• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak penggunaan gadget bagi perkembangan fisik motorik dan bahasa anak usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dampak penggunaan gadget bagi perkembangan fisik motorik dan bahasa anak usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022"

Copied!
179
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK DAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DUSUN GUNTUR

KELURAHAN GERANTUNG TAHUN 2022

Oleh Ernawati NIM 180110119

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(2)

DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK DAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DUSUN GUNTUR

KELURAHAN GERANTUNG TAHUN 2022

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram (UIN) Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh Ernawati NIM 180110119

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(3)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi oleh: Ernawati, NIM:180110119 dengan judul “Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Fisik Motorik dan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.

Disetujui pada tanggal: . . .

Pembimbing I Pembimbing II

Siti Hajaroh, M.Pd

NIP. 198408022015032003

Rifki Ayu Rosmita, M.Pd NIP. 199308222019032015

(4)

NOTA DINAS

Mataram, ______________

Hal : UjianSkripsi

Yang Terhormat

Rektor UIN MATARAM Di Mataram

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Dengan hormat setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudari :

Nama Mahasiswa : Ernawati

NIM : 180110119

Jurusan/Prodi : Pendidikan Anak Usia Dini/ S1

Judul : Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022

Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam siding munaqasyah skripsi Fakultas Tarbiyah UIN Matarm.Oleh Karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di Munaqasyah-kan.

Wassalammmu’alaikum, Wr. Wb.

Pembimbing I Pembimbing II

Siti Hajaroh, M.Pd

NIP. 198408022015032003

Rifki Ayu Rosmita, M.Pd NIP. 199308222019032015

(5)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bawahini:

Nama : Ernawati

Nim : 180110119

Jurusan : Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Fisik Motorik dan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022” ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya, jika saya terbukti melakukan plagiat tulisan/karya orang lain, siap menerima sanksi yang telah ditentukan oleh lembaga.

Mataram,

Saya yang menyatakan

Ernawati

(6)

PENGESAHAN

Skripsi oleh: Ernawati, NIM: 180110119 dengan judul “Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Fisik Motorik dan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022” telah dipertahankan di depan dewan penguji Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram pada tanggal

Dewan Penguji

Siti Hajaroh, M.Pd ________________________

(Ketua Sidang/PembimbingI )

Rifki Ayu Rosmita, M.Pd ________________________

(Sekertaris Sidang/PembimbingII )

Nani Husnaini, M.Pd ________________________

(Penguji Sidang I)

Jumrah, M.Pd ________________________

(Penguji Sidang II)

Mengetahui

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram

Dr. Jumarim, M.H.I.

NIP. 197612312005011006

(7)

MOTTO

)لافنلأا( ٌميِظَع ٌرْجَأ ُهَدْنِع َ َّاللَّ َّنَأ َو ٌةَنْتِف ْمُكُد َلَ ْوَأ َو ْمُكُلا َوْمَأ اَمَّنَأ اوُمَلْعا َو

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anak mu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. ”(QS.Al-Anfal:28)1

1QS al-Anfal:[8]:28.

(8)

PERSEMBAHAN

“Kupersembahkan skripsi ini untuk ibuku Masrah dan bapakku Faizi, kakakku Asmawati adikku Farhan Alif, semua guru dan dosenku.”

(9)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Swt, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Besar Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutNya.

Peneliti menyadari bahwa proses menyelesaikan skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti memberikan penghargaan dan beribu-ribu ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, yaitu antara lain:

1. Ibu Siti Hajaroh, M.Pd selaku pembimbing I dan Ibu Rifki Ayu Rosmita, M.Pd selaku pembimbing II, yang selalu memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh kesabaran kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

2. Ibu Nani Husnaini M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Sekertaris Program Studi Bapak Hadi Kusuma Ningrat M.Pd yang telah memberikan motivasi dan dukungan bagi peneliti selaku mahasiswinya dalam menyelesaikan skripsi ini.

3. Dr. Jumarin, M.H.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.

4. Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram.

5. Semua Dosen dan Staff UIN Mataram yang telah banyak memberikan wawasan dan pendalaman keilmuan serta layanan prima selama studi dan penyelesaian skripsi.

(10)

6. Kepada orang tua dan keluarga besar peneliti yang selalu memberikan dukungan baik dari moral dan moril, serta kasih sayang tiada terhingga dan nasihat-nasihat yang berharga, sehingga dapat menjadikan peneliti termotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Untuk parasahabat yang telah membantu penyusunan skripsi ini yaitu Asmawati, Royani, Amelia, dan Lutfianti.

8. Teman-teman kelas seperjuangan kuliah hingga sampai saat ini yang telah memberikan banyak saran dan motivasi

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, dan semoga skripsi penelitian ini bermanfaat bagi semesta. Amin

Mataram 2022 Penulis

Ernawati

(11)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIBING ... ii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

ABSTRAK ... xi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 5

D. Ruang lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 7

F. Kerangka Teori ... 9

G. Metode Penelitian ... 24

H. Sestematika Pembahasan ... 38

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 39

A. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian ... 39

B. Bentuk Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 51

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 59

D. Dampak Gadget Bagi Perkembangan Fisik Motorik dan Bahasa Pada anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 66

(12)

BAB III PEMBAHASAN ... 82

A. Bentuk Penggunaan Gadget PadaAnakUsia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 82

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 84

C. Dampak Gadget PadaUsia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung ... 86

BAB IV PENUTUP ... 93

A. Kesimpulan ... 93

B. Saran ... 94

DAFTAR PUSTAKA ... 95 LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah anak di Kelurahan Gerantung Tabel 2.2 Depedency Ratio Kelurahan Gerantung

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Pedoman Wawancara Orang Tua Anak Usia Dini Lampiran 2 : Pedoman Wawancara Siswa

Lampiran 3 : Pedoman Observasi Lampiran 4 : Pedoman Dokumentasi

(15)

DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK DAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DUSUN GUNTUR

KELURAHAN GERANTUNG TAHUN 2022 Oleh:

Ernawati NIM: 180110119

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan penggunaan gadget bagi Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget dan dampak gadget bagi perkembangan fisik motorik dan bahasa untuk anak usia 5-6 tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun yang sudah menggunakan gadget di Dusun Guntur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan gadget di Dusun Guntur sudah digunakan baik anak-anak maupun orang tua, salah satu penggunaannya yaitu sebagai media pembelajaran, bermain game dan menonton youtube. Adapun faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget yaitu faktor internal terdiri dari: tingkat aktivitas, tujuan penggunaan gadget, tingkat ekonomi keluarga. Sedangkan faktor eksternal yaitu: faktor lingkungan keluarga, faktor teman sebaya, faktor masyarakat dan faktor media sosial. Dampak gadget bagi perkembangan fisik motorik dan bahasa yang memiliki dampak positif dan negatif beberapa dampak positif yang ditimbulkannya adalah melakukan gerakan tubuh, melakukan kebersihan diri, meniru dan menggambar sesuai gagasan, keterampilan berbicara, mengerti beberapa perintah secara bersamaan, memahami aturan dalam permainan. Sedangkan dampak negatifnya melakukan gerakan tubuh yang tidak sesuai usianya, menghiraukan kebersihan diri, meniru dan menggambar yang bergantung pada gadget, kurangnya berkomunikasi secara lisan, susah mematuhi perintah dan susah memahami aturan permainan.

Kata Kunci: Gadget, perkembangan fisik motorik dan bahasa, anak usia 5-6 Tahun

(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Teknologi informasi tidak dapat lepas dari kehidupan manusia karena teknologi informasi sudah ada sejak dahulu hingga sekarang dan semakin berkembang di kalangan seluruh dunia, dengan adanya teknologi informasi seseorang tidak akan kesulitan dalam melakukan komunikasi dan menyampaikan informasi. Pada zaman sekarang ini segala bentuk perkembangan teknologi sangat mudah di jumpai dimanapun bahkan kita dapat dengan mudah membeli karena harganya yang terjangkau untuk semua kalangan.Salah satu jenis teknologi yang medunia dikalangan remaja, orang tua dan anak-anak saat ini adalah teknologi gadget.

Gadget adalah salah satu alat komunikasai elektronik yang memiliki berbagai macam layanan apalikasi yang menyediakan teknologi yang baru dan membantu atau memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas dengan mudah dan menjadi lebih lancar yang memiliki banyak fungsi yang bisa kita gunakan dengan khusus. Saat ini sudah hampir semua orang diseluruh dunia menggunakan atau memanfaatkan gadget sebagai alat kebutuhan mulai dari dewasa, orang tua sampai anak usia dini.2

Perkembangan di zaman ini teknologi semakin canggih dan hampir setiap orang dimuka bumi tidak bisa lepas dari adanya media, maka peran dari jurnalis sangat penting dan berperan besar untuk gambaran realitas keadaan

2Putri Miranti dan Lili Dasa Putri,” Waspadai Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini”, Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pls, Vol. 6, No. 1, Juni 2021, hlm.

57.

(17)

yang sebenarnya. Begitu besarnya kekuasaan mereka, pada dasarnya mereka memiliki kesempatan yang luas untuk apa saja dengan realitas melalui media dimana mereka bekerja.

Perkembangan media semakin berperan aktif untuk menentukan suatu perubahan yang akan terjadi dalam masyarakat, maka untuk pihak yang berkaitan perlu mengetahui lebih dampak yang ditimbulkan dari media dengan mudah media elektronik yang dimana semakin canggih di era saat ini. Oleh sebab itu, dampak yang dapat diakbatkan biasanya pada pembentukan karakter dan sikap anak yang bersifat baik dengan lingkungan disekitarnya.Sikap anak dapat dibentuk sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya karena dapat dengan mudah berpengaruh baik dari faktor luar maupun dalam ataupun disekelilingnya karena dapat dengan mudah berpengaru pada keperibadian anak.

Selain dari timbulnya dampak tersebut ada juga manfaat dari penggunaannya yang lain yaitu jika digunakan secara epektif maka akan menimbulkan dampak yang positif. Dampak positif gadget yaitu dalam pola pikir anak yang dapat membantu otak anak sehingga dapat membantu kecepatan bermainya, menyusun dan mengolah strategi permainan, dan dapat meningkatkan kemampuan otak kanan anak selama dalam pengawasan yang baik.Akan tetapi dibalik dampak positif tersebut gadget lebih banyak menimbulkan dampak negatif dimana berpengaruh terhadap perkembangan

(18)

anak. Salah satunya ialah radiasi terhadap gadget yang dapat merusak jaringan syaraf dan otak anak bila anak terlalu sering menggunakan gadget.3

Berdasarkan hasil penelitian Elfiandi menujukan bahwa gadget berpengaruh pada perkembangan anak usia dini, baik secara fisik maupun mental anak. Anak yang ketergantungan pada gadget, secara kognitif akan dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam berpikirnya melalui permainan atau fitu-fitur yang tersedia dalam gadgetnya. Begitu juga pada perkembangan aspek bahasanya, mereka akan mendapatkan pengenalan dalam berbahasa terhadap kosa kata baru yang di dapatkan.4

Oleh karna itu penggunaan Gadget pada anak sejak usia dini memerlukan pengawasan sehingga anak dapat mengembangkan seluruh aspek-aspek perkembanganya secara optimal dan baik sebagimana yang sesuai dengan perkembangan usianya. Penggunaan Gadget memang penting akan tetapi jika digunakan secara berlebihan dapat mempengaruhi perkembangan otak ataupun mental anak serta pikirannya, karena anak hanya terfokus terhadap layanan yang ada di Gadget sehingga dapat menimbulkan kemalasan belajar, kurang pergaulan dengan teman, kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di Dusun Guntur rata-rata tidak bisa lepas dari penggunaan media elektronik seperti Gadget dalam keseharianya. Data hasil wawancara peneliti dengan salah satu orang

3 Latifus Saniyyah, Dkk, “Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Anak Di Desa Jekulo Kudus”, Jurnal Ilmu Sekolah Dasar, Vol 3, No 4, 2021, hlm. 2133.

4Elfiadi,”Dampak Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini”, ITQAN, Vol. 9, No.

2, July- Dec 2018, hlm. 98-99.

(19)

tua anak di Dusun Guntur yakni ibu Nurhayati yang memiliki anak berusia 5 tahun

Usia anak saya 5 tahun sejak mengenal gadget anak saya lebih suka sendirian dari pada bermain dengan teman-temanya dia lebih fokus bermain Gadget sampai lupa waktu dan susah buat diperintah dan kurang mendengar kalau dipanggil karena kalau sudah pegang Gadget pasti malas belajar, pergi ngaji dan kurang teratur makan kalau tidak di paksa dan suka membantah kalau ditegur.

Pendapat ibu Nurhayati di atas menujukan bahwa dengan adanya gadget yang sedang berkembang saat ini memiliki beberapa dampak bagi perkembangan anak antara lain memiliki dampak negatif seperti, anak lebih suka menyendiri, menjadi malas belajar, kurang mendengarkan orang tua.

Akan tetapi disisi lain Gadget juga memiliki dampak positif yaitu anak dapat memperoleh pembelajaran yang mudah di pahami dan tidak cepat bosan ketika belajar dari menonton video yang ada diaplikasi gadget.

Berdasarkan urian di atas, peneliti merasa tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang dampak penggunaan gadget bagi perkembangan anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung tahun 2022.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti memaparkan rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana Tujuan Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022?

