• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Paparan Data dan Temuan

2) Perkembangan bahasa Dampak negatif

Hal ini sejalan dengan wawancara yang peneliti lakukan dengan ibu marni yang mengatakan bahwa:

Gadget sangat memiliki dampak yang baik bagi anak saya karena ketika saya mengajak dia bermain petak umpet dia dengan cepat memahami aturannya.148

Kemudian hasil wawancara dengan ibu siti yang mengatakan bahwa:

Saya sangat senang karena ketika saya mengajak anak saya bermain apa saja jenis permainan anak dia dengan mudah merespon dan memahami segala aturannya.

Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil wawancara dari ibu ela bahwa:

Saya sering mengajak anak saya bermain, baik itu pagi maupun malam dan dia dengan mudah memahami bagaimana aturannya sehingga saya tidak capek menjelaskan.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa anak usia 5-6 tahun di dusun guntur kelurahan gerantung sudah dapat memahami permainan yang diajarakan oleh guru maupun orang tuanya

2) Perkembangan bahasa

karena lebih terpokus hanya kegadgetnya kurang berkomunikasi dengan sekitarnya dan susah diajak berbicara, ketika dipanggil anak tidak segera merespon melainkan harus dipanggil beberapa kali.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan di Dusun Guntur bahwa penggunaan gadget menimbulkan dampak negatif karena anak lebih suka bermain gadget daripada harus bermain dengan teman-temanya dan anak jarang berkomunikasi karena pokus pada gadgetnya saja.

Hal ini sesuai dengan wawancara yang peneliti lakukan dengan ibu Sumarni yang mengatakan bahwa:

Anak saya setelah mengenal gadget jadi pendiam, dia hanya terpokus pada gadgetnya saja bahakan kalau saya panggil hanya menjawab kalau saya sudah beberapa kali memanggilnya.149

Kemudian hasil wawancara dengan ibu Hairiyah yang mengatakan bahwa:

Anak saya sering berkata-kata kurang baik karena mendengar apa yang ditontonya , dia sering mengikuti bahasa-bahasa gaul dan menirunya.150

Selain itu hasil wawancara dengan ibu siti yang mengatakan bahwa:

Setelah mengenal gadget anak saya semakin malas dan susah disuruh karena kalau saya suruh selalu ada aja alasanya untuk tidak mau disuruh dan suaranya lebih keras.151

149 Sumarni, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 25 Mei 2022.

150 Hairiyah, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 25 Mei 2022.

151 Siti, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 26 Mei 2022.

b) Susah mematuhi perintah

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur bahwa anak setelah mengenal gadget sangat susah diatur dan menuruti perintah.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari Rabu 24 April 2022 bahwa di Dusun Guntur bahwa penggunaan gadget membuat anak susah diatur dan susah mematuhi perintah jika disuruh berhenti bermain game.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan ibu Zar yang mengatakan bahwa:

Anak saya sangat susah di suruh kalau saya suruh berhenti menggunakan gadget, susah mendengar dan sangat susah untuk mengerti aturan kalau saya perintah.152

Kemudian hasil wawancara dengan ibu pitri yang mengatakan bahwa:

Saya memberikan batasan waktu untuk anak saya bermain game tapi anak saya sangat susah untuk mengerti aturan untuk berhenti bermain game sesuai aturanya.153

Selain itu hasil wawancara dengan ibu fidia yang mengatakan bahwa:

Anak saya semakin susah diperintah setelah mengenal gadget, semakin malas, tidak menuruti perintah yang saya suruh dia hanya terpokus pada gadgetnya tidak mau diganggu.154

152 Zar, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 26 Mei 2022.

153 Pitri, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 26 Mei 2022.

154 Fidia, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 27 Mei 2022.

c) Susah memahami aturan permainan

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur anak setelah mengenal gadget sangat susah memahami aturan dalam permainan.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari Rabu 24 April 2022 bahwa di Dusun Guntur bahwa penggunaan gadget orang tua memberikan batasan waktu dalam bermain game tapi anak susah memahami aturan untuk disuruh berhenti bermain gam.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan ibu Nur yang mengatakan bahwa:

Saya memberikan aturan untuk anak saya dalam bermain game, tapi jarang anak saya mau ikuti aturan yang saya berikan, karena anak saya saking asiknya bermain game.

Kalau saya ambil dia akan marah.155

Kemudian hasil wawancara dengan bapak Ali yang mengatakan bahwa:

Anak saya kalau sudah masalah game, sangat susah untuk memahami aturan, walaupun saya berikan aturan dalam bermain game susah untuk dituruti.156

Selain itu hasil wawancara dengan ibu Rus yang mengatakan bahwa:

Anak saya kalau bermain dia tidak paham aturan dalam permainan, dia akan berhenti kalau kita sebagai orang tua yang suruh berhenti.157

155 Nur, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 28 Mei 2022.

156 Ali, wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 28 Mei 2022.

157 Rus, Wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 30 Mei 2022.

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa anak di Dusun Guntur menggunakan gadget tanpa memahami aturan dalam permainan dan aturan waktu dalam bermain gadget.

d) Megungkapkan kalimat yang tidak sesuai usianya

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur anak setelah mengenal gadget anak sering meniru kalimat yang tidak sesuai usian.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari Kamis 25 April 2022 bahwa di Dusun Guntur bahwa penggunaan gadget berdampak pada anak. Anak sering meniru banyak gaya bahasa yang kekinian seperti anak anak sering menonton tik-tok, bermain game, disana anak sering mendengar percakapan orang dewasa yang tidak harus anak tiru akan tetapi karena dampak dari gadget sudah terpengaruh dan sering mengungkapkan bahasa-bahasa yang tidak sesuai usianya.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan ibu Nur yang mengatakan bahwa:

Anak saya sering mengungkapkan kata-kata gaul karena miniru gaya bahasa yang sedang viral di tik-tok anak saya sering berkata anjay, slebew dan sering menirunya ketika sedah bicara dengan orang dewasa juga padahal kata-kata itu belum pantes untuk anak saya tiru.158

Kemudian hasil wawancara dengan bapak Ali yang mengatakan bahwa:

158 Nur, wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 30 Mei 2022.

Anak saya sangat seneng bermain game dia bermain game online seperti mobile lagend dan frie fare anak saya sering mabar dengan temanya yang lebih besar dari dia dan sering meniru gaya orang dewasa tersebut dalam berbahasa yang kurang baik seperti ketika temanya kalah dalam bermain game sering mengungkapkan kata-kata yang tidak baik untuk anak tiru dan mengungkapkanya ddalam keseharianya.159

Selain itu hasil wawancara dengan ibu Rus yang mengatakan bahwa:

Anak saya semakin hari semakin aktif dalam berbahasa dia sering meniru gaya bahasa yang sering di lihat di gadgetnya dia sering meniru bahasa-bahas yang sedang trend-trend di kalangan orang dewas seperti mengungkapkan kata-kata anjay, slebew dan masih banyak lagi bahasa-bahas gaul yang belum patas untuk anak ungkapkan sesuai usianya.160 Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan gadget pada anak sangat berdampak pada perkembangan bahasanya. Anak sering meniru bahasa gaul orang dewasa yang tidak baik untuk anak ungkapkan sesuai usianya.

159 Ali, wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 30 Mei 2022.

160 Rus, wawancara, Dusun Guntur Kelurahan Gerantung, 30 Mei 2022.

BAB III