• Tidak ada hasil yang ditemukan

VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

1. Riwayat Singkat Perseroan

PT Bank Nationalnobu Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan pertama kali dengan nama PT Alfindo Sejahtera Bank (PT Alfindo Bank) berdasarkan Akta No. 86 tertanggal 13 Februari 1990 yang kemudian diubah namanya menjadi PT Alfindo Sejahtera Bank berdasarkan Akta No. 129 tertanggal 10 April 1990 yang keduanya dibuat dihadapan Drs. Entjoen Mansoer Wiriatmadja, S.H., notaris di Jakarta yang telah: memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. C2-2610.HT.01.01.

TH.90 tanggal 7 Mei 1990; didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 890/90 tanggal 26 Juni 1990; didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 891/90 tanggal 26 Juni 1990; dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1990, Tambahan No. 3865 Tahun 1990 (“Akta Pendirian“).

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan antara lain sebagai berikut : a. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan pertama kali dilakukan berdasarkan Akta Berita Acara

RUPSLB Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Alfindo Sejahtera Bank No. 137 tanggal 14 Juli 1990, yang dibuat di hadapan Drs. Entjoen Mansoer Wiriaatmadja, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

i. memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.

C2-4209.HT.01.04.TH.90 tanggal 25 Juli 1990;

ii. didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 1058/1990 tanggal 31 Juli 1990; dan

iii. diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1990, Tambahan No. 3866 Tahun 1990;

(“Akta No. 137/1990”). Berdasarkan Akta No. 137/1990 tersebut, para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tanggal 14 Juli 1990 antara lain telah memutuskan untuk mengubah nama Perseroan menjadi PT Alfindo Bank.

b. Akta Berita Acara Rapat No. 7 tanggal 2 Desember 1998, yang dibuat dihadapan Haji Parlindungan Lumban Tobing, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

i. memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-9973.HT.01.04.TH.99 tanggal 31 Mei 1999;

ii. didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090216523061 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat No. 149/RUB.09.02/I/2002 tanggal 23 Januari 2002; dan

iii. diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 25 Oktober 2005, Tambahan No. 11489 Tahun 2005;

(“Akta No. 7/1998”). Berdasarkan Akta No. 7/1998 tersebut, para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tertanggal 2 Desember 1998, telah memutuskan antara lain:

1. menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan sebanyak 8.000 (delapan ribu) saham atau bernilai nominal Rp8.000.000.000,- (delapan miliar Rupiah), yang diambil sebanyak 6.080 (enam ribu delapan puluh) saham oleh PT Gunawan Sejahtera dan sisanya sebanyak 1.920 (seribu sembilan ratus dua puluh) saham diambil oleh tuan Alfi Gunawan tersebut; serta 2. menyetujui perubahan dan penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan,

sehubungan dengan perubahan maksud dan tujuan Perseroan dan berkenaan dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas;

c. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Alfindo No. 29 tanggal 30 Juni 1999 yang dibuat dihadapan Sri Rachma Chandrawati Hardiyanto Hoesodo, S.H., Notaris di Jakarta (“Akta No. 29/1999”), dimana berdasarkan Akta No. 29/1999 tersebut para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB antara lain telah memutuskan untuk menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan sebanyak 7.000 (tujuh ribu) saham atau bernilai nominal Rp7.000.000.000 (tujuh miliar Rupiah) yang diambil sebanyak 5.320 (lima ribu tiga ratus dua puluh) saham oleh PT Gunawan Sejahtera dan sisanya sebanyak 1.680 (seribu enam ratus delapan puluh) saham diambil oleh tuan Alfi Gunawan.

d. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Alfindo No. 2 tanggal 2 Agustus 1999 yang dibuat dihadapan Sri Rachma Chandrawati Hardiyanto Hoesodo, S.H., Notaris di Jakarta (“Akta No. 2/1999”), dimana berdasarkan Akta No. 2/1999 tersebut para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tertanggal 2 Agustus 1999, antara lain telah memutuskan untuk menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan sebanyak 5.000 (lima ribu) saham atau bernilai nominal Rp5.000.000.000,- (lima miliar Rupiah) yang diambil sebanyak 3.800 (tiga ribu delapan ratus) saham oleh PT Gunawan Sejahtera dan sisanya sebanyak 1.200 (seribu dua ratus) saham diambil oleh tuan Alfi Gunawan.

e. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Alfindo No. 4 tanggal 7 Desember 2007, yang dibuat dihadapan Sri Rachma Chandrawati Hardiyanto Hoesodo, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

i. memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan No. AHU-07468.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 15 Februari 2008; dan ii. diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 28 tanggal 4 April 2008, Tambahan

No. 3993 Tahun 2008;

(“Akta No.4 /2007”), Berdasarkan Akta No. 4 /2007 tersebut diketahui bahwa para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tersebut, telah memutuskan untuk:

1. menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari Rp50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) menjadi Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah);

2. menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) saham dan penambahan serta penyetoran saham sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) saham oleh PT Gunawan Sejahtera;

3. menyetujui penyesuaian anggaran dasar perseroan sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

f. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Alfindo No. 1 tanggal 16 April 2008, yang dibuat dihadapan Sri Rachma Chandrawati Hardiyanto Hoesodo, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

i. memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan No. AHU-21052.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 25 April 2008;

ii. didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-0030848.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 25 April 2008;

iii. diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 12 Agustus 2008. dan Tambahan No. 14715 Tahun 2008;

(“Akta No. 1/2008”). Berdasarkan Akta No. 1/2008, para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tertanggal 18 Maret 2008 yang telah dinyatakan dalam Akta Berita Acara RUPSLB No. 13 tahun 2008 yang dibuat dihadapan notaris yang sama telah menyetujui adanya perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank First Union.

g. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank First Union No. 66 tanggal 18 September 2008 yang dibuat dihadapan Robert Purba, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

h. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Nationalnobu No. 30 tanggal 13 Oktober 2010, yang dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah:

i. memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan No. AHU-52906.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 10 November 2010; dan ii. didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia dengan No. AHU-0081601.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 10 November 2010;

iii. didaftarkan dalam Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. TDP 09.03.1.64.68129 tanggal 25 Januari 2011;

(“Akta No. 30/2010“). Berdasarkan Akta No. 30/2010 para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tersebut telah menyetujui dan memutuskan untuk:

1. mengubah tempat kedudukan Perseroan dari semula berkedudukan di Jakarta Barat menjadi berkedudukan di Jakarta Selatan.

2. mengubah nilai nominal saham Perseroan dari Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah) menjadi Rp1.000,- (seribu Rupiah).

3. meningkatkan modal dasar Perseroan dari Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) menjadi Rp520.000.000.000,- (lima ratus dua puluh miliar Rupiah) dan meningkatkan modal ditempatkan/modal disetor Perseroan dari Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) menjadi Rp130.000.000.000,- (seratus tiga puluh miliar Rupiah). Penambahan setoran modal sebesar Rp30.000.000.000,- (tiga puluh miliar Rupiah) dilakukan secara tunai oleh PT Kharisma Buana Nusantara.

4. Pengubahan Pasal 11 ayat 1, 2, 3, dan Pasal 14 ayat 1, 3 Anggaran Dasar Perseroan.

i. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Nationalnobu No. 2 tanggal 5 Desember 2011 yang dibuat dihadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah:

i.

diberitahukan, diterima dan disimpan dalam database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.10-40348 tanggal 12 Desember 2011;

ii.

didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0101428.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 12 Desember 2011;

iii.

didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. Tanda Daftar Perusahaan : 09.03.1.64.68129 tanggal 20 Maret 2012 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Daerah Tingkat II Kota Administrasi Jakarta Selatan.

(“Akta No. 2/2011”). Berdasarkan Akta No. 2/2011, para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB tersebut dengan suara bulat menyetujui dan memutuskan antara lain meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dengan mengeluarkan sebagian saham Perseroan yang masih ada dalam simpanan yakni untuk sejumlah 10.000.000 (sepuluh juta) saham masing-masing saham bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) yang diambil dan disetorkan ke dalam kas Perseroan oleh KBN, dan karenanya mengubah ketentuan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan.

j. Akta Berita Acara RUPSLB PT Bank Nationalnobu No. 27 tanggal 16 Mei 2012 yang dibuat dihadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah:

i.

diberitahukan, diterima dan disimpan dalam database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.10-22094 tanggal 18 Juni 2012;

ii.

didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0055181.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 18 Juni 2012;

(“Akta No. 27/2012”), Berdasarkan Akta No. 27/2012 para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB telah menyetujui dan memutuskan antara lain:

1. menerima masuk PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Lippo General Insurance Tbk, dan PT Putera Mulia Indonesia tersebut untuk masuk ke dalam Perseroan sebagai pemegang saham baru dengan mengambil bagian atas saham-saham yang akan dikeluarkan oleh Perseroan.

2. meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dengan mengeluarkan sebagian saham-saham Perseroan yang masih ada dalam simpanan yakni untuk sejumlah 59.000.000 (lima puluh sembilan juta) saham masing-masing saham bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah), dimana penyetoran harga saham atas saham-saham yang masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) per saham dan diambil bagian oleh PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Lippo General Insurance Tbk dan PT Putera Mulia Indonesia tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2.075,- (dua ribu tujuh puluh lima Rupiah) per saham dan karenannya mengubah ketentuan Pasal 4 ayat 2.

k. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 03 tanggal 1 Oktober 2012 yang dibuat dihadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah:

i. Mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. AHU-52889.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 10 Oktober 2012;

ii. Didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0089661.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 10 Oktober 2012;

(“Akta No. 3/2012”). Berdasarkan Akta No. 3/2012, para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB yang diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2012 telah memutuskan dan menyetujui antara lain:

1. Memperbaiki redaksi dalam agenda rapat tersebut sehingga untuk selanjutnya menjadi ditulis dan dibaca:

- Bahwa Rapat diadakan dengan acara, yaitu:

Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan ketentuan pada Pasal 3, Pasal 5, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 21, serta menghapus satu pasal yakni Pasal 17 tentang Dewan Audit dan menambah satu pasal tentang pembubaran dan likuidasi sehingga mengubah urutan pasal-pasal dalam anggaran dasar Perseroan.

2. Memperbaiki redaksi pada angka I keputusan Rapat tersebut (tidak termasuk uraian pasal-pasal), sehingga untuk selanjutnya ditulis dan dibaca:

- Mengubah ketentuan Pasal 3, Pasal 5, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 18, Pasal 19 dan Pasal 21, serta menghapus satu pasal yakni Pasal 17 tentang Dewan Audit dan menambah satu pasal tentang Pembubaran dan Likuidasi sehingga mengubah urutan pasal-pasal dalam anggaran dasar.

3. Menyatakan dan menegaskan kembali keputusan Rapat tersebut (dengan memperhatikan perbaikan redaksi dimaksud pada angka I di atas), satu dan lain sebagai berikut:

- Mengubah ketentuan Pasal 3, Pasal 5, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 18, Pasal 19 dan Pasal 21, serta menghapus satu pasal yakni Pasal 17 tentang Dewan Audit dan menambah satu pasal tentang Pembubaran dan Likuidasi sehingga mengubah urutan pasal-pasal dalam anggaran dasar.

l. Akta Berita Acara RUPSLB Perseroan No. 7 tanggal 10 Desember 2012 yang dibuat dihadapan

(“Akta No. 7/2012”), Berdasarkan Akta No. 7/2012 para pemegang saham Perseroan melalui RUPSLB telah menyetujui dan memutuskan antara lain:

1. menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perseroan kepada masyarakat (Penawaran Umum) dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada bursa efek di Indonesia serta merubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka;

2. menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Perseroan dari semula sebesar Rp520.000.000.000,- (limaratus duapuluh miliar rupiah) menjadi sebesar Rp795.000.000.000,- (tujuhratus sembilanpuluh lima miliar rupiah), serta mengubah nilai nominal masing-masing saham Perseroan dari semula sebesar Rp1.000 (seribu rupiah) menjadi sebesar Rp100 (seratus rupiah).

