• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, KOMISARIS

Dalam dokumen CSAP Prospektus Bilingual (Halaman 145-168)

G. KEBIJAKAN AKUNTANSI

17 PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, KOMISARIS

DIREKSI PERSEROAN, SERTA KOMISARIS DAN DIREKSI ENTITAS ANAK

Pada saat Prospektus ini diterbitkan tidak terdapat gugatan ataupun perkara hukum yang dihadapi Perseroan, Entitas Anak, Komisaris dan Direksi Perseroan, serta Komisaris dan Direksi Entitas Anak yang sedang berjalan atau telah diputus oleh Lembaga Peradilan dan/atau Badan Arbitrase atau potensi perkara yang ditujukan kepada Perseroan dan/atau Entitas Anak, yang memiliki pengaruh secara material terhadap kelangsungan usaha, harta kekayaan dan rencana Penambahan Modal Dengan HMETD I ini, baik dalam perkara pidana, perdata, perpajakan, arbitrase, hubungan industrial, tata usaha negara maupun kepailitan di muka badan peradilan di Indonesia.

IX.

KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

1. UMUM

Potensi Pertumbuhan yang Kuat

Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia di tahun 2016 diperkirakan akan menjadi dorongan positif bagi industri properti secara umum, walaupun diperkirakan pertumbuhan yang masih relatif stagnan. Prediksi bisnis property berjalan lebih cerah dibandingkan tahun 2015 seiring membaiknya perekonomian global dan nasional serta pembenahan kebijakan di dalam negeri. Pengerjaan proyek infastruktur yang sedang dipacu oleh Pemerintah melalui alokasi APBN untuk kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat lebih dari Rp100 triliun, merupakan alokasi yang jauh lebih besar dibandingkan kementerian lainnya. Dalam jangka panjang kenaikan suku bunga, ditambah kemudahan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam bentuk keringan perizinan akan mendorong masuknya investasi di Indonesia.

Tahun 2016 dengan prediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 52% maka diharapkan sektor properti akan bertumbuh dengan lebih baik, walaupun secara makro ada factor ekternal yang perlu diwaspadai yakni kenaikan suku bunga Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi China yang akan menyebabkan luktuasi pasar inancial.

Peningkatan bisnis Perseroan diarahkan pada pengembangan bisnis Ritel modern bahan bangunan yang menjadi fokus usaha. Penetrasi pasar Ritel Modern yang dilakukan melalui Mitra10 merupakan rencana pengembangan bisnis Perseroan. Untuk mendukung pengembangan tersebut, direncanakan penambahan jumlah outlet, fasilitas armada serta fasilitas pergudangan yang diperlukan. Arahan kebijakan pengembangan Perseroan tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan rumah dan rutinitas kegiatan renovasi rumah yang sudah ada sangat berpeluang untuk mendongkrak prospek usaha Perseroan kedepan baik dari segmen distribusi maupun segmen ritel modern-nya.

Tim Manajemen yang Berpengalaman

Perseroan memiliki tim manajemen yang berpengalaman luas di industri terkait di Indonesia. Sebagian besar tim manajemen senior Perseroan telah memiliki pengalaman rata-rata lebih dari 20 tahun sehingga memiliki kemampuan untuk memberikan arahan strategis dan melaksanakan inisiatif di distribusi dan ritel modern yang menjadi fokus utama Perseroan.

2. KEGIATAN USAHA

Perseroan memulai kegiatan usahanya pada tahun 1983 sebagai distributor bahan bangunan, sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dibidang perdagangan barang hasil produksi, terutama bahan bangunan dan barang-barang konsumsi. Sehubungan dengan hal tersebut saat ini Perseroan melalui Entitas Anaknya telah berkembang menjadi :

• Distribusi Bahan Bangunan dengan 42 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia • Distribusi produk kimia dengan 4 kantor cabang

• Distribusi barang konsumer yang tersebar di 15 area

• Ritel Modern bahan bangunan dan home improvent melalui 21 gerai Mitra10 • Ritel Modern Furnishing melalui 10 gerai Atria Furniture

Kegiatan usaha Perseroan didukung oleh 800 principal, 200.000 pelanggan ritel atau toko tradisional dan juga diperkuat lebih dari 600 armada serta pergudangan dengan luas + 200.000 m2.

