• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inflasi Gorontalo Periode 2003 - 2008

BAB 4 PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH

Realisasi belanja APBD Provinsi Gorontalo triwulan III-2009 mencapai 57.85%, hampir sama dibandingkan realisasi triwulan III-2008 sebesar 56.12%, sementara itu realisasi pendapatan menurun 74.33%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 81.83%.

4.1

P

endapatan Daerah

Realisasi pendapatan Provinsi Gorontalo pada triwulan III-2009 menurun dibandingkan triwulan III-2008. Secara nominal, realisasi triwulan III-2009 sebesar Rp 410,01 Miliar dengan capaian 74.43% dari anggaran APBD-P 2009, capaian ini menurun secara persentase realisasi dibandingkan triwulan III-2008 yang sebesar 81.83%. Menurunnya kinerja pendapatan daerah terutama disebabkan menurunnya capaian disisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun realisasi pendapatan Dana Perimbangan Pusat.

Tabel 4.1

Anggaran Induk dan Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Gorontalo

Sampai dengan triwulan III-2009, provinsi Gorontalo membukukan PAD sebesar Rp. 70,57 Miliar hampir sama dibandingkan triwulan III-2008 sebesar Rp 70.37 Miliar. Menurunnya realisasi PAD pada triwulan III-2009 karena target realisasi anggaran yang ditetapkan meningkat 35% sementara realisasi pajak daerah yang dipungut sampai dengan bulan September 2009 sama dengan periode tahun lalu. Kenaikan target pajak kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh pemerintah dalam APBD-P 2009 perlu diupayakan melalui peningkatan kesadaran wajib pajak.

Sisi dana perimbangan mengalami penurunan realisasi terhadap target anggaran yang ditetapkan. Posisi dana perimbangan yang terealisasi sampai dengan akhir triwulan III-2009 sebesar Rp 399,45 Miliar dengan persentase realisasi 73.96% dari anggaran induk, hal tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 329.47 Miliar dengan persentase realisasi 78.43%. Menurunnya realisasi dana perimbangan pada triwulan III-2009 lebih didorong oleh penurunan realisasi dana alokasi umum.

Nominal Pencapaian (%) Nominal Pencapaian (%)

Pendapatan Asli Daerah 68,570,862,138 70,373,497,983.43 102.63 92,678,000,000 70,566,138,368 76.14 Pajak daerah 61,440,448,763 62,180,481,670.00 101.20 83,313,210,857 60,073,298,096 72.11 Pajak Kendaraan Bermotor 20,766,112,824 17,465,656,200.00 84.11 29,350,472,100 19,347,032,450 65.92 Pajak Kendaraan di Air 25,000,000 - - 25,000,000 -Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 20,965,195,240 28,279,820,900.00 134.89 29,606,754,069 24,564,390,000 82.97 Bea Balik Nama Kendaraan Di Air 15,000,000 - - 15,000,000 - -Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 19,534,140,699 16,346,289,204.00 83.68 24,180,984,688 16,086,070,792 66.52 Pajak Air Permukaan 108,000,000 74,214,300.00 68.72 120,000,000 65,348,260 54.46 Pajak Air Bawah Tanah 27,000,000 14,501,066.00 53.71 15,000,000 10,456,594 69.71 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 925,000,000 91,617,990.00 9.90 500,000,000 - -Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 6,205,413,375 8,101,398,323.43 130.55 8,864,789,143 10,492,840,272 118.37 Dana Perimbangan 420,092,121,350 329,477,800,512 78.43 458,934,916,658 339,445,701,979 73.96 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 17,136,015,350 11,089,626,512.00 64.72 19,263,660,658 9,692,259,979 50.31 Dana Alokasi Umum 368,637,996,000 307,198,330,000.00 83.33 388,325,256,000 291,243,942,000 75.00 Dana Alokasi Khusus 25,374,000,000 7,612,200,000.00 30.00 51,346,000,000 38,509,500,000 75.00 Dana Penyesuaian 8,944,110,000 3,577,644,000.00 40.00 - - -Jumlah Pendapatan 488,662,983,488 399,851,298,495 81.83 551,612,916,658 410,011,840,347 74.33

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, disesuaikan dengan APBD Perubahan Tahun 2009

III-2008 III-2009

APBD 2008

Bank Indonesia | Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan III-2009 39

