BUKAN-CECOM - KABUPATEN KAMPAR
4.3. Perkembangan Lembaga dan Program CECOM Foundation 1.Pengembangan Organisasi
Dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat CECOM Foundation memiliki konsep pengembangan organisasi seperti terlihat pada Gambar 10. Pengembangan organisasi CECOM Foundation meliputi tiga sistem pengelolaan/ manajemen yaitu : (1) Sistem Manajemen Program; (2) Sistem Manajemen SDM/ Organisasi; dan (3) Sistem Manajemen Keuangan.
Pertama, Sistem Manajemen Program yang dikembangkan meliputi tiga aspek dasar yang menjadi satu rangkaian mekanisme pelaksanaan program pemberdayaan, yaitu : (a) Penentuan Arah Program, merupakan arahan strategis (strategic direction) yang dirumuskan secara partisipatif setiap akhir tahun pada forum ”Lokakarya Evaluasi dan Perencanaan Program”. Peserta lokakarya meliputi para pemangku kepentingan CECOM Foundation yang terdiri dari unsur
pengurus yayasan, pelaksana/ staff, CSR PT. RAPP, konsultan dan para pihak yang dipandang perlu oleh pengurus; (b) Program Lembaga, merupakan program yang disusun dan dijalankan CECOM Fondation yang telah ditetapkan pada lokakarya sebagai upaya mewujudkan misi organisasi; (c) Proyek/ Kegiatan, merupakan upaya taktis implementatif dari program-program yang telah ditetapkan. Proyek/ kegiatan CECOM dapat berubah atau diubah setiap tahun bergantung dari perkembangan dan kebutuhan masyarakat dampingan.
Gambar 10. Pengembangan Organisasi CECOM Foundation Sumber : CECOM Foundation (2006)
Kedua, Sistem Manajemen SDM/ Organisasi yang dikembangkan meliputi tiga aspek dasar yang menjadi satu rangkaian mekanisme pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resources Development/ HRD) pada CECOM, yaitu : (a) Pengembangan SDM dengan acuan setiap personal didorong dan difasilitasi CECOM mendapatkan penguatan kapasitas melalui training sebanyak 100 jam per tahun; (b) Staffing, CECOM mengembangkan motivasi para staf organisasi dengan kebijakan jelas dalam memberikan kepastian kerja dan peluang kenaikan ”karir” (career path) dengan Compensation and Benefit yang pantas. Istilah yang sering digunakan ”Mendampingi masyarakat miskin, tidak boleh menjadi pendamping yang miskin” sehingga para staf memiliki etos kerja sesuai dengan yang diharapkan organisasi dan full support bagi keberhasilan program;
(c) Sistem dan prosedur, merupakan tools bagi monitoring dan evaluasi kinerja setiap departemen dan staf dalam organisasi dalam menjalankan program maupun dalam kaitan kepersonaliaan. Untuk kaitan ini CECOM juga mengembangkan Management Information System (MIS) yang memungkinkan kinerja organisasi dapat dipantau secara real time dan implementasi pengambilan keputusan terkait verifikasi maupun approval system kegiatan berjalan secara computerized dan
paperless.
Ketiga, Sistem Manajemen Keuangan yang dikembangkan meliputi tiga tahapan yang menjadi satu rangkaian mekanisme pembiayaan program CECOM Foundation melalui donasi dari PT. RAPP maupun sumber fundraising yaitu : (a) Perencanaan, merupakan tahapan krusial karena membutuhkan verifikasi dan konsultasi intensif dengan donatur program. Penetapan Perencanaan Pembiayaan dilakukan pada Lokakarya Evaluasi dan Perencanaan Program; (b) Sumber Pendanaan utama berasal dari PT. RAPP sebagai bagian dari dana CSR perusahaan. Sumber pendanaan lain berasal dari Pemerintah Daerah atau dari pihak-pihak lain yang menjalankan kemitraan dan kerjasama program dengan CECOM Foundation. Strategi kerjasama dan kemitraan dengan instansi lain terbukti efektif untuk menghimpun dana bagi keberlanjutan lembaga dan program yang dijalankannya.
4.3.2. Pengembangan Kerjasama dan Kemitraan
Kehadiran CECOM Foundation sebagai Lembaga Pengembang Swadaya masyarakat (LPSM) dalam kurun tiga tahun (2005 – 2008) telah memberikan warna baru dan kontroversi sebagai salah satu Developmentalist NGO yang dilahirkan dari rahim korporasi raksasa yang berkarakter kapitalistik. Banyak pihak yang skeptis namun tidak sedikit pihak yang memberi apresiasi atas inisiasi PT. RAPP “melahirkan” CECOM dan menilai positif sebagai sebuah
breakthrough dalam pelaksanaan program CSR. Perjalanan tiga tahun CECOM Foundation menjalankan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan program CSR PT. RAPP telah berhasil menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai stakeholder di Propinsi Riau maupun mitra kerja di Propinsi lain seperti yang terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Mitra dan Proyek Kerjasama CECOM Foundation (2005-2008)
No. Mitra Kerjasama Nama Proyek Sasaran dan Lokasi
1 PT. Asia Forestama Raya Studi Sosial untuk CD Internal perusahaan/ Pekanbaru
2 PT. Chevron Pacifik Indonesia Taman Bacaan Komunitas Komunitas dampingan CPI
3 British Red Cross (BRC) Training Organic farming Komunitas dampingan BRC NAD
4 Pemkab Kampar 1.1.Training Pendamping
Kelompok Swadaya
1.2.Training Kelembagaan
Masyarakat 11 desa
• 25 pendamping komunitas
di Kampar
• 350 petani miskin di Kampar
5 PT. INCO, Tbk Training Evaluasi CD
metode VPA
• 25 orang CD Officer INCO, di
Sorowako, Sulsel
6 Unicef dan Disnak Prop. Riau Training Penanggulangan
Avian Influenza
• Komunitas dampingan CECOM
7 PT. Bina Swadaya Konsultan Monev program CD di
wilayah dampingan IOM
• Komunitas dampingan IOM di
Nangroe Aceh Darussalam
8 Dinas Peternakan Prop. Riau 1. Training pembuatan
kompos di 6 Kab/ Kota
2. Penggaduhan 500 ekor
sapi bali
• Komunitas petani dampingan
CECOM Foundation
9 WWF Riau dan Yayasan Taman
Nasional Tesso Nilo
Workshop penyusunan CD Program bagi masyarakat di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo, Riau
• Forum Masyarakat Tesso Nilo
dan Perusahaan di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo
Selain mendapat apresiasi dari berbagai lembaga lain baik lembaga pemerintah, dunia usaha maupun lembaga swadaya masyarakat dalam kerangka kerjasama dan kemitraan seperti terlihat pada Tabel 2, CECOM Foundation juga sering diundang untuk menjadi pembicara/ pemateri di berbagai pelatihan/ seminar/ Rakornas di dalam Propinsi maupun di luar Propinsi Riau seperti : (1) Workshop Aliansi Nasional Memerangi Kelaparan (AMNK), Deptan RI, Jakarta; (2) Munas dan Seminar “Masyarakat Pertanian Organik Indonesia”, Jakarta; (3) Seminar Nasional dan Expo “Corporate Forum for Community Development” di Pekanbaru; (4) Dan lain-lain. Pencapaian diatas menunjukkan bahwa kehadiran CECOM Foundation sebagai implementation organization program CSR PT. RAPP merupakan strategi yang efektif bagi leveraging program CSR.
Misi CECOM sebagaimana diformulasikan dalam strategic planning
(Lokakarya Perencanaan Strategis secara partisipatif di Batam tahun 2005) adalah: (a) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta mengembangkan sikap hidup positif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya; (b) Menumbuh kembangkan potensi ekonomi lokal yang berbasis partisipasi masyarakat; (c) Mengembangkan kemitraan sosial ekonomi dalam meningkatkan akses menuju masyarakat sejahtera dan mandiri; (d) Mendorong partisipasi dan kerelawanan masyarakat melalui program aksi secara kolaboratif dalam kerangka pembangunan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Dari misi diatas maka ditetapkan sistem program pemberdayaan yang dijalankan yaitu : (1) Program pengembangan sistem pertanian terpadu (atau integrated farming system/ IFS), (2) Program pengembangan usaha mikro kecil menengah termasuk pengembangan micro financing didalamnya, (3) Program pengembangan pelatihan dan penguatan kapasitas, dan (4) Program pengembangan usaha berbasis masyarakat.
Program pengembangan sistem pertanian terpadu (integrated farming