BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Perlakuan Akuntansi
1. Pengakuan Unsur Laporan Keuangan a) Pengakuan Aset
Aset merupakan sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang dari mana manfaat ekonomik di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh entitas (SAK EMKM). Pengakuan aset pada toko sembako A3 berupa persediaan barang dagang. Pengakuan tersebut dicatat sebesar biaya perolehannya yang memiliki manfaat ekonomik di masa depan, dikuasai oleh toko A3, dan timbul akibat transaksi masa lalu. Saat penerapan ke masing-masing aplikasi, didapati bahwa aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menunjukkan pengakuan aset berupa persediaan barang dagangan sesuai dengan SAK EMKM 9.3 yang mana entitas mengakui persediaan ketika diperoleh, sebesar biaya perolehannya dan 9.4 yaitu biaya perolehan persediaan mencakup seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi untuk membawa persediaan dalam kondisi siap digunakan.
b) Pengakuan Liabilitas
Liabilitas atau utang merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi yang timbul sebagai akibat pembelian barang secara kredit ataupun penerimaan pinjaman (Hartono,2018:16). Liabilitas yang terjadi pada toko sembako A3 adalah saat pembelian persediaan
beras secara kredit pada pemasok. Pembayaran beras dilakukan secara bertahap, sebagian uang akan dibayarkan pada saat barang diterima. Liabilitas dicatat sebesar jumlah yang harus dibayarkan sesuai kesepakatan pada pemasok. Saat pembayaran liabilitas telah dilunasi maka pengakuannya dihentikan. Ketiga aplikasi melakukan pencatatan atas pengakuan liabilitas sesuai dengan SAK EMKM 13.4 yang mana liabilitas dicatat sebesar jumlah yang harus dibayarkan dan 13.6 berupa pengeluaran atau penghentian pengakuan liabilitas ketika liabilitas tersebut sudah dilunasi sebesar jumlah yang harus dibayarkan.
Selain itu toko sembako A3 juga memiliki pinjaman yang didapat dari kerabat atau non bank sebesar Rp600.000 yang dicatat sesuai jumlah transaksinya. Pinjaman yang diterima pun dicatat sesuai tanggal penerimaan. Hal tersebut diperlakukan sama oleh masing-masing aplikasi, ketiganya mencatat sesuai dengan jumlah transaksi yang diterima oleh toko sembako A3. Pengakuan utang usaha pada aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM dapat dinyatakan sudah sesuai dengan SAK EMKM 8.7 yang mana harga transaksi pinjaman adalah sebesar jumlah pinjamannya. Maka aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM menunjukkan bahwa, dalam pencatatan pada kedua aplikasi mengakui liabilitas sesuai dengan jumlah kewajiban yang telah terjadi dan yang telah disepakati, serta
pengakuan liabilitas tersebut dilihat dari manfaat ekonomik yang akan timbul di masa mendatang.
c) Pengakuan Pendapatan dan Biaya
Pendapatan adalah arus masuk harta dari aktivitas perusahaan menjual barang dan jasa pada satu periode yang mengakibatkan kenaikan modal yang tidak berasal dari penanaman modal.
(Nafarin, 2006:15). Toko sembako A3 mengakui dan mencatat pendapatan ketika pembayaran diterima saat itu juga, karena toko sembako A3 tidak menerima pembayaran secara kredit. Pengakuan pendapatan pada masing-masing aplikasi dicatat sebesar jumlah kas yang diterima pada saat perolehan.
Biaya merupakan pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang, atau mempunyai manfaat melebihi satu periode (Dunia dan Abdullah, 2012:22). Toko sembako A3 mengakui biaya listrik dan biaya pemeliharaan dalam aktivitas bisnisnya. Biaya listrik toko sembako A3 pada aplikasi Lamikro, Akuntansi UKM, dan Teman Bisnis mengakui pada saat dilakukan pembayaran sebesar jumlah yang dibayarkan, begitu pula pada biaya pemeliharaan yang diakui pada saat toko A3 melakukan pembayaran sebesar jumlah yang dibayarkan hal tersebut sesuai dengan SAK EMKM 14.2 yang mana pendapatan diakui ketika terdapat hak atas pembayaran yang diterima. Pada 14.4 menunjukkan entitas dapat mengakui
pendapatan dari suatu penjualan barang atau jasa ketika barang telah dijual pada pembeli. Namun pada aplikasi Teman Bisnis terlihat bahwa aplikasi ini mengakui pembelian persediaan sebagai biaya yang mana tercantum pada Laporan Laba Rugi yang mana hal ini masih tidak sesuai dengan SAK EMKM.
2. Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
a) Jurnal toko sembako A3 Berdasar SAK EMKM
Tanggal Nama Akun dan
Keterangan Ref Debit Kredit
2020
April 1 Kas Rp 5.000.000
Modal Rp 5.000.000
(Mencatat modal awal)
Biaya administrasi dan
umum Rp 299.400
Kas Rp 299.400
(Mencatat pembelian box
beras)
Biaya administrasi dan
umum Rp 150.000
Kas Rp 150.000
(Mencatat pembelian
meja)
Biaya administrasi dan
umum Rp 85.000
Kas Rp 85.000
(Mencatat pembelian alat
timbang)
Biaya administrasi dan
umum Rp 42.200
(Untuk mencatat renovasi
toko)
Tanggal Nama Akun dan persediaan beras secara kredit)
6 Kas Rp 23.000
Penjualan Rp 23.000
Harga pokok penjualan Rp 21.000
Persediaan Rp 21.000
(Mencatat penjualan telur)
7 Kas Rp 31.500
(Mencatat hutang usaha
non bank)
15 Biaya listrik Rp 100.000
Kas Rp 100.000
(Mencatat pembayaran listrik)
b) Jurnal yang dibuat oleh aplikasi Lamikro
Jurnal yang di tampilkan oleh aplikasi Lamikro memiliki tampilan yang berbeda dari jurnal pada umumnya.
1) Modal awal
2) Pembelian persediaan secara tunai.
3) Pembelian persediaan secara kredit.
4) Transaksi penjualan secara tunai.
5) Pembayaran hutang atas pembelian beras
6) Hutang usaha, peminjaman dana pada non bank
7) Pembayaran beban listrik dan beban lain-lain
c) Jurnal yang dibuat oleh Akuntansi UKM 1) Modal awal toko sembako A3
2) Pembelian persediaan barang secara tunai
3) Pembelian persediaan secara kredit
4) Penjualan secara tunai
5) Pembayaran pembelian persediaan beras tahap 2
6) Hutang usaha, peminjaman uang pada non bank
7) Pembayaran listrik dan beban lain-lain
Jika dilihat dari jurnal yang sudah ditampilkan oleh aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM keduanya sudah dapat membuktikan bahwa pengukuran pos-pos akun pada aplikasi tersebut telah sesuai dengan ketentuan menurut SAK EMKM 2.16.
3. Penyajian Unsur Laporan Keuangan
Adapun penyajiaan dari masing-masing aplikasi seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 2 : Perbandingan penyajian dari masing-masing aplikasi Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Penjualan Disajikan dalam laporan laba rugi
Tabel 2 : Perbandingan penyajian dari masing-masing aplikasi (lanjutan)
Lamikro Akuntansi UKM Teman Bisnis
Liabilitas Disajikan dalam laporan posisi
Dalam tabel perbandingan tersebut ditunjukkan bahwa aplikasi Teman Bisnis tidak membuat laporan posisi keuangan sehingga tidak sesuai dengan SAK EMKM yang mensyaratkan minimal membuat laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.
Pada pos beban, aplikasi Teman Bisnis menunjukkan hasil yang berbeda dengan aplikasi yang lain karena aplikasi Teman Bisnis mencatat pembelian persediaan sebagai beban. Pada aplikasi Lamikro dan Akuntansi UKM mengakui harga pokok penjualan yang ditambahkan dengan beban lain-lain dan beban listrik.
Pada penyajian liabilitas, aplikasi Teman Bisnis dan Akuntansi UKM menunjukkan jumlah yang sama yaitu Rp600,000, namun pada aplikasi Teman Bisnis jumlah liabilitas disajikan pada arus kas karena aplikasi ini tidak menyajikan output laporan posisi keuangan.
Sedangkan aplikasi Lamikro menunjukkan penyajian liabilitas sejumlah Rp600,000.
Berikut ditunjukkan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang dimiliki oleh masing-masing aplikasi :
1. Laporan Keuangan Lamikro a) Laporan Posisi Keuangan
Gambar 13
Dalam laporan posisi keuangan sudah menyajikan output yang sesuai dengan SAK EMKM. Dalam rincian aset lancar menyajikan kas sejumlah Rp4,088,484, pada persediaan barang dagang ditunjukkan sejumlah Rp1,129,516.
Gambar 14
Pada sisi liabilitas dalam laporan posisi keuangan yang dibuat oleh Lamikro menunjukkan utang usaha sejumlah Rp600,000 yang didapat dari pinjaman dana kepada kerabat. Pada sisi ekuitas ditunjukkan adanya modal dan saldo laba yang dimiliki toko sembako A3. Secara keseluruhan, output laporan posisi keuangan Lamikro sudah sesuai dengan SAK EMKM.
b) Laporan Laba Rugi
Gambar 15
Laporan laba rugi milik Lamikro menunjukkan penjualan produk sejumlah Rp5,382,000 yang didapat dari penjualan toko sembako A3 selama bulan april. Pada harga pokok penjualan menunjukkan Rp4,587,400 yang didapat sesuai perhitungan yaitu persediaan awal + pembelian – persediaan akhir. Selain itu output aplikasi Lamikro sesuai dengan SAK EMKM yang mana aplikasi ini menunjukkan laba rugi yang didapatkan setelah pajak secara
otomatis tanpa adanya penghitungan yang harus dilakukan secara manual oleh pengguna aplikasi.
2. Laporan Keuangan Akuntansi UKM a) Laporan Posisi Keuangan
Gambar 18
Laporan posisi keuangan dari aplikasi Akuntansi UKM menunjukkan total aktiva sejumlah Rp5,602,400 yang didapat dari jumlah kas, jumlah persediaan barang dagang, total persediaan, total perlengkapan, dan total peralatan. Pada sisi liabilitas menunjukkan sebesar Rp600,000 yang didapat dari utang usaha non bank. Serta pada sisi ekuitas menunjukkan modal yang disetorkan pemilik pada awal usaha sejumlah Rp5,000,000 dan
laba/rugi bersih sejumlah Rp382,000. Dari laporan posisi keuangan Akuntansi UKM ini dapat dinilai bahwa penyajian dari laporan posisi keuangan ini sudah menyajikan output yang sesuai dengan SAK EMKM.
b) Laporan Laba Rugi
Gambar 19
Pada laporan laba rugi aplikasi Akuntansi UKM menunjukkan pendapatan sejumlah Rp5,382,000. Pada sisi harga pokok penjualan ditunjukkan sejumlah Rp4,587,400 yang kemudian langsung dikurangkan dari pendapatan dan diperoleh laba /rugi kotor sejumlah Rp794,600. Jumlah biaya sebesar Rp1,176,600
merupakan biaya renovasi toko, biaya pemeliharaan, dan biaya listrik. Hasil biaya tersebut dikurangkan dengan laba rugi kotor yang menunjukkan rugi sebesar Rp382,000 dalam laba/rugi bersih.
Dari laporan aplikasi Akuntansi UKM ini sesuai dengan SAK EMKM, namun masih belum menampilkan laba/rugi setelah pajak penghasilan dalam output laporan laba rugi.
3. Laporan Keuangan Teman Bisnis a) Laporan Laba Rugi
Gambar 16
Pada laporan laba rugi aplikasi Teman Bisnis menyajikan output yang lebih sederhana dari aplikasi Lamikro. Yang mana aplikasi ini menunjukkan pendapatan sejumlah Rp5,382,000 dan biaya berupa pembelian persediaan sejumlah Rp5,716,916, serta terdapat biaya lain-lain sejumlah Rp1,176,600 yang berupabiaya renovasi toko dan pembayaran listrik. Aplikasi Teman Bisnis ini tidak menunjukkan harga pokok penjualan pada laporan laba rugi. Pada
laporan ini Teman Bisnis masih belum meunjukkan perhitunga laba rugi sebelum dan sesudah pajak penghasilan, di mana pada SAK EMKM dalam laporan laba ruginya mencakup pendapatan, beban, dan laba rugi sebelum dan sesudah pajak penghasilan.
b) Laporan Arus Kas
Gambar 17
Pada arus kas yang ditampilkan oleh aplikasi Teman Bisnis, menunjukkan total penjualan yang didapatkan oleh Toko Sembako A3 selama bulan april. Pada sisi pengeluaran ditunjukkan total pembelian persediaan, beban yang dikeluarkan selama bulan april, dan sejumlah utang yang sudah dibayarkan oleh toko sembako a3.
Dalam arus kas ini menunjukkan saldo akhir sejumlah Rp4,088,484.
E. Perbandingan Laporan Keuangan Tiap Aplikasi Dengan SAK EMKM