Seperti umumnya daerah hasil pemekaran, ketergantungan terhadap dana perimbangan masih cukup besar, walaupun kinerja Pemerintah Provinsi untuk menghimpun pendapatan asli daerah harus diakui sudah cukup baik secara nominal namun belum signifikan apabila dilihat rasionya terhadap keseluruhan pendapatan Provinsi. Apabila disimak dalam tabel dibawah ini, nampak komposisi pendapatan provinsi belum banyak mengalami perubahan dibandingkan periode lalu. Sampai dengan triwulan III-2009, dana perimbangan masih mendominasi dengan kontribusi 82.79% lebih tinggi dibandingkan kontribusinya di triwuan III-2008 sebesar 82.40% Sedangkan kemandirian fiskal yang tercermin dari penghimpunan PAD kontribusinya menurun sebesar 17.21%, lebih rendah dibandingkan triwulan III-2008 sebesar 17.60%.

Tabel 4.2

Komposisi Pendapatan APBD Provinsi Gorontalo (dalam %)

4.2

B

elanja Daerah

Realisasi belanja Provinsi Gorontalo pada triwulan III-2009 sedikit lebih baik dibandingkan triwulan III-2008. Pada triwulan laporan, tercatat Rp 391,16 Miliar dana APBD telah dibelanjakan dengan persentase realisasi mencapai 57.85%, kondisi ini lebih baik dibandingkan triwulan III-2008 dimana pencapaian realisasi sebesar Rp 346,48 Miliar dengan persentase realisasi mencapai 56.12%. Kondisi ini terutama didorong oleh pos belanja modal sementara pos belanja pegawai dan barang/jasa relatif sama. Pada APBD-P 2009, pemerintah meningkatkan anggaran belanja modal dari Rp 99 Miliar menjadi Rp 196 Miliar.

Tabel 4.3

Anggaran Induk dan Realisasi Belanja APBD Provinsi Gorontalo

Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%)

Pendapatan Asli Daerah 1.54 17.78 17.60 17.78 16.79 17.21

Pajak daerah - 15.56 15.55 15.17 14.32 14.65

Pajak Kendaraan Bermotor - 4.52 4.37 5.21 4.72 4.72 Pajak Kendaraan di Air - - - - - -Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor - 7.02 7.07 6.76 5.86 5.99 Bea Balik Nama Kendaraan Di Air - - - - - -Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor - 4.00 4.09 3.17 3.73 3.92 Pajak Air Permukaan - 0.02 0.02 0.02 0.01 0.02 Pajak Air Bawah Tanah - 0.01 0.00 0.00 0.00 0.00

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 0.03 0.02 0.02 - -

-Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1.51 2.20 2.03 2.61 2.48 2.56

Dana Perimbangan 98 82 82.40 82.22 83.21 82.79

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 0.93 2.47 2.77 0.87 0.76 2.36 Dana Alokasi Umum 0.07 75.18 76.83 0.01 68.80 71.03 Dana Alokasi Khusus 97.46 3.10 1.90 81.34 13.65 9.39 Dana Penyesuaian - 1.46 0.89 - -

-Jumlah Pendapatan 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, disesuaikan dengan APBD Perubahan Tahun 2009

III-2008

II-2008 I - 2009 II-2009 III-2009 I-2008

Pendapatan Daerah

Nominal Pencapaian (%) Nominal Pencapaian (%)

Belanja Tidak Langsung 202,565,556,389 125,638,107,120.00 62.02 232,835,353,600 145,189,884,749 62.36

Belanja Pegawai 125,800,860,941 90,737,163,442.00 72.13 150,952,011,350 101,096,056,474 66.97 Belanja Subsidi 2,652,000,000 1,762,560,000.00 66.46 14,278,912,250 3,311,715,000 23.19 Belanja Hibah 16,935,500,000 10,651,000,000.00 62.89 15,649,405,000 8,301,000,000 53.04 Belanja Bantuan Sosial 6,168,160,000 4,507,930,000.00 73.08 3,326,025,000 2,263,400,000 68.05 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 38,854,783,450 14,337,999,478.00 36.90 39,539,000,000 22,492,915,875 56.89 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 8,996,000,000 3,591,454,200.00 39.92 8,840,000,000 7,724,797,400 87.38 Belanja Tidak Terduga 3,158,251,998 50,000,000.00 1.58 250,000,000 -

