• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.

Pada tanggal 13 Nopember 2007, berdasarkan Akta No. 13 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan keempat atas perjanjian jual beli piutang bersifat non revolving, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 20.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 80.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 100.000.000.000 dengan tingkat suku bunga yang berlaku 13,25% per tahun.

Pada tanggal 25 Agustus 2005, berdasarkan Akta No. 18 dan 20 dari Olvia Afiaty, S.H., Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Bank ICB Bumiputera, Tbk. (BP) dengan jumlah maksimum fasilitas pembiayaan sejumlah Rp 5.000.000.000 dalam bentuk pembiayaan bersama bersifat non revolving dan Rp 5.000.000.000 dalam bentuk pengalihan piutang bersifat non revolving. Tingkat suku bunga yang berlaku 15% per tahun. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 25 Agustus 2006 dan masing-masing dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. (catatan 4)

Pada tanggal 23 September 2005, berdasarkan Akta No. 14 dan 15 dari Olvia Afiaty, S.H., dilakukan perubahan pertama atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan BP, baik dalam bentuk pembiayaan konsumen maupun pengalihan piutang. Dalam perjanjian ini BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan masing-masing sebesar Rp 10.000.000.000 dan Rp 30.000.000.000, sehingga jumlah plafon pembiayaan bersama menjadi Rp 15.000.000.000 dan Rp 35.000.000.000.

Pada tanggal 26 Januari 2006, berdasarkan Akta No. 6 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan kedua atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 10.000.000.000 dari jumlah plafon pembiayaan bersama yang semula Rp 15.000.000.000, sehingga jumlah plafon pembiayaan bersama menjadi Rp 25.000.000.000.

Pada tanggal 31 Agustus 2006, berdasarkan Akta No. 17 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan kedua atas perjanjian jual beli piutang, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 15.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 35.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 50.000.000.000.

Pada tanggal 28 September 2006, berdasarkan Akta No. 19 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perjanjian jual beli piutang, BP setuju untuk mengambil alih piutang Perusahaan dengan plafon Rp 20.000.000.000 yang bersifat revolving.

Pada tanggal 29 Januari 2007, berdasarkan Akta No. 11 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan pertama perjanjian jual beli, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 25.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 20.000.000.000 bersifat revolving, sehingga jumlah plafon menjadi Rp 45.000.000.000. Tingkat suku bunga yang berlaku 16% per tahun.

Pada tanggal 30 Mei 2007, berdasarkan Akta No. 32 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan ketiga atas perjanjian jual beli piutang bersifat non revolving, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 30.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 50.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 80.000.000.000. Tingkat suku bunga yang berlaku 13,25% per tahun.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank ICB Bumiputera, Tbk. - Lanjutan

PT Bank Mega, Tbk.

Pada tanggal 14 Januari 2008, berdasarkan Perjanjian Perubahan kelima No. 008 / BBP-SMS / PJBP / Add / I / 2008 dalam rangka perubahan kelima atas perjanjian jual beli piutang, BP setuju untuk mengalokasikan sebagian baki debet (outstanding) yang berjumlah Rp 35.000.000.000 dari plafon pengalihan piutang Rp 100.000.000.000 yang bersifat non revolving ke perjanjian jual beli piutang bersifat revolving, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang yang semula berjumlah Rp 45.000.000.000 menjadi Rp 80.000.000.000.

Pada tanggal 26 Juni 2008, berdasarkan Akta No. 10 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan keenam atas perjanjian jual beli piutang yang bersifat non revolving, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 30.000.000.000 dalam bentuk pengalihan piutang dari jumlah plafon yang semula Rp 100.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 130.000.000.000 dengan tingkat suku bunga yang berlaku 12,5% per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 13% per tahun untuk jangka waktu 2 tahun, 13,5% per tahun untuk jangka waktu 3 tahun, 14% per tahun untuk jangka waktu 4 tahun.

Pada tanggal 14 Nopember 2008, berdasarkan Perjanjian Perubahan IV Terhadap Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama (Joint Financing) No. 137/BBP-SMSF/JF/Add/XI/2008, BP setuju untuk menambah plafon pembiayaan yang semula Rp 80.000.000.000 menjadi Rp 105.000.000.000.

Pada tanggal 17 September 2009, berdasarkan Akta Perubahan Keempat Atas Perjanjian Jual Beli Piutang No. 15, BP setuju memberikan tambahan plafon piutang yang dialihkan semula sebesar Rp 105.000.000.000 menjadi Rp 120.000.000.000 yang bersifat revolcving, dengan jangka waktu sampai dengan 17 September 2010. Suku bunga yang berlaku adalah 14%.

Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Piutang No. 19 tertanggal 17 September 2009, BP setuju untuk mengambil alih piutang dengan ketentuan jumlah baki debet Piutang yang diambil alih oleh Bank seluruhnya tidak melebihi Rp 30.000.000.000 yang bersifat revolving. Jangka waktu piutang yang diambil alih sesuai dengan jangka waktu Perjanjian Pembiayaan Nasabah untuk kendaraan baru 1 sampai dengan 4 tahun, dan untuk kendaraan bekas maksimum 3 tahun.

Pada tanggal 31 Januari 2007, berdasarkan Akta No. 144 dari Eliwaty Tjitra, S.H., PT Bank Mega, Tbk. setuju memberikan fasilitas pembiayaan bersama sebesar Rp 10.000.000.000 yang bersifat non revolving dengan tingkat suku bunga yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun sebesar 15%, 2 tahun sebesar 15,5%, 3 tahun sebesar 15,5%, 4 tahun sebesar 16% dan 5 tahun sebesar 17%.

Pada tanggal 31 Januari 2007, berdasarkan Akta No. 145 dari Eliwaty Tjitra, S.H., PT Bank Mega, Tbk. setuju memberikan fasilitas baru berupa pengalihan portofolio sebesar Rp 20.000.000.000 yang bersifat non revolving dengan tingkat suku bunga yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun sebesar 15%, 2 tahun sebesar 15,5%, 3 tahun sebesar 15,5%, 4 tahun sebesar 16% dan 5 tahun sebesar 17%.

Pada tanggal 19 Mei 2008, PT Bank Mega, Tbk. setuju memberikan tambahan plafon pengalihan portofolio sebesar Rp 30.000.000.000 sehingga jumlah plafon untuk fasilitas pengalihan portofolio menjadi sebesar Rp 50.000.000.000 yang bersifat non revolving dengan tingkat suku bunga yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun sebesar 13,75%, 2 tahun sebesar 13,75%, 3 tahun sebesar 14%, 4 tahun sebesar 14,5% dan 5 tahun sebesar 15%.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank Mega, Tbk. - Lanjutan

PT Bank Bukopin, Tbk.

Berdasarkan Perubahan Keempat Perjanjian Pembiayaan Bersama Mega Oto Joint Financing No. 010/ADD-MOJF/LEGD-CRL/09 tertanggal 1 Mei 2009, PT Bank Mega, Tbk. setuju untuk memberikan alokasi dana baru fasilitas Mega Oto Joint Financing dengan plafon sebesar Rp 50.000.000.000 yang bersifat non revolving. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia.

Berdasarkan Perubahan Kelima Perjanjian Pembiayaan Bersama Mega Oto Joint Financing dengan No. 034/ADD-MOJF/LEGD-CRL/09 tertanggal 27 Oktober 2009, PT Bank Mega, Tbk. setuju untuk memberikan alokasi dana baru fasilitas Mega Oto Joint Financing dengan plafón sebesar Rp 100.000.000.000. Jangka waktu pencairan fasilitas MOJF yaitu pada tanggal 27 Oktober 2009 sampai dengan 27 Oktober 2010. Tingkat suku bunga yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun sebesar 16,75%, 2 tahun sebesar 16,75%, 3 tahun sebesar 17%, 4 tahun sebesar 17,50% dan 5 tahun sebesar 18%.

Pada tanggal 9 April 2010, berdasarkan Perubahan Keenam Perjanjian Pembiayaan Bersama Mega Oto Joint Financing No.008/ADD-MOJF/LEGD-CRL/10, PT Bank Mega Tbk memberikan jumlah maksimum porsi pembiayaan kreditur mayoritas sebesar Rp 250.000.000.000 dengan jangka waktu fasilitas sejak tanggal 13 April 2010 sampai dengan 13 April 2011.

Pada tanggal 16 Juli 2010, berdasarkan Perubahan Ketujuh Perjanjian Pembiayaan Bersama Mega Oto Joint Financing No.036/ADD-MOJF/LEGD-CRL/10, PT Bank Mega Tbk memberikan jumlah maksimum porsi pembiayaan kreditur mayoritas sebesar Rp 500.000.000.000 dengan jangka waktu fasilitas sejak tanggal 16 Juli 2010 sampai dengan 16 Juli 2011.

Pada tanggal 29 Juli 2005, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama pembiayaan dengan PT Bank Bukopin, Tbk., yang kemudian dituangkan dalam akta No. 2 tanggal 13 Juni 2006 dari Herawati, S.H., Perusahaan mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimum sebesar Rp 10.000.000.000 yang bersifat non revolving, dengan tingkat suku bunga jangka waktu 1 tahun sebesar 10%, 2 tahun sebesar 12%, 3 tahun sebesar 13%, 4 tahun sebesar 15%, 5 tahun sebesar 15,5% sedangkan tingkat suku bunga yang ditetapkan untuk mobil bekas untuk jangka waktu 1 tahun sebesar 12,5%, 2 tahun sebesar 14,5% dan 3 tahun sebesar 15,5%.

Pada tanggal 19 Desember 2006, PT Bank Bukopin, Tbk. menambah plafon yang semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi Rp 20.000.000.000 bersifat non revolving.

Pada tanggal 30 Oktober 2007, berdasarkan Akta No. 18 dari Herawati, S.H., PT Bank Bukopin, Tbk. setuju untuk memberikan plafon baru pembiayaan bersama sebesar Rp 50.000.000.000 yang bersifat revolving, dengan tingkat suku bunga yang berlaku 12,5% per tahun.

Pada tanggal 4 Juli 2008, berdasarkan Akta No. 19 dari Herawati, S.H., PT Bank Bukopin, Tbk. setuju untuk memberikan tambahan plafon pembiayaan bersama sebesar Rp 25.000.000.000 yang bersifat revolving sehingga plafon yang semula sebesar Rp 50.000.000.000 menjadi Rp 75.000.000.000. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. (catatan 5)

Berdasarkan Addendum Perjanjian Kerjasama Pemberian Pembiayaan Bersama PT Sinar Mitra Sepadan Finance dengan PT Bank Bukopin No.12 & 13 tanggal 24 November 2009, PT Bank Bukopin, Tbk memberikan perpanjangan jangka waktu perjanjian berlaku efektif sejak 30 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 24 November 2011.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank Bukopin, Tbk. - Lanjutan

PT Topas Multifinance

Pada tanggal 4 Agusutus 2010, berdasarkan surat Persetujuan Penambahan Plafond Kerjasama Pembiayaan Bersama Kredit Mobil (KMB Joint Financing) No. 7511/DKKN/VIII/2010, PT Bank Bukopin, Tbk. setuju untuk memberikan tambahan plafon pembiayaan bersama sebesar Rp 50.000.000.000 yang bersifat revolving sehingga plafon yang semula sebesar Rp 75.000.000.000 menjadi Rp 125.000.000.000

Pada tanggal 28 September 2007, berdasarkan Surat No. 003/SPK/TMF-KPO/IX/07 dalam rangka perjanjian pengalihan piutang dan perjanjian kerjasama pembiayaan dengan PT Topas Multifinance (Topas). Dalam perjanjian ini Topas setuju memberikan fasilitas sebesar Rp 10.000.000.000 dalam bentuk pengalihan piutang yang bersifat revolving dengan tingkat suku bunga 14%.

Pada tanggal 12 Desember 2007, berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama No. 3, Topas setuju memberikan fasilitas pembiayaan bersama dengan porsi pembiayaan Rp 10.000.000.000 yang bersifat revolving dengan jangka waktu kerjasama sejak tanggal 12 Desember 2007 sampai dengan tanggal 12 Desember 2008.

Pada tanggal 5 Mei 2008, berdasarkan Akta No. 4 dari Stephanie Wilamarta, S.H., Topas setuju memberikan tambahan fasilitas baru untuk jual beli piutang sebesar Rp 10.000.000.000 yang bersifat revolving. Fasilitas ini ditujukan untuk kendaraan bermotor roda dua dengan tingkat suku bunga 18% dengan jangka waktu kredit 1 s/d 3 tahun.

Pada tanggal 20 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 dan 7 dari Stephanie Wilamarta, Topas setuju untuk mengalihkan masing-masing fasilitas pembiayaan bersama untuk mobil sebesar Rp 700.000.000 dan fasilitas jual beli piutang sebesar Rp 2.600.000.000 menjadi fasilitas jual beli piutang untuk membiayai kendaraan bermotor roda dua sehingga fasilitas pembiayaan bersama untuk mobil ini masing-masing menjadi Rp 9.300.000.000 dan Rp 7.400.000.000.

Berdasarkan kedua akta pengalihan fasilitas tersebut diatas maka fasilitas jual beli piutang untuk membiayai kendaraan bermotor roda dua bertambah sebesar Rp 3.300.000.000, sehingga fasilitas jual beli piutang ini menjadi Rp 13.300.000.000 yang bersifat revolving.

Berdasarkan Perpanjangan dan Perubahan Komposisi Plafon Line Fasilitas Kredit PT Sinar Mitra Sepadan Finance No. 008/SPK/TMF-KPO/II/09 tanggal 06 Pebruari 2009, Topas setuju untuk merubah komposisi plafon induk Rp 30.000.000.000 menjadi PT A Joint Financing & Asset Sales Mobil sebesar Rp 10.000.000.000 dan PT A Asset Sales Motor sebesar Rp 20.000.000.000. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. (catatan 5)

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kerjasama No. 12 tanggal 9 Oktober 2009, Topas menurunkan fasilitas pembiayaan bersama (PTA Joint Financing) menjadi berjumlah setinggi-tingginya Rp 4.200.000.000. Jangka waktu kerjasama mulai tanggal 9 Oktober 2009 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kerjasama No. 13 tanggal 9 Oktober 2009, Topas menurunkan fasilitas jual beli piutang (PTA Asset Sales Mobil) menjadi berjumlah setinggi-tingginya Rp 2.700.000.000. Jangka waktu pemberian fasilitas jual beli piutang (revolving) terhitung sejak tanggal 12 Desember 2009 sampai dengan tanggal 12 Desember 2010.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Topas Multifinance - Lanjutan

PT Bank Central Asia, Tbk.

PT Bank Ganesha

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 10 Pebruari 2010, Topas menambah jumlah pokok fasilitas jual beli piutang revolving (PTA Asset Sales Motor) semula Rp 43.100.000.000 menjadi Rp 45.400.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 10 Pebruari 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 10 Pebruari 2010, Topas menurunkan jumlah pokok fasilitas jual beli piutang revolving (PTA Asset Sales Mobil) semula Rp 2.700.000.000 menjadi Rp 1.900.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 10 Pebruari 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 10 Pebruari 2010, Topas menurunkan jumlah fasilitas pembiayaan bersama (PTA Joint Financing) semula Rp 4.200.000.000 menjadi Rp 2.700.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 10 Pebruari 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 13 April 2010, Topas menambah jumlah pokok fasilitas jual beli piutang revolving (PTA Asset Sales Motor) semula Rp 45.400.000.000 menjadi Rp 46.550.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 13 April 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 13 April 2010, Topas menurunkan jumlah pokok fasilitas jual beli piutang revolving (PTA Asset Sales Mobil) semula Rp 1.900.000.000 menjadi Rp 1.450.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 13 April 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perubahan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 13 April 2010, Topas menurunkan jumlah fasilitas pembiayaan bersama (PTA Joint Financing) semula Rp 2.700.000.000 menjadi Rp 2.000.000.000. Jangka waktu mulai tanggal 13 April 2010 dan berakhir 12 Desember 2010.

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama No. 23 tanggal 16 Juli 2009, PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA) memberikan Rp 20.000.000.000 bersifat revolving dan Rp 25.000.000.000 bersifat non revolving untuk kendaraan bermotor baru dan bekas. Tingkat suku bunga sebesar 15% untuk motor baru dan 17% untuk motor bekas.

Pada tanggal 14 Maret 2005, berdasarkan Akta No. 8 dari Surjadi, S.H., Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Bank Ganesha. Jaminan pembiayaan bersama bersifat non revolving berupa BPKB atas kendaraan yang dibiayai dan piutang pembiyaan (catatan 5), tingkat suku bunga 1 tahun 18,5% per tahun, 2 tahun 19,5% per tahun, 4 tahun 20% per tahun.

Pada tanggal 16 Nopember 2007, berdasarkan Akta No. 2 dari Juliana Mensana, S.H., PT Bank Ganesha setuju memberikan fasilitas pembiayaan bersama dengan jumlah maksimum Rp 20.000.000.000 dengan tingkat suku bunga untuk 1 tahun 14%.

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kerjasama No.14 tanggal 9 Oktober 2009, Topas menambah jumlah pokok fasilitas jual beli piutang (PTA Asset Sales Motor) menjadi berjumlah setinggi-tingginya Rp 43.100.000.000. Jangka waktu pemberian fasilitas jual beli piutang (revolving) terhitung sejak tanggal 12 Desember 2009 sampai dengan tanggal 12 Desember 2010.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank Ganesha - Lanjutan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.

PT Bank CIMB Niaga, Tbk.

Pada tanggal 14 April 2008, berdasarkan Addendum I atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama No. 082/PPK/KRD/KPO/2008, PT Bank Ganesha setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 20.000.000.000 dengan jumlah maksimum pembiayaan bersama menjadi Rp 40.000.000.000. Tingkat suku bunga sebesar 13% per tahun untuk kendaraan baru dan 14% untuk kendaraan bekas.

Pada tanggal 19 Agustus 2008, berdasarkan Addendum II atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama No. 193/PPK/KRD/KPO/2008, PT Bank Ganesha setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan bersama dengan jumlah maksimum Rp 60.000.000.000. Tingkat suku bunga yang berlaku 1 tahun 14% per tahun, 2 tahun 14,5% per tahun, 3 tahun 15% per tahun.

Pada tanggal 16 Maret 2009, Surat Persetujuan Kredit No. 059/GNS/ADM-CRD/2009, PT Bank Ganesha setuju untuk memberikan kelonggaran tarik dari fasilitas pembiayaan untuk kendaraan mobil dengan plafon sebesar Rp 60.000.000.000 dapat digunakan untuk untuk kendaraan bermotor roda dua.

Pada tanggal 27 Agustus 2009, Surat Persetujuan Kredit No. 167/ GNS/ADM-CRD/2009, PT Bank Ganesha setuju memberikan penambah fasilitas pembiayaan untuk kendaraan bermotor roda dua sebesar Rp 30.000.000.000 sehingga plafon menjadi sebesar Rp 90.000.000.000.

Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 23 Desember 2008 dari Lena Magdalena, S.H., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. menyetujui pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 40.000.000.000 dalam bentuk kredit kendaraan bermotor yang bersifat non revolving dengan jangka waktu 5 tahun untuk kendaraan baru dan 4 tahun untuk kendaraan bekas dengan syarat umur kendaraan maksimum 9 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Piutang ini dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai.

Pada tanggal 20 Juli 2010, berdasarkan Addendum I atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama No. B 2144-KC-XV/ADK/07/2010, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) setuju untuk memberikan fasilitas pembiayaan bersama dengan jumlah maksimum Rp 90.428.715.000 dalam bentuk kredit kendaraan bermotor yang bersifat non revolving. Jangka waktu mulai tanggal 9 Agustus 2010 dan berakhir 9 Agustus 2011.

Pada tanggal 12 April 2006, berdasarkan Akta No. 22 dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Bersama dari PT Bank CIMB Niaga, Tbk. jumlah maksimum Rp 10.000.000.000. Objek pembiayaan bersama diikat sebagai jaminan bagi kreditur secara fidusia dengan nilai penjaminan minimal 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah Pembiayaan Bersama. Tingkat suku bunga 1 tahun 18,25% per tahun, 2 tahun 18,50% per tahun, 3 tahun 19,50% per tahun.

Pada tanggal 1 Nopember 2006, berdasarkan Akta No. 2 dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., dilakukan perubahan I Akta Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama. Dalam perjanjian ini, PT Bank CIMB Niaga, Tbk. setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan dari Rp 10.000.000.000 menjadi Rp 14.000.000.000. Selain itu juga diatur perubahan sifat kerjasama pembiayaan bersama yang semula "On Liquidation Basis" menjadi "Revolving Basis". Tingkat suku bunga tahunan yang berlaku diubah menjadi 1 tahun 16,5% per tahun, 2 tahun 17% per tahun, 3 tahun 17,50% per tahun.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank CIMB Niaga, Tbk. - Lanjutan

PT Bank Yudha Bhakti

PT Bank Sinarmas

PT Clipan Finance Indonesia, Tbk

PT Bank Mandiri Syariah

Berdasarkan Addendum IV Akta Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama No.008/PERJ/ABIG/ID.1-DIV/V/10 tanggal 26 Mei 2010, PT Bank CIMB Niaga, Tbk memberikan perpanjangan jangka waktu kerjasama pembiayaan sejak 26 Mei 2010 sampai 26 Mei 2011.

Pada tanggal 16 Juni 2009, berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama Penerusan Kredit No. 18 dari Lucia Catharina Sani, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp 10.000.000.000. Tingkat suku bunga tahunan 20% efektif per tahun untuk kredit kepemilikan motor dan 19% efektif per tahun untuk kredit kepemilikan mobil. Sebagai jaminan atas pembiayaan konsumen yang diberikan, Perusahaan menerima jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dari kendaraan bermotor yang dibiayai.

Pada tanggal 25 Maret 2010, berdasarkan Surat Persetujuan Fasilitas Kredit No. 117/SET/BYB/III/2010, PT Bank Yudha Bhakti memberikan tambahan fasilitas kredit channeling dengan plafon sebesar Rp 35.000.000.000 dengan jangka waktu maksimal 36 bulan.

Pada tanggal 12 Nopember 2008, berdasarkan Kesepakatan Bersama No. 010 / P - 030 / 2008 PT Bank Sinarmas menyetujui untuk membeli dan kemudian mengakui seluruh piutang Perusahaan pada PT Bank Century, Tbk.

Pada tanggal 3 Agustus 2007, berdasarkan Akta No. 3 dari Ny. Susanna Tanu, S.H., PT Clipan Finance Indonesia, Tbk setuju memberikan fasilitas dalam bentuk pengalihan piutang sebesar Rp 30.000.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 15,75% per tahun dengan jaminan piutang pembiayaan. (catatan 5)

Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan No. 11/452-3/019SPPP tertanggal 3 Nopember 2009, PT Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas kredit sebesar Rp 20.000.000.000 yang bersifat non revolving dalam bentuk pembiayaan channeling, dengan tingkat suku bunga untuk 1 tahun sebesar 14% per tahun, 2 tahun sebesar 14,5% per tahun, 3 tahun sebesar 15% per tahun, 4 tahun sebesar 16% per tahun dan 5 tahun sebesar 18% per tahun.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, mengubah susunan pengurus, mengubah nama, maksud dan tujuan usaha serta status perusahaan dan dinyatakan pailit baik atas permintaan sendiri maupun atas permintaan pihak lain.

Pada tanggal 19 Pebruari 2008, berdasarkan Akta No. 18 dari Dr. Tio Jeffrens Marannella, S.H., dilakukan perubahan II Akta Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama. Dalam perjanjian ini, PT Bank CIMB Niaga, Tbk. setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan dari Rp 14.000.000.000 menjadi Rp 20.000.000.000. Tingkat suku bunga tahunan yang berlaku berubah menjadi 1 tahun 12% per tahun, 2 tahun 12,75% per tahun, 3 tahun 13,25% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia.

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank Mandiri Syariah - Lanjutan

PT Sinarmas Syariah

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah

PT Bank Panin Syariah

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk

Dokumen terkait