BAB IV. KERAGAAN KELAPA SAWIT ASEAN DAN DUNIA
4.1. PERKEMBANGAN LUAS TANAMAN MENGHASILKAN, PRODUKSI DAN
4.1.1. Perkembangan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit ASEAN
Berdasarkan data yang bersumber dari FAO, secara umum perkembangan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit di negara-negara di ASEAN selama periode tahun 1980–2014 cenderung meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,83% per tahun (Gambar 4.1). Total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit ASEAN tahun 1980 hanya sebesar 998,72 ribu ha dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 12,82 juta ha. Luas tanaman menghasilkan kelapa sawit ASEAN secara rinci tersaji pada Lampiran 12.
Gambar 4.1. Perkembangan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit ASEAN, 1980–2014
24 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Negara ASEAN penghasil kelapa sawit adalah Indonesia, Malaysia, Phillipina dan Thailand. Berdasarkan data rata-rata luas tanaman menghasilkan kelapa sawit tahun 2010-2014 yang bersumber dari FAO, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit terbesar di ASEAN dengan rata-rata kontribusi sebesar 56,69% dari total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit ASEAN. Posisi kedua ditempati oleh Malaysia dengan kontribusi luas sebesar 37,73%. (Gambar 4.2). Kedua negara tersebut memberikan kontribusi kumulatif sebesar 94,42% terhadap total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit ASEAN. Sementara Malaysia dan Phillipina masing-masing hanya berkontribusi sebesar 5,14% dan 0,44%. Keragaan negara dengan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit terbesar di ASEAN tahun 2010-2014 tersaji secara rinci pada Lampiran 13.
Gambar 4.2. Beberapa Negara dengan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Terbesar di ASEAN, Rata-rata 2010-2014
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 25
4.1.2. Perkembangan Produksi Kelapa Sawit ASEAN
Perkembangan produksi kelapa sawit dalam wujud crude palm oil (CPO) sepanjang tahun 1980–2014 menunjukkan pola yang hampir sama dengan perkembangan luas tanaman menghasilkan. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun telah terjadi peningkatan produksi kelapa sawit ASEAN dengan rata-rata peningkatan sebesar 8,45% per tahun (Gambar 4.3). Jika pada tahun 1980 produksi kelapa sawit asean hanya sebesar 3,33 juta ton, maka pada akhir tahun 2014 produksi kelapa sawit ASEAN tercatat sebesar 49,01 juta ton. Keragaan produksi kelapa sawit ASEAN secara rici tersaji pada Lampiran 12.
Gambar 4.3. Perkembangan Produksi Minyak Sawit ASEAN, 1980–2014 Produksi kelapa sawit ASEAN dikuasai oleh dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data FAO, selama tahun 2010-2014 Indonesia berada di posisi pertama sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di ASEAN dengan rata-rata kontribusi produksi sebesar 55,34% dari total produksi kelapa sawit ASEAN, sedangkan Malaysia berada di peringkat kedua dengan kontribusi mencapai 40,68% (Gambar 4.4). Dengan demikian secara kumulatif 96,02% produksi kelapa sawit ASEAN berasal dari kedua negara tersebut. Keragaan
26 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di ASEAN tahun 2010-2014 secara rinci tersaji pada Lampiran 14.
Gambar 4.4. Beberapa Negara dengan Produksi Minyak Sawit Terbesar ASEAN, Rata-rata 2010-2014
4.1.3. Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit ASEAN
Tingkat produktivitas kelapa sawit dalam wujud tandan buah segar (TBS) di ASEAN relatif berfluktuatif (Gambar 4.5). Pada tahun 1980-2014 laju pertumbuhan produktivitas kelapa sawit mencapai 0,63% per tahun (Lampiran 12). Rata-rata tingkat produktivitas tertinggi dicapai pada tahun 2006 sebesar 4,20 ton/ha.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 27 Gambar 4.5. Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit ASEAN, 1980-2014
4.1.4. Perkembagan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Dunia
Perkembangan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia selama periode 1980-2014 cenderung meningkat (Gambar 4.6). Berdasarkan data dari FAO, tahun 1980 total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia hanya sebesar 4,28 juta ha. Dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 4,46% per tahun maka pada tahun 2014 total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit telah mencapai 18,72 juta ha. Keragaan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia secara rinci tersaji pada Lampiran 15.
28 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Gambar 4.6. Perkembangan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Dunia, 1980–2014
Menurut FAO, kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis yang panas dengan temperatur harian selama 24 jam > 200C dan periode pertumbuhan
270 hari per tahun (Pahan, 2006). Kondisi tersebut terdapat di daerah-daerah Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia Tenggara dan Pasifik Selatan. Indonesia, Malaysia dan Thailand merupakan negara di Asia Tenggara yang telah memanfaatkan keunggulan kondisi geografisnya untuk memperluas areal penanaman kelapa sawit, sedangkan di Afrika terdapat Nigeria dan Ghana yang juga merupakan negara penghasil kelapa sawit dunia.
