Peradaban Emas Dinasti Abbasiyah
D. PERKEMBANGAN SASTRA
1. Perkembangan Prosa
Secara garis besar sastra arab dibagi atas dua bagian yaitu prosa dan syair. Prosa terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
a. Kisah (Qisshah), adalah cerita tentang berbagai hal, baik yang bersifat realistis maupun fiktif, disusun menurut urutan penyajian yang logis dan menarik. Kisah meliputi Hikayat, Qissah Qasirah dan Uqushah. Kisah yang berkembang pada masa abbasiyah tidak hanya terbatas pada cerita keagamaan, tetapi sudah berkaitan dengan hal lain yang lebih luas, seperti kisah filsafat.
b. Amsal(peribahasa) dan Kata mutiara (al-hikam) adalah ungkapan singkat yang bertujuan memberikan pengarahan dan bimbingan untuk pembinaan kepribadian dan akhlak. Amsal dan kata mutiara pada masa Abbasiyah dan sesudahnya lebih menggambarkan pada hal yang berhubungan dengan filsafat, sosial, dan politik.
Tokoh terkenal pada masa ini adalah Ibnu Al-Muqoffal.
c. Sejarah (tarikh),atau riwayat (sirah). Sejarah atau riwayat mencakup sejarah beberapa negeri dan kisah perjalanan yang dilakukan para tokoh terkenal. Karya sastra yang terkenal dalam bidang ini antara lain: adalah mu’jam al Buldan (ensiklopedi kota dan negara) oleh Yaqut Al-Rumi (1179-1229). Tarikh Al-Hindi (sejarah India) oleh Al- Biruni (w.448 H/ 1048 M). Karya Ilmiah (Abhas ‘Ilmiyyah)
Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII MTs. | 63 mencakup berbagai bidang ilmu, diantaranya yang terkenal berkenaan dengan hal ini adalah kitab al Hawayan (buku tentang hewan).
Pada masa pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah telah terjadi perkembangan yang sangat menarik dalam bidang prosa. Banyak buku sastra novel, riwayat, kumpulan nasihat, dan uraian-uraian sastra yang dikarang atau disalin dari bahasa asing. Muncul sastrawan-sastrawan dengan berbagai karyanya :
1) Abdullah bin Muqaffa (wafat tahun 143 H) buku prosa yang dirintisnya diantaranya Kalilah wa Dimnah, terjemahan dari bahasa Sansekerta, karya seorang filosof India bernama Baidaba, yang kemudian disalinnyadalambahasa Arab. ilmuwan ini berkebangsaan Persia, hasil karya yang adalah :
Siy’ar Muluk Al-‘Ajam (kehidupan raja-raja non Arab).
Al-Adab As-Sighar (sastra kecil).
Al-Adab Al-Akbar (sastra besar).
2) Abdul Hamid Al-Katib, sebagai pelopor seni mengarang surat.
3) Al-Jabid, karyanya memiliki nilai sastra tinggi, sehingga menjadi bahasa rujukan dan bahan bacaan bagi para sastrawan kemudian.
4) Ibnu Qutaibab, dikenal sebagai ilmuwan dan sastrawan yang sangat cerdas dan memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang bahasa kesusastraan.
5) Ibnu Abdi Rabbi, seorang penyair yang berbakat memiliki kecendrungan ke sajak drama. Sesuatu yang sangat langka dalam tradisi sastra Arab. Karya terkenalnya adalah Al-Aqdul Farid, semacam ensiklopedia Islam yang memuat banyak Ilmu pengetahuan Islam.Salah satu prosa terkenal dari masa ini ialah ‘Kisah Seribu Satu Malam’.
6) Umar Khayam
Penyair yang berasal dari kota Khurasan, ia juga ahli di bidang matematika, astronomi dan filsafat, hasil karyanya yang terkenal adalah Sajak Rubaiat, yaitu sajak yang terdiri dari empat baris yang berpasangan dua-dua. Dalam Sajak Rubaiat tersebut biasanya berisi kritikan dan koreksi terhadap ilmuwan sebab ia telah menjadikan kebenaran relatif menjadi kebenaran mutlak, sebagai seorang Sufi maka syair-syairnya menunjukkan kerendahan hatinya.
