• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Inflasi Daerah

BAB 3 Inflasi Daerah

3.1 Perkembangan Inflasi Daerah

Secara umum inflasi Gorontalo pada triwulan III 2014 menunjukan kondisi yang relatif terkendali. Stabilnya inflasi pada triwulan laporan disebabkan karena perkembangan harga komoditas yang relatif stabil meskipun mendapatkan tekanan pada bulan Juli 2014. Hal ini dapat dilihat pada laju inflasi bulanan (mtm) Gorontalo pada Juli, Agustus dan September 2014 secara berturut-turut adalah sebesar 0,77%, -0,52% dan 0,03%.

Pada triwulan III 2014, kelompok bahan makanan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,75% (yoy), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 7,57% (yoy), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 4,98% (yoy), kelompok sandang sebesar 5,32% (yoy), kelompok kesehatan sebesar 5,64% (yoy), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 3,72% (yoy), serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,8% (yoy) (Tabel 3.1).

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 39

Tabel 3.1. Inflasi Tahunan Menurut Kelompok Barang dan Jasa (yoy)

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah)

Jika dilihat secara tahunan, maka tingkat inflasi Gorontalo pada akhir triwulan III 2014 adalah sebesar 3,59% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya yang sebesar 5,82% (yoy). Inflasi pada triwulan III 2014 tersebut juga searah dengan perkiraan sebelumnya yang berada pada kisaran 3,26%-5,26% (yoy), serta lebih rendah dari realisasi inflasi nasional yang sebesar 4,53% (yoy).

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah) Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah) Tabel 3.2. Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Barang dan Jasa (mtm)

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo

Pada triwulan III 2014 tersebut, kelompok komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08%, dengan komoditas yang mengalami peningkatan harga tertinggi adalah tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga. Peningkatan kedua komoditas tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan

I II III IV I II III IV I II III IV I II III

1 Bahan makanan 8,50 12,04 -0,70 -0,62 1,90 3,58 6,02 6,66 9,62 3,32 0,42 6,61 0,16 3,72 0,75

2

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

8,32 7,44 4,82 7,69 6,00 7,04 7,11 5,48 7,91 6,37 6,18 8,17 6,79 8,72 7,57

3 Perumahan, Air, Listrik,

Gas dan Bahan Bakar 4,21 5,05 6,58 7,85 12,67 10,47 7,59 7,05 1,70 2,82 2,97 3,69 4,62 4,61 4,98

4 Sandang 4,14 5,12 12,33 9,78 9,44 7,12 0,44 1,83 1,92 0,90 1,45 1,09 2,70 5,43 5,32

5 Kesehatan 2,22 3,43 3,50 4,64 3,81 2,91 2,83 5,02 5,10 6,39 7,55 5,95 5,68 6,57 5,64

6 Pendidikan, Rekreasi

dan Olahraga 1,18 0,60 3,88 3,96 3,72 4,26 0,88 0,61 -0,14 0,04 0,00 0,28 1,81 2,26 3,72

7 Transpor, Komunikasi

dan Jasa Keuangan 2,44 3,36 1,38 2,44 3,18 3,00 2,18 1,74 1,21 3,92 9,18 9,14 12,27 8,27 0,8

5,77 7,11 3,27 4,08 5,90 5,95 5,40 5,31 5,18 3,59 3,40 5,84 5,10 5,82 3,59

No. Kelompok

Umum

2011 2012 2013 2014

Bulanan (mtm)

7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Bahan makanan 6,39 4,79 -10,97 1,10 2,78 4,02 0,79 -5,01 0,04 2,75 -2,12 0,13 1,10 -3,27 0,12

2 Makanan Jadi,

Minuman, Rokok dan 0,45 0,14 0,98 0,03 1,99 0,74 0,40 0,38 0,17 0,78 0,44 0,71 0,74 0,22 0,22

3 Perumahan, Air, Listrik,

Gas dan Bahan Bakar 0,17 0,64 0,25 0,38 0,51 0,38 0,82 0,42 0,02 0,13 0,07 0,30 0,63 0,60 0,29

4 Sandang -0,17 0,50 1,43 0,25 -0,19 0,22 0,02 -0,42 1,30 0,71 0,30 1,46 1,38 0,33 -0,37

5 Kesehatan 0,13 1,11 0,53 0,77 0,34 0,63 0,96 0,28 0,70 0,56 0,60 0,77 0,22 0,00 0,24

6 Pendidikan, Rekreasi

dan Olahraga -0,01 0,09 0,04 0,18 0,02 0,00 0,56 0,39 0,02 0,38 -0,02 0,50 1,60 -0,02 0,01

7 Transpor, Komunikasi

dan Jasa Keuangan 4,91 0,46 -0,17 0,28 0,03 0,03 -0,95 0,02 0,88 0,16 0,09 0,47 0,38 -0,04 -0,54

2,78 1,89 -3,43 0,53 1,35 1,54 0,36 -0,98 0,31 0,89 -0,34 0,45 0,77 -0,52 0,03 2014

2013

Umum

No. Kelompok

Grafik 3.1. Inflasi Nasional dan Gorontalo Grafik 3.2. Peta Inflasi Nasional

40 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014

TDL dan kenaikan harga LPG 12Kg. Kelompok komoditas kedua yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04%, dengan komoditas yang mengalami peningkatan harga tertinggi adalah rokok kretek filter. Peningkatan harga rokok tersebut disebabkan oleh adanya pajak rokok yang diberlakukan sejak Januari 2014 yaitu sebesar 10% dari total nilai cukai yang dikenakan. Sedangkan kelompok bahan makanan, komoditas yang mengalami peningkatan harga tertinggi adalah tomat sayur, cabe rawit, bawang merah, ayam hidup dan daging ayam. Peningkatan laju inflasi tersebut searah dengan peningkatan laju inflasi secara nasional akibat bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sumbangan inflasi pada kelompok lainnya dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3. Andil Inflasi Kelompok Barang dan Jasa

Sumber: BPS (diolah)

Tabel 3.4. Perbandingan Inflasi Kota di Sulampua Grafik 3.3. Peta Inflasi Sulawesi

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah) Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah)

Jika dilihat dari tingkat inflasi tahun kalender seluruh kota di Sulampua (tabel 3.4), maka Gorontalo menduduki peringkat pertama terendah, yakni hanya sebesar 0,95% (ytd).

Perkembangan laju inflasi tahun kalender pada triwulan III 2014 tersebut meningkat jika

Jul Aug Sep

1 Bahan Makanan 0,25 -0,71 0,03

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,12 0,03 0,04 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,18 0,17 0,08

4 Sandang 0,07 0,02 -0,02

5 Kesehatan 0,01 0,00 0,01

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 0,08 0,00 0,00

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,07 -0,01 -0,10 Andil Inflasi(%)

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 41 dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,67%(ytd) namun masih merupakan yang terendah jika dibanding triwulan ketiga sepanjang 3 tahun sebelumnya. Laju inflasi kumulatif (ytd) Gorontalo pada triwulan III di tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 berturut-turut sebesar 2,89%, 4,20%, 2,31%, dan 0,95% (tabel 3.5).

Tabel 3.5. Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Barang dan Jasa (ytd)

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah)

Deflasi yang terjadi pada kelompok core inflation pada triwulan III 2014 berasal dari penurunan harga beberapa komoditas antara lain oleh turunnya harga ikan Tuna -0,03% dan ikan Nike yang menyumbang deflasi sebesar -0,02%, sedangkan faktor pendorong inflasi pada kelompok core inflation antara lain seperti pada komoditas nanas (0,04%), biskuit (0,02%).

Inflasi kelompok non-core inflation disumbang oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit yang menyumbang inflasi terbesar yaitu sebesar 0,22%, diikuti oleh tomat sayur (0,09%), dan bawang merah (0,08%). Tekanan inflasi juga disumbang dari kenaikan harga rokok kretek filter, tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga. Perkembangan harga beberapa komoditas di Gorontalo dapat dilihat pada tabel 3.6.

I II III IV I II III IV I II III IV I II III

1 Bahan makanan -2,66 -1,57 -1,80 -0,62 -0,20 2,59 4,77 6,66 2,57 -0,62 -1,37 6,61 -4,22 -3,55 -5,56

2

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

2,61 3,37 5,12 7,69 1,01 2,75 4,56 5,48 3,33 3,61 5,25 8,17 0,96 2,92 4,15

3

Perumahan, Air, Listrik,

Gas dan Bahan Bakar 1,73 2,99 6,70 7,85 6,28 5,49 6,44 7,05 0,97 1,32 2,39 3,69 1,26 1,76 3,32

4 Sandang 0,18 2,46 10,59 9,78 -0,13 -0,02 1,18 1,83 -0,04 -0,93 0,81 1,09 0,90 3,41 4,80

5 Kesehatan 1,57 2,69 3,47 4,64 0,76 1,00 1,68 5,02 0,83 2,31 4,13 5,95 1,95 3,93 4,40

6 Pendidikan, Rekreasi

dan Olahraga 0,62 0,24 3,76 3,96 0,39 0,53 0,69 0,61 -0,36 -0,04 0,08 0,28 0,97 1,85 3,47

7 Transpor, Komunikasi

dan Jasa Keuangan -0,04 0,66 1,60 2,44 0,68 1,21 1,34 1,74 0,16 3,37 8,76 9,14 -0,06 0,66 0,45

0,02 1,04 2,89 4,08 1,77 2,85 4,20 5,31 1,65 1,17 2,31 5,84 -0,32 0,67 0,95 Umum

No. Kelompok 2011 2012 2013 2014

42 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014

Tabel 3.6. Perkembangan Harga Beberapa Komoditas Hasil Survei Pemantaun Harga (SPH)

Penurunan harga beberapa komoditas di Gorontalo tersebut dipicu normalisasi harga pasca Bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri yang tercermin pada harga daging ayam ras pada pertengahan triwulan III 2014 menurun dari Rp50.000/kg menjadi Rp45.000/kg.

Komoditas tomat sayur juga mengalami kondisi yang serupa yaitu turun dari harga Rp25.000/kg menjadi Rp7.500/kg.

Sementara kenaikan harga rokok disebabkan oleh adanya pajak rokok yang dikenakan atas cukai rokok yang ditetapkan oleh Pemerintah dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014. Pasca diberlakukannya pajak rokok tersebut, industri rokok nasional mulai meningkatkan harga jual mereka, sehingga kenaikan rokok berdampak inflasi pada triwulan III 2014. Beberapa komoditas lain yang mempengaruhi inflasi pada triwulan III 2014 dapat dilihat dalam tabel 3.7.

KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 43

Tabel 3.7. Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi Gorontalo

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (diolah)

Dari sisi eksternal, nilai rupiah pada triwulan III 2014 tercatat sedikit melemah jika dibandingkan dengan triwulan II 2014. Rupiah secara rata-rata melemah 2,2% (qtq) dari triwulan sebelumnya menjadi Rp11.710 per dolar AS. Pelemahan Rupiah tersebut dipengaruhi oleh faktor sentimen terkait dengan dinamika geopolitik dan kemungkinan normalisasi kebijakan The Fed yang lebih cepat dari perkiraan semula. Faktor sentimen domestik terkait dengan perilaku investor yang menunggu rencana kebijakan pemerintah ke depan, termasuk kebijakan terkait dengan subsidi energi. Pelemahan rupiah tersebut dapat memberikan tekanan pada stabilitas harga di dalam negeri.

Ekspektasi inflasi dunia usaha yang diambil melalui Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia tercatat lebih rendah dari realisasi inflasi pada triwulan III 2014, sebagaimana ditunjukkan dalam grafik 3.4.

1 nanas 0,04 1 Cabai Rawit 0,22 1 tarip listrik 0,04

2 biskuit 0,02 2 Tomat Sayur 0,09 2 Rokok Kretek Filter 0,04

3 gula pasir 0,01 3 Kangkung 0,08 3 Rokok Kretek 0,01

4 bubara 0,01 Deflasi Deflasi

5 sewa rumah 0,01 1 Bawang Merah -0,22 1 Angkutan Udara -0,10

2 Layang/Benggol -0,12

1 tuna -0,03 3 teri -0,06

2 nike -0,02 4 ayam hidup -0,03

3 deho -0,02 5 ketimun -0,03

4 sabun detergen bubuk -0,02 6 kembung -0,05

5 emas -0,01 7 terong panjang -0,02

44 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 Tabel 3.8. Perhitungan Tarif Tenaga Listrik

Sumber : PLN

Adapun peningkatan inflasi tarif listrik pada triwulan III 2014 sejalan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat untuk menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) untuk enam golongan konsumen. Peningkatan inflasi pada jasa angkutan laut terjadi karena PT Pelni melakukan penyesuaian harga tarif angkutan penumpang laut kelas ekonomi dengan rata-rata kenaikan sebesar 20% pada 15 Mei 2014.

Dokumen terkait