BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK
D. Perkembangan Aplikasi Teman Bisnis
Teman bisnis merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang didirikan oleh startup swasta yaitu Badr Interactive. Teman Bisnis pertama kali diluncurkan pada Oktober 2017. Sasaran utama dari aplikasi Teman Bisnis sendiri adalah UMKM, yang diharapkan dapat membantu para pelaku usaha mengambil keputusan atas bisnisnya. Aplikais pencatatan ini dapat digunakan dengan mudah oleh pelaku usaha yang masih awam dengan akuntansi melalui smartphone. Selain itu teman bisnis dapat diunduh secara gratis melalui android. Berbagai fitur yang ada pada aplikasi ini dapat membantu pelaku bisnis UMKM mengetahui kondisi keuangannya dengan mudah. Pada fitur persediaan dan export excel pengguna disarankan untuk
berlangganan agar fitur tersebut dapat digunakan secara maksimal. Hingga saat ini aplikasi Teman Bisnis telah digunakan oleh 12.984 pengguna.
Gambar 9 Gambar 10
Gambar 11 Gambar 12
Fitur yang ada pada aplikasi Teman Bisnis:
1. Pencatatan transaksi 2. Laporan keuangan 3. Piutang dan utang 4. Pencatatan persediaan 5. Export laporan
6. Kontak bisnis
Aplikasi Teman Bisnis merupakan media pencatatan yang paling mudah bagi pengguna yang kurang memahami akuntansi. Karena pengguna hanya pelu mengisikan tanggal transaksi, transaksi apa yang terjadi, dan nominal transaksi. Kekurangan dari aplikasi ini yaitu fitur pencatatan persediaan dan export laporan bersifat berbayar yang mana kedua fitur tersebut hanya dapat digunakan bila pengguna aplikasi berlangganan.
43 BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di toko sembako A3, namun karena adanya kendala, sebagian besar penelitian terutama wawancara dilakukan di media komunikasi whatsapp. Toko sembako A3 sendiri dalam aktivitas bisnisnya tidak memiliki sistem pencatatan baik manual maupun melalui aplikasi. Setelah seluruh data transaksi dan informasi didapatkan oleh peneliti, data tersebut dibuatkan jurnal untuk dapat mempermudah peneliti untuk membandingkan pencatatan pada masing-masing aplikasi yang akan di nilai kesesuaiannya dengan SAK EMKM.
A. Proses Bisnis Toko Sembako A3
Toko sembako A3 ini terdapat dua kegiatan yaitu penjualan dan pembelian baik secara tunai maupun kredit :
1. Penjualan
Transaksi penjualan yang terjadi di toko sembako A3 dimulai saat pelanggan datang, dimana pelanggan memilih dan mengambil sendiri barang yang akan dibeli. Ketika barang yang dicari oleh pelanggan tidak tersedia di etalase, penjual memeriksa stok persediaan di lemari penyimpanan persediaan barang, jika barang tersedia pembeli akan mengambilkan langsung barang yang diminta. Setelah barang selesai dipilih pembeli akan melakukan pemabayaran, seluruh sistem pembayaran dalam transaksi penjualan diterima secara tunai.
2. Pembelian
Toko sembako A3 melakukan pembelian barang dagang saat persediaan barang dagang itu habis. Pembelian barang dagang ini dilakukan dalam 2 jenis transaksi yaitu secara tunai dan secara kredit.
a) Pembelian kredit
Pembelian yang dilakukan secara kredit ini terjadi saat dilakukan transaksi pembelian stok beras ke pemasok. Saat persediaan beras habis pemilik langsung menghubungi sales atau supplier beras.
Pemilik melakukan pesanan beras untuk pemesanan beberapa kilo melalui telepon atau whatsapp. Setelah melakukan pesanan,
pemilik akan menunggu pengiriman beras dengan rentang waktu sehari atau paling lama 2 hari dari waktu pemesanan. Saat beras pesanan datang, pemilik akan melakukan pengecekan terhadap pesanan yang dilakukan. Pengecekan dilakukan untuk memastikan jumlah atau berat dari pesanan beras yang dibeli.
Setelah selesai melakukan pengecekan pesanan, pemilik akan membayarkan pesanan tersebut dengan memberikan uang sebesar 70% dari total yang harus dibayarkan, sisa dari pembayaran yang belum dilunasi akan dibayarkan pada waktu yang telah disepakati antara supplier dan pemilik. Pelunasan atas pesanan akan dilakukan seminggu terhitung sejak pesanan datang, pelunasan akan dilakukan dengan cara pembayaran melalui kurir sales atau
supplier berasa tersebut. Sebagai bukti atas pelunasan, pemilik akan meneriman nota dari kurir tersebut.
b) Pembelian tunai
Untuk pembelian persediaan barang dagang secara tunai atau debit, pemilik akan melakukan pengecekan dan pencatatan terlebih dahulu atas barang apa saja yang sudah habis atau perlu ditambah stoknya. Setelah melakukan pengecekan dan mencatat barang dagangnya, pemlilik akan pergi ke supplier. Setelah tiba di supplier, pemilik akan memberikan catatan atau notes barang yang diperlukan kepada supplier. Setelah memberikan catatan tersebut kepada supplier, supplier akan mencarikan barang tersebut. Setelah itu supplier akan memberikan langsung barang yang telah dipesan kepada pemilik. Setelah mendapat barang yang dipesan, pemilik akan melakukan pengecekan terhadap barang pesanannya. Setelah mengecek pesanan dan pesanan tersebut sudah sesuai dengan catatan, maka pemilik akan langsung melakukan pembayaran. Pembayaran dilakukan secara tunai. Setelah menyerahkan uang, pemilik akan mendapatkan nota atas pembelian yang telah dilakukan.
B. Mereview Pencatatan Toko Sembako A3
Dalam menjalankan bisnisnya Toko Sembako A3 tidak melakukan pencatatan, baik penerimaan pendapatan maupun pengeluaran yang terjadi untuk melihat kamampuan toko dalam perkembangan bisnisnya.
Pada saat dilakukan penelitian ini barulah dimulai untuk membuat catatan, walaupun hanya sekedar menulis di nota kontan biasa. Untuk mengumpulkan data penelitian ini pemilik menulis pendapatan yang didapat setiap harinya kedalam nota kontan miliknya, barulah setiap akhir minggu penulis mengambil catatan tersebut ke toko. Toko A3 masih melakukan pencatatan atas transaksi yang terjadi secara manual, maka dari itu penginputan transaksi kedalam aplikasi tidak dapat langsung diterapkan dan masih dalam tahap mempelajari aplikasi. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kompetensi baik dalam ilmu akuntansi maupun teknologi oleh pemilik.
C. Tahapan Dalam Penerapan Aplikasi : Lamikro, Teman Bisnis, Akuntansi UKM
Dalam menerapkan aplikasi didapati tahapan yang berbeda dalam pemakaian dan penginputan data dari masing-masing aplikasi seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 1 : Tahapan penggunaan aplikasi
Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Tahap I Registrasi dan
Tabel 1 : Tahapan penggunaan aplikasi (lanjutan)
Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Tahap II Entri jurnal yang
Tahap III Export laporan posisi keuangan,
Dalam penerapan kedalam aplikasi Lamikro, Teman Bisnis, dan Akuntansi UKM tentunya penginputan data yang paling utama di lakukan dengan menginput data-data yang dimiliki oleh Toko A3 seperti yang ditunjukkan sebagai berikut :
1) Modal awal Rp5,000,000
2) Utang usaha non bank Rp600,000 3) Persediaan barang dagang Rp5,716,916 4) Biaya listrik Rp100,000
5) Beban lain-lain Rp500,000
D. Perlakuan Akuntansi
1. Pengakuan Unsur Laporan Keuangan a) Pengakuan Aset
Aset merupakan sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang dari mana manfaat ekonomik di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh entitas (SAK EMKM). Pengakuan aset pada toko sembako A3 berupa persediaan barang dagang. Pengakuan tersebut dicatat sebesar biaya perolehannya yang memiliki manfaat ekonomik di masa depan, dikuasai oleh toko A3, dan timbul akibat transaksi masa lalu. Saat penerapan ke masing-masing aplikasi, didapati bahwa aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menunjukkan pengakuan aset berupa persediaan barang dagangan sesuai dengan SAK EMKM 9.3 yang mana entitas mengakui persediaan ketika diperoleh, sebesar biaya perolehannya dan 9.4 yaitu biaya perolehan persediaan mencakup seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi untuk membawa persediaan dalam kondisi siap digunakan.
