• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

2.1. Perkembangan Teknologi Mengubah Cara Pikir Masyarakat

Perubahan cara pikir masyarakat ternyata membawa dampak positif terhadap perkembangan kopi, permintaan akan kopi semakin banyak baik itu permintaan dariluar negri maupun permintaan dari dalam negeri.dan tentunya persainganpun terjadi,akan tetapi hal ini tidak membuat para petani kopi takut akan persaingan yang terjadi, sebab hasil tanam kopi yang dihasilkan oleh petani kopi gayo tidak kalah saing oleh kopi yang lainnya.

Hasil kerja keras itu tidak pernah menghianati hasil. Lihatlah sekarang kopi kami tidak kalah saing sama kopi dari luar. Bahkan kopi kami siap saing sama kopi dari luar.

Hal ini juga menjadi penyemangat tersendiri bagi petani kopi gayo, walaupun sudah banyak produksi kopi yang mereka hasilkan tidak membuat mereka putus asa, mereka hanya berharap walaupun keuntungan yang mereka dapatkan tidak sebanding setidaknya keuntungan yang didapatkan masih cukup untuk makan sehari-hari dan sekolah. Selain itu mereka juga ingin membawa nama gayo sampai ke manca negara karena prestasi yang mereka lakukan.

Jujur saja sebenarnya ada kekecewan tersendiri yang kami rasakan, tapi yaa.. mau bagaimana lagi kami hanya bisa menerima, intinya kami tetap memberikan yang terbaik dan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga itu sudah cukup.

Dengan mengandalkan kemampuan yang ada petani kopi gayo berharap setiap tahunnya akan terus terjadi peningkatan terhadap permintaan kopi. Hal itu sangat mereka harapkan karena kopi adalah salah satu mata pencaharian mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Ketika mendengar keluhan petani kopi ada perasaan tidak adil dan semestinya perlu di ketahui bahwa, dalam beberapa tahun pasar kopi Indonesia masih sering tergantung permintaan pasar dari luar negeri. Ketika krisis ekonomi melanda Amerika, permintaan kopi ke Indonesia pun menurun. Sebab, kelas kopi Indonesia terbilang premium, di bandingkan dengan harga kopi diluar negeri. Pasar domestik sebenarnya sangat potensial dikembangkan agar kopi Indonesia tidak selalu tergantung pasar luar. Menghidupkan industri dari menengah ke bawah dan atas di bidang kopi akan sangat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita dari komoditas ini. Hanya saja memang, dibutuhkan kampanye yang lebih proaktif agar terbentuk pasar domestik yang kuat. Misalnya, menggelar event di bidang kopi. Kontes barista yang akan menjadi motivasi bagi gerai-gerai kopi untuk meracik kopi terbaik,dan pembuatan karya ilmiah mengenai pemanfaatan buah kopi. Jika itu semua bisa dihidupkan, suatu saat Indonesia akan sejahtera dari komoditas ini. tidak hanya petani, tapi juga pelaku industri di hilir. Istilahnya, akan terciptalah “one product one village”. Kopi Gayo untuk pasar Indonesia saja terpenuhi jumlah yang cukup banyak, bisa dibayangkan potensi pasar yang sedang terbuka. Jika pun pasar luar meminta, kita

tidak lagi selalu bergantung dari mereka. Karena kita sudah punya pasar kopi dalam negeri.

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Hal ini karena kopi telah memberikan sumbangan yang cukup besar bagi devisa negara, menjadi ekspor non migas, selain itu dapat menjadi penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi petani kebun kopi maupun bagi pelaku ekonomi lainnya. yang terlibat dalam budidaya, pengolahan, maupun dalam mata rantai pemasaran.Terdapat dua spesies tanaman kopi yang dikembangkan di Indonesia, yaitu kopi Arabika dan kopi Robusta. Kopi Arabika merupakan jenis kopi tradisional, dianggap paling enak rasanya, dan kopi Robusta yang memiliki kafein lebih tinggi, dapat dikembangkan dalam lingkungan dataran tinggi.