No Segmen Penjualan Untuk Tahun Buku 2015 (dalam Rp. Miliar)

% dari Total Pen- jualan

1 Segmen Distribusi 5.130,46 70

2 Segmen Ritel Modern 2.216,23 30

Eliminasi 62,17 -

Total Penjualan* 7.284,52 100

*Total Penjualan dihitung berdasarkan jumlah dari Penjualan Beli Putus dan Penjualan Konsinyasi Segmen Distribusi

Kegiatan usaha segmen distribusi dilakukan oleh Perseroan beserta Entitas Anak Perseroan yaitu: • PT Catur Aditya Sentosa

• PT Catur Logamindo Santosa • PT Catur Hasil Sentosa • PT Catur Adiluhur Sentosa • PT Eleganza Tile Indonesia • PT Kusuma Kemindo Sentosa • PT Satya Galang Kemika • PT Catur Sentosa Anugerah

Saat ini dipasok lebih dari 19.300 SKU yang merupakan jalinan kepercayaan lebih dari 157 prinsipal, yang melayani lebih dari 482.400 pelanggan ritel atau toko tradisional, dan diperkuat oleh lebih dari 515 armada serta gudang seluar lebih dari 166.700 m2.

Adapun 15 prinsipal Utama untuk segmen distribusi antara lain : 1. PT Primaraga Keramindo untuk produk keramik

2. PT ICI Paint Indonesia untuk produk cat

3. PT Mulia industrindo Tbk untuk produk Keramik, Glass & Glass block 4. PT Mowilex Indonesia dengan produk cat

5. PT Propan Raya ICC untuk wood Finishing, propan CPC dan ANS

6. Mitsui & co, Ltd untuk produk Titanium, Dioxida, Denka, Cholroprene Evalex EV

7. Sun Plan Development ltd untuk produk Sodium Alginate, Sodium Sulphide Flake Yellow dan White Oil Grade A No. 15

8. Zhucheng Xingmao Corn S. Co. Ltd untuk corn starch, Maltodextrin DE 10-15 9. Gujarat Ambuja Export ltd untuk corn starch ex india

10. Lanxess Pte. Ltd untuk Chromosal, Primal, Preventol, Retingan, Tanigan

11. Procter & Gamble Home Product Indonesia “P&G” untuk consumer goods products 12. PT Frisian Flag Indonesia untuk produk milk

13. PT Nutrifood Indonesia untuk produk merek Nutrisari 14. PT Cakrawala Mega Indah (Univenus) untuk produk tissue 15. PT Tiga Pilar Sejahtera untuk telur, mie instant dan snacks

Segmen Ritel Modern

Kegiatan usaha segmen ritel modern dilakukan oleh Entitas Anak Perseroan yaitu: • PT Catur Mitra Sejati Sentosa (Mitra10)

• PT Catur Sentosa Berhasil (Atria Furniture)

Saat ini dipasok oleh lebih dari 77.000 SKU, yang merupakan jalinan kerjasama lebih dari 700 prinsipal, dan diperkuat oleh lebih dari 140 armada serta memiliki gudang seluas lebih dari 49.000 m2

Adapun 5 prinsipal utama untuk segmen ritel modern antara lain : 1. Foshen Sincere Ceramics Co. Ltd untuk produk granit