-Belanja Langsung 414,887,043,019 220,849,276,381.26 53.23 443,353,139,430 245,975,960,329 55.48

Belanja Pegawai 31,580,999,574 16,833,457,238.64 53.30 27,600,364,078 14,567,856,573 52.78 Belanja Barang dan Jasa 182,879,029,592 104,202,080,110.00 56.98 219,564,551,400 123,281,040,667 56.15 Belanja Modal 200,427,013,853 99,813,739,032.62 49.80 196,188,223,952 108,127,063,089 55.11

Jumlah Belanja 617,452,599,408 346,487,383,501.26 56.12 676,188,493,030 391,165,845,078 57.85

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, disesuaikan dengan APBD Perubahan Tahun 2009

III-2008 III-2009 Belanja Daerah APBD 2008 APBD 2009

Bank Indonesia | Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan III-2009 40

Dilihat dari komposisi realisasi triwulan III-2009, pengeluaran APBD masih didominasi oleh pos belanja pegawai dan pos belanja barang. Diharapkan dengan anggaran yang meningkat di pos belanja modal dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga investasi di Gorontalo dapat tumbuh lebih baik.

Tabel 4.4

Komposisi Belanja APBD Provinsi Gorontalo

4.3.

K

ontribusi Realisasi APBD Gorontalo Terhadap Sektor Riil dan

Uang Beredar

Realisasi anggaran konsumsi pemerintah memberikan pangsa 16.36% terhadap nilai tambah kegiatan di sektor riil, kondisi ini lebih rendah dibandingkan triwulan III-2008. Belanja modal memberikan pangsa 6.25% terhadap nilai tambah kegiatan sektor riil, lebih rendah dibandingkan triwulan III-2008. Menurunnya pangsa anggaran konsumsi pemerintah terhadap kegiatan sektor riil terutama didorong oleh menurunnya pangsa belanja pegawai dan belanja barang masing-masing sebesar 6.69% dan 6.25%, lebih rendah dibandingkan triwulan III- 2008 sebesar 7.49% dan 6.95%.

Tabel 4.5

Stimulus Fiskal APBD terhadap Sektor Riil

Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%) Komposisi (%)

Belanja Tidak Langsung 43.90 39.98 36.26 46.55 41.10 37.12

Belanja Pegawai 29.73 27.04 26.19 31.32 28.63 25.84 Belanja Subsidi 1.01 0.77 0.51 0.64 1.00 0.85 Belanja Hibah 2.86 3.73 3.07 2.90 2.38 2.12 Belanja Bantuan Sosial 1.80 1.09 1.30 1.33 0.79 0.58 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 6.94 6.21 4.14 7.85 6.41 5.75 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 1.56 1.12 1.04 2.52 1.90 1.97 Belanja Tidak Terduga - 0.02 0.01 - -

-Belanja Langsung 56.10 60.02 63.74 53.45 58.90 62.88

Belanja Pegawai 3.09 3.89 4.86 2.84 3.38 3.72 Belanja Barang dan Jasa 18.36 26.09 30.07 22.07 28.55 31.52 Belanja Modal 34.65 30.05 28.81 28.53 26.96 27.64

Jumlah Belanja 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, disesuaikan dengan APBD Perubahan Tahun 2009

III-2008 III-2009

Belanja Daerah I-2008 II-2008 I - 2009 II-2009

Nominal %PDRB Nominal %PDRB

Konsumsi Pemerintah 417,025,585,555 246,673,644,469 17.18 480,000,269,078 283,038,781,989 16.36

Belanja Pegawai 157,381,860,515 107,570,620,681 7.49 178,552,375,428 115,663,913,047 6.69 Belanja Subsidi 2,652,000,000 1,762,560,000 0.12 14,278,912,250 3,311,715,000 0.19 Belanja Hibah 16,935,500,000 10,651,000,000 0.74 15,649,405,000 8,301,000,000 0.48 Belanja Bantuan Sosial 6,168,160,000 4,507,930,000 0.31 3,326,025,000 2,263,400,000 0.13 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 38,854,783,450 14,337,999,478 1.00 39,539,000,000 22,492,915,875 1.30 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 8,996,000,000 3,591,454,200 0.25 8,840,000,000 7,724,797,400 0.45 Belanja Tidak Terduga 3,158,251,998 50,000,000 0.00 250,000,000 - -Belanja Barang dan Jasa 182,879,029,592 104,202,080,110 7.26 219,564,551,400 123,281,040,667 7.13

