BALANCES Sifat dari hubungan dengan pihak-pihak berelas
30. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN, DAN KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
e. Komitmen sewa operasi e. Operating lease commitment
Grup Group
Pada tanggal 1 November 2012, Grup mengadakan perjanjian sewa kantor baru dengan PT Nirmala Matranusa yang berlaku selama 10 tahun sejak tanggal 1 Maret 2013.
On 1 November 2012, the Group has entered into a new office rental agreement with PT Nirmala Matranusa which is valid for 10 years as of 1 March 2013.
Jumlah pembayaran sewa minimum di masa depan dalam perjanjian sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan adalah sebagai berikut:
The future aggregate minimum lease payment under non-cancellable operating leases are as follows:
2013 2012
Tidak lebih dari 1 tahun 1,454,880 1,240,544 No later than 1 year
Lebih dari 1 tahun namun kurang Later than 1 year and
dari 5 tahun 5,819,520 5,819,520 no later than 5 years
Lebih dari 5 tahun 6,062,000 7,516,880 Later than 5 years
13,336,400 14,576,944
f. Perjanjian pengangkutan batubara f. Barging agreement
ML ML
Pada tanggal 9 Juli 2009, ML mengadakan kontrak pengangkutan batubara dengan ASL (sebagai kontraktor), pihak berelasi. ASL akan mengangkut batubara dari berbagai tempat pemuatan ke BCT. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun.
On 9 July 2009, ML entered into a barging contract with ASL (as contractor), a related party. ASL shall transport the coal from various loading points to the BCT. The contract is valid for five years.
g. Komisi keagenan g. Agency fees
Perusahaan, TSA, WBM, GBP, dan PIK The Company, TSA, WBM, GBP and PIK Perusahaan, TSA, WBM, GBP, dan PIK memiliki
beberapa perjanjian keagenan dengan agen pihak ketiga untuk memasarkan batubara mereka kepada pelanggan-pelanggan tertentu. Agen tersebut akan mendapatkan komisi berdasarkan persentase penjualan kepada pelanggan- pelanggan tersebut.
The Company, TSA, WBM, GBP and PIK have various agency agreements with third party agents to market their coal for certain customers. The agents will receive commissions based on a percentage of sales to those customers.
KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
h. Tuntutan hukum h. Litigation
Perusahaan The Company
Pada tanggal 28 Juli 2008, Haji Asri mengklaim bahwa transaksi jual beli saham GBP antara Haji
Asri, PT Kaltim Bara Sentosa (“KBS”), Low Tuck
Kwong, dan Engki Wibowo adalah tidak sah. Untuk itu, Haji Asri mengajukan gugatan sebesar Rp 7.680.000.000 (setara dengan AS$630.076) sebagai kompensasi. Haji Asri mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada tanggal 5 Februari 2009, pengadilan telah mengeluarkan putusan yang memenangkan KBS, Low Tuck Kwong, dan Engki Wibowo. Pada tanggal 18 Februari 2009, Haji Asri mengajukan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dimana keputusan Pengadilan Tinggi menguatkan keputusan Pengadilan Negeri. Selanjutnya, Haji Asri telah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung. Pada tanggal 4 Agustus 2011, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusannya yang menolak permohonan kasasi dari Haji Asri. Penggugat melalui kerabatnya mengajukan permohonan pemeriksaan uji material atas keputusan Mahkama Agung, yaitu tingkat banding terakhir dalam sistem pengadilan Indonesia.
On 28 July 2008, Haji Asri claimed that the sale and purchase transaction of the shares of GBP
between him, PT Kaltim Bara Sentosa (“KBS”),
Low Tuck Kwong and Engki Wibowo was not valid. As such, he claimed an amount of Rp 7,680,000,000 (equivalent to US$630,076) as compensation. He submitted the case to the District Court of South Jakarta. On 5 February 2009, the court has issued a decision in favour of KBS, Low Tuck Kwong and Engki Wibowo. On 18 February 2009, Haji Asri filed an appeal in the High Court of DKI Jakarta which subsequently upheld the Decision of the District Court. Haji Asri has submitted a further appeal to the Supreme Court. On 4 August 2011, the Supreme Court has issued a decision to reject all claims by Haji Asri. The claimant, through his next-of-kin has filed an application for a judicial review of the Suprme Court decision, which is the final level of appeal available under the Indonesian court system.
Perusahaan bukan pihak langsung dalam hal ini, hanya disebut sebagai turut Tergugat untuk memastikan pihaknya terikat dengan keputusan Pengadilan.
The Company is not a direct party in this matter has merely been named as a co-Defendant to ensure that it is bound by the decision of the Court.
Pada tanggal 27 Desember 2011, Binderless Coal Briquetting Company Singapore Pte Ltd
(“BCBCS”) dan Binderless Coal Briquetting Company Pty Limited (“BCBC”) menuntut Bayan
International Pte Ltd dan Perusahaan terkait perselisihan dalam ventura bersama antara Perusahaan dan BCBCS dan Bayan International Pte Ltd yang bertindak sebagai penjamin ventura bersama KSC di Pengadilan Tinggi Republik Singapura. BCBCS/BCBC/White Energy
Company Pty. Ltd. (“WEC”) menuduh
Perusahaan telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian ventura bersama, karena Perusahaan menghentikan pendanaan ventura bersama dan menghentikan pasokan batubara ke KSC.
On 27 December 2011, Binderless Coal
Briquetting Company Singapore Pte Ltd
(“BCBCS”) and Binderless Coal Briquetting
Company Pty Limited (”BCBC”) filed suits against
Bayan International Pte Ltd and the Company regarding a dispute in a joint venture the Company and BCBCS and Bayan International Pte Ltd acts as guarantors of KSC Joint Venture in the High Court of the Republic of Singapore. BCBCS/BCBC/White Energy Company Pty. Ltd.
(“WEC”) claim that the Company is in breach of
the Joint Venture deed because it has ceased funding to the Joint Venture and ceased the supply of coal to KSC.
30. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN, DAN KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
h. Tuntutan hukum (lanjutan) h. Litigation (continued)
Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)
Pada tanggal 21 Februari 2012, Perusahaan dan Bayan International Pte Ltd masing-masing mengajukan pembelaan mereka. Pada tanggal yang sama, Perusahaan juga mengajukan klaim balasan melawan BCBCS dan WEC atas pelanggaran kententuan ventura bersama dan menuntut kompensasi kerugian secara spesifik sebesar AS$ 58.991.213 dan kerugian secara umum untuk diperiksa oleh pengadilan. Proses pengadilan saat ini sedang berlangsung. Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak melanggar dan bahwa BCBCS/BCBC/WEC faktanya telah melakukan pelanggaran dan tidak ada kontijensi yang perlu dipertimbangkan.
On 21 February 2012, the Company and Bayan International Pte Ltd lodged their respective defense. On the same date, the Company also filed a counter claim against BCBCS and WEC for breach of the joint venture deed, claiming special damages of US$58,991,213 and general damages to be assessed by the court. The court
proceedings are currently ongoing. The
Managements view is that the Company is not in breach and that BCBCS/BCBC/WEC are in fact in breach and that no contingencies are deemed necessary.
BCBCS juga telah mengajukan dan memperoleh perintah pembekuan oleh dan untuk satu pihak di Australia Barat atas saham-saham Kangaroo Resources Limited yang dimiliki Bayan. Bayan yakin perintah pembekuan tersebut telah secara keliru dijatuhkan Mahkamah Agung Australia Barat dan saat ini mempertanyakan keabsahan perintah tersebut.
BCBCS had also filed for and obtained an ex parte freezing order in Western Australia on the shares of Kangaroo Resources Limited held by Bayan. Bayan believes the freezing order was wrongly granted by the Supreme Court of Western Australia and is currently challenging the the validity of the said freezing order.
