• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN EKONOMI SEKTORAL DAN PERANANNYA

Dalam dokumen PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (Halaman 27-34)

Tinjauan ekonomi Pidie Jaya secara sektoral akan memberikan gambaran potensi masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB dan subsektor apa yang lebih dominan pada sektor ekonomi tersebut. Secara lengkap tinjauan sektoral PDRB Pidie Jaya selama kurun waktu 2006 hingga 2009 adalah sebagai berikut:

3.1. Sektor Pertanian

Peranan sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Pidie Jaya sangat dominan. Lebih dari 60 persen PDRB Pidie Jaya berasal dari sektor pertanian. Pada tahun 2009 bila dilihat dari kontribusi masing-masing subsektor terhadap pembentukan PDRB sektor pertanian, subsektor tanaman bahan makanan memberikan kontribusi terbesar yaitu mencapai 26,54 persen. Kontribusi terbesar kedua berasal dari subsektor peternakan dan hasil-hasilnya sebesar 20,47 persen. Kemudian subsektor perikanan sebesar 8,85 persen, diikuti subsektor tanaman perkebunan sebesar 6,16 persen. Sementara itu subsektor kehutanan memberikan kontribusi yang sangat kecil yaitu sebesar 0,03 persen. Hal ini erat kaitannya dengan pelarangan eksploitasi hasil hutan berupa kayu di seluruh wilayah Aceh yang sudah mulai diterapkan sejak tahun 2005.

Kontribusi masing-masing subsektor pada sektor pertanian pada periode 2006-2009 tidak terjadi perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun, secara rinci dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini.

Gambar 3.1

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 20

3.2. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor Pertambangan dan Penggalian terdiri dari dua subsektor yaitu subsektor pertambangan minyak dan gas, serta subsektor penggalian dan penggaraman. Kontribusi PDRB sektor ini di Kabupaten Pidie Jaya hanya berasal dari subsektor penggalian dan penggaraman. Kontribusi yang diberikan sektor ini pada periode 2006-2009 masih sangat kecil yaitu lebih kurang 0,70 persen dari total nilai PDRB Kabupaten Pidie Jaya. Bahkan pada tahun 2009 kontribusinya semakin menurun yaitu hanya berkisar 0,66 persen dari total PDRB. Kontribusi sektor ini periode tahun 2006-2009 selengkapnya dapat dilihat pada gambar 3.2.

3.3. Sektor Industri Pengolahan

Sektor industri pengolahan terdiri dari dua subsektor yaitu subsektor industri migas dan subsektor industri tanpa migas. Kontribusi PDRB sektor ini di Kabupaten Pidie Jaya hanya berasal dari subsektor industri tanpa migas. Kontribusi yang diberikan sektor ini pada periode 2006-2009 memperlihatkan kecenderungan menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2006 kontribusi yang diberikan subsektor industri tanpa migas sebesar 4,33 persen, kemudian turun menjadi 3,78 persen pada tahun 2009. Kontribusi sektor ini periode tahun 2006-2009 secara lebih rinci dapat dilihat pada gambar 3.2.

Gambar 3.2

Peranan Sektor Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih, serta Bangunan/Konstruksi

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 21

3.4. Sektor Listrik, Gas dan Air Minum

Sektor listrik, gas dan air minum terdiri dari tiga subsektor yaitu subsektor listrik, subsektor gas dan subsektor air minum. Kontribusi yang diberikan sektor ini terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Pidie Jaya baru berasal dari subsektor listrik. Sementara itu subsektor gas dan subsektor air minum belum memberikan kontribusi. Nilai PDRB subsektor gas kota menghitung nilai tambah yang berasal dari penyediaan maupun penggunaan gas dari pemerintah, swasta maupun masyarat. Kegiatan dari subsektor ini sampai tahun 2009 masih belum terdata secara menyeluruh di wilayah kabupaten Pidie Jaya.

Begitu halnya dengan subsektor air minum yang menghitung nilai tambah yang diberikan oleh kegiatan pengelolaan air bersih untuk dikonsumsi masyarakat yang dikelola secara ekonomis, baik oleh pemerintah daerah seperti PDAM maupun oleh pihak swasta. Hingga tahun 2009 kegiatan subsektor ini belum terorganisir dengan baik sehingga belum bisa tercatat perkembangannya secara menyeluruh di Kabupaten Pidie Jaya.

Sedangkan subsektor listrik memberikan kontribusi yang sangat kecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Pidie Jaya namun nilainya cenderung mengalami kenaikan. Kontribusi subsektor ini masih berkisar kurang dari 0,5 persen yaitu baru mencapai 0,41 persen terhadap total PDRB Pidie Jaya tahun 2009. Demikian juga untuk tahun-tahun sebelumnya baru bernilai 0,22-0,36 persen. Untuk lebih jelasnya dari kontribusi sektor listrik, gas, dan air minum pada periode tahun 2006-2009 secara rinci dapat dilihat pada gambar 3.2 di atas.

3.5. Sektor Bangunan/Konstruksi

Sektor bangunan/konstruksi juga masih memberikan kontribusi yang kecil terhadap PDRB Kabupaten Pidie Jaya namun nilainya cenderung . Periode tahun 2006-2009 kontribusi yang diberikan masih dibawah lima persen namun nilainya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 tercatat sebesar 3,36 persen dan tahun 2009 meningkat menjadi 4,88 persen. Kontribusi sektor ini periode tahun 2006-2009 secara rinci dapat dilihat pada Gambar 3.2 di atas.

3.6. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran

Sektor ini terdiri dari tiga subsektor yakni subse ktor perdagangan yaitu semua aktifitas perdagangan besar maupun eceran, subsektor hotel yaitu aktifitas ekonomi pada pelayanan akomodasi/penginapan, dan subsektor restoran/rumah makan. Dari ketiga subsektor yang ada, perdagangan merupakan subsektor penyumbang terbesar dari sektor ini terhadap pembentukan nilai PDRB Kabupaten Pidie Jaya.

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 22

Subsektor perdagangan pada tahun 2009 memberikan kontribusi senilai 7,93 persen. Jika dilihat dalam periode 2006-2009 kontribusi subsektor perdagangan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Subsektor perdagangan diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi Pidie Jaya pada masa yang akan datang mengingat kecendrungan kontribusi yang diberikan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Subsektor perdagangan juga akan terus berkembang sejalan dengan peningkatan aktivitas pada sektor pertanian karena komoditi pertanian yang dihasilkan daerah ini akan diperdagangkan baik secara lokal maupun antar daerah.

Sementara itu subsektor hotel atau akomodasi masih memberikan kontribusi yang sangat kecil sekali terhadap pembentukan PDRB. Hal ini tentu erat kaitannya dengan keberadaan penginapan yang belum ada untuk akomodasi setingkat hotel di daerah ini. Bahkan hanya untuk wisma/penginapan jumlahnya masih kurang dari 5 buah penginapan. Periode tahun 2006-2009 kontribusi yang diberikan baru senilai 0,02 persen terhadap total PDRB Pidie Jaya. Kondisi ini juga sama dengan subsektor restoran/rumah makan yang memberikan kontribusi kurang dari dua persen setiap tahunnya. Jika dilihat dari sisi lain, dari keadaan ini merupakan sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Kontribusi masing-masing subsektor periode tahun 2006-2009 secara rinci dapat dilihat pada gambar 3.3 berikut ini.

Gambar 3.3

Peranan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran Terhadap PDRB Tahun 2006-2009

3.7. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi

Sektor pengangkutan dan komunikasi memiliki peranan sebagai pendorong aktivitas di setiap sektor ekonomi. Dalam era globalisasi, peranan sektor ini sangat vital dan menjadi indikator kemajuan suatu bangsa, terutama jasa telekomunikasi menjadikan dunia tanpa batas. Subsektor transportasi memiliki peran sebagai jasa pelayanan bagi mobilitas perekonomian.

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 23

Sektor ini di Kabupaten Pidie Jaya hanya terdiri dari tiga subsektor yaitu subsektor angkutan jalan raya, subsektor komunikasi dan subsektor jasa penunjang angkutan. Pada periode tahun 2006-2009 sektor pengangkutan dan komunikasi baru memberikan kontribusi sekitar tiga sampai empat persen setiap tahunnya. Sumbangan terbesar diberikan oleh subsektor angkutan jalan raya yang berkisar tiga persen. Sisanya berasal dari subsektor komunikasi.