7) Jalaludin Ar-Rummi
Sastrawan yang juga mendalami tasawuf, hasil karya besarnya adalah Matsawi yang berisi tentang puisi dan prosa yang sangat indah. Matsawi berisi 20.700 bait syair dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
8) Abu Nawas
Penyair terkenal pada masa khalifah Harun Al-Rasyid, karya terbesarnya adalah Alfu Laila Walaila (Seribu Satu Malam). Nama lengkapnya adalah Abu Nawas Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Ia terkenal sebagai Penyair Khomr¸ karena di masa mudanya suka mabuk-mabukan, tetapi pada masa tuanya ia bertaubat dan menulis syair-syair agama yang diterbitkan di beberapa negara diantaranya tahun
64 | Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII MTs.
1855M diterbitkan di Wima, tahun 1860 M, tahun 1898 M dan tahun 1932 M diterbitkan di Kairo, tahun 1844 M diterbitkan di Beirut, tahun 1894 M terbit di Bombay, dan tersimpan dalam perpustakaan Berlin, Wima Mosul dll.
9) Az-Zamakhsyari
Beliau adalah ilmuwan bahasa dan sastra Arab, hasil karyanya adalah a) Asas Al-Balaghoh.
b) Al-Mufrod Walmu’allaf fin Nahwi (satu dan kesatuan sifat dalam ilmu tata bahasa).
c) Al-Mustaqim fi Amsal Al-Arab (peribahasa dalam bahasa Arab).
10) Imam Sibawaihi
Nama lengkapnya adalah Amru bin Usman Al-Haris Abu Bashar, karya besarnya disebut Al-Kitab dengan judul Kitab Al-Sibawaih yaitu karya ilmu bahasa yang terdiri dari 2 jilid setebal 1000 halaman Imam Sibawaih terkenal sebagai ahli Nahwu yang sangat teliti dan sangat menjaga keindahan bahasa Arab dengan fasih, ia juga dikenal sebagai peletak dasar yang kuat dan layak untuk perkembangan bangsa Arab berikutnya. sebab hasil karyanya tersebut tidak sedikitpun ada perubahan terhadap dasar dan kaidah oleh generasi-generasi setelahnya yang merasa sangat puas terhadap nilai hasil karyanya berupa kitab Nahwu.
2. Perkembangan Puisi
Para sastrawan masaAbbasiyah membuat genre sajak/puisi mengkombinasikan dengan sesuatu yang bukan berasal dari tradisi Arab, cirinya antara lain :
a. Penggunaan kata uslub dan ibarat baru b. Pengutaran sajak lukisan yang hidup c. Penyusupan ibarat filsafat
d. Kelahiran kritikus sastra pada zaman ini
Tokoh penyair terkenal pada masa Bani Abbasiah adalah:
1) Abu Nawas (145-198 H) nama aslinya adalah Hasan bin Hani 2) Abu’ At-babiyat (130-211 H)
3) Abu Tamam (wafat 232 H) nama aslinya Habib bin Auwas At-Toba’i
4) DabalAl-Kbuza’i (wafat 246 H), nama aslinya Da’bal bin Ali Razin dari Khuza’ab.
Penyair besar yang berwatak kritis.
5) Al-Babtury (206-285 H), nama aslinya Abu Ubadab Walid Al-Babtury Al-Qubtbany.
6) Ibnu Rumy (221-283 H). nama aslinya Abu Hasan Ali bin Abbas. Penyair yang berani menciptakan tema-tema baru.
7) Al-Matanabby (303-354 H) nama aslinya Abu Thayib Ahmad bin Husin Al-Kuft penyair istana yang haus hadiah, pemuja yang paling handal.
8) Al-Mu’arry (363-449 H) nama aslinya Abu A’la Al-Mu’arry. Penyair berbakat dan berpengetahuan luas.
Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII MTs. | 65