• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perjanjian-Perjanjian dan Ikatan Penting Agreements and Commitments

2014 Logistik, distribusi

45. Perjanjian-Perjanjian dan Ikatan Penting Agreements and Commitments

Perusahaan : The Company :

a. Kontrak pekerjaan untuk pengerukan kolam turning

basin dan dermaga selatan Pelabuhan Cabang Benoa a. Employment contract for dredging the turning basin and south jetty of Pelabuhan Cabang Benoa

Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan No: HK.0502/05.1/P.III-2014 tanggal 21 Januari 2014, Perusahaan melakukan kontrak pekerjaan untuk pengerukan kolam turning basin dan dermaga selatan Pelabuhan Cabang Benoa dengan JO. INRESSAS.

Based on Chartering Agreement No: HK.0502 / 05.1 /P.III-2014 dated January 21, 2014, the Company doing contract work for dredging the turning basin and the south pier Benoa Harbour Branch with JO.

INRESSAS.

Perjanjian tersebut telah diperbaharui beberapa kali terakhir dengan Adendum V Perjanjian Pemborongan No.HK.0502/490.17/P.III-2015 tanggal 24 November 2015, para pihak sepakat untuk melakukan penyesuaian pada harga borongan karena adanya pekerjaan tambah kurang dan waktu pelaksanaan Pekerjaan sehubungan dengan telah diterbitkannya Surat Ijin Kerja Keruk (SIKK) sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor B X-5/9/PP 2017 tanggal 9 Oktober 2015, maka pekerjaan akan dilanjutkan kembali, bahwa pekerjaan pengerukan diijinkan hingga kedalaman -10mLWS, sedangkan desain awal akan dilakukan sampai dengan

The agreement has been renewed several times by Addendum V agreement Works No. HK.0502 / 490.17 / P.III-2015 dated 24 November 2015, the parties agreed to make adjustments in the wholesale price for their additional work less and work in connection with the implementation time has Dredging Work Permit Issuance (SIKK) in accordance with the Decree of the Director General of Sea Transportation No. B X-5/9/PP 2017 dated October 9, 2015, then the job will be resumed, that dredging is permitted to a depth -10mLWS, while the initial design will done up to -12 mLWS,

sehingga volume pengerukan perlu disesuaikan lagi.

Harga borongan yang semula pada “addendum II”

sebesar Rp27.494.767 menjadi sebesar Rp11.001.236 sudah termasuk PPN 10%. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan selama 435 hari kalender mengalami penambahan 75 hari kalender terhitung sejak tanggal kedatangan kapal dan siap kerja dituangkan dalam Berita Acara Mulai Kerja. Sedangkan jaminan pelaksanaan ditetapkan 5% dari harga borongan akan dibayarkan setelah masa pemeliharaan selesai / berakhir dengan dilampiri BAST-2.

so the volume of dredging needs to be adjusted again.

Original wholesale price on "addendum II"

Rp27,494,767 amounting to Rp11,001,236 including VAT 10%. The term of execution of work was assigned during the 435 calendar days have additional 75 calendar days from the date of arrival of the vessel and ready to work stated in the Minutes of Proceed.

Whereas a performance bond fixed at 5% of the contract price will be paid after the maintenance is completed / ended by enclosing BAST-2.

Pelaksanaan Pekerjaan Pengerukan Kolam Turning Basin dan Dermaga Selatan Pelabuhan Cabang Benoa telah mencapai fisik 48,48% sesuai dengan Berita Acara Nomor : BA.128.1/HK.0502/BNA-2016 tanggal 6 Juni 2016 dan telah dilakukan pemutusan pekerjaan sesuai dengan Surat Perjanjian Pemutusan Pekerjaan Nomor : BA.676.1/HK.0502/P.III-2016 tanggal 14 Juni 2016. Pembayaran sesuai dengan Surat Perjanjian Pemutusan Pekerjaan adalah sebesar Rp7.006.599.

Extents of dredging the turning basin and south jetty of port of Benoa branch has reached 48.48%

according to the physical Minutes No. BA.128.1 / HK.0502 / BNA-2016 dated June 6, 2016 and the termination of the work has been cancelled in accordance to the Termination Agreement Letter No.