Pertanian kopi merupakan tradisi bagian kehidupan sosial ekonomi masyarakat Gayo. Sosial ekonomi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mampu menempatkan diri dalam lingkungannya, sehingga dapat menentukan sikap berdasarkan atas apa yang dimilikinya dan kemampuan mengenai keberhasilan menjalankan usaha dan berhasil mencukupinya. Dimana Sosial mengandung arti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, sementara itu ekonomi memiliki artian sebagai ilmu yang berhubungan dengan asas produksi, distribusi, pemakaian barang serta kekayaan.3

Sekilas Sosial dan Ekonomi seperti dua hal dan cabang ilmu yang berbeda, namun diantara keduanya sebenarnya terdapat kaitan yang erat. Salah satu kaitan

3

yang erat tersebut adalah Jika keperluan ekonomi tidak terpenuhi maka akan terdapat dampak sosial yang terjadi di masyarakat kita. Jadi bisa dijadikan kesimpulan bahwa sosial ekonomi mengandung pengertian sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti sandang, pangan dan papan.

Kehidupan sosial sebagai petani membuat mereka tidak punya pilihan lain hanya mengurus kebun kopi saja karena mata pencarian hanya di peroleh dari hasil panen kopi. Namun kondisi ini tidak membawa kehidupan sosial ekonominya kearah yang lebih baik. Bila dilihat kenyataan yang ada sampai sekarang kondisi petani tetap miskin, hal inilah salah satu penyebab mengapa masyarakat Gayo tidak ada bercita-cita jadi petani kopi.

Bagi kami dek menjadi petani itu pilihan yang ada ditengah pilihan lain yang tidak mungkin. Kami jadi petani kopi ya karena hanya itulah yang paling memungkinkan yang bisa kami lakukan

Para anak-anak Gayo hanya sebagian kecil saja yang mau melanjutkan sekolah di Jurusan Pertanian di berbagai universitas, yang seharusnya mereka geluti agar nanti bisa menambah ilmu untuk bisa menjadikan kopi produk unggulan. Kesungguhan petani menggarap lahan untuk dijadikan perkebunan khususnya kopi, membuat semua orang optimis melihat masa depan masyarakat petani Gayo. Namun keoptimisan itu masih belum terjawab, ketika saya mendekati beberapa petani kopi, kebanyakan dari mereka masih belum merasa bahwa kebutuhan hidup mereka dapat dipenuhi dengan hasil dari kebun kopi.

Kalau ditanya tentang kebutuhan ya tidak akan habis dek, tapi begitupun kami tetap harus berusaha kan, tapi kami masih tetap semangat karena kami yakin kalau kami berusaha maka akan ada jalan keluar

Mereka sering mengeluhkan hasil panen mereka tidak ada harga, buah yang dihasilkan tidak imbang dengan luasnya lahan yang dimiliki.Siklus kehidupan para petani kopi yang terasa teramat sulit bisa mapan atau sejahtera dari hasil kopinya, membuat anak-anak Gayo terkesan tidak bangga menjadi anak petani kopi di dataran tinggi Gayo. Bayangkan saja, andai para orang tua mereka bisa hidup layaknya petani kopi di Brazil yang pergi ke kebunnya dengan mobil mewah dan berpakaian rapi, mungkin kebanggaan itu akan pulih dan minat untuk menjadi petani kopi akan lebih besar lagi, agar mampu mempertahankan lahan kopi yang telah ada supaya tidak terjual atau dialihkan ketanaman lain.

Anak-anak kami sering acuh dengan kondisi pekerjaan kami, mereka seakan malu kalau memiliki orang tua miskin yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu di kebun kopi atau hanay sekedar melepas penat dengan duduk menikmati kopi di warung. Mungkin kalau mereka lihat orang tuanya kaya, punya mobil baru mungkin mereka bangga dan mau melanjutkan pertanian ini.

komoditi Kopi yang saat ini menjadi komoditi primadona bagi petani di Bener Meriah khususnya dan dataran tinggi Gayo pada umumnya dibuktikan hampir 90% masyarakat didaerah ini penghidupannya tergantung pada perkebunan kopi. dimana hamparannya sekitar 49,187 hektar4 bahkan kemungkinan lebih luas lagi bila diukur secara detail, Kemegahan dan keunggulan komoditi ini belum sepenuhnya mampu mensejahterakan masyarakat petani dikarenakan prosfek pemasaran yang pluktuatif dan tidak adanya pihak penjamin hasil komoditi pada saat musim panen. Akibatnya petani selaku produsen mengalami delematis, selain berdampak juga pada penerapan pola olah kopi pasca

4

panen, yang berdampak pada kualitas dan cita rasa prodak ditambah lagi dengan prilaku eksportir kopi kita ada yang bermoral rendah, dimana mereka rata-rata mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga dibelinya kepada petani kopi di daerah.