2. PT ICI Paint Indonesia untuk produk cat

3. PT Satya Langgeng Sentosa untuk produk keramik 4. PT Dwimitra Nuansa Satria untuk produk keramik

Entitas Anak milik Perseroan yang bergerak di bidang ritel modern furnishing, yaitu PT Catur Sentosa Berhasil (“CSB”) dengan mengusung brand Atria Furniture, didirikan dengan tujuan untuk bersinergi dengan PT Catur Mitra Sejati Sentosa (“CMSS”) yang mengusung brand Mitra10, yaitu agar CSB dengan CMSS dapat membentuk one stop shopping bagi kebutuhan pelanggan akan bahan bangunan dan

Home Improvement. Perseroan berpandangan bahwa proses renovasi atau pembangunan unit properti baru (rumah atau gedung) seringkali bersamaan dengan pembelian perabotan atau furniture yang akan melengkapi fungsi dari properti tersebut. Melihat hal ini, terdapat potensi untuk mengembangkan bisnis furniture sebagai lini usaha baru dalam rangka diversiikasi produk dengan target pasar yang sama. Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki ketergantungan kontrak dengan pelanggan, namun memiliki perjanjian-perjanjian untuk segmen distribusi dengan beberapa prinsipal utama diantaranya mengatur hal-hal seperti target penjualan, harga dan area distribusi, yang semuanya itu dilakukan dengan koordinasi antara Perseroan dan pihak prinsipal.

Dalam rangka pengendalian mutu dalam layanan jasa dan produk yang diberikan, Perseroan menjaga mutu pelayanannya dengan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan Standard Operating Procedure

(SOP) yang berlaku pada Perseroan.

Pada Segmen Distribusi, Perseroan menerima pesanan barang dari pelanggan, lalu Perseroan akan menjalankan proses pengiriman barang yang diminta kepada pelanggan dalam waktu paling lambat 2x24 jam sejak pesanan diterima. Selain itu, Perseroan juga mengedukasi karyawan secara berkala mengenai cara untuk menangani produk dengan baik, dimulai dari pengambilan barang di gudang sampai dengan penyerahan barang tersebut di tempat pelanggan.

Sedangkan pada Segmen Ritel Modern, Perseroan menjaga mutu layanannya kepada pelanggan dengan cara memperhatikan tingkat Persediaan yang wajar, tidak berlebihan yang dapat menyebabkan

overstock, dengan tujuan untuk menjaga ketersediaan Persediaan barang agar dapat memenuhi seluruh atau sebagian besar permintaan pelanggan, selain itu, Perseroan juga mengedukasi karyawan secara berkala mengenai pengetahuan produk yang memadai, sehingga dapat dengan cepat menanggapi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Untuk menjaga kondisi Persediaan barang agar tetap baik, Perseroan telah mengembangkan dan menerapkan sistem pengelolaan gudang (Warehouse Management System) yang baik sehingga tingkat Persediaan dapat dikontrol secara rutin dan dapat menjaga mutu barang yang akan dibeli oleh pelanggan.

TIDAK TERDAPAT KECENDERUNGAN, KETIDAK PASTIAN, PERMINTAAN, KOMITMEN, ATAU PERISTIWA YANG DAPAT DIKETAHUI YANG DAPAT MEMPENGARUHI SECARA SIGNIFIKAN PENJUALAN BERSIH ATAU PENDAPATAN USAHA, PENDAPATAN DARI OPERASI BERJALAN, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS ATAU SUMBER MODAL, ATAU PERISTIWA YANG AKAN MENYEBABKAN INFORMASI KEUANGAN YANG DILAPORKAN TIDAK DAPAT DIJADIKAN INDIKASI ATAS HASIL OPERASI ATAU KONDISI KEUANGAN DIMASA YANG AKAN DATANG. 3. PROSPEK USAHA

Perbaikan konsumsi dan investasi Pemerintah diharapkan memberikan stimulus pada perekonomian tahun 2016. Konsumsi swasta relatif tabil walaupun terdapat indikasi penurunan tabungan dan pendapatan, demikian pula pertumbuhan ekspor masih tertahan akibat permintaan global yang masih lemah dan harga komoditas yang turun. Pada Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 5,2% y-o-y sedangkan inlasi diperkirakan akan berada pada 3,5%. (data Bank Indonesia www.bi.go.id). Dengan adanya indikasi stabilitas ekonomi domestik yang terjaga yang ditandai dengan beberapa indikator ekonomi utama tersebut. Maka Perseroan perlu untuk melakukan rencana perluasan usaha Perseroan di segmen ritel modern Bahan Bangunan dan Home Improvement, melalui brand Mitra10, baik untuk pembukaan gerai baru, relokasi dan renovasi serta fasilitas pergudangan.

