• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perusahaan memulai kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2001.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perusahaan memulai kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2001."

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

(Dinyatakan dalam Rupiah)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

b. Susunan Dewan Komisaris, Direktur dan Karyawan

Susunan Komisaris

Komisaris Utama : Fransiskus Chandra Komisaris Independen : Agus Antariksa Sidharta Susunan Direksi

Direktur Utama : Rudyanto Somawihardjo Wakil Direktur Utama : Sugianto Redjeki

Direktur : Mahyudin

Direktur : Mardianto Budi Santoso

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Fransiskus Chandra

Komisaris : Sudjana Winoto

Direksi

Direktur Utama : Rudyanto Somawihardjo Wakil Direktur Utama / Direktur Keuangan : Sugianto Redjeki

Direktur Pemasaran : Mahyudin

PT Sinar Mitra Sepadan Finance (Perusahaan) didirikan di Jakarta, berdasarkan akta notaris S. Rachma C. Hardiyanto Hoesodo, S.H., notaris di Jakarta No. 6 tanggal 28 Nopember 2000 dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang-undangNo. 12 tahun 1970. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C-747.HT.01.01.TH.2001 tanggal 25 Januari 2001, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 7541, Tambahan No. 94 tanggal 23 Nopember 2001. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir sesuai dengan akta notaris Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta No. 20 tanggal 31 Oktober 2009 mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan No. AHU-57680.AH.01.02 tanggal 25 November 2009.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah menjalankan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal meliputi bidang antara lain adalah : sewa, anjak piutang, usaha kartu kredit dan pembiayaan konsumen.

Saat ini, Perusahaan menjalankan kegiatan pembiayaan dalam bentuk sewa, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Perusahaan berlokasi dan berkantor pusat di Gedung Millenia Lt. 1 dan 2 Jl. MT. Haryono Kav. 16, Tebet Barat, Jakarta Selatan 12810 dengan mempunyai 45 kantor cabang diantaranya Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang, Lampung, Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Medan, Surabaya, Jambi, Rantau Prapat, Balikpapan, Makassar, Samarinda dan Manado.

Perusahaan memulai kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2001.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sinar Mitra Sepadan Finance No. 7 tanggal 14 Mei 2010, menyetujui penegasan kembali susunan anggota Direksi Perseoran yang tidak mengalami perubahan dan susunan Dewan Komisaris perseroan adalah sebagai berikut:

Berdasarkan akta notaris Umar Saili, S.H., No. 15 tanggal 29 April 2009, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

(2)

1. UMUM - Lanjutan

b. Susunan Dewan Komisaris, Direktur dan Karyawan - Lanjutan Tugas dan tanggungjawab Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama : bertanggung jawab atas seluruh kegiatan usaha Perusahaan. 2.

3. Direktur Pemasaran : bertanggung jawab atas marketing Perusahaan. 4.

Ketua (merangkap Komisaris Independen) : Agus Antariksa Sidharta

Anggota : Eko Purwanto Laut

Anggota : Feronica

Perusahaan mempunyai karyawan

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

b. Kas dan Setara Kas

c. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Direktur Teknologi Informasi dan Sistem Prosedur : bertanggung jawab atas penyediaan teknologi informasi dan sistem prosedur yang tepat dan efisien seluruh kegiatan Perusahaan.

Berdasarkan Surat Pembentukan Komite Audit No.043/SMSF/SK-Dir/V/10 tanggal 21 Mei 2010, Perusahaan telah membentuk Komite Audit yang susunan anggotanya adalah sebagai berikut:

Laporan keuangan disajikan dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM dan LK) No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”.

derivatif, yang disajikan sebesar nilai wajar, dan penyertaan saham yang dicatat menggunakan metode ekuitas.

Laporan keuangan tersebut disajikan dengan menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas dan pendapatan pembiayaan konsumen atas piutang bermasalah (yang menunggak lebih dari 90 hari pendapatannya diakui pada saat pendapatan diterima (dasar kas).

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Perusahaan menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dan investasi jangka pendek lainnya dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas hutang dan tidak dibatasi penggunaannya.

Perusahaan menetapkan penyisihan kerugian piutang berdasarkan penelaahan secara keseluruhan terhadap keadaan akun piutang pada akhir periode, dengan mempertimbangkan umur piutang pembiayaan konsumen. Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima.

30 September 2010 1,504 orang

31 Desember 2009 1,788 orang Wakil Direktur Utama : bertanggung jawab atas keuangan, akuntansi, operasional dan manajemen risiko.

(3)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - Lanjutan

d. Tagihan Anjak Piutang

e. Sewa

1. 2.

3.

Tagihan anjak piutang yang timbul atas pembelian piutang dengan hak regres (recourse) secara pembebanan bunga (interest bearing) dinyatakan sebesar nilai tagihan piutang yang dapat direalisasikan yaitu nilai yang sama dengan jumlah pembiayaan dikurangi pendapatan bunga ditangguhkan. Pendapatan bunga diakui sesuai dengan periodenya (accrual basis) dan pendapatan bunga yang belum diterima disajikan sebagai bagian piutang bunga atas transaksi anjak piutang. Kecuali untuk pendapatan bunga yang sudah jatuh tempo tiga bulan atau lebih dan menurut manajemen sulit ditagih tidak diakui sebagai pendapatan sampai pendapatan bunga tersebut benar-benar diterima.

Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan barang modal disewakan serta bunganya, merupakan laba perusahaan sewa (Full payout lease).

Sewa minimum 2 (dua) tahun.

Transaksi sewa yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut diatas dibukukan dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease method) dan pembayaran sewa diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dengan dasar garis lurus.

Sesuai dengan PSAK 30 (2007) efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007), “Sewa” yang menggantikan PSAK No. 30 (1990) “Akuntansi Sewa”. Menurut PSAK No. 30 (Revisi 2007) ini sewa yang mengalihkan secara substantial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada penyewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.

Sebelum tanggal 1 Januari 2008, transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode direct financing lease jika memenuhi semua kriteria sebagai berikut:

Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aset sewaan pada akhir masa sewa dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa.

Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Beban sewa dicatat dalam laporan laba rugi.

Aset sewaan dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa penyewa akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dengan dasar garis lurus (Straight line basis).

Penerapan PSAK Revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan karena Perusahaan mencatat pada awal masa sewa sejumlah pembayaran pokok ditambah pendapatan pembiayaan penanaman sewa bruto yang merupakan pembayaran sewa minimum menurut PSAK No. 30 (Revisi 2007). Pembayaran pokok menggunakan nilai wajar dari aset yang disewakan.

(4)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - Lanjutan

e. Sewa - Lanjutan

f. Akuntansi untuk Pembiayaan Konsumen

g. Penyertaan

Investasi dalam saham yang dimiliki kurang dari 20% dicatat dengan metode biaya perolehan. Investasi dalam saham antara 20% sampai 50%, baik langsung maupun tidak langsung, dicatat dengan metode biaya ekuitas dimana bagian laba (rugi) bersih anak perusahaan diakui secara proporsional sesuai dengan besaran kepemilikannya sebagai kenaikan atau penurunan nilai investasi saham sejak tanggal perolehan. Dividen yang diterima dicatat sebagai pengurang akun investasi yang bersangkutan. Investasi dalam saham lebih dari 50% dikonsolidasi.

Sebagai Perusahaan sewa, penanaman neto dalam finance lease diperlakukan dan dicatat sebagai penanaman neto sewa yang terdiri dari penanaman sewa bruto yaitu pembayaran pokok dari penghasilan pembiayaan jumlah piutang sewa ditambah dikurangi dengan pendapatan sewa belum diakui dan simpanan jaminan. Selisih antara piutang sewa ditambah nilai sisa dengan biaya perolehan aset yang disewakan sebagai pendapatan sewa belum diakui yang dialokasikan sebagai pendapatan periode berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian berkala atas penanaman neto dalam sewa. Apabila aset disewakan dijual kepada penyewa sebelum masa sewa berakhir, maka perbedaan antara harga jual dengan penanaman neto dalam sewa dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi.

Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman, kerjasama pembiayaan bersama serta pengambilalihan piutang dan penunjukan selaku pengelola piutang, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan piutang ragu-ragu.

Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan konsumen, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat pengembalian berkala yang tetap dari piutang pembiayaan konsumen.

Selisih bersih antara pendapatan administrasi yang diperoleh dari konsumen pada saat pertama kali perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani dan beban-beban yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan kredit pembiayaan konsumen ditangguhkan dan diakui sebagai penyesuaian atas imbal hasil pembiayaan konsumen selama jangka waktu pembiayaan konsumen dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Pembiayaan Konsumen” pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat terjadinya.

Untuk perjanjian kerjasama pembiayaan konsumen dilakukan dengan metode tanpa jaminan (without recourse), Perusahaan hanya menyajikan porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan (pendekatan neto). Piutang pembiayaan konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran dari pelanggan, sedangkan kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai hutang (pendekatan bruto). Bunga yang dikenakan kepada pelanggan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga, sedangkan bunga yang dikenakan penyedia dana dicatat sebagai beban bunga.

(5)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - Lanjutan

h. Biaya Dibayar Dimuka

i. Aset Tetap

Bangunan

Peralatan dan perlengkapan Kendaraan

j. Pengakuan Pendapatan dan Beban

k. Agunan yang Diambil Alih

25 - 12,5 Masa Manfaat 10 - 20 4 - 8 4 - 8 % per Tahun

Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian piutang pembiayaan konsumen dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait atau nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih. Selisih antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih dicatat sebagai bagian dari penyisihan penurunan nilai dan kerugian atas agunan yang diambil alih dan dibebankan pada Pada tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak disusutkan). Efektif 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap” yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva tetap dan Aktiva lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”. Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan, karena kebijakan akuntansi aset tetap sebelum 1 Januari 2008 adalah sama dengan model biaya ini.

Aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan terhadap aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun ganda (double declining balance method) untuk sebagian dari Peralatan dan Perlengkapan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap sebagai berikut:

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan biaya penggantian komponen suatu aset dan biaya inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan aset tetap. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan beserta akumulasi penyusutan yang berkaitan dikeluarkan dari kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang timbul dibukukan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.

Berdasarkan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai Aset”, nilai aset ditelaah atas kemungkinan penurunan nilai aset ke jumlah yang dapat diperoleh kembali yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang mengidentifikasikan nilai tercatatnya mungkin tidak dapat terpulihkan.

Perusahaan mengakui pendapatan atas sewa, pembiayaan konsumen dan anjak piutang seperti yang dijelaskan pada Catatan 2d, 2e, dan 2f.

Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

10 - 5 25 - 12,5

(6)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - Lanjutan

l. Biaya Penerbitan Emisi Obligasi

m. Imbalan Pasca Kerja

n. Pajak Penghasilan

o. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

(i).

(ii). (iii).

Perusahaan asosiasi (associated company);

Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut, yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan;

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi yang diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi.

Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai kini imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah imbalan pasca kerja yang diakui di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aset dan pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini.

Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dinyatakan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7, mengenai "Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa", yang terdiri dari:

Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba-rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

(7)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - Lanjutan

o. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa - Lanjutan (iv).

(v).

p. Informasi Segmen

q. Laba Per Saham

r. Penggunaan Estimasi

Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (iii) atau (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan.

Informasi segmen dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan segmen geografis. Sebuah segmen geografis menyediakan jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain.

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang berjalan.

Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum mewajibkan pihak manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama tahun pelaporan. Sehubungan dengan ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, hasil realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan jumlah yang diperkirakan sebelumnya.

(8)

3. KAS DAN SETARA KAS

Kas Bank

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. PT Bank Central Asia, Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. PT Bank Lampung

PT Bank Mutiara, Tbk.

(dahulu PT Bank Century, Tbk.) PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.

(dahulu PT Bank Bumiputera Indonesia, Tbk.) PT Bank CIMB Niaga, Tbk.

PT Bank Victoria Indonesia, Tbk. PT Bank Bukopin, Tbk.

PT Bank Mayapada, Tbk. PT Bank Mega, Tbk. PT Bank Sinarmas

(dahulu PT Bank Shinta Indonesia) PT Bank Sumatera Selatan

PT Bank Yudha Bakti PT Bank Agroniaga, Tbk. PT Bank Ganesha PT Bank Ina Perdana BPR Citra Lampung

PT Utama Internasional Bank PT Bank Panin

PT Bank Danamon, Tbk. Jumlah Bank

Jumlah

4. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN

Piutang sewa Nilai residu terjamin

Pendapatan pembiayaan yang belum diakui Simpanan jaminan

Jumlah

Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih 188,393,174 62,961,512 44,397,100 683,794,434 38,318,777,747 20,847,343,162 19,521,861 916,329,146 1,377,693,855 1,440,781,806 114,999,234 444,169,928 296,135,205 18,196,782 8,197,943 8,336,060 63,776,672 502,867 59,008,297 -16,172,180,720 16,208,790,162 129,850,445 275,036,334 82,476,281 258,971,448 6,610,094 187,830,393 (62,063,842) 2,952,207,797 (85,305,765) 4,303,714,799 (2,027,630,170) 4,389,020,564 975,712,000 (732,894,616) (975,712,000) 3,014,271,639 31 Desember 2009 30 September 2010

Tidak terdapat kas dan setara kas yang ditempatkan pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Rincian penanaman neto sewa adalah sebagai berikut:

30 September 2010 31 Desember 2009 22,146,597,027 4,638,553,000 1,946,496,935 3,237,101,298 1,372,359,748 1,690,078,346 1,295,095,411 2,856,427 24,757,313 32,124,316 625,847,058 5,358,534,327 3,747,166,255 2,027,630,170 (969,513,763) 71,871,729 613,495,033 118,811,524 562,349,115 521,938,081 517,090,571 1,649,607,127 8,419,566,388 1,339,135,633 1,652,417,958

(9)

4. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - Lanjutan

Rincian piutang berdasarkan kerjasama pembiayaan adalah sebagai berikut: Piutang sewa pembiayaan

Dikurangi

Piutang kerjasama pembiayaan sewa PT Bank ICB Bumiputera, Tbk. PT Clipan Finance Indonesia, Tbk. PT Bank CIMB Niaga, Tbk. PT Topas Multifinance

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. PT Bank Ganesha

Jumlah piutang kerjasama pembiayaan sewa Piutang pihak ketiga

Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu sebagai berikut : Saldo awal

Penambahan Penghapusan Saldo akhir

Rata-rata tingkat suku bunga efektif per tahun berkisar: Mobil Motor 66,120,033 -85,305,765 30 September 2010 31 Desember 2009 9,885,747 82,843,571 454,723,128 4,389,020,564 3,014,271,639 (85,305,765) (62,063,842) 4,303,714,799 2,952,207,797 27.35% 23% - 25% -

-Piutang sewa pembiayaan dijadikan jaminan hutang bank pada PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., dan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. (97,500,047) 30 September 2010 62,289,530 43,921,576 30 September 2010 31 Desember 2009 4,471,864,135 3,468,994,767 31 Desember 2009 62,063,842 48,770,894 23,241,923 110,792,995 62,063,842

Persentase penyisihan piutang ragu-ragu terhadap jumlah penanaman neto sewa pada tanggal 30 September 2010 dan 31 Desember 2009 adalah sebesar 2,5%. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atau piutang neto sewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

248,171,569 16,723,538

(10)

5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

Piutang pembiayaan konsumen Pembiayaan sendiri

Pihak ketiga

Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak-pihak lain Pihak ketiga

Without recourse Sub jumlah

Pendapatan pembiayaan konsumen belum diakui Pembiayaan sendiri

Pihak ketiga

Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak-pihak lain Pihak ketiga

Without recourse Sub jumlah

Jumlah piutang pembiayaan konsumen

Rincian piutang berdasarkan kerjasama pembiayaan adalah sebagai berikut: Piutang pembiayaan konsumen

Piutang kerjasama pembiayaan

PT Bank Mutiara, Tbk. (dahulu Bank Century, Tbk.) PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.

