Halaman ini sengaja dikosongkan
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
XVIII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Halaman ini sengaja dikosongkan
Halaman ini sengaja dikosongkan
167
168
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta 1 Januari 2010/31 Desember 2009 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010 1 Jan 2010/
31 Des 2009
Rp Rp Rp Rp
ASET
Kas 3.c, 3.d, 3.g, 5 4.477 1.554 629 513
Giro pada Bank Indonesia 3.c, 3.d, 3.h, 6 90.667 16.947 1.813 347
Giro pada Bank Lain
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Nihil, Rp 27, Rp 6, dan Rp 3 pada 31 Desember 2012, 2011, 2010, dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009) 3.c, 3.d, 3.h, 7 5.602 1.538 577 279
Penempatan pada Bank Indonesia 3.c, 3.d, 3.i, 8 571.200 106.818 88.346 2.499
Efek-efek 3.c, 3.d, 3.j, 9 116.874 39.553 24.432 83.760
Kredit yang Diberikan Pihak Ketiga
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 1.915, Rp 1.455, Rp 151, dan Rp 6 pada 31 Desember 2012, 2011, 2010
dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009) 3.c,3.d,3.k,10 411.606 161.314 14.986 1.223
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 621, Rp 2.226, Rp 2.605, dan Rp 2.531 pada
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009) 3.l, 3.o, 11 2.034 1.135 613 680
Aset Pajak Tangguhan 3.u, 17.c -- 346 204 140
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 3.n, 12 9.357 3.132 54 84
Aset Lain-lain
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil alih masing-masing sebesar Nihil, Nihil, Rp 387, dan Rp 387 pada 31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/
31 Desember 2009) 3.c, 3.d, 3.m, 13 5.704 1.495 1.185 1.079
JUMLAH ASET 1.217.521 333.832 132.839 90.604
169
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta 1 Januari 2010/31 Desember 2009 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010 1 Jan 2010/
31 Des 2009
Rp Rp Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS
Liabilitas Segera 3.c, 3.d, 3.p, 14 25 -- 3 20
Simpanan Nasabah 3.c, 3.d, 3.q, 15
Pihak-pihak Berelasi 3.w, 29 238.880 44.896 2.960 836
Pihak Ketiga 712.624 155.241 11.444 2.720
Simpanan dari Bank Lain 3.c, 3.d, 3.q, 16 3.000 -- --
--Utang Pajak 3.u, 17.a 704 829 66 742
Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi 3.e, 30 -- -- 8 9
Liabilitas Pajak Tangguhan 3.u, 17.c 424 -- --
--Liabilitas Lain-lain 3.c,3.d,3.v,18,28 5.778 2.911 318 71
Jumlah Liabilitas 961.435 203.877 14.799 4.398
EKUITAS Modal Saham
Nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham per 31 Desember 2012;
Rp 1.000 (dalam Rupiah penuh) per saham per 31 Desember 2011 dan 2010;
Rp 1.000.000 (dalam Rupiah penuh) per saham per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
Modal Dasar - 7.950.000.000 saham (dalam satuan penuh) per 31 Desember 2012;
520.000.000 saham (dalam satuan penuh) per 31 Desember 2011 dan 2010;
100.000 saham (dalam satuan penuh) per 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -
1.990.000.000 saham (dalam satuan penuh) per 31 Desember 2012;
140.000.000 saham (dalam satuan penuh) per 31 Desember 2011;
130.000.000 saham (dalam satuan penuh) per 31 Desember 2010;
100.000 saham (dalam satuan penuh)
per 1 Januari 2010/31 Desember 2009 19 199.000 140.000 130.000 100.000
Agio Saham 20 63.425
Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Efek-efek dalam Kelompok
Tersedia untuk Dijual 910 -- --
--Saldo Rugi (7.249) (10.045) (11.960) (13.794)
Jumlah Ekuitas 256.086 129.955 118.040 86.206
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.217.521 333.832 132.839 90.604
170
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010
Rp Rp Rp
PENDAPATAN (BEBAN) BUNGA
Pendapatan Bunga 3.r, 3.s, 21 41.340 17.725 6.810
Beban Bunga 3.r, 3.w, 22, 29 (17.795) (4.914) (647)
Pendapatan Bunga - Bersih 23.545 12.811 6.163