b) Pengakuan Liabilitas
Liabilitas atau utang merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi yang timbul sebagai akibat pembelian barang secara kredit ataupun penerimaan pinjaman (Hartono,2018:16). Liabilitas yang terjadi pada toko sembako A3 adalah saat pembelian persediaan
beras secara kredit pada pemasok. Pembayaran beras dilakukan secara bertahap, sebagian uang akan dibayarkan pada saat barang diterima. Liabilitas dicatat sebesar jumlah yang harus dibayarkan sesuai kesepakatan pada pemasok. Saat pembayaran liabilitas telah dilunasi maka pengakuannya dihentikan. Ketiga aplikasi melakukan pencatatan atas pengakuan liabilitas sesuai dengan SAK EMKM 13.4 yang mana liabilitas dicatat sebesar jumlah yang harus dibayarkan dan 13.6 berupa pengeluaran atau penghentian pengakuan liabilitas ketika liabilitas tersebut sudah dilunasi sebesar jumlah yang harus dibayarkan.
Selain itu toko sembako A3 juga memiliki pinjaman yang didapat dari kerabat atau non bank sebesar Rp600.000 yang dicatat sesuai jumlah transaksinya. Pinjaman yang diterima pun dicatat sesuai tanggal penerimaan. Hal tersebut diperlakukan sama oleh masing-masing aplikasi, ketiganya mencatat sesuai dengan jumlah transaksi yang diterima oleh toko sembako A3. Pengakuan utang usaha pada aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM dapat dinyatakan sudah sesuai dengan SAK EMKM 8.7 yang mana harga transaksi pinjaman adalah sebesar jumlah pinjamannya. Maka aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menunjukkan bahwa, dalam pencatatan pada kedua aplikasi mengakui liabilitas sesuai dengan jumlah kewajiban yang telah terjadi dan yang telah disepakati, serta
pengakuan liabilitas tersebut dilihat dari manfaat ekonomik yang akan timbul di masa mendatang.
c) Pengakuan Pendapatan dan Biaya
Pendapatan adalah arus masuk harta dari aktivitas perusahaan menjual barang dan jasa pada satu periode yang mengakibatkan kenaikan modal yang tidak berasal dari penanaman modal.
(Nafarin, 2006:15). Toko sembako A3 mengakui dan mencatat pendapatan ketika pembayaran diterima saat itu juga, karena toko sembako A3 tidak menerima pembayaran secara kredit. Pengakuan pendapatan pada masing-masing aplikasi dicatat sebesar jumlah kas yang diterima pada saat perolehan.
Biaya merupakan pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang, atau mempunyai manfaat melebihi satu periode (Dunia dan Abdullah, 2012:22). Toko sembako A3 mengakui biaya listrik dan biaya pemeliharaan dalam aktivitas bisnisnya. Biaya listrik toko sembako A3 pada aplikasi Lamikro, Akuntansi UKM, dan Teman Bisnis mengakui pada saat dilakukan pembayaran sebesar jumlah yang dibayarkan, begitu pula pada biaya pemeliharaan yang diakui pada saat toko A3 melakukan pembayaran sebesar jumlah yang dibayarkan hal tersebut sesuai dengan SAK EMKM 14.2 yang mana pendapatan diakui ketika terdapat hak atas pembayaran yang diterima. Pada 14.4 menunjukkan entitas dapat mengakui
pendapatan dari suatu penjualan barang atau jasa ketika barang telah dijual pada pembeli. Namun pada aplikasi Teman Bisnis terlihat bahwa aplikasi ini mengakui pembelian persediaan sebagai biaya yang mana tercantum pada Laporan Laba Rugi yang mana hal ini masih tidak sesuai dengan SAK EMKM.
2. Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
a) Jurnal toko sembako A3 Berdasar SAK EMKM
Tanggal Nama Akun dan
Keterangan Ref Debit Kredit
2020
April 1 Kas Rp 5.000.000
Modal Rp 5.000.000
(Mencatat modal awal)
Biaya administrasi dan
umum Rp 299.400
Kas Rp 299.400
(Mencatat pembelian box
beras)
Biaya administrasi dan
umum Rp 150.000
Kas Rp 150.000
(Mencatat pembelian
meja)
Biaya administrasi dan
umum Rp 85.000
Kas Rp 85.000
(Mencatat pembelian alat
timbang)
Biaya administrasi dan
umum Rp 42.200
(Untuk mencatat renovasi
toko)
Tanggal Nama Akun dan persediaan beras secara kredit)
6 Kas Rp 23.000
Penjualan Rp 23.000
Harga pokok penjualan Rp 21.000
Persediaan Rp 21.000
(Mencatat penjualan telur)
7 Kas Rp 31.500
(Mencatat hutang usaha
non bank)
15 Biaya listrik Rp 100.000
Kas Rp 100.000
(Mencatat pembayaran listrik)
b) Jurnal yang dibuat oleh aplikasi Lamikro
Jurnal yang di tampilkan oleh aplikasi Lamikro memiliki tampilan yang berbeda dari jurnal pada umumnya.
