A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Perkembangan Nilai Aktiva Bersih reksadana
Terdapat perbedaan antara Nilai Aktiva Bersih reksadana konvensional dan reksadana syariah selama terjadinya pandemic covid-19. Dalam reksadana konvensional, terjadi penurunan Nilai Aktiva Bersih sejak awal kemunculan pandemic covid-19 pada maret 2020. Sedangkan dalam reksadana syariah terjadi penurunan Nilai Aktiva Bersih pada awal kemunculan pandemic covid-19, seperti yang dapat dilihat pada grafik berikut.
Grafik 4.1
Data perkembangan NAB Reksadana syariah & konvensional
Sumber: www.ojk.go.id data diolah
Perbedaan tujuan investasi ini yang mendasari perilaku investor pada pasar modal syariah dan konvensional yang menjadi acuan Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah dan reksadana konvensional, dimana investor syariah cenderung memiliki tujuan jangka panjang sehingga ketika terjadi koreksi yang disebabkan oleh sentiment pasar, pasar modal syariah cenderung stabil karena investor tidak terburu-buru dalam menarik uang mereka.
Investor pada pasar modal konvensional cenderung lebih heterogen, hal inilah yang menyebabkan perubahan perilaku investor secara langsung yang dapat dilihat dari turunnya harga-harga saham pada pasar modal konvensional yang berakibat juga pada terkoreksinya Nilai Aktiva Bersih pada reksadana konvensional.
48 2. Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia
Kasus covid-19 pertama kali terkonfirmasi di Indonesia pada bulan maret 2020 dan terus bertumbuh. Kasus tertinggi terjadi pada bulan juli 2021 dengan jumlah terkonfirmasi sampai dengan 1,2 juta kasus, seperti yang dapat dilihat pada grafik 4.2 berikut.
Grafik 4.2
Data kasus konfirmasi bulanan covid-19 di Indonesia
Sumber: www.covid19.go.id data diolah
Setelah diterapkannya kebijakan PPKM pada akhir juli 2021 terdapat pengurangan kasus yang signifikan pada laju pertumbuhan covid-19 seperti yang dapat dilihat pada grafik diatas, penurunan kasus konfirmasi bulanan covid-19 ini merupakan indicator bahwa suksesnya kebijakan PPKM dalam menanggulangi lonjakan kasus.
49 3. Perkembangan tingkat inflasi di Indonesia
Tingkat inflasi di Indonesia selema 3 tahun terakhir mengalami penurunan, pada akhir 2018 tingkat inflasi berada pada angka 3%, pada 2019 tingkat inflasi berada pada angka 3 - 3,5% dan pada awal kemunculan kasus covid-19 di Indonesia tingkat inflasi justru menurun pada angka 1,5-2% seperti yang dapat dilihat pada grafik berikut.
Grafik 4.3
Data tingkat Inflasi di Indonesia
Sumber: www.bps.go.id data diolah
50 4. Perkembangan kurs rupiah terhadap USD
Posisi rupiah terhadap dollar amerika berada stabil di tingkat 13.500-15.000 rupiah selama akhir 2018 sampai dengan awal 2020. Awal lonjakan nilai USD dan penurunan rupiah terjadi karena adanya kasus terkorfirmasi kasus pertama covid-19 di Indonesia pada bulan maret 2020, hal ini menyebabkan penurunan nilai rupiah ke angka 16.000 rupiah seperti yang dapat dilihat di grafik berikut.
Grafik 4.4
Nilai tukar rupiah terhadap us dollar
Sumber: www.bi.go.id data diolah
51 5. Perkembangan nilai produk domestik bruto di Indonesia
Nilai PDB Indonesia diukur dengan presentase tingkat pertumbuhan ekonomi. Dalam 3 tahun terakhir, Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang naik turun, tetapi terdapat trend dimana pertumbuhan ekonomi mengalami penguatan di pertengahan tahun selama 3 tahun terakhir. Seperti yang dapat dilihat pada grafik berikut.
Grafik 4.5
Data pertumbuhan ekonomi Indonesia
Sumber: www.bps.go.id data diolah B. Analisis data
1. Pemilihan Model Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah suatu analisis asosiasi yang digunakan secara bersamaan untuk meneliti pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel tergantung dengan skala interval (Umi narimawati, 2008).