PT Bank Mega, Tbk. PT Bank Bukopin, Tbk. PT Topas Multifinance PT Bank Central Asia, Tbk. PT Bank Ganesha

PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. PT Bank CIMB Niaga, Tbk. PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Sinarmas

PT Clipan Finance Indonesia, Tbk. PT Bank Mandiri Syariah

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. PT Bank Panin Syariah

PT Bank Sinarmas Syariah Jumlah piutang kerjasama pembiayaan Piutang pihak ketiga

Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih 1,884,109,161,381 1,493,162,890,978 (754,400,167,841) 120,925,585,223 148,063,119,564 520,492,573,128 55,323,460,034 88,704,307,127 48,098,543,221 (282,899,444,143) (187,029,765,886) 30 September 2010 31 Desember 2009 (2,976,953,480) (3,505,963,901) 1,409,631,484,203 1,128,299,235,119 1,740,572,259,845 576,899,475,498 37,035,611,512 13,338,404,541 21,705,097,851 6,130,228,314 14,880,021,957 514,180,134,558 155,992,328,175 7,032,587,175 -324,154,199,178 -8,897,454,457 -24,983,593,401 -1,412,608,437,683 1,131,805,199,020 20,412,065,994 (548,387,457,842) 3,153,180,697,528 24,147,982,431 7,584,971,805 512,878,973 5,939,193,292 1,708,704,674,518 3,153,180,697,528 1,708,704,674,518 (471,500,723,698) (361,357,691,956) 393,003,724 2,641,688,781 14,322,997,924 960,244,201 31,347,256,576 40,664,596,165 20,597,007,121 38,010,598,940 Akun ini merupakan piutang yang timbul dari kegiatan dalam bentuk penyediaan barang konsumen berupa kendaraan roda 4, 6, dan 2 kepada pemakai akhir dengan pembayaran angsuran secara berkala dengan jaminan berupa BPKB kendaraan yang dibiayai. Semua piutang pembiayaan konsumen didenominasi dalam Rupiah dan dikenakan bunga. 30 September 2010 31 Desember 2009 2,023,471,703,988 763,929,241,382 3,907,580,865,369 2,257,092,132,360

(11)

5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - Lanjutan

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu sebagai berikut : Saldo awal

Penambahan Penghapusan Saldo akhir

Seluruh piutang pembiayaan konsumen dijadikan jaminan hutang bank. (catatan 10 dan 26) Rata-rata tingkat suku bunga efektif per tahun berkisar:

Mobil Motor 6. PENYERTAAN SAHAM Saldo awal Penambahan Pengurangan

Bagian laba (rugi) asosiasi tahun 2009 Saldo akhir 2,976,953,480 3,505,963,901 30 September 2010 31 Desember 2009 3,505,963,901 643,425,803 84,951,668,113

Kendaraan bermotor yang dibiayai oleh perusahaan diasuransikan kepada PT Pan Pacific Insurance, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Sinarmas, PT Reliance Insurance pada tahun 2009, PT Asuransi Central Asia, PT Jaya Proteksi, PT Sari Jaya, dan PT Harta Pratama pada tahun 2008, dengan jenis pertanggungan All Risk, TLO dan kombinasi.

28,624,066,095

(85,480,678,534)

(25,761,527,997)

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang pembiayaan konsumen adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

32% - 36% 30 September 2010 31 Desember 2009 21.53% 23% - 25% 25,000,000,000 (6,400,000,000)

Berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.95 tanggal 29 April 2010, PT Sinar Mitra Sepadan Finance menempatkan 25.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 25.000.000.000 pada PT Central Santosa Finance (CSF) yang mewakili 25% pemilikan saham CSF.

Perusahaan menjual 6.400 saham PT Pan Pacific Insurance dengan nilai nominal Rp 1.000.000 setiap saham atau seluruhnya Rp 6.400.000.000 kepada PT Multikem Suplindo, sehingga investasi Perusahaan kepada PT Pan Pacific Insurance adalah nihil.

Kepemilikan 20% 25% -20% 852,928,215 25,000,000,000 2,400,000,000 4,000,000,000 (852,928,215) 5,547,071,785 31 Desember 2009 30 September 2010 -5,547,071,785 25%

(12)

7. ASET TETAP Biaya perolehan Tanah Bangunan Peralatan dan perlengkapan kantor Kendaraan Aset sewa Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Bangunan Peralatan dan perlengkapan kantor Kendaraan Aset sewa Kendaraan Jumlah Nilai buku Biaya perolehan Tanah Bangunan Peralatan dan perlengkapan kantor Kendaraan Aset sewa Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Bangunan Peralatan dan perlengkapan kantor Kendaraan Aset sewa Kendaraan Jumlah Nilai buku Saldo akhir Pengurangan 9,090,082,174 13,069,611,179 Penambahan Saldo awal 30 September 2010 10,275,440,750 13,471,566,439 16,616,942,742 20,664,499,523 3,809,300,000 64,837,749,454 8,586,129,746 757,684,404 1,600,000 9,342,214,150 2,823,503,322 2,836,303,322 12,800,000 38,059,128,142 6,967,670,000 892,702,400 7,526,860,568 10,418,391,666 3,809,300,000 29,614,924,634 3,307,770,750 12,591,664,039 116,743,749 - 116,743,749 4,105,373,183 2,258,245,295 - 6,363,618,478 5,216,851,453 2,190,342,010 738,988,337 6,668,205,126 31 Desember 2009

Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir 17,908,354,382 5,323,015,458 740,588,337 22,490,781,503 20,150,773,760 42,346,967,951 11,193,675,625 1,397,988,414 - 12,591,664,039 3,307,770,750 - - 3,307,770,750 - - -3,627,927,735 5,464,154,439 2,000,000 9,090,082,174 9,278,298,496 4,041,312,683 250,000,000 13,069,611,179 1,861,824,495 2,244,590,355 1,041,667 4,105,373,183 27,407,672,606 10,903,455,536 252,000,000 38,059,128,142 5,001,163,213 3,584,966,533 - 8,586,129,746 - - -10,077,178,458 7,895,191,076 64,015,152 17,908,354,382 3,214,190,750 2,065,634,188 62,973,485 5,216,851,453 17,330,494,148 20,150,773,760

(13)

7. ASET TETAP - Lanjutan

Jumlah penyusutan yang dibebankan pada

beban umum dan administrasi sebesar (catatan 21)

Rincian laba (rugi) penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Hasil penjualan aset tetap

Nilai buku aset tetap Laba penjualan aset tetap

30 September 2010 31 Desember 2009 2,068,542,941 189,800,000 2,084,514,985 187,984,848 30 September 2010 31 Desember 2009 5,323,015,458 7,895,191,076

Tanah-tanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan Kuasa (PPJB) yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:

No Tanggal Berakhirnya Hak Luas (M2) Nomor dan Tanggal Gambar Situasi / Surat Ukur Hak Guna

Bangunan / Hak Milik

Tanggal Sertifikat Lokasi (15,972,044)

1,815,152 Pada tanggal 30 September 2010 dan 31 Desember 2009 aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan melalui PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Sarijaya dan PT Pan Pacific Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan keseluruhan sebesar Rp 13.706.962.775 dan Rp 7.400.000.000. Manajemen perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.

27 Mar 2015 22-08-2005 24 Sep 2023 01 May 2029 17-04-2009 17-04-2009 01 May 2029 Jl. Tebet Timur Raya

No.44 / Jl. Tebet Timur IV.G No.24 09-09-1994

2 3268/Tebet Timur 01 May 2009 Jl. Tebet Timur Raya

No.44 151

1 1910/Tebet Timur 28 Mar 1995 842

4 21/Bojong Jaya 13 Sep 2005

Kelurahan Bojong Jaya, Karawaci,

Tangerang

85 3 3269/Tebet Timur 01 May 2009 Jl. Tebet Timur IV.G

No.24 Kav.59-60 46 4949 / 1994 02948 / 2008 02947 / 2008 77 / Bojong Jaya / 2008 26 Oct 2009 Desa Kalanganyar, Pandeglang, Labuan, Banten 100 -19-12-1995 5 569/Setiadarma 23 May 2005 Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Bekasi 2172 -22-04-2010 68 / 2005 3078 / 1995 00055 / Duren 7 AJB No.136/2010 12 Jul 2010

Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta

55 26 Nov 2029 24-03-2005 6 PPJB No.153 SHM No.05590 8 10 Des 2008 Jln. Ibrahim Singadilaga, Purwakarta 185 -00836/ Nagrikaler/2008

(14)

7. ASET TETAP - Lanjutan

8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

Pemasaran

Renovasi bangunan sewa Sewa Asuransi Operasional Lain-lain Jumlah 9. UANG MUKA

Uang muka pemesanan saham Uang muka biaya kendaraan tarikan Lain-lain

Jumlah

10. PINJAMAN YANG DITERIMA

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. PT Bank Panin, Tbk.

PT Bank Victoria International, Tbk. PT Bank Agroniaga, Tbk.

PT Bank Central Asia, Tbk.

PT Bank Sinarmas (dahulu PT Bank Shinta Indonesia) PT Bank Ganesha

PT Bank Ina Perdana PT BCA Finance PT BPR Arta Kedaton PT Bank Danamon, Tbk. Jumlah

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Manajemen berkeyakinan bahwa HGB diatas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir. Seluruh aset tetap merupakan milik perusahaan. Aset tetap berupa tanah digunakan sebagai jaminan atas hutang PT Bank Central Asia, Tbk. (catatan 9)

30 September 2010 31 Desember 2009 62,183,145,906 22,391,583,938 829,698,077 525,000,000 6,909,716,574 2,680,786,150 90,826,220,644 45,868,808,259 11,050,505,745 10,235,561,207 9,142,667,412 7,541,862,303 710,486,930 2,494,014,661 8,790,544,862 4,541,099,261 10,322,610,174 5,541,099,261 30 September 2010 31 Desember 2009 30 September 2010 31 Desember 2009 1,000,000,000 1,532,065,312 -263,055,530,115 450,780,714,968 311,385,358,344 244,286,766,853 36,404,537,589 -3,012,121,769 5,900,785,221 888,931,459 1,677,968,363 1,142,376,237,346 988,800,387,783 349,246,247,995 139,167,666,663 71,443,294,158 47,271,563,838 18,860,786,491 32,919,123,418 55,437,651,909 31,855,745,818 13,971,203,027 15,000,000,000 18,670,574,490 10,519,447,641 9,420,605,000

Pada tanggal 30 Mei 2008, berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan No. 21 Notaris Indrasari K. Gunadharma, S.H., Perusahaan memperoleh Fasilitas Pembiayaan bersama dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. dengan jumlah plafon sebesar Rp 100.000.000.000 bersifat revolving dengan pencairan selambat-lambatnya 12 bulan. Jangka waktu fasilitas adalah selama 4 tahun dengan bunga sebesar dengan tingkat suku bunga untuk 1 tahun sebesar 12,50%, 2 tahun sebesar 12,75% dan 3 tahun sebesar 13% per tahun.

(15)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. - Lanjutan

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham, pengurus perusahaan, permodalan dan nilai saham, mengambil dividen atau modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan pribadi, dan melakukan akuisisi atau merger.

Fasilitas ini dijamin oleh kendaraan yang dibiayai piutang pembiayaan dengan bukti kepemilikan berupa BPKB, dengan kuasa dari end user untuk pengikatan fidusia yang tidak dapat dibatalkan. (catatan 6)

30 September 2010 31 Desember 2009 263,055,530,115

450,780,714,968 Berdasarkan Addendum I (Pertama) Perjanjian Kerja Sama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan (Joint Financing), Akta No.21 tanggal 30 Mei 2008 mengenai Perubahan Limit dan Sifat Fasilitas Pembiayaan, PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. mengubah fasilitas pembiayaan dari revolving menjadi non revolving.

Berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama tanggal 17 September 2008 No.07, PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. memberikan fasilitas pembiayaan bersama dengan plafon Rp 250.000.000.000 bersifat revolving, jangka waktu 54 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kerjasama. Tingkat suku bunga untuk 1 tahun sebesar 13,50%, 2 tahun 14% dan 3 tahun sebesar 14,50%.

Berdasarkan Addendum II (Kedua) Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan (Joint Financing) pada tanggal 12 Agustus 2009, Perusahaan memperoleh tambahan Fasilitas Pembiayaan Bersama (Joint Financing) dengan plafon sebesar Rp 250.000.000.000 bersifat revolving.

Pada tanggal 28 Januari 2008, berdasarkan Surat No. KSN/2/456R PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. (BNI), menyetujui pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 70.000.000.000 bersifat revolving dalam bentuk pembiayaan kredit kendaraan, dengan tingkat suku bunga untuk 1 tahun sebesar 11,25% per tahun, 2 tahun sebesar 12,25% per tahun, 3 tahun sebesar 13% per tahun dan 4 tahun sebesar 13,25% per tahun.

Pada tanggal 29 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 11 dari Ny. Heny Mulyani Effendie, S.H., BNI menyetujui pemberian fasilitas kredit tambahan sebesar Rp 100.000.000.000 bersifat revolving sehingga maksimum kredit yang diberikan sebesar Rp 170.000.000.000, dengan tingkat suku bunga untuk 1 tahun sebesar 16% per tahun, 2 tahun sebesar 16% per tahun, 3 tahun sebesar 16% per tahun dan 4 tahun sebesar 17% per tahun.

Pada tanggal 15 September 2009, berdasarkan Akta Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. 15, BNI memberikan tambahan fasilitas kredit kepada Perusahaan semula sebesar Rp 170.000.000.000 menjadi Rp 340.000.000.000. Jangka waktu perjanjian kredit sejak tanggal 15 September 2009 sampai dengan 14 September 2010. Tingkat suku bunga untuk 1 sampai 3 tahun sebesar 13%, dan 4 tahun sebesar 14%.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, dinyatakan pailit oleh pengadilan, baik atas permintaan sendiri maupun atas permintaan pihak lain.

(16)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. - Lanjutan

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Panin, Tbk.

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Victoria International, Tbk.

30 September 2010 31 Desember 2009 311,385,358,344

244,286,766,853

Berdasarkan Akta No. 29 dari Benny Kristianto, S.H., tertanggal 14 Oktober 2009, PT Bank Panin, Tbk. menyetujui pemberian fasilitas sebesar Rp 200.000.000.000 yang bersifat non revolving dalam bentuk pembiayaan kredit kendaraan, yang berakhir pada tanggal 28 Pebruari 2013 dengan bunga sebesar 14,50% per tahun yang berlaku tetap selama jangka waktu pinjaman.

Fasilitas ini dijamin piutang atas pembiayaan pembelian kendaraan bermotor yang diikat secara fidusia.

Pada tanggal 18 Maret 2009, berdasarkan Akta No. 032/04/III/09 dari Suwarni Sukiman, S.H., Victoria menyetujui perubahan kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan menjadi fasilitas Kredit Modal Kerja Pinjaman Tetap Dengan Angsuran (KMK - PTDA) yang bersifat non revolving sebesar Rp 30.000.000.000.

349,246,247,995

139,167,666,663

Pada tanggal 22 Agustus 2005, berdasarkan Akta No. 111 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pembiayaan dengan PT Bank Victoria International, Tbk. (Victoria) dengan jumlah maksimum pembiayaan sejumlah Rp 30.000.000.000 bersifat non revolving dengan tingkat suku bunga jangka waktu untuk 1 tahun sebesar 13,5% per tahun, 2 tahun sebesar 14% per tahun dan 3 tahun sebesar 14,5% per tahun.

Pada tanggal 05 Oktober 2006, Victoria menyetujui perpanjangan kerjasama pembiayaan dengan perubahan jumlah maksimum pembiayaan menjadi Rp 17.800.000.000 yang bersifat non revolving, dan tingkat suku bunga sebesar 18% per tahun sampai dengan 36 bulan.

Pada tanggal 26 Maret 2007, berdasarkan perjanjian perpanjangan dan pengubahan II terhadap perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama No. 111, Victoria menyetujui perpanjangan kerjasama pembiayaan dengan perubahan jumlah maksimum pembiayaan menjadi Rp 30.000.000.000 yang bersifat revolving.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham, pengurus perusahaan, permodalan dan nilai saham, melakukan penggabungan usaha atau merger dan mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban berdasarkan perjanjian kepada pihak lain.

Fasilitas ini dijamin oleh piutang pembiayaan sebesar 110% dari total pokok pinjaman yang diikat secara fidusia. Berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.02 tanggal 2 Maret 2010, PT Bank Panin, Tbk. memberikan tambahan fasilitas Pinjaman Tetap II sebesar Rp 200.000.000.000 yang bersifat non revolving yang jatuh tempo 40 bulan sejak tanggal Perjanjian Kredit dan Fasilitas Rekening Koran (PRK) dengan plafon Rp 20.000.000.000 sebagai modal kerja pembiayaan yang jatuh tempo 12 bulan sejak penadatanganan akta.

(17)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Victoria International, Tbk. - Lanjutan

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Agroniaga, Tbk.

-Fasilitas ini dijamin oleh:

Piutang/hak atas tagihan dari end user sebesar minimal 100% (seratus persen) dari out standing dengan nilai penjaminan fidusia minimal sebesar 100% (seratus persen) dari plafon.

Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil dari end user yang masih outstanding senilai minimal 125% (seratus dua puluh lima persen) dari outstanding kredit.

Corporate Guarantee dari PT Padma Terang Sentosa.

Berdasarkan Akta No. 70 tanggal 27 September 2007 dari Rusnaldy, S.H., Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Agroniaga, Tbk. (Bank Agro) berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jenis fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran dengan plafon sebesar Rp 5.000.000.000. Fasilitas ini berlaku untuk 3 (tiga) tahun dimana jangka waktu ini belum termasuk tenggang waktu pencairan maksimal 12 (duabelas) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan akta ini. Dengan demikian jangka waktu kredit adalah 4 (empat) tahun atau 48 (empat puluh delapan) bulan dengan tingkat suku bunga sebesar 14,5%.

Pada tanggal 31 Agustus 2010, berdasarkan Surat Tambahan Fasilitas Kredit No.018/SPK/VIC-MKR/VIII/10, PT Bank Victoria International Tbk memberikan tambahan fasilitas kredit sebesarRp 50.000.000.000, dengan jangka waktu 1 tahun.

Pada tanggal 9 Maret 2010, berdasarkan Surat Tambahan Fasilitas Kredit No.004/SPK/VIC-MKR/III/10, PT Bank Victoria International Tbk memberikan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp 50.000.000.000, dengan jangka waktu 1 tahun.

30 September 2010 31 Desember 2009 71,443,294,158

47,271,563,838 Pada tanggal 28 Juli 2009, berdasarkan Akta Pengubahan I Terhadap Perjanjian Kredit Dengan Memakai Jaminan No. 95, Victoria menyetujui penambahan plafon kredit dari semula Rp 30.000.000.000 menjadi Rp 50.000.000.000. Jangka waktu 28 Juli 2009 sampai dengan 25 Agustus 2010.

Berdasarkan Surat Tambahan Fasilitas Kredit No. 027/SPK/VIC-MKR/XI/09 tertanggal 3 Nopember 2009, Victoria setuju memberikan tambahan fasilitas kredit yang bersifat non revolving dengan plafon Rp 20.000.000.000 KMK - PTDA 2 dengan jangka waktu 25 Agustus 2010.

Sebelum pinjaman dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, melakukan merger, akuisisi, penjualan pemindahantangan atau melepaskan hak atas harta kekayaan debitur serta mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham yang agendanya adalah mengubah Anggaran Dasar Perusahaan, terutama tentang struktur permodalan dan susunan pemegang saham, serta susunan direksi dan komisaris.

Fasilitas ini dijamin piutang atas pembiayaan pembelian kendaraan bermotor yang diikat secara fidusia serta jaminan perusahaan (Coorporate Guarantee) dari PT Padma Terang Sentosa.

(18)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Agroniaga, Tbk. - Lanjutan

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Central Asia, Tbk.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, melakukan investasi baru, melakukan pelunasan hutang kepada pemegang saham sebelum melakukan pelunasan pinjaman kepada bank, mengajukan permohonan dan atau menyuruh pihak lain mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk dinyatakan pailit atau menerima penundaan pembayaran.

30 September 2010 31 Desember 2009 18,860,786,491

32,919,123,418

Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 065-0294-2006-000 tanggal 21 Juni 2006, PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA) memberikan fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) dengan jumlah tidak melebihi Rp 400.000.000, yang berakhir pada tanggal 21 Juni 2007 dengan bunga sebesar 16,5% per tahun yang dihitung dari hutang yang timbul dari fasilitas Kredit Lokal.

Berdasarkan Pemberitahuan Tambahan Fasilitas Kredit No. 367/W09–ADM/2008, BCA memberikan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp 4.600.000.000, sehingga fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) tersebut menjadi Rp 5.000.000.000. Fasilitas ini terhitung sejak tanggal 5 Pebruari 2008 dengan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun yang dihitung dari hutang yang timbul dari fasilitas Kredit Lokal.

Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 12 Maret 2008 dari Rusnaldy, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas tambahan dari Bank Agro berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jenis fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran II dengan plafon sebesar Rp 20.000.000.000. Fasilitas ini berlaku untuk 3 (tiga) tahun, jangka waktu ini belum termasuk tenggang waktu pencairan maksimal 12 (duabelas) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan akta ini. Dengan demikian jangka waktu kredit adalah 4 (empat) tahun atau 48 (empat puluh delapan) bulan dan berakhir pada bulan Juli 2012 dengan tingkat suku bunga sebesar 13% per tahun.

Berdasarkan akta No. 76 tanggal 24 Juli 2008 dari Rusnaldy, S.H., Perusahaan memperoleh pinjaman tambahan dari Bank Agro berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jenis fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran III dengan plafon sebesar Rp 20.000.000.000. Fasilitas ini berlaku untuk 3 (tiga) tahun, jangka waktu ini belum termasuk tenggang waktu pencairan maksimal 12 (duabelas) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan akta ini. Dengan demikian jumlah keselurahan plafon fasilitas tersebut adalah Rp 45.000.000.000 dengan jangka waktu kredit 4 (empat) tahun atau 48 (empat puluh delapan) bulan dan berakhir pada bulan Juli 2012 dengan tingkat suku bunga sebesar 13,5% per tahun.

Berdasarkan Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap Angsuran IV (Kredit Modal Kerja) No. 243 tanggal 30 Juni 2009 dari Rusnaldy, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan plafon sebesar Rp 10.000.000.000.

Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SPPK) No. 027/OL-Krd/Corp-NA/VI/2010, Bank Agro memberikan fasilitas tambahan baru Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) V dengan plafond Rp 35.000.000.000 dengan tujuan Refinancing Pembiayaan Konsumen – mobil. Jangka waktu 36 bulan.

(19)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Central Asia, Tbk. - Lanjutan

-Saldo pinjaman yang diterima dari installment loan adalah sebesar

Saldo fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)

adalah sebesar 39,893,178,867 3,814,167,570 Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain:

Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai penanggung/penjamin.

Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuiditas dan mengubah status kelembagaan.

30 September 2010 31 Desember 2009 15,544,473,042

28,041,578,248 30 September 2010 31 Desember 2009 Sertifikat Hak Guna Bangunan No 3268/Tebet Timur, Jakarta Selatan atas nama PT Sinar Mitra Sepadan Finance.

Piutang pembiayaan sebesar 105% dari plafon Installment Loan.

Sertifikat Hak Guna Bangunan No 3269/Tebet Timur, Jakarta Selatan atas nama PT Sinar Mitra Sepadan Finance.

T/B SHGB No. 569/Setiadarma, Bekasi terdaftar atas nama PT Sinar Mitra Sepadan Finance, berkedudukan di Jakarta.

T/B SHGB No. 1910/Tebet Timur, Jakarta Selatan terdaftar atas nama PT Sinar Mitra Sepadan Finance, berkedudukan di Jakarta.

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama No. 23 tanggal 16 Juli 2009, PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA) memberikan Rp 20.000.000.000 bersifat revolving dan Rp 25.000.000.000 bersifat non revolving untuk kendaraan bermotor baru dan bekas. Tingkat suku bunga sebesar 15% untuk motor baru dan 17% untuk motor bekas.

Pada tanggal 3 Mei 2010, berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No.30303/GBK/2010, PT Bank Central Asia Tbk memberikan tambahan fasilitas kredit lokal yang semula Rp 10.000.000.000 menjadi Rp 60.000.000.000 dengan jangka waktu sampai dengan 21 Juni 2011.

Fasilitas ini dijamin oleh: (catatan 6)

Pada tanggal 16 Juli 2008, berdasarkan Perubahan Perjanjian Kredit No. 005-0294-2006-007, BCA menyetujui pemberian fasilitas kredit tambahan kepada Perusahaan dalam bentuk fasilitas kredit Installment Loan sebesar Rp 50.000.000.000. Jangka waktu 1 tahun sejak perjanjian kredit ditandatangani dan dengan tingkat suku bunga 12,5% per tahun.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No. 30428/GBK/2009 tanggal 10 Juni 2009, BCA memberikan perpanjangan dan tambahan fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) yang semula Rp 5.000.000.000 menjadi Rp 10.000.000.000 terhitung sampai tanggal 21 Juni 2010.

(20)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Sinarmas (dahulu PT Bank Shinta Indonesia)

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT Bank Ganesha

13,971,203,027

15,000,000,000

Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 29 Januari 2002 dari Nathania M Nugroho, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit jangka pendek dari PT Bank Ganesha dengan jumlah maksimum sebesar Rp 1.000.000.000 dan tingkat suku bunga sebesar 20% per tahun serta jangka waktu pinjaman selama satu tahun.

Berdasarkan Akta No. 15 tanggal 29 Januari 2003 fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai dengan 29 Januari 2004 dan diubah menjadi fasilitas Pinjaman Rekening Koran dengan tingkat suku bunga sebesar 19% per tahun. Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 53/PJP/KRD/KPO/2004 tanggal 26 Maret 2004 fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai dengan 26 Januari 2005 dengan tingkat suku bunga sebesar 16,5% per tahun. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 022/PPK/KRD/KPO/2005 tanggal 26 Januari 2005, PT Bank Ganesha setuju untuk menambah fasilitas tersebut sebesar Rp 500.000.000, sehingga total fasilitas Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp 1.500.000.000, dengan tingkat suku bunga sebesar 14% per tahun.

Pada tanggal 29 Desember 2004, berdasarkan Akta No. 3 dari Ny. Julia Mensana, S.H., PT Bank Ganesha setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman Fixed Loan sebesar Rp 5.000.000.000 kepada Perusahaan dengan tingkat suku bunga 15% per tahun.

Pada tanggal 8 Juni 2006, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 4 Notaris Hartojo, S.H., Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Demand Loan dari PT Bank Sinar Mas (dahulu PT Bank Shinta Indonesia) dengan jumlah plafon sebesar Rp 5.000.000.000, dengan pencairan selambat-lambatnya 3 bulan. Jangka waktu fasilitas adalah selama 1 tahun untuk setiap kali pencairan, selama tidak melebihi maksimum pinjaman dengan bunga sebesar 17% (fixed rate) untuk 1 tahun.

Berdasarkan Akta No. 7 tertanggal 18 Desember 2006, yang dibuat oleh Hartojo, S.H., PT Bank Sinarmas (dahulu PT Bank Shinta Indonesia) setuju untuk menyalurkan Fasilitas Demand Loan sebesar Rp 10.000.000.000, sehingga jumlah fasilitas Demand Loan 1 dan 2 menjadi sebesar Rp 15.000.000.000. Tingkat suku bunga untuk fasilitas Demand Loan 2 sebesar 16,5% (fixed rate) untuk 1 tahun.

Berdasarkan Akta No. 5 tertanggal 7 Juli 2009 yang dibuat oleh Hartojo, S.H., PT Bank Sinarmas menyetujui penambahan fasilitas Demand Loan yang semula Rp 15.000.000.000 menjadi Rp 35.000.000.000 dan sekaligus memperpanjang fasilitas sampai dengan tanggal 8 Juni 2010 dengan tingkat suku bunga 17% per tahun.

Berdasarkan Surat Penegasan Perpanjangan, Penurunan Plafond, dan Perubahan Struktur Fasilitas Kredit No. OL.1650/2010/CM/CR-AO/TA tanggal 7 Juni 2010, PT Bank Sinarmas menyetujui penurunan fasilitas Demand Loan yang semula Rp 35.000.000.000 menjadi fasilitas Term Loan Rp 15.000.000.000 dengan jangka waktu sampai dengan 8 Juni 2013.

Fasilitas ini dijamin piutang atas pembiayaan pembelian kendaraan bermotor yang diikat secara fidusia. 30 September 2010 31 Desember 2009

(21)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Ganesha - Lanjutan

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar

Pada tanggal 6 Juni 2007, berdasarkan Akta No. 1 dari Julia Mensana, S.H., Bank Ganesha setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman Short Term Loan (STL) sampai jumlah setinggi-tingginya Rp 6.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 14,5%. Selanjutnya pada tanggal 16 Nopember 2007, menurut Akta No. 3 dari Julia Mensana, S.H., Bank Ganesha setuju untuk menambah jumlah plafon fasilitas sebesar Rp 4.000.000.000, sehingga menjadi sebesar Rp 10.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 14%.

Pada tanggal 16 November 2007, menurut Akta No. 3 dari Julia Mensana, S.H., PT Bank Ganesha setuju untuk menambah jumlah plafon fasilitas pinjaman Short Term Loan (STL) sebesar Rp 4.000.000.000. Sehingga jumlah plafon fasilitas sebesar Rp 10.000.000.000 dengan tingkat bunga 14%.

Pada tanggal 19 Agustus 2008, menurut Perubahan Perjanjian Kredit No. 192/PPK/KRD/KPO/2008, Bank Ganesha menurunkan jumlah plafon fasilitas pinjaman STL sebesar Rp 1.000.000.000, sehingga jumlah plafon fasilitas sebesar Rp 9.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 13%.

Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit, PT Bank Ganesha memberikan perpanjangan fasilitas kredit selama 12 (dua belas) bulan, sehingga dengan demikian jangka waktunya akan berakhir pada tanggal 29 Januari 2011 dengan suku bunga 14%.

Seluruh pinjaman dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan BPKB kendaraan yang dibiayai.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, melakukan penggabungan usaha/merger atau konsolidasi akuisisi atau dengan cara lain memperoleh perusahaan atau saham perseroan lain, menjual atau dengan cara lain mengalihkan barang yang menjadi jaminan berdasarkan perjanjian, melakukan pembayaran deviden kepada para pemegang saham sebelum kewajiban peminjam kepada bank dipenuhi atau dilunasi.

30 September 2010 31 Desember 2009 18,670,574,490

10,519,447,641 Pada tanggal 27 Agustus 2010, menurut Perubahan Perjanjian Kredit No. 0767/KCU-BM/VIII/10, Bank Ganesha menambah jumlah plafon fasilitas pinjaman STL sebesar Rp 8.500.000.000 sehingga jumlah plafon fasilitas sebesar Rp 17.500.000.000 dengan tingkat suku bunga 13%

Pada tanggal 11 April 2005, menurut Akta No. 1 dari Poppy Rhijandini, S.H., PT Bank Ganesha setuju untuk menambah plafon fasilitas pinjaman Fixed loan tersebut diatas sebesar Rp 1.800.000.000 dengan tingkat bunga 14%, sehingga jumlah maksimum fasilitas berubah menjadi Rp 6.800.000.000 per tahun dan pinjaman ini akan jatuh tempo 11 April 2008.

Pada tanggal 30 Juni 2005, berdasarkan Akta No. 8 dari Poppy Rhijandini, S.H., Bank Ganesha setuju untuk menambah plafon fasilitas pinjaman Fixed Loan tersebut diatas sebesar Rp 6.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 14%, sehingga jumlah maksimum fasilitas berubah menjadi Rp 12.800.000.000 per tahun dan pinjaman ini akan jatuh tempo 30 Juni 2008. Pinjaman tersebut telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2008.

(22)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Ina Perdana

Pinjaman ini telah dilunasi pada tahun 2008.

Pinjaman ini telah dilunasi tanggal 27 Juli 2010. PT BCA Finance

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar PT BPR Arta Kedaton

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar

Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 140/Akm/IV/08 tanggal 22 April 2008, PT BPR Arta Kedaton, setuju untuk memberikan fasilitas kredit berupa pinjaman modal kerja kepada Perusahaan sebesar Rp 3.000.000.000 dengan jangka waktu selama 3 tahun dan tingkat suku bunga sebesar 16% per tahun.

30 September 2010 31 Desember 2009 888,931,459

1,677,968,363 Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Perbankan Nomor : BIP/05/PSM/IX/07 tanggal 12 September 2007, yang telah disepakati oleh pihak perusahaan dengan PT Bank Ina Perdana atas perjanjian pemberian kredit oleh pihak PT Bank Ina Perdana berupa Fasilitas Kredit Demand Loan dengan jumlah plafon Rp 5.000.000.000, fasilitas ini terhitung sejak tanggal 12 September 2007 sampai dengan 12 September 2008 dengan bunga sebesar 14,50% efektif.

Jaminan fasilitas demand loan ini adalah cessie atas piutang/tagihan (dengan tanda bukti piutang/tagihan berupa BPKB kendaraan bermotor dengan nilai minimal sebesar 120% dari jumlah outstanding fasilitas kredit.

Perusahaan telah melakukan pembayaran pokok dan bunga atas seluruh hutang bank secara tepat waktu dan mematuhi pembatasan-pembatasan dari bank dengan gearing ratio maksimal 10 kali dan ketaatan Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006.

Selama tahun 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari BCA Finance jumlah keseluruhan fasilitas yang diterima adalah sebesar Rp 4.847.400.000. Fasilitas ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan Perusahaan. Tingkat suku bunga tahunan adalah 5,7% dan akan dibayar kembali dalam 48 bulan, yang jatuh tempo dalam berbagai tanggal selama tahun 2012.

Pada tanggal 30 April 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari BCA Finance. Jumlah keseluruhan fasilitas yang diterima adalah sebesar Rp 867.600.000. Fasilitas ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan Perusahaan. Tingkat suku bunga tahunan adalah 8% dan akan dibayar kembali dalam 36 bulan, yang jatuh tempo tanggal 30 Maret 2012.

Pada tanggal 24 Desember 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari BCA Finance. Jumlah keseluruhan fasilitas yang diterima adalah sebesar Rp 2.032.945.100. Fasilitas ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan Perusahaan. Tingkat suku bunga tahunan adalah 11,57% efektif p.a dan akan dibayar kembali dalam 36 bulan, yang jatuh tempo tanggal 24 November 2012.

30 September 2010 31 Desember 2009 3,012,121,769

(23)

10. PINJAMAN YANG DITERIMA - Lanjutan

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.

Saldo pinjaman yang diterima adalah sebesar

11. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Bunga bank Pemasaran Sewa ruangan Telepon dan faximili Tunjangan Hari Raya Audit Bunga obligasi Bunga subordinasi Lain-lain Jumlah 12. HUTANG LAIN-LAIN Pihak ketiga: Titipan konsumen Asuransi dan BPKB Dealer Angsuran konsumen Jumlah 13. HUTANG SEWA

Saldo hutang sewa adalah sebesar

14. HUTANG OBLIGASI

30 September 2010 31 Desember 2009 3,209,788,685

-Pada tanggal 6 Januari 2010, Perusahaan menerbitkan “Obligasi SMS Finance I Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap” melalui Bursa Efek Jakarta dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 121.000.000.000. Obligasi SMS Finance I ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu seri A sebesar Rp 85.000.000.000 untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari yang akan jatuh tempo pada tanggal 13 Januari 2011 dengan tingkat suku bunga 11,5% per tahun, seri B sebesar Rp 5.000.000.000 untuk jangka waktu 2 (dua) tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Januari 2012 dengan tingkat suku bunga 13,15% per tahun dan seri C sebesar Rp 31.000.000.000 untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Januari 2013 dengan tingkat suku bunga

67,692,165,545

37,972,285,642

PT Sinar Mitra Sepadan Finance telah melakukan perjanjian sewa dengan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia atas sewa 4 (dua) unit kendaraan dengan jangka waktu 08 Juni 2010 sampai 22 Juli 2013 dengan tingkat bunga 6% per tahun. 9,864,382,461 11,155,903,287 43,501,492,451 18,807,794,441 5,680,196,053 3,404,184,257 8,646,094,580 4,604,403,657 30,695,758 291,857,112 17,081,541,942 8,285,338,080 30 September 2010 31 Desember 2009 334,982,331 68,674,844 165,000,000 33,000,000 2,939,054,529 -1,081,097,794 -30 September 2010 31 Desember 2009 11,988,743,063 3,421,410,290 3,214,650,000 195,330,000 1,015,353,600 346,638,467 240,392,234 Pada tanggal 22 Juni 2010, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No.54 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk memberikan Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (Term Loan Facility) Revolving Basic, dengan jumlah pokok Rp 50.000.000.000. Jangka waktu 22 Juni 2010 sampai 22 Juni 2013.

30 September 2010 31 Desember 2009 36,404,537,589

(24)

-15. PINJAMAN SUBORDINASI

16. MODAL SAHAM

PT Padma Terang Sentosa F.X. Marcelius Charles Colondam Jumlah

17. PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN

Pihak ketiga

Perusahaan tidak memiliki pendapatan pembiayaan konsumen yang diperoleh dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Tidak ada pendapatan pembiayaan konsumen yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan kepada satu konsumen saja. 300 0.20% 300,000,000 150,000 100.00% 150,000,000,000 289,781,952,541 237,486,373,128 30 September 2010 31 Desember 2009 Berdasarkan akta No. 15 tanggal 29 April 2009 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan berjumlah 40.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 40.000.000.000 yang diambil dan disetor oleh PT Padma Terang Sentosa. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-07248.

Berdasarkan akta No. 20 tanggal 31 Oktober 2009 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari semula 100.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 100.000.000.000 menjadi 200.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 200.000.000.000 dan meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang semula 100.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 100.000.000.000 menjadi 150.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 150.000.000.000 yang seluruhnya diambil dan disetor oleh PT Padma Terang Sentosa. Atas perubahan modal ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-57680.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 25 November 2009.

Sehingga susunan pemegang saham pada tanggal 31 September 2010 dan 31 Desember 2009 adalah sebagai Jumlah Modal Disetor

149,700,000,000 Kepemilikan 99.80% Jumlah Saham 149,700 Nama Pemegang Saham

Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Subordinasi tanggal 30 Juni 2010, PT Multikem Suplindo memberikan pinjaman kepada PT Sinar Mitra Sepadan Finance sebesar Rp 50.000.000.000 terhitung mulai tanggal 30 Juni 2010 sampai tanggal 30 Juni 2015, bunga pinjaman sebesar 10% gross per tahun, dan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 10 setiap bulannya.

Berdasarkan akta No. 2 tanggal 8 Januari 2009 dari Umar Saili, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham Perusahaan menyetujui peningkatan modal dasar yang semula 40.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 40.000.000.000 menjadi 100.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 100.000.000.000 dan meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang semula 40.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 40.000.000.000 menjadi 60.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 60.000.000.000 yang seluruhnya diambil dan disetor oleh PT Padma Terang Sentosa. Atas perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-0723.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 11 Maret 2009.

(25)

18. PENDAPATAN ANJAK PIUTANG Pihak ketiga 19. PENDAPATAN ADMINISTRASI Administrasi Provisi Jumlah 20. PENDAPATAN DENDA Denda keterlambatan Pendapatan pinalti Jumlah 21. PENDAPATAN LAIN-LAIN Asuransi

Penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan Laba penjualan aset tetap

Lain-lain Jumlah 20,072,172,230 33,672,474,945 (15,972,044) 1,815,152 29,066,410,739 39,616,384,712 5,560,016,996 3,450,193,557 4,765,497,876 1,176,596,739 8,719,307,316 5,077,538,339 8,606,131,595 5,556,692,755 17,325,438,911 10,634,231,094 Perusahaan tidak memiliki pendapatan denda yang diperoleh dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Tidak ada pendapatan denda yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan kepada satu konsumen saja.

30 September 2010 31 Desember 2009 21,494,494,840 16,769,886,030 870,413,350 1,919,751,892 22,364,908,190 18,689,637,922 Perusahaan tidak memiliki pendapatan administrasi yang diperoleh dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Tidak ada pendapatan administrasi yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan kepada satu konsumen saja.

30 September 2010 31 Desember 2009 30 September 2010 31 Desember 2009

5,059,293,422 Perusahaan tidak memiliki pendapatan anjak piutang yang diperoleh dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Tidak ada pendapatan anjak piutang yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan kepada satu konsumen saja.

(26)

22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Gaji dan tunjangan Penyusutan dan amortisasi Sewa

Telepon dan faksimili Asuransi

Jasa profesional Transportasi Alat tulis kantor Kantor

Perijinan dan dokumen Pemeliharaan dan perbaikan Fotokopi dan cetakan Imbalan pasca kerja Listrik dan air

Pendidikan dan pelatihan Materai dan pos

Keamanan dan kebersihan Koran dan majalah Lain-lain

Jumlah

23. BEBAN KEUANGAN

Beban bunga Pinjaman yang diterima Beban bunga Obligasi

Beban bunga Obligasi konversi Beban bunga Subordinasi Beban bunga Sewa

Beban bunga Multikem Suplindo Beban provisi

Beban administrasi bank Jumlah

24. BEBAN PEMASARAN

Promosi dan iklan Perijinan dan dokumen Admin showroom

Representasi dan sumbangan Lain-lain Jumlah 136,165,049,030 147,447,488,702 16,134,873,828 40,677,086,845 2,312,721,035 4,273,744,927 969,558,846 2,525,923,910 567,931,640 1,804,840,566 30 September 2010 31 Desember 2009 10,595,798,577 22,281,819,192 1,688,863,730 9,790,758,250 1,685,880,899 -624,657,534 -7,117,827,237 3,638,385,131 1,189,104,059 724,307,785 30 September 2010 31 Desember 2009 114,503,873,615 133,905,226,776 10,968,725,001 9,179,569,010 74,980,685 -93,936,814,361 71,654,475,314 5,105,398,953 3,237,173,824 2,542,828,931 2,071,567,712 2,230,931,442 1,349,029,570 1,141,540,005 1,786,001,955 2,364,250,090 1,493,789,026 696,887,237 1,357,822,778 2,434,453,794 1,338,061,856 1,430,365,466 1,266,549,503 1,629,314,398 899,546,053 781,721,970 1,814,488,508 735,110,485 30 September 2010 31 Desember 2009 52,287,808,255 34,552,917,179 8,265,209,611 11,106,221,111 8,422,001,934 8,134,522,068 1,414,946,761 315,571,724 1,192,068,568 483,961,105 554,999,000 428,739,550 262,242,538 249,008,547 147,078,870 67,159,298

(27)

25. PERPAJAKAN

Hutang Pajak

Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 25 Pajak Penghasilan Pasal 26 Pajak Penghasilan Pasal 29 Jumlah

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA

PT Bank Mutiara, Tbk. (dahulu PT Bank Century, Tbk.)

Berdasarkan Persetujuan Tambahan Fasilitas Kredit Kerjasama – Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKS-KKB) No. 078/Mutiara/Cab.JTM/VI/10 tanggal 25 Juni 2010, PT Bank Mutiara, Tbk setuju untuk menambah plafon semula Rp 580.000.000.000 menjadi Rp 630.000.000.000 yang bersifat non revolving.

6,101,663,045

5,025,402,731

Berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 28 Mei 2009 dari Ina Susiani Dengah, S.H., MKn, PT Bank Century, Tbk. menyetujui pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 15.000.000.000 dalam bentuk kredit kendaraan bermotor yang bersifat non revolving. Fasilitas ini dijamin dengan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. Berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Kredit Kendaraan Bermotor (PKKB) No. 12 tanggal 24 Juli 2009, PT Bank Century, Tbk. setuju untuk memberikan tambahan fasilitas kepada Perusahaan sebesar Rp 35.000.000.000 sehingga menjadi Rp 50.000.000.000.

Berdasarkan Akta Perjanjian Kerjasama dalam Rangka Pemberian Kredit Kendaraan Bermotor (PKKB) No. 13 tanggal 26 Agustus 2009, PT Bank Century, Tbk. setuju untuk memberikan tambahan fasilitas kepada Perusahaan sebesar Rp 100.000.000.000 sehingga menjadi Rp 150.000.000.000.

Berdasarkan Surat Persetujuan Tambahan Fasilitas Kredit Kerjasama-Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKS-KKB) No. 016/Mutiara/Cab.JTMG/XII/09 tanggal 9 Desember 2009, PT Bank Mutiara, Tbk. memberikan tambahan fasilitas yang semula Rp 150.000.000.000 menjadi Rp 250.000.000.000. Tingkat suku bunga untuk mobil sebesar 15,5% dan motor sebesar 18%.

Pada tanggal 10 Pebruari 2010, berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Kredit Kendaraan Bermotor No.10, PT Bank Mutiara, Tbk setuju untuk memberikan tambahan plafon Perjanjian Kerjasama sebesar Rp 80.000.000.000 dengan limit kerjasama bersifat non revolving.

Pada tanggal 11 Maret 2010, berdasarkan Surat Persetujuan Tambahan Fasilitas Kredit Kerjasama-Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKS-KKB) No.036/Mutiara/Cab.JTM/III/10, PT Bank Mutiara, Tbk setuju untuk memberikan tambahan plafon pembiayaan yang semula Rp 330.000.000.000 menjadi Rp 580.000.000.000 yang bersifat non revolving.

Berdasarkan Persetujuan Tambahan Fasilitas Kredit Kerjasama – Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKS-KKB) No. 097/Mutiara/Cab.JTM/VIII/10 tanggal 13 Agustus 2010, PT Bank Mutiara, Tbk setuju untuk menambah plafon semula Rp 630.000.000.000 menjadi Rp 730.000.000.000 yang bersifat non revolving.

321,345,367 294,232,755 148,307,706 28,725,219 385,983,780 63,235,967 185,575,582 5,167,439,259 3,872,973,757 30 September 2010 31 Desember 2009 78,586,933 580,659,451

(28)

26. PERJANJIAN-PERJANJIAN KERJASAMA - Lanjutan

PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.

Pada tanggal 13 Nopember 2007, berdasarkan Akta No. 13 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan keempat atas perjanjian jual beli piutang bersifat non revolving, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 20.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 80.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 100.000.000.000 dengan tingkat suku bunga yang berlaku 13,25% per tahun.

Pada tanggal 25 Agustus 2005, berdasarkan Akta No. 18 dan 20 dari Olvia Afiaty, S.H., Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Bank ICB Bumiputera, Tbk. (BP) dengan jumlah maksimum fasilitas pembiayaan sejumlah Rp 5.000.000.000 dalam bentuk pembiayaan bersama bersifat non revolving dan Rp 5.000.000.000 dalam bentuk pengalihan piutang bersifat non revolving. Tingkat suku bunga yang berlaku 15% per tahun. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 25 Agustus 2006 dan masing-masing dijamin dengan piutang pembiayaan dan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. (catatan 4)

Pada tanggal 23 September 2005, berdasarkan Akta No. 14 dan 15 dari Olvia Afiaty, S.H., dilakukan perubahan pertama atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan BP, baik dalam bentuk pembiayaan konsumen maupun pengalihan piutang. Dalam perjanjian ini BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan masing-masing sebesar Rp 10.000.000.000 dan Rp 30.000.000.000, sehingga jumlah plafon pembiayaan bersama menjadi Rp 15.000.000.000 dan Rp 35.000.000.000.

Pada tanggal 26 Januari 2006, berdasarkan Akta No. 6 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan kedua atas perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 10.000.000.000 dari jumlah plafon pembiayaan bersama yang semula Rp 15.000.000.000, sehingga jumlah plafon pembiayaan bersama menjadi Rp 25.000.000.000.

Pada tanggal 31 Agustus 2006, berdasarkan Akta No. 17 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan kedua atas perjanjian jual beli piutang, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 15.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 35.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 50.000.000.000.

Pada tanggal 28 September 2006, berdasarkan Akta No. 19 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perjanjian jual beli piutang, BP setuju untuk mengambil alih piutang Perusahaan dengan plafon Rp 20.000.000.000 yang bersifat revolving.

Pada tanggal 29 Januari 2007, berdasarkan Akta No. 11 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan pertama perjanjian jual beli, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 25.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 20.000.000.000 bersifat revolving, sehingga jumlah plafon menjadi Rp 45.000.000.000. Tingkat suku bunga yang berlaku 16% per tahun.

Pada tanggal 30 Mei 2007, berdasarkan Akta No. 32 dari Olvia Afiaty, S.H., dalam rangka perubahan ketiga atas perjanjian jual beli piutang bersifat non revolving, BP setuju untuk menambah jumlah plafon pembiayaan sebesar Rp 30.000.000.000 dari jumlah plafon pengalihan piutang yang semula Rp 50.000.000.000, sehingga jumlah plafon pengalihan piutang menjadi Rp 80.000.000.000. Tingkat suku bunga yang berlaku 13,25% per tahun.

Referensi

Dokumen terkait

Kepala sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidik lainnya, pendayagunaan serta pemeliharaan

Indikator pada standar berpikir kritis yang dipenuhi hanya satu dari tiga indikator pada standar clarity yaitu menuliskan hal yang ditanya pada soal dan indikator yang

Dalam kaitan dengan keterampilan, identifikasi terhadap upaya yang telah dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki kebijakan

Segala puji bagi Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang yang senantiasa telah menganugerahkan rahmat, dan hidayah-Nya kepada penulis dalam rangka menyelesaikan karya

variabel-variabel apa yang dibutuhkan mahasiswa di dalam pendekatan pembelajaran.Metode pembelajaran individu yang berhasil adalah cara yang sangat berpengaruh untuk

 Kesimpulan keempat, terkait dengan uji karakter kandidat, survei ini menunjukkan bawah pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada 7

Berdasarkan hasil survey pada Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) kota Bengkulu, tanggal 08 oktober 2017 terhadap 10 orang lansia ditemukan 4

Dalam proses pelelangan di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan pihak antara penjual (nelayan) dan pembeli (bakul) sama-sama hadir dalam satu majelis/tempat