Perseroan berkeyakinan bahwa penggunaan dana yang direncanakan untuk perluasan usaha di segmen ritel modern Bahan Bangunan dan Home Improvement (Mitra10) akan berdampak pada peningkatan pendapatan Perseroan secara konsolidasi, dimana marjin pendapatan dari segmen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan marjin pendapatan dari segmen Distribusi secara historis. Dengan peningkatan

modal melalui PMHMETD I, diharapkan Perseroan dapat membukukan proitibalitas yang lebih baik dengan eisiensi biaya bunga.

Selain itu, Perseroan juga dapat memperluas pangsa pasar, memperkuat bargaining power terhadap para prinsipal serta dapat menciptakan entry barrier bagi perusahaan asing yang bergerak di bidang sejenis yang berniat untuk ekspansi di Indonesia.

4. PANGSA PASAR PERSEROAN

Perseroan selalu fokus pada 2 segmen usaha yaitu segmen distribusi dan segmen ritel, saat ini segmen distribusi masih menguasai penjualan sebesar 70% di tahun 2015, akan tetapi dalam pertumbuhannya terlihat segmen ritel modern memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dengan pertumbuhan sebesar 13 % untuk tahun 2015, dan sebesar 19% di tahun 2014 dibanding dengan tahun sebelumnya.

Secara umum segmen distribusi (bahan bangunan, kimia dan FMCG) telah mencapai penjualan sebesar Rp5,13 triliun atau sebesar 70% dari total penjualan Perseroan, dengan demikian masih menjadi segmen usaha yang menyumbang penjualan terbesar di Perseroan.Keunggulan lain yang sangat penting bagi Perseroan adalah kerjasama dengan para pemasok serta jalinan kerjasama dengan toko tradisional yang mejadi rekan kerja Perseroan dalam pelaksanaan distribusi bahan bangunan dengan penjualan dan pembayaran piutang yang relatif stabil.

Selanjutnya melihat pertumbuhan penjualan ritel modern yang cukup menjanjikan dari tahun ke tahun, Perseroan masih melihat potensi pasar yang cukup menjanjikan, dimana penjualan ritel modern yang terkait dengan bahan bangunan dan home improvement Perseroan melalui Mitra10 termasuk salah satu pemain terbesar dengan rekor jumlah toko paling banyak dan paling luas di Indonesia, sehingga pada tahun 2015 Mitra10 tercatat pada Rekor Bisnis Award. Sedangkan untuk home furnishing bilamana dibandingkan dengan para pesaing yang telah memulai terlebih dahulu penjualan Perseroan relatif masih lebih kecil, akan tetapi dengan sinergi dengan Mitra10 sebagai One Stop Shop / One Stop Solution, Perseroan berkeyakinan akan mampu bertumbuh dalam pasar yang masih cukup besar di Indonesia.

5. CAKUPAN PEMASARAN

Pemasaran distribusi bahan bangunan mencakup 42 cabang atau gudang distribusi (Luas total 139.000m2) di 40 kota besar yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah produk yang ditangani 15.000 SKU. Total pelanggan yang merupakan toko bangunan tradisional sebanyak + 35.000 secara nasional. Dan dilayani oleh 400 truk untuk pengiriman ke toko bangunan tradisional.

Pemasaran untuk distibusi kimia mencakup 4 kota besar di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya dengan total luas gudang 8.000m2 dengan 1.100 SKU yang difasilitasi oleh 15 truk untuk distribusi ke + 3.200 pelanggannya.

Sedangkan untuk distribusi Consumer Goods mencakup 15 Area pemasaran yaitu di Jabodetabekser, Bandung, dan Bali dengan total fasilitas gudang seluas 22.000m2 dengan total 2.600 SKU, 100 truk, untuk dikirimkan ke + 95.000 pelanggan.

Pemasaran ritel moderen Mitra10 dilakukan melalui 21 tokonya (43.500 m2) yang tersebar di Jabotabek, Batam, Medan, Palembang, Surabaya dan Denpasar. Toko toko ini difasilitasi oleh 6 disrtibution warehouse/gudang dengan total 35.900 m2 untuk menampung + 65.000 SKU. Member yang tercatat saat ini + 450.000 member.

Sedangkan Atria melakukan pemasarannya melalui 10 showroom-nya (14.800 m2), dimana 7 showroom

berada di dalam toko Mitra10, dan 3 showroom berdiri sendiri/ diluar Mitra10. Showroom ini difasilitasi 2 gudang distribusi seluas 11.000 m2 dengan total 7.500 SKU dan 23 truk untuk pengiriman. Total member showroom saat ini + 1.000 m2.

Penjualan Perseroan terkonsentrasi terbesar di Jawa dan Bali sebesar 84%, Sumatera 10%, Kalimantan 3%, dan Sulawesi 3%.

Perseroan memandang perluasan wilayah pemasaran masih sangat terbuka, dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan properti, pembangunan infrastruktur di Indonesia yang akan mendorong pertumbuhan wilayah pemukiman baru di Indoensia.

6. PERSAINGAN USAHA

Kegiatan usaha Perseroan tidak terlepas dari persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain yang menjalankan kegiatan usaha sejenis. Kegagalan Perseroan dalam mengantisipasi dan/atau mencermati persaingan akan mengakibatkan beralihnya pelanggan ke pesaing yang lebih kompetitif baik dari segi harga maupun kualitas pelayanan sehingga memungkinkan berkurangnya penjualan produk Perseroan. Oleh karenanya Perseroan melaksanakan konsolidasi dengan memperkuat Sales Task Force daan meningkatkan Service Level kepada pelanggannya, serta mengarahkan pertumbuhan ke lokasi potential yang belum menjadi perhatian para pesaing. Perseroan memiliki keunggulan dalam bentuk integrasi dari pendistribusian bahan bangunan dengan retail modern bahan bangunan dan

home improvement melalui Mitra10 sekaligus kelengkapan produk home furnishing melalui showroom

Atria yang dikemudian hari akan diarahkan pada lokasi yang berdampingan sehingga memberikan kemudahan bagi pelangan sekaligus akan mendorong penjualan yang terpadu.

7. STRATEGI PERSEROAN

Perseroan telah memulai kegiatan konsolidasi internal baik dari sisi sumber daya manusia, strategi bisnis maupun pengembangan jaringan. Perseroan telah mempersiapkan diri dengan beberapa rencana kerja untuk menghadapi perkembangan pasar dan persaingan usaha yang semakin ketat antara lain sebagai berikut :

a) Penerapan strategi secara konsisten sesuai dengan misi, misi dan nilai Perseroan.

b) Penambahan cabang, toko dan showroom baru dilokasi yang strategis untuk memperluas jaringan segmen ritel modern

c) Mengembangkan program-program stategi pemasaran yang agresif, menarik dan sesuai dengan kondisi pasar dalam rangka meningkatkan jumlah pelanggan dan jumlah pembeli pelanggan. d) Penambahan prinsipak baru dan keanekaragaman dan kelengkapan produk yang menarik, inovatif

dan sesuai dengan kondisi pasar, selain itu Perseroan akan tetap mempertahankan kerjasama distribusi yang telah terjalin selama ini dengan peningkatan standar mutu pelayanan

e) Program pelatihan sumber daya manusia untuk mendukung rencana pengembangan Perseroan f) Pembangunan dan perbaikan saranadan fasilitas gedung perkantoran, pergudangan, cabang,

toko, showroom serta peremajaan armada, fasilitas operasional dan infrastuktur lainnya.