2. Apa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022?

(20)

3. Apa Dampak Gadget Bagi Perkembangan Fisik Motorik Dan Bahasa Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitiaan 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk Mengetahui Bentuk Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung tahun 2022

b. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung tahun 2022

c. Untuk mengetahui dampak Gadget Perkembangan Fisik Motorik dan Bahasa Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Tahun 2022

2. Manfaat Penelitian a. Bagi anak-anak

Penelitian ini bermanfaat bagi anak-anak agar lebih bisa memperbaiki sikap mereka dalam kehidupan masyarakat serta mampu menggunakan keberadaan media elektronik untuk hal yang positif.

b. Bagi orang tua

Penelitian ini dapat bermanfaat bagi para orang tua agar lebih mengawasi perkembangan sikap dan perilaku anak mereka di era perkembangan teknologi yang sangat pesat.

(21)

c. Bagi masyarakat

Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Dari hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi informasi bagi peneliti lain untuk memperdalam penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan gadget pada anak usia dini, dampak gadget bagi perkembangan anak usia dini.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Mengingat luasnya cakupan pembahasan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi permasalahan atau fokus pada yang lebih terperinci, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Adapun ruang lingkup pembahasan pada peneliti ini yaitu: bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini 5-6 tahun, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget, dan dampak penggunaan gadget terbatas pada aspek perkembangan fisik motorik dan bahasa.

Penelitian ini akan dilakukan di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah. Alasan peneliti memilih lokasi ini sebagai objek penelitian, karena berdasarkan observasi awal peneliti menemukan sebagian anak usia dini khususnya anak usia 5-6 tahun di dusun tersebut sudah bisa menggunakan media gadget dan penggunaanya tergolong sangat tinggi.

(22)

E. Telaah Pustaka

Untuk memperkuat penelitian ini sejauh mana keaslianya dan faktualnya maka peneliti perlu memberikan beberapa perbandingan dengan peneliti terdahulu yang memiliki relevasi dan kesetaraan dengan judul dan permasalahan yang peneliti angkat seperti:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Titik Mukaromah “Dampak Penggunaan gadget Pada Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Di Dusun Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget mempunyai pengaruh terhadap perkembangan sosial anak usia dini dan bentuk penggunaanya sangat bervariasi salah satu bentuknya seperti game, menonton video kartun dan menonton youtube.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian Titik Mukaromah adalah sama-sama meneliti dampak gadget pada anak usia dini sedangkan, perbedaanya adalah untuk penelitian yang akan dilakukan ini adalah semua aspek anak usia dini 5-6 tahun sedangkan penelitian Titik Mukaromah adalah spesifik terkait pada aspek perkembangan sosial.5 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rahman Istifadah “Dampak penggunaan

Handphone Terhadap Perilaku Peserta Didik Di SMA Piri Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan”.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik kelas X1 IPS masih banyak yang memiliki perilaku negatif ketika di sekolah terutama peserta didik yang

5 Titik Mukaromah, “Dampak penggunaan Gadget Pada perkembangan Sosial Anak Usia Dini di Dusun Setia Putih Kecamatan Seputih Banyak”,(Skripsi, Institut Agama Islam Negri IAIN Metro, 2019), hlm. 24.

(23)

memiliki handphone karena handphone mempunyai dampak positif dan negatif dan berpengaruh baik atau buruk kepada pemakai handphone.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian Rahman Istifadah adalah sama-sama meneliti dampak gadget sedangkan perbedaanya adalah untuk penelitian yang akan dilakukan adalah gadget pada anak usia dini 5- 6 tahun sedangkan penelitian Rahman Istifadah adalah gadget dalam bentuk hadphone sedangkan pokusnya pada perilaku anak.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Yeni Triastutik “Hubungan Bermain gadget Dengan Tingkat Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun”. Hasil penelitian ini menujukan bahwa perkembangan gadget yang semakin pesat, memberikan dampak terhadap tingkat perkembangan anak karena anak yang sering bermain gadget akan mengalami keterhambatan pada tingkat perkembanganya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan bermain gadget dengan tingkat perkembangan anak usia 4-6 tahun di Tk Bina Insani Jombang.

.Penelitian yang dilakukan Yeni Teriastutik memiliki persamaan dengan penelitian ini yaitu sama-sama meneliti tentang gadget pada anak usia dini. Sedangkan perbedaan peneliti untuk penelitian yang akan dilakukan adalah semua aspek tentang anak usia 5-6 sedangkan penelitian Yeni Teriastutik memfokuskan terhadap hubungan bermain gadget dengan tingkat perkembangan anak usia 4-6 Tahun.6

6 Yeni Teriastutik, “Hubungan Bermain Gadget Dengan Tingkat Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun, (Skripsi,Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Insan Cendekia Medika Jombang,) , hlm. 15.

(24)

F. Kerangka Teori 1. Gadget

a. Pengertian Gadget

gadget adalah telepon gengam atau telepon seluler atau Handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat di bawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel.7Menurut Garini gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki banyak fungsi bagi penggunanya sehingga dinilai memudahkan.8

Menurut Manumpil dalam penelitian Rahayu bahwa gadget merupakan salah satu produk hasil teknologi modern yang banyak di gunakan oleh manusia. Banyak manfaat yang dirasaan dari gadget akan tetapi jika penggunaanya berlebihan tanpa adanya kontrol bisa memberikan efek negative terhadap penggunaanya terlebih jika penggunaanya merupakan anak usia dini yang di masa-masa ini merupakan usia penting dalam kehidupan manusia.9

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gadget merupakan alat teknologi moderen yang berbentuk telepon geggam

7 Junierissa Marpaung,”pengaruh Penggunaan Gadget Dalam Kehidupan”, Jurnal Kopasta Vol. 5, No. 2, 2018, hlm. 59.

8Dadan Suriyana, Pendidikan Anak Usia Dini Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm.18.

9 Nur Sri Rahayu dan Elan,”Analisis Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini”,Jurnal PAUD Agapedia, Vol. 5, No.2, Desember 2021, hlm. 202.

(25)

yang dapat dibawa kemana-mana dan tidak perlu di sambugkan dengan jaringan menggunakan kabel yang memiliki banyak fungsi bagi penggunanya yang dinilai memudahkan, akan tetapi, jika penggunaanya berlebihan tanpa adanya kontrol dapat memberikan efek negatif apabila penggunanya merupakan anak usia dini.

b. Jenis-Jenis Gadget 1) Smartphone

Merupakan jenis gadget yang paling populer saat ini serta memiliki banyak fungsi dalam penggunaanya.

2) Ipad

Ipad merupakan alat elektronik yang memiliki ukuran besar yang hampir sama dengan komputer tablet yang memiliki fungsi- fungsi tambahan pada sistem informasi

3) Iphone

Iphone yaitu sebuah telpon yang memiliki koneksi internet.Selain itu memiliki aplikasi yang dapat digunakan untuk mengirim pesan atau gambar.

4) Laptop

Laptop merupakan jenis gadget yang sering digunakan untuk berbagai keperluan terutama dalam hal pekerjaan karena

(26)

membutuhkan operating system agar dapat berjalan seperti Windows, Linux, Max, dan lainya.10

c. Manfaat dan Fungsi Gadget 1) Manfaat Gadget

a) Merasang keterampilan motorik

Keterampilan motorik adalah kemampuan yang berkaitan dengan gerakan otot-otot tubuh seperti bibir, lidah, tangan dan kaki

b) Melatih cara berpikir

Keterampilan kognitif adalah kemampuan yang berkaitan dengan cara berpikir, mengingat, membuat rencana, hingga pemecahan masalah.

c) Merasang anak berpikir kreatif

Gadget ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk merasang kreativitas anak. Cara ini dapat membantu anak menuangkan ide dan kreativitasnya dengan cara baru yang belum pernah mereka lakukan.11

2) Fungsi Gadget

Gadget memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi, juga dapat digunakan sebagai sarana bisnis, sumber informasi dan penyimpanan untuk berbagai macam data. Gadget dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat elekteronik

10 Eka Anggraini, Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak, (Serayu: Publishing,2019), hlm. 1.

11 Rahma Istifadah,” Dampak Penggunan Handphone Terhadap Perilaku Peserta Didik Di SMA PIRI Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan”, (Skripsi, FTIK UIN Raden Inten Lampung , Lampung, 2018), hlm. 19-22.

(27)

yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya seperti:

komputer, handphone, game dan lainya.12 Gadget memiliki fungsi dan manfaat yang relatif sesuai dengan penggunaanya. Fungsi dan manfaat gadget secara umum:

a) Komunikasi

Pengetahuan manusia semakin luas dan maju jika dahulu manusia berkomunikasi melalui batin, berkembang melalui batin, kemudian berkembang melalui tulisan yang dikirimkan melalui pos, sekarang zaman era globalisasi manusia dapat berkomunikasi dengan mudah, cepat, praktis dan lebih efisien dengan menggunakan handhpone.

b) Sosial

Gadget memiliki banyak fitur dan aplikasi yang tepat untuk kita dapat berbagi berita, kabar, dan cerita. Sehingga dengan pemanfaatan tersebut dapat menambah teman dan menjalin hubungan kerabat yang jauh tanpa harus menggunakan waktu yang relatif lama untuk berbagi.

c) Pendidikan

Seiring berkembangnya zaman, sekarang belajar tidak hanya terfokus dengan buku.Namun melalui gadget kita dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang kita perlukan.

Tentang pendidikan, politik ilmu pengetahuan umum, agama,

12Hastari Rosiyanti dan Rahmita,”Penggunaan Gadget Sebagai Sumber Belajar Mempengaruhi Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Matematika Dasar”,Jurnal.Umj.Ac.IdVol. 4, No..

1,Juni, 2020, hlm.29.

(28)

tanpa harus repot pergi keperpustakaan yang mungkin jauh untuk dijangkau.13

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa gadget merupakan salah satu media elektronik yang dapat membantu manusia dengan mudah dalam mengerjakan aktivitasnya. Gadget mempunyai fungsi dan manfaat yang relatif diantaranya: komunikasi, sosial dan pendidikan.

d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget

Menurut Hermanjaya (dalam Dwi dan Mulyani) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget adalah:

1) Faktor internal:

a) Tingkat aktivitas

Faktor yang mempengaruhi kecanduan gadget adalah perilaku tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri.

Kecanduan tidak hanya terhadap zat saja, akan tetapi juga aktivitas tertentu yang dilakukan berulang-ulang yang menimbulkan dampak negatif begitupun kecanduan terhadap gadget

b) Tujuan penggunaan Gadget

Tujuan menggunakan gadget bagi remaja dapat membawa dampak positif maupun negatif, seperti membantu peroses dalam belajar, memudahkan dalam berkomunikasi

13 Zuli Dwi Rahmawati,”Penggunaan Media Gadget Dalam Aktivitas Belajar dan Penggunaanya Terhadap Perilaku Anak”, Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 3, No.1, Januari 2020, hlm.100.

(29)

dengan teman atau keluarganya dan membantu mereka dengan mudah mendapatkan informasi.Dampak negatif dari penggunaan gadget seperti mereka yang berlebihan dalam menggunakan gadget yang mempengaruhi peroses belajar menjadi malas dan banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

c) Tingkat ekonomi keluarga

Tingkat ekonomi keluarga akan memberikan pengaruh besar terhadap keberlasungan anggota keluarga, baik dari tingkat pendidikan ataupun kesehatan, sebaliknya keluarga yang berada pada kelompok ekonomi rendah cenderung lebih mendahulukan untuk mencukupi kehidupan sehar-harinya dari pada memikirkan menjaga kesehatan.

2) Faktor eksternal:

a) Faktor lingkungan keluarga

Dalam mencapai kematangan sosial, anak belajar menyesuaikan diri dengan orag lain. Anak memperoleh kesempatan pengalaman dan bergaul dengan orang-oran dilingkunganya baik orang tua, saudara, teman sebaya maupun orang lain dan lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama yang anak kenal dan perkembangan anak dipengaruhi oleh perlakuan dan peroses bimbingan orang tua didalam keluarga dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial dalam kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan

(30)

contoh pada anak bagaimana menerapkan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

b) Faktor dari luar rumah

Faktor dari luar rumah merupakan suatu wadah untuk anak bersosialisasi. Diluar ruamah anak akan bertemu dengan lebih banyak orang, seperti teman, orang yang lebih kecil, maupun lebih besar darinya sehingga kemampuan sosialnya akan berjalan sesuai perannya di lingkungan tersebut.

c) Faktor pengaruh sosial anak

Pengalaman sosial anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosialnya, dalam pembelajaranya anak melalui interaksi sosial baik dengan orang dewasa maupun teman sebaya. Orang-orang dewasa disekitar anak seharusnya peka dan menyadari bahwa mereka adalah sebagai model yang pantas ditiru oleh anak dalam berucap, bersikap, dan merespon.

Dengan melalui cara ini anak belajar cara bersikap, berkomunikasi, berempati, menghargai berbagai hal disekitarnya. Dan anak belajar mengembangkan kemampuan berkomunikasi serta belajar sesuai kondisi budaya di lingkunganya.14

14 Deriy iswidarmanjaya, Panduan Bagi Orang Tua Agar Memahami Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Anak Kecanduan Gadget, (Jakarta: Kencana 2013), hlm.23.