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA Provisi dan Komisi Selain
dari Pemberian Kredit 3.s, 3.t 957 219 41
Keuntungan Penjualan dari
Instrumen Keuangan 4.501 2.244
--Lain-lain 3.t 1.887 272 17
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 7.345 2.735 58
PEMBENTUKAN CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
ATAS ASET KEUANGAN 23.a (433) (1.235) (148)
PEMULIHAN CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
ATAS ASET NON KEUANGAN 23.b -- 395 1
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Umum dan Administrasi 3.x, 24 (11.960) (4.302) (1.624)
Tenaga Kerja 3.w, 25 (16.305) (9.234) (2.294)
Jumlah Beban Operasional Lainnya (28.265) (13.536) (3.918)
LABA OPERASIONAL 2.192 1.170 2.156
PENDAPATAN (BEBAN)
NON OPERASIONAL - BERSIH 26 1.778 1.441 (1)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.970 2.611 2.155
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 3.u, 17.b, 17.c (1.174) (696) (321)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.796 1.915 1.834
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan atas Aset Keuangan
Tersedia untuk Dijual 9 910 --
--JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
SETELAH PAJAK TAHUN BERJALAN 3.706 1.915 1.834
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh) 3.x, 27 1,64 1,46 1,71
171
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan Modal Agio Keuntungan Saldo Jumlah
Ditempatkan Saham yang Rugi Ekuitas
dan Disetor Belum
Penuh Direalisasi
atas Efek-efek dalam Kelompok
Tersedia untuk Dijual
Rp Rp Rp Rp Rp
SALDO PER 1 JANUARI 2010 100.000 -- -- (13.794) 86.206
Modal Disetor 19 30.000 -- -- -- 30.000
Jumlah Laba Komprehensif Setelah
Pajak Tahun Berjalan -- -- -- 1.834 1.834
SALDO PER 31 DESEMBER 2010 130.000 -- -- (11.960) 118.040
Modal Disetor 19 10.000 -- -- -- 10.000
Jumlah Laba Komprehensif Setelah
Pajak Tahun Berjalan -- -- -- 1.915 1.915
SALDO PER 31 DESEMBER 2011 140.000 -- -- (10.045) 129.955
Modal Disetor 59.000 -- -- -- 59.000
Agio Saham 20 -- 63.425 -- -- 63.425
Jumlah Laba Komprehensif Setelah
Pajak Tahun Berjalan -- -- 910 2.796 3.706
SALDO PER 31 DESEMBER 2012 199.000 63.425 910 (7.249) 256.086
172
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010
Rp Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Bunga, Provisi dan Komisi 21 41.785 16.923 6.810
Pembayaran Bunga 22 (17.795) (4.377) (647)
Provisi dan Komisi selain Kredit 957 219 41
Pembayaran Kepada Karyawan (16.808) (8.339) (2.185)
Penerimaan Lainnya 4.121 2.764 47
Pengeluaran Lainnya (14.716) (5.198) (1.700)
Penerimaan Pajak Penghasilan 346 625
--Pembayaran Pajak Penghasilan (404) (838) (385)
Arus Kas Sebelum Perubahan dalam Aset dan
Liabilitas Operasi (2.514) 1.779 1.981
Perubahan Aset dan Liabilitas yang Digunakan untuk Operasi:
Efek-efek (77.321) (39.553)
--Kredit yang Diberikan (250.752) (147.541) (13.762)
Aset Lain-lain (4.316) (2.026) (106)
Liabilitas Segera -- (3) (16)
Simpanan Nasabah 749.345 185.732 10.849
Simpanan dari Bank Lain 3.000 --
--Utang Pajak 125 763 (676)
Liabilitas Lain-lain -- 3 138
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 417.567 (846) (1.592)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil Penjualan Aset Tetap 11 2.252 362
--Hasil Penjualan Efek-efek 4.501 2.244
--Perolehan Aset Tetap 11 (1.656) (700) (7)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi 5.097 1.906 (7)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Tambahan Modal Disetor 19 122.425 10.000 30.000
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan 122.425 10.000 30.000
KENAIKAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS 545.089 11.060 28.401
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 126.857 115.797 87.396
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 671.946 126.857 115.797
173
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
PT BANK NATIONALNOBU Tbk LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan)
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010
Rp Rp Rp
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 5 4.477 1.554 629
Giro pada Bank Indonesia 6 90.667 16.947 1.813
Giro pada Bank Lain 7 5.602 1.538 577
Penempatan pada Bank Indonesia -jangka waktu jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 8 571.200 106.818 88.346
Sertifikat Bank Indonesia -jangka waktu jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 9 -- -- 24.432
Jumlah 671.946 126.857 115.797
174
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
1. Umum
1.a. Pendirian Bank
PT Bank Nationalnobu Tbk (“Bank”) didirikan pertama kali dengan nama PT Alfindo Sejahtera Bank (PT Alfindo Bank) berdasarkan Akta No. 86 tertanggal 13 Februari 1990 yang kemudian diubah namanya menjadi PT Alfindo Sejahtera Bank berdasarkan Akta No. 129 tertanggal 10 April 1990 yang keduanya dibuat dihadapan Drs. Entjoen Mansoer Wiriatmadja, SH, notaris di Jakarta. Anggaran Dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-2610.HT.01.01.TH.90 tanggal 7 Mei 1990 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 Tambahan No. 3865 tanggal 5 Oktober 1990.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) PT Alfindo Sejahtera Bank No. 137 tanggal 14 Juli 1990, yang dibuat di hadapan Drs. Entjoen Mansoer Wiriaatmadja, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk mengubah nama PT Alfindo Sejahtera Bank menjadi PT Alfindo Bank. Perubahan nama tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan keputusannya No. C2-4209.HT.01.04.TH.90 tanggal 25 Juli 1990, dan didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat di bawah No. 1058/1990 tanggal 31 Juli 1990, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1990, Tambahan No. 3866 Tahun 1990.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) PT Bank Alfindo No. 1 tanggal 16 April 2008 yang dibuat dihadapan Sri Rachma Candrawati Hardiyanto Hoesodo, SH, Notaris di Jakarta, menyetujui adanya perubahan nama PT Bank Alfindo menjadi PT Bank First Union.
Perubahan nama tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusannya No. AHU-21052.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 25 April 2008, dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-0030848.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 25 April 2008, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 12 Agustus 2008. Tambahan No. 14715 Tahun 2008.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank First Union No. 66 tanggal 18 September 2008 yang dibuat dihadapan Robert Purba, SH, Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui perubahan nama PT Bank First Union menjadi PT Bank Nationalnobu. Perubahan nama tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusannya No. AHU-71472.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 09 Oktober 2008 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-0092779.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 09 Oktober 2008, serta telah didaftarkan dalam Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas Nomor TDP 09.02.1.65.23061, agenda pendaftaran No. 6135/RUB.09-02/XI/2008 tanggal 14 November 2008.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dinyatakan dengan Akta Notaris No. 34 tanggal 19 Desember 2012 dari Notaris Unita Christina Winata, SH, notaris di Jakarta.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut mengenai perubahan Direksi dan Komisaris. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-07148 tanggal 28 Februari 2013.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 949/KMK.013/1990 tanggal 16 Agustus 1990, Bank memulai kegiatan operasionalnya sebagai bank umum.
Bank merupakan entitas anak dari PT Kharisma Buana Nusantara, dimana pemegang saham mayoritas adalah Bapak Mochtar Riady.
175
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
Kantor Pusat Bank berlokasi di The Plaza Semanggi Kawasan Bisnis Granadha Lt. UG, Jalan Jendral Sudirman Kav 50 - Jakarta Selatan 12930. Bank mempunyai kantor pusat non operasional, kantor cabang, kantor kas dan Anjungan Tunai Mandiri (“ATM”) di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1 Jan 2010/
31 Des 2012 31 Des 2011 31 Des 2010 31 Des 2009
Kantor Pusat Non Operasional 1 1 1 1
Kantor Cabang 13 7 4 4
Kantor Kas 23 6 --
--ATM 20 2 --
1.b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 35 tanggal 30 April 2012 dari Notaris Unita Christina Winata, SH, susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Prof. Dr. Adrianus Mooy
Komisaris Independen : Ny. Hadiah Herawatie, SH, LLM
Komisaris : Markus Permadi
Direksi
Direktur Utama : Suhaimin Djohan *
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional : Telijani Tjandra Tan
Direktur Bisnis : Efen Lingga Utama
Direktur Kepatuhan, Manajemen Risiko dan Personalia : Januar Angkawidjaja
Direktur Keuangan dan Tresuri : Hendra Kurniawan
*) Pada tanggal 31 Desember 2012, Bank Indonesia belum memberikan persetujuan (Catatan 36.a).
Markus Permadi dan Hendra Kurniawan efektif masing-masing sebagai Komisaris dan Direktur setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia No. 14/24/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 8 Maret 2012 dan No. 13/127/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Desember 2011.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 60 tanggal 28 April 2011 dari Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Prof. Dr. Adrianus Mooy
Komisaris Independen : Drs. Sodikin Arsyad
Komisaris Independen : Ny. Hadiah Herawatie, SH, LLM
Direksi
Direktur Utama : Telijani Tjandra Tan
Direktur Bisnis : Efen Lingga Utama
Direktur Kepatuhan, Manajemen Risiko dan Personalia : Januar Angkawidjaja
Prof. Dr. Adrianus Mooy dan Ny. Hadiah Herawatie efektif masing-masing sebagai Komisaris Utama Independen dan Komisaris Independen setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia No. 13/24/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 11 Maret 2011 dan No. 13/86/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 5 Agustus 2011. Sedangkan Januar Angkawidjaja efektif sebagai Direktur setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia No.13/33/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 8 April 2011.
176
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 30 tanggal 13 Oktober 2010 dari Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Prof. Dr. Adrianus Mooy *
Komisaris Independen : Drs. Sodikin Arsyad
Direksi
Direktur Utama : Telijani Tjandra Tan
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko : Winda Trihanny
Direktur Bisnis : Efen Lingga Utama
Direktur : Januar Angkawidjaja *
Direktur : Drs. Winardi Darmansa *
*) Pada tanggal 31 Desember 2010, Bank Indonesia belum memberikan persetujuan.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 18 Maret 2008 yang dinyatakan dengan Akta Notaris No. 13 tanggal 18 Maret 2008 dari Notaris Sri Rachma Chandrawati Hardiyanto Hoesodo, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan dan menyetujui perubahan Dewan Komisaris Bank, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 1 Januari 2010/
31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rainer MAG. Silhavy *
Komisaris : Febrina Listyani Widiyanto
Komisaris Drs. Sodikin Arsyad
Komisaris Farid Harianto *
Direksi
Direktur Utama : Telijani Tjandra Tan
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko : Winda Trihanny
Direktur Bisnis : Efen Lingga Utama
*) Pada tanggal 31 Desember 2009, Bank Indonesia belum memberikan persetujuan.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 31 Desember 2011, 31 Desember 2010 dan 2009, Bank memiliki karyawan masing-masing sebanyak 236, 116, 27, dan 15 karyawan (tidak diaudit).
1.c. Komite-komite Bank, Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan
Sesuai Peraturan Bank Indonesia (“PBI”) No. 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 yang telah diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, Peraturan Bapepam-LK No. IX.1.5, Bank telah membentuk beberapa Komite.
Susunan Komite Bank per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua : Prof. Dr. Adrianus Mooy
Anggota : Sukarwan
Anggota : I Nyoman Tjager
Anggota : Markus Permadi
177
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
Komite Pemantau Risiko
Ketua : Prof. Dr. Adrianus Mooy
Anggota : I Nyoman Tjager
Anggota : Ny. E.Y. Ruru
Anggota : Markus Permadi
Komite Remunerasi dan Nominasi
Ketua : Ny. Hadiah Herawatie, SH, LLM
Anggota : Prof. Dr. Adrianus Mooy
Anggota : Markus Permadi
Anggota : Chandra Kusdianto
Pada tanggal 31 Desember 2012, dan 2011, Kepala Satuan Kerja Audit Internal (“SKAI”) Bank adalah Bapak Deden Subagja. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009, Kepala SKAI dirangkap oleh Ibu Telijani Tjandra.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Sekretaris Perusahaan adalah Ibu Abigail Ami (Catatan 36.f).
2. Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang Direvisi (PSAK Revisi dan ISAK)
2.a. Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Berikut adalah standar baru, perubahan atas standar dan interpretasi standar yang wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2012:
PSAK
• PSAK No. 10 (Revisi 2010): “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”
• PSAK No. 13 (Revisi 2011): “Properti Investasi”
• PSAK No. 16 (Revisi 2011): “Aset Tetap”
• PSAK No. 18 (Revisi 2010): “Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya”
• PSAK No. 24 (Revisi 2010): “Imbalan kerja”
• PSAK No. 26 (Revisi 2011): “Biaya Pinjaman”
• PSAK No. 28 (Revisi 2012): “Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian”
• PSAK No. 30 (Revisi 2011): “Sewa”
• PSAK No. 33 (Revisi 2011): “Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum”
• PSAK No. 34 (Revisi 2010): “Kontrak Konstruksi”
• PSAK No. 36 (Revisi 2012): “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa”
• PSAK No. 45 (Revisi 2011): “Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba”
• PSAK No. 46 (Revisi 2010): “Pajak Penghasilan”
• PSAK No. 50 (Revisi 2010): “Instrumen Keuangan: Penyajian”
• PSAK No. 53 (Revisi 2010): “Pembayaran Berbasis Saham”
• PSAK No. 55 (Revisi 2011): “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”
• PSAK No. 56 (Revisi 2011): “Laba per Saham”
• PSAK No. 60: “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
• PSAK No. 61: “Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah”
• PSAK No. 62: “Kontrak Asuransi”
• PSAK No. 63: “Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi”
• PSAK No. 64: “Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral”
ISAK
• ISAK No. 13: “Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri”
• ISAK No. 15: PSAK No. 24 – “Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya”
178
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
• ISAK No. 16: “Perjanjian Konsensi Jasa”
• ISAK No. 18: “Bantuan Pemerintah - Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi”
• ISAK No. 19: “Penerapan Pendekatan Penyajian dalam PSAK No. 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi”
• ISAK No. 20: “Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya”
• ISAK No. 22: “Perjanjian Konsesi Jasa, Pengungkapan”
• ISAK No. 23: “Sewa Operasi – Insentif”
• ISAK No. 24: “Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa”
• ISAK No. 25: “Hak atas Tanah”
• ISAK No. 26: “Penilaian Uang Derivatif Melekat”
Berikut adalah bagian signifikan yang dipengaruhi oleh perubahan untuk menerapkan standar akuntansi baru di atas yaitu:
PSAK No. 24 (Revisi 2010): “Imbalan kerja”
Beberapa revisi penting pada standar ini yang relevan bagi Bank adalah sebagai berikut:
1. Pengakuan keuntungan/(kerugian) aktuarial
Standar yang direvisi ini memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui keuntungan (kerugian) aktuarial, yaitu dengan mengakui seluruh keuntungan (kerugian) aktuarial melalui pendapatan komperhensif lainnya.
2. Pengungkapan
Standar yang direvisi ini mengemukakan beberapa persyaratan pengungkapan, antara lain:
- Jumlah atas nilai kini kewajiban imbalan pasti untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya; dan
- Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program dan aset program untuk periode tahun berjalan dan 4 (empat) periode tahunan sebelumnya.
Bank telah memilih untuk tetap menggunakan pendekatan koridor dalam pengakuan keuntungan/
(kerugian) aktuarial
Pada tanggal 20 Desember 2012, Bank mengubah program imbalan pasca kerja dari manfaat pasti menjadi iuran pasti melalui PT AIA Financial.
Oleh karena itu PSAK 24 (Revisi 2010) tidak berdampak material terhadap Bank.