g) Integrasi sistem manajemen rantai pasokan untuk meningkatkan eisiensi dan efektivitas operasional Perseroan

h) Memanfaatkan keungulan teknologi informasi di semua aspek Perseroan i) Melakukan eisiensi biaya operasional

j) Pengelolaan Modal kerja dengan manajemen kas yang sehat.

Dengan melaksanakan rencana kerja sebagaimana tersebut diatas, Perseroan yakin strategi usaha tersebut akan mendukung peningakatan kinerja Perseroan dimasa yang akan datang.

X. EKUITAS

Tabel berikut ini menyajikan perkembangan posisi Ekuitas Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini. Posisi Ekuitas Perseoran pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 bersumber dari laporan keuangan auditan Perseroan.

Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (“KAP PSS”) (irma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Wajar Tanpa Modiikasian). Laporan audit KAP PSS tersebut mencantumkan paragraf hal lain sehubungan dengan tujuan penerbitan laporan audit KAP PSS tersebut. Laporan audit KAP PSS tersebut ditandatangani oleh Benyanto Suherman (Rekan pada KAP PSS dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.0685).

(disajikan dalam ribuan Rupiah keculai ditetentukan lain) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER

2015 2014

EKUITAS

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk

Modal saham - nilai nominal Rp100 (dalam jumlah penuh) per saham Modal dasar - 6.000.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh - 2.895.037.800 saham 289.503.780 289.503.780

Tambahan modal disetor - neto 51.882.619 51.882.619

Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak (232.495) (232.495)

Saldo Laba

Telah ditentukan penggunaannya 1.600.000 1.400.000

Belum ditentukan penggunaanya 419.474.119 384.828.148

Pendapatan komprehensif lainnya 3.933.336 6.932.804

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas

Induk 766.161.359 734.314.856

Kepentingan Nonpengendali 87.357.625 85.866.896

TOTAL EKUITAS 853.518.984 820.181.752

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.522.572.851 3.308.566.503

Catatan : Tidak ada perubahan struktur permodalan Perseroan setelah tanggal laporan keuangan.

Setelah PMHMETD I dengan jumlah saham sebanyak-banyaknya 1.158.015.120 (satu miliar seratus lima puluh delapan juta lima belas ribu seratus dua puluh) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Seratus Rupiah) dengan Harga Pelaksanaan Rp425 (empat ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham dan total nilai penambahan modal sebanyak-banyaknya Rp492.156.426.000 (empat ratus sembilan puluh dua miliar seratus lima puluh enam juta empat ratus dua puluh enam ribu Rupiah) dan diasumsikan bahwa pada tanggal 15 Juni 2016, seluruh pemegang saham telah mengambil seluruh saham yang ditawarkan secara proporsional maka posisi jumlah modal ditempatkan dan disetor pada tanggal penjatahan yakni tanggal 20 Juni 2016 menjadi sejumlah 4.053.052.920 (empat miliar lima puluh tiga juta lima puluh dua ribu sembilan ratus dua puluh) saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan demikian jumlah saham modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan menjadi sebesar Rp405.305.292.000,- (empat ratus lima miliar tiga ratus lima juta dua ratus sembilan puluh dua ribu Rupiah).

Berikut ini adalah tabel proforma ekuitas pada tanggal penjatahan yakni tanggal 20 Juni 2016 apabila PMHMETD I dilaksanakan dan seluruh HMETD telah selesai dilaksanakan pada tanggal akhir periode pelaksanaan yakni tanggal 15 Juni 2016 dengan Harga Pelaksanaan Rp425 (empat ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham :

(dalam ribuan Rupiah)

Keterangan Modal saham Tambahan modal disetor- neto Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak Saldo laba telah ditentukan penggunaannya Saldo laba belum ditentukan pengunaannya Pendapatan komprehensif lainnya Neto Kepentingan Nonpengendali Total Ekuitas Posisi Ekuitas menurut Laporan Keuangan pada tanggal 31 Desember 2015 289.503.780 51.882.619 (232.495) 1.600.000 419.474.119 3.933.336 766.161.359 87.357.625 853.518.984 Perubahan Ekuitas seandainya PMHMETD I sejumlah 1.158.015.120 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 dengan Harga Pelaksanaan Rp425 (empat ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham 115.801.512 376.354.914 - - - - 492.156.426 - 492.156.426 Proforma ekuitas untuk memasukkan penyesuaian pembayaran dividen tahun 2015 - - - (7.237.595) - (7.237.595) Proforma Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2015 setelah PMHMETD I dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp100 setiap saham 405.305.292 428.237.533 (236.495) 1.600.000 419.474.119 3.933.336 1.251.080.190 87.357.625 1.338.437.815

XI. KEBIJAKAN DIVIDEN

Sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan, pembagian dividen harus disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPST.

Penentuan jumlah dan pembayaran dividen tersebut akan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain tingkat kesehatan keuangan Perseroan, tingkat kecukupan modal, kebutuhan dana Perseroan untuk ekspansi usaha lebih lanjut, tanpa mengurangi hak dari RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Sesuai dengan ketentuan pasal 71 ayat 3 Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan pasal 24 ayat 3 anggaran dasar Perseroan, diatur dalam hal Perseroan diatur bahwa dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang positif.

Kebijakan dividen Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 40% (empat puluh persen) dari laba bersih per tahun, dimana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan memiliki hak untuk menentukan lain, dengan demikian Kebijakan Dividen yang jumlahnya akan ditentukan pada saat RUPS.

Manajemen Perseroan merencanakan untuk membagikan dividen apabila terdapat surplus kas dari kegiatan operasional setelah dana tersebut disisihkan untuk dana cadangan, kegiatan pendanaan, rencana pengeluaran modal serta modal kerja Perseroan. Namun demikian, tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan memiliki kemampuan atau akan membayar dividen atau keduanya pada masa yang akan datang. Apabila diperlukan, dari waktu ke waktu Perseroan dapat tidak membagikan dividen kepada Pemegang Saham Perseroan seperti dalam hal Perseroan membutuhkan dana untuk melakukan pengembangan usaha atau pemenuhan kecukupan modal atau akuisisi bisnis baru.

Perseroan hanya akan membayar dividen dari laba bersih berdasarkan hukum di Indonesia dan akan membayarkan dividen secara tunai, jika ada, dalam mata uang Rupiah.

Berikut merupakan keterangan Pembayaran Dividen dari tahun buku 2011 sampai dengan tahun buku 2015.

(dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Keterangan 31 Desember

2015 2014 2013 2012 2011

Dividen Tunai 14.475.189 14.475.189 10.132.632 13.027.670 5.790.076

Persentase 33,65% 11,88% 13,30% 20,60% 7,60%

Laba Periode Tahun Berjalan 43.021.915 121.820.477 75.880.191 63.072.180 75.303.824

Saldo Laba 421.074.119 386.228.148 294.974.601 233.960.343 189.623.315

Perseroan tidak memiliki pembatasan (negative covenants) sehubungan dengan pembatasan pihak ketiga dalam rangka pembagian dividen yang dapat merugikan hak-hak pemegang saham publik.

XII. PERPAJAKAN

Pajak Penghasilan atas dividen saham akan dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, dividen atau bagian keuntungan yang diterima atau diperoleh Perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, Koperasi, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia tidak termasuk sebagai objek Pajak

Dalam dokumen CSAP Prospektus Bilingual (Halaman 145-168)

Dokumen terkait