BA.676.1 /HK.0502/P.III-2016 dated June 14, 2016.

The payment in accordance with the Termination Agreement was Rp7,006,599.

b. Perjanjian Pengusahaan (Hak Konsesi) Alur Pelayaran

Barat Surabaya ( APBS) b. Surabaya West Access Channel (APBS) Concession Rights

Berdasarkan Perjanjian kerjasama Penyediaan dan Pelayanan Jasa Penggunaan APBS antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Pihak Pertama) dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pihak Kedua), tanggal 8 Mei 2014 No:

HK.107/01/05/OP.TPr-14 dan No: HK.0501/75/P.III-2014, Perusahaan telah memperoleh penetapan Hak Pengusahaan (Hak Konsesi) Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut :

According to the agreement on Preparation and Services Provision of APBS between the Ministry of Communications of Indonesia (First Party) with PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Second Party), dated May 8, 2014 No. HK.107/01/05/OP.TPr-14 and No: HK.0501/75/P.III-2014, the Company has obtained the Concession Rights for Surabaya West Access Channel (APBS) from the Ministry of Communications of Indonesia, with the following conditions:

1. Pemberian Hak Konsesi : 1. Grants of Concession Rights:

 Pihak Pertama dengan ini memberikan hak kepada Pihak Kedua untuk melakukan kegiatan penyediaan dan pelayanan jasa penggunaan APBS dan Pihak Kedua dengan ini menerima pemberian hak tersebut disertai kewajiban dan tanggung jawab untuk membiayai, merencanakan/ merancang, membangun mengoperasikan dan memelihara APBS termasuk pemasangan sarana bantu navigasi serta melaksanakan pemungutan jasa alur APBS sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

 The First Party hereby grants rights to the second party to perform activities of preparation and service provision and use of APBS Services. Subsequently, the Second Party hereby receives the rights together with obligations and responsibilities to finance, planning / design, build, operate and maintain APBS including the installation of navigation supporting tool and collection for APBS services in accordance to the agreement and the applicable regulation.

 Hak Konsesi tersebut tidak dapat dialihkan

kepada pihak lain.  The concession rights cannot be transferred to another party.

2. Ruang Lingkup Perjanjian Kerjasama 2. Scope of Agreement Kegiatan penyediaan dan pelayanan jasa

penggunaan APBS untuk membiayai, merencanakan / merancang, membangun, mengoperasikan dan memelihara APBS termasuk pemasangan sarana bantu navigasi pelayaran serta melaksanankan pemungutan jasa alur APBS, dengan hasil keluaran diantaranya adalah sebagai berikut:

Activities related to preparation and service provision of APBS for financing, planning / designing, building, operating and maintaining APBS including the installation of navigation supporting tools and collection for APBS services, with outcome as follows:

a. Panjang alur Pengerukan (Capital Dredging) dan pemeliharaan Alur (maintenance Dredging) 18,87 nautical miles atau 34.947,24 meter.

a. Capital Dredging and Maintenance Dredging are 18.87 nautical miles or 34,947.24 meters.

b. Lebar minimal alur 150 meter untuk 5 tahun pertama dan selanjutnya akan dilakukan pelebaran sesuai kebutuhan maksimal sampai dengan 200 meter.

b. The minimum width is 150 meters for first 5 years and will be widen afterwards as necessary with limit of 200 meters maximum.

c. Kedalaman alur minimal -13 meter LWS untuk 3 tahun pertama dan selanjutnya akan dilakukan pendalaman sesuai kebutuhan maksimal sampai dengan -14 meter LWS.

c. The minimum depth is -13 meters LWS for first 3 years and will be deepen afterwards as necessary with limit of -14 meters LWS maximum.

d. Pengadaan dan pemasangan peralatan Sarana Bantu Navigasi pelayaran (SBNP) sebanyak 20 unit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

d. Procurement and installation of cruise navigation supporting tools (SBNP) of 20 units, according to the applicable terms.