4.1.5. Sentra Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Dunia
Berdasarkan data rata-rata luas tanaman menghasilkan kelapa sawit tahun 2008-2014 yang bersumber dari FAO, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit terbesar di dunia dengan rata-rata kontribusi sebesar 37,82% dari total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Malaysia dan Nigeria
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 29 dengan kontribusi luas masing-masing sebesar 25,17% dan 17,92% (Gambar 4.7). Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi kumulatif sebesar 80,91% terhadap total luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia.
Selain ketiga negara tersebut di atas, masih ada negara Thailand, Ghana dan Guinea yang juga mempunyai lahan kelapa sawit dengan luas tanaman menghasilkan yang cukup besar. Thailand di urutan keempat memberikan kontribusi sebesar 3,43% terhadap luas tanaman menghasilkan kelapa sawit dunia, diikuti oleh Ghana (2,03%) dan Guinea (1,78%). Sedangkan kontribusi dari negara-negara lainnya kurang dari 2%. Keragaan negara dengan luas tanaman menghasilkan kelapa sawit terbesar di dunia tahun 2010-2014 secara rinci tersaji pada Lampiran 16.
Gambar 4.7. Beberapa Negara dengan Luas Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Terbesar di Dunia, Rata-rata 2010-2014
4.1.6. Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Dunia
Perkembangan produksi kelapa sawit dunia dalam wujud CPO sepanjang tahun 1980–2014 menunjukkan pola yang hampir sama dengan perkembangan luas tanaman menghasilkan. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun telah terjadi
30 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
peningkatan produksi CPO dunia dengan rata-rata peningkatan sebesar 7,47% per tahun (Gambar 4.8). Jika pada tahun 1980 produksi CPO dunia hanya sebesar 29,86 juta ton, maka pada akhir tahun 2014 produksi CPO dunia tercatat sebesar 58,36 juta ton. Keragaan produksi minyak sawit dunia, 1980-2014 disajikan pada Lampiran 15.
Gambar 4.8. Perkembangan Produksi Minyak Sawit Dunia, 1980–2014 4.1.7. Sentra Produksi Kelapa Sawit Dunia
Produksi kelapa sawit dunia dalam wujud produksi Crude Palm Oil (CPO). Produksi CPO dunia dikuasai oleh dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data FAO, selama tahun 2010-2014 Indonesia berada di posisi pertama sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia dengan rata-rata kontribusi produksi sebesar 48,44% dari total produksi CPO dunia, sedangkan Malaysia berada di peringkat kedua dengan kontribusi mencapai 35,60% (Gambar 4.9). Dengan demikian secara kumulatif 84,04% produksi CPO dunia berasal dari kedua negara tersebut. Negara-negara produsen CPO terbesar lainnya adalah Thailand dengan kontribusi sebesar 3,29% terhadap total produksi CPO dunia, diikuti oleh Nigeria (1,81%), Kolombia (1,78%), dan Papua Nugini (1%). Keragaan
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 31 negara produsen kelapa sawit terbesar dunia tahun 2010-2014 tersaji secara rinci pada Lampiran 17.
Gambar 4.9. Beberapa Negara dengan Produksi Kelapa Sawit Terbesar Dunia, Rata-rata 2010-2014
4.1.8. Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit Dunia
Jika ditinjau dari sisi produktivitasnya, tingkat produktivitas kelapa sawit dalam wujud CPO juga memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunnya (Gambar 4.10). Pada tahun 1980-2014 laju pertumbuhan produktivitas kelapa sawit mencapai 2,90% per tahun (Lampiran 15). Rata-rata tingkat produktivitas tertinggi dicapai pada tahun 2014 sebesar 3,12 ton/ha.
32 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Gambar 4.10. Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit Dunia, 1980-2014 Secara umum tingkat produktivitas kelapa sawit dunia belum maksimal. Beberapa negara mempunyai tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi dari produktivitas dunia. Dari data rata-rata produktivitas kelapa sawit dalam wujud tandan buah segar (TBS) tahun 2010-2014, Guatemala berada di peringkat pertama dengan tingkat produktivitas mencapai 21,17 ton/ha, diikuti oleh Malaysia (21,06 ton/ha) dan Nikaragua (20,68 ton/ha). Kolombia, Kamerun, dan Thailand berada di peringkat berikutnya dengan produktivitas kelapa sawit masing-masing sebesar 19,89 ton/ha, 19,14 ton/ha, dan 18,37 ton/ha. Indonesia yang merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia mempunyai tingkat produktivitas rata-rata sebesar 16,99 ton/ha dan menempati urutan ketujuh (Gambar 4.11 dan Lampiran 18).
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 33 Gambar 4.11. Beberapa Negara dengan Produktivitas Kelapa Sawit Tertinggi di