BAB 1 Pertumbuhan Ekonomi Daerah
1.1 Sisi Permintaan
Secara keseluruhan, komponen konsumsi mengalami peningkatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya. Selain disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang mengalami peningkatan, pertumbuhan yang meningkat konsumsi pemerintah juga turut memberikan dampak pada percepatan komponen konsumsi. Penyaluran gaji ke-13 PNS/TNI/Polri yang baru dilaksanakan pada bulan Juli 2014 memberikan dampak positif terhadap laju konsumsi rumah tangga, dan belanja non modal pemerintah. Kegiatan pembangunan proyek pemerintah yang mulai berjalan pada triwulan laporan mendorong pertumbuhan iklim investasi pada triwulan laporan.
Kinerja ekspor mengalami percepatan sedangkan kinerja impor luar negeri mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya. Akan tetapi, masuknya bulan puasa dan Ramadhan di awal triwulan laporan berpengaruh pada aktivitas perdagangan antar daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan domestik.
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 3 1.1.1 KONSUMSI
Pada triwulan III 2014, kinerja konsumsi secara keseluruhan tumbuh 11.49% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2014 yang tumbuh 7,27% (yoy). Konsumsi pemerintah tumbuh dari 8,16% (yoy) pada triwulan II 2014 menjadi 19.54% (yoy) pada triwulan III 2014.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh moderat dari 6,29% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 6,58% (yoy) pada triwulan laporan, sedangkan konsumsi swasta nirlaba mengalami perlambatan yang cukup siginifikan yang tumbuh 11.39% (yoy), menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 13.67% (yoy).
Konsumsi pemerintah tumbuh dari 8,16% (yoy) pada triwulan II 2014 menjadi 19.54%
(yoy) pada triwulan III 2014. Penyerapan anggaran belanja Pemerintah mengalami peningkatan hal ini dikarenakan pembayaran gaji ke-13 PNS/TNI/Polri serta penyaluran bantuan sosial yang baru dapat diberikan pada triwulan III 2014. Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh relatif moderat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan konsumsi terkonfirmasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia pada triwulan III 2014 yang tercatat sebesar 142.78. Walaupun masih lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 160,27, tetapi nilai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap optimis terhadap kegiatan ekonomi saat ini dan ke depan. Masyarakat juga beranggapan bahwa kondisi ekonomi masih cukup kondusif untuk melakukan kegiatan konsumsi walaupun sedikit mengalami guncangan karena perkiraan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi yang menyebabkan penurunan pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 162,77 pada triwulan II 2014 menjadi 138,07 pada triwulan III 2014.
Hasil Survei Konsumen juga sejalan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. ITK pada triwulan III 2014 tercatat sebesar 111,25, yang menunjukkan bahwa masyarakat tetap optimis dengan kondisi ekonomi saat ini. Hal ini dipengaruhi oleh membaiknya pendapatan rumah tangga kini (112,25), rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (108,73), dan meningkatnya konsumsi makanan dan non makanan pada triwulan III 2014 dikarenakan Hari Besar Keagamaan (112,00). Peningkatan aktivitas konsumsi diperkirakan terjadi pada awal dan akhir triwulan laporan.
Grafik 1.4 Survei Konsumen
4 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
Sementara itu di sisi perbankan, kinerja konsumsi berhasil diredam melalui peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat. Peningkatan dialami oleh penghimpunan deposito yang berhasil tumbuh 24,15% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2014 yang tumbuh 22,14% (yoy). Hal serupa juga terjadi pada penghimpunan tabungan pada triwulan III 2014, tabungan perbankan Gorontalo tumbuh 7,09% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2014 yang sebesar 5,13% (yoy). Di sisi lain, kredit konsumtif terus mengalami perlambatan sejak triwulan III 2013. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan Loan To Value (LTV) pada kredit konsumsi serta penerapan kebijakan suku bunga tinggi membuat target ekspansi kredit di tahun 2014 mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Sebagai akibatnya, penyaluran kredit konsumtif perbankan Gorontalo di triwulan III 2014 tercatat tumbuh 18,90% (yoy) atau melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tumbuh 21,74% (yoy).