3. Ruang Lingkup Perjanjian Kerjasama 3. Scope of Agreement Periode Perjanjian Kerjasama untuk jangka waktu

selama 25 tahun dengan rincian sebagai berikut: The term for this agreement is 25 years with the following details:

a. Masa Pra-Konstruksi selambat-lambatnya

selama 12 bulan kalender. a. Pre-Construction period no later than 12 calendar months.

b. Masa Konstruksi selambat-lambatnya selama

12 (dua belas) bulan kalender. b. Construction period no later than 12 calendar months.

c. Masa Operasi selama 23 tahun terhitung dimulai sejak masa pemungutan pertama jasa penggunaan alur pelayaran sampai dengan berakhirnya Perjanjian kerjasama.

c. Operational period of 23 years commenced from the first collection for cruise service till the termination of agreement.

4. Ruang Lingkup Perjanjian Kerjasama 4. Scope of Agreement Pihak kedua wajib menyerahkan Jaminan

pelaksanaan proyek Pengerukan APBS (Capital Dredging APBS) dalam bentuk Aurat Jaminan Bank yang dikeluarkan oleh Bank Umum yang diakui oleh Kementrian Keuangan sebesar Rp20.000.000 yang diserahkan selambat-lambatnya 30 hari setelah penandatanganan perjanjian Kerjasama ini. Dengan masa berlaku minimal 744 hari dan dapat diperpanjang sampai selesainya masa konstruksi.

The second party shall submit implementation collateral for the Capital Dredging APBS project in the form of Bank Guarantee Letter issued by commercial banks which are recognized by the Ministry of Finance of Rp20,000,000 to be submitted no later than 30 (thirty) days after the signing of this agreement with a minimum validity period of 744 days and can be extended until the completion of the construction period.

5. Status APBS 5. APBS Status APBS merupakan bagian dari Daerah Lingkungan

Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) diwilayah perairan Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik yang berada di daerah kekuasaan/kewenangan pihak kedua, sedangkan pengoperasian APBS selama Periode Kerjasama dilaksanakan oleh pihak kedua.

APBS is a part of the Regional Working Environment (DLKr) and Regional Interest Environment (DLKp) in the area of Tanjung Perak and Gresik Port which are located in the area of authority of the second party, whereas during the period of operation of APBS carried out by the second party.

6. Status APBS 6. APBS Status

Pihak kedua berkewajiban untuk mengembalikan aset pengoperasian APBS kepada Pihak pertama setelah berakhirnya Perjanjian Kerjasama yang dituangkan dalam Berita Acara Pengembalian Aset pengoperasian APBS dalam kondisi sesuai ruang lingkup pekerjaan.

The Second Party is obliged to return the APBS operational assets to First Party after the agreement is terminated and stated in the minutes of APBS operational asset recovery in proper condition in accordance with the scope of work.

7. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Work Implementation

Pelaksanaan Pekerjaan : Pihak kedua akan melaksanaan pengerukan Alur (Capital Dredging) sesuai dengan jadwal pengerukan Alur selama 12 bulan sejak Detail Engineering Design (DED) disetujui serta diterbitkan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) dan Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA).

Work Implementation : The Second Party will carry out the Capital Dredging according to the dredging schedule for 12 months commenced since the approval of Detail Engineering Design (DED) and the publishment of Dredging Work Permit (SIKK) and Foreign Ship Usage Permit (IPKA).

8. Pernyataan Siap Operasi 8. Statement of Ready for Operation Setelah pelaksanaan pembangunan APBS

dinyatakan selesai, maka dilakukan uji coba Sispro Pelayanan Penggunaan APBS terlebih dahulu.

Setelah dilakukan uji coba,pelaksanaan pembangunan APBS dinyatakan selesai, maka Pihak Pertama mengeluarakan Pernyataan Siap Operasi.

After the construction of APBS is declared completed, a trial on APBS Services Usage system and procedure will be tested first. After testing, the construction of APBS is declared completed, then the First Party will issue the Statement of Ready for Operations.

9. Hasil Konsesi dan Tata Cara Pembayaran 9. Concession Rights and Payment Procedures

 Hasil konsesi (concession fee) yang diperoleh Pihak Pertama merupakan kompenssasi yang diterima dari Pihak Kedua sehubungan dengan pemberian konsesi penyediaan dan pelayanan jasa penggunaan APBS.

 Concession fees acquired by the First Party are compensation from the Second Party, in relation to the grant of concession for preparation and APBS services usage.

