• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD

Dalam dokumen DanauLinowResort,Lahendong,Tomohon (Halaman 73-76)

4.1. APBD TINGKAT PROVINSI (KONSOLIDASI PEMDA)

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dan penentu tercapainya target dan sasaran ekonomi makro daerah yang diarahkan untuk mengatasi berbagai kendala dan permasalahan pokok dalam mewujudkan agenda masyarakat yang sejahtera dan mandiri.

APBD berdasarkan klasifikasi ekonomi pemerintah daerah pada wilayah Provinsi Sulawesi Utara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.1. Profil APBD Provinsi Sulawesi Utara Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi (miliar Rupiah)

Uraian TA 2018 TA 2019 Growth

Pagu Realisasi % Pagu Realisasi %

Pendapatan 17,061.7 16,479.9 96.6% 17,737.0 15,992.3 90.2% -3.0%

PAD 2,255.5 2,217.4 98.3% 2,460.6 2,406.6 93.7% 4.0%

Pendapatan Transfer 14,425.6 14,064.6 97.5% 14,715.3 14,311.1 91.0% -4.8% Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 380.6 197.9 52.0% 561.1 391.5 53.0% 50.3% Belanja 18,425.5 16,260.4 88.2% 19,125.5 17,192.8 84.1% -1.1% Belanja Operasi 12,014.5 10,811.6 90.0% 12,688.9 11,086.3 87.4% 2.5% Belanja Modal 4,127.7 3,289.8 79.7% 4,241.8 3,254.4 71.1% -8.4% Belanja Tak Terduga 32.5 7.2 22.2% 27.3 9.7 34.1% 29.2% Transfer (Bagi Hasil & Bantuan Keuangan) 2,250.8 2,151.8 95.6% 2,167.5 1,967.5 90.8% -8.6%

Surplus/Defisit (1,364) 220 (1,389) (85) 138.8%

Pembiayaan Netto 1,368.4 942.0 68.8% 1,616.2 1,066.3 66.0% 13.2%

SILPA 4.6 1,161.5 227.7 981.0 -15.5%

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Unaudited Lingkup Pemda Prov.Sulawesi Utara (diolah)

Penganggaran pemerintah daerah lingkup Provinsi Sulawesi Utara pada TA 2019 menerapkan kebijakan anggaran defisit, sebagai wujud upayanya dalam memacu perekonomian dan pembangunan. Kebijakan tersebut selaras dengan target indikator ekonomi dan pembangunan tahun 2019 di setiap daerah yang ditargetkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Penganggaran belanja yang lebih besar dari pendapatan tersebut tentunya tak lepas dari dukungan Pemerintah Pusat melalui Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana transfer pemerintah pusat masih merupakan sumber pendapatan daerah terbesar di Sulawesi Utara.

Namun peningkatan pada sisi penganggaran tersebut belum diikuti oleh kinerja pelaksanaan anggarannya. Pada tahun 2019, realisasi komponen pendapatan dan belanja daerah lingkup Provinsi Sulawesi Utara menurun dibanding tahun 2018, baik dari nominal maupun dari tingkat persentase dari pagu. Kebijakan anggaran defisit pemda lingkup Provinsi Sulawesi Utara yang diarahkan untuk memacu perekonomian & pembangunan belum sejalan dengan realisasi pelaksanaan anggaran 5,000 10,000 15,000 20,000 PAD Dana Transfer/Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Pendapatan Daerah Prov. Sulawesi Utara Dalam Miliar

12,500 13,000 13,500 14,000 14,500 15,000 Pagu 2018 Realisasi 2018 Pagu 2019 Realisasi 2019 Dana Transfer/Perimbangan 2018 & 2019

75% 77% 78% 76% 76% 74% 76% 77% 69% 78% 81% 75% 81% 76% 80% 82% 77% 60% 65% 70% 75% 80% 85% (500.00) 500.00 1,000.00 1,500.00 2,000.00 2,500.00 3,000.00 DBH DAU DAK Dana penyesuaian

% Realisasi Transfer Pemerintah Pusat s.d Tw IV 2019 Rerata % Realisasi s.d Tw IV 2019

4.2. PENDAPATAN DAERAH

Realisasi pendapatan daerah sampai dengan Triwulan IV 2019 secara agregat telah mencapai 90 persen dari target. Secara proporsional, sumber penerimaan terutama berasal dari dana transfer/perimbangan sebesar 97 persen (Rp14.715 miliar realisasi 13,389 miliar) dan PAD sebesar 14 persen (Rp2.461 miliar realisasi sebesar 2,306 miliar) sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah dari pagu 561 miliar realisasi 297 miliar.

4.2.1. Dana Transfer/Perimbangan

Realisasi Dana Transfer ke Daerah adalah bagian dari belanja Negara dalam rangka mendanai pelaksanaan desentralisasi

fiskal berupa dana perimbangan, dana otonomi khusus, dan dana penyesuaian.

Realisasi untuk tahun 2019 turun jika dibanding dengan tahun 2018 dimana pada tahun 2018 mencapai 14,065 miliar sedangkan

pada tahun 2018 hanya mencapai 13.389 miliar. Kalau dilihat dari pagu untuk 2019 mengalami peningkatan dari 14.425 di tahun 2018 menjadi 14.715 di tahun 2019.

Realisasi pendapatan dana transfer pemerintah pusat s.d Triwulan IV tahun 2019 ke pemda lingkup Provinsi Sulut telah mencapai Rp13 triliun, atau 90 persen dari target. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian realisasi

pada periode laporan ini mengalami

penurunan yang tidak signifikan.

Komposisi realisasi pendapatan transfer daerah sebagian besar berasal dari transfer DAU yang mencapai 74 persen, selanjutnya DAK sebesar 12 persen, Dana

Penyesuaian sebesar 11 persen dan DBH sebesar 3 persen. Tingginya dana DAU sejalan dengan penguatan desentralisasi pemerintah pusat di daerah. Sementara itu, perlu mendapat perhatian bahwa masih rendahnya transfer DAK Fisik lingkup Sulawesi Utara mencerminkan kinerja pelaksanaan kegiatan yang belum maksimal.

Kelompok Kesehatan secara umum mengalami deflasi sebesar 0,13 persen atau terjadi penurunan indeks dari 127,30 di bulan November 2019 menjadi 127,13 di bulan Desember 2019, dimana penurunan indeks terjadi pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,25 persen dan sub kelompok obat-obatan sebesar 0,08 persen. Sub kelompok jasa kesehatan dan sub

kelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan.

Kelompok Pendidikan, rekreasi dan olah raga secara umum mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 123,65 di bulan November 2019 menjadi 123,71 di bulan Desember 2019, dimana peningkatan indeks terjadi pada sub kelompok olah raga sebesar 2,23 persen. Sub kelompok pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan sub kelompok rekreasi tidak mengalami perubahan.

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan di bulan Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 2,31 persen atau terjadi peningkatan indeks sebesar 143,49 di bulan November 2019 menjadi 146,81 persen di bulan Desember 2019, dimana sub kelompok transpor mengalami peningkatan indeks sebesar 3,32 persen. Sub kelompok komunikasi dan pengiriman, sarana dan penunjang transpor, sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga ditopang konsumsi rumah tangga, ekspansi fiskal, dan perbaikan ekspor. Perkembangan terkini menunjukkan keyakinan konsumen meningkat bersamaan dengan pola musiman jelang akhir tahun sehingga dapat menopang konsumsi rumah tangga tetap baik. Perkembangan positif ini diperkuat ekspansi fiskal sejalan dengan pola musiman akhir tahun sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2019. Perbaikan ekspor antara lain dipengaruhi naiknya ekspor pulp, waste paper dan serat tekstil ke Tiongkok, masih kuatnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan ASEAN, serta berlanjutnya ekspor kendaraan bermotor ke ASEAN dan Arab Saudi. Investasi mulai tercatat meningkat di beberapa daerah seperti di Sulawesi terkait hilirisasi nikel, dan diperkirakan akan terus meningkat dengan sejumlah kebijakan transformasi ekonomi yang ditempuh Pemerintah dan mulai meningkatnya keyakinan dunia usaha. Investasi bangunan juga terus membaik didorong peningkatan kegiatan konstruksi. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2019 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2019 dapat mencapai sekitar 5,1% dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020.

a. Ruang Fiskal dan Kemandirian Daerah 1. Proporsi Ruang Fiskal Daerah

Ruang Fiskal merupakan salah satu indikator yang dilihat terkait dengan kesehatan keuangan daerah untuk mengetahui seberapa besar keleluasaan yang dimiliki daerah dalam menggunakan dananya secara bebas sesuai prioritas belanja yang telah ditentukan tanpa mengganggu solvabilitas keuangan. Semakin besar rasionya berarti semakin besar ruang fiskalnya. Ruang Fiskal dapat diperbesar dengan cara peningkatan pendapatan sektor pajak daerah dan memotong belanja daerah yang tidak prioritas.

Berdasarkan perhitungan, diperoleh bahwa ruang fiskal tahun 2019 Provinsi Sulawesi Utara secara agregat sebesar 37 persen.

Grafik 4.1. Perbandingan Rasio Ruang Fisal TA 2019 Pemda Lingkup Provinsi Sulawesi Utara

Sumber: LRA Pemda, data diolah 43% 33% 28%26% 49%47%44% 29% 54% 44%48% 36%39%37% 47% 42%40%

Dalam dokumen DanauLinowResort,Lahendong,Tomohon (Halaman 73-76)