Ada penambahan pendapatan negara ketika kopi sebagai komoditas yang bisa diekspor ke luar negeri. Ada geliat usaha ketika franchise, café atau warung kopi di banyak tempat. Ada kalkulasi risiko yang dihitung oleh para trader dalam memantau pergerakan komoditas kopi di antera dunia. Cik sawir 26 tahun).

Disisi lain adanya pedagang pengumpul maupun eksportir lokal sering memanfaatkan uang kopi yang telah dibayar cast/kontan oleh pembeli, akan tetapi kenyataannnya mereka selalu menyatakan uang belum keluar. Modus lainnya ada diantara mereka yang menggandakan atau melakukan investasi ke usaha lain. Disamping itu juga masih minimnya peran Pemerintah Daerah dalam menangani permasalahan kopi, walaupun sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan bibit, hingga biaya perawatan dan pupuk, tapi setelah panen petani kopi bingung Karena petani belum dapat menentukan harga. Pemerintah belum mampu mendongkrak harga kopi yang dapat mensejahterakan petani, yang dilakukan pemerintah hanya bagaimana melakukan peremajaan terhadap kopi. Dan bagaimana melestarian kopi, tapi pengendalian pasca panen dan pengendalian pasar petani tidak penah diturut sertakan oleh pemerintah.Hal ini sangat mengecewakan khusunya petani kopi seolah apa yang mereka kerjakan tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

Walaupun begitu petani kopi di gayo masih tetap semangat untuk menekuni pertanian kopi,karena bagaimanapun mereka tidak bisa lagi mengelak bahwa kopi tetap lah menjadi salah satu pemasukan utama bagi sebagian

masyarakat Gayo. Apalagi dengan permintaan kopi yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat para petani kopi tidak boleh lagi untuk bermalas- malasan berkebun dan tetap menjaga kualitas kopi yang saat ini menjadi salah satu minuman primadona bagi masyarakat gayo. Disini petani kopi gayo dituntut untuk selalu konsisten dengan hasil kopi terbaiknya dan hal itu membuat petani kopi memiliki tanggung jawab yang besar untuk merawat tanaman kopinya, terutama pada pupuk yang digunakan hampir dari seluruh petani kopi di gayo mereka sengaja menggunakan pupuk organik untuk tanaman kopi.Karena menurut mereka menggunakan pupuk organik ketika penenaman kopi akan berdampak terhadap kualitas kopi yang dihasilkan ketika panen.

Keunggulan yang dihasil oleh kopi gayo ini sudah memiliki kesan tersendiri terutama bagi penikmatnya, keunggulan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kopi gayo menjadi salah satu daya tarik masyakat didalam maupun diluar negri untuk senantiasa selalu mengkonsumsinya. Untuk saat ini belum ada yang dapat mengimbangi kenikmatan kopi yang dihasilkan oleh kopi gayo. Cita rasa yang dihasilkan menjadi keunggulan tersendiri sehingga ada semacam kerinduan ketika tidak menikmati kopi ini. Keunggulan tersebutlah yang mendongrak petani kopi gayo untuk selalu mempertahankan kualitas kopi nya.

“ yaaa.. memang kopi gayo menjadi minuman yang banyak

di gemari oleh berbagai kalangan, tidak ada batasan dalam menikmati kopi, kami sebagai masyarakat gayo juga sangat bangga dengan antusias masyarakat dalam menikmati kopi gayo, menjadikan kopi kami ini menjadi kopi yang berkualitas baik dan memiliki cita rasa yang enak, kami berharap menikmati kopi jangan sampai putus disini aja.semoga menikmati kopi gayo ini bisa berlangsung sampai seterusnya.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya akibat dari perkembangan jaman yang terjadi berdampak terhadap pola pikir masyarakat yang semakin maju, terutama mengubah pikiran masyarakat bagaimana memanfaatkan kopi menjadi minuman yang lebih nikmat lagi tanpa menghilangkan sepenuhnya rasa kopi aslinya.sehingga muncullah pemikiran-pemikiran untuk membuat suatu tempat nongkrong yang asyik, nyaman, dan steril. Lalu muncullah ide untuk membuat caffe yang bernuansa modern sesuai yang diinginkan nyaman dan steril. Disinilah berbagai macam inspirasi muncul untuk mengkolaborasikan kopi dengan bahan- bahan yang lain.

