• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBDAPBD

Dalam dokumen {("S*lu:"^^^)Wi!olrd ffi:,g#xt&,o3zooz (Halaman 28-33)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Konsolidasian 18 Pemerintah Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (terdiri dari 1 Pemerintah Provinsi, 2 Pemerintah Kota, dan 15 Pemerintah Kabupaten) adalah sebagai berikut :

Tabel 3. 1 Pagu dan Realisasi APBD Konsolidasian Triwulan II 2017 dan 2018 lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

(dalam miliar rupiah)

Sumber : GFS Kanwil DJPb Provinsi Sultra (diolah)

Persentase realisasi terhadap alokasi APBD Sulawesi Tenggara Triwulan II 2018 mengalami penurunan dalam hal pendapatan, namun dari sisi belanja dan transfer mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Akan tetapi secara nominal, lebih tinggi realisasi pendapatan pada Triwulan II 2018 lebih tinggi dari pada periode yang sama tahun

sebelumnya. Demikian pula dengan belanja dan transfer. Hal ini terlihat dari meningkatnya hampir semua sumber pendapatan, dengan demikian perekonomian Sulawesi Tenggara masih dalam kondisi yang baik.

14

Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara A. PENDAPATAN DAERAH

1. Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sebagaimana rincian sebagai berikut :

a) Pajak Daerah

Grafik 3. 1 Realisasi Penerimaan Pajak Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

Penerimaan Pajak Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan Triwulan II 2018 sebesar Rp389,99 miliar, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Triwulan II 2017. Kenaikan tersebut terjadi hampir di seluruh daerah lingkup Sulawesi Tenggara. Realiasi terbesar penerimaan pajak pada Pemprov Sulawesi Tenggara sebesar Rp297,96 miliar, dan Kota Kendari sebesar Rp46,14 miliar. Meningkatnya penerimaan pajak terjadi seiring dengan perekonomian yang kian membaik, dan tumbuhnya kesadaran dari masyarakat untuk membayar pajak serta administrasi pemerintah daerah yang juga terus mengalami perbaikan.

b) Retribusi Daerah

Grafik 3. 2 Realisasi Penerimaan Retribusi Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

Realisasi Penerimaan Retribusi Daerah Triwulan II 2018 mengalami kenaikan jika dibandingkan Triwulan II 2017. Kota Kendari merupakan daerah dengan penerimaan retribusi terbesar sebesar Rp20,88 miliar. Peningkatan ini

PAD: Rp794,05 miliar Transfer: Rp8,20 triliun Lain-lain: Rp83,50 miliar

15

Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara disebabkan semakin berkembangnya Kota Kendari terutama dari segi perekonomian, distribusi barang dan jasa serta mobilisasi masyarakat sehingga semakin banyak obyek yang dapat dikenakan retribusi.

c) Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

Grafik 3. 3 Pagu Penerimaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Provinsi Sultra

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan pada Triwulan II Tahun 2018 lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2017. Hal ini disebabkan beberapa pemerintah daerah belum menerima atau membukuan deviden yang diterima.

2. Pendapatan Transfer

Pendapatan Transfer periode Triwulan II 2018 lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai Rp8,204 triliun, termasuk Dana Desa sebesar Rp844,46 miliar, Transfer Pemerintah Provinsi sebesar Rp93,15 miliar, dan Transfer Bantuan Keuangan sebesar Rp10,00 miliar. Pemerintah Daerah yang memperoleh pendapatan transfer terbesar pada periode Triwulan II tahun 2018 adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Rp1,473 triliun, disusul dengan Pemerintah Kabupaten Konawe sebesar Rp613,94 miliar, dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan sebesar Rp613,10 miliar.

Grafik 3. 4 Realisasi Pendapatan Transfer lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

16

Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara 3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Penerimaan Daerah berupa Lain-lain Pendapatan yang sah terdiri dari Pendapatan Hibah, Pendapatan Dana Darurat, serta Pendapatan Lainnya. Realisasi pendapatan lain-lain yang sah sampai dengan Triwulan II 2018 mencapai Rp83,504 miliar menurun jika dibandingkan Triwulan II 2017.

Grafik 3. 5 Realisasi Lain-lain Pendapatan yang Sah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

B. BELANJA DAERAH

1. Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal

Grafik 3. 6 Pagu dan Realisasi Belanja Pegawai, Barang, dan Modal Triwulan II 2018 lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

Sampai dengan Triwulan II 2018 Belanja Pegawai terealisasi Rp3,664 triliun atau 54,16 % dari pagu APBD sebesar Rp6,127 triliun. Belanja pegawai merupakan satu-satunya belanja yang telah terealiasi di atas 50 %. Hal ini disebabkan selain pembayaran gaji pegawai yang rutin dibayarkan setiap bulan, juga adanya pembayaran gaji THR yang dilakukan pada bulan Juni 2018. Sedangkan Belanja Barang terealisasi sebanyak Rp932,12 miliar dari pagu APBD sebesar Rp3,710 triliun. Sementara itu Belanja Modal terealisasi sebanyak Rp1,514 Triliun atau 36,27 % dari pagu APBD sebesar Rp5,021 triliun, dan Belanja Bantuan Sosial terealiasi sebanyak Rp1,99 miliar dari pagu APBD sebesar Rp26,78 miliar.

Belanja Pemerintah Daerah: Rp6,72 triliun Transfer: Rp774,02 miliar

17

Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara 2. Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Urusan

Lima urusan dominan belanja daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan klasifikasi urusan yaitu Pelayanan Umum,Pendidikan,Perumahan dan Fasilitas Umum Kesehatan dan Ekonomi. Persentase capaian tertinggi adalah urusan Pelayanan Umum sebesar 40,10 %.

Grafik 3. 7 Pagu dan Realisasi Belanja berdasarkan Urusan Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber : BPKAD lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)

C.

PROGNOSIS REALISASI APBD SAMPAI DENGAN AKHIR TAHUN 2018

Hasil prognosis realisasi APBD Pemerintah Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan akhir tahun 2018 telah mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh. Analisis trend dilakukan untuk melihat kecenderungan serta pola realisasi APBD.

Adapun prognosis realisasi APBD hingga akhir tahun 2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 3. 2 Perkiraan Realisasi APBD s.d. Triwulan IV 2018 lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara

Dengan menggunakan trend moment (metode garis lurus), hingga akhir 2018 diperkirakan pendapatan daerah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara akan tercapai sekitar 94,23 % lebih rendah dari tahun sebelumnya namun secara nominal masih lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja daerah akan terealisasi sebesar 88,67 % lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Total pendapatan hingga akhir Triwulan II 2018 mencapai 44,91 % dari target penerimaan. Sementara realisasi belanja sampai dengan Triwulan II 2018 tercapai 38,20 %. Tren beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa belanja daerah akan mengalami peningkatan pada akhir tahun atau pada Triwulan IV.

(dalam miliar rupiah)

Rp % Realisasi T erhadap Pagu Rp % Perkiraan Realisasi T erhadap Pagu Pendapatan Daerah 18.891,45 8.484,68 44,91% 17.801,41 94,23% Belanja Daerah 17.603,03 6.724,40 38,20% 15.608,61 88,67% Surplus/Defisit 1.288,42 1.760,28 2.192,81 Uraian Pagu Realisasi s.d. T riwulan II Perkiraan Realisasi s.d. T riwulan IV

Foto:

Dalam dokumen {("S*lu:"^^^)Wi!olrd ffi:,g#xt&,o3zooz (Halaman 28-33)

Dokumen terkait