BAB II GAMBARAN UMUM KOTA PADANGSIDIMPUAN
D. Perkembangan Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Pendidikan
Dilhat dari pendidikan masyarakat Kota Padangsidimpuan sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari angka melek huruf yang mendekati 100 % dan rata-rata lama sekolah sudah di atas wajib belajar 9 tahun. Selain itu dilihat dari Angka Partisipasi Kasar menunjukkan bahwa seluruh penduduk usia sekolah sudah menikmati pendidikan dari tingkat SD dan yang sederajat sampai dengan SMA dan yang sederajat.
Tabel 2.11 Perkembangan Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Pendidikan Kota Padangsidimpuan Tahun 2010-2013
No Indikator Pendidikan 2010 2011 2012 2013
1 Angka melek huruf 99,67 98,60 99,18 98,75
Jumlah penduduk usia diatas 15 yang bisa baca/tulis
137.784 123.798 124.774
Jumlah penduduk usia
15 tahun keatas 142.693 127.627 128.633
2 Angka rata-rata lama sekolah
10,19 10,21 10,36
3 Angka partisipasi kasar 98 98 98 98
Angka partisipasi kasar
(APK) SD/MI/Paket A 118,50 118,50 118,50 118,50 Angka partisipasi kasar
(APK) SMP/MTS/Paket B 99,17 99,17 99,17 99,17
Angka partisipasi kasar (APK)
SMA/SMK/MA/Paket C
99,81 99,81 99,81 99,81
4 Angka pendidikan yang
ditamatkan 379.931 384.814 389.730 327.302
2.5.2. Penduduk Miskin
Jumlah penduduk miskin di Kota Padangsidimpuan dari tahun 2010 hingga 2013 secara keseluruhan mengalami penurunan pada masing-masing kecamatan. Ini merupakan capaian yang cukup baik terutama dalam usaha mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara umum pada tahun 2010 hingga 2013, penduduk miskin Kota Padangsidimpuan terus berkurang dari 10,53%menjadi9,50%.
2.5.3. Rumah Tangga
Jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk di Kota Padangsidimpuan masih tergolong rendah, hal ini tidak terlepas dari program pemerintah yang giat dalam mensosialisasikan KB guna menekan laju pertumbuhan penduduk. Meskipun demikian, jumlah pendatang dan penduduk yang tinggal di Kota Padangsidimpuan masih perlu dikendalikan. Hal ini mengantisipasi jumlah penduduk dan rumah tangga agar tidak melonjak dan diluar kontrol pertumbuhan penduduk.
Jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Padangsidimpuan hampir berbanding lurus, seperti halnya Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang memiliki jumlahpenduduk dan rumah tangga yang paling tinggi yaitu 64.712jiwadan 14.284 RT. Besar jumlah penduduk dan rumah tangga yang tinggi ini juga diikuti dengan jumlah penduduk miskin yang ada di kecamatan tersebut. Jumlah penduduk dan rumah tangga di Kecamatan Padangsidimpuan Utara juga cukup tinggi yaitu dengan jumlah penduduk sebesar 62.756jiwa dan rumah tangga sebesar 14.077RT,dengan rata-rata jumlah anggota RT 4,41 dan 4,34.
Tabel 2.12. Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga di Kota Padangsidimpuan Tahun 2013
NO KECAMATAN LUAS JLH JUMLAH PENDUDUK JUMLAH WILAYAH RUMAH (km2) KEL/DS TANGGA 1 Padangsidimpuan Utara 14,09 16 62.756 14.077 2 Padangsidimpuan Selatan 15,81 12 64.712 14.284 3 Padangsidimpuan Tenggara 27,69 16/2 32.698 6.853 4 PadangsidimpuanBatunadua 38,74 13/2 20.483 4.558 5 PadangsidimpuanHutaimbaru 22,34 5/5 16.019 3.610 6 PadangsidimpuanAngkolaJulu 28,18 /8 7.947 1.766 JUMLAH (KOTA) 146,68 79 204.615 45.148
2.5.4. Perumahan Kumuh di Perkotaan
Perkembangan Kota yang tidak terkendali apabila dibiarkan atau tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya permasalahan lingkungan biotik, abiotik, sosial kultural dan ekonomi pada masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan perumahan mendesak untuk tersedianya rumah-rumah yang layak huni, terutama bagi golongan rakyat miskin. Kondisi rumah yang kurang layak huni dikarenakan tidak tersedianya sarana dan prasarana perumahan yang memadai, terbatasnya jumlah lahan/rumah dibandingkan dengan jumlah rumah tangga dan pola/budaya hidup yang tidak sehat.
Kebijakan penataan permukiman di Kota Padangsidimpuan yang telah dilaksanakan antara lain : Perbaikan Lingkungan Permukiman/NUSSP (Neighbour Urban Shelter Sector Project), Penyediaan fasilitas untuk perbaikan rumah dengan lantainisasi dan rehab kamar mandi/WC umum.
