• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Arus Kunjungan Wisatawan Mancanegara Ke Kota

BAB IV USAHA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA

4.1 Perkembangan Arus Kunjungan Wisatawan Mancanegara Ke Kota

4.1 Perkembangan Arus Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kota Medan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Sumatera Utara memprediksi kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Medan tahun ini masih naik sekitar 20 persen dan itu-pun masih sangat tergantung dengan keamanan di Indonesia.

"Tahun lalu hingga November, berdasarkan data sementara, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 172,194 orang atau bertumbuh 18,34 persen dari periode sama 2009," kata Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution, di Medan, Minggu (23/1).

Prediksi kenaikan kunjungan itu diharapkan masih terbesar dari Malaysia dan Singapura seperti yang terjadi hampir di setiap

tahun."Peningkatan kunjungan bisa lebih besar lagi kalau kebijakan

penerbangan AirAsia yang membuka rute baru Hongkong dan Medan-Bangkok mulai awal tahun ini memberi dampak positif dengan naiknya

Turis Hongkong dan Bangkok, kata beliau, hingga dewasa ini diakui masih belum tergolong wisatawan 10 besar yang memasuki Kota Medan.Jadi dengan adanya rute ke negara itu diharapkan, wisatawan negara itu banyak berkunjung ke Kota Medan."Tetapi peningkatan kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi dengan keamanan di dalam negeri," katanya.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Alimuddin Sidabalok, menyebutkan, setelah Malaysia dan Singapura, Belanda, adalah wisatawan terbesar ketiga yag mengunjungi Kota Medan.Setelah Belanda, baru Amerika Serikat dan Jerman.Meski tergolong besar atau mencapai 6.518 orang hingga November 2010, jumlah kunjungan dari negara itu termasuk turun dibandingkan di era tahun 1990-an.

Station Manager Hub Medan AirAsia, Mulyana, menyebutkan, manajemen perusahaan itu juga berharap, rute yang dibuka tersebut mendatangkan keuntungan ke pemerintah Kota Medan melalui naiknya kunjungan wisatawan dari kedua negara itu."Medan memang menjadi salah satu hubungan andalan penerbangan kami," katanya.Hingga 2011, AirAsia, sudah memiliki enam rute penerbangan dari Medan yakni ke Bandung, Surabaya, Kuala Lumpur, Penang, Bangkok dan Hongkong.

dibandingkan periode sama tahun lalu atau mencapai 95.223 orang.“Dari 95.223 orang wisman (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke kota Medan hingga Juni 2010, sebesar 57,60 persen atau sebanyak 54.848 orang

berasal dari Malaysia,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok di Medan, Senin [02/08]. Hampir setiap tahun jumlah kunjungan turis dari Malaysia mengalami kenaikan, ujarnya.

Pada semester I 2010, jumlah kunjungan wisatwan asal Malaysia misalnya naik 5,36 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih 52.060 orang.“Warga Malaysia mengaku memilih berlibur ke kota Medan

antara lain karena jaraknya yang dekat, makanan yang enak dan tarif

bermain golf yang relatif lebih murah,” katanya. Setelah Malaysia,

pengunjung terbesar adalah warga Singapura dengan jumlah 5.624 orang dan

Belanda 2.469 orang.

“Dari tahun ke tahun komposisi kedatangan wisman ke kota Medan memang seperti itu, yakni terbesar dari Malaysia, Singapura dan Belanda,” katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut

Medan karena makanan termasuk untuk berbelanja antara lain di “Pajak Ikan”, sebuah pusat penjualan bahan kain dan pakaian jadi serta

perlengkapan sholat.Tetapi, kata dia, dibandingkan kunjungan warga Medan

ke Malaysia, kedatangan warga negara tetangga itu dinilai masih relatif kecil.

“Memang harus ada terobosan-terobosan baru yang lebih kreatif lagi untuk

menarik minat kunjungan asal Malaysia dan negara lainnya dan itu tanggung

jawab ’stake holder’,” katanya.

Dia mengakui, objek wisata di kota Medan belum banyak mengalami perkembangan untuk semakin layak dijual ke wisatawan. “Infrastrukturnya misalnya masih jelek, sehingga wisatawan sudah keburu lelah dulu sebelum menikmati panorama di daerah tujuan wisata,” katanya.

4.2 Kegiatan Promosi Yang Dilakukan Oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Medan

Adapun kegiatan promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Medan adalah sebagai berikut :

(Tourism Indonesia Mart & Expo), NATAS Fair (National Travel Association Singapore Fair), Sumatera International Travel.

2. Melakukan Familiarization Tour dengan mengundang Travel Writer, seperti Canada, Jepang, Singapore.

3. Melakukan Familiarization Tour dengan mengundang tour Operator Amerika, Singapore, United Kingdom, dan beberapa negara Eropa Barat. 4. Mengirim / menyebarluaskan brocure, leaf let, folders tentang objek wisata di

Kota Medan.

5. Mengikuti event-event yang ada baik itu didalam kota maupun luar kota, seperti : Ramadhan Fair, Gebyar Pariwisata Nusantara di Jakarta, Pekan Raya Medan, Medan Expo, Pekan Raya Jakarta, dan lain-lain.

Melihat semakin berkembangnya dunia kepariwisataan di kota Medan saat ini yang dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah arus kunjungan wisatawan mancanegara ke kota Medan maka pemerintah Kota Medan berupaya terus meningkatkan pemasaran kepariwisataan melalui :

1. Sebagaimana terdapat dalam sapta kebijakan, maka dalam rangka untuk lebih memperluas jangkauan kepariwisataan, maka pemerintah mengadakan bermacam-macam promosi, yang pada dasarnya teknik promosi harus dilakukan seperti pembuatan brosur-brosur, poster, leafled, bookled, dan calendar of event.

indah, ramah, kenangan) dalam menerima kedatangan wisatawan nusantara, sehingga akan timbul kesan yang baik.

3. Dengan mengadakan perbaikan dan pelebaran jalan-jalan yang menuju ke objek wisata atau daerah wisata, serta menemukan jalur pariwisata baru di dalam dan antar wilayah.

4. Penambahan frekuensi dan jalur penerbangan dalam dan luar negeri.

5. Mengadakan seminar-seminar dan rapat yang berfungsi untuk meningkatkan dan mengembangkan kepariwisataan di kota Medan.

6. Membuat calender of event dari kepariwisataan di Sumatera Utara, misalnya Pesta Danau Toba.

7. Membuat dan menciptakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari segala kegiatan yang berhubungan dengan kepariwisataan.

8. Menyediakan prasarana kepariwisataan seperti penyediaan air bersih, pembangkit tenaga listrik dan lain-lain.

9. Dengan menggalakkan “MEDAN BESTARI” yaitu Medan Kota Bersih, Sehat, Tertib, Aman, Rapi, dan Indah.

10.Memberikan pengarahan kepada badan-badan swasta yang bergerak di bidang kepariwisataan, agar melaksanakan usaha pariwisatanya dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat banyak, selalu mengindahkan nilai-nilai luhur bangsa, memperhatikan dampak-dampak yang mungkin akan timbul

11.Mengikuti event-event internasional dengan tujuan untuk memperkenalkan kepariwisataan, mengikuti pameran-pameran yang diadakan yang mempunyai hubungan dengan pariwisata, misalnya Pekan Raya Sumatera Utara.

12.Menggali dan melestarikan nilai seni dan budaya daerah.

Dokumen terkait