 Hasil konsesi adalah sebesar 3,5% dari

pendapatan kotor Pengoperasian APBS.  Concession fees are 3.5% from the gross income of APBS operational.

 Hasil konsesi tersebut disetorkan ke Kas Negara sebagai penerimaan negara bukan pajak atas nama Pihak Pertama setiap bulan selambat-lambatnya 15 hari pada bulan berikutnya.

 Concession fees are then remitted to the State Treasury as a non-tax revenue on behalf of First Party every month, not later than 15 (fifteen) days on the following months.

Berdasarkan Surat dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya Nomor:

PP.204/01/17/OP.TPr-15 tanggal 5 November 2015, tentang Pernyataan Siap Operasi APBS, dengan memperhatikan Berita Acara Pembahasan Lanjutan Hasil Survey Pemeriksaan dan Pengujian Pekerjaan Pengerukan APBS tanggal 15 Mei 2015 dan hasil uji coba Sispro Pelayaran Penggunaan APBS yang telah dilakukan mulai tanggal 1 Juni s/d 31 Agustus 2015, maka alur baru APBS dinyatakan siap operasi.

Pemungutan tarif jasa pengguna APBS dapat dilakukan 2 (dua) hari setelah pelaksanaan sosialisasi kepada para pengguna APBS.

Based on the letter from the Main Port Authority Office of Tanjung Perak Surabaya No. PP.204 / 01/17 / OP.TPr-15 dated 5 November 2015, regarding this Statement of Operations Prepared APBS, having regarded the Minutes of Discussion Continued Examination Survey Results and Testing Works Dredging APBS dated May 15, 2015 and the results of trials Sispro Shipping Use APBS which was conducted from June 1 s / d August 31, 2015, the new access APBS declared ready for operations.

Harvesting tariffs budgets users to do two (2) days after the implementation of socialization to the APBS

.

c. Sesuai Surat Perjanjian Pemborongan No.HK.0502/675/P.III-2014 tanggal 21 Nopember 2014 yang telah diperbarui dengan kontrak Addendum V No.HK.0502/263.1/P.III-2016, Perusahaan melakukan kontrak pekerjaan Design and Build Pembangunan Dermaga Curah Kering di Terminal Teluk Lamong dengan PT Hutama Karya (Persero) dengan harga borongan awal sebesar Rp145.000.000 sudah termasuk PPN 10% selanjutnya harga borongan berubah menjadi Rp136.795.620 sudah termasuk PPN 10%.

c. In accordance with Chartering Agreements No.HK.0502 / 675 / P.III-2014 dated November 21, 2014 has been updated with Addendum V No.HK.0502 /263.1 / P.III-2016, the Company made an work contract Design and Build Construction of a Jetty Dry Bulk Terminal Teluk Lamong with PT Hutama Karya (Persero) at the beginning of Rp145,000,000 wholesale prices including VAT 10%

subsequently turned into Rp136,795,620 wholesale prices including VAT 10%.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang semula ditetapkan selama 12 (dua belas) bulan kalender terhitung sejak Berita Acara Mulai Pekerjaan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan adanya addendum ini dilakukan penambahan waktu selama 150 hari kalender sejak jangka waktu addendum berakhir. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan kalender terhitung sejak Berita Acara Serah Terima Perkerjaan pertama (BAST-1). Jaminan Pelaksanaan sebesar Rp7.275.000 dan yang semula berakhir 24 Januari 2016 masa berlakunya minimal ditambah 150 hari.

The exercise period of work that originally applied for 12 (twelve) months commencing from the calendar Minutes From The work is signed by both parties in the presence of this addendum, the addition time during 150 calendar days since the period ended addendum.

Maintenance period was set for 6 (six) months commencing from the calendar Handover The work of the first (BAST-1). Performance Guarantee amounting Rp7,275,000 which originally ended January 24, 2016 plus a minimum validity period of 150 days.

Pekerjaan tersebut telah mencapai tingkat penyelesaian 100% pada tanggal 28 Juni 2016 sesuai Berita Acara Nomor BA.28.1/PTL/VI-2016.

The working had reached stage of completion of 100%

at June 28, 2016 based on the minutes of hand over Number BA.28.1/PTL/VI-2016.

d. Sesuai Kontrak No. HK.0502/67/P.III-2013 tanggal 1 Maret 2013 yang telah diperbarui dengan kontrak Addendum V Nomor HK.0502/497.1/P.III-2016 tanggal 18 Agustus 2016 Perusahaan (Pihak kesatu) melakukan Kontrak Pekerjaan Pengadaan 10 (Sepuluh) unit Ship To Shore (STS) Crane Baru untuk Terminal Teluk Lamong Surabaya, dengan Konecranes Finland Corporation (Pihak Kedua).

d. According to the contract No. HK.0502/67/P.III-2013 dated on March 1, 2013, has been updated with Addendum V No.HK.0502 /497.1 / P.III-2016, dated August 18, 2016, the Company (First party) entered into a purchase contract of 10 (ten) units of Ship To Shore (STS) New Cranes for Terminal Teluk Lamong Surabaya, with Konecranes Finland Corporation (Second Party).

Perusahaan di Negara Republik Firlandia dengan ruang lingkup pengadaan alat, pekerjaan perakitan dan pendirian STS Crane, Pengetesan dan pengujian Peralatan. Harga untuk ruang lingkup (Phase 1,2 dan suku cadang) adalah sebesar USD77,476,499 (Angka Penuh) tidak termasuk PPN Impor, PPh Impor dan Bea Impor. Harga untuk phase I merupakan harga tetap (fixed price). Pihak kedua harus menyediakan perlindungan asuransi untuk kerusakan yang timbul terhadap barang - barang milik Perusahaan dan pihak lain selama berlangsungnya pelaksanaan Pengadaan sampai dengan tanggal Berita Acara Penyelesaian.

Masa garansi untuk setiap unit STS Crane adalah 365 hari kalender sejak PHO dari masing- masing STS Crane.

The Company's scope of work covers the work of procurement, assembling work and the establishment of STS Crane, testing and equipment test. The cost of the scope (Phase 1.2 and spare parts)amounted to USD77,476,499 (Full Amount) excluding Import VAT, Import Tax and Import Duty. The cost for phase I is a fixed price (fixed price). The second party would provide insurance coverage for the possible damages of the goods during the implementation of the Acquisition date of the Minutes of Settlement. The warranty period for each unit of STS Crane extends within working calendar 365 days from the PHO for each STS Crane.

e. Sesuai Kontrak No. HK.0502/68/P.III-2013 tanggal 1 Maret 2013 yang telah diperbarui dengan kontrak Addendum III Nomor HK.0502/333.1/P.III-2016 tanggal 30 Maret 2016, Perusahaan (Pihak kesatu) melakukan Kontrak Pekerjaan Pengadaan 20 Automated Stacking Crane (ASC) Baru dan 5 (lima) Straddle Carries (SC) baru untuk Terminal Teluk Lamong Surabaya, dengan Konecranes Finland Corporation (Pihak Kedua) Perusahaan di Negara Republik Firlandia dengan ruang lingkup pengadaan alat, pemasangan dan Instalasi, Pengetesan dan pengujian Peralatan dan masa garansi dengan harga ruang lingkup (Phase 1 dan 2) sebesar USD65,998,100 (Angka Penuh) tidak termasuk PPN Impor, PPh Impor dan bea masuk Impor.

e. According to the statement of work No. HK.0502/68/P.III-2013 dated March 1, 2013, has been updated with Addendum III No.HK.0502 /333.1 / P.III-2016 dated March 30,2016, the Company (First party) entered into a purchase contract of 20 New Automated Stacking Cranes (ASC) and five (5) new Straddle Carries (SC) for Terminal Teluk Lamong Bay Surabaya, with Konecranes Finland Corporation (Second Party), a company in Republic of Firlandia with business scope of procurement tools, mounting and Installation, Testing and equipment test and warranty period at a price scope (Phase 1 and 2) amounting to USD65,998,100 (Full Amount) exclusive of import VAT, income tax and import duties.