Kondisi lingkungan permukiman Kota Padangsidimpuan ke depan diupayakan berwujud permukiman yang berfungsi tidak sekedar tempat tinggal namun juga tempat produksi dan berkarya serta berinteraksi. Keterbatasan lahan Kota saat ini tidak cukup memberikan ruang bagi upaya pemenuhan permukiman layak huni yang terjangkau. Konsep pembangunan rumah susun di Kota Padangsidimpuan berprinsip menata tanpa menggusur, untuk menghilangkan kesan padat dan kumuh di pinggir sungai dan mengentaskan penduduk dari kekumuhan.
2.5.5. Kesehatan
Ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pada tahun 2011 jumlah paramedis/tenaga kesehatan di Kota Padangsidimpuan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 522 orang pada tahun 2010 menjadi 535 orang. Jumlah apotek di Kota Padangsidimpuan berjumlah 21 unit.
Untuk menekan pertumbuhan penduduk pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Respon masyarakat terhadap program tersebut cukup positif. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah penduduk yang aktif menjadi akseptor KB. Pada tahun 2012 jumlah akseptor tercatat 877 orang atau 69,56 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang terdapat di Kota Padangsidimpuan. Alat kontrasepsi yang banyak digunakan adalah PIL KB
Ketersediaan sarana kesehatan, tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi salah satu prioritas pembangunan di negara Indonesia dan Kota Padangsidimpuan. Pada tahun 2012telah tersedia 3 unit rumah sakit umum , puskesmas berjumlah 9 unit dan 28 pustu tersebar di 6 kecamatan, dan saat ini telah terdapat puskesmas rawat inap sebanyak 2 unit. Selain itu pelayanan kesehatan juga dilakukan oleh klinik swasta dan dokter praktek.
Salah satu indikator meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan di suatu wilayah adalah meningkatnya indikator di Kota Padangsidimpuan pelayanan kunjungan dan status gizi, sedangkan untuk sarana kesehatan yang ada telah mencakup seluruh wilayah yang ada di Kota Padangsidimpuan. Penurunan indikator derajat kesehatan akan ditanggulangi dengan beberapa program dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan dokter siaga di wilayah maupun penambahan tenaga medis maupun anggaran perlindungan kesehatan masyarakat.
2.5.6. Sosial Kemasyarakatan
PendudukKota Padangsidimpuan mayoritas memeluk agama Islam. Jumlah pemeluk agama Islam pada tahun 2013 sebanyak 90,22 persen dari total penduduk Kota Padangsidimpuan. Pemeluk agama yang lain adalah 9,78 persen Katholik, 0,46 persen Kristen, 8,97 persen Budha dan 0,35 persenserta lainnya.
Tabel 2.13 Banyaknya Tempat Peribadatan menurut Kecamatan di Kota Padangsidimpuan
Kecamatan Masjid Musholla Katolik Gereja Kristen Gereja Pura Wihara
Padangsidimpuan Utara 47 50 - 4 - 1 Padangsidimpuan Selatan 63 14 1 24 - - Padangsidimpuan Tenggara 36 25 1 7 - - PadangsidimpuanBatunadua 32 38 - 2 - - PadangsidimpuanHutaimbaru 26 21 - 1 - - PadangsidimpuanAngkolaJulu 12 17 - 4 - - Jumlah 216 165 2 42 - 1
Sumber: Kota Padangsidimpuan Dalam Angka 2013
Jumlah anak yatim piatu yang diasuh dalam panti pada tahun 2013 sebanyak 259 anak. Jumlah penderita cacat pada tahun 2013tercatat 845 orang. Pada tahun 2013penyandang masalah kesejahteraan sosial berjumlah 2.508 orang.
Tindak kejahatan di Kota Padangsidimpuan menunjukkan gejala terjadinya peningkatan. Pada tahun 2012 perkara pelanggaran yang masuk ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan sebanyak 696 Jumlah perkara di Kejaksaan Negeri Padangsidimpuannaikdari 683 pada tahun 2011.
Kelompok Kerja Sanitasi Kota Padangsidimpuan Tahun 2014
35
Sanitasi adalah salah satu sektor yang harus diperhatikan dalam pembangunan Kota demikian halnya dengan Kota Padangsidimpuan.Pengelolaan sanitasi yang tepat dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Namun jika sektor sanitasi tidak diperhatikan dalam pembangunan kota maka akan menciptakan berbagai permasalah lingkungan seperti munculnya kawasan kumuh dan menjangkitnya beragam penyakit akibat lingkungan yang kotor.
Berdasarkan Keputusan Walikota Padangsidimpuan Nomor 282/KPTS/2013 tentang Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kota Padangsidimpuan Tahun 2014, lembaga yang terlibat dalam pengembangan Sanitasi dan Kesehatan di Kota Padangsidimpuan antara lain adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan Sanitasi