Grafik 1.2. Perkembangan Survei Konsumen Bank Indonesia
Grafik 1.3. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan II 2014
Grafik 1.4. Perkembangan Tabungan dan Deposito Perbankan
Grafik 1.5. Perkembangan Kredit Konsumsi Perbankan
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 5 1.1.2 INVESTASI
Kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan III 2014 tumbuh 11,77% (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 11,11% (yoy). Investasi pemerintah masih memegang peranan yang penting dalam pertumbuhan komponen ini, terutama dalam hal investasi fisik. Walaupun realisasi belanja modal pemerintah pada triwulan III 2014 masih belum optimal, tetapi pembangunan proyek pemerintah yang sudah mulai dan berjalan berdampak positif pada peningkatan investasi daerah. Iklim investasi positif juga tampak dari peran pihak swasta melalui pembangunan beberapa proyek, baik properti residence maupun properti komersial (ruko dan rukan).
Di sisi pemerintah, pelaksanaan pembangunan proyek pemerintah sudah mulai dilakukan pada triwulan laporan, baik melalui dana APBD maupun APBN. Total pagu belanja modal APBN di wilayah Gorontalo pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp1,91 triliun.
Tabel 1.2. Satuan Kerja Pemerintah di Provinsi Gorontalo dengan Proyek Strategis APBN Tahun 2014
Sumber : Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo
Pembangunan proyek strategis di Provinsi Gorontalo tetap difokuskan dalam pembangunan infrastruktur daerah demi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor untuk berinvestasi di Provinsi Gorontalo. Beberapa proyek pembangunan yang telah berjalan adalah seperti pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di wilayah Provinsi Gorontalo, pembangunan dan pemeliharaan jaringan sumber air, pembangunan dan pemeliharaan jaringan pemanfaatan air, serta pengembangan penyehatan lingkungan pemukiman Gorontalo. Sementara itu, proyek lainnya terkait pembangunan Bandar Udara Djalaluddin, Pelabuhan Anggrek, Pelabuhan Gorontalo, listrik pedesaan, dan Universitas Negeri Gorontalo rencananya akan mulai dilakukan di triwulan III 2014.
Nama Satker Jumlah Proyek Pagu (Rp Miliar) Realisasi (Rp Miliar) % Realisasi
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Gorontalo 31 664,95 396,87 59%
SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sulawesi II Provinsi Gorontalo 11 367,26 162,67 44%
SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi II Provinsi Gorontalo 8 121,14 72,98 60%
Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Gorontalo 5 51,82 32,16 62%
Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Gorontalo 2 24,41 11,32 46%
Bandar Udara Jalaludin di Gorontalo 3 169,86 33,49 19%
Unit Penyelenggara Pelabuhan Anggrek 1 25,13 0,11 0%
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Gorontalo 1 13,62 0,94 1%
Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo 1 8,65 4,49 52%
Listrik Pedesaan Gorontalo 6 68,92 25,81 37%
6 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 Tabel 1.3. Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Melalui APBD dan APBN Provinsi Gorontalo
Fisik (%) Keuangan (%) SUMBER DAYA AIR (SDA)
APBD
1 Rehab dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Kab. Gorontalo 74.25 64.40 Juli s/d Agustus 2014
2 Rehab dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Kab. Boalemo 76.25 30.00 Juli s/d Agustus 2014
3 Rehab dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Kab. Pohuwato 70.28 44.00 Juli s/d Agustus 2014
4 Rehab dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Kab. Gorontalo Utara 78.71 61.95 Juli s/d Agustus 2014
5 Penanggulangan Banjir Sungai Desa Pelehu Kec. Bilato Kab. Gorontalo 100 30.0 11 Agustus 2014
6 Perkuatan Tebing Sungai Desa Mamongaa Kec. Bulawa Kab. Bone Bolango 75 72.7 11 Agustus 2014
7 Pembangunan Tanggul Banjir Sungai Mohiyolo Kab. Gorontalo 100 75.5 10 September 2014
8 Pembangunan Tanggul Sungai Dumbaya Bulan 31.86 30 11 Agustus 2014
9 Pengaman Abrasi Pantai Desa Mamungaa Kec. Bulawa Kab. Bone Bolango 81.88 76.9 11 Agustus 2014
10 Rehab Rumah Jaga Bendung Bulia (DP04) Kab. Gorontalo 100 95 14 Juni 2014
11 Rehab Rumah Jaga Bendung Tabulo Latula (DP05) Kab. Boalemo 100 95 15 Juni 2014
12 Pembangunan Saluran Pembungan Daerah Irigasi Lomaya Desa Huntu Barat 100 89.5 16 Juni 2014
13 Lanjutan Pembangunan Irigasi Bunggalo Kec. Telaga Kab. Gorontalo 100 30 17 Juni 2014
14 Pekerjaan Tanggul Saluran Air, Saluran Pembuang Tanggidaa Kota Gorontalo 100 95 18 Juni 2014
15 Pembangunan Tanggul Sungai Wapo Lombongo 100 100 19 Juni 2014
16 Perkuatan Tebing Sungai Bongo Kec. Tolangohula Kab. Gorontalo (Jembatan Bongo) 100 86 20 Juni 2014
17 Pengaman Abrasi Pantai Desa Mootinelo Kec. Bone Raya Kab. Bone Bolango 100 76.9 21 Juni 2014
18 Pembangunan Pengaman Abrasi Pantai Desa Tabulo Selatan Kab. Boalemo 85 30 22 Juni 2014
APBN
1 Rehabilitasi Tanggul Banjir Sungai di Kab. Gorontalo 68.02 50.57
2 Pembangunan Pengaman Pantai Biluhu di Kab. Gorontalo 27.03 17.40
3 Rehabilitasi Pengaman Pantai Biluhu Barat (50 M) Kab. Gorontalo 33.48 26.38
4 Revitalisasi Danau Limboto Tahap 3 24.60 18.58
5 Pembangunan Tanggul & Pengaman Pantai Paguyaman Kab. Boalemo dan Kab. Gorontalo 40.33 16.73 1 April 2014
6 Pembangunan Jaringan Irigasi Randangan Kiri Lanjutan Kab. Pohuwato 1.97 18.66
7 Pembangunan Bendung Randangan (1 Bh) Kab. Pohuwato (Multi Years) 11.10 10.17
8 Pembangunan Tanggul Banjir Dumbaya Bulan (1 Km) Kab. Bone Bolango 22.89 29.77
9 Pembangunan Tanggul Banjir dan Normalisasi Sungai di Kab. Bone Bolango 45.59 31.41 10 Pembangunan Tanggul dan Perkuatan Tebing Sungai Tolinggula (2 Km) Kab. Gorontalo Utara 25.03 16.00 11 Pembangunan Pengaman Pantai Monano (0.15 Km) Kab. Gorontalo Utara 50.05 24.28 12 Pembangunan Jaringan Tersier DI. Paguyaman (2.148 ha) Kab. Gorontalo & Kab. Boalemo 8.58 18.88 13 Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Alo, Pohu dan Alopohu (600 Ha) Kab. Gorontalo 41.89 16.53 14 Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Huludupitango (300 Ha) Kab. Gorontalo 67.30 55.46 15 Pembangunan Prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah Tersebar di Provinsi Gorontalo (Lanjutan) 15.24 16.42 16 Pembangunan Embung & Jaringan Transmisi Air Baku Bulota /Telaga Biru (0.1M3/det) Kab. Gorontalo 35.17 10.49 17 Finalisasi Bendung & Jaringan Irigasi DI. Paguyaman (450 Ha) Kab. Gorontalo & Kab. Boalemo 12.80 16.00 18 Pembangunan Jaringan Irigasi Randangan Kiri Lanjutan Kab. Pohuwato 1.97 18.66 19 Rehabiliatasi Jaringan Irigasi DI. Lomaya / Alale (300 Ha) Kab. Bone Bolango 19.42 22.90 20 Pembangunan Embung dan Jaringan Transmisi Air Baku Botutonuo (0.1M3/det) Kab. Bone Bolango 63.43 58.69
21 Rehabilitasi Bendung Poso (400 Ha) Kab. Gorontalo Utara 3.77 15.66
22 Pembangunan Embung dan Jaringan Transmisi Air Baku Ilangata (0.1M3/det) Kab. Gorontalo Utara 14.95 18.00 BINA MARGA
APBD
1 Rehab. Berkala Ruas Jalan Duhiyadaa - Imbodu 19.25 20.0 10 Desember 2014
2 Pembangunan Ruas Jalan Molombulahe - Bubaa 9.28 20.0 10 Desember 2014
3 Pelebaran Ruas Jalan Gorontalo - Batudaa - Isimu 25.14 20.0 2 Desember 2014
4 Pelebaran Ruas Jalan Gorontalo - Suwawa - Tulabolo 25.19 20.0 3 Desember 2014
5 Peningkatan Jalan Prof. Dr. Jhon A. Katili (Ex. Andalas) 45.12 20.0 3 Desember 2014
6 Pengawasan Rehab./Pemeliharaan Berkala Jalan Tahun 2014 20.00 20.0 13 September 2014
7 Rehab. Berkala Jalan Kalengkongan - 30.0 17 September 2014
8 Rehab. Berkala Ruas Jalan Ahmad Dahlan - Cokroaminoto - 20.0 12 Oktober 2014
9 Rehab. Berkala Jalan Pangeran Hidayat 17.50 20.0 29 September 2014
10 Rehab. Berkala Ruas Jalan Bilato - Tangkobu 8.71 20.0 3 Oktober 2014
11 Rehab. Berkala Ruas Jalan Motolohu - Marisa IV 19.23 20.0 4 Oktober 2014
12 Pembangunan Ruas Jalan Tangkobu - Pentadu ( Segmen Girisa - Karya Murni) 14.11 30.0 3 oktober 2014
13 Peningkatan Jalan Rusli Datau 20.0 17 oktober 2014
14 Pembangunan Ruas Jalan Boidu -Longalo - Dulamayo lanjutan (Desa Modelidu) 4.26 30.0 12 Oktober 2014
15 Pembangunan Jembatan Ruas jalan Duhiadaa - Imbodu 0.29 20.0 13 Oktober 2014
16 Lanjutan Pembangunan Jembatan Sigaso (Bangunan Atas) 22.89 20.0 10 Oktober 2014
17 Rekonstruksi Ruas Jalan Batudaa - Isimu (Lanjutan Pembayaran) 100 98.6 30 Maret 2014
18 Pengaspalan Jalan Brimob (Lanjutan Pembayaran) 100 100.0 30 Maret 2014
No. Nama Proyek Realisasi
Target Penyelesaian
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 7
Lanjutan Tabel 1.3
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo
Akan tetapi, pembangunan proyek multiyears seperti Gorontalo Outer Ring Road (GORR) dan Terminal Bandar Udara Djalaluddin masih belum optimal seiring dengan munculnya beberapa kendala, terutama dalam hal pembebasan lahan. Sedangkan proyek multiyears yang sedang berjalan adalah pembangunan Bendungan Randangan di Kabupaten Pohuwato dan PLTU Anggrek.
Fisik (%) Keuangan (%) BINA MARGA
APBD
19 Pembuatan Saluran Ruas Jalan Duhiadaa - Imbodu (Lanjutan Pembayaran) 100 64.6 30 Maret 2014
20 Pengawasan Pembangunan Jalan Strategis Provinsi 2014 20.0 20.0 5 September 2014
21 Pemeliharaan Rutin Ruas Jalan Provinsi (Tersebar) 36.6 36.6
22 Pemeliharaan Rutin Jembatan Tersebar 38.13 38.13
23 Pembangunan Jalan Provinsi (Operasional) 24.3 24.3
24 Pemeliharaan Rutin Jalan Provinsi (Operasional) 29.0 29.03
APBN
1 Paket Berkala Jalan Tersebar 68.50 57.48
2 Paket Pelebaran Jalan Tersebar 31.88 33.65 Februari 2014
3 Paket Pembangunan/Pelebaran Jalan Tersebar 58.17 51.66 Maret 2014
4 Paket Penggantian Jembatan Tersebar 34.48 33.48 Maret 2014
5 Paket Rekonstruksi Jalan Tersebar 50.71 38.70 Februari 2014
6 Pemeliharaan Rutin Jalan Basuki Rahmat (Gorontalo) 38.57 38.57
7 Pemeliharaan Jembatan Tersebar 30.81 24.88
8 Pemeliharaan Rutin Jalan Kota Gorontalo 30.91 30.91
9 Pemeliharaan Rutin Jalan Kab. Gorontalo 37.52 37.52
10 Pemeliharaan Rutin Jalan Kab. Gorontalo Utara 37.65 37.65
11 Pemeliharaan Rutin Jalan Kab. Pohuwato 45.47 45.47
12 Pemeliharaan Rutin Jembatan Tersebar 20.29 20.29
CIPTA KARYA APBD
1 Lanjutan Pembangunan Kantor Pemerintah Provinsi (Kawasan Blok Plan) 6.03 2 Pengawasan Lanjutan Pembangunan Kantor Pemerintah Provinsi Gorontalo (Blok Plan) 5.00
3 Peningkatan Jalan Akses Desa Iloponu Kabupaten Gorontalo Utara, 3km 20.0
4 Pengadaan dan Pemasangan Pipa Jaringan Air Bersih Kecamatan Tilango 90.00 30.0
5 Pengadaan dan Pemasangan Pipa Jaringan Air Bersih Kecamatan Kabila 30.0
6 Pembangunan Jaringan Pipa Air Bersih Kecamatan Marisa Utara 30.0
7 Peningkatan Jalan Depan R.S. Mall (Paving Stone, L= 5 m) 0,7 km 85.00 30.0
8 Pembangunan Jalan Akses Desa Tuladenggi (Dusun II, L=4 m) 1,375 km 30.0
9 Peningkatan Jalan Akses TPA Talumelito, 0.5 km 30.00 30.0
10 Pembangunan Jalan Kompleks Blok Plan, 0.6 km 25.30 30.0
11 Pembangunan Jalan Bukit Aren 30.0
12 Pembangunan MCK Tersebar 58.69 40.07
13 Pembangunan Jaringan Air Bersih Sambungan Rumah (SR) Tersebar 92.00 30.00
14 Pembangunan Jalan Akses Agropolitan Pos Pasar Desa Dimito Wonosari 100 95.00
15 Pembangunan Drainase Desa Bunggalo Kec. Telaga Kab. Gorontalo 95
-16 Pembangunan Drainase Luwoo Kec. Telaga Kab. Gorontalo 100
-17 Pembangunan Drainase Jalan Batudaa 100 30.00
18 Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Minum dengan Jaringan Perpipaan dan Bukan Jaringan
Perpipaan bagi Masyarakat (Operasional) 43.46 43.50
19 Pembangunan Prasarana dan Sarana Gedung Perkantoran (Opersional) 49.62 49.60
20 Pembangunan/Peningkatan Infrastruktur Permukiman (Opersional) 56.75 56.70
21 Pembangunan Sarana dan Prasarana Penunjang Fasilitas Layanan Umum (Opersional) 45.43 45.40 22 Penyediaan Prasarana dan Sarana Sanitasi bagi Masyarakat (Opersional) 47.31 47.30
APBN
1 Peningkatan Jalan Agropolitan Kws. Desa Saritani Kec. Wonosari Kab Boalemo - 24.49 2 Peningkatan Jalan Agropolitan Kws. Desa Mustika Kec Paguyaman Kab Boalemo - 25.43 3 Peningkatan Jalan Agropolitan Kws. Bongoime Kec Tilongkabila Kab Bone Bolango - 16.26 4 Peningkatan Jalan Agropolitan Desa Bulalo Kec Kwandang Kab Gorontalo Utara - 16.35
5 Pembangunan SPAM Tersebar 5.00 24.60
6 Penyusunan RTBL Kawasan Kota Gorontalo 12.53 12.53
No. Nama Proyek Realisasi
Target Penyelesaian
8 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014
Dari sisi APBD, perkembangan belanja modal pemerintah di triwulan III 2014 turut membaik walaupun mengalami kontraksi. Pertumbuhan realisasi belanja modal tercatat terkontraksi sebesar 39,74% (yoy), menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 38,20% (yoy).
Sumber : Dinas Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Gorontalo Sumber : Asosiasi Semen Indonesia
Perkembangan kontribusi investasi fisik yang terjadi pada triwulan III 2014 tercermin dari penjualan semen di Provinsi Gorontalo yang mencapai 65.122 ton atau tumbuh 53,70%
(yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 28,91% (yoy).
Iklim investasi yang positif juga didukung oleh peranan pihak swasta dalam pembangunan, khususnya perumahan rakyat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.
Perkembangan kinerja investasi juga tidak lepas dari peranan pihak perbankan dalam penyaluran kredit. Jika dilihat menurut penggunaannya, pertumbuhan kredit kontruksi pada triwulan III 2014 mengalami kontraksi sebesar 10,55% (yoy) atau turun dari triwulan II 2014 yang sebesar 19,38% (yoy). Akan tetapi, bila dilihat menurut sektor ekonominya, penyaluran kredit untuk sektor investasi tumbuh meningkat dari -22,29% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi -14,01% (yoy) pada triwulan laporan.
Grafik 1.6. Perkembangan Belanja Modal Pemerintah Melalui APBD
Grafik 1.7. Perkembangan Volume Penjualan Semen
Grafik 1.9. Perkembangan Kredit Investasi Perbankan
Grafik 1.8. Perkembangan Kredit Konstruksi Perbankan
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 9 1.1.3 EKSPOR – IMPOR
Perkembangan aktivitas perdagangan luar negeri Gorontalo mengalami percepatan pertumbuhan pada triwulan III 2014. Kinerja ekspor tercatat tumbuh 14,00% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh 7,75% (yoy). Kinerja impor tercatat stabil cenderung melemah dari 8,19% (yoy) menjadi 8,17% (yoy). Akan tetapi, peningkatan nilai ekspor pada triwulan III 2014 menyebabkan neraca perdagangan Gorontalo mengalami tren positif pada triwulan III 2014 dengan surplus sebesar US$1,1 jt.
Kinerja ekspor mengalami perkembangan, baik secara nominal maupun pertumbuhannya dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ekspor Gorontalo pada triwulan laporan tercatat sebesar US$3,59 juta, naik cukup signifikan dibandingkan triwulan II 2014 yang sebesar US$2.55 juta. Hal ini disebabkan oleh aktivitas ekspor jagung yang dilakukan produsen maizena di Gorontalo pada bulan Agustus dan September 2014 senilai US$ 2,50 juta, dengan negara tujuan Filipina
Kinerja ekspor juga terkonfirmasi dari pertumbuhan volume muat barang di seluruh pelabuhan Gorontalo. Pada triwulan III 2014, volume muat barang mengalami perbaikan sebesar 122,64% (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan II 2014 yang tumbuh -10,10%
(yoy). Secara nominal, total barang yang dimuat pada triwulan laporan mencapai 102.586 ton, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 75.081 ton.
Sumber : Kantor Pelayanan Bea Cukai Gorontalo Sumber : Kantor Pelabuhan se-Provinsi Gorontalo
Di sisi lain, impor Gorontalo pada triwulan III 2014 tercatat sebesar US$2,48 juta atau tumbuh 92,00% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 143,28%
(yoy). Keseluruhan nilai impor tersebut adalah berupa Aspal dari Singapura, dan Korea Selatan.
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya dalam pembangunan infrastruktur terutama jalan raya di Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan aksesibilitas dan daya saing Provinsi. Terutama pembangunan jalan yang menjadi mega proyek Gorontalo yaitu Gorontalo Outer Ring Road
Grafik 1.10. Perkembangan Nilai Ekspor Gorontalo
Grafik 1.11. Perkembangan Muat Barang Pelabuhan Gorontalo
10 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014
Sumber : Kantor Pelayanan Bea Cukai Gorontalo Sumber : Kantor Pelabuhan se-Provinsi Gorontalo
Sementara itu, perkembangan impor luar negeri Gorontalo yang melambat didorong oleh pertumbuhan impor antar pulau seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat saat bulan Ramadhan 1435H dan Hari Raya Idul Adha. Hal tersebut terkonfirmasi dari volume bongkar barang di seluruh pelabuhan Gorontalo yang tumbuh positif, yaitu sebesar 29,59%
(yoy) setelah mengalami pertumbuhan juga sebesar 9,18% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Impor domestik pada triwulan III 2014 berasal dari bahan makanan dan bahan bangunan.
