rp 28.913 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 2013.

As of 31 March 2014 and 31 December 2013, the total principal amount financed by BTPN in respect with the cooperation agreement amounted to Rp 934,499 and Rp 945,816, respectively, while the total consumer financing income of BTPN’s portion amounted to Rp 36,543 and Rp 28,913 for the three-month period ended 31 March 2014 and 2013, respectively.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

(2) Pada tanggal 10 Juni 2011, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 125.000 dan bersifat “revolving” dengan dasar “without-recourse”. Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mandiri setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit dengan porsi pembiayaan setinggi-tingginya sebesar 95% dari jumlah keseluruhan pembiayaan kepada nasabah, dan sisanya sebesar 5% dibiayai oleh Perusahaan.

Jangka waktu fasilitas tersebut berlaku selama 3 (tiga) tahun dengan jangka waktu penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

(2) On 10 June 2011, the Company entered into a Joint Financing Facility Agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) with a maximum financing limit of Rp 125,000 and on

“revolving” and “with-recourse” basis. Under the agreement, Bank Mandiri agreed to provide financing facility with a maximum financing portion of 95% of the total financing to the customers, and the remaining 5% will be financed by the Company. The facility is valid for 3 (three) years with the drawdown period of 18 (eighteen) months from the signing date of the agreement.

Pada tanggal 22 September 2011, Perusahaan dan Bank Mandiri menandatangani Addendum Perjanjian Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama tersebut, dimana batas maksimum pembiayaan ditingkatkan menjadi sebesar Rp 245.000.

On 22 September 2011, the Company and Bank Mandiri signed an Amendment to the Joint Financing Facility Agreement, whereby the maximum financing limit was increased to Rp 245,000.

Pada tanggal 6 Desember 2012, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama dengan Bank Mandiri dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 250.000 dan bersifat

“revolving” dengan dasar “without-recourse”.

On 6 December 2012, the Company entered into a Joint Financing Facility Agreement with Bank Mandiri with a maximum financing limit of Rp 250,000 and on “revolving” and “without-recourse” basis.

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERJANJIAN PENTING DAN KOMITMEN (Lanjutan) 25. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENT (Continued) b. Pembiayaan Bersama (Lanjutan) b. Joint Financing (Continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Continued) Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mandiri

setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit dengan porsi pembiayaan setinggi-tingginya sebesar 95% dari jumlah keseluruhan pembiayaan kepada nasabah, dan sisanya sebesar 5% dibiayai oleh Perusahaan. Jangka waktu penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

Under the agreement, Bank Mandiri agreed to provide financing facility with a maximum financing portion of 95% of the total financing to the customers, and the remaining 5% will be financed by the Company. The drawdown of the facility is from 18 (eighteen) months from the signing date of the agreement.

Pada tanggal 7 Februari 2013, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama dengan Bank Mandiri dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 250.000 dan bersifat

“revolving” dengan dasar “without-recourse”.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mandiri setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit dengan porsi pembiayaan setinggi-tingginya sebesar 95% dari jumlah keseluruhan pembiayaan kepada nasabah, dan sisanya sebesar 5% dibiayai oleh Perusahaan. Jangka waktu penarikan selama 16 (enam belas) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

On 7 February 2013, the Company entered into a Joint Financing Facility Agreement with Bank Mandiri with a maximum financing limit of Rp 250,000 and on “revolving” and “without-recourse” basis. Under the agreement, Bank Mandiri agreed to provide financing facility with a maximum financing portion of 95% of the total financing to the customers, and the remaining 5%

will be financed by the Company. The withdrawal of the facility is from 16 (sixteen) months from the agreement date.

Pada tanggal 23 Agustus 2013, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama dengan Bank Mandiri dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 500.000 dan bersifat

“revolving” dengan dasar “without-recourse”.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mandiri setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit dengan porsi pembiayaan setinggi-tingginya sebesar 95% dari jumlah keseluruhan pembiayaan kepada nasabah, dan sisanya sebesar 5% dibiayai oleh Perusahaan. Jangka waktu penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

On 23 August 2013, the Company entered into a Joint Financing Facility Agreement with Bank Mandiri with a maximum financing limit of Rp 500,000 and on “revolving” and “without-recourse” basis. Under the agreement, Bank Mandiri agreed to provide financing facility with a maximum financing portion of 95% of the total financing to the customers, and the remaining 5%

will be financed by the Company. The withdrawal of the facility is from 18 (eighteen) months from the agreement date.

Pada tanggal 21 Februari 2014, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama dengan Bank Mandiri dengan batas maksimum pembiayaan sebesar Rp 500.000 dan bersifat

“revolving” dengan dasar “without-recourse”.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mandiri setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan kredit dengan porsi pembiayaan setinggi-tingginya sebesar 95% dari jumlah keseluruhan pembiayaan kepada nasabah, dan sisanya sebesar 5% dibiayai oleh Perusahaan. Jangka waktu penarikan selama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

On 21 February 2014, the Company entered into a Joint Financing Facility Agreement with Bank Mandiri with a maximum financing limit of Rp 500,000 and on “revolving” and “without-recourse” basis. Under the agreement, Bank Mandiri agreed to provide financing facility with a maximum financing portion of 95% of the total financing to the customers, and the remaining 5%

will be financed by the Company. The withdrawal of the facility is from 12 (twelve) months from the agreement date.

Jumlah piutang pembiayaan konsumen Perusahaan

Jumlah piutang pembiayaan konsumen Perusahaan

Dalam dokumen LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS (Halaman 88-108)