• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Sistem Penerimaan Negara secara Elektronik dan Ragam Channel/Moda Pembayaran

Cashless Dalam Transaksi Penerimaan Negara: Ragam Channel, Perkembangan,

C. TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsepsi Cashless

1. Perkembangan Sistem Penerimaan Negara secara Elektronik dan Ragam Channel/Moda Pembayaran

Dalam rangka penyempurnaan sistem penerimaan Negara tesebut, Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengimplementasikan Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik (MPN G2) (Kemenkeu, 2014).

Sistem penerimaan negara secara elektronik (MPN G2) dikembangkan dengan berbasis electronic billing system, dan dengan pemrosesan transaksi pembayaran secara realtime. Fleksibilitas layanan penyetoran penerimaan negara dapat diwujudkan. Dengan MPN-G2, selain secara tunai over the counter, penyetoran penerimaan negara dapat dilakukan secara nontunai (elektronik). Metode pembayaran nontunai tersebut memberikan keleluasaan penyetoran penerimaan negara, baik dari segi waktu, channel, dan lokasi pembayaran (kapan pun dan di mana pun).

Pada tahun 2019 melalui MPN G3, terdapat penambahan sarana

Bunga Rampai | KEUANGAN NEGARA 2021

55

perekaman data transaksi penerimaan negara berupa portal penerimaan negara sebagai alternatif media pembuatan kode billing untuk semua jenis billing sekaligus penyetoran penerimaan negara (one stop service).

Hal tersebut diimplementasikan melalui penyediaan single sign on (SSO) Portal MPN. Untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan penyetoran penerimaan negara, terdapat penambahan agen penerimaan (collecting agent/CA) selain Bank/Pos Persepsi yang disebut Lembaga Persepsi Lainnya (LPL). Cashless transaksi penerimaan negara diperluas melalui kolaborasi Kementerian Keuangan dengan LPL, dalam hal ini pelaku fintech dan e-commerce, seperti Finnet Indonesia, Tokopedia, dan Bukalapak (Kemenkeu, 2019). Pada tahun 2021, LPL bertambah yaitu PT.

Mitra Pajakku, Indomarco Prismatama, dan Achilles Advanced Systems (Dashboad MPN, 2021). Saat ini, CA yang bermitra dengan pemerintah terdiri dari 85 Bank Persepsi, 1 Pos Persepsi, dan 6 Lembaga Persepsi Lainnya (LPL).

Melalui berbagai pengembangan sistem penerimaan tersebut, pembayaran penerimaan negara dapat dilakukan melalui berbagai channel. Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan nomor PER-10/PB/

2019, jenis channel pembayaran penerimaan negeri disajikan di Tabel 1.

Tabel 1. Daftar Kode dan Jenis Channel Pembayaran

Kode Jenis Channel

7010 ATM – Kartu Debit 7020 Teller

7013 Phone Banking 7014 Internet Banking 7015 Mobile Banking 7016 Overbooking

7017 Electronic Data Capture EDC) 7018 EDC Sub Agent

7019 Mobile Applicatian Sub Agent

7020 Internet Banking Pajak Belanja Pemda 8011 Dompet Elektronik

8012 Transfer Bank 8013 Virtual Account 8011 Direct Debit

Bunga Rampai | KEUANGAN NEGARA 2021

56 8015 Credit Card

Sumber: Direktorat Jenderal Perbendaharaan (2019)

Jenis channel pada Bank/Pos Persepsi menunjukkan media/sarana pembayaran, sedangkan channel pada LPL lebih cenderung berupa pilihan jenis sumber dana/pembayaran. Dari tabel 1 tersebut, mulai channel Dompet Elektronik sampai dengan Credit Card merupakan channel/jenis pembayaran yang tersedia pada LPL. Secara teknis, pada Bank/Pos Persepsi, aktivitas pembayaran dilakukan pada masing-masing channel/media tersebut, misalnya ATM, internet banking, dan lainnya.

Sedangkan pada LPL, semua pilihan channel/jenis pembayaran terkumpul dalam sistem aplikasi yang diakses oleh penyetor pada berbagai platform.

Dari berbagai channel pada tabel tersebut, kecuali teller (layanan kas), dimaksudkan untuk memfasilitasi cashless dalam transaksi pembayaran penerimaan negara. Penjelasan masing-masing channel cashless diuraikan sebagai berikut.

1. Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine (ATM)

Melalui ATM, memungkinkan nasabah melakukan transaksi keuangan, termasuk pembayaran penerimaan negara secara mandiri tanpa bantuan dari teller ataupun petugas bank lainnya. Channel ATM untuk transaksi setoran penerimaan negara tersedia pada 52 bank dari 85 bank persepsi.

2. Phone banking

Phone Banking adalah layanan untuk bertransaksi perbankan atau mendapatkan informasi perbankan melalui telepon dengan menghubungi nomor layanan bank. Layanan phone banking ini merupakan salah satu dari perkembangan teknologi call center.

Berdasarkan data MPN s.d. Juni 2021, tidak ada collecting agent yang menyediakan channel phone banking.

3. Internet banking

Internet banking adalah layanan untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet. Transaksi pembayaran penerimaan negara dilakukan melalui website milik bank. Nasabah dapat menggunakan perangkat komputer desktop, laptop, tablet, atau

Bunga Rampai | KEUANGAN NEGARA 2021

57

smartphone yang terhubung ke jaringan internet sebagai penghubung antara perangkat nasabah dengan sistem bank. (OJK, 2015).

4. Overbooking

Pada perbankan, overbooking adalah pemindahan dana antar rekening pada Bank yang sama. Melalui layanan/channel ini, penyetor/nasabah memperoleh layanan pembayaran penerimaan negara oleh teller bukan dalam bentuk cash, tetapi menggunakan sarana pemindahbukuan dari rekening pembayar/nasabah ke Rekeneing Penerimaan/Kas Negara.

5. Electronic Data Capture (EDC)

Perangkat/terminal yang terhubung dengan jaringan bank, yang dapat digunakan untuk bertransaksi menggunakan kartu debit/kredit/prabayar di merchant atau toko. EDC terdiri dari alat pembaca informasi pada pita magnetis kartu (card’s magnetic stripe) atau chip, tombol menu dan angka untuk memasukkan jenis transaksi, nilai transaksi, dan PIN, layar untuk melihat jenis dan nilai transaksi, dan printer untuk mencetak bukti transaksi. (OJK, 2015). Berdasarkan data Juni 2021, channel EDC disediakan oleh BRI, BNI, dan Mandiri mulai tahun 2019 serta retailer PT Indomarco Prismatama pada tahun 2021.

6. EDC Sub Agent

Channel ini merupakan implementasi dari Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif), yaitu kegiatan menyediakan layanan perbankan dan/atau layanan keuangan lainnya yang dilakukan tidak melalui jaringan kantor, tetapi melalui kerjasama dengan pihak lain (yang disebut agen) dengan penggunaan sarana teknologi informasi, dalam hal ini mesin EDC (POJK 19 th 2014). Bank penyelenggara Laku Pandai bekerjasama dengan Agen untuk menyediakan produk Bank bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan kantor bank. Agen menjadi kepanjangan tangan bank untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat dalam rangka keuangan inklusif sesuai yang diperjanjikan.

7. Mobile Application (MA) Sub Agent

Hampir sama dengan channel sebelumnya, channel MA Sub Agent ini

Bunga Rampai | KEUANGAN NEGARA 2021

58

merupakan Laku Pandai dengan menggunakan Mobile Applicatian sebagai sarana layanan. Berdasarkan data MPN, channel MA dan EDC Sub Agent disediakan oleh BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri mulai tahun 2019.

8. IB Pajak Pemda

Layanan untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet yang disediakan secara khusus oleh masing-masing bank daerah (tempat Rekening Kas Umum Daerah) kepada Bendahara Umum Daerah untuk membayarkan pajak hasil potongan dari belanja (SP2D) Pemda ke Kas Negara.

9. Dompet Elektronik

Dompet elektronik merupakan salah satu jenis pembayaran (sumber dana) pada LPL. Dompet Elektronik (e-Wallet) merupakan layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran antara lain alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan/atau uang elektronik, yang dapat juga menampung dana untuk melakukan pembayaran (PBI 18/40/PBI/2016). Pada MPN G3, pilihan channel/jenis pembayaran Dompet Elektronik tersedia pada e-commerce, dan retailer. Electronic marketplace meningkatkan fitur layanan, yaitu tidak hanya media untuk perdagangan tetapi juga menyediakan fitur berbagai bentuk pembayaran, termasuk pembayaran penerimaan negara. Data s.d. Juni 2021, tercatat PT.

Bukalapak dan PT. Tokopedia yang menyediakan pilihan metode pembayaran Dompet Elektronik, yaitu masing-masing dengan aplikasi BukaDompet dan OVO. Pembayaran pada Tokopedia dan Bukalapak dapat dilakukan pada berbagai platform. Dompet Elektronik juga tersedia pada jaringan retailer PT. Indomarco melalui jenis pembayaran i-Saku.

10. Transfer bank

Transfer bank merupakan salah satu pilihan metode/jenis pembayaran penerimaan negara pada e-commerce, yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Melalui pilihan jenis tersebut, maka terjadi pengiriman/pemindahan dana dalam rangka pembayaran penerimaan negara dari rekening nasabah/pembayar ke rekening

Bunga Rampai | KEUANGAN NEGARA 2021

59 Penerimaan/Kas Negara.

11. Virtual Account (VA)

Channel VA merupakan jenis pembayaran yang tersedia pada LPL khususnya fintech, e-commerce, dan penyedia jasa aplikasi perpajakan (PJAP). Layanan pembayaran dengan VA tergantung bank mitra dari LPL tersebut, baik memanfaatkan ATM, internet banking, mobile, maupun jenis layanan lainnya. Bagi bank penyedia layanan, LPL disebut sebagai biller dan memiliki kode tertentu. Kode tersebut menjadi bagian elemen kode dalam VA. Berdasarkan data MPN 2021, LPL yang menyediakan channel VA adalah Finnet Indonesia, Tokopedia, Bukalapak, Mitra Pajakku, dan Achilles Advanced Systems.

12. Direct Debit

Transaksi penerimaan negara melalui channel/jenis pembayaran direct debit, proses pembayaran elektronik terjadi secara otomatis dengan menarik sejumlah dana dari rekening nasabah pada bank penerbit dengan otorisasi tertentu. Tahun 2021, channel pembayaran Direct Debit terdapat pada LPL, yaitu Bukalapak, Tokopedia, dan Mitra Pajakku.

13. Credit Card

Channel/metode pembayaran penerimaan negara dengan Credit Card terdapat pada LPL Bukalapak, dan Tokopedia. Sistem LPL akan terhubung secara otomatis dengan sistem Bank penerbit kartu tersebut. Dana untuk pembayaran tersebut disediakan oleh Bank sebagai kredit kepada nasabah pemegang kartu.