(31)

d) Faktor media sosial

Lama penggunaan adalah waktu durasi yang digunakan dalam menggunakan suatu barang gadget. Asosiasi dokter anak amerika serikat dan kanada menekunkan perlunya anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak terpapar gadget sementara anak 3-6 tahun dibatasi satu jam perhari, dan dua jam untuk anak 7-18 tahun.15

e. Bentuk Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini

Gadget dapat digunakan oleh siapa saja dan untuk apa aja tergantung dari pemilik gadget tersebut. Pemakaian gadget sekarang ini bukan hanya dari orang dewasa saja akan tetapi anak usia dini juga sudah mulai menggunakan gadget. Penggunaan oleh orang dewasa, seperti alat komunikasi, mencari berbagai informasi, youtube, dan aplikasi lainya.16 Sedangkan untuk pemakaian untuk anak usia dini penggunaanya antara lain:

1) Media pembelajaran

Gadget sebagai media pembelajaran pada anak menciptakan suasana belajar menjadi epektif, anak akan dengan mudah mengakses materi pembelajaran atau vidieo pembelajaran yang menampilkan gambar-gambar yang menarik bagi anak seperti pengenalan angka, huruf hijaiyah, hewan, maupun tumbuhan dan

15 Dwi Agung dan Sri Mulyani,” Pengaruh Lingkungan Internal, Lingkungan Eksternal, Respon Emosional dan Respon Rasional Terhadap Perpindahan Merek”, Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisni, Vol.4, No. 2, 2007, hlm. 140.

16Fitriana, Anizar Ahmad, Fitria,”Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Prilaku RemajaDalam Keluarga”,Jurnal Pisikologi, Vol. 05, No. 02, 2020, hlm. 186.

(32)

anak dapat menontonya di youtube sehingga belajar menjadi bervariasi dan tidak cepat bosan.

2) Bermain game

Gadget juga tempat bermain bagi anak, anak sering bermain game online yang ada pada Gadgetmereka seperti free fire, mobile legend dan PUBG untuk anak laki-laki sedangkan permainan memasak dan permainan berdandan bagi anak perempuan

3) Youtube

Youtube ialah sebuah basis data yang berisi konten video yang populer di media sosial serta penyediaan beragam informasi yang sangat membantu.

4) Menonton animasi

Dengan adanya gadget anak dapat menonton apa saja yang diinginkan karena kemudahan dalam mengaksesnya, seperti menonton tik tok, kartun animasi kesukaanya seperti menonton spongeboob dan kartun lain yang sesuai dengan usianya.17

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya gadget dapat membantu perkembangan anak dengan mudah dalam pembelajaran, bermain game dan menonton animasi. Karena penggunaan Gadget yang sewajarnya telah membantu anak-anak dalam keseharianya.

17 Titik Mukaromah, “Dampak Penggunaan Gadget….…”,hlm. 10-11.

(33)

f. Dampak Gadget

Gadget mempunyai banyak manfaat apabila digunakan dengan baik, tergantung dari penggunanya, jika digunakan dengan epektif maka akan berdampak baik sebaliknya jika tidak digunakan epektif akan berdampak buruk. Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otaklah yang menyetir setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem saraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kopetensi atau kemampuan motorik anak. Kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak berupa keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, melompat dan keterampilan motorik halusatau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, melempar dan memainkan benda atau alat mainan.18

Penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak yang segnifikan bagi kemampuan berbahasa pada anak.

Gadget pada saat ini merupakan alat yang diperlukan dalam mengisi waktu anak dalam pengenalan tentang informasi, kosa kata barau dengan melihat video banyak menyebut kosa kata baru dengan pengenalan angka dan huruf yang menarik melalui video animasi.

Selain itu penggunaan gadget tidak hanya mempengaruhi perilaku

18 Dadan Suryana, Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak, (Jakarta: Kencana 2018), hlm .153.

(34)

orang dewasa, melainkan dapat mempengaruhi anak-anak dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.19

Menurut Sari dan Mitsalia bahwa penggunaan gadget dikategorikan intensitas tinggi jika durasi penggunaanya lebih dari 120 menit perhari dan dalam sekali pemakaianya lebih dari 75 menit (lebih dari 3 kali pemakian). Sedangkan intensitas sedang , durasi penggunaan gadget lebih dari 40-60 menit perhari (maksimal 2 kali pemakaian).20

Terdapat dampak positif maupun negatif dalamm penggunaan Gadgetsecara umum antara lain:

1) Dampak Positif Penggunaan Gadget

a) Mempermudah anak mendapat pengalaman dari konten yang ditonton

b) Sebagai sarana untuk menampilkan kreativitas anak yaitu ketika anak diminta untuk menjadi endors maupun youtuber.

c) Mendapatkan pembelajaran yang mudah dengan menonton vidieo-video pembelajaran

d) Mempermudah berkomunikasi jarak jauh dengan adanya fitur- fitur canggih dari gadget.21

19 Rahmadani Suryaningsih dan Yon,” Pengaruh Gadget Bagi Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5, No. 2, Tahun 2021 hlm. 5350.

20 Khairul Putriana dan Eka,” Hubungan Durasi dan Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) di Tk Cendikia Desa Lingsar Tahun 2019”, Jurnal Kesehatan Qamarulhuda Vol. 7 No. 2, Desember 2019. hlm. 10.

21 Omas Salahudin, Teknologi Meningkatkan Atau Memenjarakan Kreativitas Anak, (Jakarta: Alineaku,2021), hlm. 142.

(35)

Pendapat lain dari Sundus (dalam Rahayu, dkk), mengenai dampak positif gadget antara lain:

a) Sebagai sarana bermain anak

Terdapat fitur menarik dan beragam yang sangat disukai oleh anak seperti aplikasi vidieo game, atau youtube.

b) Melatih kemampuan motorik anak

Kemampuan motorik dalam melibatkan otot-otot kecil seperti pergelangan tangan,, jari-jari menjadi terlatih ketika anak bermain gadget

c) Melatih kemampuan berkompetensi anak

Melalui permainan-permainan dalam gadget dapat membantu melatih kemampuan berkompetensi anak, ketika bermain game yang bersifat kompetensi yang melibatkan lebih dari satu orang.

d) Mengasah kemampuan kognitif

Kemampuan anak dalam berpikir, mengingat maupun memperoses informasi yang diterima anak ketika menoton vidieo pada gadget.22

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa dampak positif penggunaan gadget secara umum pada dasarnya yaitu sebagai sarana untuk belajar anak dan sebagai sarana untuk bermain.

22 Nur Sri Rahayu,”Analisis Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini”, Jurnal PAUD Agapedia, Vol. 5, No. 2, Desember 2021, hlm.204-205.

