BAB IV: KEPENTINGAN THAILAND DALAM MENGIKUTI KERJA SAMA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) PADA TAHUN 2017
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN A. Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN
B. Perkembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan bentuk implementasi pasar bebas di kawasan Asia Tenggara. Sebelumna konsep ini telah digagas yang bernama Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation pada 1992. Dasar berdirinya mealui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontestasi ekonomi dengan Cina dan India khususnya dalam bidang investasi asing, lapangan kerja, dan kesejahteraan negara-negara ASEAN.37 Konsep MEA dapat dikatakan sebagai perwujudan dari visi ASEAN 2020 yang diawali dengan ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint pada 2015 dengan beberapa poin, sebagai berikut :
1. Menciptakan pasar dan basis produksi tunggal, meliputi kebebasan barang, investasi, tenaga kerja, jasa, investasi, aliran modal, dan agrikultural.
Pertama, kebebasan barang dengan menghilangkan hambatan tarif antar negara ASEAN sesuai dengan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Kemudian mengharmonisasi sektor prioritas melalui beberapa perangkat, seperti ASEAN Harmonised Cosmetic Regulatory Regime, the ASEAN Harmonised Electrical & Electronic Equipment Regulatory Regime, dan the ASEAN Medical Device Directive.
37 C. P. F. Luhulima, Dinamika Asia Tenggara Menuju 2015, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013). Hal. 18.
Kedua, kebebasan tenaga kerja melalui kesepakatan Mutual Recognition Arrangements (MRAs), the ASEAN Agreement on the Movement of Natural Persons, dan the ASEAN Qualification Reference Framework. Ketiga, kebebasan arus jasa dengan komitmen di bawah kesepakatan the ASEAN Trade in Services Agreement. Keempat, arus kebebasan investasi melalui the ASEAN Compherensive Investment Agreement dalam rangka proses liberalisasi, perlindungan, dan integrasi ekonomi regional. Kelima, arus kebebasan modal sebagai upaya untuk menyatukan finansial regional. Keenam, arus kebebasan agrikultural untuk melanjutkan perjanjian sebelumnya dalam kerjasama makanan, hutan, dan lainnya.38
2. Membangun daya saing tinggi secara kawasan ekonomi melalui peraturan persaingan, perlindungan konsumen, pajak, penguatan infrastruktur, dan e-commerce. Bagian ini memiliki dua fokus prioritas, meliputi pembangunan SME dan inisiasi pada integrasi ASEAN. Pembangunan SME disebut dengan ASEAN Small Business Competitiveness Programme sebagai upaya perbaikan terhadap kehidupan pedesaan melalui Program Satu Desa Satu Produk. Inisiasi untuk integrasi ASEAN bertujuan untuk mendorong Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam untuk lebih berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari agenda integrasi regional
38 ASEAN Secretariat, A Journay Towards Regional Economic Integration: 1967-2017, (Jakarta: Sekretariat ASEAN, 2017).
3. Menciptakan regional ekonomi kompetitif dalam konteks perlindungan konsumen, kebijakan kompetisi, hak intelektual, pembangunan infrastruktur (the ASEAN Open Skies Agreements dan the Singapore Kunming Rail Link Project), serta kerjasama energi. Bentuk kerjasama energi tertuang dan telah diatur pada ASEAN Centre for Energy, Memorandum of Understanding on the Trans-ASEAN Gas Pipeline, Memorandum of Understranding on the ASEAN Power Grid, dan the ASEAN Petroleum Security Agreement.39
4. Mengintegrasikan perekonomian kawasan Asia Tenggara dalam tingkatan global. Proses integrasi ekonomi global dilakukan melalui perjanjian perdagangan bebas dengan beberapa negara. Compherensive Economic Partnership Agreements (CEPAs) dengan Australia dan Selandia Baru.
Selain itu Regional Compherensive Economic Partnership (RCEP) dengan Hong Kong40
MEA diambil dari visi ASEAN 2020 dengan beberapa ketentuan. Pertama, membangun kawasan ekonomi ASEAN secara stabil dan lebih sejahtera. Kedua, meningkatkan arus liberalisasi barang dan jasa. Ketiga, meningkatkan pergerakan tenaga professional dan sektor lainnya secara bebas di kawasan. Penyatuan ekonomi ASEAN bertujuan melahirkan masyarakat yang stabil, memiliki kapasitas tinggi, dan sejahtera. Selain itu, ASEAN melalui MEA 2015 akan menciptakan
39 ASEAN Secretariat, A Journay Towards Regional Economic Integration: 1967-2017, (Jakarta: Sekretariat ASEAN, 2017).
40 Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasionall, Buku Informasi Umum:
Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Community in a Globa Community of Nations), Indonesia:
Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional, 2011. Hal. 7.
kondisi kawasannya secara dinamis dengan tingkat kontestasi yang tinggi.
Pembentukan pasar tunggal di kawasa Asia Tenggara akan berdampak pada perluasan jaringan produksi dan penguatan kapasitas produksi di tingkat global.41 Pasar tunggal ASEAN terdiri dari beberapa fokus yakni :
1. Arus barang yang bebas
Bagian ini merupakan implementasi dari ASEAN Free Trade Area (AFTA). Kelanjutannya ditandai dengan kesepakatan melalui ASEAN Agreement on Custom pada 1997 dan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Pembentukannya didasarkan keinginan petinggi ASEAN untuk menyatukan dan menjamin sinergisitas arus barang bebas. ASEAN Trade in Goods telah menyepakati beberapa persetujuan, meliputi :
a) Bidang perdagangan bebas b) Bidang perdagangan jasa c) Bidang investasi
d) Bidang ketentuan asal barang e) Bidang prosedur kepabeanan f) Bidang standar dan kesesuaian
g) Bidang fasilitas perjalanan di ASEAN
h) Bidang perpindahan pelaku bisnis, tenaga ahli, professional, dan bentuk bakat lainnya
i) Peningkatan perdagangan dan penanaman modal
41 Gusmardi Bustami, Menuju ASEAN Economic Community 2015, Jakarta: Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2018.
j) Statistik perdagangan dan penanaman modal intra-ASEAN k) Hak kekayaan intelektual
l) Penggunaan tenaga kerja kontrak dan industri pelengkap42 2. Arus jasa yang bebas
Dasar kebijakannya melalui ASEAN Trade in Service Agreement (ATISA) untuk menciptakan kesejahteraan di masa depan. Perjanjian ini memiliki lima jasa prioritas, meliputi jasa kesehatan, logistik, transportasi udara, pariwisata, dan e-ASEAN.
3. Arus investasi yang bebas
Pemberlakuan investasi secara terbuka dan bebas tanpa diskriminasi terhadap anggota ASEAN siapapun. Peraturannya untuk menciptakan transparansi, proteksi, dan kemudahan bagi investasi melalui ASEAN Compherensive Investment Agreement (ACIA) yang dilaksanakan pada 29 Maret 2012.
4. Arus modal yang bebas
Penerapan arus modal secara bebas diadopsi dari ASEAN Financial Integration Framework (AFIF). Tujuannya menciptakan sistem keuangan regional terintegrasi di masa depan.
5. Arus tenaga kerja terampil yang bebas
Awal kesepakatannya dikenal dengan Mutual Recognition Arrangement (MRA) yang menghasilkan beberapa manfaat, seperti
42 G. Sugiyarto dan D. R. Agunis, A Free Flow of Skilled Labour within ASEAN:
Aspirations, Opportunities, and Challenges in 2015 and Beyond, Issue in Bried, 2014. Hal. 11.
peningkatan daya saing, penguatan alirang perdangan, dan kemudahan mendapatkan biaya. Berikut adalah hasil persetujuan MRA di sektor jasa, yakni :
a) Mutual Recognition Arrangement on Engineering Services b) Mutual Recognition Arrangement on Nursing Services c) Mutual Recognition Arrangement on Architectural Services d) Mutual Recognition Arrangement on Surveying Qualification e) Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional f) Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services g) Mutual Recognition Arrangement on Medical Practitioners h) Mutual Recognition Arrangement on Dental Practitioners43
Pada 2014 ASEAN dinyatakan jumlah pertumbuhan ekonminya terbesar ke-3 untuk tingkat Asia dan peringkat ke-7 dalam cakupan global. Jumlah penduduk secara kesuluruhan mencapati 622 juta jiwa yang diintegrasikan secara ekonomi dan mayoritas penduduknya berada di bawah umur 30 tahun.
Perkembangannya negara ASEAN berharap menciptakan bargaining power secara regional dan global melalui penguatan hubungan multilateral.
Jadi, perkembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah proses kesiapan baik secara teknis maupun praktis (kebijakan) yang diperlukan untuk terselenggaranya integrasi ekonomi pada 2020. Pembagian tugas, pelimpahan tanggung jawab, dan keperluan lainnya dilanjutkan secara berkala dengan
43 ASEAN, Blueprint for Growth, AEC 2015: Progress and Key Achievement, (Jakarta:
ASEAN Secretariat, 2015).
mempertimbangkan kondisi ekonomi global atau kawasan Asia Tenggara. Fokus perkembangan MEA adalah kepastian untuk kebebasan arus barang, jasa, dan manusia dengan tujuan menciptakan kesejahteraan bersama.