1) Modal awal
2) Pembelian persediaan secara tunai.
3) Pembelian persediaan secara kredit.
4) Transaksi penjualan secara tunai.
5) Pembayaran hutang atas pembelian beras
6) Hutang usaha, peminjaman dana pada non bank
7) Pembayaran beban listrik dan beban lain-lain
c) Jurnal yang dibuat oleh Akuntansi UKM 1) Modal awal toko sembako A3
2) Pembelian persediaan barang secara tunai
3) Pembelian persediaan secara kredit
4) Penjualan secara tunai
5) Pembayaran pembelian persediaan beras tahap 2
6) Hutang usaha, peminjaman uang pada non bank
7) Pembayaran listrik dan beban lain-lain
Jika dilihat dari jurnal yang sudah ditampilkan oleh aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM keduanya sudah dapat membuktikan bahwa pengukuran pos-pos akun pada aplikasi tersebut telah sesuai dengan ketentuan menurut SAK EMKM 2.16.
3. Penyajian Unsur Laporan Keuangan
Adapun penyajiaan dari masing-masing aplikasi seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 2 : Perbandingan penyajian dari masing-masing aplikasi Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Penjualan Disajikan dalam laporan laba rugi
Tabel 2 : Perbandingan penyajian dari masing-masing aplikasi (lanjutan)
Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Liabilitas Disajikan dalam laporan posisi
Dalam tabel perbandingan tersebut ditunjukkan bahwa aplikasi Teman Bisnis tidak membuat laporan posisi keuangan sehingga tidak sesuai dengan SAK EMKM yang mensyaratkan minimal membuat laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.
Pada pos beban, aplikasi Teman Bisnis menunjukkan hasil yang berbeda dengan aplikasi yang lain karena aplikasi Teman Bisnis mencatat pembelian persediaan sebagai beban. Pada aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM mengakui harga pokok penjualan yang ditambahkan dengan beban lain-lain dan beban listrik.
Pada penyajian liabilitas, aplikasi Teman Bisnis dan Akuntansi UKM menunjukkan jumlah yang sama yaitu Rp600,000, namun pada aplikasi Teman Bisnis jumlah liabilitas disajikan pada arus kas karena aplikasi ini tidak menyajikan output laporan posisi keuangan.
Sedangkan aplikasi Lamikro menunjukkan penyajian liabilitas sejumlah Rp600,000.
Berikut ditunjukkan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang dimiliki oleh masing-masing aplikasi :
1. Laporan Keuangan Lamikro a) Laporan Posisi Keuangan
Gambar 13
Dalam laporan posisi keuangan sudah menyajikan output yang sesuai dengan SAK EMKM. Dalam rincian aset lancar menyajikan kas sejumlah Rp4,088,484, pada persediaan barang dagang ditunjukkan sejumlah Rp1,129,516.
Gambar 14
Pada sisi liabilitas dalam laporan posisi keuangan yang dibuat oleh Lamikro menunjukkan utang usaha sejumlah Rp600,000 yang didapat dari pinjaman dana kepada kerabat. Pada sisi ekuitas ditunjukkan adanya modal dan saldo laba yang dimiliki toko sembako A3. Secara keseluruhan, output laporan posisi keuangan Lamikro sudah sesuai dengan SAK EMKM.
b) Laporan Laba Rugi
Gambar 15
Laporan laba rugi milik Lamikro menunjukkan penjualan produk sejumlah Rp5,382,000 yang didapat dari penjualan toko sembako A3 selama bulan april. Pada harga pokok penjualan menunjukkan Rp4,587,400 yang didapat sesuai perhitungan yaitu persediaan awal + pembelian – persediaan akhir. Selain itu output aplikasi Lamikro sesuai dengan SAK EMKM yang mana aplikasi ini menunjukkan laba rugi yang didapatkan setelah pajak secara
otomatis tanpa adanya penghitungan yang harus dilakukan secara manual oleh pengguna aplikasi.
2. Laporan Keuangan Akuntansi UKM a) Laporan Posisi Keuangan
Gambar 18
Laporan posisi keuangan dari aplikasi Akuntansi UKM menunjukkan total aktiva sejumlah Rp5,602,400 yang didapat dari jumlah kas, jumlah persediaan barang dagang, total persediaan, total perlengkapan, dan total peralatan. Pada sisi liabilitas menunjukkan sebesar Rp600,000 yang didapat dari utang usaha non bank. Serta pada sisi ekuitas menunjukkan modal yang disetorkan pemilik pada awal usaha sejumlah Rp5,000,000 dan
laba/rugi bersih sejumlah Rp382,000. Dari laporan posisi keuangan Akuntansi UKM ini dapat dinilai bahwa penyajian dari laporan posisi keuangan ini sudah menyajikan output yang sesuai dengan SAK EMKM.
b) Laporan Laba Rugi
Gambar 19
Pada laporan laba rugi aplikasi Akuntansi UKM menunjukkan pendapatan sejumlah Rp5,382,000. Pada sisi harga pokok penjualan ditunjukkan sejumlah Rp4,587,400 yang kemudian langsung dikurangkan dari pendapatan dan diperoleh laba /rugi kotor sejumlah Rp794,600. Jumlah biaya sebesar Rp1,176,600
merupakan biaya renovasi toko, biaya pemeliharaan, dan biaya listrik. Hasil biaya tersebut dikurangkan dengan laba rugi kotor yang menunjukkan rugi sebesar Rp382,000 dalam laba/rugi bersih.
Dari laporan aplikasi Akuntansi UKM ini sesuai dengan SAK EMKM, namun masih belum menampilkan laba/rugi setelah pajak penghasilan dalam output laporan laba rugi.
3. Laporan Keuangan Teman Bisnis a) Laporan Laba Rugi
Gambar 16
Pada laporan laba rugi aplikasi Teman Bisnis menyajikan output yang lebih sederhana dari aplikasi Lamikro. Yang mana aplikasi ini menunjukkan pendapatan sejumlah Rp5,382,000 dan biaya berupa pembelian persediaan sejumlah Rp5,716,916, serta terdapat biaya lain-lain sejumlah Rp1,176,600 yang berupabiaya renovasi toko dan pembayaran listrik. Aplikasi Teman Bisnis ini tidak menunjukkan harga pokok penjualan pada laporan laba rugi. Pada
laporan ini Teman Bisnis masih belum meunjukkan perhitunga laba rugi sebelum dan sesudah pajak penghasilan, di mana pada SAK EMKM dalam laporan laba ruginya mencakup pendapatan, beban, dan laba rugi sebelum dan sesudah pajak penghasilan.
b) Laporan Arus Kas
Gambar 17
Pada arus kas yang ditampilkan oleh aplikasi Teman Bisnis, menunjukkan total penjualan yang didapatkan oleh Toko Sembako A3 selama bulan april. Pada sisi pengeluaran ditunjukkan total pembelian persediaan, beban yang dikeluarkan selama bulan april, dan sejumlah utang yang sudah dibayarkan oleh toko sembako a3.
Dalam arus kas ini menunjukkan saldo akhir sejumlah Rp4,088,484.
E. Perbandingan Laporan Keuangan Tiap Aplikasi Dengan SAK EMKM 1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 3 : Perbandingan Laporan Posisi Keuangan
SAK EMKM Lamikro Akuntansi
UKM
Tabel 3 : Perbandingan Laporan Posisi Keuangan (lanjutan)
SAK EMKM Lamikro Akuntansi
UKM
2. Laporan Laba Rugi
Tabel 4 : Perbandingan Laporan Laba Rugi
SAK EMKM Lamikro Akuntansi
UKM
Tabel 4 : Perbandingan Laporan Laba Rugi (lanjutan)
SAK EMKM Lamikro Akuntansi
UKM
Dari perbandingan laporan laba rugi pada aplikasi Lamikro, Teman Bisnis, dan Akuntansi UKM dengan SAK EMKM dapat ditunjukkan bahwa Teman Bisnis masih belum sesuai dengan SAK EMKM karena dilihat dari aspek pengakuan, pengukuran, dan penyajian Teman Bisnis masih menunjukkan jumlah atau hasil akhir penghitungan yang berbeda dengan aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM.