(36)

2) Dampak Negatif Penggunaan Gadget

Dampak negatif dari pengguna gadget pada anak antara lain:

a) Kesehatan mata terganggu

Posisi tangan saat penggunaan layar depan mempengaruhi kesehatan tangan, semakin lama pengguna menekuk tangan dan semakin rawan pula pergelangan tangan cedera.

b) Gangguan tidur

Anak yang kecanduan gadget tanpa pengawasan orang tua akan selalu memainkan gadget secara terus menerus maka akan terganggu waktu tidurnya.

c) Malas belajar

Ketika anak kecanduan memainkan gadget anak tidak akan berpikir hal lain, akan malas belajar dan lebih seneng bermain dengan gadgetnya.

d) Mengganggu perkembangan anak

Dengan berbagai fitur yang tersedia pada gadget dapat mengalihkan perhatian anak dalam proses tumbuh kembangnya e) Mengganggu konsentrasi belajar anak

Ketika sering memainkan gadget konsentrasi atau perhatian anak akan terfokus pada gadget.

f) Mempengaruhi sikap dan perilaku anak

Dengan gadget anak dapat melihat hal-hal yang negatif yang tidak sesuai dengan usia mereka dan berpotensi pada sikap atau perilaku mereka.

(37)

g) Pemborosan

Dengan gadget anak akan sering meminta uang untuk dibelikan kuota untuk meminkan gadgetnya.23

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa dampak negatif dari penggunaan gadget secara umum yakni dapat mengganggu tumbuh kembang anak yang dimana anak akan menjadi malas dan konsentrasi belajarnya terganggu. Selain itu, perilakunya semakin kurang baik terhadap lingkungan sekitar seperti jarang mau bermain dengan teman sebayanya karena sibuk sendiri dengan gadget yang mereka miliki.

Bahkan dari segi ekonomi, anak akan sering meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli kuota akibat kecanduan menggunakan gadget dan tidak memperdulikan kondisi keuangan orang tuanya.

2. Perkembangan Anak Usia Dini a. Pengertian Anak Usia Dini

Menurut Hartati dalam penelitian Elfiandi mengatakan bahwa anak usia dini adalah sekelompok individu yang berada pada rentang usia antara 0-8 tahun.24 Selanjutnya menurut para ahli pendidikan anak usia dini yang tergabung dalam NAEYC (National Assosiation For The EducationYoung Chilidren), anak usia dini merupakan sekelompok individu yang berada pada rentang usia 0-8 tahun. Rentang usiaini

23 Rahma Istifadah, “Dampak Penggunan”..., hlm. 19-22.

24Elfiadi, “Dampak Gadget Terhadap…,” hlm. 100

(38)

merupakan priode yang sangat menentukan bagi perkembangan anak di tahap berikutnya.25

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 40% dari perkembangan manusia terjadi pada usia dini. Oleh karena itu anak usia dini dipandang sangat penting sehingga diistilahkan usia mas (golden age).

Setiap individu mengalami usia dini, hanya saja usia dini tersebut hanya terjadi satu kali dalam fase kehidupan setiap manusia, sehingga keberadaan usia dini tidak boleh di sia-siakan. Usia dini adalah masa yang paling tepat untuk menstimulasi perkembangan individu, agar dapat memberikan berbagai upaya pengembangan, maka perlu mengetahui tentang perkembangan-perkembangan yang terjadi pada anak usia dini. Pengetahuan tentang perkembangan anak usia dini akan menjadi modal orang dewasa untuk menyiapkan berbagai stimulasi, pendekatan, strategi, metode rencana, media atau alat permainan edukatif yang dibutuhkan untuk membantu anak berkembang pada semua aspek perkembanganya sesuai kebutuhan anak pada setiap tahapan usianya.26

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia rentang dibawah 0-8 tahun yang menentukan usia anak ke tahap berikutnya. Karena perkembangan anak usia dini akan menjadi modal orang dewasa untuk menyiapkan

25Elfiadi, “Dampak Gadget Terhadap…”, hlm. 101.

26 Mulianah Khaironi, “Perkembangan Anak Usia Dini”,Jurnal Golden Age Vol.3, No.

juni 2018, hlm. 12.

(39)

stimulasi, pendekatan, strategi atau media dan alat permainan yang dapat membantu perkembangan sesuai kebutuhanya.

b. Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan adalah pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada tubuh, badan, jasmani seseorang. Desmita mengartikan bahwa perkembangan adalah mencakup perubahan fisik dan di dalamnya perubahan terjadi secara terus menerus dari fungsi jasmaniah dan rohaniah menuju tahap yang lebih matang yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaan atau kematanganya.27

Menurut Undang-Undang tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini usia 5-6 tahun dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya:28

1) Fisik motorik a) Motorik kasar

(1) Melakukan gerakan tubuh secara terkordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan

(2) Melakukan kordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam

(3) Melakukan permainan fisik dengan atauran (4) Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri (5) Melakukan kegiatan kebersihan diri

b) Motorik halus

(1) Menggambar sesuai gagasanya (2) Meniru bentuk

(3) Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan (4) Menggunakan alat tulis dan alat makan

(5) Menggunting sesuai dengan pola (6) Menempel gambar dengan tepat (7) Mengekspresikan diri melalui gerakan

27.Khadijah dan Nurul Amelia, Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini,(Jakarta:

Kencana, 2020),hlm. 3.

28Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, No. 137 tahun 2014, hlm. 22-31.

(40)

(8) Menggambar secara rinci 2) Bahasa

a) Memahami bahasa

(1) Mengerti beberapa perintah secara bersamaan (2) Mengulangi kalimat yang lebih kompleks (3) Memahami aturan dalam suatu permainan (4) Senang dan menghargai bacaan

(5) Mengerti beberapa perintah secara bersamaan a) Mengungkapkan bahasa

(1) menjawab pertanyaan yang lebih kompleks

(2) mennyebutkan gambar yang memiliki bunyi yang sama (3) berkomunikasi secara lisan

(4) menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap(pokok kalimat-peredikat- keterangan)

(5) memiliki lebih banya kata-kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain

(6) menujukan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita b) Keaksaraan

(1) Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal (2) Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf (3) Membaca nama sendiri

(4) Menuliskan nama sendiri

(5) Memahami arti kata dalam cerita29 G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.30

Untuk itu peneliti menggunakan pendekatan kualitatif agar bisa menjelaskan dan menggambarkan bagaimana dampak gadget bagi

29 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, No. 137 Tahun 2014, hlm 22-31

30Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung: Pustaka Setia, 2008),hlm. 9.

(41)

perkembangan anak usia dini yang dilakukan oleh orang tua yakni dengan peneliti terjun secara langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi tanpa harus memakai instrument seperti angket, kuesioner dan sebagainya karena dalam penelitian ini, peneliti langsung sebagai instrument penelitian human instrument.

Sifat dari penelitian dengan pendekatan kualitatif ini adalah bersifat deskriptif. Deskriptif merupakan penelitian yang sifatnya mengumpulkan data penelitian dalam bentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka kemudian data yang telah terkumpul di deskripsikan atau dijelaskan sehingga mudah dipahami oleh orang lain.31 Untuk itu, penelitian ini akanmemberikan gambaran dan menceritakan dampak gadget terhadap anak usia dini apa saja yang dihadapi orang tua dalaam menghadapi perkembangan anak usia dini di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung secara apa adanya dan data yang dikumpulkan nantinya yaitu datayang berupa kata-kata.