3. Menyetujui untuk mengeluarkan saham dalam simpanan/portepel dalam jumlah sebanyak-banyaknya 2.500.000.000 (dua miliar limaratus juta) saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 2.500.000.000 (dua miliar limaratus juta) saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp100 (seratus rupiah), dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan;

4. menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum saham kepada masyarakat melalui Pasar Modal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya di bidang Pasar Modal.

Maksud dan tujuan Perseroan berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 7/2012 adalah sebagai berikut:

Maksud dan tujuan Perseroan ialah dalam bidang jasa perbankan, untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

Kegiatan Usaha Utama:

a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;

b. Memberikan kredit;

c. Menerbitkan surat pengakuan hutang;

d. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun kepentingan atas perintah nasabahnya;

i. Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan dari surat-surat yang dimaksud;

ii. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;

iii. Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah;

iv. Sertifikat Bank Indonesia (SBI);

v. Obligasi;

vi. Surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 tahun;

vii. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

e. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah;

f. Menempatkan dana, meminjamkan dana dari atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya;

g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga;

h. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek;

i. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dan/atau sebagai Bank Devisa dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang;

j. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain termasuk melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

k. Menyelenggarakan usaha-usaha perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku baik di dalam maupun di luar negeri.

Kegiatan Usaha Penunjang

Untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang sebagai berikut:

a. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang atau surat berharga;

b. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak;

c. Membeli agunan melalui atau tanpa pelelangan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada Perseroan;

d. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat;

e. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan maupun di bidang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku;

f. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya dengan memenuhi ketentuan yang berlaku;

g. Bertindak sebagai pendiri Dana Pensiun dan Pengurus Dana Pensiun sesuai dengan ketentuan peraturan dana pensiun yang berlaku;

h. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh Bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 949/KMK.013/1990 tanggal 16 Agustus 1990, Perseroan memulai kegiatan operasionalnya sebagai bank umum. Bahwa izin usaha Perseroan dimaksud terakhir kali telah diubah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 10/72/KEP.GBI/2008 tanggal 12 November 2008 tentang Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Alfindo Sejahtera Bank (PT Alfindo Bank) menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Nationalnobu.

Bahwa Berdasarkan Akta No. 66/2008 bagian komparasi, diterangkan bahwa perubahan nama Per-seroan menjadi PT Bank First Union telah mendapat persetujuan dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, akan tetapi Bank Indonesia keberatan atas penggantian nama tersebut, sehingga perlu diadakan penggantian nama Perseroan yang disetujui oleh Bank Indonesia. Bahwa berdasarkan Akta No. 66/2008, diketahui bahwa para pemegang saham Perseroan melalui RUPS LB tertanggal 18 Maret 2008 menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Bank First Union menjadi

“PT Bank Nationalnobu”.

Bahwa untuk selanjutnya dari dokumen perijinan Perseroan, diketahui terdapat Keputusan Gubernur BI No. 10/72/Kep.GBI/2008 tentang Perubahan Ijin Usaha Atas nama PT Alfindo Sejahtera Bank menjadi PT Bank Nationalnobu, oleh karenanya perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank First Union tidak pernah mendapatkan ijin dari Bank Indonesia sehingga perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank First Union tidak pernah digunakan dalam menjalankan usaha Perseroan.

Kantor Pusat Bank berlokasi di The Plaza Semanggi Kawasan Bisnis Granadha Lt. UG, Jalan Jenderal Sudirman Kav 50 Jakarta Selatan 12930. Bank mempunyai 1 (satu) kantor pusat non operasional dan 36 (tiga puluh enam) kantor cabang dan kantor kas yang berlokasi di Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Palembang dan Batam.