Dilihat dari kumulatif ekspor impor, Gorontalo mengalami surplus neraca perdagangan luar negeri pada triwulan III 2014, yaitu sebesar US$1,1 juta. Nilai tersebut tercatat mengalami perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami defisit US$0,32 juta. Sementara itu, bila dilihat secara kumulatif hingga triwulan III 2014, defisit neraca perdagangan Gorontalo masih relatif tinggi yaitu mencapai US$42,57 juta.
Sumber : Kantor Pelayanan Bea Cukai Gorontalo Grafik 1.12. Perkembangan Nilai
Impor Gorontalo
Grafik 1.13. Perkembangan Bongkar Barang Pelabuhan Gorontalo
Neraca Perdagangan Luar Negeri Periode Triwulan III 2014 SURPLUS US$1.1juta
Ekspor ke LN US$3,6 juta Impor dari LN
US$2,48 juta
Grafik 1.14. Perkembangan Neraca Perdagangan Luar Negeri Gorontalo
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 11 1.2 SISI PENAWARAN
Menurut sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan III 2014 ditopang oleh tiga sektor utamanya yaitu sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 27,11%, sektor jasa-jasa sebesar 25,55%, dan sektor Perdagangan-Hotel-Restoran sebesar 12,15%. Dari ketiga sektor utama tersebut hanyalah sektor Perdagangan-Hotel-Restoran yang mengalami perlambatan pertumbuhan pada triwulan laporan, diikuti oleh sektor Pertambangan-Penggalian, sektor Konstruksi, sektor Listrik-Gas-Air Bersih, sektor Pengangkutan- Komunikasi.
Sedangkan sektor konstruksi dan sektor Keuangan-Real Estat-Jasa dan Perusahaan mengalami peningkatan.
Menurut sektor usahanya, perekonomian Provinsi Gorontalo didominasi oleh sektor tersier (services-oriented) yang terdiri dari sektor Perdagangan-Hotel-Restoran, sektor Pengangkutan-Komunikasi, sektor Keuangan-Real Estat-Jasa Perusahaan, dan sektor jasa-jasa.
Sektor tersier memiliki kontribusi sebesar 58,68% terhadap total PDRB nominal Gorontalo pada triwulan III 2014. Hal ini didukung dengan pertumbuhan sektor ini mengalami percepatan pertumbuhan dari 7,68% (yoy) pada triwulan II 2014 menjadi 8,35% (yoy) pada triwulan III 2014, seiring dengan efek percepatan perekonomian Gorontalo secara keseluruhan. Sementara itu, sektor primer memiliki kontribusi terbesar kedua pada triwulan laporan dengan pangsa 28,23%, diikuti sektor sekunder dengan pangsa 13,10%
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
Walaupun dilanda kemarau panjang namun sektor pertanian Gorontalo masih menunjukan tren yang positif terutama jika dibanding triwulan sebelumnya, masuknya musim panen pada beberapa sentra produksi tanaman pangan di Provinsi Gorontalo berpengaruh pada percepatan kinerja sektor pertanian, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total PDRB Gorontalo. Dorongan pada pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh percepatan kinerja sektor jasa-jasa mengingat realisasi belanja operasional Pemerintah Daerah yang jatuh pada triwulan pelaporan. Sektor Perdagangan-Hotel-Restoran (PHR) mengalami sedikit
Grafik 1.15. Perkembangan Struktur Perekonomian (PDRB Nominal) Provinsi Gorontalo
Grafik 1.16. Pangsa Perekonomian (PDRB Riil) Provinsi Gorontalo Triwulan II 2014
12 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014
perlambatan disebabkan konsumsi masyarakat yang tumbuh moderat walaupun aktivitas perdagangan meningkat di akhir triwulan III 2014 seiring dengan momen pasca bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.
Di sisi lain, kinerja sektor konstruksi mampu tumbuh meningkat didukung oleh investasi fisik pemerintah dan swasta. Pelaksanaan proyek pembangunan pemerintah yang mulai berjalan di triwulan II 2014 belum berdampak signifikan terhadap kinerja konstruksi bergerak melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Sedang berlangsungnya musim panen pada triwulan III 2014 berpengaruh signifikan terhadap percepatan pertumbuhan sektor pertanian Gorontalo. Kinerja sektor pertanian tercatat tumbuh 5,38% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2014 yang tumbuh 4,98% (yoy). Kemarau panjang yang terjadi pada sebagian daerah di Provinsi Gorontalo tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor Pertanian di Provinsi Gorontalo
Produksi tanaman bahan makanan masih memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap sektor pertanian Gorontalo, terutama tanaman jagung dan padi. Musim panen yang berlangsung pada triwulan laporan menyebabkan produksi tanaman bahan makanan mengalami peningkatan. Panen tanaman jagung di Gorontalo tercatat hanya seluas 69.704 ha atau mengalami peningkatan 48.02% (yoy), naik signifikan setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksis sebesar 69,63% (yoy). Akan tetapi, lahan panen padi mengalami kontraksi sebesar 9,44% (yoy) atau seluas 20.345 ha, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,19% (yoy).
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014 13
Sumber : Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultra Provinsi Gorontalo
Sumber : Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultra Provinsi Gorontalo
Hasil in-depth interview dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo memperoleh informasi bahwa dampak iklim pada triwulan II 2014 tidak signifikan.
Hal tersebut yang menyebabkan produktifitas lahan di Gorontalo masih mengalami petumbuhan yang positif.
Pertumbuhan positif sektor Pertanian tersebut didukung oleh semua kota/kabupaten di Provinsi Gorontalo. Daerah yang mengalami pertumbuhan yang paling tinggi adalah kabupaten Pohuwato yaitu sebesar 62,1% (yoy) diikuti daerah Bone Bolango sebesar 52,5% (yoy).
Sejalan dengan itu, hasil Angka Ramalan (ARAM) II BPS Provinsi Gorontalo mencatat bahwa produksi jagung Gorontalo pada tahun 2014 diperkirakan akan naik 10,19% dari 669.094 ton pada tahun 2013 menjadi 737.250 ton pipilan kering. Hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh kenaikan luas panen jagung dari 140.423 ha menjadi 154.331 ha atau sebesar 9,90% (yoy) dan peningkatan produktivitas dari 47,65 kw/ha menjadi 47,77kw/ha (0,25%).
Tabel 1.5. Angka Ramalan (ARAM) II Produksi Jagung di Provinsi Gorontalo Tahun 2014
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (bentuk hasil produksi adalah pipilan jagung)
Absolut Persen Absolut Persen
Luas Panen 135.543 140.423 154.331 4.880 3,60% 13908 9,90%
Produktifitas 47,57 47,65 47,77 0,08 0,17% 0,12 0,25%
Produksi 644754 669094 737250 24340 3,78% 68156 10,19%
Uraian 2012 2013 2014 (ARAM II) Perkembangan 2012-2013 Perkembangan 2013-2014 Grafik 1.17. Perkembangan Luas Panen Jagung
Berdasarkan Daerahnya
Grafik 1.18. Perkembangan Luas Panen Padi Berdasarkan Daerahnya
Grafik 1.19. Perkembangan Luas Panen dan Luas Tanam Jagung dan Padi
14 KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI GORONTALO TRIWULAN III 2014
Luas panen padi di triwulan laporan tercatat tumbuh melambat, akan tetapi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura menyebutkan bahwa hasil tersebut akan mengalami perubahan positif mengingat banyaknya bantuan benih tanaman padi yang disalurkan pemerintah di akhir tahun 2014. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
a. Kelangkaan pupuk di Provinsi Gorontalo pada bulan Desember 2013, yang merupakan akhir musim tanam di tahun 2014. Ketersediaan pupuk baru terjadi di triwulan I 2014 saat
a. Kelangkaan pupuk di Provinsi Gorontalo pada bulan Desember 2013, yang merupakan akhir musim tanam di tahun 2014. Ketersediaan pupuk baru terjadi di triwulan I 2014 saat