Dengan menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif dalam penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh data dan keterangan yang mendalam dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, terutama mengenai dampak penggunaan gadget bagi perkembangan anak usia dini khususnya pada aspek perkembangan fisik motorik dan bahasa di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah.

31 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif danR&D, (Bandung:Alfabeta, 2015) , hlm. 335.

(42)

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, peneliti berperan sebagai instrumen kunci sekaligus sebagai pengumpul data sehingga kehadiranya mutlak diperlukan di lapangan. Berdasarkan hal tersebut, kehadiran seorang peneliti sangat penting untuk mengumpulkan data dan mencari informasi- informasi yang berkaitan dengan permasalahan atau fokus penelitian yang akan diteliti. Kehadiran peneliti juga sangat penting guna menentukan keabsahan kevalidan data dalam penelitian.

Dalam penelitian ini, peneliti hadir secara lasung sebagai instrumen kunci serta melibatkan diri dalam kegiatan yang diteliti dalam rangka menghimpun dan mengumpulkan data, peneliti menemui dan mewawancara lasung pihak-pihak atau informan (orang tua) yang memiliki anak usia dini yang sudah bisa mengoprasikan gadget di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung untuk mendapatkan informasi dan data terkait penggunaan gadget, bentuk penggunaan gadget, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget dan apa dampak gadget pada perkembangan anak usia dini 5-6 tahun. Kehadiran peneliti dalam hal ini adalah sebagai pengamat penuh yang diketahui informan.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah. Pada Bulan April sampai Mei Tahun 2022

(43)

4. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh, sumber data dalam menggunakan penelitian kualitatif adalah kata-kata, tindakan dan sebaliknya data tambahan seperti dokumentasi dan lain-lain.Sumber data yang dalam penelitian ini dibedakan atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Data primer

Dalam hal ini, data dapat diperoleh secara langsung pada saat melakukan penelitian di lapangan atau lokasi penelitian. Pada dasarnya data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama, atau dengan kata lain data yang pengumpulannya dilakukan sendiri oleh peneliti secara langsung. Untuk itu, yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah orang tua anak, dan anak pengguna gadget pada usia 5-6 tahun.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data yang secara tidak langsung diperoleh dari orang atau lembaga yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab terhadap informasi yang ada padanya, atau sumber data tambahan yang menurut peneliti dapat menujang data pokok.

Adapun sumber sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa dokumentasi ataupun data-data tertulis yang terkait dengan penelitian.

(44)

5. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data peneliti memerlukan beberapa tehnik dan metode untuk mendapatkan informasi atau pengumpulan data yang valid oleh karena itu dibutuhkan tehnik dan metode sebagai model pengambilan data yang cocok di lapangan. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode dan tehnik sesuai dengan prosedur pengumpulan data yang harus dipenuhi.

Prosedur yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yaitu;

metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi a. Metode Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan sebuah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap fenomena penelitian. Secara bahasa observasi memperhatikan dengan penuh perhatian mengamati tentang apa yang terjadi. Observasi adalah suatu pengamatan dan memberikan perhatian terhadap suatu objek tertentu.

Menurut (Creswell dalam Haryono) pengamatan adalah sebuah proses pengumpulan informasi lasung tanpa ujung yang dilakukan dengan mengamati orang dan tempat di suatu penelitian.32

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan untuk mendapatkan data dan informasi yang valid mengenai bentuk penggunaan gadget, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget dan dampak gadget bagi

32 Cosmas Gatot Haryono, Ragam Penelitian Kualitatif Komunikasi,(Sukabumi:CV Jejak, 2020), hlm. 78.

(45)

perkembangan fisik motorik dan bahasa pada perkembangan anak usia dini 5-6 tahun pada aspek fisik motorik dan bahasa. Data ini diperoleh dari observasi berupa informasi dari orang tua anak usia yang berada di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah.

b. Metode Wawancara

Wawancara adalah pengajuan pertanyaan-pertanyaan oleh seorang kepada orang lain dengan maksud mendapatkan informasi mengenai suatu hal pengumpulan data melalui pertanyaan dan diskusi sebagai cara paling epektif dalam mengumpilkan data. Wawancara dapat dilakukan secara tersetruktur dan tidak tersetruktur.Teknik wawancara tersetruktur adalah wawancara yang menggunakan pedoman dengan menyiapkan pertanyaan tertulis, sedangkan wawancara tidak tersetruktur adalah wawancara yang tidak menggunakan pedoman, artinya berbagai pertanyaan yang diajukan mengalir secara lasung saat pelaksanaan wawancara sesuai dengan kebutuhan informasi.

Wawancara digunakan sebagai salah satu teknik dalam pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

Dalam penelitian ini, teknik observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi nonpartisipan.

(46)

Menurut Estbeng dalam bukunya Sugiyono bahwa Ia menggunakan beberapa metode wawancara utuk mendapatkan informasi-informasi. Metode wawancara yang dimaksud antara lain:

1) Wawancara Terstruktur (structured Interview)

Wawancara tersetruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Bila peneliti mengetahui data dengan pasti tentang informasi apa yang diperoleh. Oleh sebab itu, dalam melakukan wawancara, peneliti menyiapkan insterumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabanya yang telah disiapkan. Dengan wawancara tersetruktur ini setiap responden diberikan pertanyaan yang sama dan peneliti mencatatnya.

2) Wawancara semiterstruktur (semistructure Interview)

Jenis wawancara ini termasuk katagori in depth interview, dimana pelaksanaanya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara dimintai pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan

3) Wawancara Tidak terstruktur

Wawancara tidak Tersetruktur ialah wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang

(47)

telah tersusun secara sestematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara semi tersetruktur yang jenis wawancara yang dapat dikembangkan ketika di lapangan. Data dikumpulkan dari para informan agar diperoleh data yang jelas dan terbuka mengenai ruang lingkup penelitian dalam pelaksanaannya wawancara dilakukan pada orang tua anak usia dini yang diteliti. Adapun data yang diperoleh dari wawancara ini adalah data tentang fokus penelitian, yaitu bagaimana bentuk pengunaan gadget, faktor-faktor yang mempengaruhi peggunaan gadget dan apa dampak gadget pada anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data lasung dari dari tempat penelitian, meliputi buku yang relavan, peraturan- peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film documenter, data yang relavan penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.33

Metode dokumentasi yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data-data yang valid, berupa dokumen daftar anak usia

33 Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (jakarta: Media Group, 2016), hlm.90.

(48)

dini di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah, dan hal-hal yang terkait dengan penelitian yang dlakukan.

6. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data kualitatif, (Miles dan Huberman dalam Sugiyono) menyatakan bahwa kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlasung secara terus menerus hingga datanya mencapai titik jenuh.34. Bogdan (dalam Sugiono) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sestematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga mudah dipahami, dan temuanya dapat diinformasikan kepada orang lain.35

Secara umum, teknik menganalisis data terdapat beberapa tahapan antara lain:

a. Koleksi data (Data Collection)

Koleksi data merupakan tahap awal dalam menganalisis data, dimana dalam hal ini peneliti mengumpulkan semua hasil penelitian yang telah didapatkan sebelumnya untuk dianalisis baik koleksi data tersebut dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi maupun gabungan dari ketiganya triangulasi.36 Untuk itu, peneliti akan

34 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 335.

35Ibid.,hlm. 319.

36Ibid.,hlm. 134.

(49)

melakukan koleksi data terkait dampak gadget terhadap perkembangan anak usia 5-6 tahun di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung.

b. Data Reduction (Reduksi Data)

Dalam hal ini langkah kedua setelah koleksi data adalah reduksi data. Dimana mereduksi data berarti merangkum, melatih dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan pada tahap ini akan disaring data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya serta akan dipilih dan dipilah yang mana sekiranya data yang dianggap penting sesuai dengan kebutuhan penelitian.37

Dalam tahap ini, data yang sekiranya diaanggap tidak penting akan dibuang dan data yang sekiranya memiliki kesalahan disinilah tempatnya data tersebut akan disaring.

c. Data Display (Penyajian Data)

Setelah melakukan koleksi data dan reduksi data maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Penyajian data adalah langkah mengorganisasi yang padat atau kaya makna sehingga dengan mudah dibuat kesimpulan.38Sehingga dalam tahap ini peneliti berusaha menggolongkan dan merincikan mana data yang sejenis dengan tidak menggabungkan data-data yang telah dikumpulkan ataupun dipilih sebelumnya, peneliti hanya menata mana data yang sejenis.

37Ibid.,hlm. 135.

38Mohammad Ali dan Muhammad Asrori, Metodelogi dan Aplikasi Riset Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), hlm. 289.

(50)

d. Conclusion (Kesimpulan)

Berdasarkan hasil analisis data, melalui langkah koleksi data, reduksi data dan penyajian data, maka langkah terakhir adalah menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi terhadap kesimpulan yang dibuat. Kesimpulan yang dibuat adalah jawaban dari apa yang diteliti. Akan tetapi, sesuai tidaknya kesimpulan dengan keadaan sebenarnya, dalam arti valid atau tidaknya kesimpulan yang dibuat perlu diverifikasi. Verifikasi adalah upaya membuktikan kembali benar atau tidaknya kesimpulan yang dibuat, atau sesuai tidaknya kesimpulan dengan kenyataan.39 Untuk itu peneliti dalam hal ini juga akan melakukan verifikasi dari kesimpulan yang didapatkan yang berhubungan dengan dampak gadget terhadap perkembangan anak usia dini sehingga kesimpulan tersebut benar-benar valid dan sesuai dengan kenyataan.

7. Keabsahan Data

Dalam rangka membuktikan dan meyakinkan bahwa data hasil penelitian yang diperoleh dilokasi penelitian benar-benar dapat dipercaya maka penelitian ini dilakukan dengan cara:

a. Ketekunan Pengamatan

Ketekunan pengamatan yakni peneliti melakukan pengamatan secara terus menerus atau berkesinambungan di tempat peneliti melakukan penelitian karena dengan cara tersebut maka keabsahan dan

39Ibid.,hlm. 289.

(51)

kevalidan data dapat direkam secara pasti dan sistematis.40 Untuk itu, peneliti akan meningkatkan ketekunan pengamatan di tempat peneliti melakukan penelitian yakni di Dusun Guntur Kelurahan Gerantung Praya Tengah sehingga data yang diperoleh benar-benar pasti.

b. Perpanjangan keikutsertaan

Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian sampai kejauhan pengumpulan data tercapai. Dalam pengumpulan data perpanjangan keikutsertaan peneliti sangat menentukan. Sebab perpanjangan keikutsertaan dalam pengumpulan data akan memungkinkan kredibilitas data yang disimpulkan. Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan sudah benar apa tidak. Data yang diperoleh dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenaranya.41

Dalam penelitian, perpanjangan keikutsertaan yang akan dilakukan dimaksudkan peneliti untuk memerlukan waktu dalam mengumpulkan data yang akan diperoleh, jika data yang diperoleh terkait masalah penggunaan gadget pada anak, dampak penggunaan gadget dan faktor-faktor penggunaan gadget untuk anak usia dini 5-6 Tahun yang diteliti belum absah dan valid maka peneliti

40 Sugiyono, Metode…, hlm. 188.

41Muh. Fitrah dan Luthfiyah, Metodelogi Penelitian Kualitatif Tindakan Kelas dan Studi Kasus,(Sukabumi: CV. Jejak, 2017), hlm.93

(52)

memperpanjang keikutsertaan sehingga diperoleh data yang valid dan akurat.

c. Triangulasi

Teriangulsi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teringulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.42

Tringulasi yang peneliti gunakan antara lain : 1) Triangulasi sumber

Triangulasi sumber adalah menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.Misalnya yaitu penelitian membandingkan berbagai informasi yang didapat dari penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan teriangulasi sumber dilakukan melalui wawancara pada beberapa sumber yang bisa membantu dalam memberikan penafsiran yang benar dalam penelitian ini.

Triangulasi sumber dalam penelitian ini digunakan untuk mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber, mengecek informasi atau data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan. Selanjutnya data tersebut ditanyakan kepada informan

42 Astri Sulistiani Risnaedi, Konsep Penagulangan Perilaku Menyimpang Siswa, (Indramayu :Penerbit Adab, 2021), hlm. 57.

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian kesehatan bank yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia tentang penilaian kesehatan bank yang telah ditentukan dalam

Penggunaan zat pengatur tumbuh dengan berbagai konsentrasi dalam penelitian ini merupakan satu diantara usaha manusia untuk memikirkan dan mempelajari segala yang diciptakan Allah

konsumen dan nilai koefisien yang cukup tinggi menunjukkan adanya pengaruh faktor yang terdiri dari kebersihan tempat, ketepatan janji terhadap konsumen, kecepatan

Setelah Peraturan Daerah Kabupaten Kediri Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa dilakukan pengujian di Mahkamah Agung, Bupati Kediri

Oleh karna itu maka guru Bimbingan dan Konseling harus memberikan informasi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan seksual untuk menghindari siswa

Penelitian ini mendukung dari hasil penelitian yang di lakukan oleh peneliti Kartika Wahyu (2011) pada anggota PERSADIA Ciputat Jaya juga terkait pada efek senam

Seperti yang dikemukakan olen Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status

Dari hasil perhitungan SL di 75 titik lokasi dan peta kontur SL (Gambar 4), didapatkan bahwa pada nilai kontur SL yang rendah merupakan zona kontak litologi atau