70 BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penelitian yang sudah dilakukan, jika dilihat dari pengakuan, pengukuran, dan penyajian, aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM sudah sesuai dengan SAK EMKM. Dalam penelitian ini ditunjukkan bahwa Toko A3 memiliki dua proses bisnis yaitu penjualan dan pembelian. Dalam proses pembelian terjadi dua transaksi yaitu secara tunai dan kredit, proses pembelian tersebut untuk membeli persediaan barang dagang. Terjadinya pembelian sediaan barang dagang secara tunai yaitu dengan pemilik Toko A3 datang langsung pada supplier untuk membeli persediaan barang dagang yang diperlukan. Pada proses pembeliaan persediaan secara kredit trejadi saat Toko A3 membeli sediaan beras, diaman pemilik toko akan melakukan pemesanan dahulu pada supplier beras dan saat beras sudah datang Toko A3 akan membayarkan setengah dari harga barang yang telah disetujui dengan suplier dan kurang bayar akan dibayarkan 1minggu setelah pembelian beras.
Pengakuan aset terjadi akibat peristiwa masa lalu yang memiliki manfaat ekonomik di masa depan. Aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM mengakui persediaan barang dagang pada aset lancar yang mana persediaan barang dagang tersebut memiliki manfaat ekonomik untuk masa mendatang dan dicatat sesuai dengan biaya perolehannya. Pengakuan liabilitas pada aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM telah sesuai karena keduanya
mengakui liabilitas dari kewajiban yang timbul sebelumnya yang mana pelunasannya menggunakan aset yang dimilki toko.
Pada aspek pengukuran aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menunjukkan nilai perolehan pada aset, utang, modal, pendapatan, dan beban berdasar biaya historisnya. Pada aspek penyajian, aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menyajikan output laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi sesuai dengan anjuran dari SAK EMKM namun hanya Lamikro yang memberikan catatan atas laporan keuangan, yang mana dapat diunduh melalui website Lamikro. Sedangkan aplikasi Teman Bisnis masih belum memenuhi tiga aspek diatas, karena hanya bisa menyajikan Laporan Laba Rugi dan Arus Kas, selain itu Teman Bisnis juga masih berdasarkan asumsi dasar kas dalam pencatatannya. Maka kesimpulan dari penelitian ini, Lamikro dianggap sebagai aplikasi yang paling sesuai dengan SAK EMKM, karena Lamikro sudah dapat memenuhi tiga aspek dari perlakuan akuntansi dan dapat menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan yang mana dalam SAK EMKM dianjurkan untuk memberikan output Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
B. Keterbatasan Penelitian
1. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah kurangnya referensi yang membahas mengenai aplikasi akuntansi dari aspek pencatatan laporan keuangannya.
2. Minimnya waktu bertemu antara peneliti dengan narasumber yang merupakan pemilik toko, untuk pengambilan data.
3. Peneliti hanya menggunakan sebagian dari barang yang dijual oleh toko dalam melakukan penelitian karena barang yang dijual terlalu banyak dan belum pernah dilakukan pencatatan.
C. Saran
1. Bagi Teman Bisnis diharapkan kedepannya dapat lebih memperlengkap output yang dihasilkan yaitu dengan mengganti arus kas dengan laporan posisi keuangan yang lebih disarankan dalam SAK EMKM.
2. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencari tempat penelitian yang sebelumnya sudah pernah melakukan pencatatan sehingga dapat lebih mempermudah memperoleh data-data yang dibutuhkan.
73
DAFTAR PUSTAKA
Akuntansi UKM. (2014, Desember). Akuntansi UKM. Retrieved from akuntansiukm.id: https://akuntansiukm.id/about-us/.
Alamsyah, I. E. (2019, Maret 18). Republika. Retrieved from Republika.co.id:
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/pokmmc349/hingga -maret-pengguna-aplikasi-lamikro-bertambah-jadi-10023.
Amir, D. K. (2019). Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Laporan Keuangan di Era Revolusi Industri 4.0. (Studi Kasus pada UMKM di Kota Madiun). Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi).
Anonim. (2013). Penelitian Deskriptif Kualitatif. Dikutip melalui
http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penelitian-deskriptif-kualitatif.html.
Andriani, Lilya, Atmadja, Anantawikrama Tungga, dab Sinarwati, Bi Kadek.
(2014). Analisis penerapan pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Sebuah Studi Interpetatif pada Peggy Salon).
Anonim. (2018, Oktober 22). Tribun News. Retrieved from tribunnews.com: