1 1
2
Survei perilaku memilih terhadap pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi sangat krusial karena pemilih adalah basis legitimasi kepemimpinan kepala daerah selama lima tahun. Alasannya, survei mempunyai efek resiprokal alias timbal balik baik bagi kandidat kepala daerah yang memerlukan referensi empirik-akademik untuk memantaskan diri maupun bagi pemilih yang memerlukan penyalur kepentingan.
Ada tiga hal yang menjelaskan hal ini. Pertama, pergerakan suara terhadap kandidat kepala daerah adalah kontrol politik bagi elit untuk melahirkan pemimpin dari publik. Kedua, kepuasan publik (job approval rating) terhadap inkamben menjelaskan perlu tidaknya peralihan kepemimpinan di daerah, dan lebih penting, perlu tidaknya reformasi kebijakan pada bidang-bidang kinerja pemerintanan. Ketiga, terpilih-tidaknya kandidat kadang tidak hanya dijelaskan oleh baik-buruknya platform program kerja muapun personalitas kandidat, tetapi bisa sangat bergantung pada variable-variable sosiologis seperti agama dan kedaerahan, faktor-faktor psikologis seperti personal appeal dari kandidat, maupun memang pilihan-pilihan rasional-ekonomis dari pemilih.
Akhirnya, hasil survei menjadi penting untuk dibaca oleh stakeholder pemilu seperti kandidat, elit partai, penyelenggara pemilu dan pemilih itu sendiri. Survei akan sangat bermanfaat bagi kandidat calon kepala daerah untuk memantaskan diri di depan ‘calon’ warganya. Elit partai juga sangat bergantung pada sejauh mana kandidat kepala daerah mempunyai potensi menang.
Sedangkan penyelenggara pemilu perlu memahami sejauh mana potensi partisipasi pemilih dapat dimaksimalkan. Terakhir, hasil survei mampu mengakomodasi/menyuarakan suara publik-pemilih ke kandidat dan elit politik baik terkait dengan pilihan-pilihan politik mereka maupun tuntutan-tuntutan kebijakan/isu yang diinginkan.
Mengukur Popularitas dan Akseptabilitas Calon Gubernur & Calon Wakil Gubernur Jatim 2018 Mengukur Elektabilitas Calon Gubernur Jatim 2018
Mengukur Elektabilitas Calon Wakil Gubernur Jatim 2018
Mengukur Elektabilitas Pasangan Calon Gubernur – Calon Wakil Gubernur Jatim 2018 Mengukur Peta Dukungan Pasangan Calon Gubernur – Calon Wakil Gubernur Berbasis
Geografis Sub-kultur, Demografi Pemilih, Partai , dan Pendukung Capres 2019
Menguji Karakter Personal Pasangan Calon Gubernur & Calon Wakil Gubernur Jatim 2018 Mengukur Preferensi dan Karakteristik Pemilih
Mengukur Potensi Partisipasi dan Kemantapan Pilihan
6
Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Timur yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/POLRI.
Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8 % pada tingkat kepercayaan 95%.
Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan.
Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.
Pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) dilaksanakan pada 6 – 11 Maret 2018.
Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir.
7
Stratifikasi: Populasi pemilih dikelompokkan berdasarkan kabupaten/kota. Selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing strata (kabupaten/kota).
Tahap 1: Primary Sampling Unit (PSU) pada survei ini adalah tingkat desa/kelurahan secara proporsional di seluruh kabupaten/kota yang dipilih secara acak. Jumlah responden pada masing-masing PSU adalah 10 responden.
Tahap 2: Dari masing-masing desa/kelurahan terpilih, didaftarkan populasi RT yang ada, untuk dipilih 5 RT secara acak (5 RT dari setiap desa/kelurahan terpilih).
Tahap 3: Dari masing-masing RT terpilih, populasi KK yang ada didaftarkan untuk dipilih 10 KK secara acak (2 KK dari setiap RT terpilih).
Tahap 4: Di masing-masing KK terpilih, didaftarkan seluruh anggota KK yang punya hak pilih. Pada KK terpilih dengan nomor kuesioner ganjil, ditulis daftar anggota KK laki-laki yang memiliki hak pilih. Dan pada KK terpilih dengan nomor kuesioner genap, ditulis daftar anggota KK perempuan yang memiliki hak pilih. Selanjutnya di tiap KK terpilih, dipilih 1 anggota KK (ultimate sampling unit) secara acak menggunakan sistem kishgrid untuk kemudian diwawancarai sebagai responden.
8
Populasi pemilih Provinsi Jawa Timur dikelompokkan menurut Kabupaten/ Kota (stratifikasi).
Desa/kelurahan di setiap Kabupaten/ Kota dipilih secara acak dan proporsional.
Di masing-masing desa/kelurahan terpilih, dipilih RT secara acak.
Di masing-masing RT terpilih, dipilih KK secara acak.
Di KK terpilih dipilih secara acak satu orang yang punya hak pilih laki-laki (kuesioner ganjil) / perempuan (kuesioner genap).
F L O W C H A R T P E N A R I K A N S A M P E L
2
1
2
3
n
Kabupaten/Kota1
2
1
2
3
4
5
L
P
KK RT Responden PROVINSI1
n
Desa/Kelurahan9
Quality control terhadap hasil survei dilakukan melalui cara-cara berikut: 1) Spotcheck Lapangan:
Sebanyak 25 persen dari total sampel didatangi dan diwawancarai kembali untuk memastikan kebenaran data.
2) Callback:
Seluruh responden (100 persen) dikontak kembali lewat telepon guna keperluan konfirmasi dan verifikasi.
3) Double Entry:
Input data dilakukan dua kali: (a) input data melalui web aplikasi secara langsung oleh surveyor ketika usai melakukan wawancara dengan responden, (b) input data kuesioner hasil wawancara melalui desktop oleh tim input data yang sudah terlatih.
4) Proses Input Data:
Quality control juga dilakukan terhadap proses input data, sebanyak 25 persen dicek secara acak input data ke dokumen hasil wawancara. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
10
PERBANDINGAN PROFIL DEMOGRAFI DAN WILAYAH SAMPEL
11
KATEGORI POPULASI SAMPEL KATEGORI POPULASI SAMPEL KATEGORI POPULASI SAMPEL
Gender Wilayah Wilayah
Laki – laki 49.4 50.0 Kediri 3.9 3.3 Mojokerto 2.6 2.5
Perempuan 50.6 50.0 Kota Batu 0.5 0.8 Nganjuk 2.8 2.5
Agama Kota Blitar 0.4 0.8 Ngawi 2.4 2.5
Islam 96.3 96.5 Kota Kediri 0.7 0.8 Pacitan 1.5 1.7
Protestan/Katolik 2.3 2.6 Kota Madiun 0.5 0.8 Pamekasan 2.2 2.5
Lainnya 1.4 0.9 Kota Malang 2.0 1.7 Pasuruan 3.8 3.3
Wilayah Kota Mojokerto 0.3 0.8 Ponorogo 2.5 2.5
Bangkalan 3.1 3.3 Kota Pasuruan 0.5 0.8 Probolinggo 2.8 2.5
Banyuwangi 4.2 4.3 Kota Probolinggo 0.5 0.8 Sampang 2.6 2.5
Blitar 3.1 3.3 Kota Surabaya 6.6 6.7 Sidoarjo 4.4 4.3
Bojonegoro 3.4 3.3 Lamongan 3.5 3.3 Situbondo 1.6 1.7
Bondowoso 1.9 1.7 Lumajang 2.7 2.5 Sumenep 2.9 2.5
Gresik 3.0 3.3 Madiun 1.9 1.7 Trenggalek 1.9 1.7
Jember 6.1 5.8 Magetan 1.8 1.7 Tuban 3.0 3.3
13
POPULARITAS DAN AKSEPTABILITAS
POPULARITAS KANDIDAT
Kedikenalan Pemilih Terhadap Cagub & Cawagub
14
Apakah Bapak/ Ibu/ Saudara mengenal nama-nama di bawah ini?
85.3% 82.7%
44.5% 41.5% 10.6% 11.7%
44.0% 45.6%
4.1% 5.6% 11.5% 12.9%
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Emil Elistianto Dardak Puti Guntur Soekarno Kenal Tidak Kenal TT/TJ
Secara popularitas, Khofifah Indra Parawansa (85.3%) adalah kandidat terpopuler pada saat wawancara (pengambilan data dilakukan), disusul kemudian oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (82.7%). Dengan pelaksanaan Pilkada Jatim yang masih 3 bulan lagi, potensi peningkatkan popularitas kandidat masih cukup terbuka.
AKSEPTABILITAS KANDIDAT
Kesukaan Pemilih Terhadap Cagub & Cawagub
15
Apakah Bapak/ Ibu/ Saudara menyukai nama-nama di bawah ini?
76.3% 74.6% 44.9% 41.0% 6.3% 6.7% 15.2% 17.0% 17.4% 18.7% 39.9% 42.0%
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Emil Elistianto Dardak Puti Guntur Soekarno Suka Tidak Suka TT/TJ
Secara tingkat kesukaan, Khofifah Indra Parawansa (76.3%) adalah kandidat paling disukai pada saat wawancara (pengambilan data dilakukan), disusul kemudian oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (74.6%). Karena pelaksanaan Pilkada Jatim yang masih 3 bulan lagi, angka akseptabilitas kandidat masih bisa berubah.
16
TOP OF MIND
Kandidat Gubernur yang Dipilih Secara Spontan (Pertanyaan Terbuka)
17
Seandainya Pilkada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/ Ibu/ Saudara pilih sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur?
36.0%
31.3%
2.1%
30.6%
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Lainnya Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0%
Dalam pertanyaan terbuka (jawaban spontan) terhadap calon Gubernur tunggal (tidak berpasangan), Khofifah Indar Parawansa (36.0%) lebih terekam kuat dalam ingatan publik, dan lebih unggul dibandingkan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (31.3%). Namun dengan undecided voters (30.6%), elektabilitas masih dinamis.
TREND
TOP OF MIND
Kandidat Gubernur yang Dipilih Secara Spontan (Pertanyaan Terbuka)
18Seandainya Pilkada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/ Ibu/ Saudara pilih sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur?
27.6% 36.0% 34.9% 31.3% 20.0% 22.0% 24.0% 26.0% 28.0% 30.0% 32.0% 34.0% 36.0% 38.0% 40.0% (Januari 2018) (Maret 2018)
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Trend Top of mind dari dua kandidat Calon Gubernur (tunggal) yang dipilih secara spontan, Khofifah Indar Parawansa
mengalami peningkatan bila dibanding survei sebelumnya (naik 8.4 poin). Sementara itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
ELEKTABILITAS KANDIDAT
Simulasi Elektabilitas 2 Nama Kandidat Gubernur (Tanpa Berpasangan)
19
Jika kandidat dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur sebagaimana di bawah ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Gubernur?
42.6%
39.6%
17.8%
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0% 45.0%
Dalam simulasi elektabilitas terhadap calon Gubernur tunggal (tanpa berpasangan), Khofifah Indar Parawansa (42.6%) sedikit lebih tinggi (di luar margin 2.8%) dibandingkan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (39.6%).
TREND ELEKTABILITAS KANDIDAT
Simulasi Elektabilitas 2 Nama Kandidat Gubernur
20
Jika kandidat dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur sebagaimana di bawah ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Gubernur? 37.1% 42.6% 43.3% 39.6% 30.0% 32.0% 34.0% 36.0% 38.0% 40.0% 42.0% 44.0% 46.0% 48.0% 50.0% (Januari 2018) (Maret 2018)
Khofifah Indar Parawansa Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Terkait dengan trend elektabilitas calon Gubernur dalam simulasi tanpa berpasangan, maka Khofifah Indar Parawansa mengalami kenaikan (naik 5.5 poin), sedangkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengalami trend penurunan
21
TOP OF MIND
Kandidat Calon Wakil Gubernur yang Dipilih Secara Spontan (Pertanyaan Terbuka)
22Seandainya Pilkada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/ Ibu/ Saudara pilih sebagai Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur?
27.6%
21.3%
13.8%
37.3%
Emil Elistianto Dardak Puti Guntur Soekarno Lainnya Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0%
Dalam pertanyaan terbuka (jawaban spontan) terhadap calon Wakil Gubernur tunggal (tidak berpasangan), Emil Elistianto Dardak (27.6%) terekam lebih kuat dalam ingatan publik, dengan elektabilitas lebih unggul dibandingkan
ELEKTABILITAS KANDIDAT
Simulasi Elektabilitas 2 Nama Kandidat Calon Wakil Gubernur (Tanpa Berpasangan)
23Jika kandidat dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur sebagaimana di bawah ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai wakil Gubernur?
35.2%
27.7%
37.1%
Emil Elistianto Dardak Puti Guntur Soekarno Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0%
Dalam simulasi elektabilitas terhadap calon Wakil Gubernur (tanpa berpasangan), Emil Elistianto Dardak (35.2%)
lebih unggul dibandingkan dengan Puti Guntur Soekarno (27.7%). Namun dengan undecided voters (37.1%), pergerakan angka elektabilitas masih bisa berubah.
24
ELEKTABILITAS PASANGAN
TOP OF MIND
Pasangan Kandidat Cagub – Cawagub yang Dipilih Secara Spontan (Pertanyaan Terbuka)
25Seandainya Pilkada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/ Ibu/ Saudara pilih sebagai Cagub – Cawagub Provinsi Jawa Timur?
27.6%
21.3%
13.8%
37.3%
Khofifah Indar Parawansa -Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -Puti Guntur Soekarno
Lainnya Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0%
Dalam pertanyaan terbuka (jawaban spontan) terhadap pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, tingkat keterpilihan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (27.6%) lebih tinggi dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (21.3%). Namun dengan undecided voters (37.3%), potensi naik/turunnya elektabilitas masih ada.
ELEKTABILITAS PASANGAN KANDIDAT
Simulasi 2 Pasangan Gubernur – Wakil Gubernur (Simulasi Kertas Suara)
26
[SURVEYOR MENUNJUKAN SIMULASI KERTAS SURAT SUARA, NAMA KANDIDAT TIDAK DIBACAKAN]
Jika Bapak/Ibu/Saudara saat ini datang ke TPS dan berada di dalam bilik suara, siapakah pasangan kandidat yang akan dipilih?
42.4%
35.8%
21.8%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno
Tidak tahu/tidak jawab
0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0% 45.0%
Dalam simulasi elektabilitas terhadap calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur menggunakan kertas suara,
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak (42.4%) lebih unggul dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (35.8%). Kedua pasangan calon ini memiliki gap elektabilitas sebesar 6.6%.
TREND ELEKTABILITAS PASANGAN KANDIDAT
Simulasi 2 Pasangan Gubernur – Wakil Gubernur (Simulasi Kertas Suara)
27
[SURVEYOR MENUNJUKAN SIMULASI KERTAS SURAT SUARA, NAMA KANDIDAT TIDAK DIBACAKAN]
Jika Bapak/Ibu/Saudara saat ini datang ke TPS dan berada di dalam bilik suara, siapakah pasangan kandidat yang akan dipilih? 38.5% 42.4% 39.9% 35.8% 30.0% 32.0% 34.0% 36.0% 38.0% 40.0% 42.0% 44.0% 46.0% 48.0% 50.0% (Januari 2018) (Maret 2018)
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno
Trend elektabilitas calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dalam simulasi menggunakan kertas suara, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (naik 3.9 poin). Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (turun 4.1 poin).
TEMUAN POPULARITAS, AKSEPTABILITAS, DAN
ELEKTABILITAS CAGUB – CAWAGUB
Survei ini menunjukkan bahwa secara popularitas, Khofifah Indar Parawansa (85.3%) adalah kandidat terpopuler, disusul Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (82.7%) pada saat wawancara (pengambilan data dilakukan). Secara akseptabilitas, Khofifah Indar Parawansa (76.3%) adalah kandidat yang paling disukai masyarakat pada saat wawancara (pengambilan data dilakukan), disusul SaAifullah Yusuf (Gus Ipul)(74.6%).
Survei ini menemukan bahwa dalam pertanyaan kandidat Gubernur tunggal (tidak berpasangan), Khofifah Indar Parawansa (42.6%) lebih unggul dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (39.6%). Trend elektabilitas kandidat dalam 2 (dua) periode terakhir survei menunjukan Khofifah Indar Parawansa naik 5.5 poin dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turun 3.7 poin. Adapun dalam elektabilitas kandidat tunggal Wakil Gubernur, elektabilitas Emil Elistianto Dardak (35.2%), lebih unggul dari Puti Guntur Soekarno (27.7%).
Terkait simulasi berpasangan kandidat Gubernur - Wakil Gubernur menggunakan kertas suara, elektabilitas Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (42.4%) unggul dari pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (35.8%), dengan undecided voters (21.8%). Adapun trend elektabilitas kandidat dalam 2 (dua) periode terakhir survei (menggunakan kertas suara) menunjukan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak naik 3.9 poin, sedangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno turun 4.1 poin.
29
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
BERBASIS GEOGRAFIS (SUB-KULTUR), DEMOGRAFI
PEMILIH, PARTAI POLITIK & CAPRES 2019
Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%, akibat terbaginya sampel yang semakin kecil dalam setiap kategori.
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Geografis (Sub-Kultur)
30
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Regional Arek 30.1% 46.6% 32.9% 20.5% Madura 10.8% 47.2% 33.1% 19.7% Mataraman 25.8% 41.8% 29.6% 28.6% Mataraman Pesisir 10.0% 47.9% 19.3% 32.8% Tapal Kuda 23.3% 33.2% 54.5% 12.3% 46.6% 47.2% 41.8% 47.9% 33.2% 32.9% 33.1% 29.6% 19.3% 54.5% 20.5% 19.7% 28.6% 32.8% 12.3%
Arek Madura Mataraman Mataraman Pesisir Tapal Kuda
0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Secara Geografis (Sub-Kultural), Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul signifikan di 4 (empat) wilayah, yakni: Arek
(46.6%), Madura (47.2%), Mataraman (41.8%), dan Mataraman Pesisir (47.9%). Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno unggul di wilayah Tapal Kuda (54.5%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%.
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Gender
32
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
- Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Gender Laki-laki 50.0% 34.1% 42.1% 23.8% Perempuan 50.0% 50.9% 29.3% 19.8% 34.1% 50.9% 42.10% 29.30% 23.80% 19.80% Laki-laki Perempuan 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Secara Gender, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (50.9%) unggul signifikan di kalangan pemilih perempuan. Sementara,
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (42.1%) lebih dominan di kalangan pemilih laki-laki. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Usia
33
Pilihan Sebaran Cluster
Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Usia
17 - 20 Tahun (Pemula) 3.1% 55.9% 35.3% 8.8%
21 - 25 Tahun (Muda) 7.8% 47.1% 28.7% 24.2%
26 - 35 Tahun (Dewasa Awal) 17.9% 41.9% 38.9% 19.2%
36 - 45 Tahun (Dewasa) 25.2% 45.4% 35.2% 19.4%
46 - 55 Tahun (Dewasa Akhir) 26.6% 40.3% 39.7% 20.0%
56 - 65 Tahun (Lansia) 12.5% 40.4% 29.8% 29.8% >= 65 Tahun (Manula) 6.2% 32.4% 35.3% 32.3% Tidak Jawab 0.7% 37.5% 25.0% 37.5% 37.5% 32.4% 40.4% 40.3% 45.4% 41.9% 47.1% 55.9% 25.0% 35.3% 29.8% 39.7% 35.2% 38.9% 28.7% 35.3% 37.5% 32.3% 29.8% 20.0% 19.4% 19.2% 24.2% 8.8% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Tidak Jawab >= 65 Tahun (Manula) 56 - 65 Tahun (Lansia) 46 - 55 Tahun (Dewasa Akhir) 36 - 45 Tahun (Dewasa) 26 - 35 Tahun (Dewasa Awal) 21 - 25 Tahun (Muda) 17 - 20 Tahun (Pemula)
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Tidak Jawab
Secara Usia, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul hampir disemua tingkatan usia pemilih dengan interval perolehan
elektabilitas (40%-55%). Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (35.3%) unggul tipis dikalangan pemilih dengan usia
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Kelompok Generasi
34
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Kelompok Generasi
Generasi Z (17-20 Tahun) 3.1% 55.9% 35.3% 8.8%
Generasi Y (21-35 Tahun) 25.7% 43.4% 35.9% 20.7%
Generasi X (36-55 Tahun) 51.8% 42.8% 37.5% 19.7%
Generasi Baby Boomer (> 55 Tahun) 18.7% 37.8% 31.6% 30.6%
Tidak Jawab 0.7% 37.5% 25.0% 37.5% 37.5% 37.8% 42.8% 43.4% 55.9% 25.0% 31.6% 37.5% 35.9% 35.3% 37.5% 30.6% 19.7% 20.7% 8.8% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Tidak Jawab Generasi Baby Boomer (> 55 Tahun) Generasi X (36-55 Tahun) Generasi Y (21-35 Tahun) Generasi Z (17-20 Tahun)
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Tidak Jawab
Secara Kelompok Generasi, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul signifikan di semua ketegori kelompok generasi
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Suku
35
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Suku Jawa 76.4% 43.1% 34.9% 22.0% Madura 16.6% 43.5% 37.8% 18.7% Lainnya 3.7% 30.2% 53.5% 16.3% Tidak Jawab 3.3% 26.3% 36.8% 36.9% 43.1% 43.5% 30.2% 26.3% 34.9% 37.8% 53.5% 36.8% 22.0% 18.7% 16.3% 36.9%
Jawa Madura Lainnya Tidak Jawab
0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Tidak Jawab
Secara Kelompok Suku, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti
Guntur Soekarno di kalangan pemilih suku Jawa (43.1%) dan Madura (43.5%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pendidikan
36
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Pendidikan <= SD 9.1% 39.3% 32.7% 28.0% SD 29.1% 40.2% 37.3% 22.5% SMP 22.6% 44.2% 35.1% 20.7% SMA 31.3% 44.4% 34.7% 20.9% Diploma 1.3% 43.8% 18.8% 37.4% >= S-1 6.0% 38.0% 45.1% 16.9% Tidak jawab 0.6% 66.7% 33.3% 39.3% 40.2% 44.2% 44.4% 43.8% 38.0% 66.7% 32.70% 37.30% 35.10% 34.70% 18.80% 45.10% 33.30% 28.00% 22.50% 20.70% 20.90% 37.40% 16.90% 0.00%
<= SD SD SMP SMA Diploma >= S-1 Tidak jawab
0.0% 20.0% 40.0% 60.0% 80.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Tidak Jawab
Berdasarkan latar belakang Pendidikan pemilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul dibandingkan Saifullah Yusuf
(Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno di hampir semua jenjang pendidikan pemilih. Kecuali di kalangan pemilih dengan latar belakang pendidikan >=S-1, pasangan calon Gus Ipul – Puti Guntur lebih unggul dari Khofifah- Emil. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pekerjaan
37
Berdasarkan latar belakang pekerjaan pemilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul dibandingkan Saifullah Yusuf
(Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno di 4 (empat) kategori pekerjaan pemilih (lihat grafik). Sementara itu, kedua pasangan berbagi suara di
kelompok pemilih buruh/nelayan/petani,, meski pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak sedikit unggul. Margin of
Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Pekerjaan Buruh, Nelayan, Petani, Sedang
mencari pekerjaan/menganggur 37.5% 38.0% 37.3% 24.7%
Pengajar, Pedagang kecil, PNS,
Karyawan swasta, Pejabat, Pengusaha, Profesional, Wiraswasta kecil.
34.6% 42.2% 39.3% 18.5%
Ibu rumah tangga 21.4% 49.8% 27.8% 22.4%
Pelajar/Mahasiswa 2.4% 53.6% 42.9% 3.5% Lainnya 4.1% 38.3% 29.8% 31.9% 38.30% 53.60% 49.80% 42.20% 38.00% 29.80% 42.90% 27.80% 39.30% 37.30% 31.90% 3.50% 22.40% 18.50% 24.70% 0% 100% Lainnya Pelajar/Mahasiswa Ibu rumah tangga Pengajar, Pedagang kecil, PNS, Karyawan swasta, Pejabat, Pengusaha,…
Buruh, Nelayan, Petani, Sedang mencari pekerjaan/menganggur
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Penghasilan
38
Pilihan Sebaran Cluster
Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Penghasilan <= Rp 250.000 10.1% 46.6% 32.8% 20.6% Rp 250.001 - Rp 500.000 10.0% 37.9% 39.7% 22.4% Rp 500.001 – Rp 1.000.000 17.5% 45.3% 34.5% 20.2% Rp 1.000.001 – Rp 2.000.000 21.0% 45.5% 37.8% 16.7% Rp 2.000.001 – Rp 5.000.000 16.6% 40.7% 44.8% 14.5% Rp 5.000.001 – Rp 10.000.000 0.9% 54.5% 27.3% 18.2% >= Rp 10.000.000 0.2% 50.0% 50.0% Tidak Jawab 23.7% 37.1% 29.0% 33.9% 37.1% 50.0% 54.5% 40.7% 45.5% 45.3% 37.9% 46.6% 29.0% 50.0% 27.3% 44.8% 37.8% 34.5% 39.7% 32.8% 33.9% 18.2% 14.5% 16.7% 20.2% 22.4% 20.6% 0% 100% Tidak Jawab >= Rp 10.000.000 Rp 5.000.001 – Rp 10.000.000 Rp 2.000.001 – Rp 5.000.000 Rp 1.000.001 – Rp 2.000.000 Rp 500.001 – Rp 1.000.000 Rp 250.001 - Rp 500.000 <= Rp 250.000
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan tingkat penghasilan pemilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus
Ipul) – Puti Guntur Soekarno pada 4 (empat) kategori penghasilan pemilih. Sementara itu, kedua pasangan berbagi suara di kelompok
penghasilan (Rp 250.001 – Rp 500.000). Adapun Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno unggul di 1 (satu) kategori
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Agama
39
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
- Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Agama Islam 96.5% 43.1% 35.0% 21.9% Protestan/Katolik 2.6% 23.3% 56.7% 20.0% Lainnya 0.9% 36.4% 45.5% 18.1% 43.1% 23.3% 36.4% 35.0% 56.7% 45.5% 21.9% 20.0% 18.1%
Islam Protestan/Katolik Lainnya
0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Tidak Jawab
Berdasarkan latar belakang agama pemilih, pemilih yang beragama Islam (96.5%) cenderung dominan memilih Khofifah Indar Parawansa
– Emil Elistianto Dardak (43.1%), dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (35.0%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Kedekatan dengan Nahdatul Ulama (NU)
40
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Kedekatan dengan Nahdatul Ulama (NU)
Tidak 24.2% 41.5% 39.8% 18.7% Ya 54.9% 45.3% 37.7% 17.0% Tidak Jawab 20.9% 35.7% 25.6% 38.7% Tidak 24.2% Ya 54.9% Tidak Jawab 20.9% 17.0% 37.7%
45.3% Khofifah Indar Parawansa
-Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Data ini menunjukan pemilih yang merasa dekat dengan Nahdatul Ulama (NU) lebih banyak memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa
– Emil Elistianto Dardak (45.3%), dibandingkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (37.7%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pilihan Parpol
41 31.3% 34.7% 50.5% 52.2% 62.5% 64.7% 65.3% 78.0% 83.3% 37.5% 57.3% 42.0% 44.9% 25.0% 23.5% 18.4% 14.6% 100.0% 16.7% 31.2% 8.0% 7.5% 2.9% 12.5% 11.8% 16.3% 7.4% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Partai Hanura PKS PAN PDI - P PKB Partai Gerindra PPP Partai Nasdem Partai Golkar Partai Demokrat
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan pilihan parpol, data ini menunjukan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul di enam basis pemilih
partai politik, yakni Demokrat, Golkar, PPP, Nasdem, PKB, dan Gerindra. Sementara itu, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur
Soekarno unggul di tiga basis pemilih partai politik, yakni PAN, PDI-P, PKS. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pilihan Parpol Pendukung Kandidat
42
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Pilihan Partai Politik
Berdasarkan Partai Pendukung Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak
Partai Demokrat 3.4% 78.0% 14.6% 7.4% Partai Golkar 4.2% 65.3% 18.4% 16.3% PAN 1.3% 31.3% 37.5% 31.2% PPP 2.0% 62.5% 25.0% 12.5% Partai Nasdem 2.9% 64.7% 23.5% 11.8% Partai Hanura 0.1% 100.0%
Berdasarkan Partai Pendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno
PDI - P 17.0% 34.7% 57.3% 8.0% PKB 24.7% 50.5% 42.0% 7.5% Partai Gerindra 5.9% 52.2% 44.9% 2.9% PKS 0.5% 83.3% 16.7 Lainnya 2.8% 40.6% 50.0% 9.4% Tidak Jawab 35.2% 30.9% 23.2% 45.9%
Berdasarkan pilihan parpol pendukung kandidat, pemilih dari partai koalisi pendukung Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak
(Partai Demokrat , Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP) terlihat lebih solid memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak.
Kecuali PAN pemilihnya cenderung lebih banyak memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Adapun, dari partai
koalisi pendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno, hanya PDI-P dan PKS yang pemilihnya memiliki kecenderungan
kuat memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno. Sementara itu, para pemilih PKB dan Gerindra secara mayoritas memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%.
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pilihan Parpol Pendukung Khofifah – Emil
43 31.3% 62.5% 64.7% 65.3% 78.0% 37.5% 25.0% 23.5% 18.4% 14.6% 100.0% 31.2% 12.5% 11.8% 16.3% 7.4% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Partai Hanura PAN PPP Partai Nasdem Partai Golkar Partai Demokrat
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ Mayoritas pemilih (>60%) dari parpol pendukung Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai
Nasdem, PPP), sangat solid memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Kecuali PAN, terdapat (37.5%)
pemilihnya cenderung lebih banyak memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Margin of Error (MoE) pada
42.0% 44.9% 57.3% 83.3% 50.5% 52.2% 34.7% 7.5% 2.9% 8.0% 16.7% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% PKB Partai Gerindra PDI-P PKS
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak TT/TJ
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Pilihan Parpol Pendukung Gus Ipul – Puti Guntur
44
Dari 4 (empat) parpol pendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno, hanya terdapat 2 (dua) parpol yakni PKS dan PDI-P
yang para pemilihnya solid memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Sementara 2 (dua) parpol lainnya
yakni Partai Gerindra dan PKB, secara mayoritas pemilihnya (>50.0%) justru memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan Koalisi Partai Politik
45
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti
Guntur Soekarno TT/TJ Berdasarkan Pilihan Partai Politik
Koalisis Nasdem, Golkar, PPP,
PAN, Hanura dan Demokrat 13.9% 64.2% 21.2% 14.6%
Koalisi PKB, Gerindra, PDIP dan
PKS 48.1% 44.6% 48.1% 7.3% Lainnya 2.8% 40.6% 50.0% 9.4% Tidak Jawab 35.2% 30.9% 23.2% 45.9% 30.9% 40.6% 44.6% 64.2% 23.2% 50.0% 48.1% 21.2% 45.9% 9.4% 7.3% 14.6% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Tidak Jawab Lainnya Koalisi PKB, Gerindra, PDIP dan PKS Koalisis Nasdem, Golkar, PPP, PAN, Hanura dan Demokrat
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Data ini menunjukan mayoritas pemilih dari koalisi partai Nasdem, Golkar, PPP, PAN, Hanura, dan Demokrat memilih pasangan Khofifah
Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (64.2 %) dan hanya (21.2%) pemilih dari koalisi ini yang memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno. Adapun pemilih partai di koalisi PKB, Gerindra, PDIP dan PKS lebih banyak memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno (48.1%) dibandingkan yang memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (44.6%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%.
PETA DUKUNGAN PASANGAN CAGUB - CAWAGUB
Berdasarkan
Pilihan Calon Presiden 2019 (Simulasi 2 Kandidat: Jokowi VS Prabowo)
46
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Pilihan Calon Presiden
Joko Widodo (Jokowi) 58.50% 48.80% 38.00% 13.20%
Prabowo Subianto 20.10% 40.50% 47.70% 11.80% Tidak Jawab 21.40% 26.60% 19.00% 54.40% Prabowo Subianto 20.1% Jokowi 58.5% Tidak Jawab 21.4% 11.8% 47.7% 40.5%
Khofifah Indar Parawansa -Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -Puti Guntur Soekarno TT/TJ
13.2% 38.0% 48.8%
Bila dipetakan elektabilitas kandidat berdasarkan pilihan calon Presiden, pemilih Joko Widodo (Jokowi) (58.5%) cenderung lebih banyak
memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (48.8 %) dibandingkan memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur
Soekarno (38.00). Sementara itu, pemilih yang memilih Prabowo Subianto (20.1%) lebih banyak memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (47.7%) dibandingkan memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (40.5%). Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%.
TEMUAN PETA DUKUNGAN KANDIDAT
Berdasarkan sebaran Geografis (Sub-Kultural), Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul signifikan di 4 (empat) wilayah, yakni: Arek (46.6%), Madura (47.2%), Mataraman (41.8%), dan Mataraman Pesisir (47.9%). Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno unggul di Tapal Kuda (54.5%).
Survei ini menunjukkan anomali (split-ticket voting) peta persebaran suara pasangan kandidat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno berdasarkan basis politiknya dan basis kulturalnya. Pertama, berdasarkan basis pilihan politiknya, survei ini menemukan bahwa pemilih PKB yang juga partai pengusung utama pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno justru mayoritas (50.5%) memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak, dan hanya ada 42.0% pemilih yang memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Hal ini juga terjadi pada pemilih partai Gerindra dimana pemilihnya (52.2%) justru memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Sementara itu, pemilih partai-partai yang mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak terlihat solid dengan rata-rata 60% pemilihnya juga mendukung pasangan terkait.
Sementara itu, berdasarkan basis kulturalnya, survei ini menemukan bahwa dari 54.9% responden yang mengaku sebagai warga Nahdliyin, 45.3% warga Nahdliyin memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Di sisi lain, hanya 37.7% warga Nahdliyin— yang juga menjadi basis pemilih PKB—memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno .
48
MENGUJI KARAKTER CALON GUBERNUR &
CALON WAKIL GUBERNUR
MENGUJI KARAKTER PASANGAN CAGUB – CAWAGUB
70.8% 67.2% 65.7% 70.4% 68.0% 77.2% 79.2% 71.3% 81.9% 62.7% 67.9% 69.6% 72.3% 73.9% 70.8% 79.7% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0% 70.0% 80.0% Peduli & Perhatian Pada Rakyat Jujur, Bisa Dipercaya & Bersih Dari KorupsiBerprestasi Berani & Tegas Pintar & Berwawasan
Luas
Ramah & Santun Penampilan Menarik (Tampan/Cantik)
Religius/Islami
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno
49
Data ini menunjukkan bahwa Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada 7 karakter personal sementara pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hanya unggul pada 1 karakter personal
TEMUAN UJI KARAKTER KANDIDAT
Survei ini menunjukkan bawah pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada 7 karakter personal sementara pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hanya unggul pada 1 karakter personal. Tujuh karakter personal dimana pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul adalah Peduli dan Perhatian pada Rakyat (70.8%); Jujur, Bisa Dipercaya, dan Bersih dari Korupsi (65.7%); Berprestasi (70.4%). Kategori Pintar dan Berwawasan luas Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (77.2%) sedangkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (72.3%).
Lebih lanjut, kategori Ramah/Santun dan Religius/Islami, pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (79.2% dan 81.9%) juga unggul dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (73.9% dan 79.7%). Sedangkan pada Penampilan Menarik/Tampan /Cantik pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak dan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hampir berimbang.
Sementara itu, kategori yang meliputi kategori Berani dan Tegas Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (69.6%) unggul dibandingkan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (68.0%), meskipun selisishnya sangat tipis, yaitu hanya (1.6%%)
51
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Sifat/Kriteria yang Diharapkan dari Kandidat
52
Sifat/kriteria Gubernur seperti apa yang Bapak/Ibu/Saudara harapkan memimpin Provinsi Jawa Timur lima tahun ke depan? 5.6% 0.2% 0.0% 0.1% 1.8% 1.8% 2.3% 6.0% 6.3% 7.5% 9.4% 10.6% 17.9% 30.5%
Tidak tahu/tidak jawab Lainnya Faktor Usia (Muda/Matang) Menarik/Tampan/Cantik Santun Tegas Kreatif/Inovatif Pintar/Cerdas Alim (Religius) Berprestasi Bijaksana/Berwibawa Berpengalaman Jujur/Berintegritas Peduli/Merakyat
Peduli/Merakyat (30.5%), Jujur Berintegritas (17.9%) Berpengalaman (10.6%) merupakan beberapa sifat/kriteria Gubernur yang di harapkan memimpin provinsi Jawa Timur lima tahun ke depan.
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Kebutuhan Mendasar Bagi Masyarakat
53
Menurut Bapak/Ibu/Saudara, kebutuhan mendasar apa yang harus dipenuhi di kecamatan ini?
18.5% 1.0% 0.2% 0.4% 0.5% 0.5% 0.9% 1.1% 1.2% 1.8% 2.0% 3.0% 3.1% 3.2% 3.5% 5.3% 7.9% 9.4% 15.5% 21.0% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0%
Tidak tahu/tidak jawab Lainnya Pengembangan Potensi Pariwisata Pengelolaan Sampah, Sanitasi, dan Air Bersih Meningkatan Hasil Peternakan Meningkatkan Hasil Perikanan Menjaga Moral Masyarakat Pelayanan Transportasi Publik Mengatasi Masalah Listrik yang Sering Padam Pendidikan yang Terjangkau Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Pelayanan Kesehatan Pelayanan Publik Administartif (Persuratan/Izin) Mengatasi Kriminalitas dan Menjaga Keamanan Menciptakan Kebersihan dan Keindahan Menurunkan Angka Pengangguran dan Kemiskinan Meningkatan Hasil Pertanian dan Perkebunan Pembangunan Infrastruktur Mengendalikan Harga Kebutuhan Pokok
Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Menciptakan Lapangan Kerja (21.0%), Mengendalikan Harga Kebutuhan Pokok (15.5%), Pembangunan Infrastruktur (9.4%), merupakan tiga kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi di setiap kecamatan
23.1% 24.6% 25.5% 36.8% 52.5% 63.0% 59.6% 59.5% 63.1% 47.1% 35.9% 20.3% 17.3% 15.9% 11.4% 16.1% 11.6% 16.7% 0% 100% Suku Asal Daerah Gender Usia Agama Rekam Jejak
Berpengaruh Tidak Berpengaruh Tidak tahu/tidak jawab
54
Ada sejumlah latar belakang yang dimiliki oleh kandidat Gubernur – Wakil Gubernur, di antara faktor-faktor di bawah ini mana yang paling mempengaruhi pilihan Bapak/Ibu/Saudara?
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Preferensi Pemilih terhadap Kandidat
Dari 6 latar belakang kandidat yang ditanyakan, Rekam Jejak (63.0%), Agama (52.5%), Usia (36.8%) merupakan beberapa alasan pemilih memilih kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur ke depan.
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Preferensi Pemilih yang Paling Berpengaruh Terhadap Kandidat
55
Ada sejumlah latar belakang yang dimiliki oleh kandidat Gubernur – Wakil Gubernur, di antara faktor-faktor di bawah ini mana yang paling mempengaruhi pilihan Bapak/Ibu/Saudara?
16.6% 0.5% 0.1% 0.3% 0.5% 1.8% 2.2% 9.0% 11.5% 13.8% 15.2% 28.5% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0%
Tidak tahu/tidak jawab Lainnya Penampilan Fisik Kandidat (Tampan atau Cantik)
Usia Kandidat Asal Suku Bangsa/Etnis Kandidat Asal Daerah Kandidat Gender/Jenis Kelamin Kandidat Visi-Misi dan Program Kandidat Kualitas/Kompetensi Kandidat Agama yang Dianut Kandidat Karakter Personal Kandidat (Tegas, Santun, Dll) Kinerja dan Pengalaman Kandidat
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi pemilih, Kinerja dan Berpengalaman (28.5%), Karakter Personal Kandidat (Tegas,Santun, dll) (15.2%), Agama yang Dianut Kandidat (13.8%), dan Kualitas/ Kompetensi Kandidat (11.5%) merupakan beberapa alasan pemilih memilih kandidat Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur.
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Kategorisasi Pemilih Kandidat
56
Ada sejumlah latar belakang yang dimiliki oleh kandidat Gubernur – Wakil Gubernur, di antara faktor-faktor di bawah ini mana yang paling mempengaruhi pilihan Bapak/Ibu/Saudara?
28.5% 11.5% 9.0% 15.2% 2.2% 0.3% 0.1% 13.8% 1.8% 0.5% 0.5% 16.6% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 49.0% 16.1% 17.8% Rasional Psikologis Sosiologis
Jika faktor-faktor berpengaruh tersebut disimplifikasi ke dalam tiga karakter besar pemilih, maka data ini menujukan bahwa pemilih Rasional (49.0%) lebih banyak dibandingkan Psikologis (17.8%) dan Sosiologis (16.1%) di Provinsi Jawa Timur.
PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Elektabilitas Pasangan Cagub – Cawagub Berbasis Kategorisasi Pemilih
57
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Tipe Pemilih
Rasional 49.0% 41.7% 40.3% 18.1%
Sosiologis 16.1% 48.4% 33.2% 18.4%
Psikologis 17.8% 48.8% 36.5% 14.7%
Lainnya 0.5% 83.3% 16.7%
Tidak Jawab 16.6% 29.3% 25.1% 45.5%
Ada sejumlah latar belakang yang dimiliki oleh kandidat Gubernur – Wakil Gubernur, di antara faktor-faktor di bawah ini mana yang paling mempengaruhi pilihan Bapak/Ibu/Saudara?
Pada dua kategori preferensi pemilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada pemilih Sosiologis (48.4%) dan Psikologis (48.8%) dari pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno, sedangkan pemilih rasional tersebar hampir berimbang. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar lebih dari 2.8%, akibat pembagian sampel yang semakin kecil dalam setiap kategori.
TEMUAN PREFERENSI DAN KARAKTERISTIK PEMILIH
Survei ini menemukan, Peduli/Merakyat (30.5%), Jujur Berintegritas (17.9%) Berpengalaman (10.6%) merupakan beberapa sifat/kriteria Gubernur yang di harapkan memimpin provinsi Jawa Timur lima tahun ke depan. Di sisi lain, dari 6 latar belakang kandidat yang ditanyakan, Rekam Jejak (63.0%), Agama (52.5%), Usia (36.8%) merupakan beberapa alasan publik memilih kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur.
Namun, jika kita simplifikasi ke dalam tiga kategori kelompok pemilih, maka pemilih Rasional (49.0%) sangat banyak di Jawa Timur dibandingkan pemilih Sosiologis (16.1%) dan Psikologis (17.8%). Pada dua kategori preferensi pemilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada pemilih Sosiologis (48.4%) dan Psikologis (48.8%) dari pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno, sedangkan pemilih rasional tersebar hampir berimbang.
59
PARTISIPASI DAN KEMANTAPAN PILIHAN
Pengetahuan Mengenai Pilkada 2018
75.6%
15.9%
8.5%
Tahu Tidak tahu Tidak jawab
0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0% 70.0% 80.0% 60
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui akan ada pemilihan langsung Gubernur – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur pada Juni 2018 mendatang?
Apakah Bapak/Ibu/Saudara berencana akan menggunakan hak pilih dengan mencoblos pada pelaksanaan Pilkada Provinsi Jawa Timur nanti?
81.1%
11.8%
1.0% 6.1% Ya, pasti Belum pasti
mencoblos Tidak akan mencoblos Tidak tahu/Tidak jawab 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0% 60.0% 70.0% 80.0% 90.0%
Sebanyak 75.6% pemilih mengetahui, dan 15.9% tidak mengetahui akan ada Pilkada 2018. Sedangkan Sebanyak
81.1% pemilih mengaku akan menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Juni 2018 mendatang.
PARTISIPASI DAN KEMANTAPAN PILIHAN
Waktu Memantapkan Pilihan
61 24.0% 7.8% 17.0% 20.6% 30.6% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0%
Tidak tahu/tidak jawab Seminggu sebelum pemilihan
Pada masa kampanye Hari H (pelaksanaan) pemilihan Saat ini
Kapankah Bapak/ Ibu/ Saudara sudah mantap menentukan pilihan calon Gubernur - Wakil Gubernur pada Pilkada Provinsi Jawa Timur mendatang?
Terdapat 30.6% pemilih yang sudah mempunyai kemantapan pilihan “Saat ini” (saat survei dilaksanakan). Pemilih lainnya mengaku punya pilihan mantap pada saat Hari H (pelaksanaan) pemilihan (20.6%) dan pada masa kampanye (17.0%). Hanya 7.8% yang mantap pada seminggu sebelum pemilihan.
41.3% 33.0% 25.7% Tidak akan berubah (Strong Voters) Ya, masih mungkin berubah (Swing Voters) TT/TJ (Undecided Voters) 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0% 50.0%
PARTISIPASI DAN KEMANTAPAN PILIHAN
Kemungkinan Mengubah Pilihan
62
[HANYA DITANYAKAN KEPADA RESPONDEN YANG MENJAWAB “MASIH MUNGKIN BERUBAH”] Apakah yang menyebabkan pilihan Bapak /Ibu / Saudara berubah?
Apakan Bapak/ Ibu/ Saudara masih mungkin merubah pilihan? 7.9% 2.8% 2.3% 4.4% 4.7% 7.0% 10.9% 24.3% 35.7% 0.0% 10.0% 20.0% 30.0% 40.0%
Tidak tahu/tidak jawab Lainnya Kunjungan kandidat Kunjungan relawan/tim sukses Isu/pemberitaan di media Uang/barang/jasa Kampanye kandidat Program kerja yang menguntungkan pemilih Lingkungan (Kerabat, Keluarga, Teman, dll)
Sebanyak 33.0 % pemilih menyatakan masih mungkin merubah pilihan politiknya pada Pilgub Jawa Timur. Alasan pemilih yang masih mungkin berubah pilihan politiknya adalah karena Lingkungan (Kerabat, Keluarga, Teman, Dll) (35.7%) dan Program Kerja yang Menguntungkan Pemilih (24.3%)
PETA ELEKTABILITAS KANDIDAT
Elektabilitas Pasangan Cagub – Cawagub Kemantapan Pilihan
63
Pilihan Sebaran Cluster Pemilih
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -
Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Berdasarkan Kemantapan Pilihan Masih mungkin berubah
(Swing Voters) 33.0% 34.3% 33.3% 29.7% Tidak akan berubah
(Strong Voters) 41.3% 48.4% 48.2% 16.8% Tidak tahu/tidak jawab
(Undecided Voters) 25.7% 17.3% 18.5% 53.5% 34.3% 48.4% 17.3% 33.30% 48.20% 18.50% 29.70% 16.80% 53.50%
Masih Mungkin Berubah (Swing Voters) Tidak akan berubah (Strong Voters) TT/TJ (Undecided Voters)
0.0% 20.0% 40.0% 60.0%
Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno TT/TJ
Data ini menujukan sebanyak 41.3% responden sudah mantap/ tidak akan merubah pilihannya dan 33.0% responden masih mungkin merubah pilihannya. Bila dicermati lebih dalam baik pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (48.4%) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (48.2%) memiliki strong voters besar di atas 45% dari persentase perolehan elektabilitas. Margin of Error (MoE) pada data crosstab ini membesar dari 2.8%, akibat pembagian sampel yang semakin kecil dalam setiap kategori.
TEMUAN PARTISIPASI
Survei ini menunjukkan bahwa sebanyak 75.6% pemilih mengetahui akan ada pemilihan langsung Gubernur-Wakil Jawa Timur pada Juni 2018 mendatang dan mayoritas pemilih (81.1%) berencana akan menggunakan hak pilih dengan mencoblos pada pelaksanaan Pilkada Provinsi Jaw a Timur pada Juni 2018 mendatang.
Terkait tingkat kemantapan pilihan, sebanyak 30.6% pemilih menyatakan sudah mempunyai kemantapan pilihan “Saat ini” (saat survei dilaksanakan). Sementara, pemilih lain mengaku baru akan punya kemantapan pilihan pada saat Hari H (pelaksanaan) pemilihan (20.6%) dan pada masa kampanye (17.0%). Hanya 7.8% yang mantap pada seminggu sebelum pemilihan. Jika diturunkan, cukup banyak publik (33.0%) masih mungkin mengubah pilihannya hingga
menjelang Pilkada nanti. Lingkungan (Kerabat, keluarga, teman, dll) (35.7%) dan Program Kerja yang menguntungkan pemilih (24.3%) adalah faktor-faktor yang bisa menyebabkan publik mengubah pilihannya. Di sisi lain, publik yang telah mantap dengan pilihannya saat ini (saat survei dilaksanakan) berada pada angka 41.3%.
65
KESIMPULAN
Kesimpulan pertama, survei ini menemukan bahwa dalam pertanyaan kandidat tunggal Gubernur (tidak berpasangan), Khofifah Indar Parawansa (42.6%) lebih unggul dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (39.6%). Trend elektabilitas kandidat dalam 2 (dua) periode terakhir survei menunjukan Khofifah Indar Parawansa (naik 5.5 poin), Saifullah Yusuf (turun 3.7 poin). Pun demikian dengan elektabilitas kandidat tunggal Wakil Gubernur, tingkat elektabilitas Emil Elistianto Dardak (35.2%), lebih unggul dari Puti Guntur Soekarno (27.7%), dengan undecided voters (37.1%).
survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi kertas suara, elektabilitas pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (42.4%), unggul dari pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (35.8%), dengan undecided voters (21.8%). Metode pertanyaan dengan responden mencoblos kertas simulasi mempunyai validasi jawaban lebih baik dibandingkan jawaban responden yang disampaikan kepada interviewer survei.
Lebih lanjut, trend elektabilitas kandidat dalam 2 (dua) periode terakhir survei (menggunakan simulasi kertas suara) menunjukan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak naik 3.9 poin, sedangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno turun 4.1 poin.
Kesimpulan kedua terkait dengan peta dukungan pemilih dimana MoE survei ini naik lebih dari 2.8%. Survei ini merekam pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak cenderung unggul pada banyak kategori demografi pemilih. Berdasarkan peta sub-kultur pemilih yang terkonsentrasi pada 5 (lima) wilayah di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul signifikan di 4 (empat) wilayah, yakni: Arek (46.6%), Madura (47.2%), Mataraman (41.8%), dan Mataraman Pesisir (47.9%). Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hanya unggul di wilayah Tapal Kuda (54.5%).
Berdasarkan kelompok Gender, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (50.9%) unggul signifikan di kalangan pemilih perempuan. Sementara, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (42.10%) lebih dominan di kalangan pemilih laki-laki.
Berdasarkan kelompok generasi usia pemilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak juga unggul di semua kelompok dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno termasuk pada generasi Millenial (Y) yang mencakup berusia 21-35 tahun (43.4%), dan generazi Z (17-20 tahun) (55.9%) yang rata-rata adalah pemilih pemula.
Berdasarkan Kelompok Suku, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno di kalangan pemilih suku Jawa (43.1%) dan Madura (43.5%).
KESIMPULAN
67 Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada peta dukungan kandidat berdasarkan kelas sosial pemilih (tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan). Terkait dengan hal ini, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak cenderung unggul pada banyak kategoris demografi pemilih berdasarkan tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan dibandingkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Sebagai misal, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada kategori pemilih berpendidikan SD, SMP, SMA, dan Diploma dengan rentang 39%-44% sedangkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno didukung sekitar 32%-37% pemilih.
Kelompok Buruh, Nelayan, Petani, Pengajar, Pedagang kecil, PNS, Karyawan swasta, Pejabat, Pengusaha, Profesional, Wiraswasta kecil, Ibu rumah tangga Pelajar/Mahasiswa juga lebih banyak memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (38%-53%) dibandingkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (27-42%). Sementara, berdasarkan tingkat penghasilan pemilih, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada 4 (empat) kategori penghasilan pemilih (<= Rp 250.000, Rp 500.001 – Rp 1.000.000, Rp 1.000.0001 – Rp 2.000.000, dan Rp 5.000.001 – Rp 10.000.000). Sementara itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno unggul di kategori penghasilan pemilih (Rp 2.000.001 - Rp 5.000.000).
KESIMPULAN
68 Kesimpulan ketiga, berdasarkan basis agama dan kulturalnya, survei ini menemukan bahwa dari 96.5% pemilih beragama Islam, lebih banyak memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (43.1) dibandingkan yang memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (35.0%). Selanjutnya, dari 54.9% responden yang mengaku sebagai warga Nahdliyin, 45.3% warga Nahdliyin memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Di sisi lain, hanya 37.7% warga Nahdliyin memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno .
Dalam survei ini juga menunjukkan anomali (split-ticket voting) peta persebaran suara pasangan kandidat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno berdasarkan basis politiknya. Pertama, pemilih PKB yang notabene partai pengusung utama pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno justru mayoritas (50.5%) memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak, dan hanya ada 42.0% pemilih yang memilih pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno. Kedua, pemilih Gerindra dimana pemilihnya (52.2%) justru memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak. Sementara itu, pemilih partai-partai yang mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak terlihat solid dengan rata-rata 60% pemilihnya juga mendukung pasangan terkait.
Berdasarkan pilihan calon Presiden, pemilih Jokowi (58.5%) cenderung lebih banyak memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (48.8 %) dibandingkan memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (38.00). Di sisi lain, pemilih yang memilih Prabowo Subianto (20.1%) lebih banyak memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (47.7%) dibandingkan memilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (40.5%).
KESIMPULAN
69 Kesimpulan keempat, terkait dengan uji karakter kandidat, survei ini menunjukkan bawah pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul pada 7 karakter personal sementara pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hanya unggul pada 1 karakter personal. Tujuh karakter personal dimana pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak unggul adalah Peduli dan Perhatian pada Rakyat (70.8%); Jujur, Bisa Dipercaya, dan Bersih dari Korupsi (65.7%); Berprestasi (70.4%). Kategori Pintar dan Berwawasan luas Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (77.2%) sedangkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (72.3%).
Lebih lanjut, kategori Ramah/Santun dan Religius/Islami, pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (79.2% dan 81.9%) juga unggul dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (73.9% dan 79.7%). Sedangkan pada Penampilan Menarik/Tampan /Cantik pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak dan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno hampir berimbang.
Sementara itu, kategori yang meliputi kategori Berani dan Tegas Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (69.6%) unggul dibandingkan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak (68.0%), meskipun selisishnya sangat tipis, yaitu hanya (1.6%%)
70