PSAK 60 (Revisi 2010): “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
PSAK 60 (Revisi 2010) mensyaratkan pengungkapan yang lebih ekstensif atas risiko keuangan apabila dibandingkan dengan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”. Pengungkapan tersebut antara lain:
a. Instrumen keuangan yang signifikan atas posisi keuangan dan performa entitas. Pengungkapan ini sejalan dengan pengungkapan sesuai dengan PSAK 50 (Revisi 2010).
b. Informasi kualitatif dan kuantitatif atas eksposur risiko yang timbul dari instrumen keuangan, termasuk pengungkapan minimum atas risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Pengungkapan kualitatif menjelaskan tujuan manajemen, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko tersebut.
Pengungkapan kuantitatif menjelaskan informasi tentang batas risiko yang dihadapi entitas, berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal kepada personel manajemen kunci.
PSAK 60 (Revisi 2010) berlaku secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2012 (Catatan 32 untuk pengungkapan terkait PSAK ini).
179
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
2.b. Pernyataan yang Telah Dikeluarkan Tetapi Belum Berlaku Efektif
Standar yang efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013 adalah ISAK No. 21:
“Perjanjian Kontrak Real Estat” dan PSAK No. 38 (Revisi 2012): “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Bank sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar dan interpretasi standar yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangan.
2.c. Pencabutan Standar Akuntansi
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012:
• PSAK No. 11: Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing (pencabutan melalui PSAK No. 10 Revisi 2010)
• PSAK No. 27: Akuntansi Koperasi
• PSAK No. 29: Akuntansi Minyak dan Gas Bumi
• PSAK No. 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi
• PSAK No. 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate
• PSAK No. 52: Mata Uang Pelaporan (pencabutan melalui PSAK No. 10 Revisi 2010)
• ISAK No. 4: Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs (pencabutan melalui PSAK No. 10 Revisi 2010)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013:
• PSAK No. 51: Akuntansi Kuasi-Reorganisasi
Bank sedang mengevaluasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh pencabutan standar tersebut.
2.d. Dampak Penerapan Awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006)
Bank menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) sejak tanggal 1 Januari 2010 secara prospektif sesuai dengan ketentuan transisi atas standar tersebut.
Ketentuan transisi penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dilakukan sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, memberikan tambahan pedoman dibawah ini:
Perhitungan Suku Bunga Efektif
Perhitungan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang diperoleh sebelumnya dan masih bersaldo pada tanggal 1 Januari 2010 ditentukan berdasarkan arus kas masa depan yang akan diperoleh sejak penerapan awal PSAK No. 55 (Revisi 2006) sampai dengan jatuh tempo instrumen keuangan tersebut.
Penghentian Pengakuan
Instrumen keuangan yang sudah dihentikan pengakuannya sebelum tanggal 1 Januari 2010 tidak dievaluasi kembali berdasarkan ketentuan penghentian pengakuan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2006).
Klasifikasi Instrumen Keuangan sebagai Kewajiban atau Ekuitas
Sejak tanggal 1 Januari 2010, Bank mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas sesuai dengan paragraf 11 PSAK No. 50 (Revisi 2006).
Penurunan Nilai Instrumen Keuangan
Pada tanggal 1 Januari 2010, Bank menentukan penurunan nilai instrumen keuangan berdasarkan kondisi pada saat itu. Selisih antara penurunan nilai ini dengan penurunan nilai yang ditentukan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku sebelumnya diakui langsung ke saldo laba pada pada tanggal 1 Januari 2010.
180
PT BANK NATIONALNOBU TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, serta Per 1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Draft reissued/April 23, 2013 paraf:
Sebagai akibat penerapan awal PSAK 55 (Revisi 2006) secara prospektif, pada tanggal 1 Januari 2010, Bank telah melakukan perhitungan kembali Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (“CKPN”) Aset Keuangan sesuai dengan ketentuan CKPN transisi. Tidak ada perbedaan antara saldo cadangan tersebut per 31 Desember 2009 dengan saldo cadangan yang dihitung berdasarkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) per 1 Januari 2010 untuk semua aset keuangan.
Penurunan Nilai Secara Kolektif
Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (“SE-BI”) No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009, untuk penerapan pertama kali PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Bank menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai atas kredit secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai
Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (“SE-BI”) No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009, untuk penerapan pertama kali PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Bank menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai atas kredit secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai