BAB IV. KERAGAAN TEMBAKAU ASEAN DAN DUNIA
4.1. PERKEMBANGAN LUAS PANEN, PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
4.1.1. Perkembangan Luas Panen Tembakau ASEAN
300.000 320.000 340.000 360.000 380.000 400.000 420.000 440.000 460.000 480.000 500.000 520.000 540.000 560.000 580.000 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Ha) Luas TM
Gambar 4.1. Perkembangan Luas Panen Tembakau ASEAN, Tahun 1980-2012
Berdasarkan data yang dihimpun dari website Food And Agriculture Organization Of The United Nation (FAO), perkembangan luas panen tembakau di ASEAN (Brunei Darusalam, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippina, Singapura, Thailand dan Vietnam) sangat fluktuatif dan cenderung terus mengalami penurunan sejak tahun 1980 hingga tahun 2008, seperti terlihat pada Gambar 4.1. Namun pada tahun 2009 luas tanam tembakau di ASEAN kembali meningkat hingga tahun 2012. Laju pertumbuhan tanaman menghasilkan tembakau di ASEAN pada periode 1980-2012 sebesar 0,31% per tahun. Pertumbuhan yang sangat kecil ini dipicu oleh turunnya pertumbuhan pada periode 1998-2012 sebesar 0,11% per tahun, sedangkan pertumbuhan pada periode sebelumnya yaitu 1980-1997 adalah sebesar 0,68% per tahun. Luas
24 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
panen tertinggi pada periode 1980-2012 di ASEAN terjadi pada tahun 1987 sebesar 477.337 hektar, dan terendah terjadi pada tahun 2008 sebesar 304.183 hektar (Lampiran 13). Bila kita cermati pertumbuhan pertahun, beberapa tahun terakhir yaitu sejak tahun 2009, luas tanam menghasilkan tembakau terus mengalami peningkatan hingga tahun 2012.
4.1.2. Perkembangan Produksi Tembakau ASEAN
300.000 320.000 340.000 360.000 380.000 400.000 420.000 440.000 460.000 480.000 500.000 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Ton)
Gambar 4.2. Perkembangan Produksi Tembakau ASEAN, Tahun 1980-2012
Perkembangan produksi tembakau di ASEAN periode 1980-2012 sangatlah fluktuatif, namun secara umum mengalami peningkatan (Gambar 4.2) dari sebesar 319.594 ton pada tahun 1980 menjadi 478.754 ton pada tahun 2012, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,67% per tahun (Lampiran 13), berbeda dengan perkembangan luas tanam menghasilkannya yang cenderung menurun. Selama periode ini, terjadi peningkatan luas tanam menghasilkan tembakau tertinggi pada tahun 1990 sebesar 25,78% menjadi 421.548 ton dari sebesar 335.155 ton pada tahun 1989. Sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 1994 sebesar 17,98% menjadi 364.105 ton dari sebesar 443.909 ton pada tahun 1993. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan luas tanaman
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 25 menghasilkannya, perkembangan produksi tembakau ASEAN sedikit lebih baik. Ini terlihat dari rata-rata persentase pertumbuhan produksi yang lebih besar dari rata-rata pertumbuhan luas tanaman menghasilkannya. 4.1.3. Perkembangan Produktivitas Tembakau ASEAN
700 800 900 1.000 1.100 1.200 1.300 1.400 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Kg/Ha) Produktivitas
Gambar 4.3. Perkembangan Produktivitas Tembakau ASEAN, Tahun 1980-2012
Sejalan dengan pekembangan produksinya, perkembangan produktivitas tembakau ASEAN juga memiliki kecenderungan meningkat, walaupun sangat fluktuatif (Gambar 4.3). Rata-rata pertumbuhan produktivitas tembakau ASEAN selama periode 1980-2012 sebesar 1,94% per tahun (Lampiran 13). Produktivitas tertinggi pada periode ini terjadi pada tahun 2000 sebesar 1.369 kg/ha. Bila periode ini kita bagi menjadi dua bagian yaitu periode 1980-1997 dan periode 1998-2012, maka perkembangan produktivitas tembakau ASEAN pada periode 1998-2012 lebih tinggi dari periode sebelumnya yaitu 2,36% per tahun, sementara periode 1980-1997 sebesar 1,575 per tahun. Pertumbuhan produktivitas sebesar 2,36% per tahun pada periode 1998-2012 menyebabkan peningkatan produksi pada periode tersebut sebesar 1,46% per tahun. Padahal luas panenpada periode tersebut justru mengalami penurunan sebesar 0,11% per tahunnya (Lampiran 13).
26 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
4.1.4. Perkembangan Luas Panen Tembakau Dunia
3.500.000 3.750.000 4.000.000 4.250.000 4.500.000 4.750.000 5.000.000 5.250.000 5.500.000 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Ha) Luas TM
Gambar 4.4. Perkembangan Luas Panen Tembakau Dunia, Tahun 1980-2012
Pada Gambar 4.4 terlihat bahwa perkembangan luas panen tembakau dunia periode tahun 1980-2012 sangat fluktuatif menyebabkan rata-rata pertumbuhan pada periode ini sangat rendah hanya sebesar 0,62% per tahun (Lampiran 14). Pada tahun 1997 luas panen tembakau dunia merupakan luas panen terbesar pada periode 1980-2012 mencapai 5.427.339 ton, dan merupakan tahun dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 15,55% dari sebesar 4.697.057 ton pada tahun 1996.
Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Food Agriculture Organization (FAO) terdapat 9 (sembilan) negara yang memiliki luas panen terbesar dengan total kontribusi sebesar 76,58 % (rata-rata tahun 2008-2012). Posisi pertama dan terbesar adalah China dengan kontribusi sebesar 34,68 % atau setara dengan 1.401.384 ha. Kedua adalah Brazil sebesar 10,83 % atau sebesar 437.787 ha dan ketiga adalah India yang memberikan kontridusi luas panen sebesar 10,74 % atau setara dengan 433.994 ha. Indonesia berada di posisi keempat dengan kontribusi sebesar 5,42% atau setara dengan 219.195 ha. Berikutnya berturut turut adalah Malawi, USA, Turki, Tanzania dan Zimbabwe, masing-masing sebesar 4,12%, 3,42%, 2,62%, 2,50% dan 2,24%. Sementara sisanya
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 27 sebesar 23,42% disumbang oleh Negara-negara lainnya (Gambar 4.5 dan Lampiran 15). 34,68 % 10,83% 10,74% 5,42% 4,12% 3,42% 2,62% 2,50% 2,24% 23,42%
China Brazil India Indonesia
Malawi U.S.A Turkey Tanzania
Zimbabwe Negara Lainnya
Gambar 4.5. Negara-negara Luas Panen Tembakau Terbesar Dunia, Rata-rata Tahun 2008-2012
4.1.5. Perkembangan Produksi Tembakau Dunia
Secara umum perkembangan produksi tembakau dunia periode tahun 1980-2012 mengalami peningkatan walaupun sangat fluktuatif (Gambar 5.12), dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,68% per tahun (Lampiran 14). Apabila dilihat lebih rinci, pada tahun 1998 produksi tembakau dunia sempat mengalami penurunan hingga 23,13% menjadi 6.940.433 ton, dari sebesar 9.028.214 ton pada tahun 1997, dimana tahun 1997 merupakan tahun dengan produksi tembakau dunia tertinggi. Penurunan yang cukup tinggi pada tahu 1998 menyebabkan rata-rata pertumbuhan periode 1998-2012 turun sebesar 0,87% per tahunnya. Penurunan produksi pada periode 1998-2012 disebabkan turunnya luas panentembakau dunia sebesar 1,35%.
28 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 5.000.000 5.500.000 6.000.000 6.500.000 7.000.000 7.500.000 8.000.000 8.500.000 9.000.000 9.500.000 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Ton)
Gambar 4.6. Perkembangan Produksi Tembakau Dunia, Tahun 1980-2012
Berdasarkan rata-rata produksi tembakau dunia periode 2008-2012, terdapat 7 (tujuh) negara produsen tembakau dunia dengan total kontribusi sebesar 76,60 % (Lampiran 16). Pada posisi pertama adalah China yang memberikan kontribusi terbesar sebesar 43,00% atau sebesar 3.054.878 ton. Posisi kedua dan ketiga sama dengan posisi lua TM yaitu Brazil dan India. Masing-masing sebesar 12,00% dan 9,87%. Indonesia berada di posisi kelima dengan kontribusi sebesar 2,59% atau sebesar 184.309 ton. Posisi Indonesia tergesar oleh USA yang memberikan kontribusi sebesar 4,73% atau sebesar 335.837 ton. Berbeda dengan posisi luas TM dimana posisi Indonesia keempat dan USA pada posisi keenam. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas tembakau Indonesia jauh lebih rendah dibanding USA, karena walaupun luasan TMnya tinggi, namun produksinya lebih rendah. Posisi keenam dan ketujuh ditempati oleh Malawi dan Argentina dengan kontribusi masing-masing sebesar 2,44% dan 1,96%. Secara rinci negara sentra produksi tembakau dunia dapat dilihat pada Gambar 4.7 dan Lampiran 16.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 29 43,00% 12,00% 9,87% 4,73% 2,59% 2,44% 1,96% 23,40%
China Brazil India U.S.A.
Indonesia Malawi Argentina Negara Lainnya
Gambar 4.7. Negara-negara Produsen Tembakau di Dunia, Rata-rata Tahun 2008-2012
4.1.6. Perkembangan Produktivitas Tembakau Dunia
Perkembangan produktivitas tembakau dunia cenderung meningkat selama periode tahun 1980-2012 (Gambar 4.8) dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,89% per tahun (Lampiran 14). Produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 1.787 kg/ha. Sementara pertumbuhan produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 1984 sebesar 10,60%. Selama periode ini juga mengalami penurunan, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2003 sebesar 4,47%.
1.300 1.400 1.500 1.600 1.700 1.800 1.900 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (Kg/Ha) Produktivitas
Gambar 4.8. Perkembangan Produktivitas Tembakau Dunia, Tahun 1980-2012
30 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
4.2. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR TEMBAKAU ASEAN DAN DUNIA