2.7.1 Pandangan Masyarakat Gayo Mengenai Budidaya Kopi

Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi. Terdapat dua jenis kopi yang telah dibudidayakan di provinsi Lampung yakni kopi Arabika dan kopi Robusta(Cahyono, 2012).

a. Kopi Arabika

Kopi Arabika merupakan salah satu kopi yang paling banyak peminatnya saat ini. Dimana saat ini kopi arabika menjadi salah satu kopi unggulan bagi masayarakat Gayo, hal ini dikarenakan banyak permintaan kopi dari luar negri untuk kopi berjenis arabika ini. Dan saat ini hampir sebagian petani Gayo yang menanam kopi berjenis Arabika bukan hanya kerena permintaan orang luar negri terhadap kopi araabika, alasan lainnya karena kopi Arabika lebih ggampang dalam perawatanya.

Selain itu cita rasa kopi yang dihasilkan dari kopi Arabika tidak begitu pahit dan Aroma kopi yang dihasilkan sangat memikat penciuman para penikmat kopi, ni adalah salah satu alasan kenapa orang luar negri sangat menyukai kopi Arabika.kopi Arabika sangat baik di tanaman di daeerah bener meriah karena ketinggian lahan serta kondisi lingkungan nya sesuai dengan standart penanaman kopi Arabika.

b. Kopi Robusta

Kopi Robusta banyak dibudidayakan di Afrika dan Asia. Kopi Robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi Robustalebih luas dari pada kopi Arabikayang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi ini dapat ditumbuhkan di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut.

Kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi Robustalebih murah (Cahyono, 2012). Robustabanyak dibudidayakan di Afrika dan Asia. Kopi Robustadapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi Robusta lebih luas dari pada kopi Arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi ini dapat ditumbuhkan di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter diatas permuakaan laut. kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi Robustalebih murah (Cahyono, 2012).

2.7.2. Pembudidayaan Kopi Gayo

Proses pembudidayaan kopi Gayo bagi masyarakat Gayo rata-rata dari mereka masih banyak menggunakan alat tradisional. Alasannya karena mereka masih merasa nyaman dengan peralatan lama walaupun peralatan lama membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan semua aktivitas di kebun. Setiap tahunnya petani kopi di desa Blang Tampu mendapatkan bantuan berupa

alat-alat perkebunan yang dibutuhkan oleh petani, dan biasanya yang mendapatkan bantuan itu hanya yang menjadi anggota koperasi petani kopi.

Desa Blang Tampu ini setiap petani kopi rata-rata ikut menjadi anggota koperasi sebab banyak sekali keuntungan-keuntungan yang didapatkan jika menjadi anggota koperasi khusus di desa Blang Tampu ini terdapat 2 koperasi desa yaitu koperasi ketiara dan koperasi Askogo (assosiation kopi Gayo). Koperasi ini sudah bergerak masing-masing sekitar 10 tahunan. Dan setiap tahunnya yang ikut menjadi anggota koperasi semakin bertambah karena tuujuan dari koperasi ini untuk mempermudah para petani menjual hasil panen kopinya.

Dari tahap proses pembudidayaan kopi Gayo di kenal dengan kulitasnya yang bagus karena menggunakan pupuk organik, kopi Gayo sangat terjaga kealamiahanya. Petani kopi Gayo tidak begitu suka dengan pupuk berjenis kimia, selain harga nya mahal juga bisa merusak tanaman kopi karena kopi yang mengunakan pupuk berjenis kimia ketika setelah panen selesai petani harus membongkar ulang lahannya memang hasil yang di dapatkan dua kali lipat lebih banyak dari pupuk alami, tapi kualitas yang di hasilkan kopi organik jauh lebih bagus dibandingkan dengan kopi anorganik disini peneliti akan memaparkan mengenai proses pembudidayaan petani kopi.

Dalam proses penanaman kopi, sebaiknya terlebih dahulu harus mempersiapkan lahannya. Lahan dibedakan menjadi tiga yaitu lahan baru, lahan bekas tanaman perkebunan selain kopi, dan lahan perkebunan kopi tetapi tidak produktif. Cara mempersiapkan lahan yaitu dengan cara menebangi pohon-pohon yang ada di lahan tersebut beserta sisa-sisanya, setelah itu dilakukan pengolahan tanah dan selanjutnya ditanami pohon pelindung.

Pembuatan lubang tanam yang bertujuan untuk mempersiapkan tempat untuk menanam kopi. Lubang tanam itu digali dengan ukuran 60 m x 60 m x 60 m. setelah digali, tanah hasil galian dicampur dengan pupuk lalu lubang tersebut ditutup terlebih dahulu. Sekitar 3-6 bulan berikutnya baru proses penanaman dilakukan. Bibit yang akan ditanam akar tungganya terlebih dahulu dipotong dan daunya juga dipotong untuk mengurangi penguapan. Setelah penanaman selesai setiap minggunya kebun tersebut diperiksa untuk mengetahui apakah tanamannya hidup semua atau ada yang mati. Apabila ada yang mati, tanaman yang mati tersebut diganti dengan bibit yang baru agar perkebunan kopi tersebut penuh dengan tanaman kopi.

2.7.3. Masa Panen

Masa panen kopi Gayo dua kali dalam setahun untuk panen besar nya baiasanya masa panen besar pertama mulai bukan maret, april, mei dan juni dan panen besar kedua pada bulan September, Oktober, November di masa panen besar kopi ini bisanya seluruh petani kopi tidak ada yang di rumah mereka semua pergi ke kebun untuk memetik buah kopi, biasanya buah kopi yang siap di petik yang sudah bewarna merah seperti buah cherry merah bentuknya,

Menurut informan peneliti yang keempat yang bernama Cik Payudi dia adalah seorang karyawan yang bekerja di koperasi petani kopi askogo (assosiation kopi Gayo) dan kebetulan juga dia juga berprofesi sebagi petani kopi, Cik Payudi berusia 30 tahun dan sudah memiliki satu orang anak perempuan dan seorang istri. Pada saat peneliti melihat Cik Payudi sedang duduk santai sehabis pulang

bekerja, peneliti langsung menjumpainya karena memang sudah membuat janji sebelumnya.

Ketika penulis menanyakan tentang masalah hasil panen kopi petani mau dibawa kemana, jawaban Cik Payudi hasil panen kopi tersebut tergantung pada petani kopi dan juga tergantung pada koperasi yang di pakainya, kalau koperasi askogo setelah di panen lansung di bawa ke koperasi masih dalam bentuk gelondongan, (cherry merah) gelondong di giling baru di permentasikan satu malam, setelah itu di cuci dengan air bersih sampai hilang lumut dan setelah itu di jemur, lamanya waktu penjemuran tergantung pada cuaca setelah itu tumbuk hingga jadi labu, labu adalah biji kopi setelah di kuliti, atau yang biasa di sebut dengan uler ( gabah menjadi labu) kalau pulprer ( gelondong jadi gabah). Setelah gabah menjadi labu tadi maka jadilah yang di sebut dengan green been ( asalan ) kopi asalah adalah kopi yang dari gelondong dan menjadi gabah kemudian menjadi labu.

Setelah menjadi asalan lalu koperasi menyerahkan kopi tadi ke agen disini agen lah yang memiliki peran penting mau dimana kopi ini dibawa, setelah kopi tadi sudah di karungi, kopi-kopi tersebut di bawa ke Medan tepatnya di Patumbak setelah sampai di Patumbak kopi tersebut di depe ( dipilih) kembali jadi sampai di Patumbak kopi asalan tersebut di sortir satuu per satu, kopi yang bagus di pisahkan dengan kopi yang kurang bagus, karena kopi-kopi yang bagus akan di ekspor keluar negeri dan biasanya kopi yang kurang bagus di masukkan ke dalam pabrik-pabrik kopi itu lah yang olah orang pabrik untuk dijadikan produk sasetan. Seperti minuman kopi, capucino, coffe mix, kapal api, dll. Seperti itulah proses setiap tahunnya jika sedang panen besar apalagi 5 tahun belakangan ini

permintaan kopi dari luar semakin meningkat jadi mau tidak mau kopi yang diekspor pun semakin banyak.

Secara umum dikenal dua cara mengolah buah kopi menjadi biji kopi, yakni proses basah dan proses kering. Selain itu ada juga proses semi basah atau semi kering, yang merupakan modifikasi dari kedua proses tersebut. Setiap cara pengolahan mempunyai keunggulan dan kelemahan, baik ditinjau dari mutu biji yang dihasilkan maupun komponen biaya produksi.

Setelah buah kopi dipanen, segera lakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran, buah berpenyakit dan buah cacat. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

Kupas kulit buah kopi, disarankan dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua jenis mesin pengupas, yang diputar manual dan bertenaga mesin. Selama pengupasan, alirkan air secara terus menerus kedalam mesin pengupas. Fungsi pengaliran air untuk melunakkan jaringan kulit buah agar mudah terlepas dari bijinya. Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi.

Dokumen terkait