TSA TSA
Pada tanggal 14 Juli 2011, TSA telah menerima Surat Panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk hadir dimuka Pengadilan Kutai Barat sehubungan dengan gugatan perdata yang
didaftarkan oleh Sayu dan Kedam (“Para Penggugat”) terhadap TSA sebagai salah satu
tergugat. Dalam gugatan tersebut, Para Penggugat menggugat TSA telah melakukan kegiatan penambangan di lokasi yang diakui oleh Para Penggugat sebagai miliknya dan menuntut sebesar Rp 13.406.000.000 (AS$1.099.844) sebagai kompensasi.
On 14 July 2011, TSA received a Summons from the District Court of South Jakarta to appear before the Court of Kutai Barat related to a civil suit which was registered by Sayu and Kedam
(the “Plaintiffs”) against TSA as one of
defendants. In such lawsuit, the Plaintiffs alleges TSA has conducted mining operations on land owned by the plaintiffs and have claimed an amount of Rp 13,406,000,000 (US$1,099,844) as compensation.
Pada tanggal 14 Juni 2012, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kutai Barat telah membatalkan gugatan yang dibuat oleh Para Penggugat dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Samarinda. Pada tanggal 3 Juni 2013, Pengadilan Tinggi Samarinda mengeluarkan keputusannya yang menegaskan kembali keputusan Pengadilan Negeri. Tidak ada banding dari pemohon dalam rentang waktu yang dipersyaratkan, keputusan Pengadilan Tinggi final dan mengikat.
On 14 June 2012, District Court of Kutai Barat dismissed the claims made by the Plaintiffs and they made an appeal to the High Court of Samarinda. On 3 June 2013, the High Court of Samarinda has issued its decisions to re-affirm
the District Court’s decision. There is no appeal
from the Plaintiffs within the required timeframe thus the High Court’s decision is final and binding.
KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
h. Tuntutan hukum (lanjutan) h. Litigation (continued)
KRL KRL
Pada bulan Mei 2013, mantan konsultan Chimaera Capital Markets Pte Ltd dan Empire Equity Limited mengajukan gugatan hukum kepada KRL terkait pembayaran atas jasa yang diberikan oleh para penasehat tersebut sesuai
Advisory Agreement yang diadakan oleh KRL di
2010. Gugatan yang diajukan sejumlah AUD28 juta (setara dengan AS$25 juta). KRL telah mengajukan pembelaannya dan sedang dalam proses untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mendukung pembelaannya. Mediasi yang dilakukan di Desember 2013 tidak berhasil. Tanggal sidang di pengadilan Victoria telah dijadwalkan pada awal Mei 2014.
In May 2013 former consultants Chimaera Capital Markets Pte Ltd and Empire Equity Limited taken legal action against KRL to recover fees and other benefits that they allege are owing to them under an Advisory Agreement that was entered by KRL in 2010. Claims totaling AUD28 million (equivalent with US$25 million) have been included in the claim. KRL has defended the claim and is in the process of preparing its evidence in support of its defence. Mediation in December 2013 was unsuccessful. The date for court hearing in Supreme Court of Victoria has been set in early May 2014.
Manajemen berpendapat bahwa kasus ini tidak memiliki dasar dan provisi tidak diperlukan dalam laporan keuangan konsolidasi ini.
Management is of the opinion that the case has no merit and no provision is required in the consolidated financial statements.
i. Perjanjian pengiriman dan pengangkutan batubara
i. Coal shipping and barging contracts
Perusahaan dan beberapa entitas anak mengadakan perjanjian untuk pengangkutan, transportasi dan transshipment batubara dengan kontraktor untuk menyediakan pengangkutan batubara dari berbagai area pertambangan ke berbagai pelabuhan tujuan. Tergantung dari masing-masing kontrak, kontraktor akan menyediakan peralatan, tenaga kerja dan jasa lainnya dalam melaksanakan jasanya. Perjanjian ini mengatur mengenai antara lainharga per unit, penyesuaian harga solar dan juga syarat dan ketentuan lain yang berlaku.
The Company and its subsidiaries have entered into various coal barging, transportation and transshipment agreements with contractors to provide coal transportation from various mine sites to various port destinations. Depending on the individual contract, the contractor will provide all equipment, labor and other services required for them to perform the services. These agreements govern, amongst others, the unit rate, fuel price adjustment and other terms and conditions.
j. Perjanjian penjualan batubara j. Coal sales agreements
Pada tanggal 31 Desember 2013, Grup telah memiliki komitmen untuk menjual 224,5 juta metrik ton batubara kepada beberapa pembeli, dimana sebagian dari kontrak tersebut masih tergantung dari harga yang harus disepakati. Penjualan batubara ini akan dilakukan selama sisa periode mulai 2014 sampai dengan Desember 2032.
As at 31 December 2013, the Group has various commitments to sell 224.5 million metric tonnes of coal to various buyers, a proportion of which is subject to price agreement. The coal will be delivered during the remaining period between 2014 to December 2032.
30. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN, DAN KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
k. Komitment modal k. Capital commitments
IP IP
Pada tanggal 22 Februari 2008, IP mengadakan perjanjian dengan PT Nirmala Matranusa, pihak berelasi untuk pembangunan penimbunan batubara sementara di daerah Empaku, Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan jumlah nilai kontrak sebesar AS$2.060.135. Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah nilai sisa kontrak sebesar AS$668.432.
On 22 February 2008, IP entered into an agreement with PT Nirmala Matranusa, a related party for the construction of intermediate coal stockpiles located at Empaku, East Kutai, East Kalimantan, with a total contract value amounting to US$2,060,135. As of 31 December 2013, total remaining contract value outstanding was US$668,432.
Pada tanggal 15 April 2013, IP mengadakan perjanjian dengan PT Petrosea Tbk, untuk pembangunan jalan tambang dan jembatan dari Jetty Senyiur ke daerah konsesi Bara Tabang sebesar AS$26.890.000. Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah nilai sisa kontrak sebesar AS$21.935.579.
On 15 April 2013, IP entered into an agreement with PT Petrosea Tbk, for the construction of the coal haul road and bridges from the Senyiur port to the Bara Tabang coal mine, with a total contract value amounting to US$26,890,000. As of 31 December 2013, total remaining contract value outstanding was US$21,935,579.
l. Fasilitas bank l. Bank facilities
Perusahaan, IP, WBM, TSA, PIK, FKP, dan BE The Company, IP, WBM, TSA, PIK, FKP and BE
Pada tanggal 29 Agustus 2008, Perusahaan, IP, WBM, TSA, PIK, FKP, dan BE mengadakan perjanjian fasilitas Gabungan Surat Penjaminan (L/G Line) dengan ANZ yang terdiri atas fasilitas bank garansi, letter of credit, dan payment
guarantee dengan batas fasilitas gabungan
sebesar AS$35.000.000 (“Joint Facility”).
On 29 August 2008, the Company, IP, WBM, TSA, PIK, FKP and BE entered into a Multi Option Trade facility agreement (L/G Line) with ANZ which consist of bank guarantee, letter of credit, and payment guarantee facilities with a
limit of US$35,000,000 (“JointFacility”).
Pada tanggal 25 Februari 2011, Joint Facility
ditingkatkan menjadi sebesar AS$40.000.000.
On 25 February 2011, the Joint Facility was increased to US$40,000,000.
Pada saat yang sama, WBM memberikan jaminan dalam bentuk jaminan piutang sesuai perjanjian jual beli batubaranya dengan TNB Fuel Services Sdn. Bhd.
At the same time, WBM provided security in the form of an assignment of receivables under its coal sale and purchase agreement with TNB Fuel Services Sdn. Bhd.
Pada tanggal 31 Maret 2013, Perusahaan, IP, WBM, TSA, PIK, FKP, BE, dan ML mengadakan perjanjian fasilitas Gabungan Surat Penjaminan dengan ANZ yang terdiri atas fasilitas bank garansi, letter of credit, dan payment guarantee
dengan batas fasilitas gabungan sebesar AS$40.000.000 (“Joint Facility”). Fasilitas ini telah diperpanjang sampai dengan pada 30 April 2014 dan kemudian akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu 6 bulan setelahnya.
On 31 March 2013, the Company, IP, WBM, TSA, PIK, FKP and BE entered into a Multi Option Trade facility agreement with ANZ which consist of bank guarantee, letter of credit, and payment guarantee facilities with a limit of US$40,000,000 (“Joint Facility”). The facility was extended until 30 April 2014 which shall be automatically extended for another 6 months.
KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
l. Fasilitas bank (lanjutan) l. Bank facilities (continued)
Perusahaan, IP, WBM, TSA, PIK, FKP, dan BE (lanjutan)
The Company, IP, WBM, TSA, PIK, FKP and
BE (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2013, Joint Facility
yang telah terpakai sebesar AS$34,160,842 yang terdiri atas jaminan bank atas kontrak TSA dan FKP dengan PT Thiess Contractors Indonesia sebesar AS$26.000.000, Jaminan Bank atas kontrak dengan TP Utilities Pte. Ltd sebesar AS$2.141.760, performance bond untuk WBM dalam perjanjian jual beli dengan TNB Fuel Services Sdn. Bhd. (“TNBF”) sejumlah AS$2.663.010 dan jaminan reklamasi untuk WBM, PIK, FKP, dan TSA sejumlah Rp 40.907.156.653 (AS$3.356.072) (lihat Catatan 30d).
As at 31 December 2013, US$34,160,842 of the Joint Facility has been utilised which consists of bank guarantees for TSA and FKP under the contracts with PT Thiess Contractors Indonesia amounting to US$26,000,000, bank guarantee for
TP Utilities amounting US$2,141,760, a
performance bond for WBM under the sales contracts with TNB Fuel Services Sdn. Bhd.
(“TNBF”) amounting to US$2,663,010 and for
reclamation guarantees of WBM, PIK, FKP, and
TSA amounting Rp 40,907,156,653
(US$3,356,072) (refer to Note 30d).
GBP GBP
Pada tanggal 24 Agustus 2010, GBP telah menandatangani perjanjian Fasilitas Gabungan Surat Penjaminan (L/G Line) sejumlah AS$20.000.000 dengan ANZ. Fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai 31 Maret 2014 dan kemudian akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu 6 bulan setelahnya.
On 24 August 2010, GBP entered into a US$20,000,000 Multi Option Trade Facility (L/G Line) agreement with ANZ. The facility was extended until 31 March 2014 which shall be automatically extended for another 6 months.
Pada tanggal 31 Desember 2013, fasilitas yang telah terpakai sebesar AS$6.639.458 yang terdiri dari performance bond untuk kepentingan perjanjian penjualan batubara dengan TNBF sejumlah AS$2.748.550 dan jaminan reklamasi sejumlah Rp 47.426.278.130 (AS$3.890.908) (lihat Catatan 30d).
As at 31 December 2013, US$6,639,458 of the facility has been utilised which consists of a performance bond for a coal sales contract with TNBF amounting to US$2,748,550 and for
reclamation guarantees amounting to
Rp 47,426,278,130 (US$3,890,908) (refer to Note 30d).
WBM WBM
Pada tanggal 14 Oktober 2010, WBM mengadakan perjanjian fasilitas kredit dengan ANZ dalam bentuk fasilitas garansi bank untuk kepentingan performance bond dengan batas kredit sebesar AS$400.000 dan fasilitas ini berlaku sampai dengan 30 Juni 2017. Pada tanggal yang sama, ANZ menerbitkan Irrevocable
Standby Letter of Credit (L/C) senilai
AS$400.000 dimana 100% dijamin dengan kas (lihat Catatan 9).
On 14 October 2010, WBM entered into a credit facility agreement with ANZ in the form of a bank guarantee facility for performance bond purposes with a credit limit of US$400,000 and this facility is valid until 30 June 2017. On the same date, ANZ issued an Irrevocable Standby Letter of Credit (L/C) amounting to US$400,000 which was 100% cash collaterised (refer to Note 9).
Pada 19 April 2013, WBM menerbitkan
performance bond dari ANZ di bawah kontrak
penjualan dengan TNBF sebesar AS$2.663.010. Jaminan ini berlaku sampai 22 April 2014.
On 19 April 2013, WBM issued a performance bond from ANZ under the sales contract with
TNBF amounting to US$2,663,010. This
30. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN, DAN KONTINJENSI (lanjutan)
30. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)
l. Fasilitas bank (lanjutan) l. Bank facilities (continued)
WBM WBM
Pada tanggal 28 Juni 2013, WBM telah menandatangani perpanjangan perjanjian fasilitas kredit dengan ANZ dan fasilitas ini diperpanjang sampai dengan 30 April 2014.
On 28 June 2013, WBM entered into an amendment of the credit facility agreement with ANZ and extended the facility to 30 April 2014.
BT dan FSP BT and FSP
Pada tanggal 14 Desember 2011, FSP dan BT mengadakan perjanjian fasilitas kredit dengan ANZ dalam bentuk fasilitas garansi bank untuk kepentingan performance bond dengan batas kredit sebesar AS$500.000 dan fasilitas ini berlaku sampai dengan 31 Maret 2012, yang akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu enam bulan atau tanggal dimana FSP dan BT telah memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian ini atau tanggal lainnya yang ditentukan atas kebijakan ANZ.
On 14 December 2011, FSP and BT entered into a credit facility agreement with ANZ in the form of a bank guarantee facility to be used for performance bond with a credit limit of US$500,000 and this facility is valid until 31 March 2012, which shall be automatically extended for another six months or when FSP and BT have fulfilled its obligation under this facility agreement or such other extension at the discretion of ANZ.
Pada tanggal 4 Juni 2012, fasilitas tersebut ditingkatkan menjadi sebesar AS$1.000.000 dan diperpanjang hingga 31 Maret 2013, yang akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu enam bulan atau tanggal dimana FSP dan BT telah memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian ini atau tanggal lainnya yang ditentukan atas kebijakan ANZ.
On 4 June 2012, the credit facility agreement was increased to US$1,000,000 and was extended until 31 March 2013, which shall be automatically extended for another six months or when FSP and BT have fulfilled its obligation under this facility agreement or such other extension at the discretion of ANZ.
Pada tanggal 28 Juni 2013, FSP dan BT telah menandatangani perpanjangan perjanjian fasilitas kredit dengan ANZ. Fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai dengan 30 April 2014 dan kemudian akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu 6 bulan setelahnya
On 28 June 2013, FSP and BT entered into an amendment of the credit facility agreement with ANZ. The facility was extended until 30 April 2014 which shall be automatically extended for another 6 months.
Pada tanggal 31 Desember 2013, fasilitas yang telah terpakai sebesar AS$542,016 yang terdiri dari jaminan reklamasi untuk FSP dan BT sejumlah Rp 2.912.499.610 dan Rp 3.694.133.088 (AS$238.945 dan AS$303.071) (lihat Catatan 30d).
As at 31 December 2013, US$ 542,016 of the facility has been utilised which consists of reclamation guarantees for FSP and BT
amounting to Rp 2,912,499,610 and
Rp 3,694,133,088 (US$238,945 and
US$303,071), respectively (refer to Note 30d).
m. Perjanjian sewa operasi peralatan berat m. Heavy equipment operating lease contract