BAB V Penutup, yang di dalamnya berisi kesimpulan serta saran-saran yang dianggap perlu dalam perbaikan dan kemajuan lembaga
B. ANALISIS BIOPSIKOSOSIAL ANAK HIPOSPADIA DAN ATTENTION DEFISIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD)
1. Perkembangan Hipospadia dan biologis anak
malu dan jika diajak ngobrol dan ditanya namanya, ”SU” akan menjawab sambil berlari meninggalkan tamu. Hal tersebut sangat berbeda dengan anak-anak panti lainnya yang jika ada tamu datang maka mereka merasa senang karena banyak temannya dan bisa mengajarkan mereka untuk belajar dan bermain. Namun jika tamu sudah akrab dengan
”SU” maka ”SU” akan merasa nyaman dan dapat sedikit beradaptasi dengan tamu.101
4. Spiritual Anak
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan pengasuh dan pihak YSI, agama yang dianut “SU” belum diketahui ketika lahir. Hal ini disebabkan karena identitas keluarga “SU” yang sama sekali tidak diketahui oleh pihak RS Budi Kemuliaan Batam dan pihak YSI sendiri.
Namun setelah masuk YSI, “SU” mendapatkan pemahaman mengenai keyakinan yang dianutnya.102
B. ANALISIS BIOPSIKOSOSIAL ANAK HIPOSPADIA DAN
Pada teori dalam Bab II halaman 45 terdapat ciri-ciri anak penderita Hipospadia. Semua ciri-ciri anak penderita Hipospadia terdapat pada Hipospadia yang dialami oleh ”SU”. Berdasarkan dari hasil wawancara bahwa ciri-ciri Hipospadia yang dimiliki ”SU” yaitu lubang penis tidak terdapat di ujung melainkan berada di bawah penis, penis melengkung ke bawah, penis seperti berkerudung atau tertutup dan jika buang air kecil ”SU” harus duduk atau jongkok.
Perihal mengenai kondisi fisik dari “SU”, dijelaskan oleh Ibu Tuti, sebagaimana berikut:
”iya ini semua ciri-cirinya ada pada si Uya, mbak. Lubang penisnya bukan di ujung tapi ada di bawah penis, penisnya melengkung ke bawah iya, penis tampak seperti berkerudung/tertutup ? oh iya merapat mungkin maksutnya kali yah mbak, jadi ada seperti katup vagina, jika buang air kecil dia harus jongkok kaya anak perempuan gitu mbak pipisnya”103
Merujuk pada Bab II halaman 46 dalam buku yang ditulis oleh Susi Purwoko dijelaskan ada 3 macam tingkatan penderita Hipospadia. Hipospadia yang dialami oleh “SU” terdapat pada tingkatan tahap kedua dimana pembukaan berada di sepanjang bagian bawah tangkai penis dan dapat diperbaiki dengan pembedahan rekonstruktif.
Pembedahan rekonstruktif merupakan pembedahan yang dilakukan untuk melakukan koreksi terhadap pembedahan yang telah dilakukan pada deformitas atau malformasi seperti contoh pembedahan terhadap langit-langit mulut yang terbelah, tendon yang mengalami kontraksi, dan sebagainya.
Pembedahan rekonstruktif bertujuan untuk memperbaiki bentuk badan dan
103Wawancara Pribadi dengan Ibu Tuti, Bintaro, 25 Juli 2013.
fungsi tubuh yang cedera akibat kemalangan, penyakit dan kecacatan kelahiran.104
Berkaitan dengan tahapan Hipospodia yang dialami ”SU” ini, dijelaskan oleh Ibu Tuti, sebagaimana berikut:
”Surya itu hipospadianya berada di tahap kedua mbak, dimana lubang pipisnya Surya berada di bawah penis. Kan biasanya lubang pipis itu ada di ujung penis, nah kalau dia adanya di bawah penis jadi dia kalo pipis kaya anak perempuan harus jongkok karena kalau tidak duduk nanti bisa kemana-mana pipisnya”105
Menurut Eddy, Hipospadia adalah suatu kelainan yang harus segera ditangani sejak dini, saat anak masih berusia enam bulan sampai usia prasekolah. Dan anak penderita Hipospadia sebaiknya tidak boleh di khitan terlebih dahulu. Penanganan Hipospadia adalah dengan cara di operasi yang bertujuan untuk merekonstruksi penis agar lurus dengan muara uretra pada tempat yang normal atau diusahakan senormal mungkin.
Penanganan tersebut sama seperti penanganan yang dilakukan oleh dokter yang menangani Hipospadia “SU”. Selain dilakukan operasi untuk pengeluaran buah zakar lalu kemudian menjahit lubang uretra yang berada di bawah penis dan membuat uretra sehingga muara uretra eksterna terletak di ujung penis. “SU” juga melakukan pengecekan darah dan kromosom.
Pengecekan darah untuk “SU” harus dikirim ke Amerika Serikat karena tekhnologi yang digunakan oleh Indonesia belum cukup mutakhir. Namun untuk pengecekan kromosom dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo.
104Tam Cail Lian dan Khoo Yoong Ting, “Pembedahan Plastik dan Rekonstruksi,” 4 September 2012
105Wawancara Pribadi dengan Ibu Tuti, Bintaro, 25 Juli 2013.
Berkenaan dengan akan dilakukannya operasi pada alat kelamin ”SU”, dijelaskan oleh Ibu Tuti, sebagaimana berikut:
“Surya akan dioperasi untuk mengeluarkan buah zakarnya terlebih dahulu karena uya tidak memiliki buah zakar oleh sebab itu dia dianggap kelamin ganda. Kalau operasi pengeluaran buah zakar sudah, baru membuat lubang pipisnya di ujung abis itu baru lubang pipis yang di bawah penisnya itu di jahit”106
Hipospadia yang dialami oleh ”SU” tidak berdampak terhadap pertumbuhan fisik dari ”SU”. YSI sangat peduli sekali akan pemenuhan gizi yang diberikan kepada ”SU”. Dari hasil pengamatan penulis, tampak postur tubuh dan berat badan ”SU” tumbuh dan berkembang dengan normal, tidak gemuk dan tidak kurus. Dimana ”SU” memiliki tinggi badan 118 cm dan berat badan 17 kg.
Berkaitan dengan proses pertumbuhan dan pemenuhan gizi dan nutrisi, Ibu Tuti mengungkapkan bahwa:
”dalam pemenuhan gizi Surya itu pernah diberikan makan Quaker, minum susu pediasure, susu-susu mahal mbak, pernah juga dibawa ke dokter gizi karena Surya itu susah kalau disuruh makan. Anak-anak disini kebutuhan gizinya melebihi dari pemenuhan gizi saya, mbak. Mereka itu ada jadwal-jadwalnya kapan harus makan buah, minum jus, minum susu, makanannya itu daging, tempe, keju. Kalau untuk makanan anak-anak sangat terjamin disini”107
Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh anak. Pada Bab II halaman 28 dalam buku yang ditulis oleh Elizabeth B.
Hurlock yang berjudul perkembangan anak, Ada beberapa yang mempengaruhi ukuran tubuh anak.
106Wawancara Pribadi dengan Ibu Tuti, Bintaro, 25 Juli 2013.
107Ibid
Jadi makanan yang dikonsumsi ”SU” sangat mempengaruhi sekali pertumbuhan ”SU”. Oleh sebab itu yayasan memberikan makanan yang sehat dengan menu gizi seimbang. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Tuti bahwa:
”kalau disini sudah ada jadwal makanan untuk anak-anak setiap harinya mbak. Selain kami memberikan makanan dengan gizi yang seimbang, para pengasuh juga sering menjemur anak-anak di bawah matahari selama kurang lebih 15 menit, itu kalau ada terik matahari ya mbak. Biasanya setelah makan anak-anak kami buatkan jus kalau engga makan buah-buahan aja”108
Dengan mendapatkan pola makan gizi seimbang dapat mendapatkan tubuh yang sehat dan tumbuh dengan sempurna. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis dalam masalah kesehatan anak, yayasan sangat peduli dengan kondisi anak-anak yang tinggal di yayasan. Karena sesuai dengan visinya yaitu bahwa anak berhak atas perawatan dan perlindungan sejak semasa dalam kandungan dan sesudah dilahirkan. Apabila anak lahir dan tidak diperdulikan maka akan menjadi penghambat tumbuh dan kembang anak.
Kepedulian yayasan terhadap anak-anak sudah terbukti oleh penulis. Pada saat melakukan praktikum I di yayasan, penulis melihat ada anak yang sakit dan pihak yayasan langsung memanggil dokter untuk datang ke yayasan dan memeriksa kondisi anak yayasan yang sakit. Setelah di periksa maka dokter akan memberikan resep obat yang harus ditebus di apotek dan diberikan ke anak yang sakit.109
Perhatian YSI terhadap kesehatan para klien tersebut diungkapkan oleh Ibu Tuti sebagai berikut:
“oh kalau ada anak yang sakit kadang kita yang manggil dokter untuk datang ke sini (yayasan) untuk memeriksa anak yang
108Wawancara Pribadi dengan Ibu Tuti, Bintaro, 4 Juli 2013.
109Laporan Praktikum I pada saat semester 6
sakit. Atau tidak kami yang membawa anak itu ke rumah dokternya mbak. Kalau dokternya nyuruh buat rawat inap ya kita akan rawat inap anak itu, mbak”110
Sama seperti yang ”SU” dapatkan di yayasan. Untuk kesehatan dan kesembuhan ”SU” pihak yayasan pun juga sangat peduli. Agar nantinya ”SU”
dapat tumbuh seperti anak-anak normal pada umumnya. Hal ini diungkapkan oleh Ibu Tuti sebagai berikut:
”pelayanan kesehatan yang Surya terima disini banyak sekali mbak. Kalau untuk sakit biasa kaya batuk, pilek itu sama kaya anak-anak yang lainnya kita panggilkan dokter. Tapi untuk masalah Hipospadianya kita memberikan pelayanan kesehatan ke dokter bedah, ke ahli gizi juga karena Surya susah sekali makan, ahli kandungan, psikolog, dokter anak untuk tumbuh kembangnya Surya”111