Pada tahun 2009 kontribusi yang diberikan oleh subsektor angkutan jalan raya baru mencapai 3,60 persen dari total PDRB Pidie Jaya. Sedangkan subsektor komunikasi memberikan sumbangan sebesar 1,09 persen dan sumbangan subsektor jasa penunjang angkutan secara persentase hampir tidak kelihatan karena nilainya yang sangat kecil sekali. Pada masa yang akan datang diperkirakan sektor pengangkutan dan komunikasi akan terus meningkat seiring peningkatan aktifitas pada sektor ekonomi lainnya yang tidak akan terlepas dari kegiatan transportasi dan komunikasi.

Gambar 3.4

Peranan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi Terhadap PDRB Tahun 2006-2009

3.8. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan

Secara garis besar, sektor ini terbagi atas lima kelompok kegiatan utama yaitu: usaha perbankan dan moneter (otoritas moneter), lembaga keuangan bukan bank, jasa penunjang keuangan, usaha real estate (persewaan bangunan dan tanah), dan jasa perusahaan. Tiga kelompok pertama disebut juga sebagai sektor finansial, karena secara umum kegiatan utamanya berhubungan dengan penarikan dana dari masyarakat maupun penyalurannya kembali. Namun untuk subsektor jasa penunjang keuangan di Kabupaten Pidie Jaya belum tercatat dalam penghitungan PDRB sehingga belum ada nilai PDRBnya.

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 24

Kontribusi yang diberikan sektor ini terhadap PDRB sekitar 1,53 persen pada tahun 2007 dan meningkat menjadi 1,65 persen pada tahun 2009. Porsi terbesar masih diberikan oleh subsektor bank yaitu 0,69 persen di tahun 2007 dan sedikit meningkat menjadi 0,82 persen pada tahun 2009. Sementara itu subsektor sewa bangunan/usaha real estate pada tahun 2009 memberikan kontribusi sebesar 0,74 persen. Sedikit meningkat daripada tahun sebelumnya yang sempat menurun di tahun 2007 dan 2008.

Sementara itu kontribusi yang diberikan subsektor lembaga keuangan bukan bank seperti koperasi simpan pinjam, pegadaian dan sebagainya memberikan kontribusi yang sangat kecil yaitu berkisar antara 0,07 – 0,08 persen setiap tahunnya. Demikian juga dengan subsektor jasa perusahaan yang memberikan kontribusi sebesar 0,02 persen setiap tahunnya dalam periode tahun 2006-2009. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 3.5

Peranan PDRB Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan Terhadap PDRB Tahun 2006-2009 (persen)

3.9. Sektor Jasa-Jasa

Sektor jasa-jasa terdiri dari subsektor jasa pemerintahan umum dan jasa swasta. jasa pemerintahan umum mencakup kegiatan administrasi pemerintahan dan pertahanan, serta jasa pemerintahan lainnya seperti jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan kemasyarakatan lainnya. Sedangkan sub sektor jasa swasta meliputi kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan, jasa hiburan dan rekreasi, serta jasa perorangan dan rumahtangga.

Proporsi sektor jasa-jasa terhadap PDRB merupakan yang terbesar kedua setelah sektor pertanian. Sumbangan sektor ini pada tahun 2009 sebesar 12,85 persen, mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun 2008 yang mencapai 12,49 persen. Kontribusi terbesar masih dipegang oleh subsektor pemerintahan umum yaitu sekitar

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 25

11,56 persen di tahun 2008 dan naik menjadi 11,97 persen di tahun 2009. Sedangkan sumbangan subsektor lainnya dibawah 1 persen dimana yang memberikan sumbangan terbesar yaitu subsektor jasa sosial kemasyarakatan yaitu berkisar 0,60 persen pada periode 2006-2009. Kontribusi dari sektor ini dapat dilihat lebih rinci melalui gambar berikut ini.

Gambar 3.6

Peranan PDRB Sektor Jasa-Jasa Terhadap PDRB Tahun 2006-2009 (persen)

PDRB Kabupaten Pidie Jaya 2006-2009 26

 Ruang Lingkup dan MetoRuang Lingkup dan MetoRuang Lingkup dan MetoRuang Lingkup dan Metode Perhitungande Perhitungande Perhitungande Perhitungan

 Daftar Istilah PentingDaftar Istilah Penting Daftar Istilah PentingDaftar Istilah Penting

Dalam dokumen PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (Halaman 27-34)

Dokumen terkait