Pembentukan Modal Tetap Bruto 200,427,013,853 99,813,739,033 6.95 196,188,223,952 108,127,063,089 6.25

Belanja Modal 200,427,013,853 99,813,739,033 6.95 196,188,223,952 108,127,063,089 6.25 Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, disesuaikan dengan APBD Perubahan Tahun 2009

*) PDRB Q3-2009 Proyeksi Bank Indonesia Gorontalo

Bank Indonesia | Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan III-2009 41

Disisi pengaruhnya terhadap uang beredar, realisasi anggaran APBD Gorontalo sampai dengan akhir triwulan III-2009 menunjukkan kontraksi. Hal ini tercermin dari surplus pendapatan sebesar Rp 18 Miliar pada realisasi anggaran APBD sampai dengan 30 September 2009. Dengan pertimbangan perlambatan ekonomi daerah, Kebijakan ekspansif fiskal melalui percepatan realisasi anggaran belanja APBD dinilai lebih tepat untuk diterapkan saat ini dibanding kebijakan fiskal kontraktif. Ekspansi fiskal dari pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong kinerja sektor riil di daerah untuk lebih berkembang.

Tabel 4.6

Dampak APBD terhadap Uang Beredar

Nominal %PDRB Nominal %PDRB

Pendapatan 488.662.983.488,00 399.851.298.495,43 27,84 551.612.916.658,00 410.011.840.346,64 23,70

Pendapatan Asli Daerah 68.570.862.138,00 70.373.497.983,43 4,90 92.678.000.000,00 70.566.138.367,64 4,08 Dana Perimbangan 420.092.121.350,00 329.477.800.512,00 22,94 458.934.916.658,00 339.445.701.979,00 19,62 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 17.136.015.350,00 11.089.626.512,00 0,77 19.263.660.658,00 9.692.259.979,00 0,56 Dana Alokasi Umum 368.637.996.000,00 307.198.330.000,00 21,39 388.325.256.000,00 291.243.942.000,00 16,84 Dana Alokasi Khusus 25.374.000.000,00 7.612.200.000,00 0,53 51.346.000.000,00 38.509.500.000,00 2,23 Dana Penyesuaian 8.944.110.000,00 3.577.644.000,00 0,25 - -

-Belanja 617.452.599.408,00 346.487.383.501,26 24,13 676.188.493.030,00 391.165.845.078,00 22,61

Belanja Pegawai 157.381.860.515,00 107.570.620.680,64 7,49 178.552.375.428,00 115.663.913.047,00 6,69 Belanja Subsidi 2.652.000.000,00 1.762.560.000,00 0,12 14.278.912.250,00 3.311.715.000,00 0,19 Belanja Hibah 16.935.500.000,00 10.651.000.000,00 0,74 15.649.405.000,00 8.301.000.000,00 0,48 Belanja Bantuan Sosial 6.168.160.000,00 4.507.930.000,00 0,31 3.326.025.000,00 2.263.400.000,00 0,13 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 38.854.783.450,00 14.337.999.478,00 1,00 39.539.000.000,00 22.492.915.875,00 1,30 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 8.996.000.000,00 3.591.454.200,00 0,25 8.840.000.000,00 7.724.797.400,00 0,45 Belanja Tidak Terduga 3.158.251.998,00 50.000.000,00 0,00 250.000.000,00 - -Belanja Barang dan Jasa 182.879.029.592,00 104.202.080.110,00 7,26 219.564.551.400,00 123.281.040.667,00 7,13 Belanja Modal 200.427.013.853 99.813.739.033 6,95 196.188.223.952 108.127.063.089 6,25 Surplus/Defisit (128.789.615.920) 53.363.914.994 3,72 (124.575.576.372) 18.845.995.269 1,09 Pembiayaan Netto (128.789.615.920) - - (124.575.576.372) - -DAMPAK RUPIAH - 53.363.914.994 3,72 - 18.845.995.269 1,09 Realisasi Q3-2009* APBD-P 2009

Bank Indonesia | Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan III-2009 42

Dokumen terkait