Pengujian tambahan yang dilakukan untuk melakukan uji regresi linear berganda adalah uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas dan juga uji autokorelasi. Pengujian ini dilakukan agar tidak ada penyimpangan sehingga dapat memberikan informasi yang sesuai dengan data yang tersedia.
52 Gambar 4.1
Hasil uji normalitas
Sumber: Output SPSS
Hasil yang didapatkan dari uji normalitas adalah titik menyebar sepanjang garis maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini memenuhi asumsi normalitas.
Tabel 4.1
Hasil uji multikolinearitas
Variabel Nilai VIF (Varian Inflation Factor)
Covid-19 6.885
Inflasi 6.295
Kurs 1.587
PDB 1.120
Sumber: Output SPSS
Indikator yang digunakan adalah Varian Inflation Factor (VIF) untuk menentukan adanya gejala multi korelasi atau tidak. Hasil yang didapat dari pengujian ini adalah nilai VIF pada semua variabel berada pada angka >10, maka dapat disimpulkan bahwa pada data penelitian ini tidak terdapat gejala multi korelasi.
53 Gambar 4.2
Hasil uji heterokedastisitas
Sumber: Output SPSS
Dari hasil yang didapatkan pada pola scatterplot diatas, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastistas pada data penelitian ini.
Gambar 4.2 Hasil uji autokorelasi
Model Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .23352 .522
Sumber: Output SPSS
Indikator yang digunakan untuk melihat adanya gejala autokorelasi adalah nilai Durbin-Watson. Jika angka DW dibawah -2 maka terdapat autokolerasi positif, jika angka DW diantara -2 sampai +2 maka tidak terjadi autokolerasi, dan jika angka DW di atas +2 maka terjadi autokolerasi negatif. Berdasarkan hasil DW yang didapat, yaitu 0,522 maka dapat disimpulkan data pada penelitian ini tidak terdapat gejala autokorelasi.
2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 4.3
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Model Unstandarized B t Sig. Collinearity Tolerance
Statistic VIF (Constant) 38.819 2.509 .017
Covid-19 .427 2.121 .042 .145 6.885
Inflasi .007 .053 .958 .159 6.295
Kurs -3.051 -1.816 .079 .630 1.587
PDB -.029 -2.144 .040 .893 1.120
54 Sumber: Output SPSS
Dari Tabel 4.3 hasil uji regresi diatas didapatkan nilai hasil regresi dari variabel Covid-19, Inflasi, Kurs, dan PDB terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah adalah Y = 39.819 C + 0.427 COV + 0.007 INF + -3.051 KURS + -0.029 PDB. Nilai Koefisien 39.819 dapat diartikan apabila tidak ada variabel Covid-19, Inflasi, Kurs, dan PDB maka nilai NAB adalah sebesar 39.819. pada nilai koefisien Covid-19 mendapatkan hasil yang positif melambangkan hubungan searah yaitu apabila Covid-19 mengalami peningkatan sebesar 1 maka NAB reksadana syariah mengalami peningkatan sebesar 0.427. Pada nilai koefisien inflasi mendapatkan hasil yang positif melambangkan hubungan searah yaitu apabila inflasi mengalami peningkatan 1 maka NAB reksadana syariah mengalami peningkatan sebesar 0,7. Pada nilai koefisien kurs mendapatkan hasil yang negatif melambangkan hubungan lawan arah yaitu apabila kurs mengalami peningkatan sebesar 1 maka NAB reksadana syariah mengalami penurunan sebesar 3.051. Pada nilai koefisien PDB mendapatkan hasil yang negatif melambangkan hubungan lawan arah yaitu apabila PDB mengalami peningkatan sebesar 1 maka NAB reksadana syariah mengalami penurunan sebesar 0.29.
Pada nilai signifikansi secara parsial variabel covid-19 memiliki nilai signifikansi sebesar 0.042 dimana dapat diartikan bahwa variabel covid-19 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NAB reksadana syariah secara parsial. Variabel inflasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0.958 dimana dapat diartikan bahwa variabel inflasi memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap NAB reksadana syariah. Variabel kurs memiliki nilai signifikansi sebesar 0.079 dimana dapat diartikan bahwa variabel kurs memiliki pengaruh namun tidak signifikan pada NAB reksadana Syariah.
Variabel PDB memiliki nilai signifikasi sebesar 0.40 dimana dapat diartikan bahwa variabel PDB memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NAB reksadana syariah.
Tabel 4.4 Hasil uji F
Model Sum Of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 1.539 4 .385 7.055 .000b
Sumber: Output SPSS
Pada table 4.4 diatas didapatkan nilai F sebesar 7.055 dengan signifikansi .000 yang dapat diartikan bahwa secara stimultan variabel Covid-19, Inflasi, Kurs, dan PDB memiliki pengaruh yang signifikan pada NAB reksadana syariah.
55 Tabel 4.5
Hasil uji koefisien determinasi
Model R R Square Adjusted R Square
1 .685a .469 .402
Sumber: Output SPSS
Pada table 4.5 diatas didapatkan nilai Adjusted R square sebesar 0.402 yang dapat diartikan seluruh variabel yang ada pada penelitian ini dapat menjelaskan variabel dependennya sebesar 40,2%, dan 59,8% lainnya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Analisis regresi dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara covid-19, inflasi, kurs, dan pdb terhadap nilai aktiva bersih produk reksadana syariah. Berikut ini adalah table yang menunjukkan hasil penelitian variabel independen terhadap variabel dependen.
Tabel 4.6
Hubungan Antara Variabel Independen Dengan Variabel Dependen
Variabel Hubungan Signifikansi
COVID-19 Berpengaruh Positif Signifikan Inflasi Berpengaruh Positif Tidak Signifikan
Kurs Berpengaruh Negatif Tidak Signifikan
PDB Berpengaruh Negatif Signifikan
Sumber: Output SPSS
Pada variabel covid-19 didapatkan arah hubungan negatif, sedangkan pada hasil uji NAB reksadana syariah didapatkan arah hubungan positif. Pada variabel Inflasi didapatkan arah hubungan negatif, sedangakan pada hasil uji NAB reksadana syariah didapatkan arah hubungan positif. Pada variabel PDB didapatkan arah hubungan positif, sedangkan pada hasil uji NAB reksadana syariah didapatkan arah hubungan negatif.
1. Variabel Covid-19 terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara variabel Covid-19 terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah. Tetapi berbeda dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Kusnandar & Bintari, 2020) yang memiliki hasil penelitian sentimen pasar berpengaruh negatif terhadap NAB reksadana syariah, pada penelitian ini didapatkan hasil sebaliknya dimana sentiment pasar memiliki pengaruh positif terhadap NAB reksadana syariah, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Fiona Sita Salsabila, 2021) dimana pengaruh variabel covid-19 memiliki arah
56 hubungan yang positif dikarenakan investor memiliki kekhawatiran pada nilai saham mereka yang anjlok, sehingga memindahkan asset mereka ke dalam reksadana syariah sehingga asset mereka dapat dipantau oleh manajer investasi. Performa pasa modal syariah juga terdampak oleh adanya pandemic Covid-19, yang disebabkaln oleh investor yang lebih melihat aspek fundamental saham tersebut dibandingkan dengan perubahan harga yang didapat dari kenaikan harga saham tersebut (Faizul Mubarok & M. Nur Rianto Al Arif, 2021)
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Bambang Arianto (2020) didapatkan hasil bahwa pandemi covid-19 memiliki dampak terhadap rendahnya sentiment investor terhadap pasar yang pada akhirnya membawa pasar ke arah yang cenderung negatif. Hasil ini bertolak belakang dengan hasil penelitian ini yang mendapatkan hasil bahwa covid-19 memiliki hasil positif terhadap kenaikan Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah.
2. Variabel Inflasi terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel inflasi terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah, hasil penelitian ini bertolak belakang dari hasil yang dikemukakan oleh (Nandari, 2017) bahwa indicator inflasi yang ringan dapat menstimulus investor untuk menginvestasikan uangnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Ainur Rachman, 2015) dimana tingkat inflasi tidak berpengaruh pada reksadana syariah, karena perilaku investor reksadana syariah yang bertujuan investasi untuk berjaga-jaga bukan untuk mendapatkan keuntungan.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Ilyas & Atina Shofawati (2020) didapatkan hasil bahwa inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana terproteksi syariah di Indonesia. Hasil ini sejalan dengan penelitian ini dimana inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana di Indonesia.
3. Variabel Kurs terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah
Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kurs dan Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah, hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian (Rachman, 2015) bahwa dalam kondisi nilai tukar rupiah menurun, hutang perusahaan yang harus dibayarkan mengalami peningkatan, dan investasi akan menurun.
Maka kinerja dari perusahaan yang mengalami penurunan dan membuat turun harga saham, akibatnya NAB reksadana syariah menurun.
57 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fiona Sita Salsabila, 2021) yang menyatakan bahwa Hal tersebut dikarenakan reksadana syariah merupakan reksadana yang bermata uang rupiah dan manajer investasi memiliki informasi yang lengkap mengenai exposure korporasi atau paparan mengenai perusahaan terhadap risiko nilai tukar.
Dalam penelitian yang dilakukan Delima Sari Lubis (2018) didapatkan hasil penelitian bahwa kurs tidak memiliki pengaruh yang signifikan, hasil ini sejalan dengan hasil penelitian ini dimana kurs tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB reksadana syariah.
4. Variabel PDB terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel PDB dengan Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah, hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ade Risdiana Pratiwi, Sri Murdiati, & Yuniarti Herniwarni, 2018) bahwa PDB memiliki arah hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sulia Sukmawati, Kusnadi, &
Ayuni (2020) didapatkan hasil penelitian bahwa PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar modal. Hasil ini bertolak belakang dengan hasil penelitian ini bahwa PDB memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah.
58 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara stimultan terdapat pengaruh antara variabel covid-19, inflasi, kurs, dan PDB terhadap variabel Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah. Variabel covid-19 berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah.
Variabel inflasi tidak terdapat pengaruh terhadap variabel Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah. Variabel kurs tidak terdapat pengaruh terhadap variabel Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah. Variabel PDB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Nilai Aktiva Bersih reksadana syariah.
B. Saran
Berdasarkan hasil dan simpulan dari penelitian ini maka saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya menabung bagi para umat muslimin untuk persiapan keuangan, dan juga untuk mendorong reksadana syariah lebih maju lagi.
2. Perlu adanya dukungan pemerintah untuk membuat kebijakan yang menguntungkan investor pasar modal syariah sehingga investor lebih berminat untuk menginvestasikan uangnya di reksadana syariah.
3. Perlunya kesadaran dan kebersatuan umat islam dalam membangun ekosistem pasar modal syariah sehingga lebih banyak investor dengan secara sukarela menanamkan uangnya di reksadana syariah.
4. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengambil tema yang sama disarankan untuk mengumpulkan data penlitian yang lebih luas dengan indikator tambahan guna menguatkan atau melemahkan penelitian yang telah dilakukan saat ini.
59 Daftar Pustaka
Adrian, M. (2019). Pengaruh Inflasi Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah. Jurnal Ekonomi Islam, 2(1), 1–9.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jei/article/view/26461
Arianto, B. (2021). Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Perekonomian Dunia.
Jurnal Ekonomi Perjuangan, 2(2), 212–224.
https://doi.org/10.36423/jumper.v2i2.665
Ariyanti, O. (2020). The Effect of SBSN , ISSI , Inflation and BI 7 DAY REPO Rate Toward Net Asset Value of Islamic Mutual Funds in 2016-2019.
Journal of Islamic Business and Economic Review, 3(1), 23–30.
Fernandes, N. (2020). Economic effects of coronavirus outbreak ( COVID-19 ) on the world economy Nuno Fernandes Full Professor of Finance IESE
Business School Spain. SSRN Electronic Journal, ISSN 1556-5068, Elsevier BV, 0–29.
Ahmad, Y., Sun, G., & Khidmat, W. B. (2017). Fund-specific Determinants of Performance: An Empirical Study of Islamic and Conventional Mutual Funds of Pakistan. International Journal of Economics and Financial Issues, 7(5), 12.
Ahmed, O. B. (2001). Islamic Equity Funds The Mode Of Resource Mobilization And PLlacement (First, hlm. 66). Islamic Development Bank Islamic
Research And Training Institute.
Akbarini, M. D. (2004). Analisis atas faktor nilai aktiva bersih, umur reksadana, afiliasi dan spesialisasi manajer investasi terhadap kinerja reksadana:
Penelitian empiris periode tahun 1999-2003. Tesis Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,.
Al-Abbasy, A. (2012). Micro & Macroeconomic Determinants Of NAV Of Islamic Equity Unit Trust Funds In Malaysia: Qualitative Approach.
International Journal Economics and Business, 2(1), 19.
Alim, F. A., & Mai, M. U. (2021). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Ekternal terhadap Kinerja Reksa Dana Syariah Saham. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 1(2), 11.
Amaroh, S. (2020). Covid-19 Outbreak And Capital Market Reaction: An Evidence From The Jakarta Islamic Index 70. Share: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 9(2), 227. https://doi.org/10.22373/share.v9i2.7887 Anisyah, N. (2021). Analisis Perbedaan Kinerja Pasar Modal Sebelum Dan
Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Palembang.
60 Ansori, Y. Z., Budiman, I. A., & Nahdi, D. S. (2019). Islam Dan Pendidikan
Multikultural.
Jurnal Cakrawala Pendas, 5(2). https://doi.org/10.31949/jcp.v5i2.1370 Antonio, M. S. (2013). Volatilitas Pasar Modal Syariah Dan Indikator Makro
Ekonomi: Studi Banding Malaysia dan Indonesia. Jurnal Liquidity, 2(1), 12.
Arifin, E. S. (2017). Kinerja Reksadana Saham Syariah Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 17(1), 5.
Ariyanti, O. (2020). The Effect of SBSN, ISSI, Inflation and BI 7 DAY REPO Rate Toward Net Asset Value of Islamic Mutual Funds in 2016-2019.
Journal of Islamic Business and Economic Review, 3(1), 8.
Arjunita, C. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi Di Indonesia.
Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 5(2), 12.
Asriwahyuni, I. G. A. P. (2014). Pengaruh Ukuran dan Umur Pda Kinerja Reksadana Saham Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 21(2). https://doi.org/10.24843/EJA.2017.v21.i02.p22
Atmadja, A. S. (1999). Inflasi Di Indonesia : Sumber-Sumber Penybab Dan Pengendaliannya. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(1), 54–67.
Aviva, I. N. (2017). Pengaruh Jumlah Uang Beredar (JUB), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), dan Jakarta Islamic Index (JII) terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Syariah periode 2011-2015 [S1 thesis].
STIE Indonesia Banking School.
Bashir, M. S., & Nawang, W. R. W. (2011). Islamic and Conventional Unit Trusts in Malaysia: A Performance Comparison. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 7(4), 16.
Gumilang, Y. N. L., & Herlambang, L. (2017). Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih Reksadana Manulife Syariah Sektor Amanah. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 4(2), 117.
https://doi.org/10.20473/vol4iss20172pp117-127
Hayati, M. (2016). Investasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Journal of IslamicEconomics and Business), 1(1), 66–78.
http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/ikonomika
Herlambang, A. (2020). The Performace Comparation in Indonesia: Conventional Mutual Funds vs Sharia Mutual Funds. Journal of Business Management Review, 1(5), 295–312. https://doi.org/10.47153/jbmr15.642020
Ilyas, M., & Shofawati, A. (2020). Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Bi Rate Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Terproteksi Syariah Periode 2014-2018 Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 6(9), 1830.
https://doi.org/10.20473/vol6iss20199pp1830-1839
61 Junaedi, D., & Salistia, F. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pasar
Modal Di Indonesia: Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 2(2), 109–138. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v2i2.112
Lubis, D. S. (2018). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat. Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Keislaman, 6(1), 29. https://doi.org/10.24952/masharif.v6i1.1124
Makni, R., Benouda, O., & Delhoumi, E. (2016). International evidence on Islamic equity fund characteristics and performance persistence. Review of Financial Economics, 31, 75–82.
https://doi.org/10.1016/j.rfe.2016.06.002149
Martins, F. S., Cunha, J. A. C. da, & Serra, F. A. R. (2018). Secondary Data in Research – Uses and Opportunities. PODIUM Sport, Leisure And Tourism Review, 7(3), 4. https://doi.org/10.5585/podium.v7i3.316
Masruroh, A. (2014). Konsep Dasar Investasi Reksadana. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 1(1). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v1i1.1526
Mediawati, E., & Afiyana, I. F. (2018). Dewan Pengawas Syariah dan
Pengungkapan Sukarela Pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan 6(2), 10.
Midesia, S. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Pada Pasar Ssaham Syariah Di Indonesia. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), 4(1), 68–79.
Miha, C., & Nisful, L. (2017). pengaruh variabel makroekonomi terhadap nilai aktiva bersih (NAB) reksadana syariah di indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 4. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201 Morris, R. D. (1987). Signalling, Agency Theory and Accounting Policy Choice.
Accounting and business research. http://dx.doi.org/10.1080/00014788.19 87.9729347
Mpofu, R. T. (2012). The relationship between trading volume and stock returns in the JSE securities exchange in South Africa. Corporate Ownership and Control, 9(4–2), 199–207. https://doi.org/10.22495/cocv9i4c2art1
Mubarok, F & M. N. R. Al Arif (2021). Pandemic Attack and Islamic Stock Index: A Cross Country Analysis. Jurnal Ekonomi Malaysia 55(1) 2021 27 - 37 http://dx.doi.org/10.17576/JEM-2021-5501-2
Nguyen, H. T., & Nguyet, D. T. (2019). The impact of country-level and fund-level factors on mutual fund performance in Vietnam. Journal of Economics and Development, 21(2), 42–56. https://doi.org/10.1108/JED-06-2019-0007 Nirlukito, C. (2016). Analisis Faktor Internal Perubahan Kurs Rupiah Terhadap
Dollar Amerika Dengan Menggunakan Multiple Regression Analysis Instrument WITH Error Correction Model (ECM). Journal of Applied Business and Economics, 3(2), 13.150
62 Nurdianti, H. (2010). Analisis Pengaruh IHSG, SBI, Kurs, PDB, dan Inflasi
terhadap Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap.
Purba, B. (2020). Analisis Tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode Tahun 2009 – 2018. Jurnal Humaniora, 4(2), 74–87.
Radjak, L. I., & Kartika, I. Y. (2019). Pengaruh Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Journal Syariah and Accounting Public, 2(1), 60–70.
Shiyammurti, N. R., Saputri, D. A., & Syafira, E. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Di Pt . Bursa Efek Indonesia (Bei). Journal of Accounting Taxing and Auditing (JATA), 1(1), 1–5.
Sukirno, S. (2011). Makro Ekonomi Teori Pengantar (3 ed.). Rajawali Pers.
Sulaiman, A. Y., & Darwis, H. (2019). Perubahan Tingkat Likuiditas Saham Dan Abnormal Return Yang Dipengaruhi Oleh Peristiwa Pemecahan Saham.
Jurnal Akuntansi, 8(2), 135–145. https://doi.org/10.37932/ja.v8i2.73 Sumantyo, R., & Savitri, D. A. (2019). Macroeconomic variables towards net
asset value of sharia mutual funds in Indonesia and Malaysia. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 23(2). https://doi.org/10.26905/jkdp.v23i2.2195 Sunaryo. (2020). Pengaruh Volume Offer Saham Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Saham-Saham Jakarta Islamuc Index Di Bursa Efek Indonesia Periode Januari – April 2020). Kajian Penelitian Pada Kondisi Pandemi Virus Covid-19. KINERJA Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(2).
Supardi. (1993). Populasi dan Sampel Penelitian. UNISIA No.17 Tahun XIII Triwulan VI, 100–108.
Supriyadi. (2016). Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 2(2), 83–93.
https://doi.org/10.14710/lenpust.v2i2.13476
Suseno, & Aisyah, S. (2009). Inflasi. Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Sutawijaya, A. (2012). Pengaruh Faktor-Faktor Ekonomi Terhadap Inflasi Di Indonesia. Jurnal Organisasi dan Manajemen, 8(2), 17.
Sulia Sukmawati, U., Kusnadi, I., & Ayuni, S. (2020). Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Syariah Pada Jakarta Islamic Index Yang Lesting Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 6(2), 54–69.
https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v6i2.338
Tammu, R. G. (2020). Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Bank Indonesia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Periode 2014 – 2018.
63 Jurnal Of Economic, Management, And Accounting, 3(4), 62–66.
Yusuf, M., Ichsan, R. N., & Saparuddin. (2021). Determinasi Investasi dan Pasar Modal Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Kajian Dan Kebijakan Publik, 6(1), 397–401.
Taherdoost, H. (2016). Sampling Methods in Research Methodology; How to
Taherdoost, H. (2016). Sampling Methods in Research Methodology; How to