Untuk menjamin dilaksanakannya Perjanjian ini maka pihak kedua wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada Perusahaan senilai USD3,299,905 (Angka Penuh). Selain itu pihak kedua harus menyediakan perlindungan asuransi untuk kerusakan yang timbul terhadap barang - barang milik Perusahaan dan pihak lain selama berlangsungnya pelaksanaan Pengadaan sampai dengan tanggal Berita Acara Penyelesaian

To ensure the implementation of this Agreement, the second party has to provide performance bonds amounting to USD3,299,905 (Full Amount). In addition, second party has to provide insurance coverage for any damages arising from the goods of the Company and other parties during the implementation of procurement until the date of the Minutes of Completion.

f. Sesuai Perjanjian Pemborongan No. HK.0502/201/P.III-2013 tanggal 13 Juni HK.0502/201/P.III-2013 yang telah diperbaharui dengan Addendum VII HK.0502/139.1/P.III-2016 tanggal 28 Januari 2016, Perusahaan melakukan kontrak tentang Pekerjaan pengerukan Kolam Dermaga Terminal Multipurpose Teluk Lamong dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan nilai kontrak awal sebesar Rp71.638.370 (sudah termasuk PPN) selanjutnya harga borongan berubah menjadi Rp115,885,829 (sudah termasuk PPN).

f. According to Chartering Agreement No. HK.0502/201/P.III-2013 dated June 13, 2013 which was amended by Addendum VII HK.0502 / 139.1 / P.III-2016 dated January 28, 2016, the Company made a contract concerning the dredging Works of Terminal Multipurpose Teluk Lamong with PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, with an initial contract value Rp71,638,370 (including VAT) is then transformed into Rp115,885,829 wholesale prices (including VAT).

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan awal 240 hari kalender dan selanjutnya jangka waktu pelaksanaan berubah menjadi 881 hari kalender terhitung sejak tanggal Berita Acara Serah Terima Lapangan yang ditandatangani oleh para pihak. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan keseluruhan menjadi minimal sebesar Rp3.930.523 dengan masa berlaku tambahan minimal 60 hari sejak berakhirnya jangka waktu jaminan pelaksanaan sebelumnya.

The exercise period of 240 calendar days of the preliminary work and the subsequent implementation period turned into 881 calendar days from the date of handover Fields signed by the parties. Overall Job Performance Security be a minimum of Rp3,930,523 with additional validity period of at least 60 days after the end of the warranty period the previous implementation.

Pekerjaan tersebut telah mencapai tingkat penyelesaian 100% pada tanggal 29 Januari 2016 sesuai Berita Acara Nomor BA.29.1/PTL/I-2016.

The working had reached stage of completion of 100% at January 29, 2016 based on the minutes of hand over Number BA.29.1/PTL/I-2016.

g. Sesuai Kontrak Nomor:HK.0502/405/P.III-2015 tanggal 11 September 2015, Perusahaan (pihak kesatu) melakukan kontrak pekerjaan Pengadaan Kapal Tunda 2 x 1500 HP Dan 2 x 2400 HP Milik PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Paket 1 dengan PT Daya Radar Utama (pihak kedua) dengan ruang lingkup pengadaan 6 (enam) unit Kapal Tunda dengan daya 2 x 1500 HP dan 2 (dua) unit Kapal Tunda dengan daya 2 x 2400 HP. Harga pekerjaan tersebut sebesar Rp350.670.392 belum termasuk PPN 10%

dengan kontrak harga satuan yang tetap.

g. According to the contract No. HK.0502/405/P.III-2015 dated on September 11, 2015, the Company (First party) entered into contract work Procurement Tug Boat 2 x 1500 HP and Tug Boat 2 x 2400 HP owned PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Package 1 with PT. Daya Radar Utama (Second party). the scope of the work is procurement of 6 (six) Tug Boat 2 x 1500 HP and 2 (two) Tug Boat 2 x 2400 HP. The cost for scope of work amounted Rp350,670,392 excluding VAT 10% at the contract unit price.

Pihak Kedua harus menyediakan perlindungan asuransi untuk kerusakan yang timbul terhadap barang –barang milik Perusahaan dan pihak lain selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan sampai dengan tanggal Berita Acara Penyelesaian. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 12 (dua belas) bulan kalender sejak Berita Acara Serah Terima Pertama.

The second party would provide insurance coverage for the possible damages of the goods during the

The second party would provide insurance coverage for the possible damages of the goods during the